MAKALAH

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA

Dahlan Guru SDN Cisaranten Wetan I Kota Bandung

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………..…………………. DAFTAR ISI……………………. …………………………………...……………… BAB I PENDAHULUAN
1.1 1.2 1.3

Latar Belakang………………………….………………………………………… Tujuan………………………………………………….…………………………. Sistematika Penulisan…………………………………………….……………….

BAB II MANFAAT KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA
2.1 2.2 2.3 2.4

Pengertian Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa………………………….… Manfaat LDKM untuk mahasiswa sebagai individu…………………………..….. Manfaat LDKM untuk mahasiswa sebagai anggota tim…………………….…… Manfaat LDKM untuk mahasiswa sebagai anggota Sivitas Akademika…………

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 3.2

Kesimpulan………………………………………………………………………. Saran………………………………...……………………………………………

DAFTAR PUSTAKA…………………………………….………………………….

2

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembinaan terhadap mahasiswa perlu dilakukan karena mahasiswa merupakan kaum intelektual negeri ini. mental dan spiritual karena pembinaan yang intensif dan kontinyu tentang hal tersebut adalah melalui jalur perkuliahan yang berlangsung bertahun-tahun.BAB I. Oleh karena itu tidak ada salahnya 3 . LDKM masih merupakan sarana yang efektif untuk membentuk mahasiswa-mahasiswa yang berkarakter. Pembinaan terhadap mahasiswa meliputi beberapa aspek diantaranya asfek intelektual. maka LDKM harus terprogram secara optimal menyangkut :  Pemberi materi  Bobot Materi  Kegiatan Tentu saja setelah LDKM harus ada evaluasi untuk follow up kegiatan LDKM tahun berikutnya. mental dan spiritual. Evaluasi mutlak harus dilakukan agar setiap penyelenggaraan LDKM aktual dengan perkembangan jaman di lingkungannya. Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) merupakan miniatur dari pembinaan intektual. Mengingat pentingnya LDKM sebagai kegiatan untuk membina intelektual. Namun demikian bukan berarti LDKM tidak penting. mental dan spiritual.

 Mahasiswa sebagai anggota Tim dijelaskan agar mahasiswa memahami membentuk tim .2 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini dalah untuk memenuhi tugas LDKM yang sangat bermanfaat untuk pembinaan intelektuakitas.  1. karena dengan tugas seperti ini maka mahasiswa dituntut untuk banyak membaca. Manfaat LDKM yang ideal untuk :  Mahasiswa sebagai individu dimasudkan agar mahasiswa memiliki mental yang sehat.tim yang efektif.kalau panitya mengadakan riset kecil-kecilan terhadap lingkungan yang kemudian diprogramkan untuk LDKM agar hasil LDKM dapat diaplikasikan dilingkungannya. 1.3 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pemahaman bagi pembaca maka sistematika penulisan dari makalah ini adalah meliputi. tim yang dinamis. pengertian. mental produktif dan mental modern. ciri-ciri. Adapun manfaat LDKM adalah untuk :   Mahasiswa sebagai individu Mahasiswa sebagai anggota tim Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika.  Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika meliputi penjelasan mahasiswa adalah kader penerus kondusif untuk sivitas akademika . dan agar kegiatan mahasiswa lebih 4 .

proses dinamika kehidupan bangsa kita. sejarah telah membuktikan. bahwa terjadinya dinamika dalam kehidupan Bangsa Indonesia dipelopori oleh mahasiswa. semuanya dipelopori oleh mahasiswa.kader pemimipin bangsa. dan Reformasi pada tahun 1997. Semangat dan idealisme mahasiswa seolah menjadi bahan bakar yang menyulut terjadinya proses . Dalam perjalanan hidup bangsa Indonesia. Hal ini diperlukan agar potensi-potensi mahasiswa berkembang sesuai dengan kebutuhan bangsa ini sebagai pelopor perubahan (inovator) yang konstruktif (membangun) dan produktif (menghasilkan). Sejak jaman pergerakan tahun 1908 dimulainya berdiri organisasai Budi Utomo.peristiwa yang terjadi di tumbuh sekelilingnya. oleh karena itu mahasiswa harus selalu mereposisikan dirinya dalam merespon berbagai fenomena yang terjadi dalam lingkup daerah. Dalam jiwa mahasiswa penuh dengan idelisme dan semangat yang bergelora. nasional maupun global. Sumpah Pemuda 1928. Mahasiswa dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif (menyeluruh dari berbagai sudut pandang) tentang peristiwa . 5 .BAB II MANFAAT KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN MAHASISWA (LDKM) Mahasiswa adalah kader . Demikian pentingnya peranan mahasiswa dalam proses dinamika bangsa Indonesia. Angkatan 1966. Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Peranan mahasiswa sebagai kaum intelektual dan sumber pembaharu belum dirasakan di masyakat. 6 . Pertanyaan . Apakah aktifitas mahasiswa bermanfaat untuk lingkungannya ? Apakah aktivitas mahasiswa konstruktif dan produktif ?. Politik. Ekonomi. Mahasiswa merupakan kaum elit negeri ini karena data statistik membuktikan bahwa hanya 2% saja penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi. dan Budaya bangsa Indonesia.Aktivitas mahasiswa jangan hanya terpaku sebagai kontrol sosial (social control) ataupun kritikus . dengan demikian mahasiswa harus selalu mengevaluasi secara berulang aktivitasnya. padahal demontrasi hanya dianggap aktifitas fisik. tetapi mahasiswa juga harus mampu menjadi parner pemerintah dalam mewujudkan program-program pemerintah dalam mencapai tujuan Bangsa Indonesia. dengan demikian Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) diharapkan menjadi sarana pembentuk mahasiswa yang berkarakter positif dan membangun paradigma baru dalam aktivitas kemahasiswaan. Namun brand imej (citra) yang tertanam di kalangan masyarakat peranan mahasiswa hanyalah pelopor demontrasi. Mahasiswa diharapkan memiliki peran langsung dalam memperbaharui sosio kultural negatif menjadi positif masyarakat di lingkungannya.pertanyaan di atas hanya bisa dijawab dengan tindakan . sehingga peranan mahasiswa langsung dirasakan oleh masayarakat sebagai pembaharu (inovator). menuntut perubahan visi dan misi aktivis mahasiswa.kritikus kebijakan pemerintah dengan demontrasi- demontrasinya. Sosial. Perubahan-perubahan Idiologi. Apakah aktivitasnya sesuai dengan perekembangan saat ini ?.

teknis memimpin.2. terutama dalam pembinaan intelektualitas. Jadi sudah barang tentu materi yang ideal diberikan adalah sekitar dasar-dasar kepemimipinan misalnya strategi memimpin. pendekatan memimpin dan lain-lain. 2. moral dan adat istiadat yang menginternalisasi (mendarah daging) dalam dirinya sudah 7 .2 Manfaat LDKM untuk mahasiswa sebagai individu. agar selesai LDKM paling tidak mahasiswa dapat berperan dalam lingkungan terdekatnya. LDKM bermanfaat untuk:  Mahasiswa sebagai individu  Mahasiswa sebagai kelompok. Membentuk mental yang sehat pada mahasiswa Pada dasarnya proses pembinaan terhadap mahasiswa berlangsung selama mahasiswa menjalani perkuliahan. dari angkatan ke angkatan tetap berlangsung. 2.2.1. norma. Sehingga LDKM harus selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.  Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika. Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa di UPI berlangsung dari generasi ke generasi. Tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan karena tiap periode memiliki situasi dan kondisi yang berbeda. Begitu pula dalam mengubah mental mahasiswa dari mental negatif menjadi mental yang sehat tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. karena nilai.1 Pengertian Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa memiliki pengertian melatih mahasiswa untuk menjadi pemimpin.

mental didefinisikan sebagai berikut :  Menurut Webster Dictionary. dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana dia hidup  Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi. namun demikian LDKM dapat dijadikan media untuk membentuk mental yang sehat pada mahasiswa. Sedangkan kesehatan mental pengertiannya sebagai berikut : Dr. Dengan demikian kredibilitas dan eksitensi mahasiswa akan selalu menjadi rahmat bagi lingkungannya karena menjadi sosok yang ideal berada di tengah-tengah masyarakat.  Menurut Kamus Purwodarminto. serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa. mental merupakan “ way of sense” Dari berbagai pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa mental merupakan cara berpikir dan berperasaan berdasarkan atas nurani yang tercermin pada perilaku seseorang. berkenaan dengan pikiran/ gangguan saraf / kejiwaan. Zakiah Darajat (1996) memberikan beberapa pengertian mengenai kesehatan mental. 8 . sebagai berikut:  Terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neuroses) dan dari gejala-gejala penyakit ji wa (psychoses)  Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri. Menurut para ahli.berlangsung lama. bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin sehingga membaur pada kebahagiaan diri dan ortang lain. mental adalah “way of thinking”.

Contoh intelektualitas mampu menyelesaikan masalah dengan bijak. serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi. yaitu orang yang setia . Faktor keturunan juga cenderung memegang peranan terhadap mental seseorang. terbuka dan tulus  Terpercaya ( amanah). halus. dan sekaligus dapat menjadi teladan bagi lingkungannya. emosi dan potensi. ikhlas. 9 . yaitu orang yang dapat di percaya baik dalam sikap. Ada baiknya peserta LDKM memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental. jadi tidak munafik. misalnya sifat pemarah. bertanggung jawab. bertanggung jawab. Internal Faktor internal adalah yang berasal dari dalam diri seseorang. b. terpercaya. Pembinaan kesehatan mental terhadap mahasiswa peserta LDKM dimaksudkan agar bermental baik (bermoral. Eksternal Yang dimaksud faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar diri manusia dan dapat mempengaruhi mental (cara berpikir dan cara berperasaan berdasarkan hati nurani) Adapun ciri-ciri mental sehat menurut pemahaman dari pakar agama adalah:  Jujur ( sidik). berbicara. faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental : a. maupun dalam berbuat. dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya. talenta di bidang kesenian dan sebagainya. dan disiplin) dalam melaksanakan tugasnya. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa. misalnya: intelektualitas. jujur.

 Berpikir positif. yaitu orang taat azas. tidak pilih kasih  Konsisten (istiqomah). yaitu perilaku yang menunjukan pola hidup tertib.  Sikap hormat dan sopan santun. kritis. terkendali. menghargai orang lain dan berprilaku tertib. dkk 1997) sebagai berikut :  Beriman dan bertaqwa. yaitu perilaku yang rasional. sesuai adat istiadat atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. yaitu perilaku yang menunjukan pentingnya memanfaatkan waktu secara optimal untuk kegiatan-kegiatan positif. masih dapat dikemukakan beberapa ciri mental sehat yang juga merupakan cerminan dari sifat-sifat berbudi pekerti luhur ( Sedyawati.  Bertanggung jawab yaitu. perilaku yang konsekwen konsisten dan berani menanggung segala resiko atas apa yang dilakukannya. sehingga tak mudah terombang-ambimg oleh lingkungan  Dapat bekerjasama. obyektif dan optimis. 10 . yaitu orang yang bisa melihat dan menempatkan permasalahan secara proposional . teratur dan taat peraturan  Menghargai waktu. bijak. berprinsip. yaitu orang yang dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan Dari berbagai sumber selain ciri-ciri sebagaimana telah dikemukakan. yaitu perilaku yang menunujukan adanya rasa percaya dan yakin disertai kepatuhan dan keyakinan dalam melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya. obyektif.  Dewasa. Adil. yaitu perilaku yang wajar . tidak kekanak-kanakan  Disiplin.

dengan daya tahan yang cukup untuk mewujudkan sesuatu Mental masyarakat modern  Memiliki sifat pribadi yang terbuka  Mermiliki dan mengembangkan sikap untuk selalu siap berusaha  Menghargai perbedaan pendapat dalam banyak hal 11 . kemampuan imajinasi  Bekerja keras. sikap perilaku yang berhasil guna yang dihasilkan lebih besar dari apa yang telah di keluarkan  Berinisiatif. sikap dan perilaku yang suka berbuat hal-hal positif. tidak suka berpangku tangan dan tidak merasa cepat puas  Bersemangat. kedepan. sikap dan perilaku yang menunjukan kesanggupan dan semangat yang tinggi. sikap dan perilaku yang penuh prakarsa. bersikap dan berprilaku untuk jangka waktu panjang yang lebih pendek  Menghargai waktu. mengembangkan. orang lasin dan masyarakat. Ciri-ciri mental produktif:  Produktif. sikap dan perilaku yang dalam melakukan sesuatu tidak gampang menyerah  Berpikir jauh. Sikap dan perilaku yang mampu memanfaatkan waktu secara efisien dan efektif sehingga melahirkan karya yang optimal  Tekun.Mental Produktif Cara berpikir dan berperan yang didasarkan kepada hati nurani untuk selalu berbuat sesuatu tang besar atau lebih dan bermanfaat bagi diri sendiri. berbuat dan berpikir tanpa disuruh.

karena pada prisipnya gaya kepemimpinan tidak dapat terpaku pada satu gaya tergantung Situasi dan kondisi yang dihadapi. harapan kita setelah mengikuti LDKM mahasiswa memiliki mental yang sehat . produktif dan modern.2. LDKM yang melatih kepemimpinan. Demokrasi Pancasila gaya Soeharto dan lain-lain. Atas dasar hal tersebut di atas strategi-strategi kepemimpinan yang efektif harus dilatihkan kepada mahasiswa melalui metode-metode dan tehnik-tehnik yang efektif serta berdasarkan kasus–kasus yang terjadi di lapangan sehingga kelak bila mahsiswa jadi pemimpin 12 . Demokratis gaya Amerika seperti Bill Clinton dan George Bush. Memanfaatkan waktu secara tepat  Selalu memperkaya diri dengan berbagai informasi dan pengetahuan  Menghargai keberadaan diri oramng lain sebagaimana adanya  Memiliki dan mampu mengembangkan rasa percayua diri  Menghargai pentingnya pendfidikan sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  Menghargai prinsip-prinsip demokrtasi dalam berkarya.2. Demokrasi Terpimpin gaya Soekarno. Mempersiapkan mahasiswa bila jadi pemimpin Gaya kepemimpinan di dunia ini beraneka ragam mulai dari kepemimpinan otoriter seperti Hitler dan Jengiskhan. diharapkan mampu mencetak calon-calon pemimpin yang kepemimpinanya efektif sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi. Setelah kita memahami tentang mental maka. 2.

Para anggota didorong untuk menambah keterampilan dan menerapkannya pada tim.dapat mengantisipasi dan menengani kasus-kasus yang terjadi sehingga kepemimpinannya jadi efektif untuk mencapai tujuan institusi yang dipimpinnya. Anggota tim memiliki kontribusi terhadap keberhasilan organisasi. Anggota tim ikut merasa memiliki pekerjaan dan organisasinya kareana mereka memiliki komitmen terhadap sasaran yang dicapai. pendapat. ketidak setujuan serta mencetuskan perasaan secara terbuka pertanyaan yang muncul akan di sambut dengan baik. dalam suasana saling percaya dan di dorong untuk mengungkapkan ide.1 Membangun tim yang efektif Mahasiswa merupakan kaum intelektual di masyarakat.3 LDKM bermanfaat bagi mahasiswa sebagai anggota tim 2.3. Tim yang efektif anggotanya menyadari ketergantungan di antara mereka dan memahami sasaran pribadi maupun tim paling baik dicapai dengan cara saling mendukung. Waktu dimanfaatkan sangat efektif karena masing-masing anggota tim sangat memahami dan tidak mencari keuntungan diatas anggota tim yang lain. 2. Mahasiswa harus mampu membangun tim yang efektif. Mereka saling memahami sudut pandang masing-masing. Anggota tim menjalankan komunikasi dengan tulus.. Mahasiswa harus mampu hidup bersama dengan orang lain (Life together) dan Mahasiswa harus mampu kerja Tim ( Team Work ) karena kerja tim. mereka menerima dukungan penuh dari tim. mereka 13 . efektif dalam menyelesaikan masalah / pekerjaan. namun hal itu tidak berarti apa-apa kalau hanya sendirian.

H. 2.3. yang mermpunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi.menyadari bahwa konflik dalam tim merupakan hal yang wajar. karena dengan konflik merupakan kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreatifitas.2 Manfaat membangun tim yang efektif Mahasiswa harus mampu membangun tim yang efektif.  Kelompok adalah sekumpulan dua orang atau lerbih yang satu sama lain saling berinteraksi dalam nencapai tujuan bersama 14 . Anggota tim berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi tim meskipun mereka menyadari bahwa keputusan tetap ditangan pemimpin apabila tim menemui jalan buntu. Kelompok menurut para ahli adalah :  W. Apabila terjadi suatu konflik akan diselesaikan secara konstruktif.Y Sprott memberikan pengertian kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain  Kurt Lewin berpendapat bahwa “ The essence of a group is not the similarity or dusimifarity of its members but their interdepedence”  H. Tujuannya adalah memperoleh hasil yang positif. Smith menyebutkan bahwa yang di maksud dengan kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu. namum sebelum kita melangkah pada bagian membangun team yang efektif mahasiswa harus mampu membedakan antara Tim dan Kelompok.

informasi. pengetahuan. dalam hal ini tidak terjadi penonjolan pribadi.  Dalam suatu tim yang efektif anggota kelompok bersedia menerima berbagai perbedaan dan sumbangan pemikiran serta masing-masing individu memiliki peran yang berbeda-beda  Pemecahan masalah dilaksanakan secara positif tanpa melibatkan kebenciaan individu  Para anggota dan pemimpin tim bersedia berbagi ilmu.” Sedangkan Tim adalah :  Tim merupakan kumpulan orang orang yang bekerjasama dengan tujuan tertetu.  Apabila terjadi perbedaan pendapat mereka akan duduk bersama dan memecahkan permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan memecahkan masalah secara terbuka. dan keterampilan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang sama.  Pembagian dan pendelegasian tanggung jawab dengan orang-orang yang bekerja secara mandiri tetapi tetap dalam kerangka kerjasama 15 .Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kelompok adalah: “ suatu unit yang merupakan sekelompok/sekumpulan dua orang atau lebih yang satu sama yang lain berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama dalam suatu wadah tertentu. demi mencapai sasaran–sasaran yang jelas dengan diketahui oleh semua anggota tim dalam suasana saling mempercayai dan penuh percaya diri serta mengutamakan unjuk bekerja.

 Anggota tim memahami prioritas anggota lainnya dan dapat saling membantu satu sama lain  Komunikasi bersifat terbuka. pertanyaanya adalah apakah manfaat membangun tim yang efektif ? Robert B Maddux dalam bukunya “ Team Building” mengatakan bahwa manfaat membangun tim yang efektif adalah sebagai berikut :  Dengan adanya tim maka sasaran yang realitis ditentukan.  Pemecahan masalah lebih efektif karena kemampuan tim lebih memadai. karena anggota tim terdorong untuk lebih memikirkan permasalahannya. diskusi cara kerja baru atau memperbaiki kinerja lebih berjalan secara baik. Dari uraian di atas kita dapat membedakan antara kelompok dan tim. dan dapat dicapai secara optimal  Anggota tim dan pemimpin tim memiliki komitmen untuk saling mendukung satu sama lain agar tim berhasil. Berbagai saran untuk memperbaiki kinerja organisasi diterima dengan baik. walaupun berasal dari anggota yang lain  Seluruh anggota tim tidak ragu-ragu mengambil inisiatif dan tindakan yang diperlukan tanpa merasa cemas akan suara yang menantang. 16 .

17 . Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak keuntungan bekerja dalam tim dibandingkan dengan kerja individu. Mengingat betapa pentingnya tim dalam mewujudkan kinerja organisasi sehingga dalam kehidupan sehari-hari banyak dibentuk tim. oleh karena itu sangat disarankan untuk bekerja untuk dalam tim agar hasilnya lebih maksimal.  Anggota kelompok menyadari pentingnya disiplin sebagai kebiasaan kerja dan menyesuaikan perilakunya untuk mencapai standar kelompok  Anggota kelompok lebih berprestasi dalam bekerjasama dengan tim dan timnya. Umpan balik kinerja lebih memadai karena anggota tim mengetahui apa yang di harapkan dan dapat membandingkan kinerja mereka terhadap sasaran tim. Melalui diskusi tersebut konflik bisa di selesaikan secara maksimal.  Tim dihargai atas hasil yang baik dan setiap anggota dipuji atas kontribusi pribadinya.  Keseimbangan tercapainya produktifitas tim dengan penuh kebutuhan pribadi.  Konflik diterima sebagai hal yang wajar dan dianggap sebagai kesempatan untuk menyelesaikan masalah.  Anggota kelompok termotifasi untuk mengeluarkan ide-idenya dan mengujinya serta menularkan dan mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.

Oleh karena itu mahasiswa perlu menguasai pembentukan tim yang dinamis.  Memfokuskan pada hasil. 18 . Dalam pelaksaanaan kerja tim sangat kreatif dan dinamis dengan memperhitungkan resiko yang ada dan selalu mencoba cara berbeda dalam melakukan sesuatu. Tanpa memikliki tujuan yang jelas tim tidak akan mengetahui ke arah mana akan melangkah sehingga akan terombang ambing oleh bertiupnya angin. visi ini digambarkan dalam bentuk misi. Visi adalah gambaran akan datang yang merupakan cita-cita. Membangun tim yang dinamis Pemahaman kerja tim bagi mahasiswa sangat komplek karena kerja tim tidak bersifat statis tetapi dinamis. Menurut Richard Y Chang unsur-unsur tim yang dinamis adalah sebagai berikut:  Menyatakan secara jelas misi dan tujuannya.2. Mereka tidak takut menghadapi kegagalan–kegagalan dan selalu mencari peluang untuk mengimplemintasikan tehnik yang baru. Tujuan dan sasaran ini harus dipahami oleh seluruh anggota tim sebab hal ini akan meningkatkan komitmen diantara mereka.3. Mereka bersikap luwes dan kreatif dalam memecahkan masalah-masalah. Suatu organisasai atau tim yang dinamis harus mampu mernjelaskan misi tersebut ke dalam tujuan tujuan tim baik jangka pendek atau jangka panjang.3. Pemimipin yang dinamis harus mampu memastikan bahwa semua anggota kelompok terlibat dalam perumusan tujuan tim.  Beroperasi secara kreatif.

Pimpinan tim sangat memperhatikan pemberdayaan timnya sehingga dalam pemberdayaan di sesuaikan dengan kompetenasi anggota tim. anggaran. Dalam tim yang dinamis kepemimipinan dibagi diantara para anggotanya. Tim yang dinamis selalu memperbaharui peran dan tanggung jawab anggotanya sesuai dengan perubahan tuntutan . dan mutu “ produktifitas optimum” merupakan tujuan bersama.  Memperjelas peran dan tanggung jawab.  Saling mendukung kepemimpinan anggota yang lain. Tim juga menginfentarisir jenis keterampilan yang dimiliki oleh para anggotanya. Tim dinamis menjalankan fungsi-fungsi menejemen dengan baik. sasaran dan teknologi. Kompetensi individu sangat di perhatikan sehingga pimpinan tim memahami betul kekuatan dan kelemahan anggota timnya. Peran dan tanggung jawab anggota tim jelas. dan mengetahui dengan jelas peran teman-temannya dalam tim.Tim yang dinamis mampu menghasilkan melampaui kemampuan jumlah individu yang menjadi anggotanya. dalam hal ini tidak ada pimpinan yang mutlak setiap anggotamya memiliki kesempatan yang 19 .  Di bangun diatas kekuatan individu. menetapkan prosedur secara jelas serta kebijakan dengan jelas. Para anggota tim secara terus menerus memenuhi komitmen waktu. Oleh karena itu program pembinaan sangat diharapkan . produktifitas.  Diorganisasikan dengan baik. Setiap anggota tim mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari dirinya.

 Berkomunikasi secara terbuka. 20 . Masing-masing anggota kelompok saling memberi dan menerima saran dari anggota kelompok yang lain komunikasi dilakukan secara timbal balik dan untuk kepentingan bersama  Membuat keputusan secara obyektif. Tim dinamis menganggap bahwa konflik merupakan suatu wahana untuk hal-hal yang lebih positif. jujur tetapi tidak melukai pihak lain. Pembicaraanya secara asersi yakni bicara yang lugas. Keputusan dicapai melalui konsensus. Tim yang berkinerja tinggi memiliki anggota yang secarantusias bekerja sama dengan tingkat keterlibatan dan energi kelompok yang tinggi (bersinergi)  Menyelesaikan ketidaksepakatan.  Mengembangkan iklan tim.sama untuk menjadi pimpinan tim. Setiap anggota kelompok bersedia dan mendukung keputusan tersebut. Dalam pemecahan masalah menggunakan pendekatan yang mantap dan proaktif. Perbedaan persepsi dan ketidaksepakatan akan terjadi dalam setiap tim. Meskipun demikian peran supervisor masih dianggap ada. Segala konflik akan diselesaikan dengan pendekatan secara terbuka dengan tehnik kolaborasi. Anggota kelompok bebas mengutarakan pendapat dan ide-ide nya dan mendukung rencana yang ditetapkan  Mengevaluasi efektifitasnya sendiri. Dalam tim dinamis menghargai keunikan setiap individu.

Penyempurnaaan dilaksanakan secara berkelanjutan dan manejemen proaktif. yang anggota sivitas akademikanya selalu didera konflik. Dengan demikian LDKM diharapkan mampu menjadikan mahasiswa sebagai anggota sivitas akademuika UPI Bandung ademika yang kondusif dan berkualitas. Dalam hal ini kita dapat membandingkan dengan unversitas-universitas yang berkasus. menjadi pelopor terciptanya sivitas 21 . Hal ini terjadi karena segenap anggota sivitas akademika diantaranya mahasiswa tidak memiliki visi yang sama dalam mengoptimalkan peran sebagai anggota sivitas akademikanya. 2. Apabila muncul masalah kinerja. yang dapat bersaing dengan universitas lain. mereka bisa segera memecahkannya sebelum menjadi permasalahan yang serius. Jangankan memikirkan kualitas perkuliahan menyelesaikan konflik saja tidak pernah selesai. Akhirnya perkuliahan tidak berjalan dengan baik. Situasi kampus yang kondusif akan mendorong terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas sehingga akan menghasilkan output pendidikan UPI yang yang bekualitas juga.4 Manfaat LDKM untuk mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika Pembentukan karakter positif terhadap mahasiswa merupakan sumbangan (kontribusi) mahasiswa itu sendiri dalam membentuk situasi pembelajaran yang mendukung (kondusif).Evaluasi dilaksanakan secara terus menerus dengan tujuan untuk melihat bagaimanakah pelaksanaan rencana selama ini.

LDKM dapat dijadikan wahana evaluasi dan koordinasi terhadap kegiatan-kegiatan tersebut secara terperinci. serta mengukur seberapa besar peran mahasiswa di masyarakat. Oleh karena itu ada baiknya peserta LDKM mendapatkan materi profil dari keorganisasian UPI Bandung agar mereka memahami secara komprehensif dasar-dasar munculnya kebijakan kebijakan UPI. maka mahasiswa harus menganalisanya dari berbagai sudut pandang (komprehensif) dan dari berbagai kepentingan. mulai dari olah raga.4. kesenian. karena mahasiswa yang bersangkutan biasanya ada yang akan meneruskan jalannya sivitas akademika tersebut. Oleh karena itu ada baiknya jika komunikasi dilakukan secara optimal antara panitya LDKM dengan dosen terkait terutama menyangkut materi-materi yang akan diberikan agar ada kesesuaian antara hasil LDKM dengan kebutuhan sivitas akademika tersebut.1 Mengkader Penerus Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa yang dilakukan dari generasi ke generasi merupakan wadah kaderisasi penerus sivitas akademika. hiburan bahkan kegiatan-kegiatan yang bersinggungan dengan dinamika sosial. Sebagai contoh ketika mahasiswa akan melakukan demontrasi. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari proses adaftasi bila beberapa diantara mahasiswa menjadi penerus proses pendidikan di UPI 2. hal ini diperlukan untuk mengukur seberepa jauh potensi-potensi dari mahasiswa. mengukur seberapa efektif kegiatan mahasiswa.2 Media Evaluasi Kegiatan mahasiswa sangat banyak.2.4. harus memperhitungkan 22 .

dan seberapa jauh masyarakat dirugikan dengan demontrasi yang kita lakukan. diskusi. 2.cost dan benefitnya. Kegiatan tersebut dalam rangka mengurangi tingkat buta huruf di Indonesia. 23 . Secara politik mahasiswa harus netral tidak berpihak pada partai manapun. silaturahmim dan lain-lain tidak berhasil. tetapi dalam pelaksanaan demontrasi pada akhirnya secara tidak sadar terpolitisir. BEM menjadwalkan mahasiswa mengajak anak-anak putus wilayah Kecamatan Cileunyi secara intensif dan sekolah di tetapi secara kepentingan tersusupi oleh kontinyu untuk masuk sekolah formal atau nonformal paket a (setara SD). Dalam rangka menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun.melalui tehnik penjaringan data yang akurat dan tersebar meliputi wilayah Kecamatan Cileunyi secara bergiliran sehingga tidak memerlukan biaya yang besar. paket b (setara SMP) yang merupakan sekolah-sekolah tanpa biaya. Mahasiswa diprogramkan oleh BEM perminggu atau 2 minggu atau 1 bulan sekali untuk mengajar buta aksara sampai tuntas. . Dengan demikian demontrasi menjadi alternatif terakhir setelah cara-cara lain yang lebih bijak kita lakukan misalnya dengan cara lobi. Demikian pentingnya eveluasi terhadap kegiatan mahasiswa agar aktifitas mahasiswa menjadi produktif dan memberikan solusi bagi bangsa ini. Sebagai contoh kegiatan mahasiswa yang menjadi solusi bagi bangsa ini : 1. musyawarah. Sejauh mana pesan dari demontrasi ini tersampaikan atau diterima. meskipun secara pisik tidak disusupi golongan tertentu.

mental dan spiritual. contoh kecil dari kegiatan mahasiswa yang akan memberikan solusi bagi bangsa ini dan masih banyak contoh lain bagi mahasiswa dalam mereposisikan kembali aktivitasnya sehingga keberadaannya (eksistensinya) mermakna di tengah-tengah masyarakat.3. Kegiatan mahasiswa seperti di atas.. BEM bekerjasama dengan SDN di Kecamatan Cileunyi menjadwalkan mahasiswa memberikan privat khusus bagi anak yang belum bisa baca sampai bisa untuk membantu percepatan (akselereasi) pembelajaran bagi siswa yang lambat belajar di SDN yang bersangkutan. sebagai salah satu wahana untuk pembentukan intelektualitas. Atas dasar hal di atas maka LDKM harus diselenggarakan secara ideal mulai dari :  Perencanaan  Penyelenggaraan  Evaluasi Agar setelah LDKM Mahasiswa mendapatkan manfaat yang ideal .1 Kesimpulan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa sangat penting bagi mahasiswa. Manfaat yang ideal dari LDKM untuk : Mahasiswa sebagai individu adalah agar mahasiswa memiliki  Mental yang sehat 24 . BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual hanya dikenal oleh masyarakat sebagai sekelompok pelajar yang aktif mengadakan demontrasi untuk mengkritisi kebijakankebijakan publik. sedangkan peran aktif sebagai pembaharu belum dapat dirasakan oleh masyarakat. 25 .2 Saran Kegiatan LDKM harus dapat mereposisikan peran mahasiswa dimasyarakat. Dengan demikian melalui LDKM ini sebaiknya diprogramkan bagai mana mengubabah citra mahasiswa seperti diuaraikan di atas agar mahasiswa dikenal sebagai sebagai pembaharu dan kredibilitasnya dirindukan oleh masyarakat. Mental yang produktif  Mental modern  Efektif bila jadi pemimpin Mahasiswa sebagai anggota tim :  Mampu membangun tim  Mampu membangun tim yang efektif  Mampu membangun tim yang dinamis Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika  Mereposisikan aktivitas mahasiswa di masyarakat  Mendukung terbentuknya sivitas akademika yang kondusif  Mengkader mahasiswa sebagai penerus institusi 3.

Dr. Kesehatan Mental.1996 26 . Hj.PPSDM. Bermain.DAFTAR PUSTAKA Sri Murtini. Ir. PT. Dinamika Kelompok.LAN RI. MM. Dra. Menghayati Belajar.Sri Ratna. Zakiah Darajat. Jakarta Yayasan Indonesia Sejahtera. Gunung Agung Jakarta. MPA. Solo . (1990).