Pengendalian Kualitas

( Modul 04 )
Perbaikan Proses Berkelanjutan

Disusun Oleh Ir.Edwar,MT

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Mercu Buana
Tahun 2010

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Edward Syarif

PENGENDALIAN KUALITAS

1

PERBAIKAN PROSES BERKELANJUTAN *** Pendahuluan Organisasi yang menjadikan Kualitas sebagai dasar atau pondasi sebaiknya berusaha untuk mencapai kesempurnaan dengan perbaikan proses berkelanjutan (countinous process improvement ) pada bisnis dan proses produksi. Kesempurnaan itu tentu saja tidak mungkin dicapai karena perjalanan tidak pernah berhenti. Perbaikan dilakukan dengan cara sebagai berikut : • • • • • • • • • • Melihat semua kerja sebagai sebuah proses. Jadikan semua proses efeksif, efisien dan mudah disesuaikan. Antisipasi perubahan keinginan pelanggan. Pengontrolan performa proses dan pengukuran seperti penurunan scrap dsb. Memperbaiki ketidakpuasan pelanggan dengan level performa saat ini. Mengurangi pemborosan dan mengolah kembali jika memungkinkan. Hilafitas yang tidak memberikan nilai tambah ke produk atau jasa Hapus ketidaksesuaian dalam semua tingkatan Gunakan perbandingan untuk meningkatkan keunggulan persaingan. Berinovasi untuk memperoleh terobosan mencapai Gunakan peralatan teknik seperti : SPC, DOE, Bench Marking, QFD dsb.

Proses Proses mengacu kepada aktivitas bisnis dan produksi dari suatu organisasi. Bisnis proses seperti purchasing, engineering, accounting, dan marketing adalah area yang memunkinkan untuk dilakukan perbaikan terus menerus. Proses adalah interaksi beberapa kombinasi dari manusia, material, peralatan, metoda, pengukuran, dan lingkungan, untuk memproduksi keluaran sepreti produk, jasa, atau input dari proses yang lain. Dengan harapan untuk

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Edward Syarif

PENGENDALIAN KUALITAS

2

Costumer didefinisikan sebagai bagian organisasi dan setiap prosesnya. perbaikan proses harus didefinisikan dalam keadaan untuk meningkatan kepuasan pelanggan sebagai hasil dari kualitas lebih tinggi dari produk dan jasa. suatu proses harus memiliki aktivitas nilai tambah dan bisa diulang. Proses juga harus efektif. (3) Mencapai atau melebihi keinginan konsumen. efisien. Karena organisasi bertahan untuk melayani costumer. (2) Mengurangi kesalahan. ` Umpan balik INPUT Bahan Baku Uang Informasi Data dsb PROSES Orang Peralatan Metode Prosedur Lingkungan Bahan Baku OUTPUT Informasi Data Produk Jasa dsb Pelanggan Pelanggan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Ada lima jalan dasar untuk perbaikan: (1) Mengurangi resources. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 3 . (4) Jadikan proses aman.mendapatkan masukan dan keluaran yang terukur. Definisi proses dimulai dengan mendefinisikan costumer. dan mudah beradaptasi. dan (5) Jadikan proses lebih memuaskan bagi yang melakukanya. mudah dikontrol.

Pendekatan ini pada dasarnya adalah metode ilmiah keteknikan (the engineering scientific ). adalah pendekatan Jepang untuk perbaiakan. pemasaran menetukan pelanggan luar. yaitu perencanaan(planning). Quality function deployment. dan perbaikan (improvement).Gambar 5-1 Model Input-Output Proses Beberapa pendekatan berbeda tentang perbaiakan proses berkelanjutan adalah. Trilogi Juran ini didasarkan pada proses finansial seperti anggaran belanja (planning). Kedua adalah Plan (rencana). Study (pelajari). dan kebutuhannya juga telah ditemukan. atau grup kerja). Tahap selanjutnya dalam proses perencanaan adalah untuk membangun produk dan atau jasa yang sesuai dengan keinginan pelanggan. anggota dari team multifungsi. trilogi Juran. kontrol (control). Bab ini diakhiri dengan konsep reengineering dan six sigma. Keizen sebenarnya lebih alami dibanding dua pendekatan lain yang telah diuraiakan. Step PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Satu pendekatan terbaik adalah yang dikembangkan Dr. seringkali fokus pada perbaikan individu dan pekerjaannya. Trilogi Juran memiliki tiga komponen. mendekati perbaikan kualitas dari sudut pandang biaya.Joseph Juran. yang diaplikasikan dalam perbaikan berkelanjutan dan kualitas. Taguchi’s quality engineering. dan quality by design adalah beberapa pendekatan yang dapat digunakan. Ketika pelanggan telah ditentukan. dan personal organisasi (manager.pengukuran biaya (control). Sebuah sasaran kualitas ditetapkan terlebih dahulu. menemukan keinginan organisasi dan suplaiernya berhubungan dengan pengoptimalan biaya dari pemegang saham. Trilogi Juran Perbaikan proses melibatkan perencanaan . Pendekatan Kaizen fokus pada membuat perbaikan kecil pada individu dan organisasi. act (lakukan) dari Shewhart. pengurangan biaya (improvement). berarti telah melakukan perbaikan menyeluruh pada organisasi. Perencanaan (Planning) Komponen perencanaan dimulai dengan pelanggan luar. Pertama. Do (kerjakan). Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 4 . menentukan pelanggan dalam. Ketiga Kaizen.

Dalam tingkat lanjut.keempat adalah untuk membangun proses-proses memungkinkan untuk memproduksi produk dan atau jasa. bagian kualitas perlu untuk menyediakan team dengan kemampuan untuk menentukan sebab-sebab. Proses perbaikan dimulai dengan pendirian infrastruktur yang efektif seperti departemen kualitas. Rencana transfer untuk operasi adalah langkah final dari proses perencanaan. Dalam tingkat lanjut. Kontrol Kontrol digunakan dalam usaha operasi untuk dapat membuat produk. proses. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. proses dan jasa sesuai dengan permintaan. Dua dari bagian kualitas adalah mengidentifikasi proyek perbaikan dan pembentukan team proyek dengan seorang pemilik proyek. informasi kemampuan proses seperti Cp dan Cpk digunakan untuk menentukan bahwa proses mampu dan utama. 3. Diagram Sebab Akibat. Statistikal proses kontrol adalah teknik utama untuk mencapai mencapai sukses kontrol. 4. Ukur performa aktual. Lakukan aksi pada perbedaan. dan jasa. Tentukan jenis / subjek yang akan dikontrol dan satuan-satuan ukuranya. Alat-alat dasar statistik kontrol proses adalah diagram Pareto. Proses perbaikan dapat bersifat penambahan (incremental) atau terobosan (breakthrough). 5. Perbaikan Bagian ketiga dari trilogi Juran adalah bertujuan mencapai tingkat performa yang berlebel signifikan lebih tinggi daripada level saat ini. Tentukan tujuan dari kontrol dan tentukan sensor yang diperlukan yang diletakkan untuk mengukur produk. menciptakan jalan keluar dan pembuatan kontrol untuk menunda keuntungan. 2.. Kontrol mengguanakan rangkaian umpan balik yang berisi step-step berikut : 1. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 5 . Bandingkan performa aktual terhadap tujuan. diagram Aliran.

Level ini sementara / janka pendek. pemborosan menahun memerlukan sebuah perbaikan proses. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 6 . pembaharuan. dan reengineering. Hal ini juga berarti benar bahwa penggabungan yang tepat dari strategi akan menghasilkan perbaikan yang tidak pernah berakhir.Dalam gambar Juran menggambarkan sebuah perbedaan antara pemborosan sesekali dan pemborosan menahun. Level kedua terjadi jika individu atau team mengidentifikasi dan menhilangkan akar masalah dan memberikan solusi permanen. penyempurnaan. Strategi Perbaikan Ada empat strategi perbaiakan utama. Ada dua level strategi ini. jika pelanggan menerima produk rusak. Memperbaiki (repair) Strategi ini sederhana –segala sesuatu yang rusak harus dapat berfungsi seperti deasain. memperbaiki. perbaikan yang cepat diperlukan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Penting untuk dicatat bahwa strategi perbaikan tidak menjadikan proses lebih baik daripada desain asli. pemborosan menahun dapat diidentifikasi dan dikoreaksi oleh bagian kualitas.

Reinvention/Reengineering Reengineering adalah strategy yang paling diminati. produk. Kemudian team menggunakan pengetahuan atas permintaan dan harapan pelanggan serta menemukan produk. Inovasi dan keunggulan teknologi adalah faktor kunci dalam pendekatan ini. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 7 . proses. Sebagai contoh roses pengeboran lubang menggunakan laser atau jet air adalah reengineering. jasa. Karena perbaikaan berlangsung pelan – pelan. proses atau aktifitas baru. Juga. Perbaikan proses. dengan adanya motor elektrik. lahirlah bor elektrik. Macam-macam Masalah PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. proses atau aktifitas baru dikembangkan oleh team yang memahami permintaan dan harapan pelanggan. Renovasi Hasil dari strategi ini adalah besar atau perbaikan terobosan. Konsep ini disampaikan oleh Kaizen. Sebagai contoh. Tipikal atau cirinya adalah melakukan sesuatu dengan sangat cepat. perubahan kecil mungkin tidak didokumentasikan atau tidak dikomunasikan dengan tepat. Perbaikan meningkatkan efisiensi dan efektifitas.Penyempurnaan (refinement ) Strategi ini menyangkut aktifitas perbaikan terus menerus sebuah proses yang sudah rusak. Perbaikan akan berlangsung pelan – pelan yang mana tidak ada tampilan yang berubah. atau akativitas akan atampak berbeda dari aslinya. Hal ini didasarkan perasaan bahwa strategy sebelumnya tidak akan pernah memuaskan permintaan pelanggan. lebih baik. proses pengeboran sebuah lubang aslinya dilakukan tangan dengan makanisme engkol. pada dasarnya mempunyai kesamaan. jasa. dan jasa adalah penyempurnaan sebuah perbaikan sesekali. Meskipun hasil produk. Keuntungan utama dari perbaikaan berlangsung pelan – pelan adalah menghasilakan perlawanan kecil dari pekerja. dan lebih mudah atau dengan sedikit pemborosan. Reinvation atau reengineering dimulai dengan membayangkan bahwa kondisi awal tidaka ada-dengan kata lain kertas bersih. jasa. manajemen mungkin tidak mengenal dan tidak menghagai pekerja yang berperan. Sebuah produk.

Tiga yang pertama adalah masalah performa yang mana sistem yang eksis tidak berforma baik. Masalah ini diidentifikasi oleh membandingkan dengan standard atau oleh umpan balik dari pelanggan luar atau dalam. Efisiensi Masalah efisiensi terjadi ketika performa sistem tidak sesuai dari sudut pandang pemilik atau operator. Tanatanga utamanya adalah penentuan keinginan pelanggan dan untuk diagnosa sebab dari rendahnya performa. Pemecahan masalah ditujukan pada penurunan biaya dan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Tidak terstruktur Masalah yang tidak terstruktur menyerupai masalah pemenuhan kecuali tidak ada standar khusus. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 8 . tukang kayu ahli menyesuaikan aktifitasnya dengan urat kayu dan kandungan kelembaban dari kayu. dan keluaran tidak sesuai performa dari sudut pandang pengguna. Standard tidak dapat menyentuh potensi – potensi masalah dan interaksi antara individu dan karakteristik yang disetujuai. Identifikasi dari masahah yang tidak terstruktur biasanya menerima umpan balik negatif dari pelanggan. Pemenuhan Pemenuhan terjadi ketika struktur sistem mempunyai sistem masukan proses standard. Dengan kata lain pengguna akhir puas : meskipun proses memerlukan biaya tinggi daripada keinginan. dan perkerja service pelanggan menyesuaikan sopan santunnya dengan pelanggan. tidak terstruktur. desain produk. desain proses. efisiensi. atau kondisi kerja tidak nyaman. Dikarenakan variasi pelanggan sulit untuk ditentukan kenapa produk atau jasa tidak sesuai. Diagnosa mungkin sulit.Ada lima jenis masalah : pemenuhan. karena produk diproses dengan sangat komplek. Sebagai contoh. Organisasi perlu untuk menjaga pelanggannya sebagai individu dan menjaga data pada kebiasaan yang sesuai dan tidak sesuai. dan dua yang terakhir adalah masalah desain yang memerlukan desain baru atau desain yang sudah diperbaiki. Penyimpangan terhadap standard mungkin dikarenakan ketidak matangan sistem atau kemungkinan kelenturan perfofma sistem. Tantangan utamanya dalah dalam penentuan akar masalah dan aksi korektif.

keinginan pelanggan dan pemaksaan dalam atribut produk dan spesifikasi. Cycle PDSA Dasar Plan-Do-Study-Act (PDSA) cycle pertam dikembangkan oleh Shewert dan kemudian dimodifikasi oleh Deming. pemecahan masalah biasanya terjadi sebagai bagian alami dari lingkungan yang kompetitif.menciptakan kondisi kerja yang aman. PDSA adalah teknik/cara perbaikan yang efektif. Banyak urusan dan proses produksi telah didesain dengan baik atau telah ketinggalan dengan teknologi terbaru. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. atau pengenalan produk baru. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 9 . Fokus utamanya adalah untuk mencegah masalah proses dan pengguna akhir. Pengetahuan dalam melakukan sesuatu lebih baik. Meskipun kerja desain dapt terlihat dari hasil dari rendahnya performa produk. Proses desain yang diinginkan pelanggan dan pemaksaan sesuai identifikasi. Identifikasi dari beberapa masalah terjadi dari masukan operator Desain Proses Masalah desain proses meliputi pengembangan dari proses baru dan revisi dari proses yang exsis. Gambar 5-3 mengilustrasikan. Bisanya menggunakan Quality Function Deployment (QFD). Desain Produk Masalah desain produk meliputi pengembangan produk baru dan perbaikan produk yang sudah ada. Kesempatan utama dalah menterjemahkan dalam cara waktu.

Dalam waktu lama. pelajari hasil – lakukan rencana kerja sebagai tujuan. kembangkan rencana yang telah diperbaiki dan ulangui cycle. pendekatan sistematik akan mendapatkan keuntungan besar. dan fase ini kerangka kerja untuk mencapai sasaran tersebut Fase 1: Identifikasi Kesempatan Sasaran dari fase ini adalah untuk mengidentifikasi dan prioritas kesempatan untuk perbaikan. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 10 . Kemudian wujudkan rencana tersebut (do it). Fasa-fase tersebut terintegrasi karena masing-masing fase didasarkan pada fase sebelumnya. Ada tujuh fase seperti ditunjukan dalam gambar 5-4. Ketiga. Pertama. Juga menunjukan hubungan pada siklus PDSA. Dalam tahap awal program. Fasee ini berisi tiga bagian : identifikasi masalah. PDSA cucle adalah sesuatu yang simpel yang dapt diadaptasi oleh semua metode pemecahan masalah yang didiskusika kemudian. Plan (rencana) kan dengan hati-hati apa yang akan dilakukan. Metode Pemecahan Masalah Perbaikan proses mencapai hasil nyata ketika dilakukan dalam frame kerja dari metode pemecahan masalah. Akhirnya putuskan pada hasil dengan mengidentifikasi kerja yang sudah terencana dan yang belum. Metode pemecahan masalah (juga disebut metode ilmiah) mempunyai banyak variasi tergantung pada kelanjutan penggunaannya. Masalah dapat diidentifikasi dari jenis masukan. dari tim (jika ada yang tidak eksis) dan mendefinisikan kesempatan. Identifikasi masalah menjawab pertanyaan. akan tetapi mereka pada dasarnya mempunyai persamaan. atau hasil yang lain. “Apa Masalahnya? Jawaban untuk pertanyaan tersebut yang memberkan potensi untuk perbaikan dan mempunyai kemungkinan solusi. seperti berikut : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Dengan menggunakan pengalaman. hasil cepat seringkali didapat karena solusi sangat nyata atau individu mempunyai ide berlian.Gambar 5-3 Empat langkah dalam cycle ini adalah bener-benar satu. Perbaikan proses terus menerus adalah sasarannya.

supervisor. wartawan dan kritikus). harus memenuhi tiga kriteria berikut : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. profesional. Perbaikan dalam tim. Untuk satu kondisi dalam pengklasifikasian masalah. Survey pelanggan. seperti kesalahan lapangan.Gambar 5-4 • • • • • • • • • • • Analisa pareto dari ulangan sinyal luar. dan pelayan gabungan) Usulan dari saran yang tidak baik. dan pemeriksaan 100 persen. Study lapangan dari keinginan pelanggan. seperti skrap. suplaier. Data performa pesaing (dari pengguna dan laporan test) Komentar dari tokoh kunci diluar organisasi (pelanggan. Cari komentar dari peraturan pemerintah dan laboratorium independen. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 11 . dsb (lihat bab 18) Analisa pareto dari ulangan sinyal dalam. komplain. Identifikasi masalah memberikan kesempatan untuk perbaikan. kembalian. pemisahan. pengerjaan kembali. Survey pekeerja. Usulan dari tokoh kunci (manager.

Penyatuan efek-apa yang salah. selama ada banyak masalah yang dapat sianalisa. mungkin bekerja pada masalah tersebut. Tim sebaikny amenyeleksi dan menanyakan kepada bagian kualitas untuk menyampaikan perbaikan dari proses spesifik. Apakah masalh dapat diidentifikasi sempurna dengan pengukuran tujuan ? Dalam menyeleksi kesempatan perbaikan.• • • Performa dari dtandard yang ada. group kerja sebaiknya mencari masalah yang. pembaharuan individu lebih baik daripada tim. Bagian kualitas atau group kerja harus memprioritaskan masalah menggunakan kriteria seleksi berikut : 1. Tujuan dan tonggak didirikan / ditentukan. jika terselesaikan memberikan keuntungan maksimal dengan usah minimal. kenapa salah atau siapa yang bertanggung jawab. berarti tidak ada masalah. Bagian ketiga dari fase 1 adalah untuk mengidentifikasi masalah. Informasi lebih pada taim diberikan pada bab 4. Satu masalah disatukan dengan pemecahan yang baik. Apa yang tidak diketaui. kapan terjadi. Jika tim adalah tim kerja alami atau ketika anggota siap untuk bekerja sama. jika kita tahu penyebabnya. Penyimpangan dari persepsi dan fakta. kemudian bagian itu komplit. dan apa yang perlu dilakukan. • • Jika strategi perbaikan adalah perbaikan. Sebab tidak diketahui. Hal iini difokuskan pada siapa yang tau. Bagian kedua dari fse 2 adalah untuk membentuk tim. Akankah solusi masalah memberikan konstribusi dalam pencapaian sasaran ? 3. dan dimana ditentukan. Kriteria untuk pernyataan masalah yang baik debagai berikut : • • • Haus benar mendeskripsikan masalah seperti yang ada dan mudah untuk dimengerti. Identifikasi masalah untuk perbaikan tidak sulit. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 12 . Jika masalah banyak fungsi yang alami. Apakah masalah penting dana tidak bukan ukuran luar dan kenapa ? 2.

keluaran. Aktifitas ini adalah “membuka mata” pengalaman untuk tim. Dalam pernyataan masalah. Keluaran apa dan spesifikasi area yang akan diperbaiki?. 4. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 13 . 3. dan mengidentifikasi akar masalah. 2. Aktifitas kunci adalah untuk mendefinisikan proses. Siapa yang kan menjadi anggota tim dan pemilik proses dan sub proses?. Pernyataan diatas mendeskripsikan pernyataan sebelumnya. adlah sebagai berikut : Sebagai hasil dari survey kepuasan pelanggan. karena sangat jarang semua anggota tim mengerti proses keseluruhan. Arah dan kontrol. satu contoh dari 150 tagihan pebayaran menunujukan bahwa 18 salah dan memerlukan satu jam unatuk menyelesaikan. Tujuan dan jangkauan. Kekuasaan. Menentukan tingkat kepuasan pelanggan dan pengukuran yang diperlukan. fase ini memerlukan piagam luas untuk tim. Kita juga harus mendiskripsikan pernyataan yang menarik. dan pelanggan. Diagram aliran proses menterjemahkan kerja yang komplek ke dalam grafik yang lebih mudah dimengerti. Langkah pertama adalah untuk team mengemabangkan diagram aliran proses (lihat bab 18). Metode apa yang akan digunakan. masukan dan suplier. Umum. seperti “Menurunkan kesalahan tagiahan 45%”. Menegaskan pada efek terhadap pelanggan. aliran proses. Ada ungkapan lama yang PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Pengukuran adalah pokok untuk perbaikan proses yang berarti. mendapatkan data. sumber daya spesifikas kejadian penting? Fase 2 : Analisa Proses Sekarang Tujuan dari fase ini adalah untuk mengerti proses dan bagaimana bagaimana terbentuk.• • Gunakan fakta dan bebas untuk diputuskan. Selanjutnya. maka tidak dapat diperbaiki. Apa padauan untuk operasi internal dari tim? 5. target pengukuran performa (lihat bab 17) didefinisikan. Jika sesuatu tidak dapt diukur. Piagam meliputi berikut : 1. Komposisi. Satu contoh dari pernyataan masalah tertulis. Siapa yang berkuasa.

Berapa banyak data yang diperlukan? 4. biaya desain. (2) Memmungkinkan tim untuk bekerja dengan data. Tim akan mengkolekso data dan informasi yang didapat. Data apa yang digunakan? 3. seperti : spesifikasi. tima akan : • • • • Buat pengukuran performa dengan mengormati keinginan pelanggan. dan(4) Memungkinkan tim untuk mengukur efektifitas dari solusi yang diimplementasikan. Tentukan data yang diinginkan untuk mengatur proses. keluaran dan pertemuan proses mereka. Aksi apa yang sebaiknya diambil sebagai hasil dari kesimpulan? Data dapat dikoleksi dengan beberapa metode yang berbeda. fungsi. serta memenuhi rencana pertanyaaan berikut : 1. (3)Buat hal memungkinkan unatauk meanentukan kriteria pengukuran untuk garis dasar. seperti kertas chek (lihat bab18). atau sistem online. Informasi pelanggan. seperti komplain dan survey 2. dan kemampuanan perawatan. data lapangan. Tentukan ukuran untuk kualitas / biaya/waktu masukan dan keluaran. Jika proses baru diperlukan. Tim akan menentukan pengukuran yang diperlukan untuk mengerti dan memperbaiki proses yang ada dan digunakan. pelayanan.mengatakan bahwa dapt mengukur berarti dapat melakukan. gambar. Komputer dengan software aplikasi. Kesimpulan apa yang dapat digambarkan dari koleksi data? 5. Tentukan umpan balik reguler dengan pelanggan dan suplaier. Penting untuk mengoleksi hanya data yang diperlukan dan mendapatkan data yang benar untuk masalah. jumlah material. Item-item umum dari data dan informasi adalah : 1. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 14 . Informasi desain. Masalah apa atau operasi yang dilakukan untuk dipelajari? 2. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Juga mereka akan secara sistematismengulang prosedur yang saat ini digunakan. Sekali target pengukuran performa telah ditentukan. Jika daata ini tidak mencukupi. Tim sebaiknya mengembangkan satu rencana termasuk masukan dari paelanggan internal dan pelanggan aexternal. alat koleksi data seperti pengukur tangan. Mendapatkan data (1) Membantu menegaskan bahwa masalah terjadi. Tim akan mengidentifikasi pelanggan dan permintaan dan harapan pelanggan sebaik masukan. kemudian informasi baru tambahan baru diperlukan.

dan pengetahuan atas proses. Simpan porsi data yang digunakan dalam analisa untuk konfirmasi selam verivikasi. 6. dan kenapa mendekat. grafik kontrol. dimana. seperti rata-rata. pengiriman tepat waktu. Ide yang bagus untul mengidentifikasi sebab yang sering terjadi. Informasi suplier. 5. Informasi kualitas. histogram. grafik run. Taguchi quality engineering. Penting untuk mengidentifikasi akar masalah. Diagram sebab akibat sangat efektif dalam fase ini. karena kesalahan disini dapat menyebabkan sampah yang memungkinkan dari waktu dan uang denag menginvestigasisolusi yang memungkinkan untuk sebab yang salah. median. bagaimana. Oleh karena itu. kertas check. apa.3. diagram sebab akibat. sample pendukung. dan kompetensi teknik. 4. siapa. dan operator dan matrik analisa peralatan. banyak perusahaan untuk menggunakan simulasi model untuk mengidentifikasi sebab yang mungkin. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. 3. Dimana data tidak tidak memungkinkan terbaca untuk proses. dan teknik lanjutan yang lain untuk menentukan faktor kritis dan tingkatanya. dan alasan. bukan persoalan sepele. informasi. range. 6. Gunakan kekuasaan luar siapa yang memainkan “pengacara setan” dengan data. langkah inspeksi. Gunakan desain eksperimen. hanya sebab yang mungkin. seperti jalur. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 15 . Seperti diagran paretto. bukan penyelesaian. Penentuan semua sebab memerlukan pengalaman. Beberapa teknik variasi adalah sebagai berikut : 1. seperti variasi proses. Aktifitas ini kadang ditentukan lewat voting (lihat bab18). kemiringan. Mengecek kembali semua data pendukung sebab yang memungkinkan. Memeriksa sebab yang memungkinkan terhadap pernyataaan masalah. operator. distribusi frekuensi. material. 2. test. dan komponen dan suplier. Informasi prosesn. Informasi statistik. 5. Satu kata dari peringatantujuannya adalah untuk melihat sebab. 4. peralatan. kurtosis. kemampuan proses. diagram scatter. harus didaftar. Hal ini adalah titik awal yang istimewa untuk ti proyek. Brainstorming. Check proses ketika membentuk kepuasan yang ebrlawanan ketika tidak menggunakan . kapan. standar deviasi.

dan jumlah inspeksi. pengolahan kembali. menyusun kembali. penurunan tingkat PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.Sekali lagi. seperti penemuan transistor. peralatan. Ada kolam yang luas dari potensi kreatifitas yang tersedia untuk memecahkan masalah. dan brainstorming (lihat bab 18) adah teknik yang prinsip. timing. semua informasi tersedia. Fase 3 : Mengembangkan Solusi Optimal Fase ini bertujuan untuk potensi pendirian dan kelayakan solusi dan rekomendasi solusi terbaik untuk perbaikan proses. Kualitas adalah benarbenar ditingkatkan karena pencarian dan penentuan sejumlah besar masalah dan semangat juang sangat perlu ditingkatkan karena hal ini sangat memuaskan untuk memperbolehkan dalam menciptakan. Selkali lagi. Faktanya. dan eksekusi tahap proses secara simultan. Pertimbagan diperlukan untuk mengkombinasikan . Lebih dari satu solusisering diminta untuk memperbaiki situasi. tim proyek mulai pencariannya untuk solusi yang memungkinkan. Tidak ada batasa jelas antara tiga tipe tersebut-mereka saling melengkapi. Kebanyakan masalah disebabkan ketidakefektifan dan ketidakefifienan dalam organisasi adalah contoh mudah. Hal ini adah kombinasi yang unik dari apa yang ada. Kadang solusi sangat jelas dari penunjukan analisa data. pendidikan. pengurangan waktu cycle. Dalam fase ini. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 16 . Mengkombinasikan dua atau lebih proses adalah sebuah aktivitas perpaduan untuk menciptakan proses yang lebih baik. Modifikasi meliputi merubah proses yang ada sehingga hal ini adalah pekerjaaan yang lebih baik. leher botol. Brainstorming pada solusi yang memungkinkan diperlukan tidak hanya unatuk pengetahuan atas masalah tetapi juga inovasi dan kreatifitas. Kreatifitas adalah kualitas unik yang membedakan manusia dengan dunia hewan. Area untuk perubahan yang mungkin adalah jumlah dan panjang penundaan. Tipe pertama adalah inovasi dalai bentuk tertinggi. Dikatakan sukses jika manager menggunakan pengalaman. membuang. akar masalah ditentukan dalam permulaan bab berikutnya. kreatifitas memainkan peranan utama. dan energi dari kewenangan terhadap grup kerja atau tim proyek. dan penaganan material. Ada tiga tipaae kreatifiatas: (1) Menciptakan proses baru. (2) Mengkombinasikan proses yang berbeda (3) Memodifikasi proses yang ada. waktu proses.

perlawanan untuk perubahan. evaluasi atau pengetstan atas solusi segera datang. biaya. jumlah pengaruh terhadap proses dalam organisasi. Fase 4: Implementasi Perubahan Sekali solusi terbaik terseleksi. Seperti disebutkan. konsekuensi dan pelatihan. efek. Apakh ide itu bagus. penurunan level penyimpanan membolehkan untuk sedikit WIP untuk dikirim. Laporan rencana implementasi harus memenuhi deskripsi dibawah ini : • • • • • Kenapa harus dilakukan? Bagaimana akan dilakukan? Kapan akan dilakukan? Siapa yang akan melakukan? Dimana akan dilakukan? PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 17 . Solusi munkin dikategorikan atas jark pendek dan jarak jauh. Jika beberapa persetujuan diperlukan laporan tertulis atau lisan diberikan.penyimpanan. Fase ini mempunyai tujuan atas persiapan atas rencana implementasi. Space lantai bebbas. maka dapat diimplementasikan. seringkali persetujuan bagian kualitas atau kewenangan lain yang sesuai diperlukan. Kriteria untuk penentuan solusi yang memungkinkan meliputi segala sesuatu. Evaluasi dan atau penentuan test dari solusi yang memungkinkan menjadi petensial untuk sukses dan kelebihan serta kekurangan dari solusi ini. secara tipe mempunyai banyak biaya tersembunyi yang jika dikecilkan atau dihilangkan. khususnya jika penyimpanan adalah material bertanggal. lebih dari satu solusi dapat berkontribusi pada situai. Dalam minimal solusi harus memperbaiki keadaan. dan kemudahan pengaturan dan akunting dari WIP. jelek atau tanpa efek terlifat dalam grafik. Meskipun anggota tim mempunyai kewenangan yang sama untuk mengusulkan pengulangan aksi. Satu fitur daro grafik kontrol adalah memungkinkan untk mengevaluasi solusi yang memungkinkan. Sebagai contoh. dan pencarian untuk aktifitas yang tidak bernilai tambah adalah sumber berlian unatuk perubahan. Sekali lagi solusi yang memungkinkan telah ditentuka. mendapatkan persetujuan. dan mengimplementasikan perbaikan proses. kelayakan.

diagram paretto. Elemen akhir dari rencana implementasi adalah pengawasan aktifitas yang menjawab pertanyaan berikut. Sebuah presentasi dari grup ini akan membantu dalam mendapatkan dari proses dan menyediakan satu kesempatan untuk umpan balik dengan saran perbaikan. area fungsi. Setelah persetujuan dari bagian kualitas. check sheet dan pertanyaan – pertanyaan digunakan untuk memantau dan menentukan nilai perubahan proses. dan sumber daya yang diperlukan? Siapa yang akan bertanggung jawab untuk melakukan pengukuran? Dimana pengukuran akan diambil? Bagaiman pengukuran akan diambil? Kapan pengukuran akan diambil? Alat pengukuran seperti run grafik. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. grafik kontrol. Peta ditunjukkan dalam tabel 5-1 menyediakan dimensi dari apa yang akan diinspeksi. histogram. tim. koleksi data dan pengulangan dari progres. memberikan tanggung jawab. Pylipow menyediakan sebuah peta kombinasi untuk membantu menyatakan sebuah rencana tindakan dalam membantu mengukur hasil – hasil perbaikan. dan individu yang terpengaruh atas perubahan. Perubahan simpel mungkin hanya memerlukan laporan langsung. diperlukan untuk mendapatkan nasehat dan persetujuan dari bagian. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 18 . oleh siapa. bagaimana hasilnya akan terekam. Panjang dari laporan ditentukan oleh tingkat kompleksitas dari perubahan.Jawaban atas pertanyaan ini akan menunjukan aksi yang diinginkan. tindakan yang memungkinkan yang diperlukan untuk diambil berdasarkan hasil dan siapa yang harus melakukan. sedangkan perubahan yang lain memerlukan laporan yang detail dan tertulis. • • • • • Informasi aps yang akan dimonitor atau diamati. dan menentukan tonggak implementasi. tipe data. waktu koleksi data. Fase 5 : Mempelajari Hasil Fase ini mempunyai tujuan atas pemantauan dan penentuan nilai dari perubahan dengan menelusuri dan mempelajari keefektifan usaha – usaha perbaikan.

Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 19 .Hal ini penting untuk melembagakan arti arti penuh dari perubahan dan jaminan pengukuran terus menerus dan hasil evaluasi untuk mencapai perbaikan ters menerus. Tim sebaiknya rapat secara periodik selama fase ini untuk mengevaluasi hasil dan melihat bahwa masalah sudah diselesaikan atau jika mungkin diperlukan. selanjutnya tim akan melihat bahwa suatu masalah yang tidak terduga telah PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

Menstandardisasi pemecahan masalah “back sliding” tabel 5-2 memberikan ilustrasi faktor tak menentu atas gelombang dari proses menyolder. Selanjutnya. Ketidak hormatan atas bagaiman usaha perbaikan suksses adalah perbaikan proses terus menerus. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Pengawasan positif menjamin bahwa faktor – faktor tidak menentu yang penting terjaga dalam pengawasan. Sertifikasi operator adlah sebuah proses terus menerus yang harus dicapai secara periodik. Pengawasan positif terdiri atas apa. sertifikasi proses dan sertifikasi operator. Pengetahuan produk menyeluruh juga diperlukan. dimana. dan pengawasanharus bersertifikat. dan kapan atas proses dan sebuah aktifitas monitor terbaru. lingkungan.berkembang sebagai hasil dari perubaha. Sebagian daftaf cek dari tabel 5-3 menyediakan arti untuk menentukan nilai linhkaran kualitas dan secara periodik apakh proses sesuai atau tidak dengan permintaan pelanggan untuk produk dan jasa Akhirnya. Fase 7: Rencana Untk Masa Depan Fase ini mempunyai tujuan untuk mencapai tingkatan terbaikan dari performa proses. operator harus bersertifikasi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya untuk proses khusus. lingkaran kualitas –sistem. Jika tim tidak puas maka beberapa fase perlu diulang Fase 6 : Standarisasi dan Solusi Jika tim sudah puas dengan perubahan harus dilembagakan dengan pengawasan positif dari proses. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 20 . siapa. bagaimana. Juga diperlukan pelatihan silang dalam tugas yang lain dalam prose untuk menjamin pengetahuan pelanggan berikutnya dan rotasi tugas.

Saat usaha kualitas dimulai pada 1991. Bagaimanapun juga semua pendekatan menyediakan fitur yang mirip. Selama step PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ada banyak pendekatan yang mirip untuk menyelesaikan masalah. flexibel dan cepat tanggap. FCC menerima 900 aplikasi buruk per tahun dan mengalami sembilan bulan atas 600 aplikasi. pengetesan solusi. Perbaikan terus menerus berarti tidak cepat puas dengan melakukan pekerjaan yang bagus atau proses tetepi juga berusaha untuk perbaikan tuga atau proses. Aktivitas kunci adalah untuk mengadakan review reguler atas progress dengan bagian kualitas atau kelompok kerja. Manajemen harus membuat sistem untukmengidentifikasi area untuk perbaikan dimasa mendatang juga sbagai alur perubahan permintaan pelanggan. Meskipun pemecahan masalah bukanlah jaminan sukses. Hal ini sesuai dengan pengukuran berkesinambungan dan tim pemecahan masalah dalam aktifitas kerja. Setiap orang dalam organisasi termasuk dalam sistematik. mengimplementasikanya. variasi dan proses diluar kontrol. pengalaman adalah indikasi untuk meningkatkan kemungkinan sukses.Penting untuk diingat bahwa TQM disebut kualitas manajemen sebaik menajemen kualitas. komunikasi. Peralatan dan teknik TQM digunakan dalam perbaikan kualitas. dan dinamika grup sebaik teknik bagaimana mengetahui harus ditransfer pada aktivitas lain dalam organisasi. Ada tujuh langkah dalam perbaikan terus menerus. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 21 . Memprioritaskan dan seleksi potensi perbaikan. termasuk identifikasi kesempatan perbaikan. dan menelusuri kefektifan atas solusi. Catatan. Pengalaman dalam pemecahan masalah. Organisasi harus terus menerus berusaha untuk keunggulan dengan menurunkan kompleksitas. Sebuah pendekatan pemecahan masalah yang mirip telah digunakan oleh Federal Comunications Commision (FCC) ketika kualitas dikenalkan pada 1990. Usaha keras dalam jangka panjang untuk memperbaiki kualitas dengan mengembangkan proses yang berorientasi peda pelanggan. Pemecahan masalah terkonsentrasi pada peningkatan daripada kontrol.

Kecepatan pelayanan naik 47% dan biaya kualitas rendah turun sebanyak 67%. ditemukan bahwa lebih dari setengah ijin aplikasi yang kembali terdapat kesalahan yang sama dalam waktauproses. Banyak pendekatan pemecahan masalah telah tersedia dalam software untuk membantu memfasilitasi perbaikan proses terus menerus untuk organisasi. Perbaikan biasanya menyempurnakan pada sedikit atau tanpa biaya. Teknologi memegang peranan penting dalam manajemen perbaikan kualitas. mereka memprioritaskan berdasarkan perhitungan biaya atas kualitas yang rendah. persentase aplikasi yang diterima tanpa kesalahan meningkat dari 40% menjadi 80%. Kemudian. tim menggambarkan diagram aliran dari proses perijinan dan membuat diagram sebab akibat. Berdarakan survey proses kualitas. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. efektif. tim mendisain ulang proses aplikasi sehingga instruksi jelas dan alur proses dimengerti oleh pengaplikasi. Ini adalah proses perbaikan terus menerus dalam tingkat kecil yang menjadikan proses lebih efisien. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 22 . Untuk menganalisa akar masalah. Kaizen Kaizen adalah istilah Jepang untuk filosofi yang mendefinisikan peraturan manajemen dalam perbaikan kualitas dan implementasi sedikit perbaikan yang menyentuh setiap orang. tanpa pengalaman teknik atau peralatan yang mahal. Jika fokus pada penyederhanaan dengan menyederhanakan proses yang komplek kedalam sub proses dan kemudian memperbaikinya. dalam kontrol dan adpatif. Satu anggota tim mengidentifikasi informasi ini mereka mengembangkan “pernyataan kesempatan” untuk meningkatkan persentase aplikasi lisensi bebas dari 40% menjadi 70%. Sebelum mengimplementasikan solusi akhir pilot dites pada sample. Dalam proses pengumpulan data. Sebagai hasilnya. Dalam koleksi data ditemukan 50% dari kesalahan dilakukan oleh orang yang tidak berkualitas. 88% responden mengindikasikan bahwa organisasinya menggunakan software atau teknologi yang menyerupai untuk membantu proses perbaikan. Sembilan bulan setelah implementasi solusi terbarunya. yang mana kemudian disederhanakan menjadi lima.pertama. tim perbaikan kualitas brainstorming pada 20 kemungkinan ide perbaikan. Aplikasi tertunda turun menjadi 16% tanpa penambahan staff. Beberapa tahun kemudian tim mengimplementasikan bentuk baru.

Poka-yoke untuk mencegah atau mendeteksi kesalaha. Dokumentasi prosedur standar operasi. Meskipun denganpengaruh Toyota dan sistem produksi baru Toyota yang menyatukan prinsip manufaktur. keterlambatan. Muda. Aktifitas kerja yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah 2. pemindahansampah. Keizen menekankan pada pada budaya yang menganjurkan dugaan oleh operator yang terus menerus mencoba untuk perbaikan pekerjaanya. sebuah kendaraan rekreasi manufaktur.Perbaikan Kaizen terfokus pada penggunaan : 1. dan dengan sumber daya yang ada. Satu contoh konsep yang telah diimplementasikan adalah kayu fleet. 5. Prinsip hanya dalam waktu (just in time) untuk memproduksi hanya unit dalam jumlah yang benar. Prinsip penanganan material dang menggunakan satu aliran. yang terdiri atas 5 kat Jepang yang berarti rencana(seiko). Sebagai contoh tipe perbaiakan Kaizen adalah perubahan warna pengelasan dari hitam menjadi putih untuk kemampuan melihat operator. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 23 . garis orde(seiton). 10. banyak konsep Kaizen dapat diimplementasikan. dalam waktu yang tepat. PDSA cycle dapt digunakan untuk membantu konsep Kaizen. 9. Peluang ini menghasilkan sebuah perbaikan kecil dalam kualitas pengelasan dan perbaikan mendasar dalam kepuasan pelanggan. Prinsip pembelajaran gerak dan penggunaan teknologi sel. dan disipli(shitsuke). 3. yang berarti display dalam plant yang mana setiap orang dalam plant dapat menggunakan untuk komuniksai yang lebih baik. kebersihan personel(seiketso). 6. Sejak mengimplementasikan Kaizen dalam satu PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. transportasi. yang termasuk pemecahan masalah. dan penanganan konflik. kebersihan(seiso). Tim yang dinamis. Kaizen secara tradisional memperbaiki secara perlahan. 8. dan bagian tidak efektif. pemprosesan. 4. 7. 5’s untuk organisasi tempat kerja. penyimpanan. Manajemen visualisasi. mengklasifikasikan tujuh kelas pemborosan-produksi lebih. kemampuan berkomunikasi.

Pada 1997 EM Jorgensen company mengaplikasikan reengineering menggunakan lima fase pendekatan pemecahan masalah. manufktur AC dan compressor pendingin. mereka telah mereduksi 65% kerja dalam progress dan 22% reduksi cycle time.dalam beberapa tahun. Ini bukanlah konsep unik Jepang.plantnya pada 1998. mulai mengadopsi dan menerapkan Kaizen pada akhir 1990. Tidak ada satupun yang melebihi kebenaaran. Joseph Juran telah menekankan sejak lama pada upaya-upaya terobosan (breakthrough) dalam pencapaian level performa yang tidak terkirakan. Catatan : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. reengineering adalah pemikiran kembali yang mendasar desain ulang yang radikal dari business proses untuk mencapai perbaikan dramatis dalam pengukuran performa yang kritis. Fokus dari proyek ini adalah mengidentifikasi dan mengeliminasi kerja yang tidak bernilai tambah dan mereduksi biaya surat menyurat dalam menjaga kualitas. perbaikan bertahap (incrimental) dan terobosan (breakthrough). Jepang tidak hanya punya Kaizen tetapi juga ada mengembangkan kebijakan manajemen (hoshin kanri) dan penyebaran (deployment) kebijakan (hoshin tenkai) dalam bagian besar untuk membuat sesuatu yang merupakan terobosan skala besar seperti yang dikenalkan Hammer dan Champy. Copeland corporation. Sejak itu produksi meningkat dua kali lipat dan telah mereduksi 33% space lanta produksi. Reengineering Menurut Hammer dan Champy. Kaizen bahkan telah diaplikasikan untuk menentukan biaya proyek. Malcolm Baldrige National Quality Award telah mendefinisikan perbaikan terus menerus berdasar pada keduanya. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 24 . Banyak praktisi meyakini bahwa TQM hanya berhubungan dengan perbaikan bertahap (incremental improvement). unruk mereduksi biaya operasional sampai dengan 12%.

et.***Diadopsi dari Besterfield Dale H. 2003. Edward Syarif PENGENDALIAN KUALITAS 25 . al. Prentice Hall.Total Quality Management. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. . New Jersey.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful