DISUSUN OLEH 1. DEWI MUTIARAWATI S (4315116637) 2. INTAN PERMATA SARI (4315116628) 3. PRAMESTI (4315115993) 4. SITI NURAISAH (4315116631) 5.

WIDI ANDHIKA SANDY (4315115981)

PENDIDIKAN GEOGRAFI 2011 FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunianya kepada kami ,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik,tanpa halangan suatu apapaun. Dalam makalah ini kami akan menjelaskan mengenai “BIMBINGAN KONSELING”. Dalam penyusunan makalah ini masih banyak sekali hambatan yang kami hadapi. Namun kami ini menyadari, lain bahwa kelancaran dalam dan penyusunan makalah tidak berkat bantuan,dorongan

bimbingan dosen, orang tua dan teman-teman . Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu dosen selaku pembimbing matakuliah profesi pendidikan telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan makalah ini. 2.Teman-teman yang telah memberikan dukungan dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. 3.Orang tua,saudara yang telah memberikan dukungan kepada kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya,serta dapat yang

menambah pengetahuan bagi yang membacanya. Makalah ini masih jauh dari sempurna maka dari itu kami selalu mengharapakan kritik dan saran dari semuanya.Sekian dari kami ada kurang lebihnya kami mohon maaf.Terimakasih

Jakarta, Oktober 2012

Penyusun i

DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… ……………….i DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… …………….ii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Masalah……………………………………………………………………….1 1.2 Rumusan

Masalah………………………………………………………………………… ……..2 1.3 Tujuan…………………………………………………………………………

………………………..2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Bagaimanakah Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di

Sekolah?..3 2.2. Apakah Pengertian

BK?.............................................................................4 2.3. Apakah Tujuan dan Fungsi

BK?..................................................................5

...8.... Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di ............. Bagaimanakah Orientasi Layanan BK di Sekolah?.5..18 BAB III PENUTUP 4...15 2...14 2.... Bagaimanakah Aplikasi Layanan BK?...... Apakah Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK di Sekolah?......7 2.......24 ii BAB I PENDAHULUAN I..................2 Saran………………………………………………………………………………………… …………23 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………… ………….............4.6.2.......................23 4............11 2................... Apakah Program BK di Sekolah?........................ Latar Belakang Masalah Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia.............I.........1 Kesimpulan………………………………………………………………………………… ……….7................ Bagaimanakah Peran Guru Dalam Pelaksanan BK di Sekolah?.......

Sekolah merupakan lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelenggarakan pendidikan Bagi warga masyarakat. orang tua siswa bahkan dari guru BK sendiri. serta realistik. kepala sekolah. Meskipun keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah sudah lebih diakui sebagai profesi. sebagian pengawas. Selain persepsi negatif tentang BK. para siswa. Khususnya bagi yang terakhir inilah bimbingan dan konseling diperlukan. Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di Sekolah guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa. Manusia tidak sama satu dengan yang lain. baik dalam sifat maupun kemampuannya.dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. namun masih ada persepsi negatif tentang bimbingan dan konseling terutama keberadaannya di sekolah dari para guru. Dalam makalah ini akan saya khususkan pembahasan tentang bimbingan dan konseling di sekolah oleh guru bimbingan konseling dan tenaga-tenaga lainnya disekolah. 1 I. tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. memenuhi sasaran. Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif.2. Rumusan Masalah . kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. juga sering muncul tudingan miring terhadap guru bimbingan dan konseling di sekolah. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain.

Apakah Program BK di Sekolah? 8. Untuk Mengetahui Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK 5. Apakah Pengertian BK? 3.1. Bagaimanakah Orientasi Layanan BK di Sekolah? 7.3. Untuk Mengetahui Pengertian BK 3. Bagaimanakah Peran Guru Dalam Pelaksanan BK di Sekolah? I. Untuk Mengetahui Tujuan dan Fungsi BK 4. Sekolah? Bagaimanakah Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di 2. Peran Guru Dalam Pelaksanan BK 2 . Apakah Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK di Sekolah? 5. Untuk Mengetahui Orientasi Layanan BK 7. Tujuan 1. Untuk Mengetahui Hakikat dan Latar Belakang Pentingnya BK di Sekolah 2. Untuk Mengetahui Aplikasi Layanan BK 6. Apakah Tujuan dan Fungsi BK? 4. Bagaimanakah Aplikasi Layanan BK? 6. Untuk Mengetahui Program BK di Sekolah 8.

dimensi kesusilaan (moralitas). masyarakat dunia.BAB II PEMBAHASAN 2. 1990). Hakikat Latar Belakang Pentingnya BK di Sekolah Keberadaan manusia di masyarakat termasuk peserta didik baik secara perse-orangan maupun secara kelompok terlihat gejala yang mendasar. Gejala yang mendasar ini dapat dirumuskan sebagai dimensi kemanusiaan. (d) hidup itu tidak hanya di dunia fana tetapi juga menjangkau kehidupan di akhirat. yang mencakup: dimensi keindividualan (individualitas). (b) setiap orang memerlukan orang lain. baik yang menyikapinya secara pesimistik . (c) hidup manusia mengikuti aturan-aturan tertentu. globalisasi dan derasnya arus informasi akan memberikan dampak yang besar terhadap seluruh warga masyarakat termasuk peserta didik maupun yang optimistik. dan dimensi keberagamaan (religiusitas) (Prayitno.I. dan demikian pula globalisasi membuat perubahan Manusia tidak dapat mengelak dari perubahan-perubahan itu. menunjukkan bahwa keadaan masyarakat Indonesia bahkan dunia kian Teknologi berkembang atau berubah. Dengan kata lain. manusia Manusia sebagai selayaknya mencerminkan kualitas paling tinggi derajatnya serta berkembangnya secara optimal keempat dimensi kemanusiaannya tersebut. yakni: (a) terdapat persamaan dan perbedaan antara orang yang satu dengan lainnya. Dalam menghadapi perubahan itu ada yang pesimis namun juga ada yang optimis. Fenomena atau gejala di sisi lain. Selayaknya seutuhnya makhluk yang manusia menunjukkan suatu keutuhan. Informasi demikian pesat perkembangannya. dimensi kesosialan (sosialitas).

khususnya peserta didi sekolah menengah. 2. 3 Tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu peride tertentu dari kehidupan individu.Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu.Sebagai peserta didik.2. dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. 1961:2).Untuk diperlukan suatu profesional yang salah satunya dan selama ini sudah berjalan adalah layanan bimbingan dan konseling. sementara kegagalan kesulitan dalam dalam melaksanakan tugas tersebut akan menimbulkan rasa tidak bahagia. remaja. agar orang yang dibimbing mendapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri. warga masyarakat termasuk peserta didik mutlak perlu melakukan penyesuaian pribadi yang diri sedemikian itu rupa sehingga dapat terhindar dari diri sebagai bantuan layanan kemungkinan mengalami kegagalan dalam mewujudkan ”utuh”. maupun dewasa. yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa ke arah keberhasilan dalam melaksa-nakan tugas-tugas berikutnya. ditolak oleh masyarakat dan mengalami menghadapi tugas-tugas berikutnya (Havighurst. mereka tengah melakukan proses-proses untuk mencapai tugas-tugas perkembangannya yang merupakan tugas yang harus dilakukan. Pengertian BK Secara kebahasaan istilah bimbingan dan konseling berasal dari bahasa Inggris yaitu “Guidance and Counseling”. baik anak-anak. Pada prinsipnya bimbingan mengandung unsur pokok sbb: . Untuk dapat mewujudkan dirinya sebagai individu yang ”utuh”.

5. berencana. 4. . Didasari atas penghargaaan harkat dan martabat manusia. 2. Namun pada dasarnya konseling mengandung hal-hal pokok sbb: 1. Tujuan hubungan konseling adalah terjadinya perubahan tingkah laku klien. Bertujuan agar seserang bisa mengembangkan diri secara optimal. Adanya penggunaan media dan pendekatan pribadi. 4. Interaksi antara klien dan konselor berlangsung dalam waktu yang relatif lama. terus menerus. Merupakan proses yang berkelanjutan. 2. dan terarah kepada tujuan. 3. Dapat diberikan kepada siapa saja. Merupakan proses yang dinamis 6. Model interaksi terbatas pada interaksi verbal antara klien dan konselor. Bimbingan hendaknya dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. 4 Konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (yang disebut konselor)kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien)yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Bisa diberikan kepada individu maupun kelompok. disengaja.1. Bahwa bimbingan dilakukan secara sistematis. 5. Konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi langsung. 6. 3.

berbagai latar belakang yang ada (keluarga. Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : 1. status sosial ekonomi). 5 2. dan norma agama). 2. pekerjaan.Tujuan umum Pada dasarnya tujuan Bimbingan Konseling secara umum adalahuntuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemempuan dan bakat-bakatnya). serta dengan tuntutan positif lingkungannya.Tujuan khusus Tujuan khusus Bimbingan Konseling merupakan penjabaran tujuan umum yang dikaitkan sengan masalah individu yang bersangkutan sesuai dengan kompleksitas permasalahan yang dialami individu tersebut. konseli diharapkan mampu . Fungsi Pemahaman. Tujuan dan Fungsi BK Tujuan Bimbingan Konseling meliputi: 1.3. Berdasarkan pemahaman ini. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. pendidikan.Dengan demikian maka dapat dirumuskan bahwa konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (klien) yang bertujuan mengatasi masalah yang dihadapi klien.

sosial. informasi. . yang memfasilitasi perkembangan konseli. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. penyalahgunaan obatobatan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. 4.mengembangkan potensi dirinya secara optimal. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan pergaulan bebas (free sex). Melalui fungsi ini. Fungsi Penyembuhan. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. 3. dan karyawisata. 5. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. dan bimbingan kelompok. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah. tutorial. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. diantaranya : bahayanya minuman keras. Fungsi Preventif. drop out. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). supaya tidak dialami oleh konseli. Fungsi Pengembangan. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. 2. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. belajar. dan remedial teaching. merokok. maupun karir. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. home room. baik menyangkut aspek pribadi.

7. Fungsi Penyesuaian. Fungsi Adaptasi. untuk Fungsi Pemeliharaan.6. minat. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. 8. jurusan atau program studi. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. Fungsi Fasilitasi. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. 9. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi Penyaluran. konselor. kemampuan. berperasaan dan bertindak (berkehendak). keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Fungsi Perbaikan. 6 11. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. serasi. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. dan kebutuhan konseli. 10. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. bakat. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Dalam melaksanakan fungsi ini. .

Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling 2. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Prinsip Pelaksanaan BK dan Azas BK Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. 2. 3. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli.Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli . baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. maupun dewasa. baik anak-anak. remaja. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan.4. Bimbingan menekankan hal yang positif . Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi . meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. . karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. baik pria maupun wanita.

konseli tetapi untuk kemampuan yang harus dan dikembangkan. yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. 6. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan kesuksesan. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. dan tetapi pada juga di lingkungan Bidang perusahaan/industri. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya.7 4. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan kemampuan bawaan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung keluarga.Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Sangat dan berbeda dengan karena pandangan tersebut. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan memecahkan masalahnya mengambil keputusan. di Sekolah/Madrasah. Mereka bekerja sebagai teamwork. 5. masyarakat lembaga-lembaga umumnya. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. bimbingan yang positif merupakan terhadap membangun pandangan memberikan dorongan. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. 7. dan peluang untuk berkembang. pemerintah/swasta. bimbingan cara diri untuk sendiri. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. menyesuaikan diri. .

Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. dan pekerjaan. sosial. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Agar konseli . baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. 8 Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 2. Asas Kerahasiaan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. yaitu agar asas bimbingan (konseli) dan konseling menjadi yang menghendaki konseli yang sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. 4. yaitu meliputi aspek pribadi. 1. Asas kesukarelaan. 3. pendidikan. Asas keterbukaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut.

yaitu agar bimbingan sasaran menghendaki pelayanan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Asas Kedinamisan. mampu mengambil keputusan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu baginya. 8. Kekinian. mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan 9 6. Asas kegiatan.dapat terbuka. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. tidak . mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Asas kemandirian. Asas Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan yang yang dan pelayanan bimbingan asas objek dan dan konseling konseling bimbingan diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. yaitu agar asas konseli bimbingan (konseli) dan yang konseling menjadi yang menghendaki sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. yaitu (konseli) asas bimbingan dan konseling bimbingan yang dan menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. segenap 7. 5. yakni: konseli sebagai sasaran pelayanan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Dalam hal ini. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. harmonis. 10. yaitu asas bimbingan dan konseling yang agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan menghendaki konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. adat istiadat. dan kebiasaan yang berlaku.5. Asas Keharmonisan. yaitu asas bimbingan dan konseling menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu (konseli) menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. 9. yaitu nilai dan norma agama.monoton. Aplikasi Layanan BK . 11. yang Asas Alih Tangan Kasus. 10 12. hukum dan peraturan. ilmu pengetahuan. saling menunjang. Asas Keterpaduan. Asas Keahlian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. dan terpadu. 2. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan.

pergaulan. karier. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan bimbingan konseling dan lima kegiatan pendukung. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat. kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan. • Layanan Informasi: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. Sedangkan kegiatan pendukung merupakan kegiatan untuk menopang terhadap keberhasilan layanan yang diberikan. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu.  Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling • Layanan Orientasi: Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. Namun.Kegiatan layanan bimbingan konseling merupakan kegiatan dalam rangka memenuhi fungsi-fungsi bimbingan dan konseling. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang. 11 . terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. pendidikan lanjutan).

• Layanan Bimbingan Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang serta pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. magang.• Layanan Pembelajaran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu. • Layanan Konseling Kelompok: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) . Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. • Layanan Konseling Perorangan: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. program latihan. minat dan segenap potensi lainnya. jurusan/program studi. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. kegiatan ko/ekstra kurikuler. • Layanan Penempatan dan Penyaluran: merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. kelompok belajar.

12  Bidang layanan Bidang layanan konselor pendidikan di sekolah adalah • Bimbingan pribadi-sosial: untuk mewujudkan pribadi yang taqwa. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. Informasi yang dapat diberikan di sekolah di anataranya: informasi pendidikan. mandiri. informasi jabatan. atau untuk menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki.informasi tentang cara belajar yang efektif dan informasi sosial budaya. Bimbingan karier: untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. belajar: untuk mewujudkan pribadi pekerja yang  Jenis layanan Layanan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah meliputi: • Layanan orientasi: memperkenalkan seseorang pada lingkungan yang baru dimasukinya. • • Bimbingan produktif. . dengan tujuan agar peserta didik dan dapat memperoleh kesempatan pribadi untuk melalui pembahasan pengentasan permasalahan dinamika kelompok. dan bertanggungjawab. misalnya memperkenalkan siswa baru pada sekolah yang baru dimasukinya. • Layanan informasi: bersama dengan layanan orientasi memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan.memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok.

2. Termasuk penempatan ke dalam kelompok belajar. • Perbaikan: membebaskan klien dari berbagai masalah yang dihadapinya.• Layanan bimbingan penempatan dalam dan penyaluran: yang di membantu untuk dalamnya: menempatkan perkembangan individu lingkungan sesuai potensi-potensinya. • Pemeliharaan dan Pengembangan: memelihara segala sesuatu yang baik pada diri individu atau kalau mungkin mengembangkannya agar lebih baik. 13  Fungsi layanan • Pemahaman: dipahaminya diri klien. masalah klien. • Layanan bimbingan belajar: membantu siswa untuk mengatasi masalah belajarnya dan untuk bisa belajar dengan lebih efektif. pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. penyaluran ke jurusan/program studi. • Layanan konseling individual: konseling yang diberikan secara perorangan. konselor. penyaluran untuk studi lanjut atau untuk bekerja. • Layanan bimbingan dan konseling kelompok: konseling yang dilaksanakan pada sekelompok orang yang mempunyai permasalahan yang serupa.6. dan lingkungan klien baik oleh klien itu sendiri. • Pencegahan: mengupayakan tersingkirnya berbagai hal yang secara potensial dapat menghambat atau mengganggu perkembangan kahidupan individu. maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Orientasi Layanan BK .

serta untuk membantu individu agar dapat menghargai kebutuhan. motivasimotivasinya dan kemampuan-kemampuan potensialnya. Sehubungan dengan orientasi dalam pimbingan dan konseling ada beberapa kaidah atau ketentuan yang perlu diketahui. Setiap klien harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individu. prayitno (1994) mengemukakan sebagai berikut : a. mengapa siswa asuhnya secara perorangan guru pembimbinglah yang paling dekat dan paling peduli kepada siswa asuhnya. dan pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungannya. semua kegiatan yang di selenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan.Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhannya. Guru pembimbinglah orang atau pendidik disekolah yang paling mengetahui siapa. yang semuanya unik. Merupakan suatu . b. 2004 ada tiga orientasi yaitu : 1. Orientasi perkembangan perkembangan individu merupakan konsep inti serta menjadi tujuan dari segenap layanan bimbingan dan konseling. 2. kemampuan dan perasaan klien serta untuk menyesuaikan programprogram pelayanan dengan kebutuhan klien secepat mungkin.Yang dimaksud dengan orientasi disini ialah pusat perhatian atau titik berat pandangan. d. Merupakan tanggung jawab konselor untuk memahami minat. motivasi dan potensinya itu kearah pengembangannya yang optimal. 14 c. Orientasi perorangan Orientasi perorangan maksudnya adalah guru pembimbing dalam kegiatan bimbingan dan konseling selalu menitikberatkan pandangannya pada siswa secara individual. Satu persatu siswa yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing perlu mendapat perhatian. Menurut Prayitno. dikenali secara perorangan dan didekati serta dilayani secara perorangan. bagaimana.

7. dengan substansi program pelayanan mencakup: (1) empat bidang.kewajiban bagi guru pembimbing di sekolah untuk mendorong. guru pembimbing tetap waspada melakukan berbagai upaya pencegahan agar siswa tersebut tidak mengalami masalah. (2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. Orientasi permaslahan Sehubungan dengan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah maka guru pembimbing sebagai orang yang bertanggung jawab dalam perkembangan bermasalah. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan . 2. Guru pembimbing teramat peduli terhadap permasahan seluruh siswa asuhnya secara perorangan. Jika ia tidak bermasalah. Program BK di Sekolah A. meransang dan meningkatkan perkembangan siswa. siswa guru memperhatikan pembimbing permasalahan siswa asuhnya secara perorangan terutama yang sedang dialami siswa. (3) format kegiatan. 15 Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. dan (5) volume/beban tugas konselor. Jika siswa bertanggung jawab membantu pengentasannya. Program Bimbingan dan Konseling Program Bimbingan dan KonselingProgram pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. sasaran pelayanan (4) . meransang dan hendaknya peduli terhadap perkembangan siswa yang optimal secara peroranganlah yang menjadi tujuan upaya guru pembimbing untuk semua siswa asuhnya. 3.

yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. 4. Manajemen Bimbingan dan Konseling Secara keseluruhan manajemen Bimbingan dan Konseling mencakup tiga kegiatan utama. 5. yaitu: 1. Perencanaan Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. Program Semesteran.kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program. . Program Tahunan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) >Bimbingan dan Konseling. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program Harian. yaitu : 1. Dilihat dari jenisnya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. 3. 2. Program Bulanan. Program Mingguan. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. B. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: . konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. jenis kegiatan. serta alat bantu yang digunakan (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat (e) waktu dan tempat. Pelaksanaan Kegiatan Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. substansi. waktu. dan pihak-pihak yang terkait. 16 Terdiri dari : (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung (b) substansi layanan/kegiatan pendukung (c) jenis layanan/kegiatan pendukung. tempat. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan penjabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah. Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.bulanan serta mingguan. insidental dan keteladanan. 2.

17 Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. himpunan data. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar jam kelas. dan alih tangan kasus. dan (2) penilaian proses. Bimbingan dan Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) pembelajaran 50% tatap Kegiatan pelayanan dan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum dari seluruh pelayanan Bimbingan Konseling. konseling perorangan. untuk menyelenggarakan layanan orientasi. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). kegiatan instrumentasi. serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Satu kali kegiatan muka layanan/pendukung dalam kegiatan kelas. kunjungan rumah. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik.. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui: . Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. 3. konseling kelompok. penguasaan konten. Penilaian Kegiatan Penilaian kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dua jenis yaitu: (1) penilaian hasil.Sedangkan kegiatan non tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. pemanfaatan kepustakaan. bimbingan kelompok. dan mediasi. kegiatan konferensi kasus. penempatan dan penyaluran.(1) kegiatan tatap muka secara klasikal (2) kegiatan non tatap muka.

minat. 18 3. Penilaian segera (LAISEG). menilai bakat dan minat. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). bakat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. . Tugas guru memiliki bimbingan tugas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. 2. 2.1. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). dinamis. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Pengembangan kehidupan sosial. Peran Guru Dalam Pelaksanan BK Guru konseling bimbingan terhadap dan konseling/konselor didik. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan peserta konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan.8. 2. Pengembangan kehidupan pribadi. potensi. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling terhadap peserta didik. dan tanggungjawab. berkeadilan dan bermartabat.

Oleh sebab itu guru haruslah memperhatikan hal tersebut dalam memlakukan pembelajaran dikelas dengan memperhatikan hal tersebut. Pengembangan kemampuan belajar. guru dan masyarakat harusnya memahami bahwa tugas sebagai guru hanya kesuksesan anak itu bukan hanya mampu mendapatkan nilai yang tinggi tetapi juga mampu mengembangan nilai spritual (kecerdasan spritual) dan kecerdasan emosian yang terkadang kecerdasan emosian dan spiritual yang mampu membawa kesuksesan terhadap anak dalam kehidupan di masyarakat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Perkembangan pendidikan Perkembangan pendidikan akan selalu terkait dengan perkembangan lingkungna secara umum. Pengembangan karir. memori dan pola berpikir anak . Perkembangannya ini akan mempengaruhi kehidupan siswa baik dalam bidang akademik. serta memilih dan mengambil keputusan karir. Salah satu ciri perkembangan pendidikan adalah perubahan dalam berbagai komponen sistem pendidikan seperti kurikulum.perkembangan . Orang tua. Dengan demikian . strategi belajar-mengajar. 4.ingatan. 1. alat bantu mengajar dan sebagainya.3. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. 19 Dalam belajar haruslah diperhatikan faktor yang memperbaruhi sisiwa dalam memperoleh dan mengingat pengetahuan . Dalam melakukan proses pembelajaran dikelas maupun membimbing anak-anak dan siswa guru harus memperhatikan segala aspek psikologi . Sosial maupun pribadi.

Tiga hal pokok yang menjadi latar belakang perlunya bimbingan dilihat dari segi pendidikan. Guru seyogyanya dapat menggunakan pendekatan pribadi dalam mendidik para siswanya melalui layanan bimbingan. Salah satu tugas guru yang berkaitan dengan hal tersebut yaitu guru perlu mengenai dan memahami dirinya sendiri. Guru hendaknya mengenal dan memahami tingkat perkembangna anak didik. Peranan guru Tugas dan tanggung jawab pendidik yang paling utama ialah mendidik siswa untuk mencapai kedewasaan. kecakapan. kesehatan mentalnya dan tingkat kecakapan mental yang harus dimilikinya. Dilihat dari segi dirinya. Petugas sosial . Guru harus punya informasi yang cukup untuk dirinya sehubungan dengan peranannya.siswa diharapkan mampu melakukan penyesuaian diri untuk mencapai sukses yang berarti dalam keseluruhan proses belajarnya. Ketiga. seorang guru harus berperan sebagai: a. yaitu pendekatan senantiasa berkembang secara dinamis. dengan demikian siswa sebagai subjek didik memerlukan bantuan dalam penyesuaian diri melalui layanan bimbingan. 2. kesehatan mental dan sebagainya. 20 Proses pendidikan menuntut adanya pendekatan yang lebih luas dari sekedar pengajaran. hal yang terkait dengan motovasi. guru tudak hanya sebagai pengajar namun juga sebagai pendidik. Pertama. Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik guru perlu memahami segala aspek pribadi anak didik. pekerjaannya. dilihat dari hakikat pendidikan sebagai suatu usaha sadar dalam mengembangkan kepribadian. kebutuhan dan motivasinya.

guru dapat dipandang sebagai: a. b. guru senantiasa merupakan petugas yang dapat dipercaya untuk berpartisipasi di dalamnya. Ahli psikologi pendidikan Guru sebagai petugas psikologi pendidikan yang melaksanakan tugasnya atas dasar prinsip-prinsip psikologi. Dalam arti luas sekolah merupakan keluarga dan guru sebagai orang tua bagi siswasiswanya d. c. b.Dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Orang tua Sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga. Pelajar dan ilmuan Guru harus senantiasa belajar untuk mengikuti pengetahuan dan menjadi spesialis sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Seniman . Pemberi keamanan Guru senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswanya. 21 e. Pemberi keteladanan Guru senantiasa menjadi teladan bagi siswa dan menjadi ukuran bagi norma tingkah laku. menjadi tempat berlindung bagi siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas di dalamnya. Ditinjau dari aspek psikologi.

Pembentuk kelompok Guru berperan sebagai pembentuk kelompok sebagai jalan atau alat dalam pendidikan. d. bahwa Program Bimbingan Konseling di Sekolah merupakan suatu program yang sangat penting dan dibutuhkan Bimbingan untuk memajukan Disekolah sekolah.Guru diharap mampu membuat hubungan antara manusia untuk tujuan tertentu dengan menggunakan teknik tertentu khususnya dalam kegiatan pendidikan. Guru Sebagai Direktur Belajar Proses belajar-mengajar mempunyai arti yang lebih luas daripada pengertian mengajar. dapat Dengan membantu adanya sekolah Program dalam Konseling .1. c. Catalytic agent Guru sebagai orang yang mempunyai pengaruh dalam menimbulkan pembaharuan e. 22 BAB III PENUTUP 3. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya suatu kesatuan aktivitas yang tak terpisahkan dan interaksi antara guru dan siswa. Dalam hal ini akan terjadi proses perubahan tingkah laku. Petugas kesehatan mental Guru bertanggung jawab terhadap pembinaan kesehatan mental khususnya bagi siswanya. Kesimpulan Kesimpulan dari makalah kami adalah. J.

jika siswa dapat mengetahui potensi nya maka siswa dapat lebih mengasah dan mengembangkan potensinya tersebut. 3. dikarenakan seorang konselor harus mempunyai program-program dan tanggung jawab yang sangat besar. dengan adanya peningkatan kualitas konselor maka akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan.blogspot. Maka seorang konselor harus mempunyai kemauan yang keras untuk memajukan sekolah dan memajukan pendidikan.2 Saran Saran kami adalah perlunya peningkatan kualitas seorang konselor.menangani masalah-masalah yang dialami oleh siswa.com/2010/12/bimbingan-konseling-dan-peranguru. Dengan adanya Program BK di Sekolah dapat membantu pihak sekolah menyalesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik. 23 DAFTAR PUSTAKA http://baehaqi. Program BK disekolah sangat membantu pengembangan potensi siswa.html . Menjadi seorang konselor merupakan suatu hal yang berat.

wordpress.com/program-bimbingan-dan-konseling-di-sekolahdan-peranan-guru-dalam-pelaksanaannya/ http://ewintri.com/tag/program-bimbingan-konseling-disekolah/ 24 .http://febroeldefila.infodiknas.wordpress.com/2012/04/peranan-guru-dalambimbingan-konseling-sekolah http://akhmadsudrajat.files.com/2008/03/14/fungsi-prinsip-danasas-bimbingan-dan-konseling/ http://www.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful