You are on page 1of 23

SNI 7428:2008

Standar Nasional Indonesia ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ”

Mesin pemipil jagung – Unjuk kerja dan cara uji

ICS 65.060.01

Badan Standardisasi Nasional

” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ”

Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 21-01. Hadir dalam rapat-rapat tersebut wakil dari produsen.2–1998 tentang Unjuk kerja mesin pemipil jagung (power corn sheller). konsumen.1–1998 tentang Prosedur dan cara uji mesin pemipil jagung (power corn sheller) yang digabungkan dengan SNI 02– 0836. ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” i .SNI 7428:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) Mesin pemipil jagung unjuk kerja dan cara uji merupakan revisi dari SNl 02–0836. peneliti serta instansi teknis terkait lainnya. Permesinan dan produk permesinan dan telah dibahas dalam rapat konsensus di Jakarta pada tanggal 30 Oktober 2007.

...............................Data hasil pengamatan kualitas bahan awal dan nisbah jagung .................................................................................................... tingkat kebisingan.............. 5 Kriteria lulus uji......................................................Data hasil pengamatan uji unjuk kerja (performance test) berdasarkan bobot bahan awal ...................................... 1 Acuan normatif............ 1 Klasifikasi dan spesifikasi .. 17 Tabel B 7 ......................... 12 Lampiran A ................. 19 Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 ...................................ii Ruang lingkup ............................................................................................... 17 Tabel B 8 ................................................. 19 ii .................................................................SNI 7428:2008 Daftar isi Prakata Daftar isi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ...................................................................................................................................... i ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” ................ 17 Tabel B 6 ............................................................................... 4 ........................................ 16 Tabel B 5 ..... 16 Tabel B 4 ...............................................Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran utama ...................................................................... 18 Gambar C...................................................................Data hasil pengamatan uji unjuk kerja (performance test) berdasarkan bobot keluaran................................................................................................. 1 Istilah dan definisi ............ 15 Lampiran C .... 13 Lampiran B ............................Persyaratan unjuk kerja ............................................................................................................................................................. efisiensi penerusan daya dan ...................... 3 Syarat mutu..............................................................................Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran tongkol ................................................ 5 Tabel B 1 .................... 5 Cara uji ......................................................................Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran kotoran ............................................................................................................................................................................................................................................ 4 .......................................1 ...... 4 ....................................................Standar alat ukur untuk pengujian mesin pemipil jagung .....................Contoh mesin pemipil jagung................................................................................................................Persyaratan ukuran utama .............................................................................................. 15 Tabel B 2 ....................................... 4 Pengambilan contoh .......Data hasil pengamatan putaran.......................................................................................................................................... ..Spesifikasi mesin pemipil jagung............................................................................................................................................... 12 Penandaan..................................................................... 16 Tabel B 3 .................Dimensi dan bobot alat................................

8 panjang mesin pemipil jarak antara dua bidang vertikal dan sejajar dimana kedua bidang tersebut menyentuh bagian terluar dari sisi terpanjang mesin pemipil jagung 1 dari 19 .4 lubang pengeluaran utama (primary outlet) lubang tempat keluarnya biji jagung setelah pemipilan 3.5 lubang pengeluaran tongkol (secondary outlet) lubang tempat keluarnya tongkol setelah pemipilan 3. saringan.6 lubang pengeluaran kotoran (tertiary outlet) lubang tempat keluarnya kotoran setelah pemipilan 3.SNI 7428:2008 Mesin pemipil jagung (power-operated corn sheller) – Unjuk kerja dan cara uji 1 Ruang lingkup ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Standar ini menetapkan klasifikasi dan spesifikasi.1 mesin pemipil jagung (power-operated corn sheller) mesin yang bagian utamanya terdiri atas silinder pemipil.3 bobot operasi mesin bobot keseluruhan mesin pemipil jagung dalam kondisi siap operasi 3. 2 Acuan normatif Agricultural Machinery – Power-Operated Corn Sheller – Specification Agricultural Machinery – Power-Operated Corn Sheller – Methods of Test PAES 208:2000 PAES 209:2000 3 Istilah dan definisi 3.2 silinder pemipil bagian utama dari mesin pemipil jagung yang berbentuk silinder dilengkapi dengan gigi pemipil 3.7 tinggi bagian pengumpanan (feeding device) jarak vertikal bidang alas horizontal mesin pemipil jagung dengan bagian pengumpanan teratas 3. dan digerakkan oleh motor penggerak yang berfungsi untuk melepaskan biji jagung dari tongkolnya 3. syarat mutu unjuk kerja dan cara uji mesin pemipil jagung (power-operated corn sheller).

14 kotoran potongan/pecahan tongkol dan debu yang keluar dari ruang pemipilan 3.12 biji jagung utuh (whole grain) biji jagung yang tidak retak atau pecah yang keluar melalui lubang pengeluaran utama (primary outlet) akibat kerja mesin 3.19 efisiensi pemipilan (shelling efficiency) perbandingan antara bobot biji jagung yang diperoleh dari semua lubang pengeluaran terhadap total bobot biji jagung yang seharusnya terpipil dihitung dalam persen berdasarkan nisbah biji jagung-tongkol ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 2 dari 19 .9 lebar mesin pemipil jarak antara dua bidang vertikal dan sejajar dimana kedua bidang tersebut menyentuh bagian terluar dari sisi terpendek mesin pemipil jagung 3.15 benda-benda asing (foreign materials) bahan-bahan organik dan anorganik yang terikut bersama dengan biji jagung melalui lubang pengeluaran utama (primary outlet) seperti tanah.13 biji jagung rusak (damaged grain) biji jagung yang retak atau pecah yang keluar melalui lubang pengeluaran utama (primary outlet) akibat kerja mesin 3. kerikil. gulma dan butir lainnya 3.10 tinggi mesin pemipil jarak antara dua bidang horisontal yang menyentuh bagian terendah dan tertinggi dari mesin pemipil jagung 3. potongan logam.17 kapasitas pengumpanan (feeding capacity) bobot jagung tongkol yang diumpankan pada bagian pengumpanan per satuan waktu 3.18 kapasitas pemipilan (shelling capacity) bobot biji jagung bersih (utuh dan pecah) yang keluar dari lubang pengeluaran utama per satuan waktu 3.11 jagung tongkol biji jagung yang masih melekat di tongkolnya tanpa klobot yang merupakan bahan awal 3.SNI 7428:2008 3.16 nisbah biji jagung-tongkol (kernel-ear corn ratio) nilai perbandingan bobot biji jagung terhadap bobot biji jagung dengan tongkolnya 3. pasir.

23 persentase susut hasil perbandingan bobot biji jagung yang tidak terpipil dan biji jagung yang tercecer. Kecil (3.5) kW Mesin pemipil jagung dibagi ke dalam 2 tipe berdasarkan tipe silinder pemipil yaitu: a.20 rendemen pemipilan (shelling recovery) perbandingan antara bobot biji jagung yang diperoleh dari lubang pengeluaran utama (primary outlet) terhadap bobot biji jagung yang seharusnya terpipil berdasarkan nisbah biji jagung-tongkol dinyatakan dalam persen ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 3.0 – 4.26 kebisingan mesin tingkat suara yang ditimbulkan oleh operasi mesin pada jarak tertentu yang diterima oleh pendengaran operator yang dapat mengganggu sistem pendengaran 4 4. Besar (> 7.1 Klasifikasi dan spesifikasi Klasifikasi Mesin pemipil jagung dibagi ke dalam 3 kelas berdasarkan daya motor penggerak yaitu: a.9) kW b.SNI 7428:2008 3.21 tingkat kebersihan perbandingan bobot biji jagung (utuh dan pecah) yang keluar dari lubang pengeluaran utama terhadap total bobot hasil pemipilan yang keluar dari lubang pengeluaran yang sama dinyatakan dalam persen 3. terhadap total bobot biji jagung yang seharusnya terpipil dihitung berdasarkan nisbah biji jagungtongkol 3.0 – 7. Sedang (5. Rangka silinder tertutup (closed-frame cylinder) b. Rangka silinder terbuka (open-frame cylinder) 3 dari 19 .25 biji jagung tercecer biji jagung yang keluar dari lubang pengeluaran tongkol (secondary outlet) dan lubang pengeluaran kotoran (tertiary outlet) 3.24 biji jagung tidak terpipil biji jagung yang masih melekat pada tongkol dan keluar dari lubang pengeluaran tongkol (secondary outlet) setelah melewati proses pemipilan 3.22 tingkat kerusakan perbandingan bobot biji jagung rusak yang disebabkan oleh proses pemipilan yang keluar dari lubang pengeluaran utama terhadap total bobot hasil pemipilan yang keluar dari lubang pengeluaran yang sama dinyatakan dalam persen 3.5) kW c.

Diameter Putaran silinder pemipil dengan beban kerja Bobot kosong maksimum Kapasitas pemipilan Satuan kW mm mm rpm kg kg/jam 185 500 . Tabel 2 . 1. 5. Tabel 1 . Tabel 3 . Parameter Tingkat kebersihan minimum. 5 5. 4.0 – 4.2 Parameter Tinggi bagian pengumpan Bobot operasi mesin maksimum Persyaratan unjuk kerja Satuan mm kg 250 Kecil Persyaratan Sedang 1120 – 1500 300 Besar 420 Persyaratan unjuk kerja dapat dilihat pada Tabel 3.Spesifikasi mesin pemipil jagung ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” No. 1. % **) Tingkat kebisingan maksimum. 5. 3.9 450 – 750 150 – 250 Spesifikasi Sedang 5. % Persentase kehilangan hasil. Panjang b. 6. 2.5 500 – 850 175 – 275 500 – 800 225 751 – 1000 Besar > 7. dB Persyaratan 95 5 95 5 3 90 Keterangan: *) Metoda uji tanpa alas **) Jika digunakan untuk benih 4 dari 19 .1 Syarat mutu Persyaratan ukuran utama Persyaratan ukuran utama dapat dilihat pada Tabel 2.Persyaratan ukuran utama No.2 Spesifikasi Spesifikasi teknis mesin pemipil jagung dapat dilihat pada Tabel 1.0 – 7. % *) Penurunan daya kecambah.750 Kecil 3.SNI 7428:2008 4.5 550 – 950 200 – 300 3 4 5 300 >1000 Contoh gambar mesin pemipil jagung dapat dilihat pada Lampiran C. % Efisiensi pemipilan minimum. % Tingkat kerusakan maksimum. 2.Persyaratan unjuk kerja No. 1 2 Parameter Daya motor penggerak Dimensi silinder pemipil a.

e.5 Nm Persyaratan bahan uji 7. 7 7.2 7. bobot operasi 5 dari 19 .3 7.2 Nama alat Grain Moisture Tester Tachometer Roll meter Timbangan kasar Timbangan halus Gelas ukur Stopwatch Jangka Sorong Busur derajat Sound Level Meter Air Velocity Meter Torsimeter Ketelitian 0. 7.1 Kondisi uji a.Standar alat ukur untuk pengujian mesin pemipil jagung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 7.01 mm 1 derajat 1 dB 0. Tabel 4 . pembuat. asal negara.1 m/det 0.2. Jumlah tongkol jagung yang dibutuhkan untuk pengujian paling sedikit 2 kali kapasitas pengumpanan mesin pemipil jagung.1 a. b.2. Kadar air biji jagung rata-rata (18 – 20) % b.1 % 1 rpm 1 mm 100 g 0.1 Cara uji Peralatan uji ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Peralatan yang digunakan dalam pengujian mesin pemipil jagung seperti pada Tabel 4. dimensi mesin.3. dengan hal yang sebenarnya seperti tertera pada Tabel 1. f.1 Uji verifikasi Tujuan Untuk mencocokkan spesifikasi teknis dan peralatan mesin pemipil jagung yang diuji. c. Parameter yang diperiksa: Mesin pemipil jagung meliputi: Model.1 g 5 ml 1/100 detik 0.3. alamat dan tahun pembuatan. d.SNI 7428:2008 6 Pengambilan contoh Petugas pengambil contoh mengambil secara acak 1 unit mesin pemipil jagung dari 1 lot produksi pabrik untuk dilakukan pengujian. 7. nomor seri. merek.3.

o.2 a. rendemen pemipilan. tipe silinder pemipil.lebar. b. d.2. putaran Motor. tinggi). d.SNI 7428:2008 7.1 Tujuan Untuk mengevaluasi kemampuan mesin pemipil jagung yang dioperasikan pada kondisi yang optimum. f. persentase biji jagung tercecer. putaran motor penggerak tanpa dan dengan beban (pengukuran menggunakan tachometer). diameter silinder pemipil. kapasitas pemipilan. e. pembuat. persentase susut hasil. kebutuhan daya. konsumsi bahan bakar.4 a. dilengkapi/tidak dilengkapi ayakan. dengan/tanpa roda transportasi. persentase biji jagung rusak. Motor penggerak model/tipe. b. l. penurunan daya kecambah (jika biji jagung digunakan untuk benih). lebar silinder pemipil. c. daya motor. tinggi bagian pengumpan. kapasitas pengumpanan. d. j. b. putaran silinder pemipil.2. 6 dari 19 . dilengkapi dengan pelindung pada bagian-bagian yang berbahaya. c. k. g. tingkat kebisingan. 7. p.4 Uji unjuk kerja 7. m. jenis bahan bakar. efisiensi pemipilan. h.2 Parameter yang diukur a. c. persentase biji jagung yang tidak terpipil.3. f. kapasitas pemipilan terkoreksi. e. e. n. f. 7.4. putaran silinder pemipil tanpa dan dengan beban (pengukuran menggunakan tachometer). Unit pemipil ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 7. Perlengkapan 7. jumlah gigi pemipil. b. g.3.3 a.4. i. c. tingkat kebersihan. dimensi (panjang.2. bobot.3.

dihitung mulai jagung tongkol masuk sampai habis di lubang pemasukkan (menit) 7 dari 19 . Hidupkan motor penggerak dan atur kecepatan putaran silinder pemipil sampai putaran optimum.SNI 7428:2008 7. d.4. 7. b. Ukur kecepatan silinder pemipil dengan beban.4. c. g. f.2. g. Pada saat jagung tongkol yang akan dipipil sudah semua masuk lubang pemasukan.3. e. Masukkan jagung tongkol pada lubang pemasukan. d. Ambil dan timbang jagung tongkol sebanyak 50 kg atau 100 kg. Perlakuan tersebut diatas dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Bila mesin pemipil sudah beroperasi optimum. Ukur kecepatan putaran silinder pemipil tanpa beban dengan mengarahkan sensor tachometer pada puli silinder yang berputar tepat pada kertas spotlight yang dipasang.1. Siapkan dan tempatkan mesin pemipil jagung di bagian tengah hamparan terpal. Ukur kecepatan putaran motor penggerak tanpa beban dengan mengarahkan sensor tachometer pada puli motor yang berputar tepat di kertas spotlight yang dipasang. catat juga waktunya. Siapkan dan tempatkan mesin pemipil jagung di bagain tengah hamparan terpal. Ukur kecepatan putaran motor penggerak dengan beban. c. Hidupkan motor penggerak dan atur kecepatan putaran silinder pemipil sampai putaran optimum.4.4. Ulangi langkah butir a sampai dengan butir d pada prosedur 7. f. Pasang kertas spotlight pada puli motor dan puli silinder pemipil.1 7.3 7. b.2. b.1 Prosedur dan cara perhitungan Kapasitas pengumpan Prosedur a.4.1. e. Tampung dan timbang semua jagung hasil pemipilan dari lubang pengeluaran jagung. Catat kecepatan putaran silinder pemipil tanpa dan dengan beban.1 Putaran motor penggerak tanpa dan dengan beban Prosedur: a. c. masukkan jagung tongkol melalui lubang pemasukan dan pada saat itu catat waktunya. h.3.4.2 Kpi Cara perhitungan 60 t = Wpi × Keterangan: Kpi = Kapasitas pengumpanan (kg/jam) Wpi = Berat total jagung tongkol yang diumpan selama t menit (kg) t = Waktu yang diperlukan untuk pemipilan jagung.3.4.1.2 Putaran sillinder pemipil tanpa dan dengan beban ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Prosedur: a. Masukkan jagung tongkol pada lubang pemasukan. e.2. Catat kecepatan putaran motor penggerak tanpa dan dengan beban. d. Ambil dan timbang jagung tongkol sebanyak 50 kg atau 100 kg. 7. 7.

4. Ambil sampel secara acak dari lubang pengeluaran utama paling kurang 250 g untuk satu kali ulangan dan dilakukan terhadap 5 kali ulangan pemipilan. Analisa sampel dan timbang biji jagung yang rusak dan retak serta kotoran. Bila jagung hasil pemipilan yang keluar melalui lubang pengeluaran jagung telah konstan. Lakukan pengukuran kadar air biji jagung yang dipipil secara manual sebanyak 5 kali b.1 Persentase biji jagung rusak (Wr) Prosedur a.4.3.3 7.2. ambil dan tampung biji jagung yang keluar dari lubang pengeluaran jagung dalam waktu tertentu d.3.3.1 Cara perhitungan ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Kpo = Wpo × 60 t Keterangan: Kpo = Kapasitas keluaran pemipilan jagung (kg/jam) Wpo = Berat total biji jagung yang ditampung pada lubang pengeluaran utama selama t menit (kg) t = Waktu pemipilan yang sudah ditentukan (menit) 7.1 Kapasitas pemipilan terkoreksi Prosedur a.3. Hitung rata-rata dari subpasal a.3.4. Operasikan mesin pemipil jagung pada putaran silinder pemipil optimum b.3. 7.2 Cara perhitungan Kpt = 100 − MC 0 × Tb × Kp 0 100 − MC m Keterangan: Kpt = Kapasitas pemipilan terkoreksi (kg/jam) MC0 = Kadar air biji yang dipipil rata-rata. b. Timbang bobot jagung tongkol yang ditampung selama waktu tertentu dari lubang pengeluaran jagung e. Masukan jagung tongkol melalui lubang pemasukan secara berkesinambungan ke dalam ruang pemipilan c. 8 dari 19 .4.4.SNI 7428:2008 7.3. (20 % wb) Kp o = Kapasitas pemipilan jagung (kg/jam) Tb = Tingkat kebersihan biji jagung (%) 7.4.3. 7. Perlakuan tersebut diatas dilakukan sebanyak 5 kali ulangan.2 Kapasitas pemipilan Prosedur a.4 7.3.4.4. (% wb) MCm = Kadar air biji acuan standar.

2 Cara perhitungan Wc = W t1 × 100 % Wo Keterangan: Wc = Persentase biji jagung tercecer (%) Wt1 = Bobot biji jagung bersih yang keluar melalui lubang pengeluaran tongkol dan lubang pengeluaran kotoran serta biji jagung tercecer disekitar mesin (kg) Wo = Bobot total biji jagung yang seharusnya diperoleh berdasarkan nisbah biji jagung tongkol (kg) 7.4.5. Analisa sampel dan timbang biji jagung yang tidak terpipil. dengan bobot biji jagung yang tercecer disekitar mesin.2 Cara perhitungan Wtt = W tt1 × 100 % Wo Keterangan: Wtt = Persentase biji jagung yang tidak terpipil (%) = Bobot jagung tidak terpipil (kg) Wtt1 Wo = Bobot total biji jagung yang seharusnya diperoleh berdasarkan nisbah biji jagung tongkol (kg) 9 dari 19 .5.4.3. Ambil sampel secara acak dari lubang tongkol paling kurang 250 g untuk satu kali ulangan dan dilakukan terhadap 5 kali ulangan pemipilan b.3. 7.2 Wr = Cara perhitungan Wr1 − Wr 2 × 100 % ( Wc − Wk ) Keterangan: Wr = Persentase biji jagung rusak (%) = Bobot biji jagung rusak karena pengeluaran dari mesin pemipil jagung (g) Wr1 = Bobot biji jagung rusak sebelum dipipil (g) Wr2 Wc = Bobot contoh (g) Wk = Bobot kotoran (g) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 7.1 Persentase biji jagung tercecer (Wc) Prosedur a.6 7. Ambil sampel secara acak dari lubang pengeluaran tongkol dan kotoran paling kurang 250 g untuk satu kali ulangan dan dilakukan terhadap 5 kali ulangan pemipilan b.5 7. Hitung bobot biji jagung utuh yang keluar melalui lubang pengeluaran tongkol dan kotoran (kg) c. Hitung persentase biji jagung yang tidak terpipil terhadap sampel yang diambil. Jumlahkan subpasal b.3.3.SNI 7428:2008 7.4.4.6.3.3.4.3.4. 7.1 Persentase biji jagung tidak terpipil (Wtt) Prosedur a.6.4.4.

7 7.2 Sr = Cara perhitungan Wp × 100 % Wo Keterangan: Sr = Rendemen pemipilan (%) Wp = Berat total jagung (utuh dan pecah) yang keluar dari lubang pengeluaran utama (kg) Wo = Berat tongkol jagung sebagai bahan awal (kg) 7.3.4. dibagi dengan bobot total biji jagung yang seharusnya terpipil dihitung berdasarkan nisbah biji-jagung tongkol.2 Cara perhitungan Tb = Wp1 × 100 % Wp 10 dari 19 .4.9. b.8 7.10.1 Tingkat kebersihan (Tb) Prosedur a.10 7.9 7.4. Hasil pada butir b.4.4.4.3.3.3.1 Persentase susut hasil (W1) Cara perhitungan W1 = W t t + Wc ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Keterangan: = Persentase susut hasil (%) W1 Wtt = Persentase biji jagung yang tidak terpipil (%) Wc = Persentase biji jagung tercecer (%) 7. Ambil sampel secara acak dari lubang pengeluaran utama paling kurang 250 g untuk satu kali ulangan dan dilakukan terhadap 5 kali ulangan pemipilan b.4.7.3. Ambil sampel secara acak dari lubang pengeluaran utama paling kurang 250 g untuk satu kali ulangan dan dilakukan terhadap 5 kali ulangan pemipilan.4.3.SNI 7428:2008 7. 7. Analisa sampel dan hitung persentase biji jagung yang utuh.3.1 Efisiensi pemipilan (η) Cara perhitungan η = (100 − Wtt ) % Keterangan: η = Efisiensi pemipilan (%) = Persentase biji jagung yang tidak terpipil (%) Wtt 7. Bersihkan biji jagung (utuh dan rusak) dari kotoran dan benda asing kemudian timbang.9.4. 7.3.8.3.4.1 Rendemen pemipilan (Sr) Prosedur a. kalikan dengan bobot total pengeluaran pada lubang pengeluaran utama c.10.3.

3.SNI 7428:2008 Keterangan: Tb = Tingkat kebersihan biji jagung (%) Wp1 = Bobot biji jagung (utuh dan rusak) yang keluar dari lubang pengeluaran utama (g) Wp = Bobot total keluaran yang keluar dari lubang pengeluaran utama (g) 7. Ambil secara acak 100 biji jagung yang dipipil secara manual dan 100 biji jagung yang dipipil dengan mesin b. 7.4.4.13 7.12 7. Semaikan butiran jagung tersebut di atas pada kertas semai.3.4.2 PDT = Cara perhitungan DT1 − DT2 × 100 % 100 11 dari 19 .1 Penurunan daya kecambah (PDT) Prosedur a.3.1 Konsumsi bahan bakar (Fc) Prosedur Ukur volume bahan bakar dan waktu yang diperlukan selama proses pemipilan berlangsung setiap ulangan 7.3.11.13. c.12.3.4.4.3.1 Kebutuhan daya (P) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Prosedur a. Ukur putaran pada poros silinder pemipilan pada saat mesin beroperasi.11.11 7. kemudian hitung jumlah yang tumbuh.3. b.3.2 Cara perhitungan ⎛ 2π ⎞ P=⎜ ⎟(T × n) ⎝ 60.000 ⎠ Keterangan: P = Kebutuhan daya (kW) T = Torsi (Nm) n = Putaran poros silinder pemipil (rpm) 7. Hitung kebutuhan daya pada mesin pemipil jagung.4.3.4. 7. Ukur besar torsi pada poros silinder pemipilan pada saat mesin beroperasi.13.4.12.4.2 Fc = Vc t Cara perhitungan Keterangan: Fc = Bahan bakar minyak (l/jam) Vc = Kebutuhan bahan bakar (l) t = Waktu yang diperlukan untuk pemipilan (jam) 7.

3.kapasitas pemipilan.merek/logo.5. Kriteria lulus uji Mesin pemipil jagung dinyatakan lulus uji bila sesuai dengan persyaratan pada pasal 4 dan 5.14 7. .2 8 Laporan hasil uji Format laporan hasil uji dapat dilihat pada Lampiran A. .4. 9 Penandaan Syarat penandaan mesin pemipil jagung adalah sebagai berikut: . .pembuat.5.nomor seri.14.1 7.1 Tingkat kebisingan ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Prosedur Ukur tingkat kebisingan menggunakan sound level meter pada telinga operator pada saat mesin dioperasikan pada kondisi optimum baik dengan beban maupun tanpa beban.tipe/model. 12 dari 19 . 7. Lembar data pengujian dapat dilihat pada Lampiran B.5 7.3.4. .SNI 7428:2008 Keterangan: PDT = Persentase penurunan daya kecambah (%) DT1 = Jumlah jagung yang tumbuh dari 100 biji yang dipipil manual DT2 = Jumlah jagung yang tumbuh dari 100 biji yang dipipil dengan mesin 7.

.. : ........... : .......... : .............................SNI 7428:2008 Lampiran A (normatif) Laporan hasil uji (test report) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Keterangan Hasil Pengujian (Test Report) Alat/mesin yang diujikan Merek dagang Model Tipe Pembuat Negara Asal Motor Penggerak Peminta Uji Tanggal Pengujian No................................... A.......... : ........................................ fungsi dari masing-masing bagian serta bahan pembuatnya...... bahan dan metode pengujian Peralatan Berisi tentang alat-alat ukur yang dipergunakan selama pengujian A.......................3 Mekanisme kerja Menerangkan mekanisme kerja dari mesin pemipil jagung yang diuji A..................3 Metode Berisi tentang metode pengujian yang dilakukan 13 dari 19 ....4 A. : ................ : .................. Spesifikasi (dari pemohon uji) Berisi suatu tabel spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat alat mesin A..4.....................................................1 : ......2 Bahan Berisi tentang bahan-bahan dan varietas yang dipergunakan selama pengujian A........ Surat Permohonan A.... : ............................................2 Konstruksi alat dan mesin Berisi penjelasan mengenai bagian-bagian dari alat.....................................................................4.................... : . : .........................4............1 Peralatan........

A. 14 dari 19 .5.SNI 7428:2008 A. A.2 Uji unjuk kerja ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Dijelaskan mengenai beberapa parameter yang diamati atau diukur dalam uji unjuk kerja.1 Hasil pengujian Uji verifikasi Dijelaskan mengenai hasil verifikasi dari spesifikasi yang tercantum dalam spesifikasi standar.5.6 Kesimpulan Berisi tentang hasil bahasan yang mengacu kepada syarat mutu.5 A.

Tipe silinder pemipil b.SNI 7428:2008 Lampiran B (normatif) Lembar data pengujian B. model b. merek d.1 Uji verifikasi ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” Uji verifikasi mesin pemipil jagung meliputi: a.1) : Uji verifikasi unit pemipil meliputi: a. Uraian Dimensi Alat (mm) Panjang Lebar Tinggi Bobot (kg) 1. daya motor : d. dimensi dan bobot (Tabel B. dimensi f. alamat dan tahun pembuatan. model/tipe : b. bobot operasi Dimensi dan bobot alat dapat dilihat pada tabel berikut ini: : : : : : : Tabel B 1 . Jumlah gigi pemipil c. dilengkapi dengan pelindung pada bagian-bagian yang berbahaya : : : 15 dari 19 . pembuat. Putaran silinder pemipil : : : : : : Uji verifikasi perlengkapan meliputi: a. Unit keseluruhan alat Unit pemipil jagung Unit motor penggerak Uji verifikasi motor penggerak meliputi: a. Tinggi bagian pengumpan d. 3. asal negara e. 2. putaran motor : e. dengan/tanpa roda transportasi c. nomor seri c. dilengkapi/tidak dilengkapi ayakan b. Diameter silinder pemipil f. Lebar silinder pemipil e. jenis bahan bakar : c.Dimensi dan bobot alat No.

3. 4. 3.Data hasil pengamatan kualitas bahan awal dan nisbah jagung Ulangan Dimensi jagung tongkol (mm) Diameter Panjang Berat tongkol (gr) (%) Berat biji jagung (gr) (%) Nisbah biji jagung tongkol (%) Kadar air (%) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 1. 4. 5. 2.Data hasil pengamatan uji unjuk kerja (performance test) berdasarkan bobot bahan awal Bobot bahan awal (kg) Waktu operasi (menit) Motor penggerak Perontokan Bobot biji jagung (kg) Bobot tongkol (kg) Pemakaian bahan bakar (ml/uji) (l/jam) Rend emen (%) Kapasitas pengumpan an (kg/jam) Ulangan 1. 2.Data hasil pengamatan uji unjuk kerja (performance test) berdasarkan bobot keluaran Waktu (menit) Berat biji terpipil (primary outlet) (kg) Berat tongkol (secondary outlet) (kg) Putaran (RPM) Motor Silinder TB DB TB DB Kapasitas pemipilan (kg/jam) Ulangan 1. 5. Rata-rata SD CV% Tabel B 4 . 3.SNI 7428:2008 B. 2. 5. Rata-rata SD CV(%) 16 dari 19 . 4.2 Uji unjuk kerja Tabel B 2 . Rata-rata SD CV(%) Tabel B 3 .

Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran tongkol Ulangan Bobot contoh (g) (%) Butir tongkol dan kotoran (g) (%) Jagung tak terpipil (g) (%) Berat biji jagung (g) (%) 1. 3. Rata-rata SD CV(%) Tabel B 7 . 3. 4. 2. 5. 2. Rata-rata SD CV(%) 17 dari 19 .Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran utama Ulangan Bobot contoh (g) (%) Biji jagung utuh (g) (%) Butir jagung rusak (g) (%) Kotoran (g) (%) 1. 2. Ratarata SD CV(%) Keterangan: TB : Tanpa beban DB : Dengan beban Tabel B 6 . 5. efisiensi penerusan daya dan tingkat kebisingan Putaran motor penggerak (rpm) TB TB Ulangan Putaran silinder pemipil (rpm) TB DB Putaran kipas pembersih (rpm) TB DB Tingkat Kebisingan (dB) TB DB Efisiensi penerusan daya silinder (%) Efisiensi Penerusan daya kipas pembersih (%) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 1. 5. 3. 4.SNI 7428:2008 Tabel B 5 .Data hasil pengamatan putaran. 4.

4. 2.SNI 7428:2008 Tabel B 8 . 3.Data hasil analisa pemipilan pada lubang pengeluaran kotoran Ulangan Bobot contoh (g) (%) Biji utuh (g) (%) Bobot kotoran (g) (%) 1. Rata-rata SD CV(%) ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 18 dari 19 . 5.

lebar keseluruhan mesin c. pengeluaran kotoran 7.Contoh mesin pemipil jagung Keterangan: a. pengeluaran biji jagung 5. panjang keseluruhan mesin b. kipas penghembus 19 dari 19 .1 . tinggi keseluruhan mesin 1. silinder pemipil 3. saringan 8.SNI 7428:2008 Lampiran C (informatif) 1 ” Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Koordinator / Sekretariat Panitia Teknis Departemen Perindustrian ” 2 3 5 7 4 6 8 b a Gambar C. bagian pengumpanan 2. pengeluaran tongkol 6. gigi pemipil 4.