Penyakit kelenjar urap dr.

Siti Hajar, SpKK

I. Kelenjar sebum
a. b. Acne vulgaris Acne rosasea

II.Kelenjar keringat
a. b. Hidradenitis Supuratif Hyperhidrosis

Faktor instrinsik : ras. peningkatan eksresi sebum 2. hormonal.ACNE Yi: peradangan kronik dari folikel polisebacea  Multi faktorial a. usia b. familial. kolonisasi dari saluran pilosebacea dengan propionibakterium acne 4. hiperkeratosis dari saluran pilosebasea 3. musim. Faktor eksternal : makanan. bebasnya mediator – mediator peradangan . stress  Etiopatogenesis 1.

varian acne 1. Varian.conglobate acne 4.acne ekscoriase 2.drugs induced acne 6.phisical acne .infantile acne 7.chlor acne 3.kosmetik/pomade acne 5.

tingkat IV: >50 komedo pada satu sisi .spot counting.tingkat III : 25 .tingkat I : <10 komedo pada satu sisi .50 komedo pada satu sisi .fotografi 1. menghitung lesi . Acne tipe komedonal .KLASIFIKASI 1. klasifikasi ”cunliffe” . Klasifikasi ”plewig dan kligmann” a. ada tidaknya peradangan .overall grading.tingkat II : 10 – 25 komedo pada satu sisi .

tingkat 1II : pada satu sisi 20 .tingkat 1I : pada satu sisi 10 .30 lesi meradang tingkat 1 : pada satu sisi >30 lesi meradang C.20 lesi meradang .a. Acne konglobata .tingkat 1 : pada satu sisi <10 lesi meradang . Acne tipe papulopustuler .

5. 4. 2. Pemeriksaan klinis Ekstraksi komedo Histopatologis Skin surface lipid Pemeriksaan biologis .Diagnosa 1. 3.

tetrasiklin. PUVA. kina. radiasi. rifampisin. bahan kimia yang kontak dengan kulit . pil KB Aplikasi topikal: kortikosteroid. Etiopatogenesis Induksi obat sistemik: kortikosteroid. fenobarbital. INH. B complex.

polikulitis. Gejala klinik .Anamnesis obat (+)  DD : . drug eruption. malaise. polimorfik/oligomorfik Sekunder: komedo . . pioderma. gatal (-) .lesi: papul/pustul.akut/ subakut .Subjektif : Demam. acne vulgaris.predileksi bagian tubuh yang ada folikel polisebasea .Acne Venenata.

Topikal : obat-obat yg iritasi . Hentikan obat yang dipakai 2. Sestemik : anti bakteri sistemik 3.Penatalaksanaan 1.

inguinal.Th/ : sistemik AB Topikal Antiseptik Eksisi .Lokalisasi : Aksilla. perineum .HIDRADENITIS SUPURATIF Yi : peradangan kronis dari kljr apokrin .Sering disertai acne konglobata .

dagu. acne. shock →hipoglikemi . Seboroika.Penyebab : Stress.Th/ : 20% Alumuniumkhlorida dalam alkohol 70%. Formalin 5-10% PERIORAL DERMATITIS - Papula-pustula : Gatal. rosasea Th/ : Terasiklin . emosi.HIPERHIDROSIS Yi : Keringat > 2x ok aktifitas yg berlebihan dari kelj ekrin . hidung dan mata Etiologi : ok pemakaian kortikosteroid topikal DD : D.rasa terbakar Disekitar mulut.

musim. def Vit.ROSASEA Yi : peny kulit kronis di daerah sentral wajah yg menonjol (cembung). sebore .  Etiopatogenesis : makanan. phisikis. infeksi. imunologis.

Erupsi acne formis 2. DD 1.Acne venenata / visis 3.Rosasea 4.Perioral dermatitis .

Umum emosi penderita diit penggunaan kosmetik istirahat exercise 2. Khusus sebosupresion keratolisis penurunan propionibacterium acne mencegah sikatrik .Penatalaksanaan 1.

resosinol (1-5%).Terapi khusus 1.5-10%). AHA (Asam glikolat 3-8%). komedonal a. sabun yang lembut b.anti bakteri: tetrasiklin 250 – 1 gr/hari.keratolisis. asam azelat (15-20%). doksisiklin 50-100 mg/hr . eritromisin 4 x 250 mg/hr. sulfur (4-8%). peeling ringan. benzil peroksida (2. ekstraksi komedo. oral .25-1%). asam salisilat (2-5%) (jika perlu). topikal . tretinoin (0.

eritromisin.000 UI/hr . oral anti baktei: tetrasiklin. eritromisin. kortikosteroid.1. Papulopustular a.000-150. klindamisin tingkat III-IV: benzoil peroksida (2. benzoil peroksida (2.5-10%). doksisiklin. eritromisin. vitamin A 50. injeksi triamsinolon b. topikal tingkat I – II : asam azelat (15-20%).5-10%).

eritromisin. benzoil peroksida (2.2. tetrasiklin. oral: anti bakteri. kortikosteroid krim. eritromisin. vitamin A . kortikosteroid. injeksi triamsinolon b.5-10%). topikal : asam azelat (15-20%). doksisiklin. Konglobata a. klindamisin.

radiasi. rifampisin. INH. fenobarbital.ERUPSI ACNE FORMIS Yi: kelainan kulit yang menyerupai acne berupa peradangan folikuler terjadi oleh karena eksresi substansi penyebab (obat dll) pada kelenjar kulit  Etiopatogenesis Induksi obat sistemik: kortikosteroid. kina. tetrasiklin. B complex. pil KB Aplikasi topikal: kortikosteroid. bahan kimia yang kontak dengan kulit . PUVA.

pioderma. drug eruption.lesi: papul/pustul.Subjektif : Demam. acne vulgaris. gatal (-) . polimorfik/oligomorfik Sekunder: komedo .Anamnesis obat (+)  DD : . polikulitis. Gejala klinik . malaise. .Acne Venenata.predileksi bagian tubuh yang ada folikel polisebasea .akut/ subakut .

 Penatalaksanaan : 1. Sestemik : anti bakteri sistemik 3. Hentikan obat yang dipakai 2. Topikal : obat-obat yg iritasi .

HIDRADENITIS SUPURATIF Yi : peradangan kronis dari kljr apokrin .Th/ : sistemik AB Topikal Antiseptik Eksisi . inguinal. perineum .Sering disertai acne konglobata .Lokalisasi : Aksilla.

Papula-pustula : .rasa terbakar . emosi.Penyebab : Stress. rosasea . shock →hipoglikemi . Seboroika. acne.Th/ : Terasiklin .DD : D.Gatal.Disekitar mulut. Formalin 5-10% PERIORAL DERMATITIS . hidung dan mata .Etiologi : ok pemakaian kortikosteroid topikal .Th/ : 20% Alumuniumkhlorida dalam alkohol 70%. dagu.HIPERHIDROSIS Yi : Keringat > 2x ok aktifitas yg berlebihan dari kelj ekrin .

sebore . imunologis. musim. infeksi. def Vit.  Etiopatogenesis : makanan.ROSASEA Yi : peny kulit kronis di daerah sentral wajah yg menonjol (cembung). phisikis.

Stad III/lanjut : eritema persisten yang dalam.terjadi eritema persisten dan telangiektasis >> c. GK : a. udema→komplikasi rhinofima/peradangan papuler ... pustul dan udema. Stad II : episode akut.. pustul......telangiektasis >> →papul.+ papul. Stad I : eritem → sengatan matahari→telangiektasis b..

ketokonazole 2-5% Isotretinoin 0.75% Imidazol. b.5-2% Metronidazole 0. alkohol.5-1/kg BB/hari Metronidazole 2x500mg/hari lainnya : Tabir surya/pelindung Masase fasial Diet rokok. - Pengobatan : Topikal tetrasiklin. eritromisin. klindamisin 0. benzoil benzoat Kortikosteroid mild Sistemik : Antimikroba : tetrasiklin. c. minosiklin Isotretinoin 0.2% Anti parasit : Krotamiton.kopi.pedas Bedah kulit → Rhinofima Bedah listriok → untuk telangiektasis . lindane. a. doksisiklin.

RHINOPHYMA Yi : pembesaran hidung yg tak teratur. terjadi bertahun-tahun→akibat peningkatan progresif jaringan ikat.predileksi ujung hidung.  GK : . bedah skalpel. dagu.bau tidak enak ok keluar massa debris keratin dari lubang follikel yg membesar  Pengobatan : . cuping telinga . peningkatan kelj sebasea. . dermabrasi. ekstasia vena dan inflamasi yang dalam.Bedah kulit. kauter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful