BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2 2.2.1

GLUKOSA DARAH Sumber Glukosa Darah Karbohidrat terdapat dalam beberapa bentuk, seperti gula sederhana atau

monosakarida, unit-unit yang kompleks seperti disakarida dan polisakarida. Karbohidrat yang sudah ditelan akan dicerna menjadi monosakarida dan akan diarsorbsi. Sesudah diarsorbsi, maka kadar gula darah akan meningkat untuk sementara waktu dan akan kembali normal (Schteingart, 2006). Kadar glukosa darah merupakan parameter utama untuk menilai metabolisme karbohidrat (Sari, 2007). Contoh penyakit gangguan metabolisme karbohidrat yaitu diabetes melitus memiliki tanda khas meningkatnya kadar glukosa yang melebihi ambang normal. 2.2.1.1 Karbohidrat dalam Makanan Karbohidrat dalam makanan terdapat dalam bentuk polisakarida, disakarida, dan monosakarida. Dalam mulut, karbohidrat akan dipecah oleh enzim ptyalin pada saliva. Ptyalin bekerja optimum pada ph 6,7 sehingga akan dihambat oleh getah lambung ketika makanan tersebut sampai di lambung. Dalam usus halus, enzim amylase pancreas juga bekerja atas polisakarida yang dimakan. Ptyalin saliva dan amylase pancreas akan menghidrolisis polisakarida menjadi hasil akhir berupa disakarida, laktosa, maltose, dan sukrosa. Kemudian dengan bantuan enzim lactase maka laktosa akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa. Enzim sukrase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Sedangkan enzim maltose akan mengubah maltose menjadi dua molekul glukosa. Monosakarida akan memsuki sel mukosa dan kapiler darah untuk diarsorbsi di intestinum. Dalam hal ini, yang mempengaruhi masuknya glukosa ke dalam epitel usus tergantung pada konsentrasi tinggi Na+ di atas permukaan sel. Pengangkutan glukosa dan galaktosa menggunakan mekanisme kotransport aktif natrium glukosa dimana transport aktif natrium ini menyediakan energy untuk mengabsorbsi glukosa melawan suatu perbedaan konsentrasi. Sedangkan fruktosa diangkut menggunakan mekanisme yang berbeda yaitu

laktat. Glikogen yang mengalami glikogenolisis terutama simpanan di hati. Unsur-unsur tersebut diangkut ke dalam hepar lewat vena porta hati.2.. yang memebuang gugus fosfatnya sehingga memudahkan glukosa untuk dibentuk dan berdifusi dari sel ke dalam darah (Murray. Hal ini terjadi ketika jumlah karbohidrat dalam makanan yang tersedia tidak cukup memenuhi kebutuhan tubuh atas glukosa. 2. . karena kedua organ tersebut mengandung komponen enzim lengkap yang diperlukan (Murray. Subsrat utama dalam glukoneogenesis adalah asama amino glukogenik. Dalam hepar dan ginjal (tetapi tidak dalam otot) terdapat enzim glukosa 6-fosfatase. sedangkan glikogen yang berasal dari simpanan otot akan mengalami deplesi setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama. Jaringan utama yang terlibat dalam hal ini adalah hati dan ginjal.2. gliserol. et al.1.3 Glikogenolisis Glikogenolisis meripakan proses penguraian glikogen menjadi glukosa yang dikatalis dengan menggunakan enzim fosforilase.2 Glukoneogenesis Glukoneogenesis meruapakan istilah yang digunakan untuk semua mekanisme dan lintasan untuk mengunah senyawa nonkarbohidrat menjadi glukosa atau glikogen. Galaktosa dan fruktosa akan segera dikonversi menjadi glukosa di dalam hepar (Murray et al.mekanisme difusi terfasilitasi (transportasi pasif yang diperantarai oleh pembawa) (Sherwood. 2003). et al.. dan propionat. 2001).. 2.2003).1.2003).

biasanya terjadi setelah dua jam sesudah karbohidrat terakhir diabsorbsi. fungsi glukoneogenesis dari hati akan menyediakan glukosa yang dibutuhkan untuk mempertahankan kadar glukosa darah puasa (Guyton and Hall. bila tidak tersedia makanan dan konsentrasi glukosa dalam darah mulai berkurang. dan glikolisis. Pengaruh insulin dalam pengaturan kadar glukosa dalam darah langsung berperan pada fungsi hati.2 Pengaturan Kadar Glukosa Darah Pengaturan kadar glukosa dalam darah yang stabil adalah mekanisme homeostatik yang merupakan proses metabolisme berupa produksi insulin dari sel β pankreas dan kerja hepar pada proses glikogenesis. Dengan sistem umpan balik yang mengatur kadar glukosa dalam darah maka kadar yang meningkat tadi akan kembali ke konsentrasi glukosa pada nilai kontrolnya. . Selanjutnya. Fungsi hati dalam metabolisme karbohidrat yaitu : 1) Mengubah fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa 2) Menyimpan glukosa dalam bentuk glukogen pada saat tubuh mengalami kelebihan glukosa 3) Mengubah glikogen menjadi glukosa untuk dibebaskan ke dalam darah pada saat tubuh mengalami kekurangan glukosa 4) Melakukan proses glukoneogenesis yaitu mengubah asam amino dan gliserol menjadi glukosa. 2008). Insulin akan menyebabkan sebagian besar glukosa yang diabsorbsi sesudah makan akan segera disimpan di hati dalam bentuk glikogen. pengaturan besarnya konsentrasi glukosa darah sangat sempit.2. pada keadaan kelaparan. pada saat glikogen yang tersimpan sudah habis dan kadar gula darah menurun 5) Mengubah glukosa menjadi lemak untuk disimpan (Setiawan. sekresi insulin menurun dengan cepat dan glikogen hati dipecah kembali menjdi glukosa yang akan dilepaskan kembali ke dalam darah untuk menjaga konsentrasi glukosa agar tidak berkurang terlalu jauh (Guyton and Hall. Sebaliknya. 2010). glukogenolisis.2. di antara waktu makan. 2008).kira satu jam setelah makan. Pada orang normal. Konsentrasi ini akan meningkat menjadi 120 sampai 140 mg/100ml selama kira . antara 80 dan 90 mg/100ml darah pada orang yang berpuasa yang telah diukur sebelum makan pagi.

(2) epinefrin yang disekresi oleh medula adrenal. 2. et al. 2.1 Enzim Glukokinase merupakan enzim penting dalam mengatur glukosa darah sesusah makan (Murray..3. 2001).2.3. 2008). Sedangkan hormone yang berfungsi menungkatkan kadar glukosa dalam darah anatara lain : (1) Glukagon yang disekreasi oleh sel-sel alfa pulau langerhans.2.2 Hormon Hormon insulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah. glukosa akan terfosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat oleh glukokinase yang selanjutnya akan dioksidasi membentuk adenosine trifosfat (ATP) (Guyton and Hall. Begitu berada dalam sel.2. 2. 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah 2.5 Sistem Gastrointestinal Pengurangan dari penyerapan karbohidrat dan menurunnya kadar glukosa dalam darah dapat terjadi jika terjadi gangguan pada sistem gastrointestinal (Sherwood.2. 2001). dan (4) growth hormone yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior (Schteingart.4 Asupan Karbohidrat Penurunan dan peningkatan asupan karbohidrat dalam makanan (intake) mempengaruhi kadar glukosa dalam darah (Sherwood.3. (3) glukokortikoid yang disekresi oleh korteks adrenal.3 Stress Stres akan meningkatkan sekresi hormon adrenokotikotropin (ACTH) oleh kelenjar hipofise anterior.2.2.2. .3. ACTH tersebut akan merangsang korteks adrenal untuk mengeluarkan hormon kortisol yang akan meningkatkan pembentukan glukosa. 2008).3. 2003). Kortisol akan meningkatan enzim-enzim yang dibutuhkan proses glukoneogenesis untuk mengubah asam-asam amino menjadi glukosa dalm sel-sel hati (Guyton and Hall. 2006).

1 Metabolisme Glukosa .Gambar 2.

3..2.3.3..4 2.3 2.4 Pengukuran Sumber Glukosa Darah Yank. soalny pas aku cari di net.6 Terapi .3. 2.5 Etiologi Diagnosis Klasifikasi Komplikasi 2. bisa cari di text book aja yaaa.2.1 DIABETES MELITUS Definisi 2.3.2 2. yang ini ak gg brani ngetikin. mgkn kalo nnti syg mau masukin.3 2.3. blm nemu sumbewr yang bagus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful