You are on page 1of 15

1

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN

SUMBER DAN PERKHIDMATAN INTERNET DALAM

PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN

Oleh: Hassan Mohd Ghazali


Fakulti Seni dan Muzik, UPSI
(2006)

Pendahuluan

Secara umum perubahan yang berlaku dalam sistem pendidikan


adalah ekoran daripada perubahan kemajuan ciptaan manusia. Perubahan
kini apa yang dikatakan sebagai ‘gelombang ketiga’ diperkatakan oleh Alvin
Toffler (1983) merupakan suatu perubahan kepada tamadun dunia.
Perubahan ini adalah perubahan kepada tamadun manusia menuju abad ke-
21. Sebagai contoh perkembangan teknologi komputer dan selanjutkan
perkembangan ICT (Information Communication and Technology) telah
banyak mempengaruhi sistem pendidikan kini. Kemajuan dalam bidang sains
dan teknologi maklumat telah memangkinkan pembangunan ekonomi, fizikal,
sistem komunikasi dan telekomunikasi, pengangkutan, elektronik serta
robotik dengan meluas dan pantas. Kemajuan ini jelas diperhatikan di
negara-negara maju seperti Amerika Syarikat, Britain, Jerman, Perancis,
Jepun dan Korea.

Oleh yang demikian, Matnor Daim (1997) menyatakan bahawa


pembelajaran di abad 21 akan banyak bergantung kepada teknologi
maklumat khususnya penggunaan komputer. Perubahan ini secara langsung
melibatkan proses pengajaran dan pembelajaran dan pentadbiran
pendidikan.

Perkembangan teknologi komputer dan internet dalam sistem


pendidikan telah meningkatkan tahap pengajaran dan pembelajaran. Strategi
pembelajaran mnggunakan komputer dan internet dalam pendidikan
2

menunjukkan banyak peningkatan dari segi pengetahuan, kecekapan dan


kemahiran. Banyak kajian-kajian berasaskan komputer dan multimedia dan
internet yang disebut sebagai pembelajaran berasaskan komputer
meninggalkan kesan positif terhadap proses pembelajaran (Tylor, 1980).

Namun demikian, realiti impirikal di pusat pengajian tinggi memperlihatkan


proses pembelajaran tidak digunakan secara optima dan memanfaatkan
sumber pembelajaran melalui internet dan pusat sumber elektronik, karena
dalam proses pembelajaran di pusat pengajian tinggi masih ada
kecenderungan pembelajaran berpusat pada pensyarah (teacher centered),
‘textbook centered’, dan ‘monomedia’. Adalah tidak dapat dipersalahkan
apabila terdapat ramai pelajar mengganggap proses pembelajaran di pusat
pengajian tinggi sebagai sesuatu yang membosankan.

Sebenarnya pendidikan dipusat pengajian tinggi merupakan ‘synthetic


science’, karena konsep, generalisasi, dan temuan-temuan penelitian
ditentukan atau diobservasi setelah fakta yang terjadi. Informasi fakta tentang
kehidupan sosial atau masalah-masalah kontemprori yang terjadi di
masyarakat dapat ditemukan dalam penerokaan (exposure) media massa,
karena media massa diyakini dapat menggambarkan realiti sosial dalam
berbagai aspek kehidupan.

2. Internet

Internet ialah singkatan daripada perkataan inggeris ‘internatonal network’,


iaitu jaringan informasi global, atau dalam bahasa inggeris disebut ‘the
largest global network of computers, that enables people throughout the world
to connect with each other’ . Internet dicetuskan dari idea perekanya J.C.R.
Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Ogos
1962.
3

Sejarah awal Internet adalah lahir untuk suatu keperluan tentera


Amerika Syarikat. Pada awal tahun 1969 ‘Avanced Research Project Agency’
(ARPA) dari Jabatan Pertahanan Amerika Syarikat, membuat suatu
eksperimen jaringan yang diberi nama ARPAnet untuk menyokong
keperluan penyiasatan dikalangan tentera. Namun demikian dalam
perkembangan selanjutnya jaringan ini dipergunakan untuk keperluan
penyiasatan diputat pengajian tinggi, yang dimulai dengan University of
California, Stanford Research Institute dan University of Utah (Cronin, 1996).

Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu


bahkan berjuta jaringan komputer seluruh dunia(local/wide ared network)
dengan komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer
yang terhubung kepadanya boleh melakukan komunikasi satu sama lain
(Brace, 1997). Jaringan ini bukan merupakan suatu organisasi atau institusi,
karena tak satu pihak pun yang mempunyai outoriti dan memilikinya.

Untuk menggunakan internet diperlukan sebuah set computer dan


modem (Paling minima berkecepatan 14.400), sambungan telefon dan
perisian operasi Windows yang dilengkapi perisian explorer.

Brace juga menyebutkan bahawa Internet adalah sebagai suatu


"kesepakatan", karena ianya boleh saling berhubungan dan berkomunikasi
setiap komputer melalui penggunaan protokol standart iaitu TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang disepakati bersama.
Dengan perkataan lain meskipun suatu komputer terhubung melalui jaringan
Internet, namun kalau ia tidak menggunakan standart komunikasi pengiriman
dan penerimaan maka komunikasi tidak akan berlaku.

Hingga kini fasiliti aplikasi Internet sangat banyak sehingga mampu


memberikan keperluan kepada tentera, para pendidik, kalangan media
massa, perniagaan dan perdagangan. Antara fasiliti tersebut seperti Telnet,
4

Gopher, WAIS, mel elektronik (e-mail), Mailing List, Newsgroup, File Transfer
Protocol (FTP), Internet Relay Chat (IRC), World Wide Web (WWW).

Beberapa fasiliti dalam penggunaan internet adalah seperti berikut:

E-mail
E-mail atau surat elektronik, merupakan fasiliti yang paling sederhana
dan paling mudah digunakan. Hingga kini e-mail adalah alat penghatar
mesej atau surat paling cepat dan murah.

Mailing List
Mailing list merupakan perluasan penggunaan e-mail, dengan fasiliti ini
pengguna yang telah memiliki alamat e-mail boleh bergabung dalam
suatu kelompok diskusi, dan melalui mailing list ini boleh berdiskusi
untuk memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama,
dengan saling memberikan pendapat dan sebagainya. Komunikasi
melalui mailing list ini memiliki sifat yang sama dengan e-mail, iaitu
bersifat tidak sinkron (asynchronous communication mode) atau
bersifat un-real time.

File Transfer Protocol (FTP)


FTP adalah fasilitas Internet yang memberikan kemudahan kepada
pengguna untuk mencari dan mengambil ‘arsip’ fail (down load) di
suatu server yang terhubung ke Internet pada alamat tertentu yang
menyediakan berbagai fail, yang telah diberi keizinan untuk diambil
oleh pengguna lain yang memerlukannya. Antara fail-fail yang biasa
boleh didapati melalui ‘down load’ ialah bahan-bahan penyelidikan,
artikel-artikel jurnal dan lain-lain.
Di samping itu FTP juga dipergunakan untuk meng-upload fail
homepage sehingga boleh diakses oleh pengguna dari seluruh dunia.
5

News group
Newsvgroup dalam Internet adalah fasiliti untuk melakukan komunikasi
antara dua orang atau lebih secara serentak dalam suatu waktu yang
sama (real time). Oleh yang demikian komunikasi yang dilakukan
adalah komunikasi yang ‘synchronous’ (synchronous communication
mode). Bentuk pertemuan ini lazim disebut sebagai konferensi, dan
fasiliti yang digunakan boleh dalam bentuk multimedia (seperti audio-
visual) iaitu dengan mengggunakan fasiliti ‘video conferencing’,
ataupun teks saja atau teks dengan audio dengan menggunakan
fasiliti chat (IRC).

World Wide Web


WWW merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam
dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia,
dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan
hypermedia, dengan menggunakan Hypertext Markup Language
(HTML) yang memungkinkan terjadinya rangkaian (link) antara satu
dokumen dengan dokumen yang lain, sama ada dalam bentuk teks,
visual, audio, animasi,video dan lain-lainnya.

Fasiliti-fasiliti di atas adalah juga sangat sesuai untuk dijanakan dalam


proses pengajaran dan pembelajaran. Justeru penggunaan internet sangat
cepat pergerakan hinggakan melebihi manjangkau zaman.

3. Aspek pembelajaran menggunakan internet

Menurut Ryder dan Hughes,(1997).Terdapat tiga bentuk sistem yang


menggunakan internet dalam pengajaran dan pembelajaran antaranya ialah:

1. Web course

2. Web Centric Course


6

3. Web Enhanced Course

Web Course

Web course ialah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,


di mana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, tugasan, latihan dan ujian
sepenuhnya disampaikan melalui internet. Pensyarah dan pelajar
sepenuhnya terpisah, namun hubungan atau komunikasi antara pelajar
dengan pensyarah boleh dilakukan pada setiap saat. Komunikasi lebih
banyak dilakukan secara ‘ansynchronous’ daripada secara ‘synchronous’.
Bentuk web course ini tidak memerlukan adanya pertemuan bersekemuka
atau pembelajaran cara tradisi, karena semua proses pengajaran dan
pembelajaran sepenuhnya berlaku melalui penggunaan fasilitas internet
seperti e-mail, ‘chat rooms’, ‘bulletin board’ dan ‘online conference’.

Di samping itu sistem ini biasanya juga dilengkapi dengan berbagai sumber
maklumat, baik yang dikembangkan sendiri maupun dengan menggunakan
berbagai sumber belajar dengan jalan membuat hubungan (link) ke berbagai
sumber belajar yang sudah tersedia di internet, seperti database statistik
berita dan informasi, e-book, perpustakaan elektronik dan lain-lain.

Bentuk pembelajaran model ini biasanya dipergunakan untuk keperluan


pendidikan ajarak jauh (distance education/learning). Aplikasi bentuk ini
antara lain seperti virtual campus/universiti.

Web Centric Course

Web Centric Course, di mana sebagian bahan belajar, diskusi,


konsultasi, tugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan
ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara
bersekemuka atau cara tradisi. Walaupun dalam proses pembelajaran
sebagiannya dilakukan dengan bersekemuka yang biasanya berupa tutorial,
tetapi pertemuan antara pensyarah dan pelajar adalah berkurangan
7

dibandingkan dengan pembelajaran kendiri melalui proses belajar melalui


internet.

Dengan bentuk ini maka pusat kegiatan belajar berkisar dari kegiatan
kelas menjadi kegiatan melalui internet. Sama dengan bentuk -web course,
pensyarah dan pelajar sepenuhnya terpisah tetapi pada waktu-waktu tertentu
mereka membuat pertemuan.

Web Enhanced Course

Web Enhanced Course, iaitu pemanfaatan internet untuk pendidikan,


hanya untuk membantu peningkatan kualiti kegiatan pengajaran dan
pembelajaran di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama ‘Web lite
course’, karena kegiatan pembelajaran utama adalah secara tradisi.

Peranan internet di sini adalah untuk menyediakan sumber-sumber


yang sangat kaya dengan memberikan alamat-alamat atau membuat
hubungan (link) ke pelbagai sumber pembelajaran yang sesuai yang boleh
diakseskan secara online. Dialog atau komunikasi tersebut adalah untuk
keperluan berdiskusi, berkonsultasi, dan untuk bekerja secara kelompok.
Komunikasi timbal balik berlaku antara pelajar dengan pelajar, pelajar dengan
kawan di luar kelas/sekolah, pelajar dengan kelompok, pelajar dengan
pensyarah ataupun pensyarah dengan pelajar atau dengan kelompok.

Perbezaan dengan kedua bentuk sebelumnya, bentuk ‘Web Enhanced


Course’ ini jumlah pembelajaran melalui internet lebih sedikit berbanding
dengan jumlah pembelajaran secara tradisi, kerana penggunaan internet
adalah hanya untuk membantu kegiatan pembelajaran secara tradisi.
8

4. Kelebihan internet dalam media pengajaran dan pembelajaran

Menurut Ryder & Hughes (1997) ada dua jenis tautan yang dikenakan
ke atas guru dan pelajar apabila menggunakan internet untuk pengajaran dan
pembelajaran.

Tuntutan pertama ialah pelajar dikehendaki mempunyai kemahiran


melayari internet dengan menggunakan enjin pencarian maklumat yang
efektif, menilai maklumat yang diperolehi dan memuatkan turunkan fail.

Kedua ialah mengenai kemahiran berfikir pelajar iaitu bagaimana ia


berfungsi apabila berhadapan dengan maklumat dalam bentuk hiperteks.
Apabila menggunakan hiperteks, pelajar tidak lagi menerima bahan dalam
format yang berstruktur seperti yang distruktur oleh pengarang buku teks.
Sebaliknya, maklumat berbentuk hiperteks memberi peluang pelajar
membina maklumat mengikut tahap kognitif dan minat mereka. Oleh yang
demikian cara pembelajaran menggunakan buku teks adalah berlainan
dengan menggunakan bahan dari hiperteks.

Namun demikian internet mempunyai banyak kelebihan yang boleh


dimanfaatkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Salah satu yang
penting ialah internet adalah sebagai sumber pembelajaran di peringkat
pengajian tinggi yang membolehkan pelajar mengekses pembelajaran
kendiri. ‘Through independent study, students become doers, as well as
thinkers’ (Cobine, 1997). Oleh yang demikian pelajar dapat mengakses
secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan
mendapatkan sumber utama tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi,
rakaman, laporan, data statistik, atau kutipan yang berkaitan dengan
pembelajaran tinggi (Gordin et. al., 1995).

Sebenarnya penggunaan internet sebagai keperluan pendidikan


telahpun meluas, terutama di negara-negara maju, ini merupakan fakta yang
menunjukkan bahwa dengan media ini memungkinkan tenaga pengajar dapat
9

diselenggara dalam proses pengajaran dan pembelajaran yang lebih efektif.


Hal itu terjadi karena dengan sifat dan karakteristik Internet yang cukup
istimewa, sehingga diharapkan boleh digunakan sebagai media pengajaran
dan pembelajaran sebagaimana media lain seperti radio, television, CD-ROM
Interkatif dan lain-lain.

Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bahagian dari suatu proses
pengajaran dan pembelajaran, internet sebaiknya harus mampu memberikan
proses komunikasi interaktif antara pensyarah dengan pelajar. Ini merupakan
pra-syarat utama. Kandungannya harus mampu ditangani dalam internet
tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan
dikembangkan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak
pelajar mengerjakan tugas-tugasnya dan membantu dalam memperolehi
pengetahuan yang diperlukan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas
tersebut (Boettcher 1999).

Strategi pengajaran dan pembelajaran yang meliputi pengajaran, diskusi,


membaca, kerja kursus, presentasi dan penilaian, secara umum bergantung
pada dialog dan komunikasi sebagai berikut (Boettcher 1999):

1. Dialog dan komunikasi antara pensyarah dengan pelajar

2. Dialog dan komunikasi antara pelajar dengan sumber maklumat

3. Dialog dan komunikasi antara sesama pelajar

Apabila ketiga aspek tersebut boleh diselenggarakan dengan


komposisi yang serasi, maka diharapkan akan terjadi proses pembelajaran
akan berlaku secara baik. Para pakar pendidikan menyatakan bahawa
keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh
keseimbangan antara ketiga aspek tersebut (Pelikan, 1992).

Lantaran itu suatu perancangan dengan menggutamakan


keseimbangan antara ketiga-tiga dialog dan komunikasi tersebut adalah
10

sangat berhubung rapat dengan pembelajaran berasaskan internet.


(Bottcher, 1995).

Oleh yang demikian ternyata bahwa internet memang boleh digunakan


dalam sesuatu pembelajaran, karena memiliki karakteristik yang istimewa
iaitu:

1. Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang


memungkinkan terjadinya komunikasi satu dengan satu dengan
banyak.

2. Memiliki sifat interaktif,

3. Memungkinkan terjadinya komunikasi secara bersama seperti


dalam ketiga jenis dialog dan komunikasi .

Kajian yang dilakukan oleh ‘Center for Applied Special Technology’


(CAST) pada tahun 1996, yang dilakukan terhadap sekitar 500 murid tahun
lima dan enam sekolah rendah. 500 murid tersebut dimasukkan dalam dua
kelompok yaitu kelompok eksperimen yang dalam kegiatan belajamya
dilengkapi dengan akses Internet dan kelompok kontrol. Setelah dua bulan
menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mendapat nilai yang lebih tinggi
berdasarkan hasil ujian akhir tahun.

Kajian ini menunjukkan bahawa kejayaan internet dalam penggunaan


dalam satu pengajaran dan pembelajaran. Satu kajian ini telah membolehkan
keyakinan bahawa pembelajaran dengan menggunakan internet sangat
perkesan dan afektif.

Pelajar dan pensyarah tidak perlu hadir secara realistik ke kuliah.


Malah dengangan penggunaan jaringan seperti intenet pelajar dapat
mempelajari bahan pembelajaran dan tugasan-tugasan pembelajaran serta
11

ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan


secara online.

Oleh yang demikian berikut adalah kelebihan yang nyata dalam proses
Pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan media internet:

1. Pelajar boleh belajar secara kolaberatif (collaborative) antara


satu sama lain. Mereka juga dapat mengirim surat melalui e-
mail (electronic mail) untuk bertanya dan berurusan dengan
pensyarah dan rakan pembelajaran

2. Boleh menampung pembelajaran dalam jarak jauh terutama


tempat yang tidak dapat menjalankan kelas seperti biasa.

3. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu


tertentu.

4. Bahan Pengajaran dapat ditentukan oleh pelajar dengan


kesesuaian bahan dan pemilihan bahan yang dikehendaki.

5. Lama waktu belajar juga bergantung kepada kemampuan


masing-masing.

6. Pencarian data dan muklumat dalam skop yang besar


diseluruh dunia.

7. pembelajaran boleh berlaku secara interaktif. Ini memberi


kesan yang sungguh menarik kepada pelajar.

8. Ibu bapa atau masyarakat juga dapat bersama-sama


mengekses bahan Pengajaran dan pembelajaran melalui
internet.

9. Meningkatkan lagi penguasaan bahasa Inggeris dikalangan


pelajar, kerana kebanyakan bahan adalah dalam bahasa
Inggeris.
12

10. Secara psikologis, akses terhadap internet juga


menumbuhkan rasa percaya diri karena memungkinkan kita
untuk tidak lagi terasing dari maklumat sampai yang paling
mutakhir.

11. Melalui engin pencarian pelajar dapat mencari banyak


maklumat pembelajaran.

5. Kelemahan penggunaan internet dalam Pengajaran dan pembelajaran

Namun demikian terdapat juga kelemahan-kelemahan penggunaan sumber


dan perkhidmatan internet antaranya ialah:

1. Pelajar lebih terdedah dengan bahan-bahan porno. Bahan ini


sangat diminati pelajar dalam usia remaja dan akhir remaja. Laman
web porno lebih senang di ekses.

2. Sumber maklumat yang tidak menyakinkan, kerana tidak adanya


autoriti dalam data base tersebut.

3. Terdapatnya ciplak hak cipta sama ada dari segi maklumat ataupun
pelajar yang mengambil muat turun bahan tersebut.

4. Tingginya kemungkinan gangguan belajar; sebab sistem tersebut


mengkondisikan pelajar untuk belajar kendiri, menyebabkan pelajar
yang malas hanya menerima bahan dari pelajar yang rajin mencari
maklumat.

5. Fasalitis internet yang masih tidak mencukupi, terutama dikawasan


luar Bandar yang belum mempunyai kemudahan-kemudahan asas.

6. Pembelajaran tidak berlaku dalam bentuk bersekemuka, kalau


berlakupun terlalu sedikit.

7. Kurang kawalan daripada pengajar.


13

8. Pembelajaran kendiri melalui internet menyebabkan pelajar lebih


individulistik.

6. Kesimpulan

Kesimpulannya penggunaan internet dalam pengajaran dan


pembelajaran banyak kelebihan dari kelemahan. Banyak kajian-kajian yang
telah dibuat menunjukkan pencarian bahan melalui internet lebih terbuka dan
memberi peluang kepada pelajar menerokai bahan terbaharu.

Peluang yang begitu luas sekali untuk mencari bahan dan maklumat
dipelusuk dunia sekali gus membantu mendapatkan bahan untuk membantu
proses pembelajaran.

Bahan-bahan yang begitu banyak dapat diproses dan ditapis untuk


digunakan sebagai bahan pembelajaran. Pelajar dengan menggunakan
pendekatan pembelajaran kendiri dapat menyesuaikan masa dan ruang
untuk belajar dan tidak terlalu bergantung dengan pensyarah semata-mata.
14

Bibliografi

Arief Achmad, (2004) Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran


IPS. Bandung: SMAN 21 Bandung

Boettcher, Judith V., (1999). Faculty Guide for Moving Teaching and Learning
to the Web, League for Innovation in the Community College, US

Clark, L.H. (1965). Social Studies and Mass Media. Plainfield, N.J. : New
Jersey Secondary School Teachers Association).

Clark, L.H. (1973). Teaching Social Studies in Schools : A Handbook. New


York : MacMillan Publishing Co., Inc.

Cobine, G.R. (1997). Studying with the Computer. ERIC Digest. [Online].
Tersedia : http://www.ericfacility.net/ericdigests/ed450069.html.

Cobine, G.R. (1997). Studying with the Computer. ERIC Digest. [Online].
Tersedia : http://www.ericfacility.net/ericdigests/ed450069.html. [28 April
2003].

Cronin, Mary J., (1996). The Internet Strategy Hanbook: Lessons from the
New

Gordin, D.L. et.al. (1995). Using the WorldWideWeb to Build Learning


Communities. Northwestern University Magazine, April, 1-17.

Heinich, Robert, (1996). Instructional Media and Technologies for Learning,


Prentice-Hall, Inc, New Jersey

Matnor Daim. (1997). Ucap utama pendidikan Malaysia di Abad ke 21,


Persidangan Dicovery Malaysia 1997. Shah Alam : 3-5 Jun 1997
15

McCormack, Colin, (1998). Building a Web-Based Education System, Wiley


Computer Publishing, Canada

McLuhan, M. (1964). Understanding Media : The Extensive of Man. New


York: McGraw-Hill.

Ryder, J.R.& Hughes, T. (1997). Internet for educators. New Jersey: Simon &
Schuster.

Taylor, R. (1980). The Computer In The Scholl, Tutor, Tool, Tutee. London:
teacher College Press.

Toffler, A. (1983). Previews & Premises: An Interview With True Author Of


Future Shock And The Third Wave Previews And Premises. New York:
W.Morrow.

Williams, Bard, (1999), Getting Started WWW Course Tools, Camosun


College, VictoriaA, Canada.

Williams, Bard, (1999). The Internet/or Teachers, 3rd Edition, IDG Books
Worldwide, USA.