P. 1
FOOT DIABETIC

FOOT DIABETIC

|Views: 10|Likes:
Published by Monza Aulia
PENGANAN FOOT DIABETIC
PENGANAN FOOT DIABETIC

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Monza Aulia on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Diabetes Melitus (DM) adalah suatu sindrom klinis kelainan metabolik, ditandai oleh adanya hiperglikemia yang

disebabkan oleh defek sekresi insulin, defek kerja insul;in atau keduanya. Dari berbagai penelitian epidemiologis, seiring dengan perubahan pola hidup didapatkan bahwa prevalensi DM meningkat terutama di kota besar. Jika tidak ditangani dengan baik tentu saja angka kejadian komplikasi kronik DM juga akan meningkat, termasuk komplikasi kaki diabetes. Pada penyandang DM dapat terjadi komplikasi pada semua tingkat sel dan semua tingkat anatomik. Manifestasi komplikasi kronik dapat terjadi pada tingkat pembuluh darah kecil (mikrovaskular) berupa kelainan pada retina mata, glomerulus ginjal, syaraf dan pada otot jantung (kardiomiopati). Pada pembuluh darah besarmanifestasi komplikasi kronik DM dapat terjadi pada pembuluh darah serebral, jantung (penyakit jantung koroner) dan pembuluh darah perifer (tungkai bawah). Komplikasi lain DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi dengan akibat mudahnya terjadi infeksi saluran kemih, tuberkulosis paru dan infeksi kaki, yang kemudian dapat berkembang menjadi ulkus/gangren diabetik. Berbagai teori dikemukakan untuk menjelaskan patogenesis terjadinya komplikasi DM. Diantaranya yang terkenal adalah teori jalur poliol, teori glikosilasi dan yang terakhir adalah teori stress oksidatif, yang dikatakan dapat menjelaskan secara keseluruhan dari berbagai teori sebelumnya (unifying mechanism). Apapun teori yang dianut, semua masih berpangkal pada kejadian hiperglikemia, sehingga usaha untuk menurunkan komplikasi DM harus

mengendalikan. Dengan memperhatikan mekanisme asal dari hiperglikemia ini. golongan tiazolidindion dan insulin. pemakaian glukosa di jaringan tepi berkurang. kegiatan jasmani yang memadai. Dengan mengkombinasikan berbagai macam obat berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah. . perencanaan makanan yang baik. Pilar pengelolaan diabetes terdiri dari penyuluhan. golongan inhibitor alfa glikosidase. akibat produksi glukosa hati bertambah. akan dapat dicapai sasaran pengendalian kadar glukosa darah yang optimal untuk mencegah terjadinya komplikasi kronik DM. repaglinid. serta akibat insulin yang berkurang jumlah dan kerjanya. Manfaat usaha menormalkan kadar glukosa darah untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi DM tipe 2 sudah terbukti pada berbagai penelitian epidemiologis skala besar dan lama seperti misalnya pada UKPDS. dan penggunaan obat berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah seperti golongan sekretagog insulin (sulfonilurea.dilakukan dengan perbaiki. dapat ditempuh berbagai langkah yang tepat dalam usaha untuk menurnkan kadar glukosa darah sampai batas yang aman untuk menghindari terjadinya komplikasi kronik DM. dan menormalkan kadar glukosa darah. dan nateglinid). Hiperglikemia pada DM dapat terjadi karena masukan karbohidrat yang berlebih. golongan metformin.

mengenai semua lapisan dari kaki. Infection 1 = Tiada gejala atau tanda infeksi 2 = Infeksi hanya sebatas kulit dan jaringan subkutan. tidak lebih dalam dari dermis 2 = Tukak dalam. mulai dari yang sederhana seperti klasifikasi Edmonds dari King’s College Hospital London. otot dan tendon) 3 = Tukak dalam.BAB II KLASIFIKASI KAKI DIABETES Ada berbagai macam klasifikasi kaki diabetes. bawah dermis. fasia. Suatu klasifikasi mutakhir dianjurkan oleh International Working Group on Diabetic Foot (klasifikasi PEDIS 2003). Klasifikasi Liverpool yang sedikit lebih ruwet. 3 = Eritema > 2cm atau infeksi melibatkan struktur subkutan. (sampai struktur subkutan. A. sampai klasifikasi Wagner yang lebih terkait dengan pengelolaan kaki diabetes dan juga klasifikasi Texas yang lebih kompleks teteapi juga lebih mengacu pada pengelolaan kaki diabetes. termasuk melibatkan tulang dan sendi. Klasifikasi PEDIS Impaired Perfusion 1 = None 2 = PAD + but not critical 3 = Critical limb ischemia Size/Extent in mm2 Tissue Loss/Depth 1 = Tukak superficial. .

Klasifikasi Texas . Ulkus dengan kematian jaringan tubuh terlokalisir seperti pada ibu jari kaki. sendi dan formasi abses. bagian depan kaki atau tumit. 3. Impaired Sensation 1 = Tiada 2 = Ada B. instabilitas metabolik. 4. Tidak ada luka terbuka. Klasifikasi Wagner Klasifikasi Ulkus diabetika pada penderita Diabetes mellitus menurut Wagner dikutip oleh Waspadji S. 5. Ulkus lebih dalam sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan. Ulkus dengan kematian jaringan tubuh pada seluruh kaki C. hipotensi. shift to the left. kulit utuh. azotemia. Ulkus Superfisialis. 1. Ulkus dalam yang melibatkan tulang. 2.4 = Infeksi dengan manifestasi sistemik : demam. terbatas pada kulit. leukositosis. terdiri dari 6 tingkatan : 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->