BAB I LAPORAN KASUS

1.1 KETERANGAN UMUM Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Alamat : Ny. DN : 67 tahun : Perempuan : Ibu Rumah Tangga : Jl. Pasar Antri 2 No. 10 Cimahi

Tanggal Pemeriksaan : 3 Juli 2013 No. Rekam Medik : 02167159

1.2 ANAMNESIS Keluhan Utama Anamnesa Khusus : Penglihatan mata kiri buram :

Sejak 2 bulan yang lalu, pasien mengeluh penglihatan pada mata kiri menjadi buram dan semakin lama semakin bertambah buruk. Mata kiri masih dapat melihat walaupun buram dan penglihatan seperti tertutup tirai. Pasien sering merasa silau dan lebih nyaman melihat ditempat redup. Keluhan disertai dengan nyeri seputar mata dan nyeri kepala sebelah kiri yang terasa mau copot. Keluhan juga disertai mual dan muntah. Keluhan hilang apabila pasien beristirahat atau tidur.. Mata kanan pasien tidak ada keluhan. Karena keluhan pada mata kirinya, pasien berobat terlebih dahulu ke puskesmas dan diberi beberapa obat minum dan obat tetes mata yang namanya 1

Pasien mempunyai riwayat darah tinggi sejak 6 tahun yang lalu namun pasien kontrol teratur. 1. Wh -/-. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga pernah dialami oleh ibunya. Rh-/- 2 . penyakit mata lain maupun operasi mata sebelumnya disangkal. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan atau jamu-jamuan tertentu dalam jangka panjang disangkal. Namun keluhan tidak membaik sehingga pasien berobat ke Poliklinik Mata RS Dustira. JVP tidak meningkat : Bentuk dan gerak simetris : VBS kanan = kiri.3 PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis : Kesadaran Keadaan Umum Tanda Vital : Komposmentis : Tampak sakit sedang : TD : 130/90 mmHg N: 88 x/m R: 21 x/m S: 36. Riwayat benturan atau luka pada mata.tidak diingat oleh pasien.50C Kepala − Mata − THT Leher Thorax − Pulmo : Lihat status lokalis : Tidak ada kelainan : KGB tidak teraba.

anisokor φ 3mm. reflek cahaya direk/indirek (+/+) Sinekia (-) Jernih 3 Normal ke segala arah Meningkat Tenang Tenang Tenang Tenang Injeksi Siliar (+) Jernih Sedang Bulat. lembut.− Cor Abdomen : BJ I-II murni reguler : Datar. anisokor φ 5mm. Inspeksi dan Palpasi OD OS Orthotropia Muscle Balance Pergerakan bola mata Normal ke segala arah Normal TIO Palpebra superior Palpebra inferior Konjungtiva tarsalis superior Konjungtiva tarsalis inferior Konjungtiva bulbi Kornea COA Pupil Iris Lensa Tenang Tenang Tenang Tenang Tenang Jernih Sedang Bulat. NT (-). reflek cahaya direk/indirek (-/-) Sinekia (-) Keruh . BU (+) Normal Hepar dan Lien tidak teraba Ekstremitas Status Lokalis • : Tidak ada kelainan Pemeriksaan Subjektif Visus Kacamata VOD Koreksi : 5/5 :VOS : 5/15 Koreksi : Pinhole 5/5 • Pemeriksaan Objektif a.

2 mmHg c. Glaukoma primer sudut tertutup kronis OS 1. Pemeriksaan Lapangan Pandang 4. Pemeriksaan sudut bilik mata 3. Glaukoma primer sudut terbuka OS 2. Pemeriksaan kelainan papil saraf optik 2.4 DIAGNOSIS BANDING 1. Pemeriksaan Objektif Lainnya Tidak dilakukan pemeriksaan 1.b.5 % 2 dd I gtt OS Trabekulektomi 4 .5 mmHg OS : 37. Tes provokasi 1. Pemeriksaan Tonometri OD : 8.6 DIAGNOSIS KERJA Glaukoma primer sudut terbuka OS 1.7 PENATALAKSANAAN Glaukoma : Acetazolamide 3X 250 mg Timolol 0.5 USUL PEMERIKSAAN 1.

8 PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : dubia ad malam 5 .1.

2 ANAMNESIS Keluhan utama : Penglihatan mata kiri buram Keluhan mata buram dapat dibedakan berdasarkan onsetnya. Glaukoma sudut terbuka primer adalah bentuk glaukoma yang tersering dijumpai.BAB II PEMBAHASAN 2. Central Retinal Arteri Oclution (CRAO) 2. Neuritis Optik 5. Central retinal vein Oclution (CRVO) 3. adalah seorang pasien perempuan berusia 67 tahun. Hal ini berhubungan dengan risiko kejadian glaukoma sudut terbuka primer. Traumatik Optik Neuropati atau Toksik Optik Neuropaty 7. Iskemik Optik Neuropati 6. Bila mata buram terjadi mendadak. Ablasio retina 4. 2. Hal ini mendukung diagnosis glaukoma sudut terbuka primer.1 KETERANGAN UMUM Berdasarkan identitas pasien. Edema Makula 6 . umumnya lebih banyak menyerang perempuan dari pada laki-laki dan pada usia lebih dari 40 tahun. Glaukoma sudut terbuka merupakan glaukoma primer yang ditandai dengan sudut mata terbuka. kemungkinan dapat disebabkan oleh : 1.

Gejala yang dominan pada glaukoma adalah penurunan visus yang dapat terjadi secara mendadak dan berangsur-angsur disertai dengan nyeri kepala. Gejala ini sesuai dengan keluhan pasien. Gangguan Refraksi atau retinitis pigmentosa 5. Jenis keluhan glaukoma yang memberikan keluhan yang menyerupai keluhan pasien adalah glaukoma primer sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup kronis. Riwayat hipertensi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya glaukoma. dan gangguan refraksi. Pada pasien ini keluhan buram dirasakan berangsur-angsur sehingga penyakit yang memungkinkan adalah katarak. Keluhan disertai dengan nyeri seputar mata dan nyeri kepala sebelah kiri yang terasa mau copot. Tumor (tumer retrobulbar dan tumor intrakranial) Sejak 2 bulan yang lalu. Glaukoma 3. 7 . pasien mengeluh penglihatan pada mata kiri menjadi buram dan semakin lama semakin bertambah buruk. Keluhan juga disertai mual dan muntah. Pasien mempunyai riwayat darah tinggi sejak 6 tahun yang lalu namun pasien kontrol teratur. retinopati.Sedangkan apabila mata buram yang terjadi secara berangsur-angsur kemungkinan disebabkan oleh : 1. Katarak 2. Retinopati 4. glaukoma. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga pernah dialami oleh ibunya.

Menurut penelitian.3 PEMERIKSAAN FISIK Pada keadaan umum. Status Oftalmologis • Pemeriksaaan subjektif Visus Kacamata VOD Koreksi : 5/5 :VOS : 5/15 Koreksi : Pinhole 5/5 Pemeriksaan visus menunjukkan penurunan fungsi mata kiri pasien. 2. Kemudian dilakukan pemeriksaan pinhole untuk membedakan apakah penglihatan kabur disebabkan kelainan refraksi atau media refraksi. • Pemeriksaan objektif a. status generalis dalam batas normal. glaukoma memiliki risiko 4 kali lebih besar apabila ada keluarga yang memiliki penyakit tersebut. Inspeksi dan Palpasi OD Muscle Balance Pergerakan bola mata Orthotropia OS Normal ke segala arah Normal TIO Palpebra superior Palpebra inferior Konjungtiva tarsalis superior Tenang Tenang Tenang Normal ke segala arah Meningkat Tenang Tenang Tenang 8 .Riwayat penyakit serupa dalam keluarga dapat menjadi faktor risiko dalam timbulnya glaukoma.

5 mmHg OS : 37. Glaukoma primer sudut terbuka OS 9 . Hal ini menyingkirkan diagnosis glaukoma sudut tertutup. Hal ini sejalan dengan penyakit glaukoma. Pada pasien tidak ditemukan sinekia posterior.2 mmHg Pada mata sebelah kiri terjadi peningkatan TIO sehingga menunjang untuk diagnosis glaukoma. anisokor φ 5mm. reflek cahaya direk/indirek (-/-) Sinekia (-) Keruh Pada pasien ini tekana intraokular meningkat setelah dilakukan pemeriksaan tonometri. b. dimana gangguan sirkulasi humor akueos dapat menyebabkan peningkatan TIO. Pemeriksaan tonometri OD : 8.4 DIAGNOSA BANDING Diagnosa banding glaukoma dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan mata. Pemeriksaan objektif lainnya Tidak dilakukan pemeriksaan 2. c. reflek cahaya direk/indirek (+/+) Sinekia (-) Jernih Tenang Injeksi Siliar (+) Jernih Sedang Bulat. anisokor φ 3mm.Konjungtiva tarsalis inferior Konjungtiva bulbi Kornea COA Pupil Iris Lensa Tenang Tenang Jernih Sedang Bulat. kemungkinan diagnosis bandingnya adalah sebagai berikut: 1.

Batas tekanan bola mata tidak sama pada setiap individu. Glaukoma primer sudut tertutup kronis OS. a. Diagnosis banding glaukoma primer sudut terbuka yang diambil adalah glaukoma sudut tertutup kronis OS. Glaukoma sudut tertutup lebih sering herediter dan terjadi pada pasien rabun dekat (hipermetropia). Untuk hal demikian yang dapat kita temukan kemungkinan tekanan tertentu memberikan kerusakan. Berbagai alat diagnostik tambahan untuk menentukan ada atau tidak adanya glaukoma pada seseorang dan berat atau ringannya glaukoma yang diderita. Dengan tonometer Schiotz tekanan bola mata penderita diukur. 10 . 2.2. karena dapat saja tekanan ukuran tertentu memberikan kerusakan pada papil saraf optik pada orang tertentu. Hal ini dilihat dari anamnesa berupa mata buram yang berangsur-angsur.5 USUL PEMERIKSAAN Untuk menentukan seseorang menderita glaukoma maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. serta dini atau lanjut glaukoma yang sedang diderita seseorang. Glaukoma primer sudut tertutup kronis dilihat berdasarkan penurunan penglihatan yang berangsur-angsur disertai gangguan lapang pandang. Pemeriksaan tekanan bola mata Tonometri merupakan pemeriksaan untuk menentukan tekanan bola mata seseorang berdasarkan fungsinya dimana tekanan bola mata merupakan keadaan mempertahankan mata bulat sehingga tekanan bola mata yang normal tidak akan memberikan kerusakan saraf optik atau yang terlihat sebagai kerusakan dalam bentuk kerusakan glaukoma pada papil saraf optik.

Pemeriksaan kelainan papil saraf optik Oftalmoskopi. Aplanasi tonometri. Reaksi mata tidak sama pada setiap orang.Dikenal 4 bentuk cara pengukuran tekanan bola mata: 1. Saraf optik dapat dilihat secara langsung. Tonometri udara (air tonometri). 4. Tujuan pemeriksaan dengan tonometer atau tonometri untuk mengetahui tekanan bola mata seseorang. sehingga tidaklah sama tekanan normal pada setiap orang. 2. kurang tepat karena tergantung faktor subjektif. kurang tepat karena dipergunakan di ruang terbuka. b. Tonometer yang ditaruh pada permukaan mata atau kornea akan menekan bola mata ke dalam. dengan memberi beban pada permukaan kornea. Kelainan pada pemeriksaan oftalmoskopi dapat terlihat : • Kelainan papil saraf optik . Tekanan ke dalam ini akan mendapatkan perlawanan tekanan dari dalam bola mata melalui kornea. Identasi tonometri. pemeriksaan ke dalam mata dengan memakai alat yang dinamakan oftalmoskop.Saraf optik pucat atau atrofi 11 . Warna serta bentuk dari mangok saraf optik pun dapat menggambarkan ada atau tidak ada kerusakan akibat glaukoma. mendatarkan permukaan kecil kornea. 3. Palpasi. Pada keadaan normal tekanan bola mata tidak akan mengakibatkan kerusakan pada papil saraf optik. Dengan oftalmoskop dapat diiihat saraf optik didalam mata dan akan dapat ditentukan apakah tekanan bola mata telah mengganggu saraf optik.

• Derajat 4. bila bagian belakang kanal Schlemm masih terlihat termasuk skleral spur. dan garis Schwalbe terlihat disebut sudut sangat sempit. Dengan gonioskopi dapat ditentukan klasifikasi glaukoma penderita apakah glaukoma sudut terbuka atau glaukoma sudut tertutup. Pada keadaan ini tidak akan terjadi sudut tertutup. serat yang pucat atau atrofi akan berwarria hijau Tanda lainnya seperti perdarahan peripapilar Pemeriksaan Sudut Bilik Mata Gonioskopi adalah suatu cara untuk melihat langsung keadaan patologik sudut bilik mata. Dapat dinilai besar atan terbukanya sudut: • Derajat 0. Pada gonioskopi dipergunakan goniolens dengan suatu sistem prisma dan penyinaran yang dapat menunjukkan keadaan sudut bilik mata. disebut sudut tertutup. Kelainan serabut retina. bila badan siliar terlihat. 12 . disebut sudut terbuka.. bila tidak terlihat struktur sudut dan terdapat kontak. bila sebagian kanal Schlemm terlihat disebut sudut sempit sedang kelainan ini mempunyai kemampuan untuk tertutup • Derajat 3. kornea dengan iris. juga untuk melihat hal-hal yang terdapat pada sudut bilik mata seperti benda asing. bila tidak terlihat 1/2 bagian trabekulum sebelah belakang. disebut sudut terbuka. Sudut sangat sempit sangat mungkin menjadi sudut tertutup • Derajat 2.Saraf optik bergaung • • c. dan malahan dapat menerangkan penyebab suatu glaukoma sekunder. • Derajat 1.

selama 2 13 . selama l menit. Kemudian ukur tensi intraokulernya. perimeter Goldmann. Kenaikan tensi 8 mmHg atau lebih. sedang bila lebih dari 11 mm Hg pasti patologis. sifat progresivitasnya. Lalu tekanan intraokuler diukur setiap 15 menit selama 1. Gangguan lapangan pandang akibat glaukoma terutama mengenai 30 derajat lapangan pandang bagian tengah.60 mmHg. dan hubungannya dengan kelainan-kelainan diskus optikus adalah khas untuk penyakit ini. Penurunan lapangan pandang akibat glaukoma itu sendiri tidak spesifik. Kemudian disuruh minum 1 L air dalam 5 menit. dan perimeter otomatis. Tes Provokasi Tes provokasi : dilakukan pada keadaan yang meragukan. 3. Tes minum air : penderita disuruh berpuasa.5 jam. 2. Pemeriksaan Lapangan Pandang Pemeriksaan lapangan pandang secara teratur penting untuk diagnosis dan tindak lanjut glaukoma. Perubahan paling dini adalah semakin nyatanya bintik buta. A.4 dd gt 1. Tes Steroid : diteteskan larutan dexamethasone 3 . Friedmann field analyzer. tetapi pola kelainan lapangan pandang. e. dianggap mengidap glaukoma. Berbagai cara untuk memeriksa lapangan pandang pada glaukoma adalah layar singgung. karena gangguan ini terjadi akibat defek berkas serat saraf yang dapat dijumpai pada semua penyakit saraf optikus.d. Kenaikan 9 mmHg atau lebih mencurigakan. Untuk glaukoma sudut terbuka 1. tanpa pengobatan selama 24 jam. Pressure congestion test : Pasang tensimeter pada ketinggian 50 .

5.15 mmHg patologis. Tes midriasis : Dengan meneteskan midriatika seperti kokain 2%. 3. Tes bersujud (prone position test) : Penderita disuruh bersujud selama 1 jam. Dengan bersujud. Tes membaca : Penderita disuruh membaca huruf kecil pada jarak dekat selama 45 menit. Kenaikan tekanan lebih dari 10 mmHg pasti patologis. Kenaikan tensi 10 . Karena tes ini mengandung bahaya timbulnya glaukoma akut. Tes kamar gelap : orang sakit duduk ditempat gelap selama 1 jam. yang mengganggu aliran cairan bilik mata ketrabekulum. sedang kenaikan 8 mmHg mencurigakan. 4. 1. B. lensa letaknya lebih kedepan mendorong iris kedepan. Untuk glaukoma sudut tertutup. Tensi diukur setiap 1/4 jam selama 1 jam.minggu. 2. tidak boleh tertidur. homatropin 1% atau neosynephrine 10%. sekarang sudah banyak ditinggalkan. Kenaikan tensi 8 .6 DIAGNOSIS KERJA Glaukoma primer sudut terbuka OS 14 . menyebabkan sudut bilik depan menjadi sempit. Kenaikan 5 mmHg mencurigakan sedangkan 7 mmHg atau lebih pasti patologis. 2. Ditempat gelap ini terjadi midriasis. Kenaikan tensi intraokuler 8 mmHg menunjukkan glaukoma.10 mm Hg menandakan mungkin ada sudut yang tertutup. yang perlu disusul dengan gonioskopi.

Pasien mempunyai riwayat darah tinggi sejak 6 tahun yang lalu namun pasien kontrol teratur.Hal ini berrdasarkan temuan yang didapatkan dari anamnesa dan pemeriksaan fisik. Keluhan juga disertai mual dan muntah. Riwayat penyakit serupa dalam keluarga pernah dialami oleh ibunya 2. Pemeriksaan fisik Status Oftalmologis Pemeriksaaan subjektif Visus Kacamata VOD : 5/5 Koreksi :VOS : 5/15 Koreksi : Pinhole 5/5 Pemeriksaan Objektif Inspeksi dan Palpasi OD Muscle Balance Pergerakan bola mata Orthotropia OS Normal ke segala arah Normal TIO Palpebra superior Palpebra inferior Konjungtiva tarsalis superior Tenang Tenang Tenang Normal ke segala arah Meningkat Tenang Tenang Tenang 15 . yaitu: 1. Anamnesa Keluhan disertai dengan nyeri seputar mata dan nyeri kepala sebelah kiri yang terasa mau copot.

anisokor φ 5mm. dimana gangguan sirkulasi humor akueos dapat menyebabkan peningkatan TIO. Pemeriksaan Tonometri OD : 8.5 mmHg OS : 37. reflek cahaya direk/indirek (-/-) Sinekia (-) Keruh Pada pasien ini tekana intraokular meningkat setelah dilakukan pemeriksaan tonometri. anisokor φ 3mm. 2. Acetazolamide 250 mg Inhibitor karbonik anhidrase Inhibitor karbonat anhidrase sistemik (asetazolamide) digunakan apabila terapi topikal tidak memberikan hasil memuaskan. Carbonic anhydrase adalah enzim katalisis hidrasi karbondioksida jadi asam karbonik yang kemudian berdisosiasi jadi ion bikarbonat dan hydrogen 16 .2 mmHg Pada mata sebelah kiri terjadi peningkatan TIO sehingga menunjang untuk diagnosis glaucoma.7 PENATALAKSANAAN 1. Inhitor karbonik anhidrase oral menurunkan tekanan bola mata melalui enzim yang membentuk akueous humor. Hal ini sejalan dengan penyakit glaukoma.Konjungtiva tarsalis inferior Konjungtiva bulbi Kornea COA Pupil Iris Lensa Tenang Tenang Jernih Sedang Bulat. reflek cahaya direk/indirek (+/+) Sinekia (-) Jernih Tenang Injeksi Siliar (+) Jernih Sedang Bulat.

levobunolol.2. Dengan menghambat reseptor beta maka dengan sendirinya produksi akuos humor berkurang. Trabekulektomi Pada glaukoma masalahnya adalah terdapatnya hambatan filtrasi (pengeluaran) cairan mata keluar bola mata yang tertimbun dalam mata sehingga tekanan bola mata naik. Timolol maleat 0. dengan efek menurunkan TIO yang kurang. Selekfif (betaxolol) “Selektif” beta blocker adalah "cardioselective". Nonselektif beta blocker (timolol. 3. Pada usia lanjut toleransi obat ini lebih baik karena efeknya kurang pada pernafasan. carteolol. metipranolol) Termasuk ke dalam kelompok ini yang mempunyai efek pada kedua reseptor beta-l (β1) dan beta-2 (β2). Dikenal beberapa bentuk Beta blocker topikal 1. humor • reseptor beta adrenergik dan reseptor alfa • karbonik anhidrase inhibitor b. mempunyai potensi menurunkan TIO dengan memungkinkan mata memproduksi akuos lebih sedikit daripada normal 2. Bedah trabekulektomi merupakan teknik bedah untuk mengalirkan 17 .5% ODS Mengurangi produksi akueous humor a. Beta adrenergik antagonis Dikenal sistem yang berhubungan dengan pembentukan akueous Di dalam mata yang berperan besar pada produksi cairan mata adalah beta-1 (β1) reseptor.

Quo ad functionam : dubia ad malam Glaukoma sudut terbuka dapat berkembang secara perlahan sehingga akhirnya menimbulkan kebutaan total. Pembedahan ini memakan waktu tidak lebih dari 30 menit setelah pembedahan perlu diamati pada 4-6 minggu pertama.cairan melalui saluran yang ada. Pada trabekulektomi ini cairan mata tetap terbentuk normal akan tetapi pengaliran keluarnya dipercepat atau salurannya diperluas. Untuk mencegah jaringan parut yang terbentuk diberikan 5 fluoruracil atau mitomisin. Untuk melihat keadaan tekanan mata setelah pembedahan. 18 . Bedah trabekulektomi membuat katup sklera sehingga cairan mata keluar dan masuk dibawah konjungtiva. 2. Biasanya pengobatan akan dikurangi secara perlahan-lahan. Dapat dibuat lubang filtrasi yang besar sehingga tekanan bola mata sangat menurun.8 PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam Dilihat dari tanda vital dan pemeriksaan fisik baik.

Penuntun Ilmu Penyakit Mata. 2. Paul.DAFTAR PUSTAKA 1. Vaughan. hal 220-239. Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia. Oftalmologi Umum edisi 17. Rahayu. Hal 56 – 58. 2000. CV Ondo Jakarta. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Editor Ctahtjono. S. 19 . Dalam panduan manajemen klinik PERDAMI. Glaucoma. Jakarta. 2006. Asbury. Khurana A. Microsoft Encarta. Fourth edition. Friedlaender Mitchell. Comprehensive Opthalmology. Edisi 4. 2004 3. Ilyas. India: New Age International. 2011.K. 4. 2007. Widya Medika. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful