You are on page 1of 39

362.

11 Ind p BUKU SERI -2

BUKU SERI - 2

PEDOMAN
LOKAKARYA MINI PUSKESMAS

PEDOMAN

LOKAKARYA MINI PUSKESMAS

DEPARTEMEN KESEHATAN 2006 2006 DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN 2006

DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN KESEHATAN MASYARAKAT

362.11 Ind p

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Pedoman perencanaan tingkat puskesmas.--- Jakarta : Departemen Kesehatan, 2006. I. Judul 1. COMMUNITY HEALTH SERVICES-

ii

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas tersusunnya Pedoman Manajemen Puskesmas sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas. Pedoman Manajemen Puskesmas ini terdiri dari 3 seri buku yaitu : 1. Buku Seri 1 : Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas 2. Buku Seri 2 : Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas 3. Buku Seri 3 : Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas Buku pedoman tersebut merupakan penyempurnaan dari buku pedoman yang telah ada sebelumnya. Proses penyempurnaan yang dilaksanakan meliputi penyesuaian dengan kebijakan yang baru, masukan narasumber serta uji coba pedoman yang melibatkan lintas program di Dinas Kesehatan Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas. Puskesmas adalah unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang merupakan ujung tombak penyelenggara pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan Puskesmas perlu dikelola melalui pencapaian manajemen Puskesmas secara optimal. Akan tetapi sesuai dengan semangat desentralisasi masing-masing daerah dapat menerapkan model metode manajemen yang dianggap paling sesuai. Namun prinsipnya manajemen tersebut merupakan suatu siklus yang tidak terputus. artinya evaluasi hasil kinerja/kegiatan yang dilaksanakan harus dapat digunakan untuk menyusun perencanaan yang akan datang, dan selanjutnya perencanaan yang dibuat dapat dipantau dan dinilai hasilnya. Buku Pedoman manajemen Puskesmas ini, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Puskesmas dalam penyelenggaraan pelayanan dan kegiatannya. Akhir kata, kami menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna, untuk itu saran dan masukan untuk penyempurnaan buku ini sangat diharapkan.

Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat

Dr. Sri Astuti Soeparmanto, MSc.PH

iii

iv

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Ruang Lingkup
LOKAKARYA MINI BULANAN PUSKESMAS

1 2 2 5 6 6 9

BAB II

A. Pendahuluan B. Tujuan C. Tahapan Kegiatan D. Penyelenggaraan BAB III


LOKAKARYA MINI TRIBULANAN LINTAS SEKTOR

A. Pendahuluan B. Tujuan C. Tahapan Kegiatan D. Penyelenggaraan BAB IV PENUTUP

13 12 12 13 13 14 15 16
18 19

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran - 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8

Contoh susunan acara Lokakarya Mini Bulanan yang pertama Contoh susunan acara Lokakarya Mini Bulanan rutin Contoh susunan acara Lokakarya Mini Tribulanan yang pertama Contoh susunan acara Lokakarya Mini Tribulanan rutin Contoh Formulir Target Cakupan Program Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Formulir Cakupan Program Formulir Analisis Masalah

vi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sesuai dengan yang tersebut di dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN - 2004) bahwa Puskesmas merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama. Adapun fungsi Puskesmas ada tiga yaitu : sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan; pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada 4 azas penyelenggaraan yaitu wilayah kerja, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan. Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya, untuk itu perlu didukung kemampuan manajemen program yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.

B. Tujuan

1. Umum Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan. 2. Khusus a. Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor. b. Terpantaunya hasil kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan. c. Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas. d. Teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya pemecahan masalah. e. Tersusunnya rencana kerja untuk periode selanjutnya.
C. Ruang Lingkup

Keberhasilan

pembangunan program

kesehatan kesehatan

memerlukan memerlukan

keterpaduan baik lintas program maupun lintas sektor. Penyelenggaraan dukungan lintas sektor terkait. Olehkarenanya Puskesmas harus melakukan kerjasama dengan lintas sektor agar diperoleh dan dukungan dalam berbagai pelaksanaan kegiatan adalah berbagai melalui kegiatannya. Salah satu bentuk upaya untuk penggalangan pemantauan pertemuan, dalam hal ini adalah melalui Lokakarya Mini. 2 2

Pada dasarnya ruang lingkup lokakarya mini meliputi dua hal pokok yaitu : 1. Lintas Program Memantau pelaksanaan kegiatan Puskesmas berdasarkan perencanaan dan memecahkan masalah yang dihadapi serta tersusunnya rencana kerja baru. Pertemuan bertujuan untuk : a. Meningkatkan kerjasama antar petugas intern Puskesmas, termasuk Puskesmas Pembantu dan Bidan di Desa. b. Mendapatkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan yaitu Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). c. Meningkatkan motivasi petugas Puskesmas untuk dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan (RPK). d. Mengkaji pelaksanaan rencana kerja (RPK) yang telah disusun, memecahkan masalah yang terjadi dan menyusun upaya pemecahan dalam bentuk rencana kerja yang baru. 2. Lintas Sektor Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-sektor yang bersangkutan kesehatan. dalam an pelaksananan pembangunan

Pertemuan dilaksanakan untuk :

a. Mendapatkan kesepakatan rencana kerja lintas sektoral dalam membina dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. b. Mengkaji hasil kegiatan kerja sama, memecahkan masalah yang terjadi serta menyusun upaya pemecahan dalam bentuk rencana kerja sama.

4 4

BAB III LOKAKARYA MINI BULANAN PUSKESMAS

A.

PENDAHULUAN Proses manajemen Perencanaan belum terlaksana dengan baik apabila tidak dilanjutkan dengan pemantauan dan perencanaan ulang. Tindak lanjut bertujuan untuk menilai sampai seberapa jauh pencapaian dan hambatan-hambatan yang dijumpai oleh para pelaksanaannya pada bulan yang lalu, sekaligus melakukan pelaksananya pemantauan rencana kegiatan Puskesmas; sehingga dapat dibuat perencanaan ulang yang lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Disamping itu, kita ketahui bersama bahwa keberhasilan lintas sektor. Pengorganisasian dan keterpaduan lintas program, artinya pelaksanaan kegiatan Puskesmas memerlukan pengorganisasian dan keterpaduan baik lintas program maupun

keterpaduan internal Puskesmas, bertujuan agar seluruh petugas mempunyai rasa memiliki dan meningkatkan motivasi dalam melaksanakan Puskesmas. seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh

Tindak dari perencanaan adalah mengadakan pengorganisasian Tindaklanjut lanjut dari perencanaan adalah mengadakan intern Puskesmas dan pemantauan dilaksanakan melalui Lokakarya pengorganisasian intern Puskesmas dan pemantauan melalui Mini Bulanan Puskesmas. Lokakarya Bulanan Puskesmas.

5 5

B. B.

TUJUAN TUJUAN 1. Tujuan Umum 1. Terselenggaranya Tujuan Umum lokakarya bulanan intern Puskesmas dalam Terselenggaranya intern Puskesmas rangka pemantauan lokakarya hasil kerja bulanan petugas Puskesmas dengandalam cara rangka pemantauan hasil kerja petugas Puskesmas dengan cara membandingkan rencana bulan lalu dari setiap petugas membandingkan rencana kerja bulan lalu dari setiap petugas dengan hasil kegiatannya dan membandingkan cakupan dengan dari hasil kegiatannya dan targetnya membandingkan cakupan kegiatan daerah binaan dengan serta tersusunnya kegiatan dari bulan daerah binaan dengan targetnya serta tersusunnya rencana kerja berikutnya. rencana kerja bulan berikutnya. 2. Tujuan Khusus : 2. Tujuan : a. Khusus Diketahuinya hasil kegiatan Puskesmas bulan lalu. a. b. b. c. c. d. d. e. e. Diketahuinya hasil kegiatan Puskesmas bulan lalu. Disampaikannya hasil rapat dari Kabupaten/Kota, Disampaikannya hasil rapat dariserta Kabupaten/Kota, Kecamatan dan berbagai kebijakan program. Kecamatan dan berbagai kebijakan serta program. Diketahuinya hambatan/ masalah dalam pelaksanaan Diketahuinya masalah dalam pelaksanaan kegiatan bulan hambatan/ lalu. kegiatan bulan cara lalu. pemecahan masalah. Dirumuskannya Dirumuskannya cara pemecahan masalah. Disusunnya rencana kerja bulan baru. Disusunnya rencana kerja bulan baru.

C. C.

TAHAPAN KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas diselenggarakan dalam 2 Lokakarya Mini : Bulanan Puskesmas diselenggarakan dalam 2 (dua) tahap yaitu (dua) tahap yaitu 1. Lokakarya Mini: Bulanan yang Pertama 1. Lokakarya LokakaryaMini MiniBulanan Bulanan yang yang Pertama merupakan Lokakarya Lokakarya Mini Bulanan yang Pertama merupakan penggalangan Tim diselenggarakan dalam Lokakarya rangka penggalangan untuk Tim, dapat diselenggarakan dalam kegiatan rangka pengorganisasian terlaksananya rencana pengorganisasian Puskesmas (RPK). untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan Puskesmas (RPK). Pengorganisasian dilaksanakan sebagai penentuan Pengorganisasian dan dilaksanakan penentuan penanggungjawab pelaksana setiapsebagai kegiatan serta untuk penanggungjawab dan pelaksana setiap kegiatan serta untuk

6 6 6

satuan wilayah kerja. Seluruh program kerja dan wilayah kerja Puskesmas dilakukan pembagian habis kepada seluruh petugas Puskesmas, dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimilikinya. Pelaksanaan Lokakarya Mini Bulanan yang pertama adalah sebagai berikut : a. Masukan 1) Penggalangan tim dalam bentuk dinamika kelompok tentang peran, tanggungjawab staf dan kewenangan Puskesmas. 2) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru berkaitan dengan Puskesmas. 3) Informasi tentang tatacara penyusunan rencana kegiatan (Plan Of Action = POA) Puskesmas. b. Proses 1) Inventarisasi kegiatan Puskesmas termasuk kegiatan lapangan/ daerah binaan. 2) Analisis beban kerja tiap petugas. 3) Pembagian tugas baru termasuk pembagian tanggungjawab daerah binaan. 4) Penyusunan rencana kegiatan (Plan Of Action = POA) Puskesmas tahunan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas (RPK). c. Keluaran 1) Rencana kegiatan (Plan Of Action = POA) Puskesmas tahunan.

7 7

2) Kesepakatan 2) Kesepakatan bersama bersama untuk pelaksanaan untuk pelaksanaan kegiatan kegiatan sesuaisesuai dengan dengan POA. POA. 2) Kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kegiatan 3) Matriks 3) Matriks pembagian pembagian tugas dan tugas daerah dan daerah binaan. binaan. 2) sesuai Kesepakatan bersama dengan POA. untuk pelaksanaan kegiatan POA. 3) sesuai Matriksdengan pembagian tugas dan daerah binaan. 2. Lokakarya 2. Lokakarya Mini Bulanan Mini Bulanan Rutin Rutin 3) Matriks pembagian tugas dan daerah binaan. 2. Lokakarya Mini Bulanan Rutin Lokakarya Lokakarya Bulanan Bulanan Puskesmas Puskesmas ini diselenggarakan ini diselenggarakan sebagai sebagai 2. Lokakarya Mini Bulanan Rutin tindak tindak lanjut lanjut dari Lokakarya dari Lokakarya Mini Bulanan Mini Bulanan yang yang pertama. pertama. Lokakarya Bulanan Puskesmas ini diselenggarakan sebagai Lokakarya Lokakarya Bulanan Bulanan Rutin Puskesmas Rutin ini dilaksanakan ini dilaksanakan untuk untuk memantau memantau Lokakarya Bulanan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Lokakarya Mini Bulanan yang pertama. pelaksanaan pelaksanaan POA Puskesmas, POA Puskesmas, yang dilakukan yang dilakukan setiap setiap bulan bulan tindak lanjut dari Lokakarya Mini Bulananuntuk yangmemantau pertama. Lokakarya Bulanan Rutin ini dilaksanakan secarasecara teratur. teratur. Lokakarya Bulanan Rutin ini dilaksanakan untuk memantau pelaksanaan POA Puskesmas, yang dilakukan setiap bulan pelaksanaan POA Puskesmas, yang dilakukan setiap bulan secara teratur. Penanggungjawab Penanggungjawab penyelenggaraan penyelenggaraan Lokakarya Lokakarya Mini Bulanan Mini Bulanan secara teratur.

adalahadalah Kepala Kepala Puskesmas, Puskesmas, yang yang dalam dalam pelaksanaannya pelaksanaannya Penanggungjawab penyelenggaraan Lokakarya Mini Bulanan Bulanan adalah dengan Kepala Puskesmas, yang dalam dibantu dibantu staf Puskesmas staf Puskesmas dengan mengadakan mengadakan rapat rapat kerja kerja Penanggungjawab penyelenggaraan Mini Bulanan adalah Kepala Puskesmas, yang Lokakarya dalam pelaksanaannya pelaksanaannya dibantu staf Puskesmas dengan sepertiseperti biasanya. biasanya. FokusPuskesmas, Fokus utama utama Lokakarya Lokakarya Mini Bulanan Mini Bulanan Rutin Rutin adalah Kepala yang dalam pelaksanaannya dibantu staf Puskesmas dengan mengadakan rapat kerja mengadakan rapatkepada kerjakepada seperti biasanya. Fokus utama adalahadalah ditekankan ditekankan masalah masalah pentingnya pentingnya dibantu staf Puskesmas dengan mengadakan rapat kerja seperti biasanya. Fokus utama Lokakarya Mini Bulanan Rutin Lokakarya Mini Bulanan Rutin adalah ditekankan kepada kesinambungan kesinambungan arah arah dan isinya dan isinya antara antara hal-hal hal-hal yang yang seperti biasanya. Fokus utama Lokakarya Mini Bulanan Rutin adalah ditekankan kepada masalah pentingnya masalah pentingnya kesinambungan arah agar dan kegiatankegiatan direncanakan, direncanakan, pelaksanaannya pelaksanaannya serta hasilnya, serta hasilnya, agar kegiatanadalah ditekankan kepada pentingnya kesinambungan arah dan isinya masalah antara hal-hal yang antara hal-hal yang direncanakan, pelaksanaannya serta kegiatan kegiatan yang dilaksanakan yang dilaksanakan tersebut tersebut dapat dapat berhasil berhasil guna dan guna dan kesinambungan arah dan isinya antara agar hal-hal yang direncanakan, pelaksanaannya serta hasilnya, kegiatanhasilnya, agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berdayaguna. berdayaguna. direncanakan, serta dapat hasilnya, agar guna kegiatankegiatan yang pelaksanaannya dilaksanakan tersebut berhasil dan kegiatan yang dilaksanakan tersebut dapat berhasil guna dan berdayaguna. Pelaksanaan Pelaksanaan Lokakarya Lokakarya Mini Bulanan Mini Bulanan Puskesmas Puskesmas adalahadalah berdayaguna. sebagai sebagai berikutberikut : : Pelaksanaan Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas adalah a. Masukan a. Masukan Lokakarya Mini Bulanan Puskesmas adalah Pelaksanaan sebagai berikut : 1) sebagai Laporan 1) Laporan hasil kegiatan bulan lalu bulan lalu berikut :hasil kegiatan a. Masukan 2) a. Informasi 2) Informasi tentang tentang hasil rapat hasildi rapat Dinas di Dinas Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Masukan 1) Laporan hasil kegiatan bulan lalu 3) Informasi 3) tentang tentang hasil rapat hasildi rapat Kecamatan di Kecamatan 1) Informasi Laporan hasil kegiatan lalu 2) Informasi tentang hasil bulan rapat di Dinas Kabupaten/Kota 4) Informasi 4) tentang tentang kebijakan, kebijakan, program program dan konsep dan konsep baru baru 2) Informasi Dinas Kabupaten/Kota 3) Informasi tentang hasil rapat di Kecamatan 3) Informasi tentang kebijakan, hasil rapat program di Kecamatan 4) dan konsep baru 4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru

Penanggungjawab

penyelenggaraan

Lokakarya

Mini

tersebut dapat berhasil guna dan berdayaguna.

8 8 8

b. b. Proses Proses 1) 1) Analisis Analisis hambatan hambatan dan dan masalah, masalah, antara antara lain lain dengan dengan mempergunakan mempergunakan PWS PWS 2) 2) Analisis Analisissebab sebabmasalah, masalah,khusus khususuntuk untukmutu mutudikaitkan dikaitkan dengan dengan kepatuhan kepatuhan terhadap terhadap standar standar pelayanan pelayanan 3) 3) Merumuskan Merumuskan alternatif alternatif pemecahan pemecahan masalah masalah c. c. Keluaran Keluaran 1) 1) Kesepakatan Kesepakatan untuk untuk melaksanakan melaksanakan kegiatan kegiatan 2) 2) Rencana Rencana kerja kerja bulan bulan yang yang baru baru D. D. PENYELENGGARAAN PENYELENGGARAAN LOKAKARYA LOKAKARYA MINI MINI BULANAN BULANAN Setelah Setelah dipahami dipahami tujuan tujuan dari dari Lokakarya Lokakarya dan dan dari dari tahapan tahapan kegiatan kegiatan tersebut tersebut di di atas, atas, dapat dapat diketahui diketahui materi materi yang yang akan akan diberikan/ diberikan/ dibahas, dibahas, maka maka selanjutnya selanjutnya untuk untuk dapat dapat menyelenggarakannya menyelenggarakannya perlu perlu diperhatikan diperhatikan hal-hal hal-hal sebagai sebagai berikut berikut :: 1. 1. Pengarah Pengarah :: Kepala Kepala Puskesmas Puskesmas 2. 2. Peserta Peserta Seluruh Seluruhpetugas petugasPuskesmas, Puskesmas,termasuk termasukpetugas petugasPuskesmas Puskesmas Pembantu Pembantu dan dan Bidan Bidan di di Desa. Desa. 3. 3. Waktu Waktu Waktu Waktu pelaksanaan pelaksanaan Lokakarya Lokakarya Mini Mini Bulanan Bulanan disesuaikan disesuaikan dengan dengan kondisi kondisi dan dan situasi situasi Puskesmas Puskesmas serta serta kesepakatan kesepakatan dengan dengan Dinas Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota. Misalnya Misalnya pada pada awal awalbulan bulanatau atauhari hariSabtu Sabtuminggu minggupertama pertamaatau atauhari harilain lain yang yang dianggap dianggap tepat. tepat. Demikian Demikian halnya halnya dengan dengan waktu waktu penyelenggaraan penyelenggaraan diatur diatur oleh oleh Puskesmas, Puskesmas, misalnya misalnya peneyelenggaraan peneyelenggaraan pada pada jam jam 10.00 10.00 15.00. 15.00.

99 9

Prinsip yang harus dipegang adalah bahwa Lokakarya Mini Bulanan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh petugas Puskesmas, tanpa mengganggu aktivitas pelayanan serta dapat tercapai tujuan. 4. Acara Pada dasarnya susunan acara Lokakarya Mini Bulanan bersifat dinamis, dapat disusun sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan waktu dan kondisi Puskesmas setempat. Sebagai contoh susunan acara Lokakarya Mini adalah sebagai berikut : a. Lokakarya Mini Bulanan Yang pertama disebut juga dengan Lokakarya Penggalangan Tim 1) Pembukaan 2) Dinamika kelompok 3) Pengenalan program baru 4) POA Puskesmas 5) Analisa beban kerja petugas 6) Pembagian tugas dan desa binaan 7) Kesepakatan untuk melaksanakan rencana kerja baru b. Lokakarya Mini Bulanan Rutin 1) Pembukaan 2) Dinamika Kelompok; menumbuhkan motivasi 3) Pengenalan program baru 4) Inventarisasi kegiatan bulan lalu 5) Analisa pemecahan masalah dan pemecahan 6) Penyusunan kegiatan bulan yang akan datang 7) Pembagian tugas bulan yang akan datang 8) Kesepakatan untuk melaksanakan rencana kerja baru

10 10

5.

Tempat : Diupayakan agar Lokakarya Mini dapat diselenggarakan di Puskesmas, apabila tidak memungkinkan dapat menggunakan tempat lain yang lokasinya berdekatan dengan Puskesmas. Ruang yang dipakai hendaknya cukup untuk menampung semua peserta.

6.

Persiapan : Sebelum pertemuan diadakan, perlu persiapan yang meliputi : a. b. c. d. e. Pemberitahuan hari, tanggal dan jam. Pengaturan tempat, sebaiknya seperti huruf . Papan tulis, spidol dan kertas lembar balik. Rencana Kerja Harian bulan lalu. Membuat visualisasi hasil pelaksanaan kegiatan bulan lalu dibandingkan dengan target bulanan per Desa, antara lain menggunakan PWS. f. g. h. Buku catatan/notulen Rapat Dinas Kesehatan dan Rapat Lintas Sektor/Kecamatan. Materi Pelajaran dan alat peraga yang digunakan. Formulir Rencana Kerja Bulanan secukupnya.

11 11

12

BAB III LOKAKARYA MINI TRIBULANAN LINTAS SEKTOR

A. PENDAHULUAN Setelah melaksanakan penggalangan/peningkatan kerjasama lintas sektoral, sebagai tindak lanjut semangat kerja sama dalam Tim yang telah ditimbulkan dalam lingkungan sektor-sektor yang bersangkutan, perlu Dimana dipelihara kegiatan dengan baik. Disamping sektor itu keberhasilan dikoordinasikan pembangunan kesehatan sangat memerlukan dukungan lintas sektor. masing-masing perlu sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan pelaksanaan kerjasama lintas sektoral dengan lokakarya mini yang diselenggarakan setiap tribulan disebut dengan Lokakarya Mini Tribulanan. B. TUJUAN 1. Umum: Terselenggaranya lokakarya tribulanan lintas sektoral dalam rangka mengkaji hasil kegiatan kerja sama lintas sektoral dan tersusunnya rencana kerja tribulan berikutnya. 2. Khusus:

a. Dibahas dan dipecahkan secara bersama lintas sektoral


masalah dan hambatan yang dihadapi.

12 13

b. Dirumuskannya mekanisme/rencana kerja lintas sektoral yang


baru untuk tribulan yang akan datang.

C. TAHAPAN KEGIATAN LOKAKARYA MINI TRIBULAN LINTAS SEKTORAL Lokakarya mini tribulanan lintas sektor dilaksanakan dalam dua tahap yaitu : 1. Lokakarya Mini Tribulan yang Pertama Lokakrya Mini Tribulan yang Pertama merupakan Lokakarya Lokakarya penggalangan Tim diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian. Pengorganisasian dilaksanakan untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan sektoral yang terkait dengan kesehatan. Pengorganisasian dilaksanakan sebagai penentuan penanggungjawab dan pelaksana setiap kegiatan serta untuk satuan wilayah kerja. Seluruh program kerja dan wilayah kerja kecamatan dilakukan pembagian habis kepada seluruh sektor terkait, dengan mempertimbangkan kewenangan dan bidang yang dimilikinya. Pelaksanaan lokakarya mini tribulanan adalah sebagai berikut : a. Masukan 1) Penggalangan kelompok 2) Informasi tentang program lintas sektor 3) Informasi tentang program kesehatan 4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru tim yang dilakukan melalui dinamika

13 14

b. Proses 1) Inventarisasi peran bantu masing-masing sektor 2) Analisis masalah peran bantu dari masing-masing sektor 3) Pembagian peran dan tugas masing-masing sektor c. Keluaran 1) Kesepakatan tertulis lintas sektor terkait dalam mendukung program kesehatan. 2) Rencana kegiatan masing-masing sektor 2. Lokakarya Mini Tribulanan Rutin Sebagaimana lokakarya bulanan Puskesmas maka lokakarya tribulanan lintas sektoral merupakan tindak lanjut dari lokakarya Penggalangan Kerjasama Lintas Sektoral yang telah dilakukan dan selanjutnya dilakukan tiap tribulan secara tetap. Penyelenggaraan dilakukan oleh Camat dan Puskesmas dibantu sektor terkait di kecamatan. Lokakarya tribulanan lintas sektoral dilaksanakan sebagai berikut:

a. Masukan
1) Laporan kegiatan pelaksanaan program kesehatan dan dukungan sektor terkait 2) Inventarisasi masalah/hambatan dari masing-masing sektor dalam pelaksanaan program kesehatan 3) Pemberian informasi baru

b. Proses
1) Analisis hambatan dan masalah pelaksanaan program kesehatan

14 15

2) Analisis hambatan dan masalah dukungan dari masingmasing sektor 3) Merumuskan cara penyelesaian masalah 4) Menyusun rencana kerja dan menyepakati kegiatan untuk tribulan baru

c. Keluaran
1) Rencana kerja tribulan yang baru 2) Kesepakatan bersama D. PENYELENGGARAN SEKTORAL 1. PERSIAPAN Sebelum lokakarya dilaksanakan, perlu diadakan persiapan yang meliputi: LOKAKARYA TRIBULANAN LINTAS

a. Pendekatan kepada Camat


1) Memimpin lokakarya dengan menjelaskan acaranya. 2) Mengkoordinasikan sektor-sektor agar menyajikan laporan kegiatan dan pembinaan. 3) Mempersiapkan tempat penyelenggaraan lokakarya.

b. Puskesmas melaksanakan:
1) Pembuatan visualisasi hasil-hasil kegiatan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh sektor, antara lain dalam bentuk PWS. 2) Persiapan alat-alat tulis kantor dan formulir kerja tribulan lintas sektor.

15 16

3) Persiapan catatan hasil kesepakatan yang lalu dan instruksi/surat-surat yang berhubungan dengan peran serta masyarakat yang berkaitan dengan sektor kesehatan. 4) Penugasan salah seorang staf untuk membuat notulen lokakarya. 5) Pembuatan surat-surat undangan lokakarya untuk ditandatangani camat.

2. PESERTA Lokakarya Mini tribulanan Lintas sektor dipimpin oleh Camat, adapun peserta Lokakarya Mini Tribulanan adalah sebagai berikut:

a. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota b. Tim Penggerak PKK Kecamatan. c. Puskesmas di wilayah Kecamatan. d. Staf Kecamatan, antara lain: Sekcam, Unit lain yang terkait e. Lintas sektor di kecamatan, antara lain : Pertanian, Agama,
Pendidikan, BKKBN, Sosial

f. Lembaga/orgaisasi kemasyarakatan, antara lain : TP PKK


Kecamatan, BPP/BPKM/Konsil Kesehatan Kecamatan (apabila sudah terbentuk) 3. WAKTU Lokakarya Sedangkan Mini untuk Tribulanan selanjutnya lintas sektor yang setiap pertama tribulan. diselenggarakan pada bulan pertama tahun anggaran berjalan. dilaksanakan Adapun waktu penyelenggaraan disesuaikan dengan kondisi setempat. Yang perlu dijadikan pertimbangan adalah diupayakan agar seluruh peserta dapat menghadiri lokakarya. Lokakarya ini

16 17

diselenggarakan dalam waktu 4 jam. Secara umum jadwal acara Lokakarya mini tribulanan adalah sebagai berikut : a. Lokakarya Mini Tribulanan yang pertama i. Pembukaan ii. Dinamika kelompok iii. Kegiatan sektor iv. Inventarisasi peran bantu sektor v. Analisa hambatan dan masalah vi. Pembagian peran dan tanggungjawab sektor vii. Perumusan rencana kerja viii. Kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan b. Lokakarya Mini Tribulanan rutin i. Pembukaan ii. Dinamika kelompok, menumbuhkan motivasi iii. Kegiatan sektor terkait iv. Masalah dan hambatan masing-masing sektor v. Analisis masalah dan hambatan vi. Upaya pemecahan masalah vii. Rencana kerja tribulan mendatang viii. Kesepakatan pembinaan ix. Kesepakatan bersama x. Penutupan 4. TEMPAT: Tempat penyelenggaraan lokakarya mini tribulanan lintas sektor adalah di Kecamatan atau tempat lain yang dianggap sesuai.

17 18

BAB IV PENUTUP

Pedoman manajemen Puskesmas sangat diperlukan untuk dapat mengoptimalkan penyelenggaraan Puskesmas. Manajemen Puskesmas meliputi perencanaan, lokakarya mini dan penilaian kinerja. Dengan disusunnya pedoman Lokakarya Mini Puskesmas ini dapat dijadikan acuan bagi Puskesmas dalam melakukan Lokakarya Mini serta bagi Kabupaten/Kota untuk melakukan pembinaan ke Puskesmas. Dari proses Lokakarya Mini baik bulanan maupun tribulanan diharapkan pelaksanaan Pelaksanaan dapat dilakukan pemantauan dan pengendalian Rencana identifikasi kegiatan Kegiatan Puskesmas (RPK) berdasarkan Puskesmas,

permasalahan yang dihadapi selanjutnya dilakukan rumusan pemecahannya, sehingga dapat dilakukan perbaikan rencana kegiatan untuk periode berikutnya secara berkesinambungan. Buku pedoman ini bersifat dinamis, sehingga daerah dapat melakukan pengembangan dan penyesuaian berdasarkan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.

18

19

20

Lampiran - 1

Contoh susunan acara penyelenggaraan Lokakarya Mini yang pertama :

JAM 09.30-10.00 10.30-11.15 11.15-12.15 12.15-13.15 13.15-14.00 14.00-15.00 15.00-15.15 15.15-15.30 Pembukaan

ACARA

PENGARAH Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas + staf Kepala Puskesmas + staf Kepala Puskesmas + staf Kepala Puskesmas + staf

Dinamika Kelompok Pengenalan Program Baru Istirahat POA Puskesmas

- Analisas beban kerja - Pembagian tugas dan daerah binaan Kesepakatan untuk melaksanakan Kepala Puskesmas rencana kerja baru Penutupan Kepala Puskesmas

21

Lampiran 2 Contoh : Susunan acara pada Lokakarya Mini Bulanan - rutin

JAM 10.00 -10.30 10.30 -11.15 11.15 -12.15 12.15 -13.15 13.15 -14.00 14.00 -15.00 15.00 -15.30 15.30 -15.45 Pembukaan

ACARA

PENGARAH Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas + staf Pimpinan rapat

Pengenalan Program Baru Inventarisasi kegiatan bulan lalu Istirahat Analisa masalah dan pemecahan

Pimpinan rapat

Penyusunan kegiatan dan pembagian Pimpinan rapat tugas bulan yang akan datang. Kesepakatan untuk rencana kerja baru Penutupan melaksanakan Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas

22

Lampiran 3 Contoh susunan acara pada Lokakarya Mini Tribulanan yang pertama

JAM 09.00 09.15 09.15 10.00 10.00 10.15 10.15 11.15 Pembukaan

ACARA

PENGARAH Camat Tim

Dinamika kelompok Istirahat Kegiatan masing-masing dalam mengembangkan serta masyarakat

sektor Camat peran

11.15 12.15 12.15 13.00 13.00 13.45

Inventarisasi peran bantu masing- Sektor terkait masing sektor Istirahat Analisa hambatan dan masalah Sektor terkait dalam peran bantu masing-masing sektor Pembagian masing-masing sektor Camat

13.45 14.15 14.15 14.45

Perumusan rencana kerja masing- Sektor terkait masing dalam 3 bulan yang akan datang Kesepakatan dan penutupan Camat

14.45 15.00

23

Lampiran 4 Contoh susunan acara pada Lokakarya Mini Tribulanan - rutin

JAM 10.00-10.15 10.15-11.15 11.15-11.45 11.45-12.15 12.15-12.45 12.45-13.15 13.15-13.30 13.30-13.45 Pembukaan

ACARA Camat Camat

PENGARAH

Laporan kegiatan sektor terkait

Masalah/hambatan dari masing- Kepala Puskesmas masing sektor Analisis masalah dan hambatan Pemecahan masalah Rencana kerja tribulan Kesepakatan pembinaan Kesepakatan penutupan bersama Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas dan Camat Kepala Puskesmas dan Camat Ketua Tim Penggerak PKK dan Camat dan Camat

24

Lampiran -5 Lampiran -5 FORMULIR TARGET CAKUPAN PELAYANAN KEGIATAN FORMULIR TARGET CAKUPAN PELAYANAN UPAYA UPAYA KEGIATAN WAJIB WAJIB PUSKESMAS PER DESA PUSKESMAS - PER DESA PUSKESMAS : ... BULAN .... PUSKESMAS : ... BULAN .... 200. 200. CAKUPAN PELAYANAN CAKUPAN PELAYANAN Desa A T T K I IBU A HAMIL IBU(K1) HAMIL (K1) KIA H H T T IBU(K4) HAMIL (K4) IBU HAMIL H H T T KB AKSEPTOR AKSEPTOR KB AKTIF AKTIF H H T T B.C.G. B.C.G. H H T T D.P.T. I D.P.T. I H H IMUNISASI T IMUNISASI T POLIO III POLIO III H H T CAMPAK T CAMPAK H H T T T.T.2. BUMIL T.T.2. BUMIL H H T T D/S D/S GIZI H GIZI H T T N/D N/D H H IBU HAMIL T T IBU HAMIL DIBERI Fe H DIBERI Fe H P2M T P2M DIARE DIARE T DIBERI ORALIT H DIBERI ORALIT H Pengobatan TB T Pengobatan TB T H H ........................ T ........................ T H H Desa Desa A B Desa Desa BC Desa Total C Total

T = TARGET H = HASIL T = TARGET H = HASIL

25

Lampiran - 6

Pemantauan Wilayah Setempat ( PWS ) 1. Definisi PWS adalah alat pemantauan hasil imunisasi berupa grafik atau gambar pencapaian hasil imunisasi dan kecenderungannya di masing-masing wilayah operasional. Dengan PWS dapat menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan, sehingga hasil imunisasi dapat diperbaiki dan akhirnya secara kumulatif dapat mencapai target. 2. Prinsip PWS Memanfaatkan data yang ada dari cakupan. Menggunakan indikator sederhana: Jangkauan/aksesibilitas : Cakupan DPT1, HB < 0-7 hr, TT-1 Kualitas program (tingkat perlindungan) : Cakupan DPT3, Polio4, Campak, TT2+ Ibu Hamil. Efektifitas/manajemen program : angka Drop Out DPT 1 Campak. Dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan setempat. Dimanfaatkan untuk umpan balik. Teratur dan tepat waktu (setiap bulan). Memudahkan analisis. ibu hamil : adalah adalah cakupan kumulatif Catatan : TT2 + ibu TT2, TT3, TT4 dan TT5 pada ibu hamil.

3. Cara membuat grafik PWS Untuk membuat PWS diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

i 26

a. Pengumpulan dan Pengolahan Data Untuk membuat PWS perlu tersedia data-data cakupan imunisasi dari tiap desa (misal buku kuning dan merah). Data ini sudah dikumpulkan / diolah ke buku rekapitulasi Puskesmas (Buku Biru) dan dikelompokkan ke dalam format pengolahan data PWS berdasarkan wilayah operasional (desa / kelurahan), sebagai berikut :

Contoh : Format pengolahan data PWS Hasil Imunisasi DPT 1 bulanan tiap desa Puskesmas ... Tahun 2004.
Desa Sasaran Januari Jml % Februari % Kum dst %

Jml

Jumlah

Untuk mengetahui perkembangan cakupan imunisasi tiap desa, pengolahan data sebaiknya dilakukan untuk semua pelayanan imunisasi : DPT 1, DPT 2, DPT 3 BCG HB1 (0-7 hari), HB 1 total, HB 2, HB 3 Campak Polio 1, Polio 2, Polio 3 dan Polio 4 TT 1, TT 2, TT3, TT4, TT5 DO : DPT 1 Campak

ii 27

DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-HB3 (untuk propinsi yang sudah menggunakan vaksin DPT-HB kombinasi)

b. Yang perlu diperhatikan dalam membuat grafik PWS adalah : a. Judul Grafik Topik : % cakupan imunisasi.. Waktu : Januari, Febuari, Maret, dst, Tahun . Tempat : Puskesmas .. b. Kolom Vertikal Target bulanan dan target satu tahun sesuai dengan antigen Target 1 Tahun 1 Bulan cakupan DPT 1 95 % 95 % : 12 = 7.9 % DPT3 90% 7,5% Polio 4 90 % 7.5 % Campak 90 % 7.5 % HB1< 7 hari 75% 6,2% HB3 90% 7,5% TT 1 Bumil 95 % 7.9 % TT 2 + Bumil 90 % 7.5 % 90 % c. Baris Horizontal % kumulatif cakupan tiap desa adalah cakupan Januari s/d bulan pada waktu PWS dibuat % bulan ini adalah cakupan waktu dibuat PWS % bulan lalu adalah cakupan satu bulan lalu

iii 28

Trend : bila cakupan bulan ini lebih tinggi dari bulan lalu Trend : bila cakupan bulan ini sama dengan bulan lalu Trend : bila cakupan bulan ini lebih rendah dari bulan lalu Ranking desa : diurut dari desa dengan cakupan yang paling tinggi ke cakupan yang paling rendah.

iv 29

Grafik 2. PWS Puskesmas x Tahun 2002


105 97.5
D N O S A J J M A M F J
% Kumulatif % Bulan ini % Bulan Lalu Trend DESA A B C D E F G H I J Puskesmas X

90 82.5 75 67.5 60 52.5 45 37.5 30 22.5 15 7.5 0


101.2 9.4 7.6 94.4 7.6 3.6 81.7 6 15 78.4 6.4 7.1 77.6 10.5 13.3 77.1 9.8 7.6 75.6 3.7 5.1 68.7 12.1 11.1 68.6 8.6 5.9 65.4 5.7 4.2 77.5 8.0 5.7

30

Lampiran 7 FORMULIR TARGET CAKUPAN DAN HASIL PELAYANAN UPAYA KEGIATAN WAJIB PUSKESMAS PER DESA PER BULAN

PUSKESMAS : BULAN : 200. Jenis Pelayanan KIA Pelayanan Ibu Hamil K-I Pelayanan Ibu Hamil K-IV KB Nama Desa A Penduduk T rata2/bln C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln Imunisasi Bayi C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln Ibu hamil C bln lalu C bln ini +/- N/T B C D E

i 31

T rata2/bln Gizi C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln VIT.A BALITA C bln lalu C bln ini +/- N/T T rata2/bln TABLET BESI C bln lalu (Fe) Ibu Hamil DIARE BALITA ISPA DIOBATI BALITA C bln ini +/- N/T T rata2/bln C bln ini +/- N/T T rata2/bln C bln lalu C bln ini +/- N/T Keterangan : T rata-2/bln : target setahun dibagi 12 bulan = 80%/12=6,7% + N T : Cakupan lebih dari target rata2 per bulan : Cakupan kurang dari target rata2 per bulan : Cakupan bulan ini lebih tinggi dari bulan lalu : Cakupan bulan ini kurang/tetap dari bulan lalu

DIBERI ORALIT C bln lalu

ii 32

Lampiran - 8

FORMULIR : ANALISIS MASALAH, PENYEBAB MASALAH DAN CARA PEMECAHANNYA. Puskesmas : .. Bulan.. Tahun .

Nama Desa

Petugas

Kegiatan

Masalah

Penyebab

Kesepakatan cara pemecahannya

33