BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, terutama di bidang teknologi informasi, menjadi tantangan bagi kebutuhan masyarakat untuk dapat menyikapi dan memanfaatkannya sebagai sarana kerja dalam membantu percepatan pelaksanaan tugas. Teknologi informasi yang didukung oleh teknologi komunikasi maupun teknologi lainya menjadi unsur yang penting yang

menjembatani data dan informasi dalam segala aspek kehidupan, oleh karena itu kebutuhan akan informasi yang tidak terbendung oleh semua orang sehingga para pembuat informasi terus terpacu untuk melakukan perubahan untuk mengikuti tuntunan jaman. Sistem informasi merupakan alat bantu menampilkan,

melaporkan, dan memberi informasi kepada semua orang yang membutuhkan. Sistem informasi dibuat agar mempermudah dalam pengelolaan data maupun informasi serta memudahkan kita dalam mencari data maupun informasi tersebut. Begitupun salah satu perusahaan milik Negara yaitu PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cendrawasih yang bertugas untuk menunjang upaya meningkatkan kesejahteraan parjurit TNI, anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil

1

PNS

Kemenhan

atau

polri

beserta

keluarganya

melalui

penyelenggaraan program asuransi sosial dan pembayaran pensiun. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), didirikan sejak tahun 1895 didasarkan untuk melayani para nasabah yaitu menabung, pemberian kredit umum pedesaan (Kupedes). PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), mempunyai 1 (satu) kantor wilayah, 4 (empat) kantor cabang, 3 (Tiga) kantor cabang

pembantu, 1 (Satu) kantor Prioritas, 60 (Enam Puluh) kantor unit, 60 kantor Teras yang ada dan tersebar di kota Makassar. Sejak ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS

B/ND/223-AS/XI/2011-LAHTA) yaitu peserta dapat melakukan klaim pencairan langsung lewat Bank Rakyat Indonesia (Persero), dengan membawa kelengkapan dokumen yang telah ditentukan demi membantu untuk kelancaran pembayaran santunan dan pensiunan dengan menganut sistem 5T (Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Alamat, Tepat Orang dan Tertib Administrasi). PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih yang yang berdiri pada tanggal 21 Januari 1997 yang statusnya masih sebagai unit cendrawasih cabang somba opu, Tanggal 01 Maret 2012 dinaikkan statusnya sebagai kantor cabang pembantu dikarenakan jumlah nasabah serta para pensiunan semakin banyak khususnya para pensiunan Asabri.

2

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih masih memiliki kendala dikarenakan belum adanya perancangan sistem komputer yang mampu mengsingkronisasikan data sehingga dapat merugikan Konsumer antara lain sebagai berikut : 1. Keterlambatan sering terjadi untuk pembayaran klaim asuransi untuk para Prajurit TNI, Angggota Polri dikarenakan PT. Asabri (Persero) relatif mempunyai kantor diwilayah Indonesia Masih Sedikit. 2. Keterlambatan pembayaran asuransi akibat penumpukan dan pemorosesan data masih dilakukan secara manual, karena data harus dicatat atau diketik berulang kali dalam upaya menyusun laporan pembayaran asuransi. 3. Pencarian data nama penerima asuransi dan pensiunan

memerlukan waktu yang lama karena hanya disimpan dalam bentuk arsip semata tanpa berupa database dikomputer. 4. Sharing informasi bebeda dan lebih lamban antara Kantor Cabang satu dengan kantor cabang lain dan antara penerima pensiunan satu dengan yang lainnya karena belum adanya suatu jaringan komputer yang berbasis web. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Pembayaran Santunan Asuransi Dan Pensiunan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cendrawasih”.

3

B. Batasan Masalah Untuk akurasi dalam analisa dan mencegah meluasnya permasalahan yang ada pada latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis hanya membatasi masalah pada : 1. Penulis hanya menganalisa pembayaran santunan dan pensiunan hanya pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP

Cendrawasih. 2. Sistem pembayaran santunan dan pensiunan yang terfokus pada pengaduan klaim dari data nasabah dan dibayarkan melalui kantor PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. 3. Informasi yang dihasilkan berupa laporan hasil pembayaran klaim asuransi dan pensiunan pada (Persero), KCP Cendrawasih. C. Rumusan Masalah Dari uraian pembahasan masalah di atas, penulis menemukan beberapa pokok permasalahan yang teridentifikasi yaitu : a. Bagaimana merancang suatu sistem informasi pembayaran PT. Bank Rakyat Indonesia

santunan dan pensiunan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih ? b. Bagaimana mengimplementasikan sebuah sistem informasi

pembayaran santunan dan pensiunan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) KCP Cendrawasih ?

4

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian Adapun tujuan dari penelitian adalah : a. Untuk merancang sistem informasi pembayaran santunan dan pensiunan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. b. Untuk mengimplementasikan penggunaan sistem informasi pembayaran santunan dan pensiunan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. 2. Manfaat penelitian Sesuai dalam tujuan penelitian tersebut di atas, maka hasil penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat antara lain adalah: a. Perusahaan 1) Diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi instansi PT.BRI (Persero), KCP Cendrawasih. 2) Meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja melalui prosedur kerja yang lebih baik. 3) Merancang suatu program aplikasi yang dapat mengolah data yang lebih besar dan cepat dan akurat serta dapat memberikan informasi secara tepat waktu dan relevan. b. Penulis 1) Dapat menambah pengetahuan tentang sistem atau sirkulasi pembayaran yang lebih baik serta dapat menambah

5

wawasan

bagaimana kerjasama antara satu perusahaan

dan perusahaan yang lainnya. 2) Dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana

menyusun atau membuat program yang baik terutama bahasa pemrogaman PHP, MySQL dan HTML. 3) Sebagai syarat untuk menyelesaikan studi, menambah wawasan penulis dan dapat menyelesaikan teori yang didapatkan dengan realita dilapangan. c. Akademik Sebagai referensi bagi perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer (STMIK) Handayani Makassar.

6

BAB II LANDASAN TEORI A. Konsep Dasar Perancangan Sistem 1. Definisi Perancangan Sistem Menurut Burch, (Jogiyanto,2005) bahwa : ”Perancangan sistem sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan atas beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi” Sedangkan Scott, (Jogiyanto, 2005) memaparkan bahwa : “Rancangan sistem adalah kegiatan untuk menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras suatu sistem sehingga setelah instalasi atas sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem”. 2. Definisi Sistem Menurut Wahyu Wijanarko (2011), sistem adalah kumpulan elemen berhubungan yang merupakan suatu kesatuan. Dari bahasa latin dan orang Yunani, istilah “Sistem” diartikan sebagai menggabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Suatu sistem biasanya terdiri dari komponen atau elemen yang

7

dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Adapun menurut Murdick dan Ross dalam Al Hanif Fatta (2007), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau

himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantungan satu sama lain. Menurut Sigit, Punco. W (2005), “Sistem adalah seperangkat elemen yang terdiri atas manusia, mesin, atau alat dan prosedur serta konsep-konsep yang dihimpun menjadi satu guna mencapai tujuan bersama”. Berdasarkan ketiga defenisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan terpadu yang menangani pemprosesan tertentu sehingga menghasilkan produk yang tertentu pula. Dan sistem secara umum dapat diartikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang lainnya. Untuk mendefinisikan sistem dilakukan dua pendekatan yaitu pendekatan prosedural dan pendekatan elemen. 3. Karakteristik Sistem Suatu sistem mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk mengembangkan suatu sistem, maka diperlukan pemahaman terhadap unsur-unsur dari sub sistem yang membentuknya.

8

Hanif AI Fatta (2007) menjelaskan bahwa untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem maka perlu membedakan unsur-unsur dari suatu sistem yang membentuknya. Berikut ini adalah karakteristik suatu sistem dengan yang lainnya: a. Batasan (Boundary) Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem. b. Lingkungan (Environment) Segala sesuatu di luar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem. c. Masukan (Input) Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikomsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem. d. Keluaran (Output) Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem. e. Komponen (Component) Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi

(output). Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.

9

f. Penghubung (Interface) Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi. g. Penyimpanan (Storage) Area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahkan baku dan sebagainya. 4. Klasifikasi Sistem Menurut Jogiyanto (2005), sistem dapat diklarifikasikan dari sebuah sudut pandang, di antaranya adalah sebagai berikut : a. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berupa suatu pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang ada secara fisik. b. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia Sistem alamiah (natural system) adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat-buat sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang dirancang oleh manusia. c. Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu Sistem tertentu (deterministic system) adalah sistem yang sudah dapat diprediksikan, sedangkan sistem tak tentu

10

(probabilistic system) adalah sistem yang kedepannya tidak dapat diprediksikan. d. Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup Sistem tertuttup (closed system) adalah sistem yang tidak berhubungan sama sekali dengan lingkungan luarnya,

sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. B. Konsep Dasar Sistem Informasi 1. Definisi Informasi Informasi merupakan kumpulan data-data yang dikelola untuk menghasilkan suatu manfaat. Informasi merupakan bahan pokok dalam pemberian informasi, bukan hanya fakta atau kenyataan, melainkan lebih luas lagi tentang proses penggunaan informasi itu sendiri. Menurut Jogiyanto (2005), informasi adalah data yang diolah ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat ini dan keputusan yang akan datang. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah suatu penjabaran fakta, pengertian atas instruksi yang disampaikan, di mengerti dan diolah manusia untuk menjadi sebuah informasi, sedangkan pengolahan data adalah tindakan untuk melakukan sebarisan operasi terencana atas data untuk menghasilkan informasi.

11

Menurut Mcleod (2003), informasi yaitu data yang telah diproses atau data yang memiliki arti, informasi memiliki arti bagi pemakainya. Suatu pengolahan informasi dalam bentuk lisan maupun tulisan. Informasi berasal dari sumber-sumber internal maupun eksternal dan digunakan untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah. Menurut Kristanto (2003), informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa informasi, suatu sistem tidak akan berjalan dengan lancar. Informasi adalah hasil pemrosesan dari suatu kelompok data yang mempunyai suatu nilai pengetahuan bagi penggunanya. 2. Kualitas Informasi Menurut Jogiyanto (2005), kualitas informasi ditentukan oleh tiga hal, yaitu informasi tersebut harus akurat, tepat pada waktunya, dan relevan. Secara terperinci ketiga hal tersebut hal dapat diuraikan sebagai berikut : a. Akurat Syarat ini mengharuskan informasi bersih atas kesalahan dan kekeliruan, berarti informasi harus jelas dan sangat akurat mencerminkan makna yang terkandung atas data

12

pendukungnya. Akurat juga berarti informasi tersebut harus jelas dari mana sumber itu berada. b. Tepat Waktu Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat karena informasi sangatlah penting. Karena informasi

merupakan landasan di dalam setiap pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. c. Relevan Informasi mempunyai banyak manfaat untuk menggunakannya. Relevansi informasi untuk setiap orang dengan yang lain sangat berbeda. Informasi yang di butuhkan harus yang benar-benar relevan dengan permasalahan, misi, dan tujuan organisasi. 3. Definisi Sistem Informasi Sistem informasi merupakan hal yang sangatlah penting bagi manajemen dalam suatu pengambilan keputusan. Sistem informasi adalah suatu bentuk kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi suatu keluaran (informasi) guna mencapai sasaran di dalam suatu organisasi. Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk

menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang menguntungkan. Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut

13

sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya. Model dasar sistem menghendaki agar masukan, pengolahan dan keluaran tiba pada saat bersamaan, yang sesuai untuk sistem pengolahan informasi yang paling sederhana di mana semua masukan tersebut tiba pada saat bersamaan tetapi hal tersebut jarang terjadi. Fungsi

pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi, dengan begitu kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru, maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya. Menurut AI-Bahra Ladjamuddin (2005), mendefinisikan sistem informasi sebagai berikut : a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang menyajikan informasi. b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan informasi. c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat menajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan

14

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Selanjutnya menurut James B. Bower dkk. (Wahyono, 2004), suatu sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan. 4. Komponen Sistem Informasi Menurut Jhon Burc dan Gary Grudnitski (Jogiyanto, 2005), sistem informasi terdiri dari beberapa komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu yang terdiri dari : a. Blok Masukan (input block) Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input adalah bentuk dari dokumen yang digunakan untuk menangkap data, kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input. b. Blok Model (model block) Model blok ini memiliki beberapa bagian yang terdiri dari kombinasi prosedur, logical, dan model matematik yang akan memanipulasi data input.

15

c. Blok Keluaran (output block) Keluaran yang baik akan menghasilkan informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakaian sistem. d. Blok Teknologi (technology block) Merupakan menjalankan Teknologi bagian model, dari dari sistem untuk dan menerima mengakses yaitu input, data. teknisi

menyimpan tiga

terdiri

bagian

utama

(brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware). e. Blok Basis Data (database block) Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. f. Blok Kendali (controls block) Perlu dilakukan pengendalian-pengendalian agar sistem informasi yang dibuat dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan.

16

5. Sistem Informasi Secara Terkomputerisasi Informasi digunakan untuk membuat keputusan pada saat pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah, informasi disajikan berupa lisan maupun tulisan oleh suatu pengolah informasi dalam hal ini adalah komputer. Kita menggunakan istilah sistem informasi berbasis komputer (computer based information system) atau CBSI untuk mengambarkan sub-sub sistem yang menggunakan komputer. a. Database Manajemen Sistem (DBMS) Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak memanipulasinya (Jogiyanto, 2005). Sistem basis data (database system) adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi (Jogiyanto, 2005). Perangkat lunak yang mengelola database (basis data) disebut sistem manajemen database (database management system) atau DBMS. Semua DBSM memiliki suatu pengolahan bahasa deskripsi data (data description language processor) yang digunakan untuk menciptakan database serta suatu

17

pengolah database yang menyediakan isi database bagi pemakai. DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer, memelihara isinya, dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal. b. Diagram Hubungan Entitas Diagram hubungan entitas (entity relationship diagram), yaitu mendokumentasikan data perusahaan dengan mengidentifikasikan jenis entitas dan hubungannya. Jenis entitas (entity type) dapat berupa 1). Suatu sistem lingkungan 2). Sumber daya 3). Transaksi Hal yang penting bagi perusahaan sehingga

didokumentasikan dengan data adalah: 1) Hubungan, yaitu suatu asosiasi yang ada antara jenis entitas hubungan digambarkan dengan bentuk belah ketupat. 2) Keterkaitan, yaitu banyaknya suatu entitas berhubungan dengan entiitas lain. 3) Identifikasi dan deskripsi entitas. Kejadian dari tiap entitas perlu diidentifikasikan dan dideskripsikan, hal ini dicapai dengan menggunakan atribut.

18

Atribut adalah karakteristik dari suatu entitas, atribut tersebut sebenarnya adalah elemen-elemen data. C. Konsep Database 1. Definisi Database Menurut Jogiyato (2005), database (basis data) adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer sacera sistematis sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu sistem program komputer untuk memperoleh suatu informasi dari basis data tersebut. Database merupakan kumpulan file-file yang saling berelasi dan akan ditunjukkan dengan kunci dari tiap –tiap file yang ada. Database terdiri dari satu kumpulan file dan akan dimanipulasi oleh komputer. Entitas adalah simbol atau tanda yang berupa orang, tempat, benda, kejadian, atau konsep yang informasinya direkam. Setiap entitas mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili entitas. Record adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. File adalah kumpulan record-record sejenis, mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama namun berbeda

19

data valuenya. Data value (nilai atau isinya) adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap elemen atau atribut. 2. Entity Relationship Diagram (ERD) Jogiyanto Diagram (ERD) (2005) adalah mendefinisikan suatu diagram Entity yang Relationship melukiskan

komponen-komponen dari himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan kunci relasi, yang berguna untuk menghubungkan entitas dengan relasi. Skema relasi digunakan untuk mempresentasikan atributatribut dari setiap entity yang terdapat dalam sistem dan hubungan antara entity pada model ERD. Skema relasi

merupakan turunan dari ERD yang diperoleh dengan cara sebagai berikut ini. Contoh berikut ini menggambarkan hubungan antara entity A dan entity B: a. Relasi 1 ke 1 (one by one), satu nilai atribut di entity A dihubungkan paling banyak dengan satu nilai atribut dengan satu nilai atribut di Entity B, sehingga primary key dari entity yang dibutuhkan harus terdapat diskema relasy entity yang dibutuhkan. Dengan kata lain relasi ono to one berarti satu data memiliki satu data pasangan.

20

1 Entity A Relasi

1 Entity B

Gambar 2.1. Relasi One to One (Jogiyanto H.M., 2005) b. Relasi satu ke banyak (one to many), satu nilai atribut di entity A dihubungkan dengan beberapa nilai atribut di entity A di hubungkan dengan beberapa nilai atribut di entity B, sehingga primary key dari entity A harus terdapat di skemarelasi entity B (satu data memiliki data pasangan).

Entity A

1 Relasi

N

Entity B

Gambar 2.2. Relasi One to Many (Jogiyanto H.M., 2005) c. Relasi banyak ke banyak (many to many) satu nilai di entity A dihubungkan dengan beberapa nilai atribut di entity B dan satu nilai atribut di entity B dihubungkan dengan beberapa nilai di entity A sehingga hubungan relasi entara entity A dengan entity B harus digambarkan diskema relasi. N Entity A Relasi N Entity B

Gambar 2.3. Relasi Many to Many (Jogiyanto H.M., 2005)

21

3. Data Flow Diagram (DFD) Menurut Jogiyanto (2005), diagram arus data flow diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus data dari suatu sistem. Diagram arus data pada DFD diberi simbol panah. Arus data ini menunjukkan arus data yang berupa masukan untuk sistem atau proses suatu sistem. Bentuk fisik arus data bisa berupa formulir atau dokumen yang ada diperusahaan, laporan dari sistem, tampilan atau output dilayar komputer dari sistem. Data terdiri dari dua yaitu data masukan dan data keluaran. Data masukan adalah data yang diterima sistem dari lingkungan luar dan harus diproses dengan cara tertentu. Data keluaran

adalah data yang dihasilkan oleh sistem atau dari proses tertentu. Simbol-simbol yang sering digunakan pada diagram arus data ini adalah sebagai berikut : Tabel 2.1. Simbol-simbol Data Flow Diagram (Jogiyanto H.M., 2005) (Exsternal Entity) Merupakan kesatuan luar yang mempengaruhi sistem informasi yang bisa memberikan input atau menerima

output. (Process) Merupakan simbol proses yang merupakan transformasi dari masukan

menjadi sebuah keluaran.

22

(Data Flow) Merupakan arus dari data yang bisa berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. (Data Storage) Penyimpanan digunakan untuk memodelkan kumpulan atau paket data informasi.

4. Kamus Data Menurut Kenneth E. Kendali dan Julie E. Kendall (2006), Kamus Data (Data Dictionary) adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (metadata) membimbing mereka selama melakukan analisis dan desain. Dengan menggunakan kamus data ini dapat didefinisikan data yang mengalir di sistem yang lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Fungsi dari kamus data adalah membantu pengguna sistem untuk mengerti aplikasi secara detail dan mengorganisasikan semua elemen data yang digunakan dalam sistem.

23

Adapun isi kamus data adalah sebagai berikut: a. Nama arus data Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD maka nama arus data juga harus dicatat di kamus data. b. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain itu ada. c. Bentuk Data Bentuk data perlu dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengelompokkan kamus data sesuai

kegunaannya. d. Arus Data Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data akan menuju, keterangan arus data bertujuan untuk mudahkan mencari arus data di DAD. e. Penjelasan Untuk memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat dikamus data. f. Periode Periode menunjukkan kapan terjadinya arus data ini, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporanlaporan harus diselesaikan.

24

g. Volume Volume yang perlu dicatat dikamus data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. h. Struktur Data Data yang dicatat dikamus data terdiri dari item-item data apa saja yang digunakan. 5. Flowchart Flowchart merupakan suatu diagram yang digunakan untuk menunjukkan langkah-langkah dalam suatu proses. Flowchart akan menunjukkkan masukan maupun keluaran dari setiap langkah-langkah. Flowchart sering digunakan untuk

memperlihatkan secara terdiagram proses apa yang akan dilakukan. Simbol-simbol yang akan digunakan dalan pembuatan flowchart yaitu : Tabel 2.2. Simbol-simbol Program Flowcharts Untuk mewakili data Simbol Input/Output input/output Untuk mewakili Simbol Proses suatu proses Untuk menunjukkan Simbol Garis Alir arus dan proses

25

Untuk menunjukkan Simbol Penghubung sambungan Untuk suatu Simbol Keputusan penyeleksian kondisi Untuk operasi ditempat lain Untuk simbol Simbol Persiapan persiapan Untuk menunjukkan Simbol Terminal awal dan akhir

Simbol Proses terdefenisi

D. Pembayaran Santunan Asuransi dan Pensiunan Prajurit TNI dan Polri mengemban tugas dalam pelaksanaan dan pertahanan Negara sehingga beresiko tinggi mengalami

kecacatan baik dalam dinas maupun tugas operasi militer, sebagai penghargaan pemerintah atas pengorbanannya, prajurit TNI dan polri yang mengalami kecacatan dalam dinas keprajuritan berhak

mendapatkan santunan atau memperoleh manfaat santunan sesuai dengan tingkatan golongan kecacatan yang ditetapkan oleh panglima TNI dan polri berdasarkan hasil pengujian dan penilaian kecacatan prajurit oleh panitia evaluasi kecacatan prajurit TNI (BRI, 2012).

26

Namun pembayaran santunan asuransi oleh anggota TNI dan polri serta Kemenhan diklasifikasikan atau dibagi jadi beberapa jenis yaitu: 1. Santunan Biaya pemakaman Santunan biaya pemakaman adalah santunan yang diberikan kepada ahli waris dari peserta pensiun yang meninggal dunia Besaran SBP adalah kejadian menianggal dunia terhitung mulai tanggal 1 januari 2010 diberikan sebesar Rp 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah). 2. Santunan Biaya Pemakaman Istri Suami Santunan biaya pemakaman Istri atau suami diberikan kepada ahli waris dari istri atau suami peserta aktif atau pensiunan yang meninggal dunia yang terkait dengan potongan iuran tabungan di hari tua. Besaran yang diberikan adalah sebesar RP 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). 3. Santunan Cacat Karena Dinas Manfaat santunan cacat karena dinas (SKCD) diberikan hanya satu kali kepada peserta penyandang cacat jasmani atau rohani sesuai tingakt dan golongan cacatnya yang terjadi pada masa kedinasan dalam tugas operasi yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan panglima TNI atau Kapolri. Besarnya (SKCD) adalah :

27

a. Cacat Berat (Tingkat III golongan Cacat C) Sebesar Rp 11.250.000. b. Cacat Sedang (Tingkat II Golongan cacat C) Sebesar Rp. 7.500.000. c. Cacat Ringan (Tingkat I Golongan Cacat C) sebesar Rp 3.750.000. d. Cacat Berat (Tingkat III Golongan Cacat B) Sebesar Rp. 5.625.000. e. Cacat Sedang (Tingkat II Golongan cacat B) Sebesar Rp 3.750.000. f. Cacat Ringan (Tingkat I Golongan Cacat B) Sebesar Rp 1.875.000. 4. Santunan Resiko Kematian Manfaat santunan resiko kematian diberikan kepada ahli waris dari peserta yang meninggal dunia dalam status dinas aktif. 5. Santunan Asuransi Manfaat santunan asuransi diberikan kepada peserta yang diberhentikan dengan hak pensiun tunjangan bersifat pensiun. 6. Santunan Biaya Pemakaman Anak Santunan Biaya pemakaman anak diberikan kepada ahli waris dari anak peserta aktif atau pensiunan yang meninggal dunia yang terkait dari iuran tabungan hari tua besarannya adalah sebesar Rp 2.000.000 (Dua Juta Rupiah).

28

7. Santunan Cacat Bukan Karena Dinas Manfaat santunan cacat bukan karena dinas diberikan kepada penderita cacat yang terjadi diluar tugas operasi militer dalam masa kedinasannya. a. Cacat Berat (Tingkat III golongan Cacat A) Sebesar Rp 2.812.500. b. Cacat Sedang (Tingkat II golongan Cacat A) Sebesar Rp 1.875.000. c. Cacat Ringan (Tingkat I Golongan Cacat A) Sebesar Rp 1.000.000. Pembayaran Pensiunan adalah pembayaran yang diberikan kepada para peserta yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pensiun. Pensiunan dapat diklarifikasikan sebagai : 1. Pensiun Pertama Pensiun pertama dapat dibayarka kepada para peserta yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pensiun itu dibuktikan dengan adanya : a. Surat permohonan pembayaran pensiun pertama (SP 4). b. Asli surat keputusan pensiun dan salinan surat keputusan pensiun. c. Asli Surat keterangan pemberhentian Pembayaran (SKPP) Gaji.

29

2. Pensiun Yatim Piatu Pensiunan ini diberikan kepada apabila yang bersangkutan meninggal aktif, diberikan kepada almarhum tidak

meninggalkan isteri atau suami. 3. Pensiun Terusan Pensiun Terusan diberikan keapada apabila almarhum

meninggalkan isteri dan anak yang masih dalam tanggungan pensiun. 4. Pensiunan Warakawuri atau Duda Adalah pensiun yang diberikan jika yang bersangkutan masih aktif dan dibayarkan mulai bulan berikutnya setelah

pembayaran pensiun terusan berakhir. E. Bahasa Pemograman Bahasa pemograman yang digunakan adalah bahasa pemograman HTML, PHP dan MYSQL sebagai database, serta dibantu oleh software pendukung pendukung lainnya. 1. Sekilas Tentang PHP PHP adalah salah satu bahasa pemograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Ketika dipanggil dari web browser, program yang ditulis dengan PHP akan di-parsing didalam web browser oleh interpreter PHP dan akan

diterjemahkan kedalam dokumen html yang selanjutnya akan ditampilkan kembali ke web browser. Karena pemrosesan

30

program PHP dilakukan dilingkungan web, web server. PHP dikatakan sebagai bahasa sisi server (Server – side). Oleh sebab itu PHP tidak terlihat pada saat user memilih perintah “View Source“ pada Web browser yang kami gunakan. (MADCOMS, 2011 : 20). 2. MySQL Menurut Bunafit Nugroho (2004), MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh menggunakan. MySQL sebenarnya produk yang berjalan pada platform Linux. Karena sifatnya yang open source, MySQL dapat dijalankan pada semua platform baik Windows maupun Linux. Kelebihan lain dari MySQL adalah menggunakan bahasa query standar yang dimiliki SQL. SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang telah distandarkan untuk semua program pengakses database seperti Oracle, SQL Server dan lain-lain. MySQL termasuk dalam kategori Database Management System (DBMS), dan yaitu database data. yang Sejak terstruktur komputer dalam dapat

pengolahan

penampilan

menangani data yang besar, Database Management System memegang peranan penting dalam pengolahan data, hal ini

31

sangat diperlukan karena data tersebut dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pemakainya. 3. Pengenalan HTML HTML (Hyper Text Markup Language) atau Dokumen HTML adalah sebuah file teks murni. Dokumen HTML diberikan nama sembarang dengan tambahan extension “.htm” atau “.html”. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. (Wahana Computer, 2009:3).

32

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cendrawasih, yang terletak di Jl. Cendrawasih No 272 Makassar. Penelitian berlangsung dari bulan Juni 2012 sampai dengan bulan Agustus 2012. B. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), di dirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlanddsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank bantuan dan simpanan milik kaum priyayi yang berkembangsaan Indonesia (Pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Berdasarkan undang undang No.114 Tahun 1967 tentang Undang–undang Bank sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan sebagai bank Negara Indonesia Unit II bidang rular dan ekspor serta impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan undang undang no.21 Tahun 1968 menetapkan kembali tugas tugas pokok PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), sebagai Bank umum sejak 1 Agustus 1992 dan

33

berdasarkan undang undang perbankan No 7 tahun 1992 dan peraturan pemerintah RI No.21 Tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), yang

kepemilikannya masih 100 persen ditangan Pemerintah. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu tetap fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil hal ini tercermin pada perkembangan penyaluran KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun 1994 sebesar 6.419,8 milliar yang meningkat menjadi menjadi Rp 8.231, Milyar dan sampai dengan bulan desember 2011 adalah Rp 20.466 Milyar. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), mempunyai 1 (satu) kantor wilayah, 4 (empat) kantor cabang, 3 (Tiga) kantor cabang pembantu, 1 (Satu) kantor Prioritas, 60 (Enam Puluh) kantor unit, 60 kantor Teras yang ada dan tersebar di kota Makassar. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih yang yang berdiri pada tanggal 21 Januari 1997 yang statusnya masih sebagai unit cendrawasih cabang somba opu. Tanggal 01 Maret 2012 dinaikkan statusnya sebagai kantor cabang pembantu dikarenakan jumlah nasabah serta para pensiunan semakin banyak khususnya para pensiunan Asabri.

34

Maka sejak di tandatanganinya perjanjian kerja sama (PKS B/ND/223-AS/XI/2011-Lahta) yaitu peserta dapat melakukan klaim pencairan langsung lewat PT, Bank Rakyat Indonesia KCP Cendrawasih Cab. Somba Opu. 2. Struktur Organisasi Sturuktur organisasi merupakan pola format kegiatan dan hubungan diantara berbagai sub organisasi agar seluruh aktifitas perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka harus memiliki pemahaman yang jelas tentang sturuktur organisasi. Dengan melihat bagan dari organisasi dapat diketahui posisi jabatan, tugas dan wewenang dari posisi dalam perusahaan tersebut. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Cabang Somba Opu Makassar membawahi 11 kantor KCP yang salah satunya adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. (Persero),

35

STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK RAKYAT INDONESIA ( PERSERO ), KANTOR CABANG PEMBANTU CENDRAWASIH MAKASSAR

KEPALA UNIT Wahyu Latief

MANTRI St. Junaedah (1) Kartini (2) Herman Kadir (3) Fandi Achmad (4)

DESKMAN Zulkifli (1) Astrid Atalia (2) Sakinah ( 3 ) Michael Hz (4)

TELLER Rahmatia (1) Astrid DP (2) Meylani (3)

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. BRI KCP Cendrawaih

C. Tekhnik Pengumpulan Data Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tekhnik Observasi. Teknik ini merupakan pengamatan langsung terhadap masalah pengolahan pembayaran klaim asuransi dan pensiunan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih.

36

2. Tekhnik Wawancara. Teknik pengumpulan data ini digunakan dengan cara melakukan wawancara langsung dengan karyawan yang dianggap mempunyai wewenang dan kemampuan dalam memberikan informasi atau keterangan yang diperlukan erat hubungannya dengan objek yang diteliti. 3. Dokumentasi Teknik ini digunakan dengan cara mengumpulkan data dan mencari data pada setiap bagian staf pelayanan atau berkasberkas yang dianggap dapat mendukung objek penelitian..

37

BAB IV PERANCANGAN SISTEM A. Bagan Alir Sistem Yang Sedang Berjalan Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan pada Bab I, dianalisis bahwa sistem bagan alir dokumen yang saat ini diterapkan pada tempat penelitian adalah sebagai berikut :
Anggota (pensiunan) PT Asabri Administrasi Teller

Data Anggota Asuransi

1

2

Data Anggota Asuransi

2

N 2

Berkas Penerimaan Santunan

Lap. Data Penerima Santunan

1

Lap. Data Penerima Santunan

2 Pencairan Dana Santunan Verifikasi Data

N Berkas Penerimaan Santunan Berkas Penerimaan Santunan Berkas Penerimaan Santunan

1
Berkas Penerimaan Santunan Berkas Penerimaan Pensiunan

1
Dana Santunan

Lap. Data 1 Penerima Pensiunan

2

Lap. Data 2 Penerima Pensiunan

N Verifikasi Data Berkas Penerimaan Pensiunan Berkas Penerimaan Pensiunan Berkas Penerimaan Pensiunan

Pencairan Dana Pensiunan

Berkas Penerimaan Pensiunan

2

2
Dana Pensiunan

Gambar 4.1 Bagan Alir Dokumen Sistem yang Sedang Berjalan

38

B. Bagan Alir Dokumen Sistem yang Diusulkan Berdasarkan analisis sistem yang sedang berjalan mengenai proses pengolahan data-data pensiunan oleh Bank BRI, maka kami merancang sebuah sistem baru yang kami gambarkan dalam bentuk Bagan Alir Dokumen sebagai berikut:
Anggota (pensiunan) Administrator / Costumer Service Teller Pimpinan

Berkas Penerimaan Santunan

Data Anggota Asuransi Input Data Anggota

3

4

5 6

Berkas Penerimaan Santunan

3

View Data Anggota Asuransi

1

Lap. Data Penerima Santunan Dana Santunan

Pencairan Dana Santunan Input Data Penerima Santunan

4

Database
1

View Data Penerima Santunan

Lap. Data Penerima Pensiunan Berkas Penerimaan Pensiunan

Input Data Penerima Pensiunan

5
Input Data Pencairan Dana Santunan

View Data Penerima Pensiunan

View Data Anggota Asuransi

View Data Penerima Santunan

View Data Penerima Pensiunan

Berkas Penerimaan Pensiunan

6

View Data Transaksi Pencairan

2
Verifikasi Data Berkas Penerimaan Santunan

Dana Pensiunan

Pencairan Dana Pensiunan

Berkas Penerimaan Santunan

2

Berkas Penerimaan Pensiunan

Verifikasi Data

Input Data Pencairan Dana Pensiunan

Berkas Penerimaan Pensiunan

Gambar 4.2 Bagan Alir Dokumen Sistem yang Diusulkan

39

C. Rancangan Sistem Rancangan sistem merupakan suatu sistem kegiatan yang dilakukan untuk mendesain suatu sistem yang mempunyai tahapantahapan kerja yang tersusun secara logis, dimulai dari pengumpulan data yang diperlukan guna pelaksanaan perancangan tersebut. Langkah selanjutnya adalah menganalisis data yang telah

dikumpulkan guna menentukan batasan-batasan sistem, kemudian melangkah lebih jauh lagi yakni merancang sistem tersebut. Analisis dan perancangan sistem merupakan profesional sistem yang membangun sistem informasi. Perubahan apapun dalam suatu sistem informasi mendorong pelanggan untuk mengetahui informasi yang diberikan. Untuk jalur profesional sistem dapat juga melibatkan pelanggan dalam merancang sistem. Dengan demikian mereka dapat mengembangkan sistem informasi yang dapat berfungsi sebagaimana yang dikehendaki oleh pelanggan tersebut. 1. Rancangan Sistem Secara Umum Tujuan dari rancangan sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada pelanggan tentang sistem yang baru. Rancangan sistem secara umum merupakan persiapan dari rancangan sistem secara terinci. Pada tahap rancangan sistem secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada pelanggan.

40

2. Diagram Arus Data Diagram arus data digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa pertimbangan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut tersimpan. Arus data merupakan salah satu simbol yang digunakan dalam diagram arus data. a. Diagram Konteks
b Administrasi

- Berkas Penerimaan Pensiunan - Berkas Penerimaan Santunan - Data Pencairan Santunan - Data Pencairan Pensiunan

- Data Anggota - Data Penerima Santunan - Data Penerima Pensiunan

0
a Anggota
- Berkas Penerimaan Santunan - Berkas Penerimaan Pensiunan - Dana Santunan - Dana Pensiunan

SISTEM PEMBAYARAN SANTUNAN DAN PENSIUNAN

- Data Pencairan Santunan - Data Pencairan Pensiuanan - Berkas Penerimaan Santunan - Berkas Penerimaan Pensiunan

c Teller

- Lap. Data Anggota - Lap. Data Penerima Santunan - Lap. Data Penerima Pensiunan - Lap. Data Pencairan Santunan - Lap. Data Pencairan Pensiunan

d Pimpinan

Gambar 4.3 Diagram Konteks

41

b. Diagram Berjenjang

0 SISTEM PEMBAYARAN SANTUNAN DAN PENSIUNAN

Top Level

1.0 Input Data

2.0 Proses Pencairan

3.0 Pembuatan Laporan Level 0

1.1P Input Data Anggota

1.2P Input Data Penerima Santunan

1.3P Input Data Penerima Pensiunan

2.1P Pencairan Dana Santunan

2.2P Pencairan Dana Pensiunan

3.1P Cetak Lap. Data Anggota Peserta Asuransi

3.2P Cetak Lap. Data Penerima Santunan

3.3P Cetak Lap. Data Penerima Pensiunan

3.4P Cetak Lap. Data Transaksi Pencairan

3.5P Cetak Lap. Data Transaksi Pencairan

Level 1

Gambar 4.4 Diagram Berjenjang

42

c. DFD Level 0
- Berkas Penerima Santunan - Berkas Penerima Pensiunan - Data Anggota

a Anggota
1.0

F1 Tbl_anggota
- Dana Penerima Santunan

- Data Pencairan Santunan - Data Pencairan Pensiuanan

Input Data

F2 Tbl_Penerima Santunan

- Dana Penerima Pensiunan

F3 Tbl_Penerima Pensiunan

b Administrasi

- Data Anggota - Data Penerima Santunan - Data Penerima Pensiunan

- Data Pencairan Santuanan

F4 Tbl_Transaksi_Santunan

F5 Tbl_Transaksi_Pensiunan

2.0 - Data Pencairan Santunan - Data Pencairan Pensiunan Proses Pencairan

- Data Pencairan Pensiunan

c Teller

d Pimpinan

- Lap. Data Anggota - Lap. Data Penerima Santunan - Lap. Data Penerima Pensiunan - Lap. Data Pencairan Santunan - Lap. Data Pencairan Pemsiunan

- Data Anggota 3.0 - Data Penerima Santunan Pembuatan Laporan - Data Penerima Pensiunan - Data Pencairan Santunan - Data Pencairan Pemsiunan

Gambar 4.5 Diagram Level 0

43

d. DFD Level 1 Proses 1
1.1P - Data Anggota Input Data Anggota - Data Anggota

F1 Tbl_anggota

b Administrasi
- Data Penerima Santunan

1.2P Input Data Penerima Santunan - Data Penerima Santunan

F2 Tbl_Penerima Santunan

1.3P - Data Penerima Pensiunan Input Data - Data Penerima Pensiunan Penerima Pensiunan

F3 Tbl_Penerima Pensiunan

Gambar 4.6 DFD Level 1 Proses 1 e. DFD Level 1 proses 2
1.4P - Data Pencairan Santunan Pencairan Dana Santunan - Data Pencairan Santunan

F4 Tbl_Transaksi_Santunan

c Teller

1.5P - Data Pencairan Pensiuanan Pencairan Dana Pensiunan - Data Pencairan Pensiuanan

F5 Tbl_Transaksi_Pensiunan

Gambar 4.7 DFD Level 1 proses 2

44

f. DFD Level 1 proses 3

3.1P - Lap. Data Anggota Cetak Lap. Data Anggota Peserta Asuransi

- Data Anggota

F1 Tbl_anggota

3.2P - Lap. Data Penerima Santunan Cetak Lap. Data Penerima Santunan 3.3P - Data Penerima Santunan

F2 Tbl_Penerima Santunan

d Pimpinan
- Lap. Data Penerima Pensiunan

Cetak Lap. Data Penerima Pensiunan

- Data Penerima Pensiunan

F3 Tbl_Penerima Pensiunan

3.5P - Lap. Data Pencairan Santunan Cetak Lap. Data Transaksi Pencairan 3.4P - Lap. Data Pencairan Pemsiunan Cetak Lap. Data Transaksi Pencairan - Data Pencairan Pemsiunan - Data Pencairan Santunan

F4 Tbl_Transaksi_Santunan

F5

Tbl_Transaksi_Pensiunan

Gambar 4.8 DFD Level 1 proses 3

2. Kamus Data Kamus data digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai file yang diperoleh pada Data Flow Diagram (DFD), yaitu sebagai berikut :

45

Tabel 4.1 Kamus Data Anggota Kamus Data Anggota Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Struktur data No. 1 2 3 4 5 6 : : : : : : : Data Anggota Tbl_Anggota Dokumen cetakan komputer Dipergunakan untuk menyimpan semua data anggota. Setiap kali pengolahan data anggota Keterangan Id anggota Asuransi Nama Anggota Alamat Anggota Usia Anggota Jenis Kelamin Anggota Status Anggota

Nama Item Data id_anggota nama alamat usia jenkel status

Tabel 4.2 Kamus Data Penerima Santunan Kamus Data Penerima Santunan Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Struktur data No. 1 2 3 : : : : : Data Penerima Santunan Tbl_Penerima_Santunan Dokumen cetakan komputer data

Dipergunakan untuk menyimpan semua PenerimaSantunan. : Setiap kali pengolahan data Penerima Santunan : Keterangan Id Penerima Santunan No id Anggota Penerima Jumlah Santunan

Nama Item Data id_p_san id_anggota jumlah_santunan

46

Tabel 4.3 Kamus Data Penerima Pensiunan Kamus Data Penerima Pensiunan Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Struktur data No. 1 2 3 : : : : : Data Penerima Pensiunan Tbl_Penerima_Pensiunan Dokumen cetakan komputer

Dipergunakan untuk menyimpan semua data Penerima Pensiunan. : Setiap kali pengolahan data Penerima Pensiunan : Keterangan Id Penerima Pensiunan No id Anggota Penerima Jumlah Pensiunan

Nama Item Data id_p_pen id_anggota jumlah_pensiunan

Tabel 4.4 Kamus Data Transaksi Santunan Kamus Data Transaksi Santunan Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Struktur data No. 1 2 3 4 : : : : : Data Transaksi Santunan Tbl_Transaksi_Santunan Dokumen cetakan komputer

Dipergunakan untuk menyimpan semua data Transaksi Santunan. : Setiap kali pengolahan data Transaksi Santunan : Keterangan Id Penerima Santunan No id Anggota Penerima Tanggal transaksi Teller yang melakukan pencairan

Nama Item Data id_t_san id_p_san tanggal_bayar teller

47

Tabel 4.5 Kamus Data Transaksi Pensiunan Kamus Data Transaksi Pensiunan Nama arus data Alias Bentuk data Arus data Penjelasan Periode Struktur data No. 1 2 3 4 : : : : : Data Transaksi Pensiunan Tbl_Transaksi_ Pensiunan Dokumen cetakan komputer

Dipergunakan untuk menyimpan semua data Transaksi Pensiunan. : Setiap kali pengolahan data Transaksi Pensiunan : Keterangan Id Penerima Pensiunan No id Anggota Penerima Tanggal transaksi Teller yang melakukan pencairan

Nama Item Data id_t_pen id_p_pen tanggal_bayar teller

D. Rancangan Output Input Secara Umum 1. Rancangan Output Terinci Output merupakan produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output ini dapat berupa hasil yang dikeluarkan dimedia keras (kertas dan lain-lain) dan output yang berupa hasil dikeluarkan kemedia lunak (tampilan dilayar). Bentuk atau format dari output dapat berupa keteranganketerangan tabel atau grafik. Yang paling banyak dihasilkan adalah output yang berbentuk tabel akan tetapi sekarang dengan

kemampuan teknologi komputer yang dapat menampilkan output dalam bentuk grafik, maka output berupa grafik juga mulai banyak dihasilkan.

48

a. Rancangan Output Menu Utama

HEADER
home transaksi master laporan logout
Menu + …… + ……. + …….. + ……...

HOME

Gambar 4.9 Rancangan Output Menu Utama b. Rancangan Output Data Pembayaran Santunan

Pengolahan Data Pembayaran Santunan
Cari Button Tambah Action

Tabel View Data Transaksi Pembayaran Santunan

Button Edit

Button Hapus

Gambar 4.10 Rancangan Output Data Pembayaran Santunan

49

c. Rancangan Output Data Pembayaran Pensiunan

Pengolahan Data Pembayaran Pensiunan
Cari Button Tambah Action

Tabel View Data Transaksi Pembayaran Pensiunan

Button Edit

Button Hapus

Gambar 4.11 Rancangan Output Data Pembayaran Pensiunan

d. Rancangan Output Data Anggota
Pengolahan Output Data Anggota
Cari Button Tambah Action

TABEL DATA ANGGOTA

Button Edit

Button Hapus

Gambar 4.12 Rancangan Output Data Anggota

e. Rancangan Output Data Penerima Santunan
Pengolahan Output Data Penerima Santunan
Cari Button Tambah Action

TABEL DATA PENERIMA SANTUNAN

Button Edit

Button Hapus

Gambar 4.13 Rancangan Output Data Penerima Santunan

50

f. Rancangan Output Data Penerima Pensiunan
Pengolahan Output Data Penerima Pensiunan
Cari Button Tambah Action

TABEL DATA PENERIMA PENSIUNAN

Button Edit

Button Hapus

Gambar 4.14 Rancangan Output Data Penerima Pensiunan g. Rancangan Output Laporan Data Anggota
Label1 : Laporan Data Anggota
Label2 : Tanggal Cetak

OUTPUT TABEL LAPORAN DATA ANGGOTA

Gambar 4.15 Rancangan Output Laporan Data Anggota

h. Rancangan Output Laporan Data Penerima Santunan

Label1 : Laporan Data Penerima Santunan
Label2 : Tanggal Cetak

OUTPUT TABEL LAPORAN DATA PENERIMA SANTUNAN

Gambar 4.16 Rancangan Output Laporan Data Penerima Santunan

51

i. Rancangan Output Laporan Data Penerima Pensiunan
Label1 : Laporan Data Penerima Pensiunan
Label2 : Tanggal Cetak

OUTPUT TABEL LAPORAN DATA PENERIMA PENSIUNAN

Gambar 4.17 Rancangan Output Laporan Data Penerima Pensiunan j. Rancangan Output Laporan Data Pencairan Santunan
Label1 : Laporan Data Pencairan Santunan
Label2 : Tanggal Cetak

OUTPUT TABEL LAPORAN DATA PENCAIRAN SANTUNAN

Gambar 4.18 Rancangan Output Laporan Data Pencairan Santunan k. Rancangan Output Laporan Data Pencairan Pensiunan

Label1 : Laporan Data Pencairan Pensiunan
Label2 : Tanggal Cetak

OUTPUT TABEL LAPORAN DATA PENCAIRAN PENSIUNAN

Gambar 4.19 Rancangan Output Laporan Data Pencairan Pensiunan

52

2. Rancangan Input Terinci Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi, ini diperlukan ada karena bahan dasar dalam pengolahan informasi, input yang masuk ke dalam sistem dapat langsung diolah menjadi informasi atau jika belum dibutuhkan sekarang dapat disimpan terlebih dahulu dalam bentuk basisdata. Berikut ini adalah interface rancangan input dari sistem informasi yang akan kami bangun: a. Rancangan Input Data Anggota Peserta Asuransi

Label

Form Tambah Anggota
Input type text Input type text Input type text Input type text Input type text Input type text

Id Anggota Nama Anggota Alamat Anggota Usia Jenis Kelamin Status

Button Simpan

Button Batal

Gambar 4.20 Rancangan Input Data Anggota Peserta Asuransi

53

b. Rancangan Input Data Penerima Santunan

Label

Form Tambah Penerima Santunan
Id Penerima Santunan Id_anggota Jumlah Santunan Input type text combo Input type text

Button Simpan

Button Batal

Gambar 4.21 Rancangan Input Data Penerima Santunan

c. Rancangan Input Data Penerima Pensiunan

Label

Form Tambah Penerima Pensiunan
Id Penerima Pensiun Id_anggota Jumlah Santunan Input type text combo Input type text

Button Simpan

Button Batal

Gambar 4.22 Rancangan Input Data Penerima Pensiunan

54

d. Rancangan Input Data Pembayaran Santunan
Label

Form Tambah Pembayaran Santunan
Id transaksi Id Penerima Santunan Id Anggota Nama Anggota Jumlah Santunan Tanggal Transaksi Teller Input type text combo Otomatis View Otomatis View Otomatis View date Otomatis View

Button Simpan

Button Batal

Gambar 4.23 Rancangan Input Data Pembayaran Santunan

e. Rancangan Input Data Pembayaran Pensiunan
Label

Form Tambah Pembayaran Pensiunan
Id transaksi Id Penerima Pensiunan Id Anggota Nama Anggota Jumlah Pensiunan Tanggal Transaksi Teller Input type text combo Otomatis View Otomatis View Otomatis View date Otomatis View

Button Simpan

Button Batal

Gambar 4.24 Rancangan Input Data Pembayaran Pensiunan 55

E. Rancangan Basis Data

1. Perancangan Basis Data

Tbl_Anggota id_anggota* nama alamat usia jenkel status Tbl_Penerima_Santunan id_p_san* id_anggota** jumlah_santunan Tbl_Transaksi_Santunan id_t_san* id_p_san** tanggal_bayar teller

Tbl_Penerima_Pensiunan id_p_pen* id_anggota** jumlah_pensiunan Tbl_Transaksi_Pensiunan id_t_pen* id_p_pen** tanggal_bayar teller

Gambar 4.25 Rancangan Basis Data

Keterangan : * = Kunci Utama (Primary Key) ** = Kunci Tamu (Foreign Key)

56

2. Struktur Tabel a. Tabel Anggota Tabel 4.6 Tabel Anggota Field id_anggota Type varchar (11) nama Varchar (40) alamat Varchar (50) Usia jenkel Int (10) Varchar (20) status Varchar (20) YES NULL YES YES NULL NULL YES NULL YES NULL Null YES NULL Default

57

b. Tabel Penerima Santunan Tabel 4.7 Tabel Penerima Santunan Field id_p_san Type varchar (11) id_anggota Varchar (11) jumlah_santunan longint NULL Yes NULL Null Yes NULL Default

c. Tabel Penerima Pensiunan Tabel 4.8 Tabel Penerima Pensiunan Field id_p_pen Type varchar (11) id_anggota Varchar (11) jumlah_pensiunan longint NULL Yes NULL Null Yes NULL Default

58

d. Tabel Transaksi Santunan Tabel 4.9 Tabel Transaksi Santunan Field id_t_san Type varchar (11) id_p_san Varchar (11) tanggal_bayar Date (8) teller Varchar (20) Yes NULL Yes NULL Yes NULL Null Yes NULL Default

e. Tabel Transaksi Pensiunan Tabel 4.10 Tabel Transaksi Pensiunan Field id_t_pen id_p_pen tanggal_bayar teller Type varchar (11) Varchar (11) Date (8) Varchar (20) Null Default

Yes NULL Yes NULL Yes NULL Yes NULL

59

F. Implementasi Sistem 1. Spesifikasi Sistem Yang Dirancang a. Spesifikasi Perangkat Lunak b. Windows 7 Ultimate sebagai sistem operasi c. Apache, 2.2.14 d. PHP, 5.3.1 e. MySQL, 5.7.41 f. Adobe Photoshop, CS3 b. Spesifikasi Perangkat Keras 1) Satu Unit Laptop dengan Spesifikasi yaitu : 2) Processor Intel Centrino 2 atau diatasnya 3) Memory DDR 3 2 GB 4) Harddisk 320 GB c. Spesifikasi Bentuk Masukan Dokumen masukan yang digunakan pada sistem yang

dirancang adalah: 1) Dokumen anggota peserta asuransi 2) Dokumen anggota peserta yang terdaftar mendapatkan dana santunan 3) Dokumen anggota peserta yang terdaftar mendapatkan dana pensiunan

60

d. Spesifikasi Bentuk Keluaran 1) Laporan data anggota peserta asuransi 2) Laporan data anggota penerima santunan 3) Laporan data anggota penerima pensiunan 4) Laporan data pencairan santunan 5) Laporan data pencairan pensiunan 2. Tahap Implementasi Sistem a. Menu Login Sebagaimana program-program aplikasi pada umumnya, maka yang pertama dilihat saat program dijalankan adalah tampilan form login password yang merupakan kunci untuk menjalankan menu utama program. Program ini hanya dapat dioperasikan oleh user yang terdaftar dalam manajemen user dan oleh admin yang terdaftar. Bentuk formnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.26 Tampilan Menu Login

61

b. Halaman Manajemen Data User

Gambar 4.27 Tampilan Manajemen Data User

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan langsung data user. Data user yang dimaksudkan adalah data user yang berhak melakukan akses kedalam aplikasi. Pada halaman ini juga terdapat form input data user. Akses yang dapat dilakukan adalah input, edit, hapus, cari dan urutkan data user.

62

c. Halaman Master Data Anggota

Gambar 4.28 Tampilan Master Data Anggota

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan data anggota. Data anggota yang dimaksudkan adalah data peserta asuransi. Akses yang dapat dilakukan pada halamn ini adalah input, edit , hapus, cari dan mengurutkan data anggota asuransi.

63

d. Halaman Master Data Penerima Santunan

Gambar 4.29 Tampilan Master Data Penerima Santunan

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan data penerima santunan. Data penerima santunan yang

dimaksudkan adalah data peserta asuransi yang berhak menerima santunan beserta jumlah santunan yang dapat diterima. Akses yang dapat dilakukan pada halamn ini adalah input, edit , hapus, cari dan mengurutkan data penerima santunan.

64

e. Halaman Master Data Penerima Pensiunan

Gambar 4.30 Tampilan Master Data Penerima Pensiunan

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan data penerima pensiunan. Data penerima pensiunan yang dimaksudkan adalah data peserta asuransi yang berhak menerima pensiunan beserta jumlah pensiunan yang dapat diterima. Akses yang dapat dilakukan pada halamn ini adalah input, edit , hapus, cari dan mengurutkan data penerima pensiunan.

65

f. Halaman Pencairan Santunan

Gambar 4.31 Tampilan Pencairan Santunan

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan data pencairan pensiunan. Data pencairan santunan yang dimaksudkan adalah data pencairan yang terjadi tiap harinya. Akses yang dapat dilakukan pada halaman ini adalah input, edit, hapus, cari dan mengurutkan data transaksi pencairan santunan.

66

g. Halaman Pencairan Pensiunan

Gambar 4.32 Tampilan Pencairan Pensiunan

Halaman ini dipergunakan untuk melakukan pengolahan data pencairan pensiunan. Data pencairan pensiunan yang dimaksudkan adalah data pencairan yang terjadi tiap harinya. Akses yang dapat dilakukan pada halaman ini adalah input, edit, hapus, cari dan mengurutkan data transaksi pencairan pensiunan.

67

h. Form Pilih Cetak Laporan Tanpa Periode

Gambar 4.33 Tampilan Pilih Cetak Laporan Tanpa Periode

Form ini digunakan untuk keperluan cetak laporan, fungsinya untuk mencetak laporan yang diinginkan baik itu dalam bentuk halaman aplikasi atau dalam bentuk excel.

68

i. Form Pilih Cetak Laporan Dengan Periode

Gambar 4.34 Tampilan Pilih Cetak Laporan Dengan Periode

Form ini digunakan untuk keperluan cetak laporan, fungsinya untuk mencetak laporan yang diinginkan sesuai dengan priode transaksi baik itu dalam bentuk halaman aplikasi atau dalam bentuk excel.

69

j. Halaman Laporan Data Peserta Asuransi

Gambar 4.35 Tampilan Laporan Data Peserta Asuransi

Halaman ini merupakan tampilan output Laporan Data Peserta Asuransi.

70

k. Halaman Laporan Data Penerima Santunan

Gambar 4.36 Tampilan Laporan Data Penerima Santunan

Halaman ini merupakan tampilan output Laporan Data Penerima Santunan.

71

l. Halaman Laporan Data Penerima Pensiunan

Gambar 4.37 Tampilan Laporan Data Penerima Pensiunan

Halaman ini merupakan tampilan output Laporan Data Penerima Pensiunan.

72

m. Halaman Laporan Data Pencairan Santunan

Gambar 4.38 Tampilan Laporan Data Pencairan Santunan

Halaman ini merupakan tampilan output Laporan Data Pencairan Santunan.

73

n. Halaman Laporan Data Pencairan Pensiuan

Gambar 4.39 Tampilan Laporan Data Pencairan Pensiunan

Halaman ini merupakan tampilan output Laporan Data Pencairan Pensiunan.

74

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melakukan penelitian terhadap judul skripsi yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Pembayaran Santunan Asuransi Dan Pensiunan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih, maka penulis dapat simpulkan sebagai berikut : 1. Dengan adanya perancangan sistem pembayaran santunan asuransi dan pensiunan ini, maka dapat membuat kinerja para pegawai lebih baik dari sebelumnya khususnya pada bagian administrasi, teller dan pimpinan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. 2. Sistem informasi pembayaran santunan asuransi dan pensiunan ini telah diuji coba dan digunakan oleh pihak PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih. B. Saran Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan sebagai bahan pertimbangan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), KCP Cendrawasih adalah sebagai berikut: 1. Diharapkan pada pihak Bank BRI KCP Cendrawasih untuk menambah fasilitas Komputer dan meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang komputer, demi memperlancar jalannya sistem yang dibangun.

75

2. Penulis

menyadari

bahwa

sistem

yang

dibangun

masih

membutuhkan penyempurnaan yang lebih baik. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar skripsi ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk pengembangan sistem yang lebih baik oleh peneliti lainnya.

76

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful