P. 1
SIROSIS HEPATIS-kuliah

SIROSIS HEPATIS-kuliah

|Views: 22|Likes:
Published by Adistri Kim
hepat
hepat

More info:

Published by: Adistri Kim on Sep 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2014

pdf

text

original

CIRRHOSIS HEPATIS

FAUZI YUSUF

Pendahuluan

Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif.

Epidemiologi
 

40 % pasien sirosis  asimptomatis USA  360 per 100.000 penduduk
– Penyebab utama Alkoholik maupun infeksi virus

kronik

Penelitian melaporkan perlemakan hati  nonalkoholik steatohepatitis (NASH, Prevalensi 4%)  sirosis hati dgn prevalensi 0,3 %  RS Dr. Sardjito Yogyakarta  Sirosis hepatis = 4,1 % dari total pasien yang dirawat di Bagian PD dalam kurun waktu 1 tahun (2004)  Medan dalam kurun waktu 4 tahun  819 (4%) pasien dari seluruh pasien di Bagian PD

Klasifikasi  Konvensional – Makronodular (Ø >  Etiologi dan Morfologi – Alkoholik dari 3 mm) – Mikronodular (Ø < dari 3 mm) – Campuran mikro dan makronodular – Kriptogenik & Post hepatitis – Biliaris – Kardiak – Metabolik. keturunan dan terkait obat .

Sitomegalovirus) Penyakit Keturunan & Metabolik – – – – – – – – – Defisiensi 1-antitripsin Sindrom Fanconi Galaktosemia Peny.D.Etiologi  Penyakit Infeksi – – – – –  Bruselosis Ekinokokus Skistosomiasis Toksoplasmosis Hepatitis Virus (A.C.B. Simpanan Glikogen Hemokromatosis Intoleransi Fruktosa Herediter Tirosinemaia herediter Peny. Wilson . Gaucher Peny.

Etiologi Di negara barat  alkohol  Di Indonesia  Infeksi Virus Hepatitis B or C  Indonesia :  – Virus hepatitis B  sirosis sebesar 40-50% – Virus hepatitis C  sirosis sebesar 30-40% – 10-20 % penyebab tidak diketahui .

Usus inflamasi – Fatty liver non kronik – Fibrosis Kistik – Pintas Jejunoileal – Sarkoidosis alkoholik – Sirosis bilier primer – Kolangitis bilier primer .Etiologi (lain)  Obat & toksin – Alkohol – Amiodaron – Arsenik – Obstruksi Bilier  Penyebab lain – Peny.

GEJALA SIROSIS • Stadium Awal  Asimptomatis • Gejala awal (kompensata) : – – – – – Mudah lelah & lemas Selera makan berkurang Perut kembung Mual BB turun • Pada laki-laki dapat timbul  impotensi. buah dada membesar & Hilangnya dorongan seksualitas . testis mengecil.

dll  sampai koma.GEJALA SIROSIS • Sirosis Dekompensata  gejala lebih menonjol. . gangguan siklus haid. perdarahan gusi & epistaksis. gangguan tidur dan demam tidak tinggi – Gangguan pembekuan darah. terutama bila timbul kegagalan hati & hipertensi porta : – Hilang rambut badan.

TEMUAN KLINIS • Spider Angiomaspiderangiomata (spider nevi) • Eritema Palmaris • Kuku-Kuku Murche • Gynekomastia • Splenomegali • Asites • Fetor Hepatikum • Asterixis .bilateral • Tanda Lain yg menyertai: – Demam yg tidak tinggi – Batu pada vesika felea akibat hemolisis – Pembesaran Kelenjar parotis  sirosis alkoholik .

Gambaran Laboratorium • AST SGOT (Serum Glutamil Oksalo Asetat) & ALT (Alanin Aminotransferase) SGPT (serum Glutamil Piruvat Transaminase) meningkat • AST > meningkat daripada ALT • Alkali Phosfatase ↑ 2-3 dari normal • GGT (Gamma Glutamil Transpeptidase) meningkat  pada alkoholik kronik (Aspartat Aminotransferase) / .

Gambaran Laboratorium • Bilirubin  bisa N pada sirosis kompensata  ↑ pada sirosis lanjut • Albumin ↓ • Globulin ↑ • Waktu protombim memanjang • Na serum ↓ (pada sirosis dengan asites) .

trombosis vena porta • Tomografi komputerisasi  biaya mahal • MRI  tidak jelas mendiagnosa Sirosis . asites.RADIOLOGI • Barium Meal dan endoskopi  Melihat varises & konfirmasi hipertensi porta • USG  menilai Hati. splenomegali.

DIAGNOSIS • • • • Pemeriksaan Fisis Laboratorium : serologi/biokimia USG Pada kasus tertentu  biopsi hati .

KOMPLIKASI • Peritonitis Bakterial Spontan (PBS) • Sindroma Hepatorenal • Hipertensi Porta  varises Oesophagus • Ensefalopati hepatik • Sindrom Hepatopulmonal .

PENGOBATAN • Mengurangi progresi penyakit • Menghindarkan bahan Yg bisa menambah kerusakan hati • Pencegahan & penanganan komplikasi .

Patologi & Patogenesis  Sirosis Alkoholik = Sirosis Laennec  ditandai : – Pembentukan jaringan parut Yg difus – Kehilangan sel-sel hati yang uniform – Nodul degeneratif Kadang disebut sirosis mikronoduler  Tiga lesi utama akibat induksi alkohol  – Perlemakan hati alkoholik – Hepatitis alkoholik – Sirosis alkoholik .

Makroskopis Sirosis Laennec .

Makroskopis Sirosis Laennec ( Mikronoduler ) .

Makroskopis Sirosis Laennec ( Mikronoduli ) .

jamur. fosfor.Sirosis Post Nekrotik = Sirosis Toksik  Etiologi :   Hepatitis Kronik Aktif (HKA) Intoksikasi bahan kimia/obat2an : – Kimia : • CCl4. dsb – Obat1an : • Methyl dopa • Isodiasid  50 % tdk diketahui penyebabnya ( Kriptogenik) .

Makroskopis Sirosis Toksik (Makronoduler) .

Makroskopis & Mikroskopis Sirosis Toksik .

Sirosis Bilier   Etiologi : – Cholestasis yg lama Patologi dibagi atas PRIMER & SEKUNDER  Prognose : – Primer maupun sekunder mempunyai prognose jelek .

Sirosis Bilier Primer   Etiologi : – Bendungan empedu intra-hepatik kronis Insiden : – Banyak pd wanita – Usia pertengahan  Patogenesis : Merupakan penyakit autoimun. – Akibat pembentukan Auto-Ab  reaksi Ag – Ab -> merusak saluran empedu intra hepatal . kadang2 familier.

Empedu (pd bayi)  Insiden : – Banyak pd wanita – Usia sekitar 50 thn  Klinis: – Gejala2 sirosis Hati – Gejala2 penyebab obstruksi – Gejala2 Obstruksi empedu .Sirosis Bilier Sekunder  Etiologi : – Bendungan empedu ekstra-hepatik kronis misalnya :  Striktura duct. Choledochus  Atresia kongenital ekstra-hepatik sal. Choledochus  Karsinoma dlm duct. Choledochus pos-operasi  Batu dlm duct.

Bilier Primer & Sekunder .Patologi S.

Fibrosis & siderosis Pankreas .Pigmentasi kulit .Sirosis pigmen .Fibrosis & siderosis organ lain .Sirosis Pigmen Merupakan bagian dari HEMOKROMATOSIS yaitu sindroma yg terdiri dari : .

.Diet mengandung Fe terlalu banyak.Sirosis Pigmen  Etiologi : – Hemokromatosis primer idiopatik ( 2 % ) * Kelainan bawaan dari metab. Fe yg familial dan herediter – Hemokromatosis sekunder * Disebabkan oleh : .Parenteral : Obat & transfusi .

Sirosis Pigmen  Makroskopis : – Stad. Dini : – Hati membesar – Permukaan halus & warna coklat tua – Stad. Lanjut : – Hati mengecil – Permukaan berdungkul halus & difus (mikronoduli) .

Morfologi & Klinis Sirosis Pigmen .

Sirosis Pigmen  Klinis : – – – – – – Kadar Fe dlm plasma sangat meningkat Pigmentasi kulit Adanya diabetes melitus Adanya gejala sirosis hepatis Gangguan fungsi jantung  gagal jantung Gangguan endokrin  Bisa Menjadi Hepatokarsinoma (7-22%) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->