P. 1
Analisis Open

Analisis Open

|Views: 3|Likes:

More info:

Published by: Siti Salamah Ginting on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2014

pdf

text

original

ANALISIS OPEN-ENDED APPROACH DAN OPEN-ENDED QUESTION

Learning Approach

http://wahidkkt.blogspot.com/2011/11/analisis-open-ended-approach-dan-open.html
A. Open Ended Approach Pendekatan Open-ended berasal dari Jepang pada tahun 1970'an. Antara tahun 1971 dan 1976, Peneliti Jepang melaksanakan serangkaian proyek penelitian pengembangan dalam metode mengevaluasi keterampilan "berpikir tingkat tinggi" dalam pendidikan matematika dengan menggunakan masalah Openended pada tema tertentu (Becker dan Shigeru, 1997 dalam Maitree Inprasitha). Pendekatan ini dimulai dengan melibatkan siswa dalam masalahOpen-ended yang mana didesain dengan berbagai jawaban benar " tidak lengkap" atau " Open-ended". Akihiko Takahashi (Shimada et.al.,1977, Becker & Shimada, 1997) berpendapat bahwa Traditional problems used in mathematics teaching in both elementary and secondary schools classroom have a common feature: that one and only one correct answer is predetermined. The problems are so well formulated that answers are either correct or incorrect and the correct one is unique . Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa masalah tradisional atau dulu yang digunakan dalam pembelajaran matematika baik di sekolah dasar (SD) dan SMP mempunyai satu dan hanya satu jawaban benar yang sudah ditentukan. Suatu masalah juga dirumuskan dengan baik yang jawabannya adalah dua pilihan yaitu benar dan salah. Suatu masalah seperti itu sering disebut senagai masalah tertutup (closed problem). Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended diawali dengan memberikan masalah terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harus mengarah dan membawa siswa dalam menjawab masalah dengan banyak cara serta mungkin juga dengan banyak jawaban (yang benar), sehingga merangsang kemampuan intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menemukan sesuatu yang baru. Pendekatan Open-Ended menjanjikan kepada suatu kesempatan kepada siswa untuk meginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya tiada lain adalah agar kemampuan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara maksimal dan pada saat yang sama kegiatan-kegiatan kreatif dari setiap siswa terkomunikasi melalui proses pembelajaran. Inilah yang menjadi pokok pikiran pembelajaran dengan Open-Ended, yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi. Menurut Suherman dkk (2003; 123) problem yang diformulasikan memiliki multijawaban yang benar disebut problem tak lengkap atau disebut juga Open-Ended problem atau soal terbuka. Siswa yang dihadapkan dengan Open-Ended problem, tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekankan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Dengan demikian bukanlah hanya satu pendekatan atau metode dalam mendapatkan jawaban, namun beberapa atau banyak. Hal ini sesuai dengan pendapat Shimada (1997:1) pendekatan open-ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu. Pendekatan open-ended dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan/ pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan beberapa teknik. Tujuan dari pembelajaran Open-Ended problem menurut Nohda ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematik siswa melalui problem posing secara simultan. Dengan kata lain, kegiatan kreatif dan pola pikir matematik siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa. Selanjutnya, perlu untuk diperjelas bahwa makna dari kegiatan interaksi antara gagasan matematis dan perilaku siswa terbuka dalam pemecahan masalah. Hal ini telah dijelaskan dari tiga aspek: a. b. c. Kegiatan siswa yang dikembangkan oleh pendekatan terbuka. Sebuah masalah yang digunakan dalam pendekatan terbuka melibatkan ide-ide matematika. "Pendekatan terbuka" harus selaras dengan kegiatan interaksi antara (1) dan (2).

4) siswa secara instrinsik termotivasi untuk membuktikan sesuatu. dan (3) cara pengembangan lanjutannya terbuka. menurut Sawada (2007). B. Pembelajaran open-ended dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan/pengalaman menemukan. Dalam praktek sebenarnya. Menurut Suherman. metode yang kita gunakan dalam " Pendekatan terbuka " tergantung pada masalah. Menurut Takahashi (2006). 3. Kami menggunakan masalah dalam " Pendekatan terbuka " seperti masalah non-rutin: situasi masalah. keunggulan pendekatan open-endedadalah: 1) siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mengungkapkan ide-ide mereka secara lebih sering. 2) suatu hal yang sulit bagi guru untuk mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalah yang diberikan. 1986) . keterampilan atau cara berpikir yang telah sebelumnya dipelajari dalam masalah atau soal tertutup. Sedangkan dasar keterbukaan masalah diklasifikasikan dalam tiga tipe. Yang akhir-akhir ini sering kita jumpai adalah soal dengan jawaban yang terbuka atau lebih dari satu jawaban (Open ended question). 1986). maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban yang benar. Menurut Sawada (2007). masalah proses dan masalah pencarian terbuka (Christiansen & Walter. setiap guru harus mengambil kondisi ruang kelas nya sendiri dan tujuan pengajaran menjadi pertimbangan. Ciri-ciri dari soal terbuka ini antara lain: 1. (2) hasil akhirnya terbuka. Sedangkan menurut Syaban (2008). dan memecahkan masalah dengan beragam teknik.mengenali. pengetahuan yang dimiliki. Open Ended Question Semakin berkembangnya ilmu maka kombinasi soal-soal matematika juga lebih bervariasi lagi. soal dengan banyak jawaban dan soal dengan jawaban penalaran dan analisis. Hal ini sesuai dengan pendapat Shimada (1997) bahwa pembelajaran open-ended adalah pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu. Masalah pada open ended adalah masalah yang bersifat terbuka (open-ended problem) atau masalah tidak lengkap (incomplete problem). maksudnya masalah itu memiliki banyak cara penyelesaian yang benar. 4. maksudnya ketika siswa telah menyelesaikan masalahnya. dan prosedur dari masalah-masalah termasuk kondisi kelas dan tujuan pengajaran (Nohda. 1983. soal terbuka (open-ended problem) adalah soal yang mempunyai banyak solusi atau strategi penyelesaian. yang terdiri dari situasi masalah. yaitu suatu pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai dengan memberi suatu masalah kepada siswa. Proses pembelajaran dengan menggunakan banyak jawaban benar untuk menumbuhkan pengalaman dalam menemukan sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran tersebut. dipandang dari strategi bagaimana materi pelajaran disampaikan. Akan . mereka dapat mengembangkan masalah baru yaitu dengan cara merubah kondisi masalah sebelumnya (asli). Oleh karena itu. kelemahan pendekatan open-ended adalah: 1) suatu hal yang sulit untuk membuat atau menyiapkan situasi-situasi masalah matematika yang bermakna. yakni: (1) prosesnya terbuka. Sebuah contoh masalah terbuka harus disajikan terlebih dahulu.Kita harus menjadi lebih sadar akan proses informasi yang ada pada "Pendekatan terbuka" atau Open-Approach. 2. 2) siswa mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika mereka secara menyeluruh. 3) siswa dalam kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka. dan 4) mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi. pada prinsipnya pembelajaran dengan memanfaatkan soal terbuka dapat dipandang sebagai pembelajaran berbasis masalah. dkk (2003 : 129-130) mengkonstruksi dan mengembangkan masalah OpenEnded yang tepat dan baik untuk siswa dengan tingkat kemampuan yang beragam tidaklah mudah. Berikut ini diuraikan beberapa keunggulan dan kelemahan pendekatan open-ended. Selanjutnya. dan 5) siswa mempunyai pengalaman yang berharga dalam penemuan mereka dan memperoleh pengakuan atau persetujuan dari temannya. 3) siswa dengan kemampuan rendah bisa memberikan respon terhadap masalah dengan beberapa cara mereka sendiri yang bermakna. Masalah seperti ini dapat diberikan dengan kombinasi siswa. yang merupakan hubungan antara masalah dan metode. Masalah yang dirumuskan harus mempunyai banyak jawaban benar. mulai soal dengan banyak cara penyelesaian. masalah proses dan terbuka masalah.

Center for Research in Mathematics Education. (1) Gedung bioskop Plaza 27 mencatat penjualan tiket film Laskar Pelangi selama tiga hari berturut-turut adalah 457 lembar. Developing Lesson Plans. Berikut diberikan ilustrasi dua soal untuk membedakan antara soal tertutup dan soal terbuka. 3. Toshio. (2) Susunlah sebuah data yang rata-ratanya lebih dari mediannya dan jangkauannya adalah 7. Menyajikan bentuk-bentuk atau bangun-bangun (geometri) sehingga siswa dapat membuat suatu konjektur. Khon Kaen University. 4. yakni soal itu memiliki beragam cara penyelesaian. berapa ekor kambing yang kamu perlukan agar jumlah semua berat badannya sama dengan berat badan kerbau itu? Suatu persegipanjang luasnya 48 cm. In Becker.. yakni ketika siswa telah menyelesaikan suatu. Akan dibuat kotak balok tanpa tutup dengan cara memotong pojok dari karton tersebut sehingga potongannya berbentuk persegi. Faculty of Education . 6. yakni soal itu memiliki banyak jawab yang benar. 446 lembar. Aspek keterbukaan dalam soal terbuka dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe. N. Paper presented at the 10 ICME. Inc. Soal ini juga hanya memiliki satu jawaban yang benar. (2000). Hitung banyak tiket yang terjual selama tiga hari tersebut. Shigeru (editor). Seventh printing (page 23). 40002. berapa ekor ayam yang kamu perlukan agar jumlah semua berat badannya sama dengan berat badan angsa itu? Seekor kerbau beratnya 480 kg.tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang dalam jangka waktu yang cukup panjang. Soal ini dikategorikan sebagai soal non-rutin karena tidak memiliki prosedur tertentu untuk menjawabnya Contoh soal terbuka yang lain : Seekor angsa beratnya 10 kg. 2. Keterbukaan soal ini meliputi keterbukaan proses. Berapakah volume dari kotak balok tanpa tutup tersebut? DAFTAR PUSTAKA Maitree Inprasitha. 4. 5. Berapa cm kemungkinan panjang dan lebar persegipanjang tersebut? Sebuah karton berukuran berukuran 24 x 16 cm. Virginia. yaitu: (1) terbuka proses penyelesaiannya. antara lain sebagai berikut: Menyajikan permasalahan melalui situasi fisik yang nyata di mana konsep-konsep matematika dapat diamati dan dikaji siswa. 2007. Menyajikan urutan bilangan atau tabel sehingga siswa dapat menemukan aturan matematika. keterbukaan hasil akhir. dan keterbukaan pengembangan lanjutan. th . Thailand Nohda. Soal (1) merupakan soal rutin dan bukan masalah terbuka karena prosedur yang digunakan untuk menentukan penyelesaiannya sudah tertentu yakni hanya Menjumlahkan ketiga bilangan yang terdapat pada soal. and Shimada. Sawada. Soal ini juga dikategorikan sebagai soal non-rutin. The Open-Ended Approach: A New Proposal for Teaching Mathematics. Sedangkan soal (2) merupakan soal terbuka (open-ended problem). Japan. A Study of “Open-Approach” Method in School Mathematics Teaching . Menyajikan soal-soal pembuktian dapat diubah sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan hubungan dan sifat-sifat dari variabel dalam persoalan itu. dan 475 lembar. selanjutnya mereka dapat mengembangkan soal baru dengan mengubah syarat atau kondisi pada soal yang telah diselesaikan. beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dalam mengkonstruksi masalah. 2. Memberikan beberapa latihan serupa sehingga siswa dapat menggeneralisasai dari pekerjaannya 1. The National Council of Theachers of Mathematics. (2) terbuka hasil akhirnya. ditemukan 1. dan (3) terbuka pengembangan lanjutannya. Jerry P. 3. Memberikan beberapa contoh konkrit dalam beberapa kategori sehingga siswa bisa mengelaborasi siifat-sifat dari contoh itu untuk menemukan sifat-sifat dari contoh itu untuk menemukan sifat-sifat yang umum. Reston. Makuhari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->