Crs Katarak Ririn

LAPORAN KASUS

Nama No. Rekam Medik Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat

: Ny. Titin : 1127354 : 65 Tahun : Perempuan : Ibu Rumah Tangga :Perum Cijerah 2 Blok 20 No. 2

Anamnesis Keluhan Utama : Penglihatan berangsur-angsur buram

Sejak satu tahun yang lalu pasien merasakan penglihatan mata kanan berangsur-angsur menjadi buram yang mula-mula seperti melihat kabut kemudian semakin lama bertambah tebal, sehingga mata kanan hanya dapat melihat sesuatu dari dekat. Sejak 3 minggu yang lalu pasien mengeluh penglihatannya semakin bertambah buram sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderita merasa lebih jelas melihat di tempat yang gelap daripada tempat yang terang, pasien sering merasa silau apabila di tempat yang terang. Karena keluhan tersebut pasien berobat ke RS Dustira. Riwayat mata merah, nyeri kepala hebat, nyeri pada mata, mual dan muntah disangkal. Riwayat trauma atau luka pada mata maupun penyakit mata lain sebelumnya disangkal.

1

Pemeriksaan Fisik Status Generalis : Keadaan Umum Kesadaran : Compos Mentis Tanda Vital : T : 150/90 mmHg N : 84 x / menit R : 20 x / menit S : 36.2 Riwayat tekanan darah tinggi diakui sejak 8 bulan yang lalu ketika pasien melakukan operasi pada mata kirinya. tekanan darah paling tinggi 160/100 namun pasien tidak melakukan pengobatan teratur untuk darah tingginya.1. Riwayat penyakit jantung tidak ada. Riwayat diabetes tidak ada.00 x 180° 5/10 Add : S + 3.00 . 1.60C Status generalis lainnya dalam batas normal.00/ C. Riwayat operasi katarak mata kiri pada tanggal 18 Februari 2013. Riwayat penyakit serupa pada keluarga disangkal. Pemeriksaan subjektif Refraksi VOD Koreksi Add : 1/60 ::VOS : 5/60 Koreksi : S – 2. Riwayat penggunaan obat tetes mata dalam jangka waktu lama tidak ada.

isokor. Shadow test (-) Diagnosa Kerja Katarak Senilis matur OD Usul Pemeriksaan Funduskopi.3 2. RC +/+ Sinekia (-) Psedofakia (+) inferior Konjungtiva bulbi Kornea COA Pupil Iris Lensa Pterigium (-) Arcus senilis (+) Sedang Bulat. Slit lamp Terapi . RC + /+ Sinekia (-) Keruh. isokor. Pemeriksaan objektif OD OS Pergerakan Bola Mata TIO Palpebra Superior Palpebra Inferior Apparatus Lakrimalis Konjungtiva tarsalis superior Konjungtiva tarsalis Normal/ palpasi Tenang Tenang Lakrimasi (-) Tenang Tenang Normal/ palpasi Tenang Tenang Lakrimasi (-) Tenang Tenang Pterigium (-) Arcus senilis (+) Sedang Bulat.

4 ECCE + IOL OD Prognosis Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam .

Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. adalah seorang perempuan berusia 65 tahun. traumatik optik neuropati atau toksik optik neuropaty. kemungkinan dapat disebabkan oleh Central Retinal Arteri Oclution (CRAO). iskemik optik neuropaty.5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 KETERANGAN UMUM Berdasarkan identitas pasien. Dari keterangan umum pasien mendukung diagnosis katarak senilis. . Keluhan mata buram dapat dibedakan berdasarkan onsetnya. Central retinal vein Oclution (CRVO).2 ANAMNESIS Keluhan Utama : Penglihatan buram Pada katarak biasanya pasien datang dengan keluhan matanya terasa buram yang dirasakan berangsur-angsur biasanya pada generatif ataupun ada penyakit sistemik yang mendasarinya. berhubungan dengan etiologi katarak yang sebagian besar katarak disebabkan karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Hal ini. 2. neuritis optik. Bila mata buram terjadi mendadak. Angka kejadian katarak meningkat hingga sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65-74 tahun dan hingga sekitar 70% untuk meraka yang berusia lebih dari 75 tahun. dan edema makula. ablasio retina. Pada penelitian ditemukan resiko terjadinya katarak meningkat pada wanita dengan rasio wanita dan pria adalah 8:1.

retinopati. gangguan refraksi. glaukoma simplek. Penderita katarak sering kali mengeluhkan penglihatan yang silau. glukoma simplek.6 Sedangkan apabila mata buram yang terjadi secara berangsur-angsur kemungkinan disebabkan oleh katarak. Pandangan seperti terhalang asap merupakan gejala pada gangguan media refraksi. dan tumor (tumor retrobulbar dan tumor intrakranial) Anamnesis Khusus : Sejak ± 1 tahun yang lalu pasien mengeluh penglihatan buram pada mata kanan yang berangsur-angsur semakin memburuk. Gejala awal yang paling umum pada katarak yaitu kaburnya penglihatan jauh. Pasien mengeluh pandangan seperti terhalang asap atau kabut pada mata kanan. Sejak 3 minggu yang lalu pasien mengeluh penglihatannya semakin bertambah buram sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien juga mengeluh ketika melihat cahaya pandangan menjadi silau dan pasien merasa lebih nyaman berada di tempat yang teduh dari pada tempat yang terang. dimana tingkat kesilauannya berbeda-beda mulai dari sensitifitas kontras yang menurun dengan latar . gangguan refraksi atau retinitis pigmentosa. Pada umumnya seseorang yang menderita katarak akan mengalami tanda dan gejala: a) Pandangan silau dan berkabut Penderita merasa lebih peka terhadap sinar atau cahaya. Pandangan seperti melihat asap merupakan gejala khas pada katarak. Pada pasien ini onset keluhannya berangsur-angsur sehingga kemungkinan adanya katarak. retinopati.

dan malengering. menimbulkan diplopia monocular.7 belakang yang terang hingga merasa silau di siang hari atau merasa silau terhadap lampu mobil yang berlawanan arah atau sumber cahaya lain yang mirip pada malam hari. lesi makula. yang dibedakan dengan diplopia binocular dengan cover test dan pin hole. Pada katarak terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa didalam kapsul lensa atau juga suatu keadaan patologis lensa yang menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa. Sehingga pada katarak penglihatannya berkabut. b) Penurunan visus yang semakin lama semakin berat c) Perasaan tidak nyaman d) Diplopia pada satu mata Gambaran ganda dapat terbentuk pada retina akibat refraksi ireguler dari lensa yang keruh. histeris. Diplopia ada 2 macam yaitu monocular pada katarak imatur. Diplopia monocular terjadi karena indeks refraksi lensa tidak sama pada seluruh bagian lensa sinar tidak jatuh pada satu titik di makula lutea tapi di luar makula. Selain itu binocular yaitu pada . Keluhan ini sering kali muncul pada penderita katarak kortikal karena sinar yang masuk oleh lensa yang keruh akan dipantulkan kembali. Gambar kabur Pandangan seperti terhalang asap merupakan gejala pada gangguan media refraksi dan ditemukan pada katarak. subluksasi lensa.

nasopharing yang metastase. dan toksik goiter. Selain itu anamnesis ini juga digunakan untuk kepentingan screening pre operasi. nyeri kepala hebat. tekanan darah paling tinggi 160/100. Riwayat trauma atau luka pada mata maupun penyakit mata lain sebelumnya disangkal Untuk katarak traumatika adanya trauma baik tembus ataupun tumpul dapat menyebabkan kerusakan lensa sehingga cairan dari COA masuk ke lensa menyebabkan lensa menjadi keruh.8 kelainan otot-otot ekstraokular. . Riwayat diabetes tidak ada. Riwayat penyakit jantung tidak ada. Hipertensi bisa menimbulkan komplikasi yaitu retinopati hipertensi dimana keluhannya hampir sama dengan katarak yaitu adanya penglihatan buram akibat proses atherosclerosis sehingga menimbulkan sumbatan arteriol. Riwayat tekanan darah tinggi diakui sejak 4 bulan yang lalu. Riwayat mata merah. mual dan muntah disangkal Anamnesis tersebut untuk menyingkirkan kemungkinan penyulit atau komplikasi katarak seperti glaukoma. ditakutkan pada saat operasi saat penyayatan kornea terjadi perdarahan yang disebabkan karena tekanan darah yang tinggi. namun pasien tidak kontrol teratur untuk darah tingginya. ca. Riwayat penggunaan obat kortikosteroid tidak ada. Riwayat penyakit serupa pada keluarga disangkal. tumor retrogular. nyeri pada mata.

.9 Patofisiologi terjadinya katarak diabetik berhubungan dengan akumulasi sorbitol di lensa dan terjadinya denaturasi protein lensa.00 x 180° 5/10 Add : S + 3.00 Pemeriksaan visus pada penglihatan buram merupakan hal yang penting karena bisa melihat ketajam penglihatan sentral. Kemudian dilakukan pemeriksaan pinhole untuk membedakan apakah penglihatan kabur disebabkan oleh kelainan refraksi atau oleh media refraksi. ditakutkan pada saat operasi saat penyayatan kornea terjadi perdarahan yang disebabkan karena tekanan darah yang tinggi. Pemeriksaan Subjektif Refraksi VOD Koreksi Add : 1/60 ::VOS : 5/60 Koreksi : S – 2. 2. Pada pasien ini tekanan darahnya adalah 150/90 mmHg. Sedangkan denaturasi protein terjadi karena stres oksidatif yang mengoksidasi protein lensa (kristalin).1. Status Oftalmologis : I. Tekanan darah ini digunakan untuk kepentingan screening pre operasi. Akumulasi sorbitol pada lensa akan meningkatkan tekanan osmotik dan menyebabkan cairan bertambah di dalam lensa.00/ C.3 PEMERIKSAAN FISIK Pada keadaan umum yang terpenting adalah tanda vital terutama tekanan darah.

Pemeriksaan Objektif OD OS Pergerakan Bola Mata TIO Palpebra Superior Palpebra Inferior Apparatus Lakrimalis Konjungtiva tarsalis superior Konjungtiva tarsalis Normal/ palpasi Tenang Tenang Lakrimasi (-) Tenang Tenang Normal/ palpasi Tenang Tenang Lakrimasi (-) Tenang Tenang inferior Konjungtiva bulbi Pterigium (-) Pterigium (-) Kornea Jernih Jernih COA Sedang Sedang Pupil Bulat. isokor. RC +/+ Iris Sinekia (-) Sinekia (-) Lensa Keruh. RC + /+ Bulat. isokor. Pada pasien ini didapatkan pada mata kanan shadow tes negatif yang menunjukkan bahwa kekeruhan lensa di dataran posterior sudah menyeluruh dan tidak terlihat bayangan iris yang . Shadow test (-) Psedofakia (+) Shadow test merupakan pemeriksaan bola mata dengan menggunakan senter dengan penyinaran miring 45o dari poros mata. dimana makin sedikit kekeruhan lensa di dataran posterior makan akan terlihat bayangan iris yang semakin besar pada lensa yang keruh tersebut.10 II. Shadow test merupakan suatu pemeriksaan untuk mengetahui derajat beratnya kekeruhan lensa.

. diakibatkan karena pada mata kiri telah di lakukan operasi katarak sebelumnya. Sementara pada mata kiri didapatkan pseudofakia.11 menunujukan katarak matur.

4 Diagnosa Kerja . tidak nyeri. yaitu usia di atas 50 tahun. Katarak senilis biasanya berhubungan dengan penuaan.Katarak Senilis matur OD Katarak senilis adalah kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut. Katarak senilis adalah katarak yang paling sering terjadi. Kapsul: Menebal dan kurang elastik Mulai presbiopi Bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur Terlihat granular . Sebagian besar letak katarak terdapat pada daerah kortikal lensa. dan penyebabnya tidak diketahui.12 Perbedaan derajat maturitas katarak dapat dibedakan dari pemeriksaan fisik yang terlihat pada tabel berikut : Insipien Ringan Normal Normal Normal Normal (-) (+) (-) Imatur Sebagian Bertambah Terdorong Dangkal Sempit (+) < Glaukoma Matur Seluruh Normal Normal Normal Normal (-) << (-) Hipermatur Masif Berkurang Tremuilans Dalam Terbuka (+) / (-) <<< uveitis + glaukoma Kekeruhan cairan Lensa Iris Bilik Mata depan sudut bilik mata Shadow test Visus Penyulit 2. namun beberapa ditemukan pula pada area nuklear dan subkapsular. pada orang usia di atas 50 tahun. Perubahan lensa pada usia lanjut: a. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

metionin. triptofan. sedang warna coklat protein lensa nukleus mengandung histidin dan triptofan dibanding normal Korteks tidak berwarna karena: kadar asam askorbat tinggi dan menghalangi fotooksidasi 2. Epitel: Semakin tipis Sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat Bengkak dan vakuolisasi mitokondria yang nyata c.5 Usul Pemeriksaan Funduskopi dan Slit lamp Pemeriksaan funduskopi dilakukan untuk membedakan katarak yang matur dan yang imatur. sistein. sinar UV lama kelamaan merubah protein nucleus (histidin. 2.6 Terapi . Serat lensa Lebih irregular Pada korteks jelas kerusakan serat sel Brown sclerotic nucleus. Pemeriksaan slit lamp dilakukan untuk melihat kekeruhan media refraksi. ada tidaknya sinekia. dan kedalamaan COA.13 b. dan tirosin) lensa.

misalnya pada pasien muda. Di bawah ini merupakan jenis-jenis teknik operasi katarak : 1. Teknik operasi ini paling banyak digunakan. ahli bedah mata akan melakukan sayatan yang sangat kecil pada permukaan mata. Selain itu. dengan menggunakan mikroskop operasi. maka operasi katarak dilakukan hanya untuk membuat pupil tampak hitam meskipun penglihatan tidak akan kembali. dekat dengan kornea. • Indikasi medis : a) Katarak hipermatur b) Lens induced glaucoma c) Lens induced uveitis d) Dislokasi/subluksasi lensa e) Terdapat benda asing di intralentikuler f) Retinopati diabetik g) Retinal detachment • Indikasi kosmetik : jika penglihatan hilang sama sekali . namun kekeruhan katarak tidak dapat diterima. Pada fakoemulsifikasi. Keuntungannya adalah lama operasi lebih singkat. hal ini tergantung pada keperluan penglihatan pasien. yaitu kurang dari 30 menit. Komplikasi yang berkaitan dengan jahitan lebih rendah karena insisinya . yaitu : • Indikasi optik : Jika penurunan tajam penglihatan pasien hingga mengganggu penglihatan sehari-hari maka operasi dapat dilakukan.000 MHz) kemudian diaspirasi. membutuhkan obat anestesi lebih sedikit dan tidak perlu penjahitan. Fakoemulsifikasi.14 Terapi operatif dengan teknik ECCE+IOL OD Indikasi Operasi Katarak : Indikasi operasi katarak . Tidak ada batas khusus visus sebagai indikasi operasi. Fakoemulsifikasi merupakan prosedur ekstrakapsular dengan mengemulsifikasi nukleus lensa menggunakan gelombang ultrasonik (40.

meninggalkan kapsula posterior. Prosedur ini memiliki beberapa keuntungan dibanding ICCE karena dilakukan dengan insisi yang lebih kecil. Oleh karena itu. mengurangi akses bakteri terhadap cavitas vitreous untuk endophtalmitis dan mengeleminasi komplikasi jangka panjang dan pendek yang berhubungan dengan lengketnya vitreous dengan iris. kemampuan ahli bedah dan densitas nukleus. mengurangi mobilitas iris dan vitreous yang terjadi dengan pergerakan saccus (endophtalmodenesis). adanya barrier restriksi perpindahan molekul aquous dan vitreous. mengurangi angka kejadian edema makular. Prosedur ECCE memerlukan keutuhan dari zonular untuk pengeluaran nukleus dan materi kortikal lainnya. Indikasi ECCE melalui ekspresi nukleus prosedur utama pada operasi katarak. Kelebihan Yang diperoleh dari tehnik operasi Phacoemulsifikasi ini dibandingkan dengan jenis operasi katarak standar antara lain: • Pemulihan fungsi penglihatan yang optimal dan cepat • Mengurangi rasa nyeri. Pelaksanaan prosedur ini tergantung dari ketersediaan alat. . Pembedahan ekstrakapsuler. jahitannya lebih stabil dan aman. ngeres dan ketidaknyamanan pasca operasi • Waktu operasi lebih cepat (±15 menit) • Tidak menunggu katarak matang • Bius tanpa suntikan 2. astigmatisma berkurang.15 kecil dan rehabilitasi visualnya lebih . lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. ECCE yang melibatkan pengeluaran nukleus dan korteks lensa melalui kapsula anterior. maka trauma endothelium kornea lebih sedikit. Pada ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction) atau EKEK . kerusakan retina dan edema kornea. kornea dan tempat insisi. ketika zonular tidak utuh pelaksanaan prosedur yang aman melalui ekstrakapsular harus dipikirkan lagi. posisi fiksasi IOL lebih baik secara anatomi. Kapsula posterior yang intak akan mengurangi resiko keluarnya vitreous intraoperatif.

sehingga akan tampak insisi dengan konfigurasi bi-planar • Cairan visko-elastik diinjeksikan ke bilik mata depan. Forceps rectus superior dipasang pada insertion rectus superior dan benang silk 4. • Forniks yang mendasari lipatan konjungtiva diangkat dengan memotong konjungtiva di temat perlekatannya pada limbus.dilakukan dengan beberapa teknik antara lain bear-can opener. larutan viskoelastik diinjeksikan lagi ke bilik mata depan IOL dimasukan ke dalam kapsula lensa lalu dirotasikan sampai diperoleh kedudukan terbaik Larutan viskoelastik diaspirasikan dengan IA cannula . envelope. Titik-titik perdarahan dan pembuluh darah besar dikoagulasi dengan elektrokauter bipolar • Insisi dibuat setengah ketebalan pada limbus dengan menggunakan razor mounted on blade breaker-holder. Christmas tree. cairan ini akan meliputi endotel kornea .0 dipasangkan di bawahnya. capsulorrhexix dan lain-lain • • • • • • Insisi lumbal diperluas dengan menggunakan gunting kornea Nukleus diberi tekanan pada jam 12 dan jam 6 meridian Korteks dikeluarkan dengan suction dilakukan dengan IrrigationAspiration cannula lalu diirigasi dengan saline fisiologis atau ringer laktat Jika dilakukan implantasi lensa.melindunginya dari kerusakan dan memperdalam bilik mata depan untuk memperluas area operasi • Dilakukan kapsulotomi anterior dengan menggunakan jaum bent hypodermic 26 atau 30 G.16 Tahap-tahap operasi ECCE : • • • Setelah dilakukan anestesia mata dibersihkan dengan larutan PovidoneIodine 5% dan saccus konjungtiva diirigasi dengan saline fisiologis Tupan Kelopak mata diretraksi dengan speculum Superior rectus bridle suture dipasang untuk mendorong limbus ke bawah dan stabilisasi bola mata.

luka operasi yang bocor. Pada teknik ini. masih dilakukan pada kasus trauma mata yang berat. Teknik ini sudah jarang digunakan. Tahap-tahap pembukaan bola mata dan penutupan luka di limbus sama dengan yang dilakukan pada ECCE. Walaupun demikian. Teknik ini melibatkan mengangkat seluruh lensa termasuk kapsula posterior. keterlambatan perbaikan visus. Dalam melakukan teknik ini tidak perlu khawatir terhadap perkembangan selanjutnya dan penanganan dari opasitas kapsul. Namun metode pengeluaran lensa . Berbeda dengan kedua teknik sebelumnya. ahli bedah akan mengeluarkan lensa mata besarta selubungnya. inkarserasi vitreus. Edem kornea merupakan suatu keadaan yang umum terjadi saat operasi dan komplikasi post operasi. sehingga dapat dilakukan pengangkatan lensa dengan sukses. Kontraindikasi relatif adalah miopia tinggi. tapi ditempat lain yaitu di depan iris.Bagaimanapun sejumlah kerugian dan komplikasi post operasi. sindrom marfan.17 • • 3. Konjungtiva direposisikan menutup luka di daerah limbus Pembedahan intrakapsuler (ICCE).ICCE merupakan kontraindikasi absolut pada anak-anak dan dewasa muda dengan katarak dan kasus-kasus dengan trauma ruptur kapsular. Meskipun banyak komplikasi post operasi. Teknik ini dapat dilakukan dengan alat – alat yang sedikit canggih dan di daerah dimana tidak terdapat mikroskop operasi dan sistem origasi.0 sekitar ¾ ketebalan kornea dan sclera dengan jahitan interuptus atau kontinyu. Teknik ini membutuhkan sayatan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan teknik ekstrakapsuler. inkarserasi iris. timbulnya astigmatismat. namun ICCE masih dapat digunakan pada kasus-kasus dimana zonular rusak berat. katarak morgagni. Insisi limbus dijahit dengan menggunakan Prolene 10. pemasangan lensa mata buatan pada teknik pembedahan intrakapsuler bukan pada tempat lensa mata sebelumnya. dan adanya vitreus di bilik mata depan. insisi limbus yang lebar sering 160o-180o dikaitkan dengan beberapa faktor risiko yang mengikutinya seperti penyembuhan yang terlambat.

18 berbeda dengan insisi lebih besar dan dilakukan iridektomi perifer sebelum pengeluaran lensa. bila katarak pada pasien ini segera ditangani dengan operasi.7 PROGNOSIS Jika katarak yang luas dan progressif tidak diobati maka dapat menyebabkan kebutaan. Quo ad Functionam : dubia ad bonam Karena katarak merupakan kebutaan yang reversible. Operasi dapat mengurangi risiko terjadinya kebutaan. antara lain: • Cryo-extraction: menggunakan cryoprobe dan N2O menyebabkan suhu turun hingga -40 derajat yang menyebabkan perlengketan lensa ke probe. Quo ad Vitam : ad bonam Dilihat dari tanda vital dan pemeriksaan fisik baik. Katarak merupakan penyebab utama terjadinya kebuataan pada orang dewasa dengan usia 55 tahun atau lebih. Teknik-teknik yang dilakukan untuk pengeluaran lensa. lensa dikeluarkan perlahan • • • • • Erysiphake Sliding technique Tumbling Lens forceps technique Wire-vectis technique II. maka fungsi penglihatan pasien akan membaik. . Katarak sebagian besar dapat dihilangkan dengan operasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful