BERCAK PUTIH PADA LENGAN KIRI TANPA RASA GATAL

A6 Alitha Rachma Oktavia Cynthia Christy Liasnawi Dhita Aprilia Anjoti Jovi Ignasius 102011251 Priskila Regina Maria David Andrean Natanael Jelita Septiwati Sitanggang 102011385 Nurshawina Binti Kamaludin 102011429 102010278 102011130 102011140

102011281 102011285

Skenario
Laki-laki usia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan berupa bercak putih pada lengan kiri sejak 1 bulan. Tidak ada rasa gatal. Pada pemeriksaan dermatologis : Makula hipopigmentasi (+), dengan anastesi (+)

.Rumusan Masalah Bercak putih pada lengan kiri tanpa rasa gatal dan anastesi positif.

lepra.Mind Map Pencegahan Anamnesis Pemeriksaa n Fisik Penunjang Prognosis Bercak putih pada lengan kiri tanpa rasa gatal dan anastesi (+) DD : Tinea versikolor. ptiriasis Alba Penatalaksana an Manifestasi klinik Patogenesis WD : Lepra Epidemiologi Etiologi .

Hipotesis Bercak putih pada lengan kiri tanpa rasa gatal dan anastesi positif disebabkan oleh penyakit lepra. .

Anamnesis - - Identitas pasien Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga .

dan adanya nyeri tekan. Pemeriksaan kelenjar otonom Pensil tinta (Uji Gunawan) . penebalan. rasa tekan. jaringan parut. penebalan kulit. kulit yang keriput. konsistensi. dan alopesia Pemeriksaan sensibilitas Rasa raba. nodul.Pemeriksaan Fisik     Inspeksi Macula. dan rasa suhu Pemeriksaan saraf tepi dan fungsi Pembesaran.

Pemeriksaan Penunjang     Bakterioskopik Pewarnaan terhadap BTA = ZIEHL NEELSEN Indeks bakteri (IB) : kepadatan BTA tanpa bedakan solid. nonsolid Indeks Morfologi (IM) : presentase bntk solid : jmlah solid + nonsolid Pemeriksaan histologik  Tuberkuloid : Tuberkel dan kerusakan saraf. hanya sedikit/tdk ada kuman  Lepromatosa: Sel Virchow dgn banyak kuman. Pemeriksaan serologik Tes lepromin .

kemerahan. Faktor → berkeringat. lengan.    . tungkai atas. coklat sampai coklat hitam Tempat → badan . lipat paha. hygine perorangan.ketiak. Diagnosis  Gambaran klinis  Fluoresensi lesi kulit :lampu Wood berwarna kuning keemasan  Kerokan kulit dgn larutan KOH 20% : campuran hifa pendek dan sporaspora bulat yg dpt berkelompok.Differential Diagnosis Pitiriasis versikolor   Penyakit jamur superfisial kronik → Malassezia furfur Berupa bercak + skuama halus berwarna putih. dan kulit kepala yang berambut. leher. muka.

. lesi yang dijumpai hanya depigmentasi dengan skuama halus.Lesi berbentuk bulat.Pitiriasis Alba . Setelah eritema menghilang. oval atau plakat yang tak teratur.Lesi dapat dijumpai pada ekstremitas dan badan .Bercak kemerahan dan skuama halus .

Working Diagnosis   Makula hipopigmentasi + tanpa rasa gatal. anastesi + → Lepra Mycobacterium leprae → morbus Hansen .

BTA .Etiologi Mycobacterium leprae .40 tahun .Masa tunasnya 40 hari .Gram + .Masa membelah diri  12-21 hari .Bersifat obligat intraseluler .

Patogenesis M. leprae → masuk → tergantung sistem imunitas selular (SIS)  SIS tinggi → kearah tuberkuloid  SIS rendah → kearah lepromatosa M. leprae → bagian tubuh lebih dingin → daerah akral .

Gejala Klinis PB .infiltrat.Lesi kulit (makula yang datar.Kerusakan saraf (menyebabkan hilangnya sensasi/kelemahan otot yang dipersarafi oleh saraf yang terkena) 1-5 lesi Hipopigmentasi/eritema Distribusi tidak simetris MB 5 lesi Distribusi lebih simetris - Hilangnya sensasi yang jelas Hanya satu cabang saraf - Hilangnya sensasi kurang jelas Banyak cabang saraf . plak eritem. nodus) . papulyang meninggi.

Bentuk Tuberkuloid (TT) Borderline tuberculoid (BT) Makula dibatasi infiltrat saja Beberapa atau satu dengan lesi satelit Asimetris Kering.Tes lepromin Negatif Positif kuat (3+) Negatif atau 1 + Positif lemah Biasanya negatif Negatif atau positif lemah . skuama Jelas Jelas Hanya makula - Jumlah Distribusi Permukaan Batas Anastesi Satu atau beberapa Bervariasi Dapat halus agak berkilat Dapat jelas/tidak jelas Tidak ada sampai tidak jelas BTA -Pada lesi kulit . skuama Hilang Jelas Indeterminate (I) Makula dibatasi infiltrat Satu atau beberapa Asimetris Kering.Gambaran Klinis Tipe PB Sifat Lesi .

papul Plakat. papul. nodul Makula. kulit tidak ada kulit sehat ada kulit sehat sehat jelas ada Simetris Hampir simetis Asimetris Halus berkilat Tidak jelas Tidak ada sampai tidak jelas Halus berkilat Agak jelas Tak jelas Agak kasar agak berkilat Agak jelas Lebih jelas BTA Lesi kulit Banyak (ada globus) Banyak Banyak (ada globus) Biasanya negatif Negatif Negatif Agak banyak negatif Biasanya negatif . plakat. punched out. Lepromatosa (LL) Borderline lepromatosa (BL) Mid borderline (BB) Tidak terhitung. Sukar dihitung.Secret hidung Tes lepromin . dome-shaped (kubah). maih Dapat dhitung. Infiltrat difus.Gambaran Klinis Tipe MB Sifat Lesi Bentuk Jumlah Distribusi Permukaaan Batas Anastesia Makula.

Sering 6 bulan . selama dan sesudah pengobatan. .setahun sesudah pengobatan.Reaksi Kusta   Sebelum.

stres mental . mulai. ulkus Lengan. nyeri otot Faktor : stres fisik (menstruasi. nodus. BB. hamil. BL kekebalan selular.Reaksi Kusta Reaksi tipe I (reaksi reversal)   Reaksi tipe II (eritema nodosum leprosum)      Umumnya BT. pembedahan). Gejala klinis : Lesi bertambah aktif dan atau timbul lesi baru  Lesi hipopigmentasi → eritema  Eritema → lebih eritematosa  Macula → infiltrat  L esi infiltrat → makin infiltrat   Umumnya tipe LL atau BL Reaksi humoral Eritema. tungkai dan dinding perut. mengggil. hub dengan reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Gejala konstitusi : demam.

bakterioskopik tiap tahun selama 2 tahun → (-) → RFC  Tipe MB  Rifampisin 600 mg/bln  Klofazimin 300 mg/bln dilanjutkan dengan klofazimin 50 mg/hr  DDS 100 mg/hr 24 dosis dlm 24-36 bln. atau sampai bakterioskopis (-) → RFT Klinis. atau sampai bakterioskopis (-) → RFT Klinis.Medika Mentosa Tipe PB  Rifampisin 600 mg/bln  DDS tablet 100 mg/hr 6 dosis dlm 6-9 bln. laboratorium tiap tahun selama 5 tahun → (-) → RFC  .

 Klofazimin 200-300mg/hari. • Bila ada neuritis akut • Kortikosteroid : prednisone 40-60 mg/hari • Analgesik dan sedatif kalau perlu . namun teratogenik. Pengobatan reaksi reversal • Bila tidak disertai neuritis akut.Penatalaksanaan untuk Reaksi Kusta Pengobatan ENL  Kortikosteroid 15-30 mg/hari  Analgesik antipiretik bila berat. tdk perlu obat tambahan. melepaskan ketergantungan kortikosteroid.  Thalidomide.

kejiwaan.Non Medika Mentosa Rehabilitasi medis. keluarga. dan sosial    Operasi dan fisioterapi utk yang cacat tubuh Terapi kejiwaan → bimbingan mental. Rehabilitasi sosial → kemandirian sosial ekonomi . dan masyarakat → pengobatan teratur dan benar → sembuh secara medis. sedini mungkin pada pasien. okupasi.

prognosis menjadi kurang baik.Prognosis Dengan adanya obat-obat kombinasi. pengobatan menjadi lebih sederhana dan lebih singkat. Jika sudah ada kontraktur dan ulkus kronik. serta prognosis menjadi lebih baik. .

Kesimpulan Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bercak putih pada lengan kiri sejak 1 bulan yang lalu tanpa rasa gatal dan dengan anastesi positif disebabkan oleh penyakit lepra  Hipotesis diterima .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful