LAPOPRAN PRAKTEK MESIN LISTRIK MOTOR ARUS SEARAH

DISUSUN OLEH : NAMA NIM NAMA NIM : YANUAR EKO SAPUTRA : 12502244002 : DEWI WULANDARI : 12502244004

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

A. Tujuan
1. Dapat menghitung daya masuk, daya keluar, dan efisiensi dari berbagai jenis

generator arus searah.
2. Dapat menggambarkan berbagai macam karakteristik pada masing-masing jenis

generator arus searah.

B. Teori penunjang Dasar Teori Generator Penguat Terpisah dan Generator Penguat Sendiri (Shunt dan Seri serta kompon) 1. Generator Penguat Terpisah Disebut generator penguat terpisah karena sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai lilitan penguat medan magnet adalah terpisah dari rangkaian kelistrikan generator. Sumber tegangan tersebut bisa dari baterai atau sumber listrik arus searah lainnya. 2. Generator Penguat Sendiri Disebut generator penguat sendiri karena sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai lilitan penguat medan magnet diambil dari keluaran generator tersebut. Ditinjau dari cara menyambung lilitan penguat magnetnya, terdapat beberapa jenis yaitu : a. Generator Shunt Generator Shunt adalah generator yang lilitan penguat magnetnya disambung parallel dengan lilitan jangkar. Pada generator ini, jumlah lilitan penguat magnet banyak, namun luas penampang kawatnya kecil. Hal ini bertujuan agar hambatan lilitan penguatnya (Rsh) besar. b. Generator Seri Generator Seri adalah generator yang lilitan penguat magnetnya disambung seri dengan lilitan jangkar. Pada generator ini, jumlah lilitan penguat magnet sedikit, namun luas penampang kawatnya besar. Hal ini bertujuan agar hambatan lilitan penguatnya (Rs) kecil.

dikenal generator kompon bantu (kompon lebih ) dan generator kompon lawan (kompon kurang). Persamaan arus : Persamaan tegangan: . Ditinjau dari cara menyambung masing-masing lilitan panguat medan magnit. Pada masing-masing inti kutub magnet generator kompon terdapat 2 macam lilitan penguat magnet. Dilihat dari cara penyambungannya. yaitu lilitan penguat shunt dan lilitan penguat seri. Persamaan arus : Persamaan tegangan: 2. dan disebut generator kompon lawan jika Φsh dan Φs saling memperlemah. Disebut generator kompon bantu jika Φsh dan Φs saling memperkuat. Generator Kompon Panjang  Disebut generator kompon panjang apabila lil. Generator Kompon Disebut generator kompon karena dalam satu inti magnit terdapat 2 macam lilitan penguat magnit yaitu lilitan ppenguat shunt dan seri.3. Disebut Generator kompon panjang apabila lilitan penguat magnet seri berada dalam rangkain jangkar. jika ditunjau dari arah garis gaya yang dihasilkan oleh masing-masing lilitan penguat. Dari masing-masing jenis sambungan tersebut. Disebut generator kompon pendek apabila lilitan penguat magnet seri berada dalam rangkain jangkar. dikenal generator kompon panjang dan generator kompon pendek. generator kompon dibedakan menjadi 2 yaitu : 1. Generator Kompon Pendek  Disebut generator kompon pendek apabila lilitan penguat magnit seri berada dalam rangkaian beban.itan penguat magnit seri berada dalam rangkaian jangkar.

lama kelamaan generator menghasilkan tegangan yang besar. Rugi Daya Dan Efisiensi Pada generator terdapat dua macam kerugian. walaupun generator diputar dengan kecepatan nominal. Jika salah satu terbalik maka : pada generator penguat terpisah tidak mempengaruhi besar tegangan yang dibangkitkan.4. 5. sehingga walaupun generator diputar dengan kecepatan nominal. tetapi tegangan generator akan hilang. Secara blok diagram. berbagai jenis daya yang terdapat pada generator adalah sebagai berikut : Daya masukan (Pin) daya pada Jangkar (Pa) daya keluaran (PL) Rugi inti dan gesek Keterangan : Rugi tembaga (Pcu) . yaitu rugi inti-gesek dan rugi tembaga. Hal tersebut terjadi karena arus yang mengalir pada lilitan penguat magnet menghasilkan garis-garis gaya magnet yang melawan magnet sisa. Polaritas Tegangan Pada Generator Arus Searah Polaritas tegangan yang dihasilkan oleh lilitan jangkar dipengaruhi oleh arah garis-garis gaya dan arah putaran jangkar. Lain halnya dengan generator penguat sendiri. generator tidak menghasilkan tegangan sesuai yang diharapkan. Daya. hanya polaritas tegangan pada terminal generator terbalik.

1HP =736 watt) Daya masukan generator (Pin) dapat juga ditentukan dengan menggunakan rumus : Pin = T x 2πn/60 Pa = daya pada jangkar = Ea Ia PL = Pout = Daya keluar = V IL = Pa – Pcu Efisiensi generator dapat ditentukan dengan rumus : η = PL/Pin = V IL/HP x 736 = V IL/T x 2 πn/60 Dalam suatu pengujian. Besarnya Ggl Induksi Besarnya ggl induksi pada lilitan jangkar dapat ditentukan dengan rumus : . daya keluaran penggerak mula atau daya masukan generator adalah : Pin = T x 2πn/60 Keterangan : T = Torsi keluaran penggerak mula (Nm) n = Jumlah putaran penggerak mula (rpm) 6. Jika penggerak mula daya keluaran diukur dengan sebuah peralatan (disebut torsi meter).Pin = daya masukan generator = daya jangkar + rugi inti-gesek = daya keluaran penggerak mula(HP. maka jika diubah kesatuan watt. daya masukan generator (Pin) = daya keluaran penggerak mula generator.

b. maka Ea=f(Im).n = tetap Ea = C1φn. n = konstanta b.Ra c. yaitu : a. n = konstan Besarnya tegangan terminal V berkurang disebabkan adanya kerugian tegangan Ia. Karakteristik luar generator penguat terpisah V = f(IL). n = konstan . bukan merupakan garis lurus. melainkan merupakan garis lengkung seperti halnya lengkungan kemagnetan.Ea = pφ(n/60)(Z/A) volt Ea = C1nφ Keterangan : Ea= ggl induksi yang dibangkitkan oleh lilitan jangkar (volt) P = jumlah kutub n= jumlah putaran rotor (rpm) Z = jumlah penghantar total lilitan jangkar φ= jumlah garis-garis gaya magnet (Weber) A = jumlah cabang parallel lilitan jangkar 7. Karakteristik tanpa beban generator terpisah Ea = f(Im). Karakteristik Tanpa Beban Ea =f(Im). n = konstanta a. Karena φ sangat terpengaruh oleh sifat inti magnetnya. Karakteristik tanpa beban generator shunt Ea = f(Im). Karakteristik Luar V=f(IL). Karakteristik generator Terdapat dua karakteristik yang sering diungkap dalam generator.

n = konstan Dengan mengatur arus beban IL. melainkan merupakan garis lengkung seperti halnya lengkung kemagnetan. Karakteristik luar generator seri V = f(IL). pada generator ini penurunan tegangan lebih besar.Ea = C1nφ . Pada hal tegangan terminal V turun akibat kerugian tegangan Ia. Oleh karena itu bentuk karakteristik luar generator penguat seri sama dengan karakteristik tanpa beban Ea = f(Lm) generator shunt Rangkaian Percobaan 1. n = konstan Pada generator seri. Hal ini disebabkan karena arus penguat magnet sangat tergantung oleh besarnya tegangan terminal V. sehingga khusus pada generator penguat seri. maka Ea = f(Im). Karena φ sangat terpengaruh oleh sifat inti magnetnya. Generator Penguat Terpisah . n = konstan Dibandingkan dengan besarnya tegangan terminal pada generator penguat terpisah.Ra. f. bukan merupakan garis linier. Arus penguat magnet diambil dari keluaran generator itu sendiri. Karakteristik luar generator shunt V = f(IL). pengujian generator untuk membuat karakteristik tanpa beban Ea = f(Im) tidak dapat dilakukan satu-satunya karakteristik luarnya. e. berarti mengatur arus penguat magnet serinya. arus penguat seri Is = arus jangkar Ia = arus beban IL. Karakteristik tanpa beban generator seri Ea = f(Im). d.

Rangkaian percobaan generator penguat terpisah Keterangan gambar : Rm : Hambatan asut pada rangkaian generator RL : Hambatan beban resistor 2. Generator Shunt Rangkaian percobaan generator shunt Keterangan gambar : Rm : Hambatan asut pada rangkaian generator .

RL : Hambatan beban resistor 3. Generator Seri 4. Generator kompon panjang .

5. Generator kompon pendek C. Data Ea = f(Im) generator penguat terpisah n=1400 rpm Kenaikan Penurunan n=1300 rpm Kenaikan Penurunan . Data percobaan Tabel 1.

83 644.20 0.10 0.40 0.50 Ea (V) 16 90 165 200 220 230 Im (A) 0 0.6 6.80 0.5 3 3.77 Table 3 Data V= f(IL).79 0.5 420 512.4 3.40 0.8 4.40 0.20 0.59 967.50 Ea (V) 16 80 150 190 220 230 Im (A) 0 0.4 5.0 3.5 585 665 740 ηg 0.60 556.6 Pin 351.10 0. n = 1400 rpm konstan Generator Penguat Terpisah.Im (A) 0 0.30 0.73 0.30 0.81 0. n 1400rpm konstan Generator Shunt Data Pengamatan Data Penghitungan .20 0.0 5.12 Data Penghitungan Pout 220 322.10 0.30 0.10 0.75 732.20 0.40 0.5 2 2.75 0.5 4 V (Volt) 220 215 210 205 195 190 185 T (Nm) 2.67 820.68 439.50 Ea (V) 15 90 150 180 200 220 Tabel 2 Data V = f(IL).63 0.50 Ea (V) 14 74 140 170 200 220 Im (A) 0 0.30 0. Data Pengamatan IL (A) 1 1.

51 996.5 3 3.80 Table 5 Data V= f(IL).5 4 V (volt) 217.67 835.67 0.2 6.5 3 3.43 1.3 4.69 Table 4 Data V = f(IL).5 315 410 506.5 2 2.5 265 375 486 612.44 761. n = 1400 rpm konstan Generator Seri Data Pengamatan IL (A) 1 1.2 5.5 728 ηg 0.IL (A) 1 1.64 0.67 0.75 732.4 5 5.040.80 0.56 615. n 1400rpm konstan Generator Kompon Panjang sebagai Kompon Bantu .56 0.78 0.24 908.5 4 V (volt) 80 105 132.53 234.68 483.2 6.61 0.45 351.4 3.2 Pin (watt) 146.25 585 665 720 ηg 0.7 6.5 210 205 202.55 0.5 195 190 180 T (Nm) 3.39 0.8 7.5 2 2.51 Data Penghitungan Pout (watt) 80 157.49 0.79 0.8 4.6 2.1 Pin (watt) 556.83 644.39 Pout (watt) 217.75 0.5 150 162 175 182 T (Nm) 1 1.97 908.

5 3 3.5 252.72 1.72 1.56 0.Data Pengamatan IL (A) 1 1.5 267.25 757.37 0.5 367.58 D.5 495 631.406.4 8.56 1.5 2 2.2 6.5 255 T (Nm) 5.5 4 V (volt) 275 267.32 0.35 1.553.50 0. Analisa Data . n 1400rpm konstan Generator Kompon Pendek sebagai Kompon Bantu Data Pengamatan IL (A) 1 1.6 9.7 9.7 12.35 1.5 4 V (volt) 242.75 1020 ηg 0.39 0.25 1.4 7.5 750 918.5 252.81 1.44 1.714.46 0.54 0.7 Pin (watt) 967.8 12 Pin (watt) 761.19 1.25 535 662.42 0.97 Data Penghitungan Pout (watt) 275 401.47 0.5 260 T (Nm) 6.084.48 0.54 0.5 252.5 245 247.6 7.84 1.406.12 1.97 937.582.6 10.75 1040 ηg 0.6 10.6 11.40 Data Penghitungan Pout (watt) 242.5 3 3.56 Table 6 Data V= f(IL).5 883.28 0.4 8.5 265 250 262.5 2 2.274.758.860.084.260.

Pada generator penguat terpisah. Pada saat penurunan arus. tegangan yang dihasilkan semakin menurun. Pada generator seri arus medan magnet. Hal ini disebabkan oleh arus yang mengalir pada generator itu sendiri. . Semakin cepat putarannya. Begitu juga dengan Pin dan Pout yang hasilnya semakin naik seiring naiknya arus. semakin besar pula Tegangan yang dibangkitkan. Kecepatan putaran generator mempengaruhi nilai tegangan terminal. Generator penguat terpisah sangat dipengaruhi oleh tegangan dan arus di dalamnya. lilitan medan magnit mempunyai medan magnit yang lebih besar dari pada medan magnit pada saat kenaikan arus. Pada generator shunt saat IL naik. Nilai tegangan terminal pada saat penguatan naik dan penguatan turun mempunyai nilai yang berbeda. arus beban dan arus jangkar sama maka karakteristik luarnya serupa dengan karakteristik beban nol pada generator penguat terpisah. meskipun arus penguat medan magnet masih nol tetapi generator sudah menghasilkan tegangan Ea karena magnit tunggal yang berada dalam generator walaupun tegangan yang dibangkitkan kecil. Torsinya naik dan berbanding terbalik dengan tegangannya.

Karena dipengaruhi oleh besar ggl induksi yang dibangkitkan oleh generator. 2. Karena ada pengaruh histerisis maka saat penguat naik dan turun harganya akan berbeda. 5. Disebabkan karena medan magnet yang ditimbulkan oleh lilitan penguat medan magnet melawan medan magnet utama yang seharusnya memperkuat medan utama menjadi melemahkan medan magnet utama.D. JAWAB 1. Ini disebabkan pada kumparan penguat medan magnet masih terdapat medan magnet tinggal atau histerisis sehingga jika rotor generator berputar maka akan terjadi ggl induksi pada rotor. Gambar karakteristik luar generator penguat terpisah. Gambar karakteristik tanpa beban generator penguat terpisah 4. shunt. 6. seri dalam satu sumbu . 3.

4 x 2 x 3.8 x 2 x 3.39 Untuk generator Seri .14 x 1400 / 60) = 0.5 x 1)/(3. Menghitung effisiensi masing-masing generator untuk masing-masing perubahan arus beban Efisiensi generator Untuk generator penguat terpisah Untuk IL = 1A ηg = Pout/Pin = (V xIL)/(T x 2πn/60) = (220x 1)/(2.14 x 1400 / 60) = 0.63 Untuk generator Shunt Untuk IL = 1A ηg = Pout/Pin = (V x IL)/(T x 2πn/60) = (217.7.

Gambar karakteristik luar V= f(IL) pada n = 1400 rpm konstan generator .14 x 1400 / 60) = 0.55 Gambar grafik ηg =f(IL) untuk masing-masing jenis dalam satu sumbu 8.Untuk IL = 1A ηg = Pout/Pin = (V x IL)/(T x 2πn/60) = (80 x 1)/(1 x 2 x 3.

Karena saat beban semakin besar maka IL akan ikut naik. Yang pada akhirnya tegangan keluaran generator juga ikut. 10. Sudah ada ditabel 11. Pada saat IL naik maka induksi pada kumparan seri meningkat dan menguatkan induksi generator. Gambar efisiensi generator pada generator kompon panjang sebagai kompon bantu dan kompon pendek sebagai kompon bantu .9.

maka ggl akan dibangkitkan dalam konduktor itu.N d / dt dimana : N  e : jumlah lilitan : fluksi magnet : Tegangan imbas. Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum Faraday : e = . Generator kompon bantu digunakan untuk mendapatkan tegangan keluaran yang tinggi atau sebaliknya untuk kompon lawan untuk mendapatkan tegangan yang semakin rendah. Pada kompon lawan memiliki batas arus beban yang harus diperhatikan. ggl(gaya gerak listrik) Dengan lain perkataan. Tegangan yang dibangkitkan untuk putaran 1400 dan 1300 rpm berbeda 3. Pada pengujian generator seri tidak ada raus dan tegangan tidak ada medan magnet tinggal menyebabkan tidak ada ggl induksi 4. apa bila terlalu besar arus IL nya maka tegangan generator tidak keluar (0V). apabila suau konduktor memotong garis-garis fluksi magnetik yang berubah-ubah. Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan ggl adalah :  harus ada konduktor ( hantaran kawat )  harus ada medan magnetik . 5. Kesimpulan 1. Pada pengujian generator penguat terpisah tegangan terminal generator saat arus penguat naik dan turun harganya berbeda 2.E.

 harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam medan. . atau ada fluksi yang berubah yang memotong konduktor itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful