You are on page 1of 4

Tungku Dapur Gantikan Enkas

Januari 5, 2008 Disimpan dalam Bioteknologi


Banyak orang mengatakan bahwa membiakkan jamur amat rumit, mahal dan resiko kegagalan tinggi sehingga sulit untuk memberikan teknologi ini kepada petani. Namuan sebuah penelitian telah menemukan cara jitu mengembangbiakkan jamur metarisisu anisopleae sebagai pestisida hayati dan efisien buat petani karena menggunakan alat dan bahan yang dekat dengan lingkungan mereka. Mengapa, karena enkas (tempat steril untuk inokulasi jamur) yang harganya puluhan juta dapat digantikan dengan tungku dapur yang membara, media agagar-agar dapat diganti dengan ekstrak jagung, ditambah juga fermentol dari botol bekas. Proses pegerjaanya pun sederhana meliputi pembuatan fermentol, pembuatan media, dan inokulasi (perbanyakan). Pembuatan fermentol . Dalam membuat fermentol alat dan bahan yang disediakan adalah 2 m selang aerator , 3 buah botol bekas air mineral, aerator, lem plastik, galon air mineral, garam dapur, KmnO4 (garam PK) dan 8pipa plastik/kaca seukuran pensil masing-masing panjangnya 30 cm. Semua alat tersebut harus telah di sterilkan dengan disiram air panas.

Galon terlebih dahulu dipasang kran dibagian bawahnya lalu tutup galon dilubangi dan dipasang 2 buah pipa, pada ujung pipa bagian luar galon dipasang selang sepanjang 30 cm. pemasangan pipa dan selang juga dilakukan pada tiga buah botol air mineral. setiap pemasangan harus diakhiri dengan pemberian lemhingga benar benar rapat untuk menghindari masuknya udara dari luar botol. Pipa dipasang dengan ketinggian yang berbeda. Kemudian botol mineral ukuran kecil diisi dengan; botol pertama diisi larutan garam setengah bagian, botol kedua diisi larutan KmnO 4 setengah bagian, botol ketiga diisi air mineral biasa setengah bagian. Kemudian pipa dalam botol dihubungkan dengan selang, dimulai dari aerator, botol pertama, botol kedua, fermento, dan botol ketiga. Sebelum digunakan, fermentol harus diuji terlebih dahulu. Caranya, isi galon dengan air biasa, lalu ditutup rapat, kemudian aerator dihidupkan. Jika udara aerator dapat berpindah secara berurutan dari botol pertama, kedua, fermentol dan berakhir dalam botol berisi air mineral, maka, fermentol telah dapat digunakan. Kemudian kuras air dalam galon dengan air panas. Pembuatan media Alat dan bahan yang digunakan adalah Panci, tungku yang membara, pengaduk. ember plastik, kain penyaring (kasa), jagung manis pipil 2 kg, air 10 liter (air hujan /air sumur yang telah direbus/ aquades/ , gula 20 gram.

Proses pembuatan media diawali dengan mensterilkan semua alat kaemudian jagung direbus sampai pecah kurang lebih 1 jam, lalu diammbil ekstraknya dengan cara menyaringnya dengan kain penyaring, kemudian masukkan gula gula kedalam ekstrak tersebutsambil diaduk hingga gula benar-benar larut. Setelah agak dingin (hangat kuku) masukkan kedalam fermentol (galon), apabila kurang dari 10 liter maka tambahkan aquades/aqua/air hujan. Inokulasi Proses inokulasi dilakukan diatas tungku yang sedang membara. Karena diatas tungku yang sedang membara udaranya steril dari jamur. Diatas tungku, galon berisi ekstrak jagung dibuka tutupnya lalu masukkan biakan murni kedalam ekstrak jagung, kemudian ditutup rapat. Setelah itu fermentol diturunkan, dan dirapatkan tutupnya dengan lem, dan aerator segera dihidupkan. Apabila setelah tiga hari air dalam fermentol semakin keruh berarti jamur telah berhasil dibiakkan.Kegagalan proses pembiakan ini biasanya disebabkan karena sterilisasi yang kurang sempurna. Untuk itu, ekstrak jagung sebelum dijadikan media harus dimasak berulang-ulang untuk mamastikan kematian jamur lain. Semoga teknologi ini dapat bermanfaat dan dapat diaplikasikan kepada petani.

MENGEMBANGKAN INSEKTISIDA BIOLOGI BEAUVERIA BASSIANA 6:20 AM MASPARY

Salam Pertanian!! Beberapa waktu lalu kita telah belajar tentang apa itu insektisida biologi Beauveria bassiana, kini kita akan belajar cara sederhana mengembangkan insektisida biologi jamur Beauveria bassiana. Tentunya masih bersama Gerbang pertanian. Sebenarnya sangat mudah mengembangkan jamur ini, kalau rekan-rekan Gerbang Pertanian pernah membaca artikel terdahulu kami tentang cara mengembangkan jamur Trichoderma sp pasti sudah nggak asing lagi dengan cara mengembangkan jamur Beauveria bassiana. Adapun alat dan bahan yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan Insektisida biologi jamur Beauveria bassiana adalah:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Isolat jamur Beauveria bassiana Ember atau baskom kecil Baskom peniris Plastik 1/4 kg dengan ketebalan 0,4 sepuluh buah Lilin lima buah Steples Kawat atau sendok kecil spatula Panci Dandang Alkohol 75 % Air bersih Beras giling atau jagung giling 1 kg

Kalau alat bahan telah lengkap sekarang bersama maspary kita praktekkan cara membuatnya:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Cuci bersih beras dan rendam selama 24 jam Tiriskan sampai kering Masukkkan beras kedalam plastik @ 100 gr Lipat ujung plastik Masak beras dengan cara di kukus selama kurang lebih 1,5 2 jam Setelah dingin angkat beras tersebut dari panci dandang Nyalakan lilin 5 buah dan letakkan membentuk setengah lingkaran dimeja Masukkan kawat atau sendok spatula kedalam alkohol dan bakar di salah satu lilin tersebut Setelah kawat agak dingin ambil sebagian isolat dalam tabung reaksi dan masukkan kedalam beras 10. Lipat beberapa kali ujung plastik dan steples 11. Letakkan dalam suhu kamar sampai 7-14 hari 12. Jika sudah tumbuh miselium berwarna putih secara penuh berarti insektisida biologi Beauveria bassiana siap digunakan.

Setelah Insektisida biologi Beauveria bassiana telah siap kini saatnya menggunakannya untuk beberapa jenis serangga, wereng, walang sangit, ulat, kumbang dll. Mari kita coba aplikasikan insektisida tersebut bersama Gerbang Pertanian:
1. 2. 3. 4. 5. Ambil salah satu beras dalam plastik yang telah ditumbuhi meselium Beauveria basiana Cuci dengan air 1 liter dengan cara diremas-remas sampai bersih Saring dengan kain, ambil air cuciannya. Campurkan air tersebut dengan air 14 17 liter dan masukkan kedalam tangki sprayer. Semprotkan ke tanaman dengan frekuensi 1 minggu sekali. Jika serangan berat bisa seminggu 2 kali. 6. Jangan lupa nyemprotnya sore hari ya, karena kalau siang hari jamur Beauveria basiana akan mati kepanasan.

Masih ada yang belum jelas tentang cara mengembangkan insektisida biologi Beauveria bassiana dan cara pengaplikasiannya di lapangan? silahkan hubungi maspary SMS aja ya Penginnya sih telpon cuma kalo telpon kadang-kadang timingnya yang nggak tepat. Sekian dulu pertemuan dengan Gerbang Pertanian kali ini dengan tema Mengembangkan Insektisida Biologi Beuveria Bassiana. Smoga bisa memberikan sedikit pencerahan bagi rekanrekan yang sedang haus akan ilmu pertanian khususnya pertanian organik. Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya (maspary).