BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perencanaan dan penataan kawasan sentra pembangunan yang komprehensif untuk pengembangan sektor-sektor strategis dan pengembangan wilayah potensial sangat diperlukan dalam pencapaian hasil pembangunan yang optimal di wilayah Kota Samarinda. Sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan kawasan yang memiliki potensi baik perekonomian, jasa, dan wisata. Dengan dukungan perkembangan kota-kota disekitarnya, serta sebagai simpul emas ke kota lainnya, yaitu Balikpapan, Kutai Kertanegara, dan Bontang, Kota Samarinda mulai melengkapi sarana dan prasarana penunjang yang diperlukan. Permasalahan yang dihadapi dewasa ini adalah seringkali perencanaan tata ruang yang ada belum mampu mewadahi dan mengimbangi perkembangan serta potensi sektor strategis dan wilayah potensial yang pengembangannya tidak terlepas dari sektor lain. Dampak yang muncul dari perkembangan kota menimbulkan kecenderungan pola dan arah perkembangan kota dengan akibat berkurangnya perhatian terhadap sektor pertanian, yang diantaranya ditandai dengan pengalihan fungsi lahan, berkurangnya investasi sektor pertanian, serta implementasi dan pengembangan sektor pertanian yang minim. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan rancang bangun dan perekayasaan Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Samarinda, adalah memadukan penggunaan ruang dan segenap sumberdayanya secara fungsional antar berbagai sektor untuk mendorong sektor strategis/ potensial agar tercapai pertumbuhan wilayah yang seimbang. Rancang-bangun Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri ini merupakan salah satu bentuk model perencanaan dan penataan ruang untuk sektor strategis dan potensial yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah yang diikuti peningkatan produksi wilayah pada sentra-sentra produksi dari sektor-sektor agrokompleks yang didukung oleh fasilitas, sarana dan prasarana fisik, yang dapat diandalkan. Oleh karena itu, untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan di Kota Samarinda, dipandang perlu adanya penyusunan rencana pengembangan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) guna pengembangan komoditas unggulan, yaitu sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata yang didukung oleh ketersediaan sumber energi listrik, air bersih,
Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 1

transportasi dan komunikasi yang memadai. Kawasan ini sebagai Sentra Pengembangan Produksi mulai dari berskala kecil (mikro) hingga berskala besar (makro) dan ekonomis. Ini dilakukan untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota Samarinda, serta pemerataan pembangunan ekonomi masyarakat. Dalam jangka pendek upaya ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya wilayah dalam arti luas dan pengembangan infrastruktur penunjangnya secara optimal. Kajian tentang Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri di Kota Samarinda ini, mempunyai peran penting sebagai arahan dan peluang lokasi investasi bagi pemerintah maupun swasta dan masyarakat dalam mencapai efisiensi, efektivitas, dan nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan sentra-sentra produksi dari sektor agrokompleks. Kajian ini akan mencakup tentang rencana induk, rencana aksi, dan rencana implementasi Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) sebagai sentra produksi. 1.2 1.2.1. Tujun dan Sasaran Tujuan Umum Memberdayakan ekonomi daerah dan ekonomi masyarakat di Kota Samarinda bertumpu kepada keunggulan sumberdaya wilayah melalui model

pengembangan KIPMAKO. 1.2.2. Tujuan Khusus 1. Mengidentifikasikan dan merancang KIPMAKO di Kota Samarinda, dengan komponen-komponennya adalah; a. Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO), yang terdiri atas: Kawasan Sentra Produksi Pertanian (KSPP) dan Kawasan Sentra Industri Pertanian (KSIP) b. Kawasan Wisata/ Pusat Pendidikan Pertanian Masyarakat Kota (P3MK) terdiri atas komponen utamanya;  Breeding center tanaman industri, pangan, perkebunan dan buah tropika.    Mini-plant pengolahan pupuk organik Breeding center hewan ternak Mini-plant pengolahan pakan ternak.

c. Cluster fasilitas air bersih yang mengolah air hujan, air permukaan, dan air bumi yang menyatu dengan system DAS yang ada.

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri

2

d. Cluster pusat informasi bisnis/ sub terminal agribisnis Kawasan Sentra Penjualan Hasil Industri Pertanian (KSPIH). 2. Merekayasa strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan model Pertanian Berkebudayaan Industri dengan komoditas unggulannya sehingga mempunyai posisi tawar yang memadai dan bernegosiasi dengan investor bisnis. 3. Menghimpun teknologi pendukung pengembangan kawasan industri Pertanian milik masyarakat berbasis agrokompleks di Kota Samarinda, Khususnya; a. Mencegah degradasi lingkungan dan menjaga keseimbangan ekologis; b. Menjamin ketahan pangan khususnya di wilayah kota Samarinda; c. Teknologi produksi yang berorientasi nilai tambah dan berkelanjutan; d. Teknologi yang berbasis sumberdaya lokal dan ramah lingkungan. 1.2.3. Sasaran Sasaran dari kegiatan Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri di Kota Samarinda adalah: 1. Tertatanya Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota dengan komoditi unggulannya melalui pendekatan ruang dan pengisian ruang melalui skenario pengembangan 2. Pemanfaatan prioritas kawasan hutan maupun dan jenis komoditas dengan yang dikembangkan dalam masing-masing kawasan industri tersebut. ruang kawasan sekitarnya segenap sumberdayanya sesuai dengan pengembangan sektor perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata yang mendorong terwujudnya pola dan struktur ruang yang mendukung perwujudan KIPMAKO 3. Tertatanya sarana jasa pelayanan perbankan/permodalan kegiatan usaha produktif masyarakat 4. Tertatanya fasilitas sarana prasarana penunjang kawasan industri pertanian, seperti tersedianya jaringan irigasi, listrik, air bersih, transportasi dan telekomunikasi di kawasan sentra produksi dalam upaya pengembangan komoditi unggulan wilayah. Mendorong terwujudnya keterpaduan program dalam pengembangan KIPMAKO yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah. dan system informasinya mengenai kendala dan persoalan dalam upaya pemberdayaan

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri

3

kawasan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan industri pertanian masyarakat kota di Kota Samarinda Startegi Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengembangan Model KIPMAKO Pada materi ini menjelaskan tentang strategi yang dapat dilaksanakan dalam pemberdayaan masayarakat melalui model KIPMAKO Kesimpulan dan Rekomendasi Pada bab ini berisikan kesimpulan dari studi ini dan rekomendasi yang dapat diberikan dalam pengembangan kawasan industri pertanian di Kota Samarinda. serta strategi-strategi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.1. Bab 1 : Bab 2 : Bab 3 : Bab 4 : Bab 5 : Bab 6 : Bab 7: Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 4 . tujuan proyek dan sistematika usulan teknis. Penentuan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota Materi ini menjelaskan tentang kawasan .3 Sistematika laporan Akhir Laporan Akhir untuk pekerjaan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : Pendahuluan Materi ini menjelaskan tentang pejelasan umum. Pendekatan & Metodologi Materi ini membahas mengenai pendekatan dan metodologi penyelesaian pekerjaan Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayan Industri. Kebijakan Pengembangan Kawasan Industri Pertanian di Kota Samarinda Materi ini merupakan analisa tentang kebijakan daerah mengenai pengembanngan kawasan industri yang didasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah. Potensi Kota Samarinda Materi ini menjelaskan potensi yang dimiliki Kota Samarinda khususnya bidang pertanian beserta dengan jenis komoditas pertanian yang ada di Kota Samarinda.

program pengembangan dan program terpilih). Skenario rencana tindak dan rencana implementasi yang merupakan pengembangan lanjutan dari program Master Plan yaitu berupa program terpilih. volume. Di dalam program-program terpilih dari satuan program. ada program yang dapat langsung dilaksanakan (action) tanpa melalui tahapan profil investasi. skenario. sumber pembiayaan dan pengelolaannya) dalam setiap program berdasarkan sasaran. misalnya program peningkatan sumberdaya manusia melalui sistem pelatihan. Dalam hal ini. misalnya adanya aspek pembiayaan dan mekanisme insentif dan disinsentif.1 Pendekatan Skenario Master Plan Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri disusun melalui penyusunan program-program secara terarah dan benar ke dalam tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilalui (identifikasi. waktu.BAB 2 PENDEKATAN & METODOLOGI 2. Setiap program dilengkapi dengan pola-pola pengembangan pelaksanaan yang mengacu dan memperhatikan seberapa besar dukungan yang ada untuk mengetahui kemudahan-kemudahan maupun kendala-kendala pengembangan usaha di suatu kawasan pengembangan. Profil investasi dalam hal ini adalah suatu tahapan program yang masih perlu diperkenalkan kepada para pengusaha/investor melalui kegiatan promosi yang dapat diadakan oleh Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 5 . program-program yang dimaksud adalah program-program yang memiliki kriteria tertentu yang telah ditetapkan. selanjutnya disusun secara sistematis untuk memahami muatan-muatan apa saja yang dapat dijabarkan/diimplementasikan (dalam satuan. Kepentingan tersebut diatas dimaksudkan untuk memberikan informasi awal bagi masyarakat dan investor. biaya. Setiap tahapan program/ kegiatan harus dapat mencerminkan alur proses input-output yang dapat dikendalikan dari acuan dan atau parameter kinerja sehingga program yang dikembangkan sebagai program terpilih mengikuti kerangka pemikiran Master Plan.

demikian juga pasar global b. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi dan belum adanya transportasi darat yang memadai 3. Ketersediaan sumberdaya alam wilayah yang unggul d. Sarana/prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap pengembangan agrokompleks e. regional dan nasional) sangat terbuka. pola kemitraan dan partsispasi masyarakat lokal Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 6 . Sifat unggul agrokompleks hortikultura untuk pasar regional dan nasional c. Kelemahan a. Ancaman a. Kebutuhan pengembangan keterkaitan antar cluster agribisnis dalam kelembagaan d. Kebutuhan pemberdayaan sistem kelembagaan agrokompleks e. Pembangunan prasarana jalan dan jaringan transportasinya 4.1 Kelayakan Pertanian Berkebudayaan Industri (Agropolitan) 1. Kesenjangan hasil-hasil LITBANG ke aplikasi komersial b. Diversifikasi produk-produk agroindustri sangat potensial c. Kekuatan a. Produk hilir masih terbatas pada olahan sederhana e. Potensi pasar yang sangat besar 2. Belum terbentuknya keterkaitan kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) produksi-industri dan distribusi agrokompleks d.1. Ketersediaan bahan baku potensial yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi sumberdaya alam dan agroekologi b. Pasar domestik (lokal. Industri pengolahan agroindustri bertindak juga sebagai ‖lembaga pemasaran‖ c. Peluang a. Hambatan-hambatan sistem industri agrokompleks. Persaingan dalam penggunaan SDM yang masih terbatas d. 2. Hambatan-hambatan sistem distribusi komoditi domestik dan ekspor b. Persaingan dengan produk-produk hortikultura negara lain c.Sekretariat Sentra Produksi untuk disosialisasikan kepada segenap lapisan masyarakat.

Memandang agribisnis sebagai suatu sistem maka kegiatan produksi pertanian yang dilakukan oleh petani. yaitu: (a) aksesibilitas terhadap lahan dan irigasi. model perencanaan. dan wilayah kebijakannya. Secara umum dalam pengembangan wilayah. (b) devolusi otoritas administratif dan politis ke tingkat lokal. hubungan desa-kota.2. menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan agropolitan adalah bagaimana kita mengintegrasikan local capacity building dan partisipasi masyarakat kedalam suatu program untuk mempercepat mutually benefits bagi kawasan perdesaan dan perkotaan dalam kerangka pembangunan nasional. Terdapat tiga isu strategis dalam pengembangan agropolitan. proses produksi pertanian. serta (c) perubahan kebijakan pembangunan nasional yang mendukung terciptanya diversifikasi produk pertanian. Konsep agropolitan mengindikasikan bahwa pengembangan perdesaan dapat dilakukan dengan baik melalui keterkaitan perdesaan dengan perkotaan pada tingkat lokal. pengolahan dan pemasaran komoditi pertanian dan jasa-jasa penunjang lainnya yang terkait. Agribisnis meliputi seluruh kegiatan yang termasuk dalam manufaktur dan distribusi input produksi. serta kegiatan industri pengolahan dan pemasaran yang dilakukan oleh petani di satu sisi.2 Konsep Pengembangan Kawasan Agropolitan Agropolitan merupakan salah satu kerangka perencanaan wilayah yang secara eksplisit menyebutkan perlunya keterpaduan pengembangan antara wilayah perkotaan dengan perdesaan. Jika dibandingkan dengan teori pengembangan pusat pertumbuhan ( Growth Pole) terdapat sejumlah perbedaan baik dilihat dari sektor dasar. sistem kekotaan. Dengan demikian agribisnis meliputi sektor pertanian dan industri. dan kegiatan industri pengolahan dan Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 7 . Friedman (1992).1. konsep pengembangan kawasan agropolitan merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah yang lebih mendasarkan kepada keterkaitan/jaringan di daerah desa (Regional Network).

sehingga diperlukan sinkronisasi kedua pelaku ekonomi tersebut untuk membangun agribisnis yang tangguh dan berdaya saing. pengelolaan sumberdaya dan jenis produk yang dihasilkan perlu dilakukan. yakni input. sehingga dapat ditentukan besaran komoditas yang akan dikembangkan. peternakan yang telah ditetapkan sebagai sektor unggulan. proses dan output. khususnya dalam upaya untuk mencapai efisiensi. Sektor unggulan ini selanjutnya dikembangkan sebagai sektor penggerak utama dalam KIPMAKO. kegiatan ini merupakan upaya untuk mengisi dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang yang mengacu pada rencana tersebut. temasuk Agrowisata. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemberdayaan tata ruang dan sumberdaya Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 8 . Propinsi Kalimantan Timur lebih difokuskan kepada kegiatan dan komoditas pertanian dan sub sektornya yaitu perkebunan. 2. serta sekaligus mengoptimalkan pemerataan pembangunan ekonomi wilayah. dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Keberadaan KIPMAKO ini menjadi penting sebagai acuan lokasi investasi bagi pemerintah dan swasta. Dengan demikian kajian yang berkaitan penyediaan input di dalam KIPMAKO. efektifitas dan nilai tambah.2 Rencana Strategis Pendekatan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) memandang kawasan sebagai suatu sistem produksi.pemasaran yang dilakukan oleh pengusaha di sisi lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Kawasan sentra produksi di Kota Samarinda. Dari sudut pandang ini KIPMAKO harus mempertimbangkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses produksi bidang pertanian tanaman pangan dan perikanan. sekaligus secara interaktif memberikan umpan balik bagi penyempurnaan rencana itu sendiri. Sedangkan dari sisi output. Dalam kaitannya dengan rencana ruang yang ada. Mengenali permasalahan yang dihadapi dalam rangka pengembangan komoditas tersebut.

Pertama.2 Kegiatan Pengembangan Agropolitan Penentuan Kawasan Sentra Produksi dikembangkan dari pengertian fungsi pertanian dalam arti luas. peternakan dan perkebunan berikut sarana dan prasarana penunjang yang terdapat di setiap wilayah kecamatan. antara lain dimaksudkan untuk memantapkan kondisi eksisting dan potensi pengembangan komoditas yang berada pada wilayah tersebut.2.2. 2. 2. dianalisis menurut kriteria-kriteria berdasarkan tingkat kebutuhan dalam pembuatan master plan pengmbangan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO).wilayah yang ada dan dapat mempermudah perumusan dukungan pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pertanian dalam arti luas. maka program sektor prioritas pengembangan utama KIPMAKO melalui pengisian ruang kawasan terbangun tersebut dapat disajikan secara terintegrasi dan menyeluruh. perikanan. sehingga diperlukan adanya skala prioritas. pemilihan KSPP prioritas ditujukan untuk memudahkan pengarahan pemanfaatan ruang yang bergulir/ bertahap. pengisian ruang sejalan dengan kemampuan pembangunan yang terbatas. baik dari hasil suvei instansional maupun survei lapangan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 9 . Dengan skenario tersebut. Hasil kajian data eksisting. Kedua. Skenario pengembangan KSPP terpilih ditempuh melalui skala pengembangan kawasan.1 Kegiatan Pembangunan Sistem Informasi Potensi Wilayah Survei lapangan dilakukan Kota Samarinda yang secara administratif berada di Wilayah Propinsi Kalimantan Timur. terarah guna mengantisipasi kemampuan pembangunan yang terbatas. Semua wilayah kecamatan memiliki potensi yang sama untuk diseleksi berdasarkan potensi tanaman pertanian.

baik yang bersifat spasial. Sumberdaya Alam. Menyusun rencana penanganan kawasan agropolitan yang terfokus pada peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat setempat. Faktor penghambat perkembangan masyarakat/ kawasan. Manusia dan Buatan dalam kawasan agropolitan yang berpotensi untuk dikembangkan. b. Untuk itu perlu disusun strategi penanganannya dengan melibatkan stakeholders. c. dalam kerangka meningkatkan kualitas kajian dan analisis perencanaan untuk penanganan program kawasan agropolitan. e. Persiapan Identifikasi kawasan Agropolitan yang mendasarkan pada kebutuhan masyarakat setempat. Koordinasi. Lokasi kawasan agropolitan yang disertai peta lokasi. c. tokoh masyarakat. 2. yang diprioritaskan penanganannya. dan sebagainya) yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas atau tingkat sosial ekonomi masyarakat kawasan agropolitan. meliputi : a. listrik dan air bersih berteknologi sederhana. d. Menyusun rencana pengembangan kawasan agropolitan yang terfokus pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat setempat. b. transportasi darat/air. Pelaksanaan a. c. Perencanaan Penyusunan rencana pengembangan kawasan agropolitan dengan melibatkan tenaga profesional dan tenaga pendamping masyarakat di kawasan agropolitan (LSM. organisasi kepemudaan).a. Menyusun rencana penyediaan prasarana dan sarana (perhubungan. b. Kebutuhan dan kapasitas sosial ekonomi masyarakat.3 METODOLOGI 10 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri . digital dan analog. numerik. konsolidasi dan integrasi database kawasan agropolitan yang meliputi berbagai data dasar dan data penunjang.

dan sektor lain yang menunjang perkembangan dari sentra komoditas tersebut. (5). dimana wilayah terebut dilengkapi dengan sarana–prasarana yang dibutuhkan.1 Batasan istilah (1). tenagakerja.3.2. Komoditas Andalan Komoditas andalan adalah sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan /dikembangkan di suatu wilayah kabupaten berdasarkan analisis kesesuaian agroekologi (tanah dan iklim) (3). (4). sarana / prasarana) dan peningkatan penda patan petani melalui peningkatan produksi maupun keterpaduan pengusahaannya akan meningkatkan efisiensi/saling memanfaat kan.2 Jenis dan Sumber Data Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 11 . Komoditas Penunjuang Komoditas penunjang ialah komoditas-komoditas lain yang dapat dipadukan pengusahaannya dengan komoditas pokok (unggulan) yang dikembangkan di suatu lokasi/sentra komoditas unggulan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya (lahan. (2). kelembagaan. pengolahan dan pema saran). Agribisnis Agribisnis merupakan suatu kegiatan penanganan komoditas secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir (pengadaan dan penyaluran agroinput. Sentra Pengembangan Sentra Pengembangan adalah suatu hamparan komoditas bersekala ekonomi di suatu wilayah agroekosistem. proses produksi. pengolahan/ pemasaran. Komoditas Unggulan Komoditas unggulan adalah salah satu komoditas andalan yang paling menguntungkan untuk diusahakan/dikembangkan di suatu wi-layah yang mempunyai prospek pasar dan peningkatan pendapatan/kesejahteraan petani dan keluarga serta mempunyai potensi sumberdaya lahan yang cukup besar. 2.3.

baik yang berasal dari data RUTR Kabupaten yang telah dikumpulkan instansi pemerintah daerah setempat maupun yang berasal dari studi-studi lain b. Peta Kesesuaian Lahan (kalau sudah ada). 2.3. sebagai bahan Pengumpulan data dilakukan dengan cara: a. Menggunakan data sekunder.Data dan informasi yang dikumpulkan diarahkan untuk dapat memberikan gambaran tentang tata ruang wilayah Kota serta peruntukannya untuk pertanian. serta analisis sektor potensi sektoral dalam pengembangan Agropolitan. Dari peta kesesuaian lahan yang dihasilkan oleh kesesuaian lahan etersebut untuk dapat pengembangan RePPProT dan PPTA dapat diidentifikasikan pengembangan komoditas pertanian.3 Metode Analisis Dalam penyusunan Masterplan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) di Kota Samarinda. Analisis Ekonomi Wilayah (analisis basis ekonomi) 3. Peta Status lahan/penggunaan lahan dari BPN e.Analisis kesesuaian lahan . Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 12 . Peta sistem lahan dari hasil Studi RePPProT c.Analisis mekanisme pasar 4. 5. d. Mengumpulkan data langsung di wilayah melalui instansi/lembaga di kabupaten atau pengamatan langsung di lapangan. Analisis Pembiayaan Pembangunan terkait dengan pengembangan KIPMAKO. Analisis Sektor Pertanian dan Ekonomi Pertanian . Identifikasi komoditas yang diusahakan pada kawasan pertanian tersebut juga penting pertimbangan untuk penyusunan rencana pengembangan. Analisis Tata Ruang Kawasan 2.Analisis iklim. metode analisis yang dipakai antara lain : 1. Analisis SWOT. hidrologi dan kemampuan lahan .

2. investigasi. Identifikasi dan Pengumpulan Data Agar studi ini disusun dengan dukungan data yang akurat. Studi Pustaka. sesuai dengan lingkup pekerjaan yang diminta dalam Kerangka Acuan Kerja (TOR). 2. para pejabat pemerintah setempat. Rencana survei akan dibahas bersama dan disetujui oleh Direksi pekerjaan. dan formulir-formulir survei untuk setiap jenis survei dan daftar pertanyaan untuk melaksanakan wawancara dengan penduduk yang tinggal di areal tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi pertanian kota Samarinda dan permasalahan yang dihadapi saat ini serta analisa awal penyebab permasalahan yang ada. data-data maupun laporanlaporan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. dan kondisi lapangan. durasi waktu pelaksanaan.3. perencanaan. diperlukan survai. Hasil studi ini akan dijadikan sebagai acuan untuk studi.5 Survai Pendahuluan Survai pendahuluan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi lapangan yang sesungguhnya. rencana-rencana dan laporan-laporan hasil studi terdahulu yang di anggap berhubungan dengan studi pertanian berkebudayan industri serta menentukan kebutuhan-kebutuhan bagi peningkatan dan penyempurnaan prasarana persampahan dan prasarana lain yang sudah ada. Survai lapangan dimaksudkan untuk melihat kondisi dan identifikasi kondisi pertanian kota yang ada. berupa studi kepustakaan terhadap semua peraturan yang terkait dengan pembangunan sektor pertanian. dan nara sumber lainnya yang menyangkut areal tersebut.3. identifikasi dan pengumpulan data sekunder.2. laporan-laporan yang berhubungan dengan survai.3. 2. Rencana kerja tersebut meliputi tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan lingkup pekerjaan.6 Penyusunan Rencana Kerja Berdasarkan studi pustaka dan data yang tersedia dan data-data hasil survai pendahuluan dan pengumpulan data sekunder akan disusun rencana kerja lebih rinci. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 13 .4 Studi Pustaka Konsultan mengumpulkan hasil studi. investigasi dan potensi pertanian di Kota Samarinda atau kota-kota lain yang pernah dilakukan. Dalam rencana survei akan ditentukan jenis data yang akan dikumpulkan.3. Investigasi.7 Pekerjaan Survai.

Perubahan paradigma pembangunan nasional bergulir dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Rl Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Perlu dikenali adanya karakteristik khusus yang harus dilindungi. Konsep Umum Pembangunan Kota Samarinda Program pembangunan daerah disusun selaras dengan pembangunan nasional yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata secara materiil maupun spirituil. Program Pembangunan Kota Samarinda memiliki sasaran pembangunan ekonomi yang seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan didukung oleh bidang lain yang terkait. biasa disebut sebagai prograrn pembangunan otonomi daerah (OTDA). sehingga perlu dijaga dan dikelola adanya karakter khusus sumberdaya daerah yang menjadi penopang perekonomian secara berkesinambungan dalam jangka panjang. Pembangunan daerah diarahkan untuk mampu menggali potensi sumber daya lokal melalui upaya industrialisasi dengan manajemen profesional dan mandiri. khususnya di bidang pembangunan ekonomi.BAB 3 KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI PERTANIAN DI KOTA SAMARINDA 3. jangan sampai upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dengan mengeksploitasi habis sumber daya daerah. Perubahan kebijakan pembangunan nasional memasuki paradigma baru dengan menguatnya peranan daerah tentang desentralisasi kewenangan yang menggantikan kebijakan sentralistik di masa lalu. Karakter khusus daerah dapat Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 14 . Dalam pendekatan ini Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk mengembangkan pembangunan perekonomian secara irtensif.1. Namun pelaksanaan otonomi daerah Kota Samarinda harus dilaksanakan dengan berhati-hati dan cermat.

teknologi produksi maupun akses pemasaran. masyarakat Kota Samarinda dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tekno1:igi (iPTEK) sebagai potensi untuk mewujudkan kesejahteraan Iahir batin yang selaras. kelurahan. Dengan tujuan pembangunan adalah: Meningkatkan kemandirian sumberdaya manusia. sumber daya manusia. Meletakkan landasan pembangunan yang mantap untuk tahapan pembangunan berikutnya dengan paradigma baru Indonesia masa depan dalam mewujudkan citacita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peningkatan investasi dan peran swasta yang mendorong penguatan ekonomi rakyat dengan penyiapan unsur penunjang berupa informasi-informasi dari pemerintah daerah mengenai proyek pembangunan yang berskala besar serta penyederhanaan prosedur administrasi. berkualitas dan sejahtera. program pembangunan kota diarahkan sebagai Kota Jasa. Peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor yang berasal dari sumber daya alam (SDA) yang selama ini memberikan kontibusi yang cukup besar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) namun belum dinikmati secara proporsional oleh Kota Samarinda. Perdagangan dan Permukiman yang berwawasan lingkungan guna mencapai masyarakat yang bertaqwa. merata adil dan makmur. Berdasar Program Pembangunan Daerah (Propeda) dan Rencana Strategis (Renstra) Kota Samarinda periode 2006 — 2010. antar sektor yang sejalan dengan peningkatan efektivitas penataan ruang serta pengendalian pemanfaatan ruang wilayah.berupa potensi sumber daya alam. Sasaran pembangunan ekonomi bertumpu pada Sektor Perdagangan dan Sektor Industri Pengolahan sebagai dua sektor yang memiliki kontribusi dominan terhadap perekonomian Kota Samarinda Kebijakan dan Program Pembangunan Sektor Industri dan Perdagangan tahun 2006-2010 antara lain meliputi : Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 15 . Sasaran pembangunan Kota Samarinda bertumpu pada bidang Pengembangan Wilayah yang seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang didukung pula oleh pembangunan di bidang sosial budaya dan pembangunan ekonomi. industri. Menselaraskan Iaju pertumbuhan Kota antar wilayah kecamatan.

Tujuan dan Sasaran Peningkatan peran usaha industri dan perdagangan menengah dan kecil serta rumah tangga (UKM/RT) dalam menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan. dan pemasaran sehingga perkembangannya relatif rendah. sumber daya manusia. Terbatasnya struktur komoditas ekspor (non migas) dan negara tujuan ekspor. manajemen. menengah dan kecil serta koperasi belum sebagaimana yang diharapkan untuk menumbuhkembangkan ekonomi rakyat. permodalan. Kurang terserapnya tenaga-tenaga kerja lokal karena spesifikasi keahlian yang dipedukan tidak sesuai. barang penting dan barang strategis lainnya. manajemen. Terbatasnya infrastruktur pada daerah sentra produksi. Kerjasama kemitraan antara usaha besar. Meningkatkan kesempatan usaha industri yang berbasis bahan baku Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 16 . permodalan. Pengembangan industri berorientasi ekspor. sumber daya manusia. teknologi. Pengembangan infrastruktur pada daerah sentra produksi. Penguatan struktur industri dan pemanfaatan hasil pertanian melalui pembangunan agro industri dan agrobisnis.Permasalahan yang dihadapi : Pengelolaan usaha/industri dan perdagangan pada umumnya belum ditangani secara profesional. Kondisi usaha menengah kecil pada umumnya lemah dalam aspek produktivitas. dan pemasaran. Peningkatan profesionalisme usaha industri dan perdagangan dalam aspek produktivitas. Ketergantungan pasokan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pokok. teknologi. Mendorong perkembangan usaha industri. Kebijakan Pembangunan Peningkatan industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan dan lestari. terutama industri dan perdagangan menengah kecil (termasuk usaha rumah tangga). Terjaminnya distribusi dan kebutuhan pokok masyarakat.

Program Pembangunan Peningkatan industri kecil.1. Pengembangan kawasan industri. Meningkatnya Pertumbuhan Penduduk dan Konversi Lahan Banyak daerah di Indonesia yang saat ini sedang mengalami masa transformasi ekonomi dan demografi yang mengarah kepada kehidupan perkotaan. Peningkatan derajat lingkungan industri.2. diperkirakan ada sekitar 60% jumlah penduduk di Indonesia yang tinggal yang di kawasan bagi perkotaan. kegiatan ekonomi pada akhirnya menjadi pull factor yang meningkatkan jumlah penduduk perkotaan.Bahkan tidak jarang kawasan perkotaan menjadi lokasi bagi kawasan industri khususnya industri manufaktur. perdagangan eceran. pendidikan. Sepuluh tahun mendatang. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda 3. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang cukup tinggi di dunia. dan merubah tata ruang wilayah sejalan dengan pertumbuhan sektor industri berbasis pertanian. Konsep Penataan Ruang Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota A. Dasar Pertimbangan Saat ini telah berlangsung perubahan pada sektor sosial dan ekonomi yang berpengaruh terhadap pola penataan ruang secara umum di Indonesia. Kawasan perkotaan menjadi pusat jasa.Kawasan perkotaan memberikan sumbangan berarti pertumbuhan ekonomi dan sosial. Peningkatan kemampuan penguasaan ilmu pengetanuan dan teknologi (IPTEK). Perubahan ini tentu akan membawa dampak pada berbagai sektor pengembangan. Namun demikian.2. bisnis modem. kesenian dan kebudayaan serta kegiatan-kegiatan yang sarat dengan inovasi teknologi. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 17 . Peningkatan SDM di bidang industri. Peningkatan infrastruktur bidang industri. Peningkatan parasarana dan sarana di kawasan industri. menengah dan skala besar melalui pola kemitraan. manufaktur dan jasa. 3. pelayanan kesehatan. Semua ini tentunya meningkatkan aspek ekonomi di kawasan perkotaan yang bersangkutan.

Sejalan dengan perubahan kehidupan yang mengarah kepada kehidupan perkotaan. Kecenderungan kegiatan footloose dapat terjadi dimana saja yang mendorong proses desentralisasi kegiatan perkotaan. Kecenderungan saat ini adalah berubahnya daerah perdesaan yang semula merupakan daerah pertanian berubah menjadi lahan untuk kegiatan-kegiatan industri dan perumahan. daerah perdesaan juga memiliki kecenderungan berubah.Meningkatnya penduduk perkotaan dibarengi dengan tuntutan yang lebih besar akan sarana dan prasarana perkotaan. Globalisasi Konteks perkembangan Indonesia dipengaruhi oleh perubahan lingkungan pada saat sekarang. Penduduk perdesaan merupakan passer bagi produk yang dihasilkan kawasan perkotaan dan menyediakan input bagi sektor produksi dan konsumsi perkotaan. Kebutuhan lahan permukiman dan sarana pendukungnya termasuk pelayanan dasar dan prasarana kota yang berkualitas.Kemajuan teknologi akan berdampak pada penataan ruang karena tersebamya kegiatan-kegiatan perkotaan yang didukung oleh teknologi komunikasi dan transportasi. Disisi lain. Hal ini membawa dampak semakin besamya arus perdagangan dan investasi masuk ke negara dan ke daerah. Sedangkan daerah perkotaan merupakan sumber barang jasa untuk kepentingan produksi daerah perdesaan sekaligus menjadi sumber inovasi dan teknologi yang meningkatkan produktivitas perdesaan. Daerah perkotaan cenderung berkembang dan berubah seiring dengan tuntutan masyarakatnya. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 18 .Berkaitan dengan globalisasi. maka pembangunan kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan diusahakan untuk saling menguntungkan dan memperkuat peranan masing-masing. terdapat fenomena perdagangan bebas yang sekarang merambah ke banyak negara. berikut sarana transportasi seringkali mengakibatkan gejala urban sprawl dengan mengkonversi lahan disekitar kawasan perkotaan menjadi lahan pendukung masyarakat perkotaan. demikian juga perjanjian perdagangan dalam kerangka APEC (2020)ataupun WTO (2005). Sebuah perubahan yang dipacu oleh perkembangan teknologi terutama di bidang informasi. Skema perdagangan bebas ASEAN (AFTA) dimulai tahun 2003. Kegiatan ekonomi kedua kawasan tersebut harus saiing mendukung.Melihat kecenderungan tersebut. Dunia mengalami proses perubahan menuju globalisasi. komunikasi dan transportasi. jumlah masyarakat di perdesaaan yang bekerja di sektor pertanian memiliki kecenderungan berkurang.

Hal ini membawa dampak positif dan negatif. terutama dalam meningkatkan kualitas ruang yang dikuasainya untuk sebesar-besamya kemakmuran rakyat. peranan sektor swasta dalam pembangunan terus meningkat. Hal ini terutama terjadi di wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan dan pendapatan yang tinggi. Dalam ranaka desentralisasi. Hanya saja seringkali kalangan swasta kurang responsif terhadap pertumbuhan golongan masyarakat yang lemah secara ekonomi. Sedangkan dampak negatifnya adalah kecenderungan eksklusifisme. kecenderungan mementingkan daerah sendiri daripada mempertimbangkan kerjasama dengan daerah lain. air bersih. Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan Secara umum pembangunan harus menyesuaiakan diri terhadap kondisi sosiai budaya. Tuntutan model pembangunan ini dapat memberi manfaat yang lebih maksimal terhadap siklus alamiah dan Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 19 . Daerah mempunyai kewenangan yang semakin besar pada saat sekarang dan masa mendatang. Hal ini sejalan dengan makin tingginya kesadaran masyarakat. jaringan telekomunikasi. Dengan demikian akan semakin tanggap dan kritis terhadap segala hal yang menyarig-kut kehidupannya. ekonomi dan terhadap ekologis setempat. Banyak kegiatan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah digantikan peranannya oleh sektor swasta seperti pada pembangunan di bidang prasarana jalan tol.Dominasi Swasta Dalam Pembangunan Daerah Akhir-akhir ini. bandar udara. sangatlah penting untuk mengefektifkan peranan pemerintan daerah bagi kepentingan daerah dan masyarakatnya. Salah satu dampak positifnya adalah dengan meluasnya keleluasaan pengambilan keputusan dan partisipasi masyarakat untuk model pembangunan dari bawah. pelabuhan. rumah sakit dan sekolah. Partisipasi Masyarakat Peran serta masyarakat dalam pembangunan memiliki kecendeningan untuk semakin meningkat. Desentralisasi Sejalan dengan proses desentralisasi di dalam era otonomi daerah maka pemerintah daerah dituntut untuk memanfaatkan potensi daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Dampak yang mempengaruhi terhadap penataan ruang Kota Samarinda adalah sebagai berikut : Ekonomi. Adapun model pembangunan yang direncanakan harus memasukkan dimensi lingkungan secara terpadu dan menyeluruh. Perkembangan cenderung terjadi di kawasan perkotaan daripada wilayah perdesaan. Apabila tidak dikelola dengan instrument kebijakan yang tepat. Jika ini terjadi. Perubahan lingkungan sebagaimana dijelaskan di atas berdampak kepada pola penataan ruang. Salah satu jalan yang paling mungkin dan mudah adalah eksploitasi sumberdaya alam sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi. Pemanfaatan sumberdaya alam akan meningkat karena daerah dituntut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Keruangan. Eksploitasi sumberdaya alam. Perdagangan pasar bebas membutuhkan kesiapan seluruh elemen stakeholder. sosial dan lingkungan. Untuk itu tujuan dari proses ini adalah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dengan mensyaratkan adanya integrasi antara pembangunan ekonomi. dipicu oleh sektor swasta maupun pemerintah. Dalam jangka pendek boleh jadi Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 20 .mampu meminimalisasi hambatan alam serta meningkatkan kemampuan ekosistem dalam pembangunan sebagai bagian yang tidak terpisahkan B. Sosial. akan menarik investasi yang lebih besar ke dalam wilayah daerah. Hal ini menambah kecenderungan pemusatan perkembangan pada wilayah¬wilayah yang selama ini sudah berkembang. baik di level pengusaha maupun di level pemerintahan. Kesempatan bisa hanya diperoieh oleh pihak-pihak yang mempunyai akses kepada informasi (knowledge-based). masyarakat pada lapisan bawah semakin menderita. Otonomi daerah membawa dampak meningkatnya kapasitas keruangan daerah yang apabila peningkatan kapasitas ini diimplementasikan ke dalam investasi sektor public. Menyongsong Pasar Bebas Pasar bebas merupakan salah satu kegiatan perdagangan masa depan yang tidak dapat kita pandang sebelah mata. Berkembangnya sistem pekonomian secara lebih baik. kesempatan otonomi daerah ini justru akan rneningkatkan kesenjangan sosial yang sudah ada.

Partisipasi dari pelaku pernbangunan lain.2. Meningkatkan pemberdayaan institusi/kelembagaan yang ada dan terkait dengan penataan ruang wilayah Kota Samarinda. masyarakat. Tujuan Penataan Ruang Tujuan yang diharapkan dari Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda adalah: Menyempurnakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kegiatan sosial ekonomi di wilayah Kota Samarinda. Kelembagaan. kesehatan pendidikan yang jangkauan pelayanannya diharapkan mampu menempuh sejauh mungkin di luar batas wilayah administrasi Kota Samarinda. • Meningkatkan pembinaan teknis kepada Pemerintah Kota Samarinda dalam penataan ruang wilayah. Namun pencapaiannya diperkirakan dapat Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 21 . Kota Industri. Pemerintah tidak lagi berperan sangat kuat dalam pembangunan. akan menjadikan Kota Samarinda sebagai : Kota Jasa. dan organisasi non pemerintah (NG0). Perubahan lingkungan strategis ini mengubah kelembagaan masyarakat dan pembangunan. rekreasi dan olah raga. pembangunan Kota dititikberatkan pada bidang transportasi dan perhotelan.2. swasta. khususnya dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda. kelompok masyarakat. Menyamakan pola pikir dan persepsi atau cara pandang mengenai substansi dan tata cara penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda. khususnya dari aspek pembiayaan.bermanfaat tetapi dalam jangka panjang berakibat kepada menurunnya kemampuan alam dalam mendukung pembangunan di masa depan. Sejalan dengan Misi Kota Samarinda maka dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda. Partisipasi dan kontrol masyarakat semakin besar. Samarinda diharapkan mampu menangkap peluang investasi baik dalam maupun luar negeri. akan semakin penting dalam rangka menciptakan good govemance 3. tetapi juga sebagian kawasan timur Indonesia. tidak hanya dalam batas lingkup Kalimantan Timur dan Kalimantan. restoran.

Konsep Pengembangan Pertumbuhan dan perkembangan wilayah Kota Samarinda dalam masa 10 tahun mendatang akan diwarnai oleh perkembangan di bidang ilmu pengetahuan teknologi serta seni. Kota Samarinda diharapkan mampu berperan sebagai pusat perdagangan yang akan didukung oleh dibangunnya bandar udara. serta tuntutan pemanfaatan sumberdaya alam yang semakin efektif dan efisien. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 22 . dermaga. Selama ini industri utama yang ada di samarinda adalah kayu lapis. Situasi global yang serba kompleks dan kompetitif akan terbentuk bersamaan dengan makin sensitifnya kondisi lokal dan lingkungan alam. pelabuhan ekspor dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu 5 tahun Kota Samarinda akan mampu membangun pemukiman yang berwawasan lingkungan A.terealisai dalam jangka panjang. Kota Samarinda tidak hanya harus lebih baik. sosial. liberalisasi ekonomi dan perdagangan global. Kota Permukiman. pembangunan perumahan Kota Samarinda memiliki potensi yang strategis. tapi juga harus mampu menciptakan kondisi yang saling terkait dan saling menguntungkan dengan wilayah lainnya. plywood. karena banyak factor pendukung yang diperlukan untuk berkembangnya sector industri lebih-lebih industri yang bersifat manufacturing seperti tersedianya bahan baku. sawn timber. tuntutan pembangunan dan demokratisasi di segala bidang. Supaya mampu berkompetisi. partied board. pendekatan pembangunan yang dilaksanakan berupa pembangunan yang berkelanjutan serta berkesinambungan baik dari sisi ekonomi. akses pemasaran ke barbagai daerah di dalam dan luar negeri . maupun ekologi yang pengelolaannya dilaksanakan secara antar/multi disiplin dengan prinsip multi decision-making process antar stakeholders yang akan tepat digunakan. Karena Kota Samarinda memiliki lahan yang cukup kondisinya cukup strategis untuk dikembangkan sesuai tata ruang kota. dan Trans Kalimantan. Oleh karena itu. tenaga kerja. serta industri menengah lainnya. budaya. mengingat letak geografis Kota sangat mendukung untuk dikembangkan menjadi kota pemukiman. pangsa pasar lokal. Kota Perdagangan. regional dan global.

maupun masyarakat sendiri secara perorangan. Bertitiktolak dari kondisi yang terbatas. Perdagangan dan Pemukiman yang berwawasan lingkungan guna mencapai masyarakat yang bertaqwa. Dengan fungsi dan perannnya yang demikian Pemerintah mempunyai keinginan yang banyak dalam pembangunan. pemerintah khususnya Pemerintah Kota Samarinda. dipilih model yang secara lingkungan bisa berkelanjutan. Pembangunan Kota Samarinda pada dasarnya dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. namun dengan segala keterbatasan yang dimiliki terutama keterbatasan dana dan aparat semua keinginan tersebut sulit untuk dicapai. Dalam pelaksanaan pembangunan masingmasing subjek tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang berbeda. sebuah pengembangan wilayah yang memadukan lingkungan hidup termasuk factor sumber dayanya sehingga dapat meningkatkan mutu hidup masyarakatnya di masa kini dan masa mendatang. mempunyai fungsi dan peranan pokok dalam pelaksanaan pembangunan sebagai : • Pengarah dan perencana pembangunan daerah • Dinamisator pembangunan • Katalisator pembangunan • Pelaksana pembangunan • Dan lain-lain. Pemerintah berusaha melaksanakan perannnya agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Konsep pengembangan wilayah yang dipilih ini mengarahkan perkembangan wilayah dengan menciptakan pusat-pusat aktivitas dan mampu memberikan nilai tambah bagi tercapainya hubungan antar ruang yang efisien dan efektif sehingga Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 23 . digunakannya konsep multiple nuclei. berkualitas dan sejahtera. sebagai konskuensi UU No. untuk itulah diperlukan strategi dalam pengembangan Kota Samarinda.Kota Samarinda dalam 10 tahun mendatang mempunyai visi “Terwujudnya Kota Samarinda sebagai Kota Jasa. Untuk mengakomodasi prinsip berkelanjutan tersebut. baik itu yang berada dalam lembaga pemerintah. Industri. swasta. Dalam pengembangan wilayah Kota Samarinda.

Keunggulan spesifik ini juga harus bersifat fleksibel. sehingga masing-masing wilayah tidak bergantung kepada satu sektor unggulan saja tetapi juga kepada beberapa sektor. tata ruang eksisting. wilayah yang paling berkembang tersebut adalah kawasan pusat kota). Berkaitan dengan hai tersebut. Model ini digunakan terutama agar terjadi perkembangan wilayah yang lebih merata di wilayah Kota Samarinda. Ada beberapa keuntungan dalam pengembangan dengan model seperti ini antara lain : Dari sudut pandang keruangan. Beberapa pusat aktivitas baru dikembangkan sebagai "magnet" pada beberapa kawasan agar pertumbuhan wilayah tidak bertumpu pada satu lokasi saja. yaitu : Kegiatan berbasis pada pertanian Kegiatan berbasis pada industri Kegiatan berbasis pada permukiman Kegiaian berbasis pada jasa dan perdagangan Kegiatan berbasis pada pariwisata Kegiatan berbasis pada pertambangan Perlu diingat agar dalam pengembangan kawasan baru tersebut tetap dipertimbangkan beberapa faktor seperti kondisi dan daya dukung lahannya. Beberapa kegiatan yang bisa dijadikan dasar dalam pengembangan pusat aktivitas baru. Dari sudut pandang ekonomi. dalam mengembangkan wilayah-wilayah baru tetap didasarkan pada daya dukung fisik lahan. aksesibilitas dan profil demografi. pengembangan wilayah yang berbasis potensi lokal akan menciptakan keunggulan yang spesifik dibandingkan wilayah lain. yaitu ketimpangan antar wilayah. Oleh karena itu digunakan juga konsep semi cluster Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 24 .sedikit mungkin menimbulkan dampak negatif. Di dalam konsep ini. Dengan konsep ini diharapkan wilayah lain akan berkembang sesuai dengan potensinya dan pada akhirnya dapat menciptakan keterkaitan wilayah yang saling menguntungkan. Sektor-sektor yang dikembangkan tersebut disesuaikan pada potensi pasamya pada suatu saat tertentu. dialokasikan wilayah pengembangan baru. konsep tersebut memungkinkan untuk mengurangi pemusatan kegiatan pada satu wilayah sehingga mencegah timbulnya kondisi yang over populated pada wilayah tersebut (dalam kasus Kota Samarinda.

Berdasarkan pertimbangan ini. Kota Samarinda memiliki karakteristik unik dengan keberadaannya di tepi sungai Mahakam. perdagangan. Dalam hal estetika kota. Temidung dan pusat kota di daerah Samarinda Seberang yang akan dipusatkan di Kelurahan Baka dan Loa Janan Berkaitan dengan pengembangan wilayah baru. Selanjutnya. Dengan konsep ini diharapkan area sepanjang sisi sungai memiliki nilai estetika tinggi yang pada akhirnya akan mendukung keindahan "wajah" Kota Samarinda. pada dasamya perkembangan dibatasi untuk tidak mengkonversi lahan yang bisa menimbulkan pengaruh negatif pada kawasan bawahannya. Mix used area direncanakan khususnya di tengah pusat kota yang ada sekarang yaitu di daerah Pasar Pagi. tentunya akan meminimaiisasikan dampak yang terjadi dari perubahan sebuah bentang alam yang dominan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 25 . konsep ini juga diikuti dengan intensifikasi lahan dengan menggunakan pola mix used area. Sebagai kota jasa. industri. pengembangan daerah terbangun dibatasi untuk tidak mengkonversi lahan di Bagian Utara wilayah Kota Samarinda (bagian utara kecamatan Samarinda Utara) dan bagian Selatan wilayah Kota Samarinda (bagian selatan kecamatan Palaran) dan beberapa wilayah khusus (terutama pada daerah water natural stroge dan daerah geohazard). Dari sisi lingkungan. Mengingat kondisi tersebut.dimana bentang alam menjadi batasan akan wilayah-wilayah dikembangkan. pengembangan wilayah perkotaan memanfaatkan karakteristik alam yang khas di Kota Samarinda. Hal ini menuntut lahan permukiman berikut lahan dan fungsi pendukungnya. khususnya pada bagian-bagian yang dilintasi sungai menerapkan konsep Water Front City dengan menjadikan Sungai Mahakam dan sungai lainnya `muka' bagi pengembangan kawasan-kawasan yang dilaluinya. dan permukiman yang juga sekaligus menjadi ibukota propinsi. Khusus di wilayah Kota Samarinda. pengembangan Kota Samarinda. Kota Samarinda cenderung memiliki penduduk yang terus bertambah. Hal ini menjadikan Kota Samarinda memilki "uniqueness" berkaitan dengan nilai estetika dan identitas kota. Konsep intensifikasi dengan pembangunan vertikal di beberapa lokasi wilayah perkotaan memiliki nilai lahan tinggi. digunakan dua konsep pengembnagan kawasan perkotaan yaitu pengembangan secara intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

B. Kebijakan Bidang industri

Kebijakan bidang industri dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Samarinda meliputi : Relokasi kawasan industri. Menyediakan kawasan industri yang didukung oleh fasilitas iasa, perdagangan dan permukiman. Menyediakan kawasan industri yang didukung oleh pengelolaan utilitas kota.

C. Rencana Struktur Tata Ruang

Sebagian pusat-pusat permukiman dapat memberikan arahan pada pertumbuhan wilayah Kota Samarinda dan penyebaran penduduk secara nasional dan menunjang pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya. Pusat-pusat

permukiman yang akan berkembang di masa mendatang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kota Samarinda yang terbagi atas beberapa hirarki kota, yaitu: Pusat kegiatan utama wilayah Kota Samarinda, yang merupakan pusat kegiatan yang melayani seluruh wilayah Kota Samarinda. Pusat kegiatan sub wiiayah, yang melayani wilayah bagian Kota Samarinda.

Pola pengembangan wilayah Kota Samarinda dibentuk oleh struktur ruang yang telah ditetapkan dengan mengakomodasi kecenderungan, potensi, dan fasilitas yang dimiliki oleh setiap wilayah. Struktur ruang yang ditetapkan sebagai rencana diharapkan menjadi kerangka pengembangan keseluruhan wilayah secara seimbang sesuai potensi dan keterkaitan antar wilayah. Struktur wilayah ini dibentuk oleh pusat-pusat permukiman dan wilayah pelayanannya serta keterkaitan antar pusat permukiman dan antara pusat permukiman dengan wilayah pelayanannya. Secara keseluruhan Kota Samarinda dibagi menjadi beberapa daerah pengembangan yang didasarkan kepada batas administrasi. Wilayah pengembangan (WP) tersebut adalah WP Sungai Kujang, WP Samarinda Ulu, WP Samarinda Utara, WP Samarinda llir, WP Palaran dan WP Samarinda Seberang.

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri

26

Pusat kegiatan utama wilayah Kota Samarinda yang direncanakan berada di pusat kota khususnya wilayah Kelurahan Pasar Pagi, Karang Mumus dan Pelabuhan diarahkan untuk dikembangkan pada sektor jasa dan perdagangan. Pusat kegiatan utama yang lain sebagai penyeimbang direncanakan di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang yang diarahkan pada sektor jasa perdagangan dan pemerintahan di Kelurahan Baqa dan Mesjid. Sub pusat kegiatan diarahkan menyebar ke sekeliling pusat kegiatan utama tersebut. Beberapa sub pusat kegiatan direncanakan mendukung pengembangan kawasan permukiman baru di daerah keiurahan Karang Asam dan Sungai Kapih, juga di daerah Keluarahan Mesjid dan Baka Rapak Dalam. Sedangkan pusat kegiatan pada sektor industri diarahkan berada di Kelurahan Bukuan yang diikufi oieh kawasan permukiman.

Adapun pengelompokkan yang diatur di dalam perencanaan tata ruang Kota Samarinda ini adalah sebagai berikut : • Kawasan Jasa dan Perdagangan • Kawasan Industri • Kawasan Perkantoran Pemerintah • Kawasan Rekreasi dan Olahraga • Kawasan Permukiman • Kawasan Pendidikan • Bandara, Pelabuhan, dan Terminal • Kawasan Pertanian • TPU • TPA

D. Arah Pengembangan Kawasan Budidaya : Kawasan Industri

Kawasan industri yang direncanakan berada jauh dari pusat kota, yaitu di daerah Bukuan dan Handil Bhakti, Kecamatan Palaran. Kawasan industri ini bersebelahan dengan lokasi rencana Pelabuhan Barang dan Peti Kemas. Kawasan industri ini direncanakan meliputi daerah seluas 1.685.064 Ha. Selain itu sesuai penetapan visi pengembangan agrobisnis, maka dialokasikan juga kawasan industri yang mengolah hasil-hasil pertanian di daerah Kelurahan Bantuas, kecamatan Palaran. Kawasan industri pertanian ini direncanakan menempati areal seluas 624.4 Ha.
Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 27

Lokasi industri yang akan dikembangkan berdekatan dengan sumber bahan mentahnya atau kemudahan akses untuk mendapatkan sumber bahan mentah. Sehingga, untuk industri yang berbasis hasil hutan dan pertanian akan ditempatkan di kawasan pertanian atau kawasan hutan produksi, sementara untuk industri berbasis tambang, ditempatkan di kawasan perdagangan. Beberapa arahan yang dapat diterapkan : Industri yang potensial dikembangkan adalah industri yang berbasis pada pertanian dan manufaktur. 0leh karena itu, perlu penyiapan ketersediaan bahan baku yang disupply oleh sektor pertanian. Industri lain yang dikembangkan adalah industri yang berbasis pada potensi tambang serta mineral, baik industri hulu maupun industri hilir. Penyediaan iklim usaha yang kondusif, termasuk di dalamnya kemudahan proses perijinan dan transparan. Penyediaan infrastruktur yang memadai bagi proses pra produksi, masa produksi dan distribusi barang yang memadai, prasarana jalan sesuai dengan fungsi dan perannya, pelabuahn dan terminal pergantian antar moda yang menjamin proses mendapatkan input dan pemasaran produk. 3.3. Pembangunan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota

Pengembangan kawasan industri pertanian masyarakat kota tidak lepas dari rencana tata ruang wilayah terhadap lahan budidaya yang ditetapkan oleh Kota Samarinda. Berdasarkan pada RTRW Kota Samarinda, maka kawasan budidaya di bagi menjadi dua komponen utama yaitu kawasan budidaya pertanian dengan kawasan budidaya non pertanian. a. Kawasan Pertanian

Kawasan Budidaya Pertanian diklasifikasikan di wilayah Kota Samarinda menjadi lima yaitu : • Pertanian Tanaman Pangan Lahan Kering • Pertanian Tanaman Pangan Lahan Basah • Tanaman Tahunan • Kawasan Peternakan
Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 28

terutama pada areal sawah. Kawasan Petanian Lahan Basah Areal tanaman pangan lahan basah adalah areal pertanian yang memerlukan air terus menerus sepanjang tahun musiman atau bergilir dengan tanaman utama padi atau mina padi. hortikultura. dengan sistem pengolahan lahan kering. Kriteria yang digunakan : • Unit lahan yang mempunyai nilai kesesuaian lahan cukup sesuai sampai sesuai marginal • Unit lahan yang mempunyai kemiringan lahan 0-8 % atau 8-45 % yang telah dilakukan tindakan pencegahan erosi (teras) secara lengkap terutama untuk daerah penduduk padat. Pada lahan kering diutamakan untuk mengembangkan tanaman mengembangkan tanaman palawija dan holtikultura (sayuran dan buah-buahan). • Untuk tingkat kesesuaian lahan marginal atau bawah marginal dapat dibudidayakan hijauan makanan ternak. perkebunan dan peternakan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 29 . Kriteria yang digunakan adalah : • Unit lahan yang mempunyai nilai kesuaian lahan. sangat sesuai sampai dengan cukup sesuai.• Kawasan Perikanan Kriteria yang menjadi dasar pengembangan kawasan budidaya pertanian adalah sebagai berikut : Tanaman Lahan Kering Areal lahan kering adalah areal lahan pertanian yang keadaan dan sifatnya fisiknya sesuai bagi tanaman pangan. sedangkan pada lahan basah yang bukan merupakan sawah seyogyanya diarahkan bagi perkembangan air tawar. • • Unit lahan yang mempunyai kemiringan lahan 0-30 % Pada areal yang telah ada dan akan dibangun sarana irigasi dan atau sarana drainase.

perkebunan rakyat. • • • Unit lahan pada kemiringan lahan antara 0-40 % Mempertahankan sumber mata pencaharian masyarakat yang sudah ada. Kriteria yang digunakan : • Unit lahan yang mempunyai nilai kesesuaian lahan cukup sesuai sampai sesuai marginal. Jenis Palawija yang berkembang dan menjadi komoditi yang produksinya besar dan berpotensi adalah jenis jagung. Pada areal tanaman tahunan ini diutamakan tanaman buah-buahan. Bentang alam datar. sangat sesuai sampai dengan cukup sesuai.Tanaman Tahunan/Perkebunan Areal tanaman tahunan adalah areal pertanian dengan tanaman tahunan sebagai tanaman utama yang dikelola dengan masukan teknologi sederhana sampai tinggi dengan memperhatikan azas konservasi tanah dan air. lokasi yang sesuai untuk pengembangan perikanan ini adalah : • • Kemiringan 0-8%. dijadikan kawasan pertanian dengan terasering. Sebaran Lokasi Budidaya Pertanian Tersebar hampir di seluruh bagian Kota Samarinda. b. Pertanian Tanaman pangan lahan kering diarahkan untuk penanaman komoditi padi ladang dan palawija. untuk wilayah yang kelerengannya agak tinggi (dibawah 40%). • Unit lahan yang mempunyai kemiringan lahan 0-40 % Kawasan Perikanan Pengembangan perikanan di Kota Samarinda adalah perikanan air tawar dan air payau. terutama di wilayah yang datar. Kawasan Peternakan Areal kawasan peternakan memerlukan ketersediaan makanan dan air secukupnya. perkebunan besar. lokasi yang cocok memenuhi kriteria sebagai berikut : • Unit lahan yang mempunyai nilai kesuaian lahan. ketela rambat dan ketela Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 30 . Mempertahankan areal perkebunan yang memiliki hak guna usaha (HGU)/ Existing.

Sedangkan kelapa/kelapa sawit di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sempaja. Kecamatan Palaran (Kelurahan Handil Bakti. Kelurahan Sungai Siring). Kelurahan Lempake. Kelurahan Air Putih). Kecamatan Palaran (Kelurahan Bantuas). Kelurahan Sambutan). Kecamatan Palaran (Kelurahan Handil Bakti. Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Kecamatan Palaran (Kelurahan Bantuas). Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Makroman. Kecamatan Palaran (Kelurahan Handil Bakti. Kecamatan Sungai Kunjang (Kelurahan Loa Buah). Kelurahan Sungai Siring). Kelurahan Air Putih). Kelurahan Air Putih). Kelurahan Air Putih). Kelurahan Sempaja). Kelurahan Sungai Siring). Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Sayuran dapat dikembangkan di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sungai Siring. Palawija ini dapat dikembangkan di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sungai Siring. Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Sambutan). Kelurahan Bantuas). Kecamatan Palaran (Kelurahan Handil Bakti. Komoditi karet pengembangannya diarahkan di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sempaja. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 31 .pohon. Kelurahan Air Putih). Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Sambutan).Coklat di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sempaja. Kelurahan Bantuas). Pertanian tanaman pangan lahan basah yang berupa komoditi padi sawah diarahkan untuk dikembangkan di Kecamatan Palaran (Kelurahan Bantuas) dan Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Makroman). Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Kecamatan Palaran (Kelurahan Handil Bakti). Kelurahan Bantuas). Kelurahan Bantuas). Kelurahan Air Putih). Kelurahan Air Putih). Buah-buahan dapat dikembangkan di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sempaja. Kelurahan Sungai Siring). Kelurahan Sungai Siring). Kelurahan Sempaja). Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Kecamatan Samarinda Ulu (Kelurahan Air Hitam. Komoditi pertanian tanaman keras (tahunan/perkebunan) di Kota Samarinda berupa komoditi kopi di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sempaja.

sesuai dengan potensi lokasi. Pengembangan transit center di Kecamatan Palaran (Pelabuhan Palaran) sebagai pusat peternakan yang dilengkapi dengan ruang karantina. Kecamatan Palaran (Kelurahan Bantuas). pengembangan perikanan sesuai dengan potensinya dikembangkan di Kecamatan Palaranan (Kelurahan Bantuas. Samarinda Utara dan Kecamatan Palaran. Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Sambutan). rumah potong hewan. Kelurahan Pulau Atas. perumahan karyawan dan tempat pengembangan bibit unggul dengan laus areal 200 Ha. Kelurahan Bukuan). pasar hewan. Kelurahan Sungai Kapin. Kawasan Peternakan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 32 . laboratorium. kawasan peternakan. Kelurahan Rawa Makmur. Kelurahan Sindangsari. Kecamatan Samarinda Ulu dan Kecamatan Sungai Kunjang • • Ternak kecil dikembangkan tersebar di semua kecamatan Unggas dikembangkan tersebar di semua kecamatan. Ternak besar dikembangkan di Kecamatan. Kelurahan Simpang Pasir. Kelurahan Makroman). pengembangannya dilakukan dengan penyebaran sebagai berikut: Pengembangan sentra unggulan sapi potong di Kecamatan Samarinda Utara (Kelurahan Sungai Siring. Kecamatan Samarinda Ilir (Kelurahan Sambutan. diklat.Kawasan Perikanan. Kelurahan Handil Bhakti. Kelurahan Sempaja) dan Kecamatan Sungai Kunjang (Kelurahan Air Hitam dan kelurahan Air Putih).

36 persen. apabila dilihat dari penggunaan lahannya (Gambar 7. adapun sisanya adalah hutan rakyat ringan. lahan kering sementara tidak diusahakan sebesar 17. dan perkebunan rahyat sebesar 6. Dari penggunaan lahan tersebut.25 %. Gambar 4. penggunaan lahan untuk rumah dan pekarangan sebesar 32 persen. dan lainlain. Potensi Pertanian Kota Samarinda Kota Samarinda merupakan merupakan salah satu daerah yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dalam bidang pertanian. lahan tegal/ kebun/ ladang sebesar 12. Distribusi Penggunaan lahan di Kota Samarinda Dari luasan lahan sebesar 718 km2. terdapat porsi yang cukup tinggi yaitu Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 33 . hal ini menunjukkan bahwa potensi lahan yang ada untuk mengembangkan tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura sebagai komoditi unggulan dalam rangka pengembangan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) Samarinda masih terbuka lebar.98 persen.BAB 4 POTENSI KOTA SAMARINDA 4.1.1. Berdasarkan data BPS pada Tahun 2008 terlihat bahwa Kota Samarinda memiliki luas sebesar 718 km2. rawa.1) tampak bahwa 12 persen merupakan lahan sawah dan 55 persen merupakan lahan bukan sawah.

Ketiga kategiro penggunaan lahan tersebut dapat dikembangkan untuk budidaya tanaman industri. Ketiga komoditi (buah-buahan. dari lahan yang tersedia untuk produksi pertanian. Dari luasan tersebut didominasi oleh kebutuhan untuk komoditas padi baik sawah maupun padi ladang. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 34 . perkebunan dan tanaman hortikultura khususnya tanaman buah-buahan.59 persen lahan yang dapat dikembangkan dalam rangka pengembangan KIPMAKO.301 Ha. yaitu lahan kering sementara tidak diusahakan. dan tanaman obat-obatan) adalah komoditi potensial yang dapat dikembangan karena hasil dari komoditi tersebut. diantaranya adalah komoditi buah-buahan. baik produk pertama maupun turunannya memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikembangkan secara baik dan benar. sehingga tidak tergantung dengan daerah lain. Dari data BPS tahun 2008 yang didapatkan.36. Menurut BPS Tahun 2008. luas lahan untuk kedua komoditas ini sebesar 7. perkebunan. kemudian disusul oleh komoditi Ketela pohon dengan luas lahan sebesar 442 Ha dan yang paling kecil adalah luas lahan untuk komoditas kacang tanah yaitu hanya sebesar 19 Ha. Komoditas Tanaman Pangan Komoditas tanaman pangan merupakan salah satu komoditas yang memiliki luas lahan yang cukup besar. luas lahan untuk tanama pangan sebesar 8.385 Ha. menunjukkan bahwa Dominasi yang tinggi oleh komoditi tanaman padi Kota Samarinda menginginkan untuk melakukan swasembada pangan daerah. dan perkebunan rakyat. komoditi perkebunan yang dihasilkan dari perkebunan rakyat utama dan perkebunan rakyat lainnya. dan komoditi tanaman obat-obatan. terdapat beberapa potensi pertanian yang dapat dikembangkan dalam rangka pengembangan KIPMAKO Samarinda. lahan tegal/ kebun/ ladang.

130 ton. sedangkan komoditas yang paling kecil ada kacang tanah dengan total produksi pada tahun yang sama sebesar 20 ton.3 terlihat bahwa produksi yang paling tinggi masih didominasi oleh komoditi padi/gabah yang dihasilkan.845 ton. Menurut BPS tahun 2008 produksi padi secara keseluruhan pada tahun 2007 sebesar 28. sedangkan ketela pohon produksinya mencapai 6. Luas Tanaman Pangan menurut Jenis Tanaman Pada Tahun 2007 Jika dilihat dari luas lahan yang dibutuhkan tentunya akan memberikan gambaran mengenai distribusi terhadap produksi masing-masing komoditi.2.3. Produksi Tanaman Pangan menurut Jenis Tanaman Pada Tahun 2007 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 35 . Pada Gambar 7. Gambar 4.Gambar 4.

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 36 . yaitu produk olahan dari ubi kayu dan ubi jalar Komoditas Buah-buahan Komoditi ini banyak diusahakan di Kota Samarinda.4).Gambar 4. Produktivitas Tanaman Pangan menurut Jenis Tanaman Pada Tahun 2007 Jika dilihat dari besaran produksi tampak bahwa komoditas padi merupakan komoditi yang paling besar volume produksinya. Dari Gambar 7.4. namun jika dilihat dari tingkat produktivitasnya tampak bahwa komoditi ketela pohon dan ketela rambat merupakan komoditi yang paling besar dibandingkan dengan padi (Gambar 7.. dan salak. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kedua komoditas ini sangat dimungkinkan jika ingin mengembangkan produk yang berbasis pada tanaman pangan. pisang. nanas.5 tampak bahwa populasi empat komoditi buah-buahan yang paling dominan diusahakan adalah pepaya. Keempat tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai komoditi unggulan dalam rangka pengembangan KIPMAKO Samarinda.

Luas Panen Buah-buahan menurut jenis tanaman tahun 2007 Dilihat dari produksi buah-buahan.6.298.7).5. Gambar 4.214.8 ton) . terlihat bahwa produksi tertinggi komoditi buah-buahan di Kota samarinda adalah Pisang (1.Gambar 4. Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Tanaman Tahun 2007 Jika kita lihat dari produktivitas komoditas buah-buahan (Gambar 7.6 di bawah ini . Pepaya (1. Salak (832. maka tampak bahwa produktivitas yang paling tinggi tidak didominasi oleh komoditas Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 37 .4 ton). dan Rambutan (601.1 ton) . dari gambar 7.2 ton).

dan Pala. Coklat. Perkebunan rakyat utama dengan komoditi Karet. namun didominasi oleh komoditas minoritas seperti rambutan. dan Lada.17 Ha). Berdasarkan pada Gambar 7. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 38 . Cengkeh. dan Perkebunan Rakyat Lainnya.unggulan. Panili. sehingga tingkat produksinya akan mengalami kenaikan Gambar 4.5 ton). Kelapa. Kopi. Produktivitas Buah-buahan Menurut Jenis Tanaman Tahun 2007 Komoditas Perkebunan Ada dua macam perkebunan yang terdapat di Kota Samarinda. Hal ini menunjukkan beberapa komoditas yang minoritas tersebut dapat ditingkatkan dengan melakukan penanaman pohon.7. kelapa (960 Ha) dan karet (797. Kemiri. Sedangkan pada perkebunan Lainnya adalah Kelapa Hibrida.8 terlihat bahwa luas lahan untuk perkebunan rakyat utama didominasi oleh produk coklat (980. yaitu perkebunan Rakyat Utama. Aren. alpukat dan mangga. Kenaf/ Rosella.

yaitu Kelapa. Pada luasan tanaman kelapa. dan 4.52 %. perlu diadakan usaha penanaman kembali untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada.53 persen lahan yang belum berproduksi. terdapat 25. terdapat tiga komoditi dominan.8. diikuti Coklat dengan 28. dan kemudian Karet dengan 24. Coklat.32 %. dan Karet. Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang sama seperti halnya pada luasan tanaman kelapa Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 39 .30 %. dari Gambar 7. dari 100 persen luas lahan perkebunan rakyat utama. jumlah tersebut adalah potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. terdapat luasan lahan pada tanaman karet sebesar 58.9.4.69 persen tidak berproduksi lagi.Gambar 4.62 persen yang belum berproduksi. Sedangkan intuk tanaman coklat. diketahui bahwa dari luasan lahan tersebut. Luas Tanaman Perkebunan Rakyat Utama Berdasarkan Jenis Tanaman tahun 2007 Untuk perkebunan Utama. pada lahan yang belum berproduksi dan yang sudah tidak berproduksi lagi. di bawah ini. Dari gambar tersebut terlihat bahwa kelapa memiliki luasan terbesar yaitu 29. Berdasarkan Gambar 7.69 persen yang tidak berproduksi. sebesar 25 persen lahan coklat belum berproduksi dan 4.

10. terdapat dua komoditi dominan yang tidak mengalami perubahan signifikan. Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat Utama Jika dilihat dari produksi komoditi perkebunan rakyat utama dari tahun ke tahun. yaitu Kelapa dengan jumlah produksi mencapai 807.4 ton. yaitu Kelapa dan Karet. Dari data tersebut. dan Karet dengan jumlah produksi sebesar 281. Belum Berproduksi. Pada tahun 2007. dua komoditi yang dominan.Gambar 4.40 ton. Persentase Luas Tanaman Perkebunan Rakyat Utama Yang Berproduksi.9. maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang Kelapa dan Karet khususnya mengenai produk pertama dan Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 40 . Dan Tidak Berproduksi Lagi Tahun 2006 Gambar 4.

sehingga kebijakan untuk meningkatkan sektor hilir dari pengolahan kelapa Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 41 .28 Kw/Ha dan 5. tampak bahwa meskipun terjadi penurunan kuantitas pada jumlah petani kelapa pada tahu 2006 namun pada tahun 2007 mengalami peningkatan kembali dan jumlah dari petani kelapa ini memiliki kuantitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan dengan jumlah petani coklat dan karet. hal ini didasarkan pada data dari BPS yang menunjukkan bahwa jumlah petani kelapa lebih banyak jika dibandingkan dengan petani dari komoditas perkebunan yang lain.25 Kw/Ha. Hal ini semakin memperkuat bahwa kedua komoditas ini dapat diandalkan untuk menjadi komoditas unggulan yang mampu diolah menjadi komoditas lebih lanjut. Produktivitas Tanaman Perkebunan Rakyat Utama Kota Samarinda Tahun 2007 Produktivitas tanaman perkebunan ternyata juga masih didominasi oleh tanaman karet dan kelapa.12.11. Jika dilihat dari sisi petani sebagai produsen untuk memproduksi kelapa segar. dimana masing –masing komoditas tersebut memiliki produktivitas sebesar 5. Gambar 4.produk turunannya (khususnya pada komoditi kelapa) yang mempunyai nilai ekonomis tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. maka komoditas kelapa menjadi komoditas yang sangat strategis. Pada Gambar 4.

834 KK pada tahun 2007) Gambar 4. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 42 . yaitu dengan luasan panen sebesar 476 m2.12. Jumlah KK yang berusaha pada sektor Perkebunan Utama di Kota Samarinda Tahun 2006 Komoditas Tanaman Obat-Obatan Luas Panen tanaman obat-obatan di kota samarinda berdasarkan data BPS adalah sebagaimana terdapat pada Gambar 7. Dari gambat tersebut terlihat bahwa komoditi yang paling berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka pengembangan KIPMAKO adalah jahe.8.sangat tepat untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa yang memiliki kuantitas yang sangat besar (5.

13.2. Ketiga komoditi tersebut memiliki potensi yang cukup tinggu untuk dikembangkan sebagai komoditi unggulan dalam pengembangan KIPMAKO Samarinda. 4. Gambar 4. Jahe.1. produksi tanaman obat-obatan di Kota Samarinda adalah sebagaimana tersaji pada Gambar 7. dari gambar tersebut terlihat bahwa tiga komoditi dengan jumlah produksi tertinggi yaitu Kunyit. Luas Panen Tanaman Obat Obatan di Kota Samarinda Dari data BPS tahun 2007.14. dan Langkuas.2.14. Produksi Tanaman Obat-obatan di Kota Samarinda tahun 2006 4. Kondisi Perekonomian Kota Samarinda Produk Domestik Regional Bruto 43 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri .Gambar 4.

Suatu kondisi ekonomi Daerah yang sangat bagus bahkan optimis akan lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 44 . atau disebut Produk Domestik regional Bruto (PDRB). Dengan berjalannya otonomi daerah terjadi Kenaikan jumlah produksi dan harga barang/jasa merupakan faktor utama pendorong kenaikkan nilai PDRB Kota Samarinda. Pertumbuhan ekonomi dalam periode 2000-2007 telah mencapai rata-rata diatas 7 persen per tahun. terlebih berjalannya otonomi daerah.Salah satu indikator ekonomi makro yang digunakan untuk mengevaluasi hasilhasil pembangunan di daerah dalam lingkup Kabupaten/Kota adalah jumlah nilai tambah (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah dalam satu tahun.

414.881 xxxx PDRB ADH KONSTAN 2000 LAJU PERTUMBUHAN PDRB (%) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006r) 2007*) 2000-2007 6.820 14.500.125.1.852.497 6. Sinergi serta kerjasama dari kedua pihak dalam menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda masih diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta kesejahteraan masyarakat.293.32 9.859 xxxxx 7.177 13.601.089.46 10. Pertumbuhan ekonomi yang tercipta merupakan salah satu dampak positif pembangunan daerah. melalui peningkatan peran Pemerintah Daerah dalam pembangunan.588.077.868.663 8.530.803.204. tidak terlepas dari kontribusi beberapa sub sektor yang mencatat angka pertumbuhan rata-rata dua digit antara lain : Bangunan dan sektor Pertambangan dan Penggalian.51 Pertumbuhan diatas 7 persen.787 7.05 5.077. Hal ini menggambarkan ketergantungan daerah terhadap kemampuan produksi masing-masing sektor ekonomi.617 7. Hal ini sebagai indikasi bahwa ekonomi regional Kota Samarinda telah mencapai kondisi pemulihan ekonomi Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 45 .50 2.890. Perkembangan PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Samarinda selalu menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.753 8.497 6. Struktur ekonomi yang disajikan dari waktu ke waktu memperlihatkan perubahan dan pergeseran sebagai indikator adanya proses pembangunan.52 9.725 10.777 9.00 8.033 9.066 9.Tabel 4.92 7. Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan PDRBKota Samarinda Tahun 2000-2007 (Juta Rupiah) TAHUN PDRB ADH BERLAKU 6. Struktur ekonomi yang dinyatakan dalam persentase menunjukkan besarnya peranan masing-masing sektor ekonomi dalam menciptakan nilai tambah. Akn tetapi pertumbuhan ekonomi ini juga tidak terlepas dari peran swasta dalam melakukan aktivitas ekonominya di Kota Samarinda.247 15.073 11.993. Sektor yang memiliki kontribusi diatas ratarata pertumbuhan umum adalah sektor Perdagangan Besar dan Angkutan dan Komunikasi.

00 54. Dari pembentukan PDRB atas dasar harga berlaku ini masih mengandung inflasi atau menurunnya nilai tukar uang terhadap barang dan jasa diwilayah Kota Samarinda. Perubahan perekonomian Kota Samarinda tersebut sangat dipengaruhi olah naik turunnya sektor-sektor tersebut. Pembentukan nilai tambah bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tanpa migas pada tahun 2000 baru mencapai dari 6.2.76 63. tampak seperti peranan sektor Pembuatan (Manufacture) dan Pertanian (Agriculture) terus mengalami penurunan.96 persen (2007). Tabel Perkembangan Struktur Ekonomi Kota Samarinda Tahun 2000-2007 (Persentase) Jenis Sektor Jumlah Persentase Pertanian/Agriculture Pembuatan/Manufacture Pelayanan/Service 2000 (%) 100.00 2.00 2.73 63.62 perrsen (2001) meningkat menjadi 63.868) Selanjutnya PDRB per kapita merupakan gambaran nilai tambah bruto yang bisa dihasilkan oleh masing-masing penduduk akibat dari adanya aktivitas komersiil ekonomi.07 trilyun rupiah. Pembuatan (manufacture) dan Pelayanan (Service). pembentukan perekonomian Kota samarinda (angka PDRB) secara perlahan dan pasti menuju Kota Pelayanan (Service) meliputi sektor perdagangan. Terlihat dengan adanya pergeseran kontribusi ekonomi Kota Samarinda dari tahun ketahun.87 trilyun rupiah (tahun 2007). Sedangkan pembentukan PDRB riil atau PDRB atas dasar harga konstan tanpa migas setelah enam tahun disbanding tahun 2000 meningkat menjadi 10. Dilihat dari tiga sektor besar.38 43. Nilainya bisa diperoleh dari PDRB dibagi dengan jumlah penduduk tengah tahun.97 (Milyar Rupiah) ( 6.07 2007*) 100. Angkutan & Komunikasi. Secara umum.20 34. Keuangan.27 33. Tabel 4. maka tampak adanya pergeseran yang signifikan antara Pertanian (agriculture). persewaan & jasa perusahaan dan Jasa-jasa mencatat kontribusi (peranan) sebesar 54.077 ) (13.125 ) (15. selama enam tahun meningkat menjadi 15.62 2006r) 100. hotel & restoran.00 2. Sedang pendapatan per kapita merupakan gambaran rata-rata Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 46 .sejak tahun 1999.09 trilyun rupiah.

723.025 US $) pada tahun 2007.3. Struktur Industri Pengolahan Pertanian Gambaran Umum Keadaan Industri di Kota Samarinda Keadaan industri di Kota Samarinda pada tahun 2007 (Gambar 7. Nilai PDRB per kapita Kota Samarinda selama tahun 2004-2007 mengalami peningkatan secara nominal rupiah.78 juta rupiah per orang (2.96 6. Tabel 4. PDRB Per Kapita Atas Harga Berlaku dan Konstan Tahun 2004 . Pada tahun 2005.132.115.000 US $) per orang.13 juta rupiah (1.911. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 47 .72 3.15) lebih banyak didominasi oleh industri Hasil Hutan.623 26.312.2.669.071 4.476 US $) hingga diperkirakan mencapai 26.2007 Rincian Pertanian/Agriculture Pelayanan/Service 2004 2005r) 2006 2007t) 15.654. angka ini diperoleh dengan cara membagi pendapatan regional setelah dikurangi dengan penyusutan dan pajak tak langsung. PDRB per kapita atas`dasar harga konstan menunjukkan nilai 16. mesin dan perekayasaan dimana kategori industri ini mencapai 30% dengan jumlah unit industrnya pada tahun 2007 mencapai 271 buah. Kimia dan Percetakan dengan tingkat dominasi hingga 44% dan unit usaha yang terdapat pada kategori ini sebesar 406 unit industri.72juta rupiah per orang (3.33 1.479 16.998 22. Dominasi kedua didapat dari kategori industri logam. Secara nominal PDRB per kapita atas dasar harga berlaku terus meningkat dari 22.3.786.244 7.pendapatan yang diterima oleh masing-masing penduduk mempunyai andil dalam proses produksi.93 Pembuatan/Manufacture 20.753 US $) per orang dan meningkat menjadi 18.023 24.41 juta rupiah (2. Kedua indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu daerah dalam periode tahun tertentu.945 16.174 16.

Sedangkan sektor industri yang tidak padat karya adalah industri agro dengan tingkat penyerapan hanya 15% dari seluruh distribusi tenaga kerja yang ada.16 Tampak bahwa prosentase distribusi tenaga kerja yang paling besar besar adalah sektor industri hasil hutan. Pada Gambar 7.16. Keadaan Industri di Kota Samarinda tahun 2007 Pada tingkat penyerapan tenaga kerja ternyata tidak sama dengan dengan distribusi sektor industri. Distribusi Tenaga Kerja pada berbagai sektor industri di Kota Samarinda tahun 2007 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 48 . namun nilai prosentase penyerapannya lebih besar dibandingkan dengan prosentase jumlah unit industrinya.15.Gambar 4. kimia dan percetakan. Gambar 4. ini menunjukkan bahwa sektor industri termasuk dalam sektor padat karya. prosentase jumlah tenaga kerja sebesar 45% sedangkan prosentase unit industrinya hanya mencapai 44% saja.

industri ini mampu menyerap investasi sebesar 66% dengan nilai mencapai Rp. tampak bahwa sektor industri hutan.363. dengan tingkat penyerapan investasi mencapai 24%.057. agar kegiatan pembangunan dapat berjalan seimbang antar sektornya. Gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa prospek untuk melakukan pengembangan usaha memiliki prospek yang baik. Perkembangan unit usaha industri agro dari tahun ke tahun mengalami kenaikan antara 3-8 unit usaha.000. Sektor industri yang menempati posisi kedua terbesar adalah industri logam. Melihat kondisi ini tentu yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan adalah industri pertanian.200. mesin dan perekayasaan. Jika pada tahun 2002 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 49 . jika dilihat dari data perkembangan jumlah industrinya (Gambar 7. 93. 8.18) tampak bahwa dari tahun 2002 hingga tahun 2007 jumlah unit usahanya selalu mengalami kenaikan.202. Sementara sektor industri agro hanya mampu menyerap nilai investasi sebesar 6% dengan nilai nominal mencapai Rp.17).803.Jika dilihat dari tingkat penyerapan investasi (Gambar 7. Distribusi Nilai Investasi pada berbagai sektor industri di Kota Samarinda tahun 2007 Gambaran Sektor Industri Agro Kota Samarinda Unit usaha industri agro di Kota Samarinda memiliki perkembangan yang baik.17. kimia dan percetakan memiliki nilai investasi yang paling tinggi dibandingkan dengan industri yang lain.

18.18. Perkembangan jumlah unit usaha industri Agro di Kota Samarinda dari Tahun 2002-2007 Peningkatan unit usaha ternyata juga di ikuti dengan peningkatan jumlah tenaga kerja yang berkarya dalam bidang industri agro. Gambar 4. Perkembangan jumlah tenaga kerja dalam industri Agro di Kota Samarinda dari Tahun 2002-2007 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 50 . Gambar 4. selama kurun waktu 5 tahun antara tahun 2002 hingga 2007 jumlah tenaga kerja yang bergerak dalam bidang industri agro sebesar 159 orang.hanya 146 unit usaha maka pada tahun 2007 naik menjadi 173 usaha artinya ratarata kenaikan pertahunnya sebesar 5 unit usaha baru yang tumbuh. sehingga rata-rata pertahunnya ada kenaikan jumlah tenaga kerja sebanyak 32 orang.

Perkembangan Nilai Investasi dalam industri Agro di Kota Samarinda dari Tahun 2002-2007 Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 51 . Gambar 4. 999. 4.200 dengan rata-rata pertambahan investasi sebesar Rp.19.783.640.Perkembangan nilai investasi dalam industri juga mengalami peningkatan dengan total pertambahan selama lima tahun terakhir sebesar Rp.956.999.

Jika penentuan kawasan ini didasarkan pada 4 jenis komoditi andalan maka penentuan sentra produksi ini digunakan untuk menentukan sentra produksi tanaman pangan. sentra produksi tanaman bauh-buahan. a. Berdasarkan pada beberapa kriteria tersebut maka pemetaan wilayah yang dimungkinkan untuk pengembangan kawasan sentra produksi tanaman pangan adalah seperti yang diilustrasikan pada Gambar 8.BAB 5 PENENTUAN KAWASAN INDUSTRI PERTANIAN MASYARAKAT KOTA 5. daerah yang memiliki warna hijau merupakan kecamatan yang sesuai untuk dikembangkan menjadi sentra produksi tanaman pangan berupa padi. sentra produksi tanaman perkebunan dan sentra produksi tanaman obat-obatan. tingkat keseuaian lahan berdasarkan pada RTRW dan tingkat kesesuain lahan.1. Kecamatan Palaran  prioritas pertama karena memiliki hamparan tingkat kesesuaian lahan yang paling besar Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 52 . Kawasan Sentra produksi Tanaman Pangan Penentuan kawasan sentra produksi tanaman pangan ditentukan berdasarkan pada beberapa hal. Penentuan Kawasan Sentra Produksi Pertanian Kawasan sentra produksi pertanian merupakan kawasan yang akan dikembangkan menjadi sebuah wilayah untuk pengembangan komoditas unggulan tertentu. Beberapa daerah yang layak untuk dikembangkan menjadi sentra adalah sebagai berikut : 1. karena komoditas padi merupakan komoditas yang paling dominan dibandingkan dengan komoditas tanaman pangan yang lain. diantaranya adalah sentra produksi tanaman pangan.1. Berdasarkan pada gambar tersebut.

hal ini disebabkan karena komoditas ini jika dilakukan pengolahan lebih lanjut akan memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan dengan di pasarkan dalam bentuk segar. Palaran Gambar 5. Kecamatan Samarinda Ilir  Prioritas kedua karena hamparan yang tersedia masih kurang dari kecamatan samarinda ilir 3. Samarinda Ilir Kec. terlihat bahwa daerah yang memiliki warna merah muda merupakan kawasan yang memiliki tingkat kesesuain untuk dikembangkan Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 53 . Samarinda Utara Kec. Kawasan Sentra Produksi Buah-buahan Komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditas yang layak untuk dikembangkan.Samarinda Ulu Kec.2. pepaya dan salak. Kecamatan Samarinda Utara  Prioritas ketiga hal ini karena tingkat kesesuaian lahan banyak yang terpisah antara satu daerah dengan daerah lain. Kec. Komoditas yang paling layak untuk dikembangkan menjadi sentra komoditas buah-buahan adalah komoditas pisang.Sungai Kunjang Kec.1 Tingkat Kesesuain Lahan untuk pengembangan Tanaman Pangan di Kota Samarinda b. Berdasarkan pada Gambar 8. Samarinda Seberang Kec.2.

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 54 .Samarinda Utara Gambar 5.Samarinda Ulu Kec. kelapa dan coklat.2 Rencana Tata Ruang Wilayah untuk Buah-buahan di Kota Samarinda c. Kawasan Sentra Produksi Perkebunan pengembangan Tanaman Jika dilihat distribusi komoditas perkebunan tahun 2007. Kecamatan yang memiliki prioritas untuk digunakan sebagai sentra produksi buah-buahan adalah : a. Kecamatan Samarinda Seberang  Prioritas Ketiga. Petani yang mendominasi produk perkebunan ini adalah petani kelapa. sehingga komoditas yang diunggulkan untuk dikembangkan adalah komoditas kelapa. Kec.budidaya buah-buahan. karena memiliki luasan yang paling sesuai untuk pengembangan komoditas buah-buahan b. karena pada daerah ini tidak terlalu dominan jika dibandingkan dengan kecamatan samarinda Utara c. maka 3 komoditas unggulan yang mendominasi komoditas ini adalah karet. ada potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan sentra produksi buah-buahan. Kecamatan Samarinda Ulu  prioritas kedua. Kecamatan Samarinda Utara  merupakan prioritas utama.

Oleh karena itu. Kec.2. untuk menentukan daerah yang sangat memungkinkan untuk menjadi kawasan KIPMAKO adalah daerah yang memiliki beberapa komponen input yang paling Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 55 . proses dan output dalam satu kawasan.Samarinda Utara Kec.3 Rencana Tata Ruang Wilayah untuk pengembangan Tanaman Perkebunan di Kota Samarinda 5. ada sebagian kecil dalam wilayah kecamatan samarinda utara sebagai daerah yang memiliki kesesuaian untuk sentra produksi tanaman perkebunan. Kecamatan Samarinda utara  Prioritas kedua.3 terlihat bahwa daerah yang memiliki tingkat kesesuaian lahan atau daerah yang diperuntukkan untuk pengembangan komoditas perkebunan adalah : a. Komponen input adalah bahan baku. hal ini didasarkan pada tingkat kesesuaian lahan yang paling luas untuk pengembangan usaha perkebunan b. Kecamatan Samarinda Ulu  Prioritas pertama. proses adalah industri pengolahannya dan output adalah model pemasaran dari produk tersebut.Berdasarkan pada Gambar 8.Samarinda Ulu Gambar 5. Penentuan Kawasan Sentra Industri Pertanian Kawasan industri pertanian masyarakat kota (KIPMAKO) merupakan bentuk dari intergrasi beberapa komponen input.

berdasarkan pada Gambar 8. sehingga lebih mudah untuk mendapatkan tenaga kerja c.besar. karena pada kecamatan ini mewakili 3 komoditas andalan yaitu.4. b. Nilai Skor kecamatan sebagai sentra produksi komoditas pertanian No 1 2 3 4 5 6 Kecamatan Palaran Samarinda Ilir Samarinda Ulu Samarinda Utara Sungai Kunjang Samarinda Seberang Komoditas Unggulan Tanaman Tanaman Tanaman Pangan Buah-buahan Perkebunan 3 0 0 2 0 0 1 2 3 0 3 2 0 0 0 0 1 0 Total Skor 3 2 6 5 0 0 Berdasarkan pada tabel diatas terlihat bahwa. Kawasan Pemukiman Kawasan Buffer Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 56 Kawasan Perdagangan . buah-buahan dan perkebunan. diantaranya adalah : a.1. kawasan yang mewakili produksi pertanian adalah kecamatan Samarinda Ulu. Dekat dengan bahan baku. diharapkan dengan adanyak kawasan perdagangan dikecamatan ini akan mempercepat terjadinya pemasaran produk yang dihasilkan dari daerah tersebut. Bahkan untuk komoditas perkebunan memiliki skor paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. di kecamatan Samarinda Ulu merupakan kawasan yang memungkinkan adanya 3 sentra produksi pertanian. kawasan yang berwarna ungu merupakan kawasan perdagangan. Pemilihan lokasi untuk pendirian industri didasarkan pada beberapa hal. Dekat dengan daerah pemasaran. terlihat bahwa daerah yang memiliki warna kuning merupakan kawasan pemukiman. tanaman pangan. Jika diberikan skor 1-3 untuk masing-masing komoditi pertanian tersebut maka daerah yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat untuk industri pengolahan adalah sebagai berikut Tabel 5. Dekat dengan tenaga kerja untuk melakukan proses produksi.

Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan terhadap varietas ungggulan lokal yang mempu berproduksi tinggi.3. Jika komoditas yang akan dikembangkan ada 3 hal yaitu. Pusat Pendidikan Pertanian Masyarakat Kota (P3MK) Breeding center tanaman industri merupakan salah satu bentuk Pusat Pendidikan Pertanian Masyarakat Kota. b. Tujuan dari diadakannya breeding center ini adalah : a.4 Rencana Tata Ruang Wilayah untuk pengembangan Sentra Industri Pertanian di Kota Samarinda 5. fasilitas ini merupakan pendukung untuk membantu meningkatkan produktivitas tanaman pangan yang dihasilkan. Maka konsep dari breeding center ini harus mencakup ketiga komoditas diatas. sesuai dengan standar pengolahan produk Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 57 .Gambar 5. Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan terhadap tingkat keseuaian lahan pertanian. komoditas tanaman pangan. komoditas tanaman perkebunan dan produktivitas tanaman buah-buahan. Breeding center ini diharapkan berdekatan dengan sentra produksi komoditas tertentu.

merupakan perwujudan atas fenomena yang selama ini berkembang dalam pemasaran komoditas pertanian dan sekaligus sebagai bagian dari rangkaian kegiatan agribisnis.4. seperti sarana dan prasara¬na pengemasan. ruang pamer (operation room). sehingga mengakibatkan kecilnya keuntungan yang diperoleh petani. menuntut upaya peningkatan efisiensi pemasaran dengan mengembangkan infrastruktur pemasaran. Pemasaran komoditas pertanian selama ini. sortasi. namun juga merupakan wadah yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan pelaku agribisnis. menurut konsep yang dibakukan oleh Badan Agri¬bisnis Departemen Pertanian (2000). tingkat efisiensi distribusi. grading.tang daya tampung dan potensi pengembangan pasar. pada umumnya mempunyai mata rantai yang panjang. transpor¬tasi. STA sekaligus merupa-kan tempat berkomunikasi dan saling tukar informasi bagi para pelaku agribisnis. pola pemasaran tidak mampu menunjang upaya pengembangan berbagai jenis komoditas. STA sebagai suatu infrastruktur pasar. pedagang besar hingga ke konsumen. Selain itu. ketersediaan dan peluang pengembangan teknologi pertanian. Fenomena lain menunjukkan bahwa jaminan pasar merupakan prasyarat utama yang menentukan tingkat keunggulan suatu komoditas. pedagang pengumpul. Sebagai sarana edukasi kepada masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan masyarakat umum dalam bidang pertanian 5. Sub Terminal Agribisnis Sub Terminal Agribisnis (STA). Konsumen membayar lebih mahal dari harga yang selayaknya ditawarkan sehingga biaya pemasaran (marketing cost) dari produsen ke konsumen menjadi tinggi. mulai dari petani produsen. tidak saja merupakan tempat transaksi jual beli. dan pelatihan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 58 . Lemahnya posisi rebut tawar petani serta semakin banyaknya produksi pesaing dari impor komoditas yang sama di pasar dalam negeri. Di sisi lain. penyimpan¬an. termasuk di dalamnya indikasi ten.c. kesesuaian agroekosistem.

future market). Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 59 . Selain itu dapat membantu untuk membuat perencanaan produksi jangka panjang. pasar spot) maupun non fisik (kontrak.Menurut Badan Agribisnis Departemen Pertanian. promosi dan tempat latihan atau magang dalam upaya pengembangan peningkatan sumberdaya manusia. STA diharapkan berfungsi pula untuk pembinaan peningkatan mutu produksi sesuai dengan permintaan pasar. STA merupakan infrastruktur pemasaran untuk transaksi jual beli hasil-hasil pertanian. penekanannya adalah bahwa STA merupakan sarana pemasaran yang dilakukan pada sentra produsen. pesanan. serta jumlah penawaran dan permintaan yang sangat bermanfaat baik bagi produsen maupun bagi fihak manajemen pasar sehingga dapat menentukan tujuan dan waktu penjualan. membaiknya persaingan dan meningkatnya adaptasi untuk memenuhi kebutuhan pena-waran dan oportuniti pasar. Secara teoritis. transportasi dan pelatihan. Informasi ini memungkinkan produsen mengundur panen atau menyimpan produknya sampai harga lebih baik atau hingga fasilitas transportasi tersedia. penyimpanan) serta kegiatan-kegiatan lainnya. seperti layanan informasi manajemen produksi sesuai dengan permintaan pasar. STA merupakan infrastruktur pemasaran sebagai tempat transaksi jual beli hasilhasil pertanian baik transaksi fisik maupun non fisik yang terletak di sentra produksi. tempat transaksi jual beli baik dengan cara langsung. Sementara itu. pesanan. STA juga merupakan wadah yang dapat mengakomodasikan berbagai kepentingan pelaku agribisnis. langganan. grading. promosi. baik untuk transaksi fisik (lelang. Penekanan dari adanya STA dititik beratkan untuk lebih mempertimbangkan manfaat terhadap pertum-buhan dan perkembangan wilayah pedesaan. Tujuan dari STA adalah untuk memperlancar pemasaran dan mengembangkan agribisnis. sortasi. batasan lain STA merupakan suatu infrastruktur pasar. seperti ruang pamer. pusat informasi. Dengan demikian. Karakteristik STA dan batasannya yang lain bahwa STA adalah untuk membantu transparansi pasar dengan cara kompilasi informasi tentang harga. langganan atau kontrak. pe-ningkatan transparansi pasar dapat bertindak sebagai pemicu berfungsinya suatu pasar. manajemen pengadaan sarana produksi. manajemen pasca panen (pengemasan.

Sasaran utama pembangunan Sub Terminal Agribisnis pada dasarnya adalah untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku pasar. Dalam konsep KIPMAKO sub terminal agribisnis ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk mendukung industri on farm maupun off-faram. (2) Mempermudah pembinaan mutu hasil-hasil agribisnis yang meliputi. pola tanam.Sub Terminal Agribisnis (STA) sebagai infrastruktur pemasaran berdasarkan konsep dari Badan Agribisnis Departemen Pertanian pada intinya diharapkan bermanfaat untuk: (1) Memperlancar kegiatan dan mening¬katkan efisiensi pemasaran komoditas agri¬bisnis karena mencakup sebagai pusat transaksi hasilhasil agribisnis. Pengelolaan STA dapat dilakukan oleh koperasi pelaku agribisnis. mengsinkronkan perminta¬an pasar dengan manajemen lahan. Sasaran lainnya adalah mendidik petani untuk memperbaiki kualitas produk. sebagai pusat informasi pertanian serta sebagai sarana promosi produk pertanian. dan (5) Pengembangan agribisnis dan wilayah. es. baik nasional maupun asing atau bahkan gabungan dari swasta asing dan nasional dengan koperasi. gudang. kebutuhan saprodi dan permodalan serta peningkatan SDM pemasaran. melatih para petani dan pedagang dalam penanganan dan pengemasan hasil¬hasil pertanian. penyediaan tempat sortasi dan pengemasan. cara dan jaringan pemasaran. Dengan demikian dalam pengelolaannya. Pengelolaan juga dapat dilakukan oleh pengusaha swasta. dalam hal ini petani. cool room dan cold storage. Begitu pula dengan BUMN dan BUMD serta gabungan dari pelaku pasar agribisnis lainnya. nelayan. (3) Sebagai wadah bagi pelaku agribisnis untuk merancang bangun pengem¬bangan agribisnis. memperbaiki struktur pasar. sekaligus mengubah pola pikir ke arah agribisnis sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah serta mengembang-kan akses pasar. pengolah serta pedagang. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 60 . (4) Pe-ningkatan pendapatan daerah melalui jasa pelayanan pemasaran. penyediaan air bersih. gabungan dari koperasi pelaku agribisnis dengan pemerintah daerah atau bahkan bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. STA dapat ditentukan sesuai dengan kepentingan serta kesepakatan dari para pelaku agribisnis di dalamnya.

Pemilihan lokasi ini didasarkan atas dasar : a. b. Kedekatan dengan tempat budidaya komoditas pertanian. sehingga akan mampu memperkecil biaya produksi.5. Kedekatan dengan pasar. Lokasi yang sesuai untuk pendirian sub terminal agribisnis Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 61 . Kecamatan Samarinda Ulu Lokasi Sub Termina Agribisnis Gambar 5.kawasan yang akan digunakan untuk STA adalah kawasan yang sudah ditentukan dalam RTRW Kota Samarinda yaitu didalam kawasan perdagangan yang terdapat dalam kecamatan Samarinda Ulu. karena kawasan yang akan digunakan adalah kawasan perdagangan yang berada di Kecamatan Samarinda Ulu.

Arah perubahan dari pemberdayaan ini adalah terwujudnya masyarakat dengan pola relasi yang setara dan demokratis .perempuan dan lelaki berbagi peran dan kekuasaan yang adil dan setara. agar mereka mempunyai posisi tawar.egaliter dan demokratis.karena itu . Pendampingan dapat di ukur dengan menggunakan lima parameter yakni: a).BAB 6 STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN MODEL KIPMAKO 6. sehingga mampu memecahkan masalah dan mengubah posisinya.selain analisa kelas. juga di tingkat hubungan antara perempuan dan lelaki di rumah tangga dan dalam hubungan pribadi orang perorang. Kesadaran kritis . Kuasa /kekuasaan . dan di bawah.masyarakat dan negara.selain komunitas. didasari oleh prinsip pemihakan kepada kelompok masyarakat yang marginal.dimana kelas bawah mempunyai kekuatan untuk memperjuangkan kepentingannya. b). c).wawasan dan analisa gender merupakan bagian integral dari konsep pendampingan memungkinkan upaya perwujudan ini karena wawasan gender di tingkat demokrasitisasi. tertindas.1. tetapi juga partisipasi dalam pengambilan keputusan dan percaturan kekuasaan di semua tingkatan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 62 . Pemberdayaan dengan prinsip di atas membutuhkan pemahaman tentang pola relasi kelas dan relasi gender. Pendampingan dengan konsep ini mencakup upaya perbaikan kualitas hidup rakyat yang diukur tidak hanya dari peningkatan kesejahteraan ekonomi saja. pada intinya. Model Pemberdayaan Secara Umum Masyarakat Pemberdayaan rakyat atau masyarakat. Strategi yang relevan diterapkan untuk pendampingan di atas adalah pemberdayaan berkeadilan gender agar rakyat dapat mengubah realitasnya dan menciptakan masyarakat dengan pola relasi kelas dan gender yang adil . Partisipasi.

Pemberdayaa n Kuasa Partisipasi Kesadaran Akses Kesejahteraan TIDAK ADA Marjinalisasi Beban Ganda Kekerasan Keadilan Gender TIDAK ADA Subordinasi Stereotipi Gambar 6.1 Hirerki model pemberdayaan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya LIMA DIMENSI PEMBERDAYAAN Pemberdayaan rakyat tidak hanya sekedar upaya peningkatan akses terhadap sumberdaya dan meningkatkan kesejahteraan. Mereka tidak bisa hanya menjadi penerima pasif dari kegiatan pendampingan/proyek. pemberdayaan tidak akan terjadi secara sungguh-sungguh jika mengabaikan permasalahan gender. tetapi harus dapat meningkatkan kemampuan mereka sendiri untuk memahami dan memecahkan permasalahan mereka.d). sebagaimana dipahami. e). Kesejahteraan. pendampingan rakyat adalah suatu proses yang mengupayakan agar kedua hal itu bisa di dapat dan terus berlangsung. Dalam hal ini peningkatan kesejahteraan dan akses atas sumberdaya tidak boleh justru menimbulkan kekerasan fisik atau marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan). atau pun penambahan beban atas salah satu jenis kelamin atau lainnya. mengharuskan anggota kelompok yang didampingi untuk terlibat sebagai partisipan dalam proses. Proses pendampingan rakyat.yang saling menunjang dan bergerak menyerupai spiral. Akses atas sumber daya. Pemberdayaan ini pada gilirannya adalah upaya untuk mengubah atau meningkatkan kondisi yang berkaitan dengan semua unsur tersebut. Lebih dari itu. partisipasi dan kuasa yang Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 63 . Kesadaran kritis. Lebih jauh.

Pemberdayaan tidak bisa terjadi dengan sendirinya di tingkat ini. DIMENSI TINGKAT I : KESEJAHTERAAN Dimensi ini merupakan tingkat kesejahteraan material rakyat yang diukur dari tercukupinya kebutuhan dasar seperti makanan. Dengan kata lain. tingkat kematian atau gizi. tanah. penghasilan. perumahan dan kesehatan. Dengan demikian. Lima dimensi tersebut adalah katagori analisis yang bersifat dinamis. terpenuhinya kebutuhan praktis dan strategis seseorang/sekelompok orang haruslah dilakukan bersamaan dengan perubahan pada pembagian beban. Kelima dimensi tersebut merupakan tingkatan yang bergerak memutar laiknya spiral. satu sama lain berhubungan secara sinergis. informasi. tenaga. melainkan harus diaitkan dengan peningkatan akses terhadap sumber daya yang merupakan dimensi tingkat ke dua. ketrampilan dan lain-lain. meratanya peluang. kuasa (tidak ada subordinasi). yang harus dinikmati oleh perempuan dan laki-laki. dan sebagainya.bertambah juga harus dapat menghilangkan stereotipe dan subordinasi gender. kesenjangan gender di tingkat kesejahteraan ini diukur melalui perbedaan tingkat kesejahteraan perempuan dan laki-laki sebagai kelompok. pusat dan pinggiran. yang berkuasa dan dikuasai. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 64 . untuk masing-masing kebutuhan dasarnya. makin tinggi tingkat kesetaraan otomatis makin tinggi tingkat keberdayaan. Misalnya. DIMENSI TINGKAT KEDUA : AKSES Kesenjangan di tingkat ini disebabkan oleh tidak setaranya akses terhadap sumber daya yang dipunyai oleh mereka yang berada di kelas lebih tinggi dibanding mereka dari kelas lebih rendah. antara lain waktu. Dalam hal ini sumber daya yang digunakan untuk produksi. dan stereotipe antara laki-laki dan perempuan. kredit. dalam tingkat penghasilan. hilangnya perlakuan kekerasan. saling menguatkan dan melengkapi. Di sini kesadaran kritis menjadi kunci karena memungkinkan berubahnya kemapanan atau status quo.

Pemberdayaan dalam hal ini berarti dipahaminya situasi senjang ini dan terdorongnya rakyat melakukan tindakan untuk mengubahnya dengan cara memperoleh akses lebih besar terhadap sumber daya atau bahkan menguasainya. Akar penyebab kesenjangan akses atas sumberdaya adalah diskriminasi sistemik yang harus diatasi melalui penyadaran. atau merupakan ―kehendak tuhan‖. Dalam hal gender. dalam banyak komunitas. Pemberdayaan rakyat pada tingkat ini berarti upaya penyadaran bahwa kesenjangan sosial tersebut adalah bentukan sosial yang dapat dan harus diubah. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 65 . Pemberdayaan di tingkat ini berarti penumbuhan sikap kritis dan penolakan terhadap cara pandang di atas : bahwa subordinasi terhadap perempuan bukanlah pengaturan alamiah. Kesenjangan gender di tingkat ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa posisi sosial ekonomi perempuan yang lebih rendah dari laki-laki dan pembagian kerja gender tradisional adalah bagian dari tatanan abadi. Keyakinan bahwa kesetaraan gender adalah bagian dari tujuan perubahan merupakan inti dari kesadaran gender dan merupakan elemen idiologis dalam proses pemberdayaan yang menjadi landasan konseptual bagi perubahan ke asar kesetaraan.Mengatasi kesejnangan ini berarti meningkatnya akses rakyat. perempuan diberi tanggung jawab melaksanakan hampir semua pekerjaan domestik sehingga tidak punya cukup waktu lagi untuk mengurusi dan meningkatkan kemampuan dirinya. kesenjangan ini terlihat dari adanya perbedaan akses antara perempuan dan lelaki terhadap sumberdaya. DIMENSI TINGKAT TIGA : KESADARAN KRITIS Kesenjangan klas antara yang rendah dan lebih tinggi pada tingkat ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa situasi sosial yang ada adalah bagian dari tatanan alamiah yang telah berlangsung demikian sejak kapanpun. Lebih rendahnya akses mereka terhadap sumberdaya semua contoh sumberdaya dan tenaga kerja mereka sendiri menyebabkan produktivitas perempuan cenderung lebih rendah dari laki-laki. Selain itu. tetapi hasil dari sistem diskriminatif dari tatanan sosial yang berlaku. bahkan dikuasainya sumberdaya oleh rakyat.

komunitas. implementasi. Namun partisipasi secara umum dapat dilihan dari adanya peran serta setara antara peremuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan. dukuh sampai negara. misalnya dari partisipasi di lembaga legislatif. perencanaan. sekaligus juga sumbangan penting bagi pemberdayaan yang lebih besar. Ini bisa terjadi di tingkat rumah tangga. Pemberdayaan pada tingkat inilah yang memungkinkan rakyat mendapatkan hak-haknya secara berkelanjutan. ini berarti dilibatkannya perempuan dan laku-laki secara setara dalam identifikasi masalah. DIMENSI TINGKAT LIMA : KUASA Kesenjangan antar klas di tingkat ini tampak pada kesenjangan kuasa : klas penguasa dan klas yang dikuasai. baik di tingkat keluarga.DIMENSI TINGKAT EMPAT : PARTISIPASI Kesenjangan klas pada tingkat ini jelas tampak dari kenyataan tidak terwakilinya klas bawah dalam berbagai lembaga yang ada di masyarakat. komunitas. sehingga mereka dapat berperan serta dalam setiap proses pengambilan keputusan sehingga kepentingan mereka tidak terabaikan. karena mereka ikut memegang kendali atas sumber daya yang ada. dan monitoring evaluasi. Di tingkat program. sementara bagian lain tidak. Kesenjangan gender pada tingkat ini dapat diukur. Rakyat tidak terlibat dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan masyarakat. Meningkatnya peran serta perempuan merupakan hasil dari pemberdayaan. Kesenjangan gender di tingkat ini terlihat dari adanya hubungan kuasa yang timpang antara perempuan dan laki-laki. eksekutif. dari Pemberdayaan pada tingkat ini adalah upaya pengorganisasian rakyat. masyarakat. Ada bagian masyarakat yang menguasai segala macam sumber daya. Pemberdayaan pada tingkat ini adalah upaya untuk menguatkan organisasi rakyat sehingga mampu mengimbangi kekuasaan klas atas dan mampu mewujudkan aspirasi mereka. pengelolaan. dan di tingkatan yang lebih luas lagi. organisasi massa. organisasi politik. Kesetaraan dalam kuasa berarti Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 66 . maupun negara.

Faktor jarak aksesibilitas sangat berperan dalam menentukan orientasi produktif dari suatu kawasan. tergantung dari potensi produksi serta faktor jarak geograffs dan faktor jarak aksesibilitas. serta masa depan diri dan komunitasnya.. subsektor perkebunan. Pengembangan Model Pemberdayaan KIPMAKO Pewilayahan yang komprehensif untuk pengembangan dan pembangunan sektor strategis sangat diperlukan dalam pencapaian hasil pembangunan yang optimal di suatu wilayah. Permasalahan yang dihadapi dewasa ini adalah seringkali penataan ruang yang ada belum mampu mewadahi dan mengimbangi perkembangan sektor pembangunan strategis secara berkelanjutan. Kesetaraan dalam kuasa merupakan prasyarat bagi terwujudnya kesetaraan gender dan keberdayaan rakyat dalam masyarakat yang sejahtera. Dalam konteks ini. Perencanaan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) merupakan salah satu bentuk perencanaan ruang untuk sektor strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah produksi dari sub-sektor kehutanan. Oleh karena itu salah tujuan perencanaan kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) di suatu wilayah. subsektor pertanian dan hortikultura. satu tidak mendominasi atau dalam posisi dominan atas lainnya. adalah memadukan penggunaan ruang dan segenap sumberdayanya secara fungsional untuk mendorong sektor strategis agar tercapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan mempunyai linkages positif dengan wilayah sekitarnya. subsektor peternakan dan subsektor tradisional lainnya yang didukung oleh sarana dan prasarana yang fungsional. seperti wilayah Kota Samarinda. Artinya perempuan mempunyai kekuasaan sebagaimana juga laki-laki.2. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 67 . kriteria ―strategis‖ bukan hanya dari sudut pandang ekonomi produksi.adanya kuasa yang imbang antara perempuan dan laki-laki. untuk mengubah kondisi dan posisi. terutama kawasan potensial yang jauh dari pusat pengembangannya. Konsep KIPMAKO ini dapat berdiri diri atau menyatu dengan Kawasan yang lebih luas. melainkan juga dikaitkan dengan pertimbangan kelestarian fungsi ekologis/hidrologis. 6.

Penyediaan benih /boibit unggul yang memiliki: siklus produksi pendek. serta pemerataan kegiatan ekonomi wilayah.. dan terjangkau oleh masyarakat petani setempat dalam rangka mendukung peningkatan usaha agribisnisnya. wilayah secara optimal dan lestari. pengetahuan dan kemampuan dalam berusaha Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 68 . Beberapa persyaratan penunjang tersebut adalah : Tersedianya informasi tentang penataan ruang dan Kawasan Sentra Produksi yang ada dan pengisian ruang melalui skenario pengembangan prioritas kawasan (berjenjang) maupun jenis komoditas yang dikembangkan pada kawasan itu.Pengembangan KIPMAKO harus didukung oleh komoditas unggulan dan komoditi penunjangnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di KAMP dapat berlanjut. Sarana jasa pelayanan lembaga keuangan dan sistem informasinya mengenai kendala dan persoalan dalam upaya pemberdayaan kegiatan usaha agribisnis. Dalam jangka pendek upaya ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumberdaya Prasyarat penunjang kegiatan pengembangan KIPMAKO adalah beberapa komponen yang mendukung terbentuknya KIPMAKO menjadi kawasan yang sangat ideal untuk dikembangkan lebih lanjut. hipertisida dan herbisida yang mudah diperoleh di setiap kawasan. tidak hanya terampil tetapi memiliki agribisnis. produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap kondisi lahan marginal/kritis yang tidak menentu (iklim dan curah hujan). mulai dari berskala kecil (mikro) hingga bersekala besar (makro) dan ekonomis. yang diusahakan dalam suatu Sentra Produksi (SPr) yang didukung oleh sentra Industri Pengolahan (SPg) dan sentra perdagangannya (SPd). Sarana produksi termasuk pestisida. Tersedianya landasan formal pemanfaatan ruang dan lahan sesuai dengan pengembangan subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura. subsektor kehutanan dan subsektor perkebunan Informasi tentang potensi tenaga kerja siap pakai di wilayah. serta resisten terhadap hama dan penyakit. subsektor peternakan.

serta posisi geografisnya. Besar kecilnya Kawasan ini tidak terlepas dari pada faktor potensi dan fungsi kawasan.Tersedianya sistem informasi pasar sebagai mitra petani /masyarakat dalam meningkatkan daya-jual hasil-hasil produksi komoditi. dengan harga yang layak. ke tempat distribusi barang hingga sampai ke tempat tujuan tujuan (pengolahan. Adanya perbedaan jarak yang panjang memungkinkan perlunya pemisahan kawasan. Profil Komoditas unggulan Kota Samarinda Lembaga Penelitian dan Pengembangan KIPMAKO Sistem Informasi Pasar Sentra Budidaya Suatu Kawasan dengan luasan tertentu minimal 500 Ha Sentra Perdagan gan Outlet Pemasaran Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri Sentra Industri Pengolah an 69 . sedangkan jarak terpendek antar kawasan potensial cenderung membentuk satu kesatuan Kawasan. Sistem transportasi dan pola aliran barang dari sentra produksi ke penyimpanan sementara. pedagang) maupun pasar sebagai konsumen akhir.

adanya Lembaga KIPMAKO. Kelembagaan yang akan dibentuk sesuai dengan aliran proses produksi. pusat penelitian dan pengembangan dan kelembagaan yang mengurusi mengenai sistem informasi pasar. Kemungkinan ini dapat saja terjadi di seluruh wilayah kabupaten. Kegiatan perdagangan tidak hanya dilakukan untuk memasarkan produk dalam bentuk olahan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 70 . diantaranya adalah Kelembagaan dalam sentra produksi saprodi. kegiatan industri pertanian dan kegiatan perdagangan hasil pengolahan hingga kepada konsumen. Model kelembagaan KIPMAKO terdiri dari beberapa stakeholder yang saling terkait. KIPMAKO ini akan ditunjang oleh lembaga penelitian dan pengembangan yang berfungsi untuk memberikan informasi pasar dan pengembangan kegiatan on-farm. namun kegiatan perdagangan yang dimaksud dalam gambar diatas sekaligus juga kegiatan untuk memasarkan produk dalam bentuk segar yang memiliki kualitas tertentu. ada kemungkinan ditemukannya pemisahan dari suatu wilayah Kecamatan dan masuk membentuk kawasan baru di wilayah kecamatan lainnya. Model pengembangan kelembagaan KIPMAKO Dalam kaitannya antara batas administratif dengan faktor jarak geografis terhadap kemungkinan terbentuknya kawasan. Kegiatan utama KIPMAKO adalah kegiatan produksi komoditas pertanian. sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi.Gambar 6.2. Kelembagaan dalam sentra industri pertanian. KIPMAKO di bentuk berdasarkan pada profil komoditas unggulan dan pertimbangan terhadap rencana tata ruang wilayah dan kesesuaian lahan. terutama wilayah-wilayah yang berbatasan langsung secara fisik.

komoditas pisang (1. Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) di tentukan berdasarkan pada komoditas unggulan dan tingkat kesesuaian lahan sesuai dengan RTRW Kota samarinda.130 ton) untuk tanaman pangan. beberapa potensi yang mendukung diantaranya adalah: a.244 c. komoditas kelapa (807.BAB 7 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 7. b.298. Kota Samarinda memiliki beberapa potensi yang dapat diunggulkan.956.87 triliun rupiah dengan sedangkan PDRB per kapita untuk sektor pertanian pada tahun 2007 mecapai Rp. 2. sehingga sangat layak untuk didirikan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota.40 ton).1 ton) untuk tanaman buahbuahan. dimana kecamatan yang memiliki skor tertinggi adalah kecamatan Samarinda Ulu. kawasan sentra produksi pertanian (KSPP) maupun Kawasan Sentra Industri Pertanian (KSIP) berada di kelurahan air putih untuk tanaman perkebunan dan buah-buahan serta tanaman pangan.911. Industri agro selama 5 tahun terakhir selalu mengalami kenaikan baik jumlah unit usaha (rata-rata kenaikan 5 unit usaha per tahun). Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 71 . memiliki komoditas unggulan diantaranya padi(28.1 Kesimpulan Berdasarkan pada hasil kajian diatas maka beberapa hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut : 1. dan nilai investasi (rata-rata kenaikan mencapai Rp. 999. 16. tenaga kerja (rata-rata kenaikan 32 orang per tahun).640 per tahun. sehingga daerah yang layak untuk dibangun Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota di Kota Samarinda (KIPMAKO) dengan rincian sebagai berikut : a. pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 7 persen per tahun dengan nilai PDRB pada tahun 2007 mencapai 15.

sehingga masing-masing daerah memiliki keunggulan tertentu dan tidak berbenturan dengan daerah lain di Kota Samarinda. Pengelola Sentra Pengolahan. Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 72 . Kegiatan ini masih bersifat kajian.2. Diperlukan kajian lebih lanjut mengenai pembentukan kawasan yang lebih spesifik pada komoditas tertentu. Cluster Kawasan Sentra Penjualan Hasil Industri Pertanian (KSPIH) juga dekat dengan kawasan pendukung.b. sehingga perlu dilakukan inisiasi terhadap kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota dengan membuat daerah percontohan pada kecamatan Samarinda Ulu. Pengelola Sentra Produksi. 7. dengan basis komoditas maupun wilayah. Kawasan wisata dan Pusat pendidikan masyarakat kota (P3MK) di rencanakan juga ada di kelurahan air putih. 3. KSIP dan KSPP yaitu di Kelurahan Air Putih. dan Tim penelitian dan Pengembangan. c. 2. d. Pengelola Sentra Perdagangan. Cluster air bersih dapat dilakukan di daerah dekat denga sungai Mahakam dalam wilayah kecamatan ulu. Rekomendasi 1. karena kawasan ini adalah pendukung dari KSPP dan KSIP. semua stakeholder tersebut saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri satu sama lain. Strategi Pemberdayaan yang relevan untuk pengembangan Kawasan Industri Pertanian Masyarakat Kota (KIPMAKO) adalah membentuk hubungan antar stakeholder yang terlibat yaitu Lembaga KIPMAKO.

Laporan Akhir Studi Pembangunan Pertanian Berkebudayaan Industri 73 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful