SLE: Pemeriksaan dan Penatalaksanaan

Posted on Mei 11, 2010 by adminhnyw Pemeriksaan Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
 

  

Anamnesa dan pemeriksaan fisik Adanya ANA (antinuclear antibodies) merupakan pendukung diagnosis yang kuat, tetapi ANA (+) tidak selalu spesifik pada SLE. Pemeriiksaan laboratorium termasuk: pemeriksaan darah lengkap, laju endap darah (LED), antinuclear antibodies (ANA) dan subtipenya (antibodi dsDNA, ssDNA, Sm, Ro, La, histone), kadar komplemen (C3, C4, CH50), imunoglobulin serum, VDRL (pemeriksaan sifilis), PT, PTT, antibodiantikardiolipin, antikoagulan lupus, analisis urin. Pemeriksaan radiografik ECG (electrocardiogram) Pertimbangan dilakukan biopsi ginjal jika dicurigai gromerulonefritis

Penatalaksanaan Pilihan terapi didasarkan pada jenis dan tingkat keparahan manifestasi klinis. Tujuannya adalah untuk mengontrol gejala akut dan memelihara agar tanda klinis ditekan dalam batas senormal mungkin. Pilihan terapi bergantung pada; (1) apakah penyakit mengancam nyawa atau berpotensi mengakibatkan kerusakan organ; (2) apakah manifestasi klinis yang timbul bersifat reversibel; (3) pilihan terbaik untuk mencegah komplikasi dari penyakit dan pengobatannya. Terapi Konservatif untuk SLE yang Tidak Mengancam Nyawa

NSAIDs (nonsteroidal intiinflammatory drugs; cth: ibuprofen 400-800 mg, tiga sampai empat kali sehari). Komplikasi ginjal, saluran cerna, dan kardiovaskular harus dipertimbangkan. Antimalaria (hydroxychloroquine 400 mg/d)—dapat memmperbaiki manifestasi klinis konstitusional dan kutaneous (lihat post Systemic Lupus Erythematosus (SLE)).

Terapi SLE yang Mengancam Nyawa
 

Glukokortikoid sistemik Agen-agen sitotoksik/ imunosupresif—ditambahkan pada glukokortikoid:

1. Cyclophosphamide—diberikan intravena (IV) 7-25 mg/kg setiap 4 minggu. Dosis oral harian 1,5-3,0 mg/kg per hari juga dapat diberikan, tetapi memiliki resiko lebih besar terjadi toksisitas saluran kemih. 2. Mycophenolate mofetil—2-3 g/hari 3. Azathioprine—cukup efektif tetapi lebih lambat memberikan respon terapi.

Antikoagulan—dapat diberikan pada pasien dengan komplikasi trombosis.

Sumber: Harrison’s Manual of Medicine 17th Edition

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful