MEKANISME RESISTENSI DAN RESURGENSI HAMA TERHADAP PESTISIDA

OLEH :

AINUL MARDIYAH (107001019)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATRA UTARA MEDAN - 2010

Namun demikian. nematoda dan penyakit yang dapat menyerang tanaman yang dibudidayakan. Salah satunya adalah pengendalian hama menggunakan bahan kimia yaitu pestisida. gulma. Definisi dari pestisida. Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. maka pestisida harus dikelola dengan cara sebaik -baiknya sehingga dapat diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan dampak negatif yang sekecil-kecilnya. namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. Hampir setiap usaha pertanian sejumlah bahan kimia digunakan untuk memberantas gulma. 2. Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu. yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida secara aman dan benar. sehingga pestisida banyak digunakan dalam pembangunan di berbagai sektor. PENDAHULUAN Sejarah manusia kaya dengan peperangan melawan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Berbagai cara telah dikembangkan untuk mengubah keseimbangan ke arah yang menguntungkan manusia.I. Memperhatikan manfaat dan dampak negatifnya.2. sering disebut ³pest killing agent´. pestisida adalah sebagai alternatif terakhir. Menyikapi hal ini. hama dan penyakit. II. Telah disadari bahwa pada umumnya pestisida merupakan bahan berbahaya yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dan belajar dari pengalaman. sedangkan ³cide´ berarti membunuh. PEMBAHASAN 2. ataupun insektisida alami. Penggunaan bahan kimia untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sebenarnya telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu seperti penggunaan bubur Bordeaux.1. Lebih dari sepuluh ribu spesies insekta. penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama. termasuk pertanian. Sehingga saat ini banyak sekali jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas gangguan hama dan penyakit terhadap tanaman. Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida . Pestisida dalam Pengendalian Kimiawi . larutan arsenik. campuran kapur dan belerang. Pengendalian Hama secara Kimiawi Pengendalian hama secara kimiawi merupakan upaya pengendalian pertumbuhan hama tanaman menggunakan zat kimia pembasmi hama tanaman yaitu pestisida. pestisida juga memberikan manfaat. µpest´ memiliki arti hama. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru. ternyata pestisida dapat membantu mengatasi masalah hama padi. pengepakan. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida. namun tidak mudah untuk dilakukan. Tidak boleh persistent. seperti komponen hayati. Pengalaman di Amerika Latin menunjukkan bahwa dengan menggunakan pestisida dapat meningkatkan hasil 40 persen pada tanaman coklat. Dalam perdagangan (transport. waktu dan biaya yang besar. Peranan Pestisida Dalam bidang pertanian pestisida merupakan sarana untuk membunuh hama -hama tanaman. Meninggalkan residu dalam waktu yang tidak diperlukan. dan berdasarkan catatan dari FAO penggunaan pestisida dapat menyelamatkan hasil 50 persen pada tanaman kapas. hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Pengalaman di Indonesia dalam menggunakan pestisida untuk program intensifikasi. Relatif aman bagi pemakai. Sejauh mungkin harus aman bagi lingkungan fisik dan biota. pestisida berperan sebagai salah satu komponen pengendalian. labeling) harus memenuhi persyaratan keamanan yang maksimum. harus mudah terurai. bahkan penggunaanya semakin meningkat. Hingga meluasnya serangan dapat dicegah. Memang tersedia cara lainnya. maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian. Tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang demikian. sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu.1. Prinsip penggunaanya adalah : o o o o o o o o o Harus kompatibel dengan komponen pengendalian lain.2. Harus tersedia antidote untuk pestisida tersebut. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu. penyimpanan. yang berarti melakukan perombakan ekosistem. Kelebihan dan Kekurangan Pestisida . Dalam konsep PHT. 2. dan kehilangan hasil karena hama dapat ditekan. Di Pakistan dengan menggunakan pestisida dapat menaikkan hasil 33 persen pada tanaman tebu. kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak. perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu.2. Dengan melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida. Harga terjangkau bagi petani. Efisien untuk mengendalikan hama tertentu.2. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk. Pestisida dengan cepat menurunkan populasi hama.2. Idealnya teknologi pertanian maju tidak memakai pestisida. varietas unggul. Pestisida masih diperlukan.

Klasifikasi Pestisida Menurut Soemirat (2003). Pengendalian OPT dengan menggunakan pestisida banyak dilakukan secara luas oleh masyarakat. dapat dijumpai di kios-kios pedesaan sampai pasar swalayan di kota besar. resurjensi. Sebelum menggunakan pestisida dalam pengendalian OPT akan lebih baik bila pengguna mengenal seluk beluk mengenai pestisida dan cara penggunaannya sesuai fungsinya agar dapat mengaplikasikan pengendalian dengan aman dan benar. karena pestisida mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara pengendalian yang lain. Hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat. 4. dan perubahan status OPT Pencemaran lingkungan hidup Residu pestisida yang berdampak negatif terhadap konsumen Terhambatnya hasil pertanian (terutama perdagangan dalam ekspor) Dari kekurangan yang telah disebutkan di atas. Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu yang singkat. 2. Dapat meningkatkan hasil produksi. mekanisme dan atau toksisitasnya. ternak dan hewan piaraan. 2. tepat waktu. tepat cara aplikasi. yaitu: o o o o o o Dapat diaplikasikan secara mudah. satwa liar. pestisida dapat diklasifikasikan berdasarkan organisme target. tentunya sudah dapat dilihat bahwa pestisida merupakan zat kimia yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak buruk yang dapat merugikan manusia maupun lingkungan. tepat sasaran. Berikut klasifikasi pestisida berdasarkan organisme targetnya : . dan tepat takaran. yaitu: 1. antara lain: o o o o o Keracunan dan kematian pada manusia.Seperti diketahui pada peranan pestisida yang dijelaskan pada sub bab sebelumnya bahwa pestisida berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh OPT. Dapat diaplikasikan hampir di setiap tempat dan waktu.3. ikan dan biota air lainnya. biota tanah. tanaman Terjadinya resistensi. baik secara langsung maupun tidak langsung. benar dalam arti 5 tepat. tepat jenis pestisida. Di samping memiliki kelebihan tersebut di atas. Mudah diperoleh.2. Aman terhadap diri dan lingkungannya. struktur kimia. Penyuluhan untuk menggunakan pestisida dengan aman dan benar sangatlah diperlukan. 3. 5. pestisida harus diwaspadai karena dapat memberikan dampak negatif.

Insektisida. Silvisida. Pedukulisida. berasal dari kata latin bacterium atau kata Yunani bacron. o Kemosterilan. digunakan pada tanaman kapas dan kedelai. berasal dari kata latin ovum yang berarti telur. Berfungsi untuk membunuh telur. berasal dari kata avis yang dalam bahasa latinnya berarti burung. berasal dari kata latin nematoda atau bahasa Yunani nema yang berarti benang.o o o o o o o o o o o o o o o o o Akarisida. Berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan. o Defoliant. Berfungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu). Berfungsi untuk membunuh rayap. Berfungsi untuk membunuh siput. Berfungsi untuk membunuh pemangsa (predator). berasal dari kata Yunani praeda yang berarti pemangsa. Sehingga dapat digunakan sebagai penarik serangga dan menangkapnya dengan perangkap. Termisida. keratan atau segmen tubuh. berasal dari kat latin herba yang berarti tanaman setahun. berasal dari kata Yunani termes ang berarti serangga pelubang daun. Berfungsi untuk membunuh ulat atau larva. Berfungsi sebagai pembunuh atau zat penolak burung serta pengontrol populasi burung. Berfungsi untuk membunuh binatang pengerat. Avisida. Bakterisida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu. berasal dari kata akari yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. Berfungsi untuk melawan bakteri. berasal dari kata Yunani rodera yang berarti pengerat. Nematisida. Berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma. Akarisida sering juga disebut sebagai mitesida. Berfungsi untuk membunuh pohon. berasal dari kata Yunani molluscus yang berarti berselubung tipis lembek. Berfungsi untuk membunuh serangga Larvasida. berasal dari kata alga yang dalam bahas latinnya berarti ganggang laut. berasal dari kata Yunani lar. Fungisida. tuma. zat yang berfungsi untuk mensterilkan serangga atau hewan bertulang belakang. Berfungsi untuk membunuh ikan. berasal dari kata latin insectum yang berarti potongan. berasal dari kata latin pedis berarti kutu. zat yang dipergunakan untuk menggugurkan daun supaya memudahkan panen. Berikut ini beberapa bahan kimia yang termasuk pestisida. seperti tikus. Rodentisida. Predisida. Berfungsi untuk membunuh nematoda (semacam cacing yang hidup di akar). namun namanya tidak menggunakan akhiran sida: o Atraktan. berasal dari kat latin yang berarti hutan. berasal dari kata latin fungus atau kata Yunani spongos yang berarti jamur. Berfungsi untuk membunuh melawan alga. Algisida. Herbisida. Ovisida. zat kimia yang baunya dapat menyebabkan serangga menjadi tertarik. . Molluksisida. Piscisida. berasal dari kata Yunani piscis yang berarti ikan.

WSC (water soluble concentrate). Sterilan tanah. biasanya digunakan pentaclilorophenol (PCP). zat yang berfungsi sebagai penolak atau penghalau serangga atau hama yang lainnya. Komposisi bahan aktif biasanya berkisar 2-25 persen. Formulasi Pestisida Pestisida sebelum digunakan harus diformulasi terlebih dahulu. Contohnya kamper untuk penolak kutu.o o o o o o o o o o Desiccant.4. Disinfektan.2. Bila angka tersebut lebih dari 90 persen berarti pestisida tersebut tergolong murni. bahan pembawa yang terdiri atas talek dan kuarsa serta bahan perekat. Pestisida golongan ini disebut bentuk cairan emulsi karena berupa cairan pekat yang dapat dicampur dengan air dan akan membentuk emulsi. zat yang berguna sebagai perekat pestisida supaya tahan terhadap angin dan hujan. Zat yang dapat memperlambat. Dapat digunakan bersamaan waktu tanam untuk melindungi tanaman pada umur awal. Pengawet kayu. Komposisi pestisida cair biasanya terdiri dari tiga komponen. yaitu bahan aktif. Aplikasi pestisida butiran lebih mudah bila dibanding dengan formulasi lain. o Butiran (granulars) Formulasi butiran biasanya hanya digunakan pada bidang pertanian sebagai insektisida sistemik. dengan ukuran butiran 20-80 mesh. Surfaktan dan agen penyebar. Biasanya di muka singkatan tersebut tercantum angka yang menunjukkan besarnya persentase bahan aktif. zat yang berfungsi untuk mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma. zat untuk meratakan pestisida pada permukaan daun. pelarut serta bahan perata. minyak sereb untuk penolak nyamuk. Komposisi pestisida butiran biasanya terdiri atas bahan aktif. zat yang digunakan untuk mengeringkan daun atau bagian tanaman lainnya. Stiker. zat yang digunakan untuk membasmi atau menginaktifkan mikroorganisme. Pestisida formulasi butiran di belakang nama . Berikut ini beberapa formulasi pestisida yang sering dijumpai: o Cairan emulsi (emulsifiable concentrates/emulsible concentrates) Pestisida yang berformulasi cairan emulsi meliputi pestisida yang di belakang nama dagang diikuti oleb singkatan ES (emulsifiable solution). 2. zat untuk menekan pertumbuhan batang dan tunas. kemudian dapat diformulasi sendiri atau dikirim ke formulator lain. B (emulsifiable) dan S (solution). Pestisida dalam bentuk murni biasanya diproduksi oleh pabrik bahan dasar. mempercepat dan menghentikan pertumbuhan tanaman. Repellent. Zat pengatur tumbuh. Oleh formulator baru diberi nama. zat yang berfungsi untuk menguatkan pertumbuhan dan memastikan terjadinya buah. Stimulan tanaman. Inhibitor.

karena kurang efisien. phosphor. o Debu (dust) Komposisi pestisida formulasi debu ini biasanya terdiri atas bahan aktif dan zat pembawa seperti talek. zinc dan arsenic.dagang biasanya tercantum singkatan G atau WDG (water dispersible granule). Namun yang sering digunakan sebagai unsur pestisida adalah 21 unsur. bau. Biasanya digunakan di gudang penyimpanan. Unsur atau atom yang lebih sering dipakai adalah carbon. o Tepung (powder) Komposisi pestisida formulasi tepung pada umumnya terdiri atas bahan aktif dan bahan pembawa seperti tanah hat atau talek (biasanya 50-75 persen). o Sifat pestisida Setiap pestisida mempunyai sifat yang berbeda. chlorine dan sulfur. rumus bangun. o Fumigansia (fumigant) Pestisida ini berupa zat kimia yang dapat menghasilkan uap. biasanya di belakang nama dagang tercantum singkatan WP (wettable powder) atau WSP (water soluble powder). cuprum. oxigen. nitrogen.2. Hanya berk isar 10-40 persen saja apabila pestisida formulasi debu ini diaplikasikan dapat mengenai sasaran (tanaman). Sifat pestisida yang sering ditemukan adalah daya. Kimia Pestisida Pestisida tersusun dan unsur kimia yang jumlahnya tidak kurang dari 105 unsur. o Oli (oil) Pestisida formulasi oli biasanya dapat dikenal dengan singkatan SCO (solluble concentrate in oil). o Tata Nama Pestisida . asap yang berfungsi untuk membunuh hama. karosen atau aminoester. formulasi.5. mercury. rumus empiris. 2. Dalam bidang pertanian pestisida formulasi debu ini kurang banyak digunakan. Sedangkan yang berasal dari logam atau semi logam adalah ferum. Dapat digunakan seperti penyemprotan ULV (ultra low volume) dengan menggunakan atomizer. Untuk mengenal pestisida formulasi tepung. berat molekul dan titik didih. hydrogen. Formulasi ini sering digunakan pada tanaman kapas. toksisitas. Biasanya dicampur dengan larutan minyak seperti xilen. gas.

Hal-hal teknis yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah ketepatan penentuan dosis. Walaupun jenis obatnya manjur. Dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. o Pestisida lambung. Cara Menggunakan Pestisida Cara penggunaan pestisida yang tepat merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan pengendalian hama. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida. selanjutnya daya kerja pestisida berkurang. . berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas. Demikian pula kelembapan yang tinggi akan mempermudah terjadinya hidrolisis partikel pestisida yang menyebabkan kurangnya daya racun. namun karena penggunaannya tidak benar. o Konsentrasi bahan aktif. pestisida akan naik bergerak ke atas. yaitu persentase bahan aktif suatu pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air. suhu udara. Di samping berakibat mempercepat timbulnya resistensi. 2. Dosis pestisida Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu kali aplikasi atau lebih. di antaranya adalah keadaan angin. Dosis yang terlalu tinggi akan menyebabkan pemborosan pestisida.Pengetahuan pestisida juga meliputi struktur dan cara pemberian nama atau dikenal dengan tata nama. 2. Konsentrasi pestisida Ada tiga macam konsentrasi yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan pestisida. di samping merusak lingkungan. maka menyebabkan sia-sianya penyemprotan. berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida. o Pestisida sistemik. o Pestisida fumigan. Apabila suhu di bagian bawah lebih panas. berarti dapat ditranslokasikan ke berbagai bagian tanaman melalui jaringan. Sedang curah hujan dapat menyebabkan pencucian pestisida. berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran. 1. Besarnya suatu dosis pestisida biasanya tercantum dalam label pestisida. o o Cara Kerja Pestisida Pestisida kontak.3. Hama akan mati kalau mengisap cairan tanaman. Ada pula yang mengartikan dosis adalah jumlah pestisida yang telah dicampur atau diencerkan dengan air yang digunakan untuk menyemprot hama dengan satuan luas tertentu. Dosis yang terlalu rendah menyebabkan hama sasaran tidak mati. Angin yang tenang dan stabil akan mengurangi pelayangan partikel pestisida di udara. kelembapan dan curah hujan.

4. Memilih pestisida Di pasaran banyak dijual formulasi pestisida yang satu sama lain dapat berbeda nama dagangnya. Untuk mempermudah dalam .1 m 6. Ukuran partikel Ada bermacam-macam ukuran partikel: o o o o o Macrogranules : lebih 300 m Microgranules : 100-300 m Coarse dusts : 44-100 m Fine dusts : kurang 44 m Smoke : 0. Untuk memilih pestisida.001 m 2. Mist blower (low volume) biasanya dengan volume larutan konsentrasi sekitar 100 liter. yatu kurang 0. Maka formulasi pestisida yang dipilih harus sesuai dengan jasad pengganggu yang akan dikendalikan. Hal tersebut penting karena masing-masing formulasi pestisida hanya manjur untuk jenis jasad pengganggu tertentu. Ukuran molekul hanya ada satu macam. Ukuran droplet Ada bermacam-macam ukuran droplet: o o o o o o o Veri coarse spray : lebih 300 m Coarse spray : 400-500 m Medium spray : 250-400 m Fine spray : 100-250 m Mist : 50-100 m Aerosol : 0.o Konsentrasi formulasi. yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air. o Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida. pertama yang harus diingat adalah jenis jasad pengganggu yang akan dikendahikan. 3.4. walaupun mempunyai bahan aktif yang sama.001-0. Alat semprot Alat untuk aplikasi pestisida terdiri atas bermacam-macam seperti knapsack sprayer (high volume) biasanya dengan volume larutan konsentrasi sekitar 500 liter. Petunjuk Penggunaan Pestisida 1.1-50 m Fog : 5-15 m 5. Dan Atomizer (ultra low volume) biasanya kurang dari 5 liter. yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi.

karena pestisida sangat berbahaya apabila tercium. kecuali dianjurkan. kacamata. makanan dan sumber api. Tidak diperkenankan mencampur pestisida lebih dari satu macam. serbuk gergaji atau tanah sebagai penyerap pestisida. Anak-anak tidak diperkenankan menggunakan pestisida.memilih pestisida dapat dibaca pada masing-masing label yang tercantum dalam setiap pestisida. Gunakan perlengkapan khusus. Sebaiknya makan dan minum secukupnya sebelum bekerja dengan pestisida. Dalam label tersebut tercantum jenis-jenis jasad pengganggu yang dapat dikendalikan. demikian pula wanita hamil dan orang yang tidak baik kesehatannya. Hal tersebut kesemuanya dapat menyebabkan penurunan kemanjuran pestisida. demikian pula hewan piaraan atau temak. sehingga anak-anak tidak mungkin menjangkaunya. Tidak terkena langsung sinar matahari dan ruangan tidak bocor karena air hujan. tutuplah luka tersebut. Untuk menjaga kemanjuran pestisida. Apabila terjadi luka. beserta pasir. 2. Buatlah ruang yang terkunci tersebut dengan ventilasi yang baik. 3. Menyimpan pestisida Pestisida senantiasa harus disimpan dalam keadaan baik. lebih-lebih pestisida yang konsentrasinya pekat. Tidak boleh sambil makan dan minum. . kapur. Juga tercantum cara penggunaan dan bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan. Sebaiknya pada waktu pengenceran atau pencampuran pestisida dilakukan di tempat terbuka. Pestisida yang tidak diwadah dan tidak berlabel tidak dijamin kemanjurannya. dengan wadah atau pembungkus asli. tertutup rapat. Untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu pestisida tumpah. maka sebaiknya belilah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan oleb Departemen Pertanian yang dilengkap i dengan wadah atau pembungkus asli dan label resmi. sarung tangan. Jangan mencium pestisida. Jangan berlebih atau kurang. Hati-hati bekerja dengan pestisida. Jauhkan dari tempat minuman. Gunakan selalu alat-alat yang bersih dan alat khusus. Sediakan pula wadah yang kosong. pakaian lengan panjang dan kaki. sepatu kebun. Harus mengikuti petunjuk yang tercantum dalam label. Menggunakan pestisida Untuk menggunakan pestisida harus diingat beberapa hal yang harus diperhatikan: o o o o o o o o o o o Pestisida digunakan apabila diperlukan. tidak bocor atau rusak. sewaktuwaktu untuk mengganti wadah pestisida yang bocor. Dalam mencampur pestisida sesuaikan dengan takaran yang dianjurkan. Sertakan pula label asli beserta keterangan yang jelas dan lengkap. Dapat disimpan dalam tempat yang khusus yang dapat dikunci. karena pestisida dapat terserap melalui luka. maka harus disediakan air dan sabun ditergent. penutup hidung dan rambut dan atribut lain yang diperlukan.

semua peralatan harus dibersihkan. ada satu atau beberapa individu yang mampu bertahan hidup. Mekanisme timbulnya resistensi hama dapat dijelaskan sebagai berikut. cuaca panas. misalnya penyemprotan bahan kimia beracun. Ketahan secara genetik ini mungkin disebabkan kemampuan memproduksi enzim detoksifikasi yang mampu menetralkan daya racun pestisida. III. Karena hhama terus menerus mendapat tekanan oleh pestisida. dua tahun setelah penggunaan pestisida DDT. 3. Apabila suatu populasi hama yang terdiri dari banyak individu. Pada tahun 1947. Dari penelahaan sifat sifat hama. merupakan fenomena dan konsekuensi ekologis yang umum dan logis. Pasanglah tanda peringatan di tempat yang baru diperlakukan dengan pestisida. Bila tidak enak badan berhentilah bekerja dan istirahat secukupnya. maka sebagian besar individu populasi tersebut akan mati terbunuh.1. angin kencang dan arah semprotan atau sebaran berlawanan arah angin. Tidak terbunuhnya individu yang bertahan tersebut. mungkin disebabkan terhindar dari efek racun pestisida. Tetapi dari sekian banyak individu. dibakar supaya tidak digunakan oleh orang lain untuk tempat makanan maupun minuman. Munculnya resistensi adalah sebagai reaksi evolusi menghadapi suatu tekanan ( stress). Namun jika penggunaan pestisida tidak sesuai dengan petunjuk dan dosis pemakaian maka akan meningkatkan populasi jasad pengganggu tanaman. Pestisida meningkatkan Perkembangan Populasi Jasad Pengganggu Tanaman Tujuan penggunaan pestisida untuk mengurangi populasi hama. Saat ini telah di data lebih dari 500 spesies serangga hama telah resisten terhadap berbagai jenis kelompok insektisida. Munculnya ketahanan ( resistensi) hama terhadap pestisida Timbulnya ketahanan hama terhadap pemberian pestisida yang terus menerus. spesies hama mampu membentuk Strain baru yang lebih tahan terhadap pestisida tertentu yang digunakan petani. Berikut ini diuraikan tiga dampak buruk penggunaan pestisida. Wadah bekas pestisida harus dirusak atau dibenamkan. Keturunan individu tahan ini. diketahui muncul Strain serangga yang resisten terhadap DDT. waktu dan besarnya ke tahanan . dikenakan pada suatu tekana lingkungan. Ada beberapa penjelasan ilmiah yang dapat dikemukakan mengapa pestisida menjadi tidak efektif dan malahan sebaliknya bias meningkatkan perkembangan populasi jasad pengganggu tanaman. khususnya yang mempengaruhi peningkatan perkembangan populasi hama. Setelah bekerja dengan pestisida. Hanya saja. demikian pula pakaian-pakaian. dan mandilah dengan sabun sebersih mungkin. atau sebagaimana karena sifat genetik yang dimilikinya.o o o o o Jangan menyemprot atau menabur pestisida pada waktu akan turun hujan. hampir setiap individu memiliki potensi untuk menjadi tahan terhadap pestisida. akan menghasilkan populasi yang juga tahan secara genetis. Oleh karena itu pada generasi berikutnya anggota populasi akan terdiri dari lebih banyak individu yang tahan terhadap pestisidasehingga muncul populasi hama yang benar benar resisten. maka melalui proses seleksi alami.

selain disebabkan karena terbunuhnya musuh alami ternyata dari penelitian lima tahun terakhir dibukti bahwa ada jenis jenis pestisida tertentu yang memacu peningkatan telur serangga hama.Ledakan populasi Hama Sekunder . Musuh alami yang terhindar dan bertahan terhadap penyemprotan pestisida sering kali mati kelaparan karena populasi mangsa untuk sementara waktu terlalu sedikit. intensitas pemberian pestisida dan factor factor lingkungan lainnya. 3.3. Ketahanan terhadap pestisida tidak hanya berkembang pada serangga atau binatang arthropoda lainnya tepai juga saat ini telah banyak kasus timbulnya ketahanan pada pathogen/ penyakit tanaman terhadap fungisida. dipengaruhi oleh jenis pestisida yang diberikan. petani terdorong untuk semakin sering melakukan penyemprotan dan sekaligus melipatgandakan tingkat dosis. Disisi lain. hama walang sangit ( Nephotettik inticeps) dan ulat penggerek batang ( Chilo suppressalis) dilaporkan mengalami peningkatan ketahanan terhadap pestisida. hama kubis Crosidolomia pavonana. Resurgensi hama Peristiwa resurgensi hama terjadi apabila setelah diperlakukan aplikasi pestisida. serangga hama akan berada pada kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Penggunaan pestisida yang berlebihan ini dapat menstimulasi pengingkatan populasi hama. hama penggerek umbi kentang Phthorimaea operculella dan ulat grayak Spodoptera litura. ( Nilaparvata lugens) 3. Hasil ini telah dibuktikan International Rice Riset institute terhadap hama wereng coklat. Akibatnya populasi hama meningkat tajam segera setelah penyemprotan.tersebut bervariasi. Bila sesuatu jenis serangga telah menunjukan sifat ketahanan dalam waktu yang cukup lama serangga tersebut tidak akan pernah berubah kembali lagi menjadi serangga yang peka terhadap pestisida. Resurgensi hama terjadi karena pestisida sebagai recun yang berspektrum luas juga membunuh musuh alami. maka fenomena resistensi adalah permanen dan tidak dapat kembali lagi. ketahana terhadap herbisida dan ketahanan nematode terhadap nematisida. populasi menurun dengan cepat dan secara tiba tiba justru meningkat lebih tinggi dari jenjang populasi sebelumnya. Resurgensi sangat mengurangi efektifitas dan efesiensi pengendalian dengan pestisida. Dengan semakin tahannya hama terhadap pestisida. Sumber makanan tersedia alam jumlah cukup dan pengendali alami sebagai pembatas pertumbuhan populasi menjadi tidak berfungsi.2. Kondisi demikian terkadang menyebabkan musuh alami beremigrasi untuk mempertahankan hidup. Oleh karena sifat resistensi dikendalikan oleh factor genetis. sehingga tidak tersedia makanan dalam jumlah cukup. Resurgensi hama. Di Indonesia beberapa jenis hama yang diketahui resisten terhadap pestisida antara lain hama kubis plutella xylostella . Demikian juga hama hama tanaman padi seperti wereng coklat ( Nilaparvata lugens).

setelah daerah tersebut disemprot intensif pestisida Dimecron dari udara untuk memberantas hama utama penggerek padi kuning Scirpophaga incertulas. PENUTUP 4. Munculnya hama wereng coklat Nilaparvatalugens setelah tahun 1973 mengganti kedudukan hama penggerek batang padi sebabgai hama utama di Indonesia. Residunya dapat merusak lingkungan. yaitu: tepat jenis pestisida. Penggunaan pestisida haruslah diaplikasikan dengan cara aman dan benar. akibat penggunaan pestisida yang berspektrum luas. Penelitian dirumah kaca membuktikan. Aman terhadap diri dan lingkungannya. kelebihan dan kekurangan pestisida. mungkin disebabkan penggunaan pestisida golongan khlor secara intensif untuk mengendalikan hama sundep dan weluk IV. tetapi kemudian terjadi peningkatan populasi pada spesies yang sebelumnya bukan hama utama. .1 Kesimpulan Pengendalian hama secara kimiawi adalah pengendalian hama menggunakan bahan kimia yaitu pestisida. dan tepat takaran. serta petunjuk penggunaan pestida itu sendiri agar diperoleh manfaat yang sebesarbesarnya dengan dampak negatif yang sekecil-kecilnya. hama ganjur dapat berkembang dengan baik. yang dalam keadaan normal secara alamiah efektif mengendalikan populasi hama sekunder. Pestisida merupakan salah satu cara pengendalian terhadap organisme pengganggu tanaman. ekosistem bahkan bisa membahayakan manusia itu sendiri. Umumnya tujuan penggunaan pestisida adalah untuk mengendalikan hama utama yang paling merusak. tepat cara aplikasi. diketahui terdapat beberapa hama utama dan banyak hama hama kedua atau hama sekunder. cara menggunakan pestisida dengan benar. sampai tingkat yang merusak. Sehingga pestisida menjadi cara pengendalian andalan dan akhirnya akan menjadikan ketergantungan terhadap pemakaian pestisida tersebut. Pestisida berperan besar dalam bidang pertanian karena dapat menekan pertumbuhan OPT dan dapat meningkatkan hasil produktivitas tanaman. karena parasitoidnya terbunuh. dilaporkan pernah terjadi ledakan hama ganjur di hamparan persawahan jalur pantura jawa barat. Seperti yang kita ketahui. pestisida merupakan zat kimia berbahaya. dengan menyemprotkan Dimecron pada tanaman padi muda. tetapi juga membunuh serangga berguna. Pestisida tersebut tidak hanya membunuh hama utama yang menjadi sasaran. Untuk itu dalam melakukan pengendalian kimiawi sudah semestinya pengguna pestisida terlebih dahulu mengetahui apa saja peran pestisida. tepat sasaran. Ledakan ini seringkali disebabkan oelh terbunuhnya musuh alami. Peristiwa ledakan hama sekunder terjadi apabila setelah perlakuan pestisida menghasilkan penurunan populasi hama utama. tepat waktu. benar dalam arti 5 tepat. klasifikasi pestisida.Dalam ekosistem pertanian. Peristiwa terjadinya ledakan populasi hama sekunder di Indonesia. Banyak kelebihan-kelebihan pestisida dibandingkan dengan cara pengendalian lain.

http://agriculturesupercamp. 2009. 2009.com/2008/01/25/bijak memilih-pestisida Anonymous. cetak/0010/19/iptek/inse10.blogspot. 2009.com/2007/05/pencemaran-pestidadampak-dan-upaya Anonymous. http:// id. sri dan Suharno. Siti Laila.Erlangga Sudjadi.25k http://www2. 2009.wikipedia. Biologi sains dalam kehidupan.com/kompasAnonymous.wordpress. http://dizzproperty.Jkarta. bagoed dan Dra.org/wiki/ Herbisida .htm Maryati.Biologi.kompas.2006. 2006. Jakarta: Yudhistira .DAFTAR PUSTAKA y y y y y Anonymous.

5. Pengedalian Teknis Budidaya 3. Teknis Pengendalian Hama PBK 3.I. Gejala Serangan PBK 3. Pengedalian Mekanis 3. Rumusan Masalah 1. dan jawa Timur ditemukan residu beberapa jenis insektisida (DDT.3. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.2. Pendahuluan 1.2.1. PENUTUP 4.2.1. diazinon. Ekologi 3. aldrin.5. Mlyani dan Sumatera (1982) melaporkan bahwa dari contoh-contoh sayuran yang diambil dari 7 daerah pusat sayuran di Jawa Barat.1. an khlorpyrifos) meskipun masih jauh di bawah nilai MRL (Maximum Residu Limit) menurut FAO/WHO 1978. Ada satu tempat yaitu di Batu pada wortel ternyata residu DDT hampir mencapai batas MRL.1. dieldrin.3. daun talas dan aun singkong (Soemarwoto. Pengendalian Hayati 3. genjer.2.2. Hama Penggerek Buah Melon ( PBM) 2.4. Pembahasan 3.3. Jenis sayuran yang diambil contohnya adalah kenang. Penggunaan Musuh Alami 3.2.1. 1980). Juga dilaporkan adanya residu pestisida pada jenis -jenis sauran yang tdak disemprot pestisida seperti kangkung.3.1.1.5.5.5. Kesimpulan 4.3. tomat. Tujuan Penulisan II.5. Pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Ekonomi Universitas Pajajaran menunjukkan bahwa pada umumnya kandungan residu pestisida dalam conoh-contoh sayuran di daerah Jawa Barat adalah rendah. dan wortel. Pestisida dalam Sayuran 3.2.1. sawi. fenitrothion. Residu Pestisida dalam Sayuran di Indonesia Data tentang residu pestisida dalam sayuran di indonesia masih terbatasnya fasiltas untuk pemantauan residu pestisida. fenoat. Saran BAB III STUDI KASUS 3. Pengertian Hama 2. kubis. ASpek Bioekologi PBK 3. Pengendalian Hama Terpadu ( PHT) III. Jawa Tengah.5.5. Sejarah dan Pemencaran PBM 3.2. Penggunaan Feromon 3.2. Pengedalian Kimia IV. Latar Belakang 1.4. . Penggunaan Bio Insektisida 3.

DDE. tomat. Yogyakarta sebesar 0. praktis tidak larut dalam ai r kecuali lindane. Tinggi rendahnya residu pestisida pada tanaan ditentukan oleh jenis pestisida. Faktor-faktor yang mempengaruhi residu pestisida dalam sayuran Residu yang terdapat dalam tanaman dapat berasal dari pestisida yang langsung diaplikasikan pada tanaman. Jenis pestisida yang digunakan oleh petani sayuran di Parangtritis Golongan Insektisida Organokhlor Nama Dagang Tiodan DDT Lebaycid Dursban Asodrin Dazinon Tamaron Takution Bassa. meskipun demikian dapat diserap ke dalam jaringan tanaman dalam jumlah rendah. Insektisida organokhlor pada umumnya tidak mudah menguap.Oshawa et al. Dalam ekosistem kelompok insektisida ini bersifat persisten karena sifatnya yang lipofilik. tetapi pada varietas tertentu residu organokhlor terdapat pada lapisan luar umbi.2.1. aldrin. serta waktu aplikasi. dan mentimun yang diambl dari pasar Sri Wedari Yogyakarta ditemukan residu BHC. dieldrin. Insektisida ini tidak bersifat sistemik. dan diazinon dalam kadar yang di bawah nilai MRL. DDT. Sedangkan distribusi insektisida organokhlor dalam tanaman sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman dan struktur jaringan organokhlor dari dalam tanah. Yang masih di bawah nilai NMR. Baycarb Curater Bahan Aktif Endosulfan pp¶ DDT Tehnis Fention Korpirifos Mnokrotofos Diazinon Metamidofos Protiofos BPMC Furadan LD 50 39 ± 79 mg/kg 250 m/kg 178 ± 310 mg/kg 87 ± 276 mg/kg 150 ± 220 mg/kg Organofosfat Karbamat . 3. Meskipun demikian masih adanya residu pestisida persisten organokhlor pada contoh sayuran perlu memperoleh perhatian. (1985) melaporkan bahwa dari cntoh kubis. 1974). dosis dan frekuensi aplikasi. Effendy (1985) juga menemukan kadar residu metaidofos dari contoh kubis yang diambil dari pasar Pakem. debu yang terbawa hujan dari daerah penyemprotan yang lain.014 ± 0. Pengaruh jenis pestisida terhadap tingkat residu tergantung pada sifat-sifat fisika dan kimiawinya. serta mudah larut dalam pelarut organik. Selain daripada itu residu dapat berasal dari kontaminasi melalui hembusan angin. atau yang diaplikasikan melalui tanah dan air.120 ppm. dan juga penanaman pada tanah yang mengandung pestisida persisten. Tabel l. sedang pada varietas yang lain residu terdapat juga di dalam jaringan-jaringan tanaman lainnya (Brooks. heptachlr.

tetapi sebagai akibatnya untuk memperoleh kadar yang efektif frekuensi penyemprotan harus ditingkatkan (Eto. Perubahan sitolgis dapat terjadi pada pemberian 5 ± 15 ppm DDT pada ransum makanan tikus jantan. Karena sifatnya yang lipofilik senyawa organokhlor yang mask ke dalam tubuh akan segera terdistribusi ke dalam jaringan-jaringan dengan kandungan lemak yang tinggi dan tersimpan di dalam lemaknya. mutagenik dan teratogenik. Dalam Tabel l terlihat bahwa senyawa organofosfat dan karbamat pada umumnya mempunai harga LD 50 lebih tinggi dari seyawa organohlor. karena sangat menentukan. Hal ini perlu mendapat perhatian karena anak jauh lebih peka daripada orang dewasa. hal ini menunjukkan adanya ´induksi´ terhadap enzim dalam hati (Ortega. yaitu proses dinamika yang terjadi bila pemasukan (intake) lebih besar dari pengeluarannya (excretion). Senyawa karbamat pada umumnya bersifat sistemik. 3. 1974). 1962). Hal ini terjadi karena adanya bioakumulasi. hanya hasil metabilisme dalam tanaman cenderung disimpan sedangkan pada hewan hasil tersebut segera dikeluarkan. Kecuali jenis insektisida waktu aplikasi sangat menentukan residu pada tanaman terutama waktu aplikasi pestisida terakhir sebelum panen. sedangkan kasus keracunan kronis pada umumnya dijumpai pada pelaksana pengendalian hama dan mereka yang bekerja pada industri pestisda. tumorigenik.Ada beberapa jenis organofosfat yang bersifat sistemik dan menjadi senyawa yang lebih aktif dan beracun bagi serangga. Perubahan ini bersifat reversibel. Toksisitas Pestisida pada Manusia Toksisitas akut suatu senyawa digambarkan oleh harga LD 50-nya. . Senyawa organokhlor tersebut dapat diekskresikan bersama dengan lemak melalui air susu. Insektisida organofosfat lebih mudah larut dalam air apabila dibandingkan dengan insektisida organokhlor. Rendahnya kadar residu pestisida dalam makanan. Efek subtil dapat berupa perubahan histolgis dan patologis. efek karsinogenik. lebih mudah terhidrolisa menjadi senyawa yang tidak beracun dan mudah larut dalam air. Di dalam jaringan tanaman insektisida organofosfat termetabolisasi dengan pola yang sama dengan metabolismenya dalam tubuh hewan. Aktivasi organofosfat dalam tanaman tidak menimbulkan masalah persistensi. seperti insektisida organokhlor. Penelitian mengenai efek subtil pada manusia tidak mungkin diakukan. sehingga terjadi transfer residu insektisida yang telah terakumulasi dalam tubuh Ibu kepada anak yang disusuinya. Kasus keracunan akut jarang dijumpai di masyarakat.tetapi dapat menimbulan efek subtil (subtle effect) yaitu efek lanjut jangka pajang yang terjadi pada dosis rendah yang berkali-kali. 1977). Hasil metabolit tersebut dapat bersifat lebih beracun seperti Aldrin yang mengalami epoksidasi menjadi Dieldrin yang lebih persisten dan beracun. Insektisida organofosfat dan karbamat dapat menimbulkan efek neuropatologi karena demielinasi pada jaringan pelindung syaraf.1.Di dalam jaringan tanaman insektisida organokhlr mengalami biotransformasi menjadi metabolit yang lebih mudah larut dalam air.jelas tidak akan menimbulkan gejala keracunan kronis mapun aukt.3. kemungkinan terjadi kasus keracunan kronis lebih besar dari pada pestisda yang tidak persisten. Pada pestisida yang bersifat persisten. di alam tanaman karbamat tidak begitu stabil dan cepat termetabilisasi dengan cara teroksidasi dan terkonjugasi menjadi senyawa yang tidak beracun (Chou dan Afghan. sehingga pengamatan pada hewan percobaan merupakan indikasi utama pada manusia.

Frekuensi penyemprotan pestisida dikurangi. diperlukan penelitan mult generasi. DDT dan paration. sedang padagenerasi kelima. 1971). insect Growh Regulator. hanya apabila perlu.Adanya efek lanjut jangka panjang karena dosis rendah yang berulang-ulang. 3. menharuskan usaha penurunan tingkat residu pestisida dalam makanan sampai tingat yang serendah-rendahnya. 17 ± 48 % untuk DDT dan 0 ± 9 % untuk paration.1. 2. 2. pemasukan pestisida terutama melalui makanan. 1966. serta memilki persistensi yang rendah. Pncucian bayam yang disemprot dengan karbaril. menimbulkan efek magenik dan teratogenik pada dosis yang lebih tinggi dari pada dosis yang terdapat dalam lingkungan pada umumnya (Epstein dan Legators.1969). dan 96 ± 97 % untuk karbail (Lamb et al. yaitu sewaktu aras populasi hama melebihi tingkatan yang merugikan secara ekonomis. sayuran (Duggan dan Lipscomb. atrakan dan lain-lain.DDt. Pencucian: cara ini dapat mengurangi sebagian kandungan residu pestisida. yang lebih spesifik dan aman seperti insektisida biolgis. fenion dan malation. 3. pengupasan sangat membantu dalam saha menurunkan tingkat residu pestisida.. 3. antara lain: 1. Penggunaan dan pengembangan jenis-jenis insektisida yang baru.4. menghambat translokasi residu ke jaringan lainnya. menunjukkan penurunan residu 66 ± 87 % untuk karbaril. terutama pada buah-buahan. Cara Mengurangi Residu Pestisida Untuk masyarakat pada umumnya. Kepustakaan mengenai efek karsinogenik insekstisida organofosfat dan karbamat sangat jarang.Untuk mengetahui efek karsinogenik dan tumorigenik suatu pestisida. menngkatkan terjadinya leukimia dan tumor pada generasi kedua dan ketiga. terjadinya kanker paru-paru meningkat sampai 25 kali (Kemeny dan Tarjan. dieldrin.7 mg/kg/hari dalam ramsum makanan tikus. sehingga belum dapat dipastikan bahwa senyawa-senyawa tersebut tidak menimbulkan kanker atau tumor. Usaha ini dapat dilakukan dilapangan dan pada penanganan pasca panen. Perendaman dalam air panas (blanching): penurunan kandungan residu dengan cara ini cukup besar. Pembeian pp¶ DDT 0. Penggunaan dosis dan cara aplikasi yang tepat sesuai dengan rekomendasi. aman bagi manusia dan lngkungan. Pemasakan: kandungan residu DDT dalam makanan yang telah dimasak jauh lebih renah dari bahan mentahnya. . Penanganan pasca panen yang dapat dilakukan untuk mengurangi residu pestisida. 49 ± 71 % untuk paration. lindane. 4.4 ± 0. Pemilihan jenis insektisda yang efektif terhadap hama. sehingga meninggalkan residu yang serendah mungkin. 1968). Pada bayam dapat terjadi penurunan sebesar 38 ± 60 % untuk DDT. biji-bijian. 4. Pengupasan: apabila pestisida yang digunakan bersifat non-sistemik dan struktur jaringan yang dikenai pestisida. Usaha mengurangi residu di lapangan dapat dilakuan dengan beberapa cara yaitu: 1. meskipun demikian hal ini perlu diperhatikan juga. Beberapa insektisida seperti karbaril. 1971). Penambahan detergent pada pencucian akan memperbesar penurunan tingkat residu.

seperti pengalengan. Efek dari perlakuan-perlakuan tersebut di atas tergantung pada sifat-sifat residu pestisida dan sifat-sifat bahan makanan tersebut. juga menurunkan kandungan residu pestisida.Pegolahan dalam industri. .