REVIEW FILM STAR TREKS INTO DARKNESS Hitung berapa banyak sekuel yang pernah Anda lihat yang

lebih bagus dari film pertamanya? Sedikit bukan? Apalagi kalau film pertamanya adalah remake sci:fi superterkenal 'Star Trek' buatan J. J. Abrams yang dirilis pada 2009 lalu ini. Kini Abrams bersama seluruh cast-nya kembali lagi di musim panas ini untuk menunjukkan bahwa mereka bisa membuat film yang lebih bagus dari film pertamanya Star Trek 2009 (atau setidaknya, menyamai kualitas film pertamanya) dalam' Star Trek: Into Darkness'. Bukan Kirk (Chris Pine) namanya kalau tidak terlibat dalam kasus lagi. Walaupun dia bersama seluruh timnya berhasil menyelamatkan gunung merapi yang sedang ngamuk di Planet Nibiru, misi mereka untuk tetap low profile terpaksa diurungkan karena Spock (Zachary Quinto) yang ngotot ingin merelakan dirinya demi kesenjangan para makhluk di planet tersebut. Sang bos pun, Christopher Pike (Bruce Greenwood), marah dan akhirnya Kirk harus mundur dari Kapten Enterprise. Sementara itu di London, seorang lelaki misterius (Benedict Cumberbatch) muncul dan menjadi tersangka utama atas peledakan arsip rahasia Section 31. Para petinggi pun mengadakan pertemuan demi upaya penangkapan lelaki yang menamakan dirinya John Harrison ini. Di tengah-tengah rapat, Harrison muncul dan menyerang mereka. Kirk bersama Spock pun langsung bersama-sama bergerak untuk mencari tahu siapakah John Harrison sebenarnya. Para grup Enterprise pun segera pergi untuk menyelesaikan misi ini. Hanya saja mereka tidak tahu rencana besar tergelap yang akan mereka hadapi selanjutnya. J.J. Abrams adalah seseorang dengan kapasitas otak yang hampir tidak terbatas. Setelah kiprahnya di dunia pertelevisian (dia adalah alasan kenapa Anda semua terobsesi dengan 'Alias', 'Lost' dan 'Fringe'), ia dipanggil Tom Cruise untuk melanjutkan misi Ethan Hunt dalam 'Mission: Impossible III' yang menandai

Tak seperti yang pernah dilakukan oleh Christopher Nolan dalam 'The Dark Knight Trlogi'. Hubungan pertemanan keduanya digali lebih dalam di sini yang menjadi highlight tersendiri. Karl Urban. Sampai akhirnya pada 2009 ia membuktikannya dengan remake sci:fi terkenal yang dicintai sejuta umat. Sayangnya. 'Star Trek'. 'Star Trek: Into Darkness' meskipun masih berhasil menampilkan adegan action yang seru dan visual yang mendebarkan. Walaupun 'M:I III' yang dirilis pada 2006 itu cukup menunjukkan kualitas Abrams (tidak termasuk perolehan box office yang menguntungkan). Film ini masih merupakan sebuah tontonan musim panas yang patut . banyak orang yang masih menilai bahwa Abrams belum menunjukkan kejeniusannya. sudah pasti bagian akhir film ini tidak akan tampil sedramatis itu. Kredit tersendiri buat Benedict Cumberbatch. 'Star Trek: Into Darkness' memang tidak sejelek sekuel Hollywood kebanyakan. Tanpa penampilan keren mereka. Anton Yelchin. Chris Pine dan terutama Zachary Quinto masih tetap prima sebagai Kirk dan Spock. Para pemain lain seperti John Cho. Simon Pegg serta pendatang baru Alice Eve masih memberikan warna yang seru seperti film sebelumnya. tidak berhasil untuk menampilkan sebuah kejutan yang diinginkan. pria yang akrab dengan perannya sebagai Sherlock dalam serial televisi terkenal itu bermain sangat menyenangkan sekaligus menyeramkan sebagai antagonis yang manipulatif. Semua orang yang skeptis (termasuk para Trekkies yang cukup loyal) kepada Abrams sebagai sutradara 'Star Trek' langsung berubah pikiran begitu filmnya dirilis. pintar dan berbahaya. 'Star Trek' adalah sebuah contoh bagaimana seorang sutradara membuat remake yang tidak hanya membuat fans aslinya bahagia tapi juga berhasil menarik para penggemar baru.sepak terjangnya di layar lebar.

disimak. . Sumber.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful