1.1.

Latar Belakang Penididikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan. Pada dasarnya setiap kegiatan yang dilakukan akan menimbulkan dua macam dampak yang saling bertentangan. Kedua dampak itu adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adalah segala sesuatu yang merupakan harapan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai ’Tujuan’. Sedangkan dampak negatif adalah segala sesuatu yang bukan merupakan harapan dalam pelaksanaan kegitan tersebut, sehingga dapat disebut sebagai hambatan atau masalah yang ditimbulkan. Jika peristiwa di atas dihubungkan dengan pendidikan, maka pelaksanaan pendidikan akan menimbulkan dampak negatif yang disebut sebagai masalah dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan lebih tepat bila disebut sebagai permasalahan Pendidikan. Istilah permasalahan pendidikan diterjemahkan dari bahasa inggris yaitu “problem“. Masalah adalah segala sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Sedangkan kata permasalahan berarti sesuatu yang dimasalahkan atau hal yang dimasalahkan. Jadi Permasalahan pendidikan adalah segala-sesuatu hal yang merupakan masalah dalam pelaksanaaan kegiatan pendidikan. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: (1). Rendahnya sarana fisik, (2). Rendahnya kualitas guru, (3). Rendahnya kesejahteraan guru, (4). Rendahnya prestasi siswa, (5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan, (6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, (7). Mahalnya biaya pendidikan.

d. Untuk mengetahui arti dari pengertian pemerataan pendidikan b. Bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia? 4. penulis menggunakan 2 metode yaitu : a) Observasi.5 Metode Penelitian Dalam penulisan makalah ini. Apakah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah telah berhasil ? 1. c.Dalam makalah ini akan saya bahas masalah pendidikan tentang “Kurangnya Pemerataan Pendidikan di Indonesia”. Untuk mengetahui bagaimana kondisi pemerataan pendidikan di Indonesia. maka yang menjadi permasalahan dan diungkapkan dalam paper ini adalah : 1.4 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah : a. Kurang meratanya pendidikan di Indonesia menjadi suatu masalah klasik yang hingga kini belum ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menanganinya. 1. berdasarkan pengamatan baik dari media cetak maupun media elektronik . 1. Pengertian pemerataan pendidikan ? 2. 1.3 Batasan Masalah Agar masalah yang dikemukakan terarah pada sasaran maka perlu pembatasan yaitu konsep pemerataan pendidikan dan kondisi pemerataan pendidikan di Indonesia. Bagaimana kondisi pemerataan pendidikan di Indonesia? 3. Untuk mengetahui bagaimana keberhasilan dari pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. Untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia.

Hal ini tidak terlepas dari makin tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan merupakan peran penting dalam pembangunan bangsa.1 Pengertian Pemerataan Pendidikan Pemerataan pendidikan telah mendapat perhatian sejak lama terutama di negara-negara berkembang. . Pemerataan pendidikan mencakup dua aspek penting yaitu persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan keadilan dalam memperoleh pendidikan yang sama dalam masyarakat. yaitu penggunaan bahan-bahan penulisan yang bersumber dari buku-buku referensi dan website-website di internet BAB II PEMBAHASAN 2.b) Kepustakaan. sementara itu akses terhadap pendidikan telah adil jika antar kelompok bisa menikmati pendidikan secara sama. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan.

2) Meningkatkan mutu lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk menetapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan.2 Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Walaupun ada warganegara Indonesia yang tinggal di kota-kota besar tapi karena mereka termasuk ke dalam warganegara yang kurang mampu sehingga mereka tidak bisa merasakan pendidikan. Pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum. Sedangkan di desa-desa hanya mengandalkan sarana dan prasarana seadanya. Ini berati pemerintah harus bisa memberikan pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia bukan hanya untuk rakyat tertentu yang mampu sedangkan untuk rakyat yang kurang mampu tidak memperoleh pendidikan. IV/MPR/1999) mengamanatkan. teknologi. Pendidikan menjadi landasan kuat yang diperlukan untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan. Hal ini menunjukan bahwa pemerataan pendidikan menuntut pendanaan yang cukup besar tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas tapi juga pemeliharaan siswa agar tetap bertahan mengikuti pendidikan di sekolah. Program beasiswa ini semakin intensif ketika terjadi krisis ekonomi. Upaya-upaya ini nampaknya lebih mengacu pada perluasan kesempatan untuk memperoleh pendidikan (dimensi equality of access). Daerah-daerah di Indonesia timur bukan hanya sarana dan prasarana yang kurang tapi juga kurangnya tenaga pengajar sehingga sekolah-sekolah disana masih membutuhkan guru-guru dari daerah-daerah lain. antara lain: 1) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti. pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh . terutama bagi kelompok masyarakat miskin dan masyarakat terpencil yang berjumlah sekitar 38. Ini Sejalan dengan UU No.Menurut UUD 1945 pemerintah berkewajiban memenuhi hak warganegara dalam memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa. Bukan hanya masyarakat di desa saja yang masih tertinggal pendidikannya. 2. dan dewasa ini dengan Program BOS untuk Pendidikan dasar. Untuk itu. Banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah bekerja untuk membantu orang tua mereka dalam mempertahankan hidupnya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.6 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan demikian. agenda penting yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan pemerataan pendidikan. pendidikan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi karena ia merupakan faktor determinan bagi suatu bangsa untuk bias memenangi kompetisi global. olah raga dan seni. Sejak tahun 1984.4 juta atau 17. dilanjutkan dengan wajib belajar pendidikan sembilan tahun mulai tahun 1994. Di samping itu pada tahapan selanjutnya pemberian program beasiswa (dimensi equality of survival) menjadi upaya yang cukup mendapat perhatian dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh. bahkan lebih penting lagi sebagai bekal dalam menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antarbangsa yang berlangsung sangat ketat. pemerintah Indonesia secara formal telah mengupayakan pemerataan pendidikan Sekolah Dasar. Menurut Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) Tahun 1999-2004 (TAP MPR No. Misalnya saja di kota-kota besar disana sarana dan prasarana pendidikan disana sudah sangat maju.

Melaksanakan revitalisasi serta penggabungan (regrouping) sekolah-sekolah terutama SD. penguasaan sains dan teknologi. terutama untuk bidangbidang yang menunjang kemajuan ekonomi.pendidikan yang bermutu”. 2. 6. Menyebar lulusan guru-guru ke daerah-daerah yang masih minim tenaga pengajarnya. 2. 2. dengan menyelenggarakan pembinaan perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan di kawasan serta menyelenggarakan pembinaan program unggul di wilayah kedudukan perguruan tinggi. dan pasal 11. 5. 3. ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan. agar tercapai efisiensi dan efektivitas sekolah yang didukung dengan fasilitas yang memadai. Memberikan kepada siswa yang berprestasi dan/atau dari keluarga yang tidak mampu.4 Tingkat Keberhasilan Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Pemerataan Pendidikan di Indonesia 1. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya. 4. Wajib belajar 9 tahun direncanakan tuntas pada tahun 2008 tapi sampai tahun 2006 masih banyak rakyat Indonesia yang belum dapat menyelesaikan sekolah dasar. selanjutnya diikuti dengan wajib belajar 9 tahun sejak 2 Mei tahun 1994. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh sekolah dengan subsidi dari APBN. serta meningkatkan kualitas kehidupan.3 Upaya Pemerintah Dalam Melakukan Pemerataan Pendidikan Seperti yang sudah dijelaskan tadi pemerintah sebenarnya sudah mengupayakan pemerataan pendidikan sejak tahun 1984. Membangun sarana dan prasarana yang memadai termasuk sarana olahraga untuk setiap sekolah baik yang di perkotaan maupun pedesaan sesuai kebutuhanya. Masih banyak lagi upaya-upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan salah satunya yaitu : Pendidikan dari sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP) tidak dipungut biaya. Ini agar kalau ada mahasiswa yang tidak mendapat perguruan tinggi bisa melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi swasta. 8. 7. Agar siswa dapat terus menuntut ilmu tanpa mempermasalahkan biaya pendidikan Untuk di Perguruan Tinggi harus meningkatkan kapasitas tampung. Mendorong peningkatan peran swasta melalui perguruan tinggi swasta. Ini diharapkan semua anak yang akan masuk SD dan SMP di seluruh Indonesia dapat bersekolah. Sedangkan di daerah lain masih kekurangan tenaga guru. Agar tidak terjadi penumpukan lulusan guru di suatu daerah sehingga banyak lulusan guru yang bekerja di bukan keahliannya. tentu saja dengan mutu dan kualitas perguruan tinggi swasta harus bisa sesuai standar pemerintah. . Seperti mulai dari pemerataan pendidikan sekolah dasar. Menyebarkan kapasitas pendidikan tinggi secara geografis untuk mendukung pembangunan daerah serta memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah termasuk kelompok masyarakat dari daerah bermasalah. 9. serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”.

Upaya-upaya pemerintah yang masih kurang berhasil yaitu : Upaya pemerintah dalam pendidikan tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai SMP (Sekolah Menengah Pertama) tidak di pungut biaya. masih banyaknya komputer-komputer di sekolah yang rusak. Maksudnya sekolah dan perguruan tinggi negeri yang sudah elit terus dibuat semakin elit oleh pemerintah sehingga banyak orang tua yang berlombalomba untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dan perguruan tinggi negeri tersebut. Sehingga transfer guru diperlukan dari yang banyak lulusannya ke yang masih sedikit tenaga gurunya. Masih banyak siswa dan mahasiswa yang miskin dan berprestasi tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Dalam pembangunan perguruan tinggi negeri banyak terpusat di pulau Jawa sehingga banyak mahasiswa harus merantau jauh untuk mendapatkan pendidikan. Ini tentu saja akan merugikan sekolah dan perguruan tinggi swasta karena akan kekurangan peserta didik. . Upaya pemerintah dalam menyebarluaskan tenaga-tenaga pendidik masih belum terlaksana dengan maksimal karena masih banyak lulusan-lulusan guru yang ada di suatu daerah yang masih menganggur atau mengerjakan pekerjaan lain di luar kemampuannya karena lowongan guru sudah penuh. Sekarang perguruan tinggi telah menambah kapasitas daya tampung agar banyak mahasiswa yang dapat kuliah. Alat-alat dan bahan-bahan laboratorium yang masih kurang sehingga praktikum yang dilakukan sisiwa masih sedikit bahkan tidak pernah sama sekali.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Dalam pemerataan pendidikan pemerintah telah berupaya mengatasinya namun upayaupaya yang dilakukan pemerintah tidak semuanya berhasil. Upaya pemerintah dalam pembangunan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah masih belum maksimal ini terbukti masih banyak sekola-sekolah yang sarana dan prasarananya masih kurang lengkap bahkan masih banyak sekolah-sekolah yang bangunannya masih kurang layak untuk di gunakan. Upaya regrouping (penggabungan) masih belum dilaksanakan dengan maksimal. Seperti tidak semua kelas memiliki layar proyektor yang bagus. Program beasiswa dari pemerintah masih banyak yang tidak tepat sasaran. Tentu saja hal ini harus mahasiswa yang diterima harus berkualitas. Ini juga akibat komersialisasi pendidikan. Upaya pemerintah meningkatkan dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Pemerintah seharusnya memperbanyak membangun perguruan tinggi negeri di daerah-daerah agar mereka tidak perlu merantau jauh-jauh sehingga tidak terlalu membutuhkan banyak biaya. pelaksanaannya masih dalam tahap percobaan sehingga masih belum dilaksanakan dengan menyeluruh. Tapi di lapangan masih banyak sekolah-sekolah tersebut yang masih memungut biaya dalam pelaksanaan pendidikannya. Tapi dalam pelaksanaanya masih banyak sarana dan prasarana yang diberikan pemerintah kualitasnya masih kurang. Sekolah-sekolah tersebut beralasan kalau biaya tersebut untuk menggaji pegawai yang ada di sekolah tersebut dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya. Ini akan menyebabkan beban biaya orang tua mereka semakin berat. Masih banyak upaya pemerintah yang kurang berhasil bahkan bisa juga disebut gagal dalam pelaksanaannya. Sedangkan di daerah lain masih banyak juga yang kekurangan guru. Banyak sekolah dan perguruan tinggi swasta yang kekurangan peserta didik karena banyak siswa dan mahasiswa baru yang lebih memilih sekolah dan perguruan tinggi negeri.

Menyebar lulusan guru-guru ke daerah-daerah yang masih minim tenaga pengajarnya. . 9. Banyak daerah di Indonesia yang masih belum mendapat pendidikan yang memadai. Memberikan kepada siswa yang berprestasi dan/atau dari keluarga yang tidak mampu. 8. 3. serta meningkatkan kualitas kehidupan. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus ikut 1. Memang sejak tahun 1984 pemeritah telah melakukan upaya-upaya agar pendidikan di Indonesia bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia. penguasaan sains dan teknologi. Melaksanakan revitalisasi serta penggabungan (regrouping) sekolah-sekolah. Mendorong peningkatan peran swasta melalui perguruan tinggi swasta. Bahkan sejak tahun 1994 pemerintah telah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun. 5. Upaya-upaya itu seperti : Pendidikan dari sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP) tidak dipungut biaya. 4. 7. Untuk di Perguruan Tinggi harus meningkatkan kapasitas tampung.1 Kesimpulan Pendidikan di Indonesia memang masih kurang merata. dengan menyelenggarakan pembinaan perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan di kawasan serta menyelenggarakan pembinaan program unggul di wilayah kedudukan perguruan tinggi. Ini tentu saja bertentangan dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945 yaitu Pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia. 2. terutama untuk bidangbidang yang menunjang kemajuan ekonomi. Selain itu pemerintah juga telah melakukan upayaupaya yang lain agar pendidikan di Indonesia bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia. Selain itu masyarakat Indonesia yang kurang mampu juga belum bisa mendapat pendidikan dengan mudah. Masih banyak kendala-kendala yang menyebabkan upayaupaya pemerintah masih belum maksimal. Meskipun pemerintah telah berupaya keras agar pendidikan bisa merata dirasakan oleh semua penduduk Indonesia tapi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah ternyata masih belum berhasil secara maksimal. Menyebarkan kapasitas pendidikan tinggi secara geografis untuk mendukung pembangunan daerah serta memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah termasuk kelompok masyarakat dari daerah bermasalah. Membangun sarana dan prasarana yang memadai termasuk sarana olahraga untuk setiap sekolah baik yang di perkotaan maupun pedesaan sesuai kebutuhanya. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh sekolah dengan subsidi dari APBN.BAB III PENUTUP 3. Pendidikan hanya dirasakan oleh masyarakat yang mampu dan berada di kota-kota besar. 6.

Masyarakat juga harus lebih aktif dalam mengawasi pendanaan dari pemerintah dan menjaga fasilitas yang sudah ada agar bisa dipakai lebih lama. .2 Saran-Saran Pemeritah perlu meningkatkan lagi upaya-upaya pemerataan pendidikan yang masih belum maksimal dan terus mengembangkan upaya-upaya yang telah berhasil. 3.membantu pemerintah misalnya seperti mengawasi penyaluran dana yang diberikan pemerintah ke daerah-daerah. menjaga dan merawat bangunan-bangunan sekolah agar dapat bertahan lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful