Penyakit Pada Sistem Pernafasan Manusia

1. CPV (Coronavirus Pneumonia)

CPV (Coronavirus Pneumonia) atau yang lebih sering disebut SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah suatu sindrome pernafasan akut parah yang disebabkan oleh Coronavirus. Diperkirakan virus ini merupakan hasil mutasi dari virus sebelumnya yang menyerang binatang (virus zoonosis). SARS pertama kali dilaporkan sedang mewabah di Asia pada bulan Februari 2003. Dalam beberapa bulan berikutnya, virus ini telah menyebar lebih dari dua lusin negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Walaupun tidak seganas virus Ebola atau HIV, penyakit ini perlu diwaspadai. Alasanya, virus penybab penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Juga sampai detik ini belum ditemukan cara pengobatannya (vaksin atau obat). Berdasarkan data World Health Organization, diperkirakan sekitar 8.089 orang terjangkit virus ini selama tahun 2003. Dari sekian penderita, 774 orang meninggal. Gejala penyakit ini dimulai dari demam yang tinggi (demam lebih dari 100,40F [>380C]). Gejala lain juga termasuk pusing, rasa tidak nyaman, susah bernafas, tenggorokan gatal, lesu, dan nyeri pada otot tubuh. Sekitar 10% 20% dari penderita juga mengalami diare. Setelah 2-7 hari, penderita akan mengalami batuk kering dan lama-kelamaan mengakibatkan Pneumonia. Salah satu sebab yang menyebabkan kematian adalah adanya gangguan pernafasan sehingga penderita mengalami kekurangan oksigen dalam darah. Coronavirus merupakan jenis virus RNA karena asam nukleat pada virus ini hanya membentuk rantai tunggal, bukan rantai berpasangan. Asam nukleat virus ini juga dilengkapi dengan nucleocapsid. Seperti virus lain, Coronavirus hanya tersusun dari RNA (Ribonucleat acid), protein, lemak, dan karbohidrat. Disamping ini merupakan struktur umum dari Coronavirus.

Penyakit ini dapat menyebar dari dahak penderita SARS. Saat penderita batuk dan mengeluarkan dahak, cipratan dahak tersebut dapat melayang di udara dan terhirup orang yang berdekatan dengannya. Orang yang mengirup cipratan itu dapat terinfeksi. Virus juga dapat berpindah saat orang menyetuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Dan setelah itu memasukkan tangannya ke dalam mulut, hidung, mata, atau bagian tubuh lainnya yang berlubang. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mencegah penularan virus ini. Menghindari tempat yang banyak kerumunan orang. Tidak mengunjungi atau berdekatan dengan penderita. Mencuci tangan sesering mungkin dengan air atau alkohol dengan kadar 70%. Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang kotor. Menggunakan masker standart WHO. 2. Avian Influenza Flu Burung (Avian Influenza) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza Strain A (H5N1). Penyakit menular dari burung ke burung dan juga dapat menular dari unggas ke manusia. Namun, hingga saat ini penularan dari manusia ke manusia belum ditemukan. Masa inkubasi virus sekitar 3 – 4 minggu. Badan kesehatan dunia (WHO), mencatat sampai tanggal 25 September 2005 ditemukan 119 kasus dengan 60 kematian pada manusia akibat virus tipe A ini, dengan rincian di Vietnam 94 kasus dengan 41 kematian, di Thailand 17 kasus dengan 12 kematian, di Kamboja 4 kasus dengan 4 kematian, dan di Indonesia 4 kasus dengan 3 kematian. Ada berberapa tipe virus influenza. Jenis A, B, dan C. Virus tipe B dan C termasuk golongan ringan karena jarang menimbulkan keluhan, tidak menimbulkan wabah (epidemi), kejadiannya sporadis/tersebar, dan tidak saling berhubungan. Tipe B dan C sering terjadi di lingkungan tertentu saja seperti Panti Jompo, Panti Asuhan, asrama, dan tempat sejenis. Virus tipe A tergolong ganas. Sering bersifat musiman, teratur, dan dapat menginfeksi binatang seperti burung, ayam, babi, kuda, anjing, dll. Karena itu, virus ini dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Virus influenza A dapat terbagi menjadi subtipe H1 sampai H15 dan N1 sampai N9.

Berberapa varian virus influenza pada manusia adalah H1N1, H2N2, H3N2. Sementara virus flu pada unggas antara lain virus yang menyerang kita sekarang yakni varian H5N1, H9N1, H7N2. Menurut legendanya, virus influenza tipe A cukup berbahaya terutama subtipe H5 dan H7 karena termasuk highly pathogenic. Namun, subtipe lain juga bisa mematikan. Pada tahun 1918, avian virus tipe H1N1 menyerang 50 juta orang di Spanyol dan menewaskan banyak orang. Kasus ini disebut Spainish Flu atau Flu Spanyol. Di akhir Februari 1957, Asian Flu dengan tipe virus H2N2 menyerang Cina dan menewaskan 4,17 juta orang. Dalam 4 bulan berikutnya, virus ini menyerang negeri paman Sam. Serangan terus berlanjut ke Hongkong dengan virus H3N2 pada tahun 1968 yang umumnya disebut Hong Kong Flu. Hingga sekarang, virus ini masih aktif. Virus H5N1 pada awalnya diperkirakan menyebar melalui burung-burung liar yang secara periodik bermigrasi pada setiap perubahan musim. Lalu virus menular ke peternakan unggas setempat. Awalnya, virus hanya menginfeksi dan mengakibatkan kematian pada unggas. Virus kemudian bermutasi dan mampu menginfeksi babi, dan hewan lain. Mutasi yang terjadi, membuat H5N1 mampu menembus sel tubuh manusia dan menyebabkan sakit serta merusak sistem pernafasan. Pada akhirnya akan berakhir pada kematian. Semakin banyak manusia yang berhubungan dengan unggas yang sakit, semakin besar pula resiko terjadinya genetic reassortment. Cara-cara penularan virus H5N1 : Dari unggas ke unggas. Unggas yang menderita influenza H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan umlah besar dalam kotorannya. Melalui kotoran yang tercemar H5N1. Kotoran dapat mengering lalu rapuh dan tersapu angin. Orang yang menghirupnya dapat tertular. Kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi virus avian influenza. Virus ini sudah ada vaksinnya. Tetapi kita lebih baik menghindari penyakit ini dari pada harus mengobati. Dibawah ini merupakan berberapa cara untuk menghindari serangan flu burung. Jaga daya tahan tubuh

Lakukan pemusnahan unggas yang terinfeksi flu burung dan vaksinasi pada unggas yang sehat. Hindari kontak langsung dengan unggas Sering cuci tangan. Lebih baik menggunakan alkohol dengan kadar 70% Jagalah kebersihan Memasak telur unggas, atau unggas tersebut sampai benarbenar matang sekali
3. tbc (Tuberculosis)

TBC (Tuberculosis) merupakan salah satu penyakit yang terganas di dunia ini. Penyakit ini menginfeksi 1,7 miliar orang tiap tahunnya yang mana jumlah tersebut hampir sama dengan sepertiga penduduk dunia. Tidak seperti peyakit SARS atau Flu Burung, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bukan oleh virus. Mycobacterium tuberculosis adalah penyebab “Wabah Putih” pada abad ke 17 dan 18 di Eropa. Dalam periode ini, hampir 100% dari populasi benua Eropa telah terinfeksi, dan 25% orang dewasa Eropa meninggal. Mycobacterium tuberculosis ialah jenis bakteri yang berbentuk batang polos dan jauh terpisah dari Actinomycetes. Banyak myobacterium non-pathogenic yang menjadi bagian dari flora atau manusia. Beberepa jenis dari mereka sering ditemukan pada daerah yang kering dan berminyak. Bakteri Mycobacterium tuberculosis panjangnya hanya 2-4 μm dan lebarnya 0,2-0,5 μm. Ada sedikit perbedaan antara infeksi dan penyakit tuberculosis. Infeksi tuberculosis artinya bakteri tuberculosis masuk ke dalam tubuh inangnya tetapi sistem imun tetap membiarkan perkembangan bakteri tak terkendali. Sistem imun melakukan ini dengan memproduksi macrophages yang menyelimuti bakteri. Dinding sell terdiri dari semacam kapsul yang melindungi isinya, jadi, bakteri ini hampir tak bereaksi dengan sistem imun. Saat melakukan tes kulit tuberculin, hasilnya akan positif. Orang yang hanya terinfeksi tidak dapat menularkan ke orang lain. Perbedaan yang lebih lanjut tertera di tabel berikut. Infeksi Tuberculosis Penyakit Tuberculosis Tes kulit tuberculin positif Tes kulit tuberculin positif Saat paru-paru di rontgen, hasilnya Saat paru-paru di rontgen biasanya terlihat normal luka Hasil tes cairan dahak negatif Hasil tes cairan dahak positif Tidak ada gejala Timbul gejala-gejala seperti batuk, demam,dll

Faktor-faktor yang mengakibatkan tertularnya seseorang : Hubungan yang terlalu dekat dengan banyak orang. Gizi yang buruk. Pemakaian narkoba dan zat-zat adiktif. Minuman berakohol. Tahapan-tahapan berikut akan menjelaskan cara bakteri masuk ke paru-paru orang. Tahap 1 Nuclei yang tersembur lewat batuk penderita terhirup oleh orang lainnya. Satu nuclei terdiri tidak lebih dari 3 bacili. Nuclei tersebut sangat kecil sehingga dapat melayang di udara dalam berberapa saat. Nuclei tersebut dapat lepas ke udara saat penderita bersin, batuk, atau bicara. Saat bersin, nuclei dapat tersembur dalam jumlah yang banyak dan mencapai radius 10 kaki. Tuberculosis dimulai saat nuclei mencapai alveoli. Saat seseorang menghirup udara yang tercampur oleh nuclei, nuclei tersebut akan menumpuk di hidung atau mulut. Mereka tidak suka berkembang disana. Namun, ketika berberapa dari mereka mencapi alveoli, maka dimulailah.
Tahap 2 Setelah 7 – 12 hari seterah penderita menghirup udara yang tercemar TBC, bakteri-bekteri tersebut berkembang biak. Jika penyerangan dimulai, sel-sel dalam paru-paru mati dan mengecil. Difusi oksigen terganggu sehingga nafas penderita akan terengahengah. TBC dapat diobati tetapi tidak dapat dijamin bahwa penyakit akan hilang untuk selama-lamanya. Obat-obatan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut. Isoniazid Rifampin Pyrazinamide

Ethambutol Streptomycin (lewat suntikan)

Dari kiri ke kanan, Isoniazid, Rifampin, Pyrazinamide, Ethambutol, Streptomycin (lewat suntikan [tidak ditunjukkan]).

Materials are taken from many sources

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful