DEMENSIA / PIKUN

Dr. N. Saelan Tadjudin Sp.KJ

Pendahuluan

 

Lanjut usia ( LANSIA ) ≥ 65 thn  WHO Proporsi lansia di dunia meningkat, sedangkan usia muda menurun

Jumlah lansia ♀ > ♂

…Pendahuluan

Jepang :14% ( 2000 ), umur harapan hidup thn 2002 : ♂ 78,32 ♀ 85,32 Singapore : 7% ( 2000 ) , 19% ( 2030 ) Indonesia : populasi lansia 7,4% ( 2000 ) 11,34% ( 2020 )

 

Lansia :1. Economists : a burden 2. Politicians : a vote 3. Medical Doctors : a case 4. Nurse : a patient

1 12.4 31.Tabel 1.1 4.5 3.3 8.6 0.4 18.8 2.0 1.2 35.0 70.3 12.8 4.1 0.0 2.1 0.9 4.1 8.1 13.2 20. populasi lansia di USA 1900-2050 Year Population.8 1900 1950 1990 2000 2010 2030 2050 . in millions and as a percentage of total population 65 and over 85 and over (N) (%) (N) (%) 3.3 6.5 80.3 1.1 12.2 0.6 40.1 20.

0 21.Tabel 2.5 20.8 22.1 Women 18.S.4 1990 census Men 15.0 21.0 Women 19.4 From U.2 22.0 17.3 19.8 18.2 17.3 21. Bureau of the Census .9 2000 2010 2030 2050 15.9 16. Usia harapan hidup usia 65 tahun Year 1990 1980 census Men 15.5 20.7 15.7 20.7 16.

0 Cataracts 156.4 234.2 58.7 Visual impairment 81.4 173.7 85. 10 penyakit terbanyak pada usia ≥ 65 tahun (per 1000 lansia) Age 65+ 45 to 64 65 to 74 75+ Arthritis 483.Tabel 3.6 From National Center for Health Statistics: Current estimates from the National Health Interview Survey.9 118.8 16.0 Chronic sinusitis 153.1 57. National Center for Health Statistics.9 45.5 Hypertension 380.8 72.6 353.1 383.7 Varicose veins 78.2 155.1 69.7 239.6 86.8 155.6 229.9 231.8 437.5 151.1 107.0 253.8 Diabetes 88. DC.4 177. Washington.5 127.5 141.6 Hearing impairment 286.4 360.3 554.8 375.2 89.3 Heart disease 278. 1989. 1990.3 Deformity or orthopedic impairment 155. In Vital and Health Statistics.3 101. Condition .

7 62. 1995 .5 64. Usia harapan hidup tahun 1980-2000 di Indonesia Tahun 1980 P 1985 L P 1990 L 61 P 1995 L P 2000 L P 70 Jenis kelamin L Usia harapan hidup 50.Tabel 4.9 61.9 54 57.7 65 Sumber: Universitas Indonesia.9 66.

3 17 48. ISK Sumber: RSCM. 10 penyakit terbanyak tahun 2002 di Bangsal Geriatri RSCM No Diagnosis 1. Hipertensi 3. 2002 Laki-laki Jumlah % 59 61.7 18 51.9 11 35. Inkontinensia urin 8.1 20 64.5 18 39. Intake problem 5.5 11 44.Tabel 5. Imobilisasi 4. Diabetes 7.4 15 46.5 15 55. Pneumonia 2.9 27 64.4 Perempuan Jumlah % 37 38.6 17 53.1 15 35. Hiponatremia 9. Delirium 6.6 11 50 15 71.5 21 37.6 Total 96 56 46 42 35 32 31 27 22 21 .5 35 62. Anemia 10.4 11 50 6 28.5 28 60.

Demensia    Demensia berasal dari kata demens = gila dan ia = patologis Merupakan penyakit yang sangat ditakuti pada lansia Macam-macam demensia : – – – – Demensia Vaskular ( 20%) Demensia Alzheimer (> 50%) Demensia campuran ( 20%) Demensia penyakit Picks dll ( 5%) .

penyakit jantung dan stroke  .Demensia  Demensia Alzheimer merupakan penyakit degeneratif otak yang tersering ditemukan dan paling ditakuti Penyebab kematian ke 4 setelah : kanker.

berbahasa & daya kemampuan menilai .sosial.Sp. 2. disertai hendaya fs kognitif & ada kalanya diawali oleh kemerosotan dlm pengendalian emosi.KJ = kepikunan patologik yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. 3.perilaku sosial atau motivasi DSM IV : sind. Kesadaran tdk berkabut. apraksia. Suryo dr. terdapat ggn fs luhur : daya ingat .I = kemunduran intelektual berat dan progresif yg menggangu fs.pekerjaan & aktifitas harian seseorang. kronik atau progresif .Definisi Demensia 1. agnosia atau ggn fungsi eksekutif yg cukup berat sehingga mengganggu fs okupasi . daya pemahaman. 4.A. PPDGJ III = sind. berhitung . kemampuan belajar . A. penyakit otak . .daya orientasi . Klinik yg ditandai dgn terjadinya defisit kognisi multipel meliputi daya ingat dan paling sedikit satu dari kognisi lain afasia . sosial dan harus memperlihatkan penurunan fungsi dibandingkan sebelumnya.

Diagnosis DEMENSIA (PPDGJ III )      Penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir Pemahaman informasi baru terganggu Tidak ada gangguan kesadaran Menganggu kegiatan se hari2 ( ADL ) Gejala tersebut sudah nyata minimal 6 bulan .

Dalam perjalanan peny dapat ditemukan suatu taraf yang stabil. 4. Tdk adanya serangan apopleptik mendadak atau gejala neurologis kerusakan otak fokal .Kriteria D/ Demensia Alzheimer : ( PPDGJ III ) 1. Terdapat gejala demensia 2. 3. Tdk ada bukti klinis atau temuan dari penyelidikan khusus yg menyatakan bahwa kondisi mental itu dapat disebabkan o/ peny otak atau sistemik lain yg dpt menimbulkan demensia. Awitan ( onset ) sulit ditemukan saatnya namun orang lain bisa menyadari adanya kelainan. Awitan ( Onset ) yang tersembunyi dengan deteriorisasi lambat.

apraxia ( impaired ability to carry out motor activities despite intact motor function ) c. planning. The development of multiple cognitive deficits manifested by both 1.. sequencing.DSM IV A. aphasia ( language disturbances ) b.e . one or more of the following cognitive disturbances : a. memory impairment ( impaired ability to learn new information or to recall previously learned information ) 2. agnosia ( failure to recognize or identify objects despite intact sensory function ) d. abstracting ) . organizing. disturbance in executive functioning ( i.

. The course is characterized by gradual onset and continuing cognitive decline.DSM IV B. The cognitive deficits in criteria A1 & A2 each cause significant impairment in social or occupational functioning & represent a significant decline from a previous level of functioning C.

other central nervous system conditions that cause prgressive deficits in memory & cognition ( e. normal pressure hydrochepalus .g cerebrovascular disease . Parkinson’s disease. HIV infection ) 3. vit B12 or folic acid deficiency.DSM IV D. neurosyphilis. hypercalcemia . subdural hematoma.g hypotyroidism .Huntington’s disease. niacin deficiency. substance – induced conditions .brain tumor ) 2. sytemic conditions that are known to cause dementia (e. The cognitive deficits in Criteria A1 & A2 are not due to any of the following : 1.

The deficits do not occur exclusively during the course of a delirium F. The disturbance is not better accounted for by another Axis I disorder ( e.DSM IV E.g Major Depressive Disorder . Schizophrenia ) .

pada usia sebelum 40 thn mengalami demensia alzheimer .Faktor risiko  Umur   Riwayat penyakit dlm keluarga : meningkat 3.5 kali Apolipoprotein E. presenilin genes pada kromosom 1 dan 14. apolipoprotein E  4 dan  2 pada kromosom 19  Sindrom Down. mutasi amyloid precursor gene pd kromosom 21.

Possible risk factor  Trauma kepala. meningkat 80 % .sifat neurotoksik ( neuritis plak ) Alfa 2 makroglobulin Riwayat depresi     Lain2 : hipotiroid dan riwayat inaktivitas fisik . terutama yang sdh terdapat apolipoprotein E 4 Aluminium.

steroid. NSAID Estrogen replacement therapy Red wine   .Possible protective factors  Anti-inflamatory drugs.aspirin.

BPSD (gejala perilaku dan psikologis)  Kumpulan gejala-gejala perilaku dan psikologi atau dikenal sebagai Behavior and Psychological Symptoms of Dementia adalah berbagai bentuk perubahan perilaku dan psikologik yang sering ditemukan pada penderita Demensia Penyebab dari perubahan perilaku & psikologik pada demensia bersifat banyak faktor / biopsikososial   Perubahan perilaku dan psikologik sangat mengganggu kehidupan pasien dan keluarganya / caregiver .

tersesat – Senang menimbun barang = “nyusuh” – Ngomong kotor = “menyumpah” – Kehilangan sopan santun sering dalam bentuk perilaku seksual yang tak senonoh . tidak jarang menyerang secara fisik – Gelisah mondar-mandir – Sering berteriak-teriak tengah malam – Wandering : penderita suka keluyuran tanpa tujuan.Manifestasi klinis  Problem perilaku : – Perilaku agresif. hilang dari rumah. yaitu penderita menjadi galak. kasar.

tidak kooperatif. tidak bisa mengontrol perilakunya.Manifestasi klinis – Kecenderungan untuk mengulang-ulang pertanyaan – Seringkali penderita seperti tidak mau ditinggal sendirian. kekanak-kanakan – Intrusiveness : banyak permintaan. mengikuti kemanapun orang pergi – Penderita menjadi impulsif. tidak sabar. dan menolak perawatan . melengket terus-menerus pada caregiver-nya – Negativistik : perilaku menolak melakukan sesuatu.

merasa terbuang. menangis. dan keinginan bunuh diri . Penderita menarik diri. penderita selalu ketakutan akan ditinggal oleh keluarganya – Depresi. seperti melihat anak-anak kecil memasuki kamarnya. seseorang duduk di ranjangnya.Manifestasi klinis  Problem psikologik : – Halusinasi. menolak makan. sering kali berupa halusinasi penglihatan. putus asa. merupakan problem psikologik yang sering dijumpai pada pasien demensia. dsb – Anxietas.

Manifestasi klinis – Misidentifikasi. ketakutan bahwa dirinya akan dicelakakan. sering menyulitkan karena penderita bangun tengah malam kemudian jalanjalan. atau berteriak-teriak . seringkali berupa kecemburuan yang tidak masuk akal. kecurigaan yang berlebihan. penderita salah mengenali orang. dsb – Gangguan tidur. atau bahkan tidak mengenal bayangan dirinya di cermin – Waham.

agitasi.    Mengganggu : delusi. tidak ada kemauan dan pertanyaan yang berulang-ulang . wandering dan kegelisahan Stres pada keluarga : misidentifikasi. perilaku yang tidak sesuai budaya atau disinhibisi seksual. halusinasi. melangkah bolak-balik dan menjerit2 Membuat kesal : menangis. depresi. mengutuk. ansietas Merepotkan : agresivitas fisik.

Glutamat) Neuro-endocrine dysfunction Circadian rhythm disturbances neuropathology BPSD Social aspects: Environmental changes Caregiver factors Genetic: Receptor polimorphism . NE. Serotonin. dopamin.Etiologi BPSD Psychological: Premorbid personality Response to stres Biological : Neurotransmitter change (Ach.

ramai .Yang dapat mencetuskan BPSD  Sikap pengasuh rawat : – – – – – Cara berkomunikasi Sering mengkritik Memaksa untuk melakukan sesuatu Terlalu cerewet Kurang memperhatikan  Suasana lingkungan : gaduh.

atau mood stabilizier. gejala psikosis seperti waham dan halusinasi. atau suatu kondisi depresi berat. Obat-obat yang diberikan disesuaikan dengan target gejala. antidepresan. dll . seperti perilaku sangat agresif-impulsif.Penatalaksanaan Farmakologik  Pemberian obat-obat psikofarmaka hanya diberikan untuk kondisi problem perilaku & psikologik yang berat atau sangat menggangu. Antipsikotik.

Int Psychogeriatr 2000.Penatalaksanaan farmakologik Agresi Agitasi psikomotor Apatis Antipsikotik Antikonvulsan Antidepresan Antipsikotik Antikonvulsan Benzodiazepin Antidepresan Antipsikotik AChE inhibitor AChE inhibitors Antidepresan Antidepresan Depresi Psikotik Adapted from McShane R.12(suppl 1):147-54 .

ada bel pengaman. segala sesuatu mudah dijangkau. hindarkan cermin. barang pecah belah.Penatalaksanaan Nonfarmakologik  Modifikasi lingkungan – Tata ruang sederhana. dsb . dsb – Suasana tempat tinggal disesuaikan dengan disabilitas kognitif pasien – Warna dinding lembut. sinar secukupnya.

serta berbagai konsekuensi yang akan dihadapi oleh keluarga – Merencanakan tatalaksana yang akan dilakukan terhadap pasien (termasuk perlindungan hukum. dsb) – Mengajarkan keluarga cara-cara menghadapi perilaku pasien – Mengikutkan keluarga dalam program grup suportif/ caregiver support group . pengampuan.Penatalaksanaan nonfarmakologik  Intervensi keluarga – Penjelasan tentang penyakit yang diderita pasien.

Penatalaksanaan nonfarmakologik  Terapi perilaku terhadap pasien – – – – – Susun kegiatan harian untuk pasien Lakukan latihan orientasi secara berkala Latihan ADL Akomodasi perasaan pasien Hindarkan sikap bermusuhan. atau provokasi lain – Berikan pujian untuk setiap perilaku positif – Berikan tugas-tugas sederhana yang menyenangkan . menentang.

Penatalaksanaan nonfarmakologik – Mengajarkan pasien untuk mengendalikan perilaku agresif-impulsif dengan model pendekatan “token ekonomi” – Sediakan waktu untuk mengajak pasien bercerita tentang kehidupan lalunya – Musik yang lembut membantu mereduksi kecemasan dan kegelisahan pasien – Senam atau olah raga untuk merawat kemampuan koordinasi dan mereduksi ketegangan .

Penutup      BPSD penting dalam penatalaksanaan pasien  kualitas hidup me  Perubahan perilaku dan psikologik pada pasien demensia merupakan problem yang paling sering akan dihadapi oleh keluarga atau caregiver Penatalaksanaan problem perilaku pada pasien demensia memerlukan keterlibatan keluarga dari sejak awal terapi Terapi perilaku yang diterapkan bagi pasien sebaiknya bersifat sederhana dan menyenangkan Selain pasien juga keluarga dan caregiver membutuhkan dukungan psikologis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful