You are on page 1of 5

ARTHROPODA

1. Pengertian

Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthros artinya ruas atau buku atau sendi dan podos artinya kaki. Jadi, Arthropoda adalah hewan yang kakinya beruas-ruas. Di dunia ini sebagian besar hewan yang tersebar di atas bumi adalah anggota phylum Arthropoda. Arthropoda merupakan hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) yang memiliki exoskeleton (kerangka luar), tubuh tersegmentasi, dan bagian tubuh luar bersendi (jointed appendages). Arthropoda bisa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 75% dari seluruh jenis hewan yang diketahui adalah Arthropoda. Arthropoda memegang peranan penting dan mempunyai keanekaragaman tinggi dan paling berhasil beradaptasi dalam lingkungan gua. 2. Ciri-ciri Tubuh Arthropoda beruas-ruas, dan terbagi atas caput atau kepala, thorax atau dada, dan abdomen atau perut. Memiliki eksoskeleton (rangka luar) yang tersusun atas zat kitin. Sistem peredaran darah terbuka, dalam darah tidak mengandung hemoglobin, sehingga darah hanya

berfungsi mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen diedarkan melalui sistem trakea. Arthropoda ada yang bernapas dengan trakea, insang, paru-paru buku, dan difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Alat ekskresi berupa badan malphigi dan nefridia. Reproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum). Memiliki simetri tubuh bilateral, yaitu apabila dibelah dari satu sumbu hanya menghasilkan sisi kanan dan sisi kiri.

3. Klasifikasi Domain Kerajaan Upakerajaan Superfilum Filum : Eukaryota : Animalia : Eumetazoa : Ecdysozoa : Artropoda

Artropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Empat dari lima bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kirakira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Artropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Artropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.

4. Reproduksi Sistem reproduksi Arthropoda terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua).Hasil fertilisasi berupa telur.

Daur hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput.

5. Manfaat Beberapa keuntungan Arthropoda bagi manusia adalah sebagai berikut: a. Udang dan kepiting merupakan makanan sumber protein yang sangat disenangi karena dagingnya yang enak. Udang dan kepiting juga dapat dijadikan sebagai hiasan karena rangka luarnya yang keras. b. Kupu-kupu, lebah, dan sejenisnya menyukai bunga yang berwarna-warni. Mereka datang untuk mencari makanan yang berupa serbuk sari atau mengisap madu yang dihasilkan oleh kelenjar madu atau nektarium. Beberapa butir serbuk sari menempel di kepala, tubuh, atau kaki dan terbawa terbang pada saat hewan tersebut meninggalkan bunga itu. Pada waktu hewan itu mendatangi bunga yang lain untuk maksud yang sama, ada kemungkinan beberapa serbuk sari bunga yang dibawanya menempel di kepala putik bunga yang dikunjungi, sehingga terjadilah penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan. Tanpa penyerbukan bunga tidak akan menjadi buah. Hewan Arthropoda merupakan perantara berlangsungnya penyerbukan. Setiap Iebah madu yang pulang berburu serbuk sari dan madu, membawa bahan-bahan tersebut ke sarangnya. Bahan tersebut diperuntukkan sebagai makanan bagi larva yang keluar dari telur yang dihasilkan oleh ratunya. Lebah yang mengumpulkan madu tersebut adalah lebah pekerja dalam masyarakat Iebah. Madu merupakan makanan dan obat bagi manusia. Dan sarangnya juga dihasilkan malam.

c. Ulat sutera menghasilkan benang-benang halus yang dijalin membentuk kokon. Kokon ini digunakan oleh hewan yang bersangkutan untuk pelindung pada stadium istirahat (pupa) dari daur hidupnya, dan pada saat ulat keluar dari kokon telah berubah menjadi kupu-

kupu ulat sutera. Dan kokon ini manusia mampu mengolah untuk mendapatkan benang sutera sebagai bahan sandang seperti sarung dan selendang. d. Beberapa jenis udang yang sangat kecil seperti Dafnia, Copepoda, Estheria, dan Conchostraca, dengan ukuran kurang dari 1 mm, merupakan plankton dan makanan bagi hewan-hewan yang lebih besar. Dengan demikian, Arthropoda jenis ini merupakan mata rantai makanan dalam kehidupan di air. Untuk kehidupan di darat bertindak sebagai mata rantai makanan adalah Arthropoda jenis Insecta. e. Arthropoda dari kelompok Collembola yang mendiami permukaan tanah menghasilkan pupuk. yaitu kotorannya yang merupakan bahan humus. Humus tidak saja sebagai pupuk tetapi juga menjaga tanah agar terhindar dari erosi. Adanya humus berpengaruh baik terhadap kandungan air dan udara dalam tanah, sehingga tumbuhan yang tumbuh di ternpat itu dapat menyerap zat-zat hara dengan mudah.