You are on page 1of 2

I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Semanggi air merupakan tumbuhan air yang banyak terdapat di lingkungan air tawar misalnya sawah, kolam, danau, dan sungai. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar dengan jenis-jenis tumbuhan air lainnya antara lain eceng kecil, genjer, rumput air, teki alit, dan lain-lain (Sastrapradja dan Afriastini 1985). Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Kristiono (2009) telah diketahui bahwa komposisi kimia daun dan tangkai semanggi air terdiri atas kadar air 89,02%, kadar abu 2,70%, kadar lemak 0,27%, kadar protein 4,35%, dan serat kasar 2,28%. Manfaat daun semanggi air yang masih muda di Indonesia khususnya pulau Jawa serta Filipina dan Thailand digunakan sebagai sayuran untuk makanan. Di Thailand tanaman ini dimakan segar dengan sambal lokal. Di Filipina daun semanggi air digunakan sebagai bahan obat, sedangkan di India daun semanggi air digunakan untuk mengobati kusta, demam, dan keracunan pada darah. Di Australia tanaman ini banyak digunakan sebagai tepung dan dimakan. Di New Zaeland semanggi air digunakan sebagai tanaman hias pada akuarium (Champion dan Clayton 2001). Semanggi air juga mengandung komponen penting untuk kesehatan yaitu minyak atsiri dan saponin (BALITTRO 2011). Mikroorganisme yang menimbulkan penyakit pada manusia umumnya berasal dari golongan bakteri. Bakteri yang merugikan dan menimbulkan

penyakit disebut sebagai bakteri patogen (Wassenaar 2009). Bakteri patogen dapat merugikan kesehatan manusia sehingga perlu diatasi dengan menggunakan antibakteri yang tepat. Antibakteri merupakan senyawa kimia yang memiliki fungsi menghambat pertumbuhan maupun membunuh sel bakteri

(Madigan et al. 2009).

Antibakteri dapat berupa senyawa sintetik maupun Senyawa sintetik

senyawa yang berasal dari bahan alami (natural product).

berpotensi menimbulkan efek negatif yang dapat mengganggu kesehatan, misalnya kanker (Gold dan Slone 1999). Hal ini memicu perlunya pencarian alternatif bahan alami sebagai antibakteri yang aman bagi kesehatan manusia. Infeksi merupakan penyakit yang sering terjadi di daerah tropis, contoh : Indonesia, karena keadaan udara yang banyak berdebu, temperatur yang hangat

2 dan lembab sehingga mikroba dapat tumbuh subur. Bagi negara berkembang timbulnya strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik pada penyakit infeksi merupakan masalah penting. Kekebalan bakteri terhadap antibiotik menyebabkan angka kematian karena penyakit infeksi semakin meningkat. Penanganan

penyakit infeksi tersebut tidak hanya meningkatkan biaya kesehatan karena diperlukan penanganan kombinasi antibiotik, tetapi juga menyebabkan

meningkatnya kematian terutama di negara berkembang karena antibiotik yang diperlukan tidak tersedia. Dana yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengimpor bahan baku antibiotik setiap tahunnya Rp. 18,6 Rp. 122,4 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari semanggi air sebagai sumber bahan bioaktif yang mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian yang dilakukan adalah pengujian kemampuan antibakteri ekstrak daun semanggi air terhadap bakteri Escherichia coli sebagai bakteri Gram-negatif dan Bacillus subtilis sebagai bakteri Gram-positif. 1.2 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan rendemen ekstrak kasar dari semanggi air; (2) menentukan jenis komponen bioaktif yang terkandung dalam semanggi air; (3) menguji kemampuan ekstrak dari semanggi air sebagai antibakteri.