You are on page 1of 7

Makalah Seminar Akuntansi

Adopsi Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual

Oleh Akhmad Maulana Abduh A31109307

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013

kewajiban dan ekuitas dana (cash towards akrual). belanja dan pembiayaan. Standar akuntansi pemerintahan ini disusun oleh komite standar akuntansi pemerintahan yang independen dan ditetapkan dengan peraturan pemerintah setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari badan pemeriksa keuangan. Dalam undang undang nomor 17 tahun 2003 pasal 36 yang mengamanatkan ketentuan pengakuan pendapatan dan belanja berdasarkan basis akrual dilaksanakan selambat lambatnya dalam lima tahun. Telah terekam bagaimana buruknya system keuangan pemerintah dan buruknya mental pengelola keuangan Negara yang mengakibatkan Negara mengalami krisis ekonomi.A. Sejarah Standar Akuntansi Pemerintahan di Indonesia (Pasca reformasi) Proses pelaksanaan pemerintahan pasca reformasi menuntut proses pelaksanaan yang lebih terbuka terutama pada bidang keuangan. Dimulai dengan diterbitkannya Undang – undang nomor 17 tahun 2003 Pasal 31 ayat 1 tentang keuangan Negara yang menyatakan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan diasajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Lingkup peraturan pemerintah ini meliputi SAP berbasis akrual dan SAP berbasis kas menuju akrual. standar akuntansi pemerintahan tersebut menggunakan basis kas untuk pengakuan transaksi pendapatan . dan basis akrual untuk pengakuan asset . Penerapan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2005 masih bersifat sementara sebagai mana yang diamanatkan pada Undang undang 17 tahun 2003. pemerintah telah menetapkan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2005 tentang standar akuntansi pemerintahan. Salah satu reformasi dalam bidang keuangan yang dirancang pemerintah adalah penerapan standar akuntansi pemerintahan. SAP berbasis akrual berlaku sejak tanggal . Sesuai amanat undang undang keuangan Negara tersebut . Setelah lima tahun untuk menggantikan PP no 24 tahun 2005 maka diterbitkanlah peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2010 yang menggunakan basis full akrual.

aset . B. jika dibandingkan dengan akuntansi pemerintah berbasis kas menuju akrual. akuntansi berbasis akrual sebenarnya tidak banyak berbeda. baik pada pemerintah daerah wajib melaksanakan SAP berbasis akrual. setiap entitas pelaporan . tanpa memperhatikan waktu kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. sehingga dapat menyediakan informasi yang paling komprehensif karena seluruh arus sumber daya dicatat. Selanjutnya . Standar Akuntansi berbasis Akrual dan model penyusunan SAP basis akrual Dalam perkembangan standar akuntansi pemerintahan terdapat pengaruh dari luar . Dalam akuntansi berbasis akrual. sedangkan SAP berbasis kas menuju Akrual berlaku selama masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk menerapkan SAP berbasis Akrual. dicatat. Pengaruh perlakuan akrual dalam akuntansi berbasis kas menuju akrual sudah banyak diakomodasi di dalam laporan keuangan terutama neraca yang disusun sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut.ini terlihat dari penyusunan standar yang mengambil referensi dari IPSAS (International Public Sector Accounting Standard) atau GASB (Govermental Accounting Standard Board). Pilihan Indonesia untuk mengambil basis akrual didasarkan pada pengmatan standar akuntansi pada Negara Negara maju yang lebih dulu menerapkan basis akrual seperti prancis dan swedia.ditetapkan dan dapat segera diterapkan oleh setiap entitas. Penerapan SAP berbasis kas menuju akrual ini dilaksanakan sesuai jangka waktu yang tercantum pada peraturan pemerintah. waktu pencatatan (recording) sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya. Akuntansi berbasis akrual adalah suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa lainnya diakui. Pada dasarnya. Keberadaan pos piutang. entitas pelaporan diharapkan dapat segera menerapkan SAP berbasis akrual.

06. administrasi pemerintahan yang ada dan kemampuan sumber daya manusia.Penyusunan SAP berbasis akrual relatif menjadi lebih mudah karena sebagian dari PSAP berbasis kas menuju akrual (SAP Nomor 01. yaitu: (1) menyusun SAP berbasis akrual seluruhnya dari awal. Pengguna PP Nomor 24 Tahun 2005 masih dalam tahap pembelajaran dan perlu waktu yang cukup lama untuk memahaminya sehingga apabila SAP akrual berbeda jauh dengan SAP berbasis kas menuju akrual akan menimbulkan resistensi.SAP berbasis kas menuju akrual telah disusun dengan mengacu pada beberapa referensi bertaraf internasional antara lain IPSAS. maka nilai lebih yang diperoleh dari penerapan akrual adalah tergambarkannya informasi operasi atau kegiatan Penyusunan SAP berbasis akrual dapat dilakukan dengan 2 cara. dan (2) menyesuaikan SAP berbasis kas menuju akrual (sesuai PP Nomor 24 Tahun 2005) menjadi PSAP berbasis akrual dengan referensi IPSAS. 07. sehingga diharapkan SAP berbasis kas menuju akrual yang akan disesuaikan menjadi akrual sudah dapat diterima umum. KSAP sepakat menggunakan strategi yang ke-2.tetap. 05. . Governmental Accounting Standards Board (GASB).Mengurangi resistensi dari para pengguna SAP (PP Nomor 24 Tahun 2005) terhadap perubahan basis akuntansi. dan Government Finance Statistics (GFS). . meskipun hampir sepenuhnya merupakan suatu diskresionari. dengan mempertimbangkan praktek-praktek yang berlaku. hutang merupakan bukti adanya proses pembukuan yang dipengaruhi oleh asas akrual. Ketika akrual hendak dilakukan sepenuhnya untuk menggambarkan berlangsungnya esensi transaksi atau kejadian. Atas dua strategi tersebut.Penerapan SAP berbasis akrual yang disusun sesuai pola SAP berbasis kas menuju akrual lebih mudah bagi para pengguna standar karena sudah . dan 08 dalam PP 24/2005) telah berbasis akrual sehingga hanya memerlukan penyesuaian beberapa PSAP berbasis akrual. . dengan pertimbangan sebagai berikut: .

Dalam rangka pengukuran kinerja. Memperbaiki pengertian akan biaya program. Akuntansi berbasis akrual telah berhasil diterapkan di berbagai negara maju dan membawa manfaat. Kendala yang dihadapi Penerapan akuntansi berbasis akrual jika akan dilakukan harus dirancang secara hati-hati mengingat Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis kas menuju akrual (cash towards accrual) baru saja diterbitkan dan belum diimplementasikan . 4. dan para pengguna telah memiliki pemahaman dan pengalaman terhadap SAP berbasis kas menuju akrual C. informasi berbasis akrual dapat menyediakan informasi mengenai penggunaan sumber daya ekonomi yang sebenarnya. Menfasilitasi manajemen keuangan yang lebih baik. 3. Memfasilitasi dan meningkatkan manajemen aset (termasuk kas). Keuntungan dan Kendala dalam penerapan basis Akrual di Indonesia 1.disosialisasikan. Memperluas dan meningkatkan informasi alokasi sumber daya. 2. akuntansi berbasis akrual merupakan salah satu sarana pendukung yang diperlukan dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Selain itu peluang untu. 6. keuntungan Dalam wacana akuntansi. melakukan perbandingan dengan Negara lain juga memungkinkan karena kita sudah menggunakan basis akrual. Akuntansi berbasis akrual mampu mendukung terlaksanakannya perhitungan biaya pelayanan publik dengan lebih wajar. secara konseptual akuntansi berbasis akrual dipercaya dapat menghasilkan informasi yang lebih akuntabel dan transparan dibandingkan dengan akuntansi berbasis kas. Meningkatkan pelaporan keuangan. Oleh karena itu. Mendukung manajemen kinerja. Manfaat akuntansi berbasis akrual antara lain: 1. 2. 5.

2. Terdapat beberapa hambatan dalam penerapan SAP berbasis Akrual 1. Kondisi di atas bagaimanapun akan memungkinkan timbulnya kesulitan dalam penerapan akuntansi pemerintah berbasis akrual. Basis akrual memungkinkan terjadinya window dressing pada laporan keuangan karena adanya penyalahgunaan professional judgment ini. 3. Hal yang sama mungkin saja bisa terjadi di sector pemerintahan mengingat mental pejabat di sector pemerintahan yang masih diragukan. Rentang waktu pergantian SAP berbasis kas menuju Akrual ke SAP berbasis akrual terlalu sempit sehingga terjadi kebingungan di kalangan pemerintah karena standar yang terus berganti. peralihan ini pasti menuntut waktu untuk memahaminya. Pada sector privat terjadi perdebatan tentang penerapan asas akrual yang cenderung menggunakan professional judgment. Bagi kalangan yang baru belajar menerapkan akuntansi berbasis kas menuju akrual. . oleh karena itu tenaga keuangan ini perlu dilatih agar menjadi tenaga keuangan yang handal. baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Tenaga ahli dalam penyusunan pelaporan keuangan pemerintahan masih sangat kurang terutama staf keuangan di pemerintahan masih kurang yang berlatar belakang sarjana akuntansi sehingga menyulitkan proses implementasi SAP berbasis Akrual.sepenuhnya.

pp 1-7. 2009 ‘Membahas masalah adopsi IPSAS paripurna dan reformasi basis akuntansi menjadi basis akuntansi hak-kewajiban paripurna (full accrual basis)’. Hoesada J.Daftar Pustaka Pusat pendidikan dan pelatihan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia 2010. Memorandum Pembahasan penerapan basis akrual dalam akuntansi pemerintah di Indonesia. modul pelatihan pendidikan auditor. ed 2. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan 2006. Peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 71 tahun 2010 . Jakarta. Jakarta.