PERBINCANGAN DIANTARA PEMBINA SSB-SSB

PENGURUS SSB SETIA JAKARTA DENGAN PENGURUS SSB-SSB BANDUNG Pada hari/tanggal : Minggu, 25 Agustus 2013. Pukul : 14.00 s/d 16.00 WIB. Tempat : Jl. Gurame no.2 Bandung. Pemandu Perbincangan : M. Achwani. TOPIK : Tentang Pengembangan Kegiatan Pembinaan sepakbola Usia Dini dan Usia Muda DIHADIRI OLEH :
1. Pengurus SSB Setia Jakarta, (1) JC Murad, (2) Edi Yanto. 2. Pengurus SSB NR, (3) M. Achwani, (4) Moh. Hermawan. 3. Pengurus SSB Saswco, (5) Juju S. 4. Pengurus SSB Elput, (6) E. Rahmat. 5. Liga Junior Bandung, (7) Yusuf Bachtiar, (8) Bambang Alam, (9) Ranu Kaznu (Bone FC). 6. Pengurus SSB Falber, (10) Deni S. 7. Pengurus SSB Saint Prima, (11) Dedih Sonjaya. 8. Pengurus SSB IM, (12) Aam. 9. Pengurus Football Plus, (13) Asep Yudi. 10. Pengurus SSB Pro Duta, (14) Lukman W. 11. Pengurus SSB Sultan Muda, (15) Boyke Adam, (16) Sule, (17) Diki.

POKOK PERBINCANGAN :
1. Perbincangan ini atas inisiatif Pengurus SSB Setia Jakarta JC Murad yang berkeinginan bertemu dengan Pengurus SSB-SSB di Bandung untuk berbagi pengalaman dalam sebuah perbincangan antar sesama Pengurus SSB yang membina Pemain Usia Dini Dan Usia Muda, dengan tuan rumah M. Achwani dan Moh. Hermawan SSB NR. 2. Mengamati perkembangan kegiatan Pembinaan Sepakbola Usia Dini dan Usia Muda di lingkungan SSB-SSB terutama di Jakarta dan di Bandung cukup bagus, mengingat begitu banyaknya kegiatan latihan dan pertandingan yang digelar bagi para Pemain SSB dalam berbagai kelompok usia, sehingga dipandang perlu untuk melakukan perbincangan diseputar bagaimana mencari cara sebenarnya tentang Pembinaan Pemain Usia Dini dan Usia Muda. 3. Penyampaian gagasan membuat pengelompokan SSB-SSB se Kota dan melakukan perlawatan timbal balik dengan kelompok SSB lain Kota yang disampaikan oleh Pengurus SSB Setia Jakarta JC Murad, yaitu untuk melakukan kegiatan Mitra Latih dan Mitra Tanding antara SSB-SSB di Jakarta dan Bandung.
1

URAIAN HASIL PERBINCANGAN :
1. Perlunya melakukan cara membina dengan pendekatan yang berbeda terhadap Pemain Usia Dini dan Pemain Usia Muda atau tidak sama dengan pendekatan kepada Pemain Dewasa. 2. Pembinaan Pemain Usia Dini di lingkungan SSB-SSB agar diusahakan lebih mendekati sebagaimana termaktub dalam Panduan FIFA Grassroots, seperti jangan perlakukan anak-anak seperti orang dewasa atau perlakukan anak sesuai usianya, pembinaan bagi Pemain di usia itu adalah bersifat fun serta untuk membangun fondasi teknik dasar bermain sepakbola dan bukan untuk membentuk tim. 3. Pembina dan Pelatih Grassroots harus bisa membuat suasana menyenangkan agar anak didiknya lebih menyukai sepakbola, memberikan kebebasan kepada anak didiknya untuk mengekspresikan dirinya saat bermain sepakbola, melakukan komunikasi dua arah di dalam memberikan brifing baik saat berlatih maupun bertanding. 4. Festival Grassroots ada yang bersifat Festival Pelatihan dan ada yang bersifat Festival Pertandingan. Festival Pelatihan di lakukan sehari dalam durasi waktu 1.5 s/d 2 jam, dengan materi pelatihan sesuai panduan FIFA GRASSROOTS, seperti menendang bolamengontrol bola-menggiring bola (plus Kiper menangkap bola). Festival Pertandingan dengan memperhatikan prinsip semua Pemain harus di turunkan, Pemain diberi kebebasan untuk menampilkan semua kemampuannya, bermain untuk menang tetapi kemenangan bukan tujuan semata, bermain Fair Play dan mendapatkan Kartu Hijau bagi yang berlaku sportif, tidak ada juara yang ada Tim Terbaik dan penghargaan tidak dalam bentuk Piala ataupun Uang dan yang sejenisnya, Pelatih lebih bersifat memandu dengan komunikasi dua arah membimbing anak didiknya berekspresi ketika bermain sepakbola dengan tanpa tekanan atau keharusan apapun. 5. Program Pelatihan perlu dilakukan secara seimbang dengan Program Pertandingan bagi Usia Dini dan Usia Muda, harus diatur kapan harus berlatih dan kapan harus bertanding. Berlatih untuk menghadapi pertandingan itu bagus, tetapi jangan terlalu banyak mengikuti Pertandingan karena hal itu akan membuat kesulitan untuk melakukan evaluasi perkembangan atau kemajuan anak didik, sebab seharusnya setiap sesudah mengikuti Pertandingan dibuat evaluasi penampilan para Pemainnya, kemudian kembali berlatih dalam waktu yang cukup bila memang akan mengikuti Pertandingan berikutnya. 6. Pengelompokan SSB sekota dapat di lakukan masing-masing Kota, kemudian diantara 8 SSB yang tegabung dalam sebuah kelompok tersebut, melakukan mitra latih dan mitra tanding setiap 2 atau 3 bulan sekali bagi Kelompok Usia Dini dan Usia Muda (MA). 7. Pengelompokan tersebut dapat dikembangkan sebagaimana inisiatif Pengurus Setia Jakarta JC Murad, untuk berkelompok diantara SSB Jakarta dengan SSB Bandung, jumlah dari masing-masing Kota dapat dimulai dengan 4 atau 8 SSB. 8. Untuk mematangkan kedua gagasan tersebut terutama untuk memastikan siapa 4 atau 8 SSB tersebut dari masing-masing Kota bersangkutan dan Kelompok Usia berapa, perlu dilakukan perbincangan lanjutan tersendiri diantara SSB masing-masing Kota. 9. Seusai perbincangan dilanjutkan pencerahan tentang MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS, DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI DAN PROGRAM SETIAP HARI MINGGU UNTUK PEMAIN CILIK (MA).
2

DATA NAMA PENGURUS SSB DAN NOMOR KONTAK :
1. JC Murad – 0856 7434 277. 2. Edi Yanto – 0821 1060 9431. 3. M. Achwani - 0878 7506 1951. 4. Moh. Hermawan - 0815 6013 440. 5. Juju S – 0813 9410 5750. 6. E. Rahmat – 0852 2261 3989. 7. Yusuf Bachtiar – 0812 211 888. 8. Bambang Alam – 0813 2223 6470. 9. Ranu Kaznu – 0812 234 7515. 10. Deni S – 0819 1020 8203. 11. Dedih Sonjaya – 0813 9408 1614. 12. Aam – 0813 2021 0016. 13. Asep Yudi - 0821 2827 5585. 14. Boyke Adam/Sule/Diki – 0821 1708 6888. 15. Lukman W – 0813 2061 0598. BANDUNG, 25 AGUSTUS 2013. PEMANDU,

M. ACHWANI

3