You are on page 1of 2

Anton Sihombing Ketua Umum KTI/Anggota DPR RI

Berani Mengambil Keputusan


Berbicara untuk orang nomor satu di Kabupten Simalungun, Sumatera Utara, ini tidak asing lagi bagi saya, karena beliau adalah satu alumni dengan saya di Universitas Satyagama, Jakarta. Banyak kesan yang dapat saya sampaikan. J.R Saragih di mata saya adalah sosok yang tegas, selain juga termasuk orang yang sukses. Memang harus kita akui, ketegasan yang beliau lakukan memang masih banyak yang belum dapat diterima oleh masyarakat Simalungun. Seperti sikapnya yang selalu berani mengambil resiko, sebagai contoh ketika dirinya tidak segan-segan untuk menganti pejabat yang menurut beliau tidak layak. Sikap ini juga yang belum dapat diterima oleh masyarakat di sana. Akan tetapi biar begitu, jika lihat perkembangan pembangunan yang ada di Simalungun sangatlah progresif dan tertata dengan baik. Sebagai daerah yang kaya dan luas, Simalungun juga menjadi lalu lintas hasil-hasil perkebunan bagi daerah lain di Pulau Sumatera. Namun ini justeru berdampak negatif. Akibat mobilitas yang begitu tinggi, besarnya kendaraan yang berlalulintas itu ternyata mengakibatkan rusaknya jalan, infrastruktur. Saya sangat memperhatikan hal ini, sehingga pernah saya mencoba memperjuangan bagaimana mencari solusi yang tepat, tetapi apa boleh buat karena sampai saat ini pun ternyata Pemerintah Daerah belum membentuk panitia anggaran. Paling tidak, dalam panitia anggaran itu akan dapat mengurai bagaimana dana bagi hasil perkebunan itu dilimpahkan semaksimal mungkin bagi Sumatera Utara. Contohnya saja ternyata PTP 3 dalam setahun bisa mengantongi keuntungan hingga Rp1,3 triliun, akan tetapi yang dikucurkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hanya Rp450 juta, sisanya semua lari ke pusat. Jadi, jika dana bagi hasil ini telah berjalan dengan baik, paling tidak ada keseimbangan penerimaan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tentu rusaknya infrasturktur yang ada di Kabupaten Simalungun dapat segera teratasi. Apalagi di Simalungun banyak sekali memiliki perusahan-perusahaan besar, seperti PTP 2, PTP 3, dan perusahaan swasta lainnya. Selain itu, kita semua mengetahui jika dahulu Simalungun sebagai penghasil padi nomor tiga di Sumatera Utara, akan tetapi sekarang menurun. Jika saya lihat, ini disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan, seperti menjadi lahan kelapa sawit atau perumahan. Tentu saya sangat perduli hal ini, sehingga saya mencoba menggagas undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani, dan itu yang sudah disyahkan. Mudah-mudahan undangundang ini dapat mengangkat kembali kondisi para petani di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Simalungun.

Dari semua potensi dan kendala di atas, saya sangat yakin JR. Saragih mampu bekerja secara maksimal. Apalagi yang paling mengesankan adalah Saragih juga sebagai entrepreneur. Beliau juga mampu mendatangkan para menteri kabinet Indonesia bersatu ke Simalungun, dan pernah mendapat MURI dalam sidang pencatatan akte kelahiran di atas kapal pertama dan pelaksanaan pencatatan akta perkawinan massal terbesar yang dilakukan dalam sehari (2013). Ini sangat special. Tetapi tentu tugas beliau bukan hanya itu. Masih banyak tugas yang memerlukan kinerja secara maksimal. Yang terakhir. Melalui kesempatan ini saya mengharapkan agar beliau mendukung pemekaran di Simalungun. Pemekaran di Simalungun rasa saya sangatlah tepat. Bukan saja dilihat dari luasnya areal dan aneka budaya, tetapi ke depat berkonsentrasi dan menata penuh terhadap pembangunan pada setiap sektor.