P. 1
WASPADA HIPERTENSI - Mengukur Tensi Dan kendalikan tekanan darah

WASPADA HIPERTENSI - Mengukur Tensi Dan kendalikan tekanan darah

|Views: 31|Likes:
Published by familyman80
Tekanan Darah Manusia atau Tensi adalah salah satu indikator kesehatan yang sebenarnya sederhana untu kdiukur.

di apotek dan klinik ada berbagai macam alat ukur darah, dari yang jenis manual sampai dengan otomatis. namun dalam pengukuran tensi ini ada hal hal yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Standart alat tensi/alat pengukur
2. Posisi pasien saat ditensi
3. Mengulangi pengukuran tensi
4. cara memahami hasil tensi
5. Upaya-upaya pola hidup agar tensi normal

semoga informasi yang bermanfaat dari RS DR SOETOMO ini bisa bermanfaat . lebih lengkapnya bisa dibaca di majalah Mimbar RS DR SOETOMO vol 17 No 2 di website rs dr soetomo.
Tekanan Darah Manusia atau Tensi adalah salah satu indikator kesehatan yang sebenarnya sederhana untu kdiukur.

di apotek dan klinik ada berbagai macam alat ukur darah, dari yang jenis manual sampai dengan otomatis. namun dalam pengukuran tensi ini ada hal hal yang perlu diperhatikan antara lain :

1. Standart alat tensi/alat pengukur
2. Posisi pasien saat ditensi
3. Mengulangi pengukuran tensi
4. cara memahami hasil tensi
5. Upaya-upaya pola hidup agar tensi normal

semoga informasi yang bermanfaat dari RS DR SOETOMO ini bisa bermanfaat . lebih lengkapnya bisa dibaca di majalah Mimbar RS DR SOETOMO vol 17 No 2 di website rs dr soetomo.

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: familyman80 on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2015

pdf

text

original

Tema Hari Kesehatan Sedunia ke-65, tahun 2013

ekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, seperti serangan jantung, stroke dan gagal ginjal. Hipertensi juga dapat menyebabkan kebutaan, irama jantung tak beraturan dan gagal jantung. Namun demikian, masih banyak orang yang tidak memahami bahaya ini, bahkan sebagian besar orang tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi, karena seringkali tidak bergejala. Oleh karenanya hipertensi juga dikenal sebagai “silent killer”. Kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Proporsi angka kematian akibat PTM meningkat dari 41,7% menjadi 60%. Survey terakhir di Indonesia menunjukkan PTM mendominasi 10 urutan teratas penyebab kematian pada semua kelompok umur, dengan stroke yang merupakan komplikasi hipertensi sebagai penyebab kematian nomor satu. Dari berbagai survei didapatkan dalam sepuluh tahun terakhir prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat secara bermakna. Perempuan memiliki prevalensi hipertensi sedikit lebih tinggi daripada lakilaki. Peningkatan prevalensi hipertensi, menjadi ancaman serius bagi pembangunan kesehatan Indonesia, karena disamping mengakibatkan mortalitas dan morbiditas yang tinggi juga mahalnya biaya pengobatan yang harus diberikan sepanjang hidup, sehingga berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Hari Kesehatan Sedunia diperingati setiap tanggal 7 April, dimaksudkan untuk menandai didirikannya Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 1948. Setiap tahun dipilih tema khusus yang mengangkat masalah Kesehatan Masyarakat di dunia.
rsudrsutomo corner - mimbar 2013

T

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) tahun 2013 mengambil tema “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah” dengan tujuan menarik perhatian dunia pada dampak dan tantangan kesehatan akibat hipertensi di masyarakat, dengan fokus pada bagaimana perilaku hidup sehat dapat mencegah terjadinya hipertensi dan memperpanjang harapan hidup manusia. Kemitraan, menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanganan masalah hipertensi. Oleh karenanya, diperlukan upaya untuk mendapatkan komitmen antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, swasta, organisasi internasional dalam mengatasi masalah hipertensi di Indonesia. Tema : “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah“ Tujuan Umum Meningkatkan kesadaran masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pengelolaan hipertensi melalui perilaku hidup sehat, deteksi dini dan lingkungan yang mendukung yang dapat mencegah hipertensi serta komplikasinya, seperti serangan jantung, stroke dan gagal ginjal. Tujuan Khusus 1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyebab dan akibat hipertensi. 2. Mendorong masyarakat untuk mengubah perilaku tidak sehat yang berisiko menimbulkan hipertensi 3. Mendorong masyarakat untuk memeriksa tekanan

darah secara berkala. 4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pengelolaan hipertensi 5. Menciptakan lingkungan yang memungkinkan masyarakat berperilaku hidup sehat. BEBERAPA FAKTA HIPERTENSI dan KESEHATAN SERTA IMPLIKASI TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT 1. Hipertensi –yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi - meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. 2. Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kebutaan, penyimpangan gangguan detak jantung dan gagal jantung. 3. Risiko komplikasi meningkat dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya seperti kadar kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi (diabetes). 4. Laporan Statistik Kesehatan Dunia 2012 menyebutkan bahwa satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia, menderita tekanan darah tinggi - suatu kondisi yang merupakan penyebab sekitar setengah dari semua kematian akibat stroke dan penyakit jantung. 5. Di dunia prevalensi hipertensi tertinggi berada di beberapa negara berpendapatan rendah di Afrika. Diperkirakan lebih dari 40% orang dewasa di negara tersebut terkena hipertensi. 6. Hipertensi pada kehamilan (Pre-eklampsia dan eklampsia) bertanggung jawab atas 12% dari kematian ibu di seluruh dunia. Selain itu juga secara signifikan berkontribusi terhadap kematian dan morbiditas perinatal. 7. Di Indonesia Pada tahun 1995 satu dari sepuluh orang berusia 18 tahun keatas menderita hipertensi. Kondisi ini meningkat menjadi satu dari tiga pada tahun 2007. Perempuan memiliki prevalensi hipertensi sedikit lebih tinggi dari laki-laki. 8. Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 31,7 % atau 1 dari 3 orang dewasa mengalami hipertensi, 76,1% tidak menyadari sudah terkena hipertensi. 9. Beberapa kondisi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi, diantaranya adalah: tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi rendah, kelebihan berat badan, obesitas perut, gangguan emosi yang tinggi, kadar kolesterol dan gula dalam darah. 10. Hipertensi dapat dicegah dan diobati. Di beberapa negara-negara maju pencegahan,dan pengobatan hipertensi, bersama dengan pengendalian faktor risiko kardiovaskular lainnya, telah menurunkan kematian akibat penyakit jantung. 11. Risiko terkena hipertensi dapat dikurangi dengan

perilaku CERDIK, - Cek kesehatan secara berkala, - Enyahkan asap rokok, - Rajin aktivitas fisik, - Diet sehat dan kalori seimbang, - Istirahat yang cukup, - Kendalikan stres Pesan Kunci • Ketahui tekanan darah anda dan periksalah secara teratur • Terapkan perilaku sehat di keluarga anda agar terhindar dari hipertensi - Kurangi asupan garam, lemak dan gula - Makan buah dan sayuran segar 5 kali sehari - Kendalikan berat badan - Lakukan aktivitas fisik 30 menit minimal 5 kali seminggu - Berhenti merokok dan menghindari asap rokok - Hindari konsumsi alkohol berlebihan - Kendalikan stress • Ajarkan perilaku sehat di keluarga anda agar terhindar dari hipertensi • Pilih makanan sehat yang kurang garam, lemak dan gula dan banyak buah dan sayuran • Kendalikan berat badan dan lakukan aktivitas fisik secara rutin sebagai investasi untuk sehat • Hipertensi dapat dicegah dengan mengurangi makan makanan asin, goreng-gorengan dan lemak dalam diet anda • Berhenti merokok dan menghindari asap rokok dapat mencegah terjadinya hipertensi • Makan buah dan sayur paling kurang 5 porsi sehari dapat mengurangi risiko hipertensi • Mengurangi konsumsi alkohol dan mengendalikan stress dapat mencegah hipertensi • Minum obat antihipertensi secara teratur sesuai anjuran dokter dapat mencegah komplikasi hipertensi
Klasifikasi Tekanan Darah (JNC VII) No 1 2 3 4 5 Tekanan Darah < 120 / <80 mm/Hg 120-139 / 80-90 mm/Hg 140-150 / 90-99 mm/Hg >160 / >100 mm/Hg > 140 / <90 mm/Hg Klasifikasi Normal Prehipertensi Hipertensi derajat 1 Hipertensi derajat 2 Hipertensi Sistolik Terisolasi

Prosedur Pengukuran Tekanan Darah A. Alat dan Bahan: a. Tensimeter Digital atau Tensimeter manual (Air Raksa) b. Mancet besar
2013 mimbar 3

berita utama
B. Cara Pengukuran menggunakan Tensi Meter Digital: a. Tekan tombol “START/STOP” untuk mengaktifkan alat. f. Biarkan lengan dalam posisi tidak tegang dengan telapak tangan terbuka ke atas. Pastikan tidak ada lekukan pada pipa mancet. g. Ikuti posisi tubuh, lihat gambar dihalaman berikut. h. Jika pengukuran selesai, manset akan mengempis kembali dan hasil pengukuran akan muncul. Alat akan menyimpan hasil pengukuran secara otomatis. i. Tekan “START/STOP” untuk mematikan alat. Jika Anda lupa untuk mematikan alat, maka alat akan mati dengan sendirinya dalam 5 menit.

C. Prosedur penggunaan manset a. Masukkan ujung pipa manset pada bagian alat. b. Perhatikan arah masuknya perekat manset. b. Sebelum melakukan pengukuran tekanan darah, c. Pakai manset, perhatikan arah selang. responden sebaiknya menghindar kegiatan aktivitas fisik seperti olah raga, merokok, dan makan, minimal 30 menit sebelum pengukuran. Dan juga duduk beristirahat setidaknya 5- 15 menit sebelum pengukuran. c. Hindari melakukan pengukuran dalam kondisi stres. Pengukuran sebaiknya dilakukan dalam ruangan yang tenang dan dalam kondisi tenang dan posisi duduk. d. Pastikan responden duduk dengan posisi kaki tidak menyilang tetapi kedua telapak kaki datar menyentuh lantai. Letakkan lengan kanan responden di atas meja sehinga mancet yang sudah terpasang sejajar dengan jantung responden. e. Singsingkan lengan baju pada lengan bagian kanan responden dan memintanya untuk tetap duduk e. Pastikan selang sejajar dengan jari tengah, dan tanpa banyak gerak, dan tidak berbicara pada saat posisi lengan terbuka keatas. pengukuran. Apabila responden menggunakan f. Jika manset sudah terpasang dengan benar, baju berlengan panjang, singsingkan lengan baju rekatkan manset. ke atas tetapi pastikan lipatan baju tidak terlalu g. Menghasilkan pengukuran yang akurat. ketat sehingga tidak menghambat aliran darah di h. Pada formulir hasil pengukuran dan pemeriksaan. lengan.

i. Pengukuran dilakukan dua kali, jarak antara dua pengukuran sebaiknya antara 2 menit dengan melepaskan mancet pada lengan. j. Apabila hasil pengukuran satu dan kedua
4 mimbar 2013

terdapat selisih > 10 mmHg, ulangi pengukuran ketiga setelah istirahat selama 10 menit dengan melepaskan mancet pada lengan. k. Apabila responden tidak bisa duduk, pengukuran dapat dilakukan dengan posisi berbaring, dan catat kondisi tersebut di lembar catatan. D. Pengukuran Tekanan Darah dengan Tensimeter manual 1. Duduk dengan tenang dan rileks sekitar 5 (lima) menit 2. Jelaskan manfaat rileks tersebut, yaitu agar nilai tekanan darah yang terukur adalah nilai yang stabil 3. Pasang manset pada lengan dengan ukuran yang sesuai, dengan jarak sisi manset paling bawah 2,5 cm dari siku dan rekatkan dengan baik 4. Posisikan tangan di atas meja dengan posisi sama tinggi dengan letak jantung 5. Bagian yang terpasang manset harus terbebas dari lapisan apapun 6. Pengukuran dilakukan dengan tangan di atas meja dan telapak tangan terbuka ke atas. 7. Rabalah nadi pada lipatan lengan, pompa alat hingga denyutan nadi tidak teraba lalu dipompa lagi hingga tekanaan meningkat sampai 30 mmHg di atas nilai tekanan nadi ketika denyutan nadi tidak teraba 8. Tempelkan steteskop pada perabaan denyut nadi, lepaskan pemompa perlahan-lahan dan dengarkan suara bunyi denyut nadi. 9. Catat tekanan darah sistolik yaitu nilai tekanan ketika suatu denyut nadi yang pertama terdengar dan tekanan darah diatolik ketika bunyi keteraturan denyut nadi tidak tersengar 10. Sebaiknya pengukuran dilakukan 2 kali. Pengukuran ke-2 setelah selang waktu 2 (dua) menit. 11. Jika perbedaan hasil pengukuran ke-1 dan ke-2 adalah 10 mmHg atau lebih harus dilakukan pengukuran ke-3. 12. Apabila responden tidak bisa duduk, pengukuran dapat dilakukan dengan posisi berbaring, dan catat kondisi tersebut di lembar catatan. 1. Manset tensimeter dipasang (diikatkan) pada lengan atas. Manset sedikitnya harus dapat melingkari 2/3 lengan atas dan bagian bawahnya sekitar 2 jari di atas daerah lipatan lengan atas untuk mencegah kontak dengan stetoskop. Stetoskop ditempatkan pada lipatan lengan atas (pada arteri brakhialis

pada permukaan ventral/depan siku agak ke bawah manset tensimeter). 2. Sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan dalam tensimeter dinaikkan dengan memompa sampai tidak terdengar lagi. Kemudian tekanan di dalam tensimeter diturunkan pelan-pelan. 3. Pada saat denyut nadi mulai terdengar kembali, baca tekanan yang tercantum dalam tensimeter, tekanan ini adalah tekanan atas (sistolik). 4. Suara denyutan nadi selanjutnya menjadi agak keras dan tetap terdengar sekeras itu sampai suatu saat denyutannya melemah atau menghilang sama sekali. Pada saat suara denyutan yang keras itu melemah, baca lagi tekanan dalam tensimeter, tekanan itu adalah tekanan bawah (diastolik). 5. Tekanan darah orang yang diperiksa adalah rata-rata pengukuran yang dilakukan sebanyak 2 kali. Hal yang perlu diperhatikan : Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan pengukuran tekanan darah, yaitu bahwa hasil pengukuran tekanan darah bisa “tidak benar” akibat minum kopi atau minuman beralkohol akan meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya. Demikian juga merokok, rasa cemas (tegang), terkejut, dan stress. Ingin kencing, karena kandung kemih penuh, juga dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu, sebelum melakukan pengukuran tekanan darah, sebaiknya : • Buang air kecil terlebih dahulu (KOSONGKAN KANDUNG KEMIH), • Tidak minum kopi atau minuman beralkohol, dan tidak merokok. • Sebaiknya tenangkan pikiran dan perasaan, misalnya dengan DUDUK SANTAI SELAMA LEBIH KURANG LIMA MENIT. Duduklah dengan menapakkan kaki di lantai atau di injakan kaki dan sandarkan punggung. Injakan kaki dan sandaran punggung akan membantu untuk rileks dan memberikan hasil pengukuran tekanan darah yang lebih akurat. Agar pengukuran tekanan darah yang dilakukan hasilnya valid, maka harus diperhatikan validitas alat pengukuran tekanan darah, terutama alat pengukur tekanan darah di Rumah (ATDR). Sumber 1. Buku Panduan Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2013. Pusat Promosi Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI, April 2013. 2. http://www.who.int/world-health-day/2013

2013

mimbar 5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->