You are on page 1of 39

FISIOLOGI & BIOKIMIA HATI

HEPATOLOGI ILMU PENYAKIT DALAM

1

EMBRIOLOGI
• Hub erat: hati – duktus bilier – pankreas • Asal dr struktur yg sama

2

ANATOMI
HATI • Organ intestinal terbesar; 1-2 – 1,8 kg (25% BB OD); di kuadran kanan atas abdomen • Pusat metabolisme tubuh – fg kompleks • Batas: – Atas: intercostal V kanan – Bawah: serong ke atas dr iga IX kanan ke iga VIII kiri

3

vena porta & ductud koledokus • Permukaan anterior: – Cembung.• Permukaan posterior: – Cekung dg celah transversal 5 cm dr sestem porta hepatis – Omentum minus: mulai sistem porta mgd arteri hepatika. dibagi 2 lobus (kiri & kanan) dibagi o/ ligamentum falsiform • Kadang terdapat: – Lobus kuadratus antara lig falsiform & kdg empedu di lobus kanan – Lobus kaudatus : tertutup vena kaca inferior & lig 4 venosum pd permukaan posterior .

Anatomi permukaan hati 5 .

dg vaskularisasi relatif sedikit • Berdasarkan aliran cabang PD dan Sal empedu pd masing2 segmen  dibagi 8 segmen 6 .Pembagian hati: • Garis Cantile: mulai dr vena kava spi kandung empedu  membagi hati jd 2 lobus fungsional.

arteri hepatika & saluran empedu yg m’btk kapiler empedu = kanalikuli empedu  berjalan di antara lembaran sel hati 7 .000 – 100.Mikroskopis hati manusia • Terdpt 50.000 lobuli • Tiap lobulus: btk heksagonal tda sel hati btk kubus tersusun radial mengelilingi vena sentralis • Di antara lembaran sel hati tdpt kapiler = sinusoid ( cabang vena porta & arteri hepatika) • Sinusoid dibatasi sel fagositik (sel Kupffer) – sistem retikuloendotelial dg fg hancurkan bakteri & benda asing lain dlm tubuh thd serangan bakteri & bhn toksik • Lobulus hati dikelilingi cabang vena porta.

LOBULUS HATI 8 .

Sistem bilier & kandung empedu • Penghasil empedu: hepatosit  sekresi ke dlm kanalikuli  ditampung dlm saluran kecil empedu dlm hati  perlahan membtk sal lbh besar • Sal kecil: epitel btk kubus – dpt mengembang bertahap bila sal empedu membesar • Sal empedu intrahepatik – bersatu m’btk sal yg dpt menyalurkan empedu ke 8 segmen hati – Di segmen hati kanan: gabungan cabang m’btk sal di anterior & posterior  gabung jd duktus hepatikus kanan – Kmdn bergabung dg 3 segmen dr segmen hati kiri (duktus hepatikus kiri)  m’btk duktus hepatikus komunis 9 .

ukuran 7 – 10 cm – Terdiri atas: fundus. korpus & kolum – Lapisan mukosa m’btk cekkungan kecil dkt kolum = kantong Hartman (mrp tempat tertimbunnya batu 10 empedu) .• Duktus hepatikus komunis bergabung dg duktus sistikus dr kdg empedu  jd duktus koledokus • Duktus koledokus: – Pjg: 7 cm dg diameter 4-13 mm  dpt membesar • Kandung empedu: – Menerima suplai darah terbesar dr PD cabang arteri hepatika kanan – Dpt menampug + 50 ml cairan empedu.

Anatomi kandung empedu & traktus biliaris 11 .

HISTOLOGI • Hati tda bermacam sel – Hepatosit: 60% sel hati. – Sisanya: sel epitelial sistem empedu. sel non parenkimal (endotelium). sel Kupffer & sel Stellata • Hepatosit: – Dipisahkan o/ sinusoid yg melingkari eferen vena hepatika & duktus hepatikus – Darah masuk ke hati mll arteri hepatika & vena porta  menuju vena sentralis  terjd pengurangan oksigen bertahap  kerentanan jaringan thd kerusakan asinus hati – Membran hepatosit berhadapan langsung dg sinusoid dg byk mikrovili (byk jg terdapat di sel yg membatasi sal empedu)  sekresi empedu 12 .

penting dlm perbaikan kerusakan hati • Peningkatan aktivitas sel stellata fktr kunci pembentukan fibrosis hati 13 .• Lateral hepatosit: – ada sambungan penghubung & desmosom yg saling bertautan • Sinusoid hati terdiri atas : – Lapisan endotelial berpori dipisahkan dr hepatosit o/ ruang Disse (ruang perisinusoidal) – Sel lain: • Sel fagositik Kupffer pd ddg sel  penting dlm sistem retikuloendotelial • Sel stellata (= sel Ito. perisit): dg aktivitas miofibroblastik dpt membantu pengaturan aliran darah sinusoidal. liposit.

hsl akhir metabolisme – Penting dlm indikator peny hati & sal empedu – scr fisiologi 14 tak berperan aktif . elektrolit.FISIOLOGI HATI • Peran penting dlm fg hati: sirkulasi vena porta 75% suplai asinus  Metabolisme: KH. • Bilirubin: – Pigmen empedu. protein. asam lemak • Zona hepatosit dg suplai oksigen baik  glukoneogenesis & sintesis glutation lbh baik • Fungsi utama hati: pembentukan & ekskresi empedu – Eksresi empedu 1 ltr/hari ke dlm usus halus – Unsur utama empedu: 97% air. garam empedu.

Asinus hati oksigenasi zona 1 lbh baik dari zona 3 15 .

proteombin. fosfolipid. asam asetoasetat 16 .• Metabolisme karbohidrat – Hsl metab monosakarid dr usus halus  glikogenesis (glikogen di hati) – Depot glikogen di hati  suplai glukosa scr konstan (glikgenolisis)  utk tenaga & disimpan dlm glikogen otot atau lemak (subkutan) • Metabolisme protein – Hasilkan protein plasma: albumin. kolesterol. fkt pembekuan • Metabolisme lemak – Hasilkan lipoprotein. fibrinogen.

Regenerasi hati • Kemampuan beregenerasi pd OD • Bila kemapuan hepatosit sdh terbatas  digantikan o/ sel pluripotensial oval berasal dr duktulus empedu – berproliferasi m’btk kembali sel hepatosit & sel bilier dg kemampuan beregenerasi • Sangat mungkin utk melakukan hepatektomi hingga 2/3 seluruh hati Fungsi Imunologi • Hati mrp komponen sentral sistem imun • Sel Kupffer: meliputi 15% massa hati & mrp 80% total populasi fagosit tubuh • Penting dlm penanggulangan antigen dr luar tubuh  presentasikan kepada limfosit 17 .

interferon Transpor imunoglobulin A LAIN-LAIN Kemampuan utk regenerasi sel-sel hati Pengaturan angiogenesis 18 .FUNGSI HATI METABOLISME Karbohidrat Apolipoprotein Asam lemak Asam amino transaminasi & deaminasi Simpanan vit larut dlm lemak Obat2an & konjugasinya SINTESIS Urea Albumin Faktor pembekuan Komplemen C3 & C4 Feritin & transferin Protein C reaktif Haptoglobin Α-fetoprotein Α2-makroglobulin Seruloplasmin EKSKRESI Sintesis empedu Metabolit obat ENDOKRIN Sintesis 25-hidroksilase vitamin D IMUNOLOGI Perkembangan limfosit B-fetus Pembuangan kompleks imun sirkulasi Pembuangan limfosit T CD8 teraktivasi Fagositosis dan presentasi antigen Produksi lipopolusaccharide-binding protein Pelepasan sitokin: TN-α.

– ekskresi metabolit hati & produk sisa spt kolesterol. bilirubin & logam berat • Sekresi empedu membutuhkan aktivitas hepatosit (sumber empedu primer) & kolangiosit yg ada spjg duktus empedu • Epitel bilier: hasilkan 40% dari 600 ml produksi empedu/hr 19 . SISTEM BILIER & KANDUNG EMPEDU EMPEDU • Berperan dlm membantu: – pencernaan & absorbsi lemak.SEKRESI EMPEDU.

taurin.Asam-asam empedu • Dibtk dari kolesterol dlm hepatosit • Diperbanyak pd struktur cincin hidroksilasi • Larut dlm air ok konnjugasi dg glisin. & sulfat • Fungsi asam empedu: – Spt deterjen dlm emulsi lemak – Membantu kerja enzim pankreas & penyerapan lemak intra luminal • Konjugasi garam empedu  direabsorbsi o/ transpor aktif spesifik dlm ileum terminalis (20% empedu intestinal dikonjugasi bakteri dlm kolon & 50% akan direabsorbsi 20 kembali) .

& timbal Metabolit obat Cenderung mempunyai berat molekul yg lebih besar dibandingkan yg diekskresikan dlm urine Metabolit lipofilik biasanya berkonjugasi 21 Keterangan Berikatan dg taurin. atau sulfat Terutama efisien pada sirkulasi enterohepatik . mangan. tembaga.Komposisi empedu Konstituen Asam empedu: Asam kolat Asam kenodeoksikolat Asam deoksikolat Asam ursodeoksikolat (jumlah kecil) Bilirubin Terutama berikatan dg glukoronid Kolesterol Sepertiga diresorbsi kembali di susus Trace metal Besi. zink. glisin.

Bilirubin • Pigmen kuning dg struktur tetrapirol. Tdk larut dlm air • Asal dr sel darah yg telah hancur (75%). jumlah kcl dilairkan scr terpisah • Bilirubin larut lemak – dlm hati diubah jd larut air mll langkah2: fase pengambilan spesifik  konjugasi  ekskresi • Bilirubin terkonjugasi  direabsorbsi di kolon – dikonversi mjd tetrapirol yg larut air = urobilinogen • 50% uribilinogen direabsorbsi & dieksresi o/ ginjal & dikeluarkan bersama feses dlm bentuk sterkobilin 22 . katabolisme protein hem lain (22%) & inaktivasi eritropoiesis ST (3%) • Bilirubin tak terkonjugasi – ditransport ke dlm sirkulasi sbg kompleks dg albumin.

Metabolisme bilirubin 23 .

Sekresi bikarbonat & ion klorida scr aktif ke dlm empedu o/ mekanisme yg bergantung pd regulator transmembran fibrosis sistik (RTFC) 24 . Pemisahan glutatuion jd asam amino yg dpt diabsorbsi kembali (spt glukosa & asam organik) 3. Penarikan air mll proses osmosis paraseluler ke dlm empedu 2.Peran Traktus biliaris • Stlh empedu diekskresi hepatosit – dimodifikasi saat mll traktus biliaris. meliputi: 1.

Kalsium. terjadi peningkatan konsentrasi ok proses reabsorbsi ion Natrium. Klorida & bikarbonat  diikuti difusi air shg terjd penurunan pH intrasistik 25 .Kandung empedu • Peran penting dlm pencernaan lemak • Menampung + 50 ml empedu yg dpt dibuat kembali dlm respon pencernaan makanan • Puasa: ½ dr empedu scr terus-menerus dialirkan ke dlm kdg empedu utk disimpan • Dlm kandung empedu.

saluran empedu intrahepatik.Kontrol motilitas & sekresi bilier • Pergerakan & pengaliran empedu berhub dg peran: – Kandung empedu. sfingter Oddi – Hormon kolesistokinin (CCK): stimulus fisiologis potensial utk kontraksi kandung empedu dibantu komponen saraf otonom & saraf parasimpatis (utk relaksasi kdg empedu) • CCK meningkat pd diet asam amino rantai panjang & KH • Efek utama hepatobilier pd hormon sekretin: – Meningkatkan sekresi cairan & elektrolit o/ epitelium biliaris 26 .

penilaian hasil pengobatan • Test fungsi hati – LFTs: – Kadar bilirubin serum.BIOKIMIAWI HATI KIMIA DARAH • Utk deteksi kelainan hati. – Amonotransferase. diagnosis. berat ringan penyakit. & – Albumin  Dpt deteksi peny hati & empedu asimtomatik 27 . γ-GT. evaluasi perjalanan penyakit. – Alkalifosfatase.

3 kategori utama test fungsi hati: 1) Peningkatan enzim aminotransferase (transaminase). SGPT. fktr pembekuan – Gagal hati akut  glukosa drh & pH arteri dpt sbg petanda bantuan cadangan fgonal hati – Bilirubin dpt meningkat pd hampir semua tipe patologis hepatobilier 28 . SGOT  perlukaan hepatoseluler / inflamasi 2) Keadaan patologis yg pengaruhi sistem empedu intra & ekstrahepatis  peningkatan alkali fosfatase & γGT 3) Kelompok mewakili sintesis hati: albumin. urea.

29 .

& GGT • Iritasi – inflamasi hepatosit ok obstruksi bilier  peningkatan transaminase – Hepatitis dpt meningkatkan: • Transaminase serum • Kolestasis  kenaikan AF. memilih peningkatan kadar enzim mana yg dominan. kemungkinan 30 peny ekstrahepatis (tu peny otot) . GGT • Klinisi  penting bekerja berdasar pola. AF.• Nilai2 dpt tumpang tindih antara berbagai kelainan hati & kolestasis: – Obstruksi ekstrahepatis akan sebabkan: • Peningkatan bilirubin.

31 .

Hemostasis & Hati • Gangguan hemostasis & peny hati  beriringan: – Peran hati sbg sumber protein plasma. aktivasi fibrinolisis – Sering: trombositopenia & defisiensi vit C atau vit K • Waktu protrombin: – Parameter digunakan utk prognosis (skor Child-Pugh) – Perpanjangan wkt protrombin: salah satu kriteria utk tentukan tindakan transplantasi pd gagal hati akut – Scr khusus sensitif thd defisiensi faktor pembekuan: V. VII & IX 32 . fktr pembekuan – Produksi protein menurun  hambat koagulasi. kontrol fibrionolisis.

def diet / malabsorbsi  efek perpanjang waktu protrombin – Cadangan di hati sgt terbatas  defisiensi terjd pkn IV defisiensi dr diet – Pemanjangan waktu protrombin  dpt mengukur kapasitas sintesis hati dpt dikonfirmasi dg injeksi vit K 10 mg pd 12 jam sblm test ulangan 33 . VII. dan X  kofaktor utk γGT residu glutamat – Tiap rx menghasilkan  t’btk epoxide vit K – Enzim vitamin K epoxide reductase  m’ubah kembali jd vit K  target terapi warfarin – Defisiensi vit K aktif ec anticoagulan.• Vitamin K: – Utk sintesis fktr II. IX.

antikoagulan) lupus 34 Umumnya pd hepatitis kronik . infeksi hepatitis C kronis Defisiensi vitamin C Antibodi antifosfolipid (antibodi antikardiolipin.ABNORMALITAS HOMEOSTASIS PADA PENYAKIT HATI Penurunan sintesis faktor pembekuan Penurunan produksi penghambat koagulasi Disfungsi hepatoseluler Defisiensi vitamin K (diet atau malabsorbsi) Anti trombin III Proten C Protein S Penurunan produksi Tissue Plasminogen Activator Inhibitor (TPA-I) Disfibrinogenemia (sialisasi berlebihan molekul fibrinogen) mgkn ok peningkatan waktu trombin Low-grade DIC pd sirosis hati. mgkn refleks endotoksemia dan klirens yg rendah dr fktr pembekuan teraktivasi Peningkatan fibrinollisis Faktor pembekuan abnormal kualitatif DIC Trombositopenia Fragilitas kapiler Peningkatan resiko trombosis Hipersplenisme.

Tes imunologi • Pengukuran autoantibodi – pd peny hati & empedu • Nilai antibodi anti-smooth muscle (+)  hepatitis autoimun kronik aktif • Antibodi anti-mitochondrial : pd sirosis bilier • Perinuclear anti-neutrophil cytoplasmic antibody (pANCA) : pd sclerosing cholangitis • Auto antibodi pd kel tiroid dpt ditemukan pd hepatitis C kronik  tumpang tindih peny hati & peny autoimun – Hepatitis autoimun: peningkatan IgG serum – Sirosis bilier primer: peningkatan IgM – Penyakit hati alkoholik: peningkatan IgA 35 .

Petanda penyakit hati metabolik • Defisiensi α1-antitripsin  diagnosis berdasar kadar enzim serum • Hemokromatosis genetik: – Muatan besi berlebihan  pengaruh sistem organ – Konsentrasi besi & feritin serum meningkat  ukur saturasi feritin – Pemeriksaan tes genetik mll darah perifer • Penyakit Wilson: – Tembaga & serulopplasmin serum menurun  fluktuasi tgt keadaan peny hati – Biopsi hati – Ekskresi tembaga urine 24 jam pre & post th/ penisilin 36 .

Petanda Tumor • Paling banyak digunakan: α-fetoprotein (AFP) – Peningkatan hingga 80% pd ca-hepatoselular – Diekspresikan dr pembelahan hepatosit & sel oval peribilier  dpt meningkat sedang pd regenerasi hati pd hepatitis kronik – Peningkatan AFP terus-menerus  curiga ke arah Ca • Petanda tumor lain: musin epitelial – Pd adenocarcinoma sal empedu & pankreas – Contoh  CA-A 19-9: dihasilkan epitel GI – Dpt ditemukan pd 70% ca sal empedu. 30% ca colon 37 . 40% adenocarcinoma lambung. 50% ca hepatoselular.

• Sensitivitas & spesifitas CA 19-9 ditentukan o/ cut-off  > 40 IU/L sensitifitas 75-90% dan spesifitas 80-95% utk ca duktus pankreatikus – CA 19-9 akan cepat menurun bila terdpt ikterus pd carcinoma – Sedang pd keadaan non neoplasma dpt mengiritasi traktus empedu (kolangitis. koledokolitiasis) atau pankreas (pankreatitis kronis)  sebabkan peningkatan CA 19-9 • Petanda lainnya: CAM 17-1 – Diduga potensi utk digunakan dlm deteksi ca pankreas 38 .

TEST KUANTITATIF FUNGSI HATI • Sedikit dampak klinis  terbatas penelitian • Berdasarkan kemampuan hati utk membersihkan substansi yg dimasukkan ke dlm darah • Pemberian obat yg byk dimetabolisme di hati (lignokain)  pengaruhi aliran darah hati • Pembersihan dg substansi yg sedikit metabolisme di hati (antipirin)  hasil lbh akurat 39 .