TUGAS 2 1.

Kode Etik Keperawatan Kode etik adalah suatu pernyataan formal mengenai suatu standar kesempurnaan dan nilai kelompok. Kode etik adalah prinsip etik yang digunakan oleh semua anggota kelompok, mencerminkan penilaian moral mereka sepanjang waktu, dan berfungsi sebagai standar untuk tindakan profesional mereka. Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau wadah yang membina profesi tertentu baik secara nasional maupun internasional.  Kode etik keperawatan di Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia melalui Musyawarah Nasional PPNI di jakarta pada tanggal 29 November 1989. Kode etik keperawatan Indonesia tersebut terdiri dari 5 bab dan 17 pasal. • Bab 1, terdiri dari empat pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. • • Bab 2, terdiri dari lima pasal menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap tugasnya. Bab 3, terdiri dari dua pasal, menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain. • • Bab 4, terdiri dari empat pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan. Bab 5, terdiri dari dua pasal, menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa, dan tanah air. Dengan penjabarannya sebagai berikut: a. Tanggung jawab Perawat terhadap klien Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, diperlukan peraturan tentang hubungan antara perawat dengan masyarakat, yaitu sebagai berikut :

Perawat, bersumber

dalam pada

melaksanakan adanya

pengabdiannya, terhadap

senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang kebutuhan keperawatan individu, keluarga, dan masyarakat.

Perawat, dalam melaksanakan pengabdian dibidang keperawatan, memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga dan masyarakat. Perawat, terhadap dalam individu, melaksanakan keluarga, dan kewajibannya masyarakat,

senantiasa dilandasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan.

Perawat, menjalin hubungan kerjasama dengan individu, keluarga dan masyarakat, khususnya dalam mengambil sebagai prakarsa dari dan tugas mengadakan dan kewajiban upaya bagi kesehatan, serta upaya kesejahteraan pada umumnya bagian kepentingan masyarakat.

b. Tanggung jawab Perawat terhadap tugas

Perawat, memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai sesuai kejujuran dengan profesional kebutuhan dalam menerapkan keperawatan pengetahuan serta keterampilan individu,

keluarga, dan masyarakat.

Perawat, wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya dipercayakan berlaku. sehubungan kepadanya, dengan kecuali tugas yang oleh diperlukan

pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang Perawat, tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang dimilikinya

dianut.  Perawat. keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan. Tanggung jawab Perawat terhadap Profesi  Perawat. dan pengalamannya kepada sesama pengetahuan pengalaman dari profesi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan. kelamin. d. Perawat. . serta menyebarluaskan menerima pengetahuan. warna agama kulit.dengan tujuan yang bertentangan dengan normanorma kemanusiaan. kesukuan. mengutamakan serta tanggung perlindungan matang jawab keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatannya. dan  keterampilan. Tanggung jawab Perawat terhadap Sejawat Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain sebagai berikut :  Perawat. jenis dan dan dalam yang ada aliran kedudukan sosial. memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan tenaga kesehatan lainnya.  Perawat. berupaya secara dengan meningkatkan sendiri-sendiri jalan kemampuan dan atau ilmu profesionalnya bersama-sama menambah pengetahuan. mengalih-tugaskan mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau hubungannya dengan keperawatan. c. baik dalam memelihara keserasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluru. senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. perawat. politik. yang umur. dalam menunaikan tugas dan kewajibannya.

. sebagai melaksanakan yang ketentuan-ketentuan telah digariskan aktif oleh dalam kebijsanaan pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan. pelayanan membina serta dan dan menerapkannya Perawat. Bedford Fenwich di Hanover Squar.  Kode Etik Keperawatan Menurut ICN (International Council 0f Nurses Code for Nurses) ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat nasional diseluruh dunia yang didirikan pada tanggal 1 juli 1899 oleh Mrs. e. mengurangi penderitaan. berperan secara menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat. Uraian Kode Etik ini diuraikan sebagai berikut : Tanggung Jawab Utama Perawat Tanggung kesehatan. memelihara kagiatan  pendidikan keperawatan. Perawat. Tanggung jawab Perawat terhadap Negara  Perawat. menjungjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan menunjukkan perilaku dan sifatsifat pribadi yang luhur. berperan dalammenentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan dalam keperawatan. London dan direvisi pada tahun 1973. kesehatan.  secara mutu bersama-sama organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.  Perawat. jawab dan utama perawat adalah meningkatnya memelihara Untuk mencegah timbulnya penyakit. melaksanakan tanggung jawab tersebut. perawat harus meyakini bahwa : • Kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah sama. Perawat.

• Perawat dan lingkungan Masyarakat Perawat dapat memprakarsai pembaharuan. Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya dapat memberikan keterangan bila diperlukan oleh pihak yang berkepentingan atau pengadilan. dengan keluarga. perawat perlu meningkatkan adat kebiasaan keadaan serta lingkungan kepercayaan kesehatan inidividu. tanggap mempunyai inisiatif. menghargai nilai-nilai yang ada di masyarakat. dalam menjalankan tugas. • Perawat dan Pelaksanaan praktek keperawatan Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik keperawatan untuk mencapai kemampuan yang pengetahuan sebagai yang sesuai dengan standar aktif saat untuk dapat pendidikan keperawatan. dan masyarakat yang menjadi pasien atau klien. menghargai kelompok. Individu. Perawat dapat mengembangkan dimilikinya profesi.• Pelaksanaan praktek keperawatan dititik beratkan terhadap kehidupan yang bermartabat dan menjungjung tinggi hak asasi manusia. Perawat anggota mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan. perawat mengikut sertakan kelompok dan institusi terkait. keluarga. secara setiap menopang perannya dalam situasi tertentu. Oleh karena itu. dam masyarakat. Perawat. . dan Anggota Kelompok Masyarakat Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan dapat berperan serta secara aktif dalam menemukan masalah kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. • Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan atau keperawatan kepada individu. kelompok.

• Perawat dan Profesi Keperawatan Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktek keperawatan dan pendidikan keperawatan.  Kode Etik Keperawatan American Nurses Association a. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam oleh praktek seseorang yang tidak berkompoten. tidak etis atau illegal d. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang bersifat rahasia c. menerima . Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan kompetensi dan kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi. menopang pelaksanaan perawatan secara profesional. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang dijalankan masing-masing individu e.• Perawat dan Sejawat Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman sekerja. Perawat. bila dalam masa perawatannya merasa terancam. atribut personal atau corak masalah kesehatan. Perawat dapat melindungi dan menjamin seseorang. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan dan keunikan klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan status sosial atau ekonomi. sebagai berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktek keperawatan. baik tenaga keperawatan maupun tenaga profesi lain di luar keperawatan. Perawat memelihara kompetensi keperawatan f. Perawat diharapkan ikut aktif dalam mengembangkan anggota pengetahuan organisasi dalam profesi. b.

Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas j. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan meningfkatkan standar keperawatan i. standar pelayanan keperawatan mengukur tindakan keperawatan dan menentukan apakah perawat melakukan tindakan yang layak dan bijaksana seperti yang dilakukan perawat lainnya dalam situasi yang sama. legal bagi praktik tersebut keperawatan keperawatan minimum Standar pelayanan mencerminkan nilai-nilai prioritas profesi. g. Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan pengetahuan profesi h. Standar Praktek Keperawatan Standar pelayanan dan yang merupakan memberikan dapat pedoman batasan diterima. 2009). Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainnya dalam meningkatkan upayaupaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan publik 2. Standar pelayanan keperawatan ditentukan dalam setiap Nurse Practice Act negara bagian oleh hukum negara bagian dan federal (tentang rumah sakit dan istitusi pelyanan kesahatan lainnya) oleh organisasi keperawatan spesialis dan profesional. dan oleh kebijakan dan prosedur yang ditentukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dimana perawat bekerja (Guido.tanggung jawab dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain. Pelanggaran terhadap standar pelayanan keperawatan merupakan . 2006 dalam Potter dan Perry. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat k. Dalam suatu tuntutan malpraktek.

dan keperawatan membedakan secara (Potter umum dan antara Perry. Ini merupakan suatu usaha formil dari perawat-perawat Indonesia yang membutuhkan keabsahan dalam praktiknya. Nurse Practice Art menentukan kebutuhan pendidikan keperawatan cakupan bagi dan praktik perawat.salah satu elemen yang harus dibuktikan dalam kasus kelalaian atau malpraktik keperawatan. mendefinisikan Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan lindungan hukum yang jelas. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada Konggres Nasional keduanya di Surabaya tahun 1980 mulai merekomendasikan perlunya bahan-bahan perundang-undangan sebagai perlindungan hukum bagi tenaga keperawatan (Priharjo. Konsep hukum tersebut biasanya berupa undang-undang. praktik 2009). Undang-Undang Praktik Keperawatan sudah lama menjadi bahan diskusi para perawat. Melalui standar praktek dapat diketahui apakah intervensi atan tindakan keperawatan itu yang telah diberi sesuai dengan yang direncanakan dan apakah klien dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Perawat harus mengetahui berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan karena perawat memiliki akuntabilitas terhadap keputusan dan tindakan profesional yang dilakukan. 1995). misalnya Undang-Undang Keperawatan. Standar praktek keperawatan adalah suatu pernyataan yang menguraikan suatu kualitas yang diinginkan terhadap pelyanan keperawatan yang diberikan untuk klien. Secara umum standar praktek keperawatan ditetapkan untuk meningkatkan asuhan atau pelayanan keperawatan dengan cara memfokuskan kegiatan atau proses pada usaha pelayanan untuk . Fokus utama standar praktek keperawatan adalah klien. medis. Digunakan untuk mengetahui proses dan hasil pelayanan keperawatan yang diberikan dalam upaya mencapai pelayanan keperawatan. Hukum mendefinisikan standar pelayanan keperawatn yang harus dipatuhi perawat.

. Rumah sakit Dengan menggunakan standar praktek keperawatan akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan keperawatan dapat menurun dengan singkat waktu perwatan di rumah sakit. dimana standar sebagai alat pengontrolnya. perawatan yang tidak lama maka biaya yang ditanggung klien dan keluarga menjadi ringan. profesi keperawatan dan tenaga kesehatan lain.memenuhi kriteria pelayanan yang diharapkan. Profesi Sebagai alat perencanaan untuk mencapai target dan sebagai ukuran untuk mengevaluasi penampilan. Tenaga kesehatan lain Untuk mengetahui batas kewenangan dengan profesi lain sehingga dapat saling menghormati dan bekerja sama secara baik. e. Apabila klien tidak mendapat pelayanan yang memuaskan atau klien dirugikan karena kelalaian perawat maka klien dan keluarga mempunyai hak untuk bertanya dan menuntut. Klien Dengan d. Perawat Standar praktek keperawatan digunakan sebagi pedoman untuk membimbing perawat dalam penentuan tindakan keperawatan yang akan dilakukan teradap kien dan perlindungan dari kelalaian dalam melakukan tindakan keperawatan dengan membimbing perawat dalam melakukan tindakan keperawatan yang tepat dan benar. rumah sakit/institusi. b. a. c. Penyusunan standar praktek keperawatan berguna bagi perawat. Dengan diberlakukannya standar praktek keperawatan. klien. maka institusi memberikan kesempatan pada klien untuk mengontrol asuhan keperawatan yang diberikan perawat pada klien.

Pada pasal 53 ayat 2 dan 4 Undang-undang kesehatan Nomer 23 tahun 1992. Dari uraian tersebut jelaslahbahwa standar profesi keperawatan mempunyai dasar hukum dan barang siapa yang melanggar akan menerima sangsi atau hukuman. dinyatakan bahwa “tenaga kesehatan termasuk perawat dalam melakukan tugasnya berkewajiban mematuhi standar profesi dan menghormati hak klien”. STANDAR CANADIAN NURSES ASSOCIATION Untuk praktek keperawatan: Praktik keperawatan memerlukan model konsep keperawatan yang menjadi dasar praktek Praktek keperawatan memerlukan hubungan yang saling membantu untuk menjadi dasar interaksi antara klien-perawat Praktek keperawatan menuntut perawat untuk memenuhi tanggung jawab profesi STANDAR PRAKTEK KEPERAWATAN KLINIK DARI ANA Standar Perawatan Menguraikan tingkat asuhan keperawatan yang kompeten seperti yang diperlihatkan oleh proses keperawatan yang mencakup semua tindakan penting yang dilakukan oleh perawat dalam memberikan perawatan dan membentuk dasar pengambilan keputusan klinik: 1) Pengkajian: Perawat mengumpulkan data kesehatan pasien 2) Diagnosa: Perawat menganalisis data yang diperoleh melalui pengkajian untuk menentukan diagnose 3) Identifikasi hasil: Perawat mengidentifikasi hasil yang diharapkan secara individual pada pasien 4) Perencanaan: Perawat membuat rencana perawatan yang memuat intervensi-intervensi untukuntuk mencapai hasil yang diharapkan 5) Implementasi: Perawat mengimplementasikan intervensiintervensi yang telah diidentifikasi dalam rencana perawatan .

b) Administrasi Pelayanan Keperawatan Memberikan informasi kepada administrator yang sangat penting dalam perencanaan pola staf. kerabat lain.6) Evaluasi: Perawat mengevaluasi kemajuan pasien terhadap pencapaian hasil Standar Kinerja Profesional 1) Kualitas perawatan: perawat secara sistematis mengevaluasi kualitas dan keefektifan praktik keperawatan 2) Penilaian kinerja: Perawat mengevaluasi praktik keperawatan dirinya 3) 4) sendiri dalam hubungannya dengan dan standar-standar mempertahnkan kontribusi pada praktik profesional dan negan peraturan yang relevan Pendidikan: Perawat mendapatkan pengetahuan sekarang dalam praktik keperawatan Kesejawatan: Perawat memberikan perkembangan profesi dari teman sejawat. d) Riset Keperawatan . dan pemberi perawatan kesehatan dalam memberikan perawatan pada pasien 7) Riset: Perawat menggunakan temuan riset dalam praktik Manfaat Standart Praktek Keperawatan a) Praktek Klinis Memberikan serangkaian kondisi untuk mengevaluasi kualitas askep dan merupakan alat mengukur mutu penampilan kerja perawat guna memberikan feeedbeck untuk perbaikan. program pengembangan staf dan mengidentifikasi isi dari program orientasi. c) Pendidikan Keperawatan Membantu dalan merencanakan isi kurikulum dan mengevaluasi penampilan kerja mahasiswa. kolega dan yang lainnya 5) Etik: Keputusan dan tindakan perawat atas nama pasien ditentukan dengan cara etis 6) Kolaborasi: Perawat melakukan kolaborasi dengan pasien.

e) Sistem Pelayanan Kesehatan Implementasi standar dapat meningkatkan fungsi kerja tim kesehatan dalam mengembangkan mutu askep dan peran perawat dalam tim kesehatan sehingga terbina hubungan kerja yang baik dan memberikan kepuasan bagi anggota tim kesehatan. Rekam medis memiliki beberapa menfaat baik bagi dokter. pengobatan. lengkap dapat memberikan perlindungan bagi Dokter dan tenaga kesehatan dalam ketika terjadi kasus-kasus tertentu (hukum). ilmu tindakan medis dalam terutama pengajaran untuk dan perkembangan pengetahuan . diagnosis. perawatan dan tindakan medis yang diberikan pada pasien untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Rekam medis juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah biaya yang harus dibayar oleh pasien dalam pelayanan kesehatan. benar. pengobatan. memberikan pengobatan. pemeriksaan.Hasil proses evaluasi merupakan penilitian yang pertemuannya dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas askep. medis dan pelayanan selanjutnya bagi pasien. Manfaat Rekam Medis Rekam medis merupakan catatan-catatan dari identitas. 3. lengkap dapat memberikan kemudahan bagi Dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani suatu penyakit. lengkap dan jelas dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien. benar. Rekam medis yang baik. pasien maupun rumah sakit antara lain: Dapat digunakan sebagai acuan dokter dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan baik dalam tindakan menentukan diagnosis. Rekam medis dapat menjadi informasi tentang perkembangan penyakit. penelitian. benar. Rekam medis yang baik. Rekam medis yang baik.

Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedoktcran wajib membuat rekam medis. - Rekam medis juga dapat digunakan dalam pembuktian masalah hukum atau merupakan alat bukti untuk menyelesaikan kasus hukum misalnya malpraktek. diantaranya : a. atau pelanggaran lainnya. waktu. Pasal 47 . Membantu memperlancar administrasi keuangan pasien c. Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan. Sebagai sumber data penelitian UU RI No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 46 (1. angka kematian. Memperlancar komunikasi antar petugas kesehatan e. Karena begitu pentingnya rekam medis maka diharapkan dokter. dokter gigi dan tenaga kesehatan dapat melakukan peraturan-peraturan dalam pembuatan rekam medis dalam pelayanan kesehatan. dan tanda tangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan.- Dengan rekam medis dapat ditentukan angka statistik kasus penyakit. Melindungi kepentingan hukum dari berbagai pihak f. angka kelahiran dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. (3. manfaat rekam medis. Menurut Depkes RI. Memudahkan perencanaan dan penilaian pelayanan medis d. (2. Sebagian fungsi rekam medis telah disampaikan. 1994. Menjamin kelengkapan administrasi pasien b. Sebagai kelengkapan dokumentasi sarana pelayanan kesehatan g. Sebagai bahan rujukan pendidikan dan pelatihan h. Setiap catatan rekam medis harus dibubuhi nama.

b. kesehatan. Hak dan Kewajiban Tenaga Kesehatan dalam Rekam Medis Hak Petugas kesehatan Kewajiban berhak Petugas tidak termasuk asuransi juga kesehatan wajib memperoleh keterangan benar menjaga kerahasiaan ini RM dan dan lengkap. . sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien. dokter gigi. (2. Ketentuan mengenai rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.(1. atau sarana kelengkapan penulisan isi RM tersebut. Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter. atau sarana pelayanan kesehatan. Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan. 749 a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam Medis memiliki 5 manfaat yaitu: a. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum c. Permenkes no. dokter gigi. (3. dibenarkan kepada badan apabila mendapat yang memberitahukan isi RM tersebut. Bahan untuk kepentingan penelitian d. 2004 Bertanggung jawab kebenaran dan terhadap tentang Praktik Kedokteran Pasal 47 Ayat 1 : Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter. Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan dan e. 4. tidak dari sebelumnya persetujuan UU RI No 29 tahun pasien bersangkutan. Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien.

rekam medis UU No 29/2004 Pasal 46 ayat (1) menyatakan bahwa praktik “setiap dokter atau wajib dokter gigi dalam menjalankan kedokteran membuat rekam medis”.pelayanan sedangkan isi kesehatan. Pasal 46 ayat (2) menyatakan bahwa “rekam dimaksud medis pada sebagaimana merupakan milik pasien. Apabila dalam pencatatan rekam medis menggunakan teknologi informasi elektronik. ayat (1) harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan” Penjelasan pasal 46 ayat (3) menyatakan dimaksud bahwa dengan : “yang petugas adalah dokter atau dokter gigi atau tenaga kesehatan lain yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien. kewajiban membubuhi tandatangan dapat diganti nomor dengan menggunakan pribadi identitas (personal identification number) Pasal 47 ayat (2) menyatakan bahwa “rekam dimaksud medis pada oleh sebagaimana dijaga ayat (1) harus disimpan dan kerahasiaannya .

Hak dan Kewajiban Pasien dalam Rekam Medis Hak Pasien berhak penuh Kewajiban atas Pasien wajib yang tentang kesehatan memberikan benar dan identitas. persetujuan berbagai latar belakang serta menyebarluaskan dihadapinya. .dokter atau dokter gigi dan pimpinan kesehatan”. yang keterangan tentang dirinya yang keterangan tertulis dalam RM dan petugas lengkap kesehatan sekali tanpa pasien tidak dibenarkan sama masalah keterangan tersebut. Pasal 79 sarana pelayanan menyatakan dengan bahwa pidana “Dipidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 50.000.000.00 (lima puluh juta rupiah) setiap dokter dan dokter medis gigi yang (b) dengan dimaksud sengaja tidak membuat rekam sebagaimana dalam pasal 46 ayat (1)” 5.

Permenkes 749a pasal 10 berkas rekam medis itu yang merupakan pelayanan harus milik kesehatan.6. berkas inventaris adalah sarana Medis) RM milik yang yang baik. misal Klinik Dokter bertanggung (Rekam dipergunakan. tetapi isinya adalah diperlukan milik pasien. prasarana kesehatan. dan menyediakan berbagai tenaga. Keluarga. sarana sekurang- disimpan kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat . Hak dan Kewajiban Institusi Pelayanan Kesehatan dalam Rekam Medis Hak Hak dari sarana Kewajiban pelayanan Sarana pelayanan kesehatan jawab termasuk jawab pula yang kesehatan. adalah memiliki RM mnyelenggarakan pelayanan RM sebagai bertanggung pelayanan sarana.

749 a tahun 1989 http://stikeskabmalang. dan Perry. Priharjo. Jakarta: Salemba Medika. (Terj. Seven Edition. Fundamental of Nursing. Praktik Keperawatan Profesional: Konsep Dasar dan Hukum. R. Jakarta: EGC. (1995).com/2009/11/22/standart-praktekkeperawatan-3/ ..A. Andrina Ferderika).G. A. (2009). P.DAFTAR PUSTAKA Potter.wordpress. UU RI No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Permenkes no.

TUGAS 2 LEN Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah LEN Rosi Erna Safitri 0910723036 JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful