Dominikus Raditya Atmaka 10/299684/KU/13985 Tugas Manajemen 10 Teori motivasi ada beberapa macam diantaranya : 1.

Teori motivasi kebutuhan. Teori motivasi kebutuhan ini berbeda dengan teori motivasi kebutuhan yang diciptakan maslow. Dalam teori motivasi kebutuhan, kesadaran akan motivasi akan tumbuh jika pimpinan memperhatikan kebutuhan karyawan. Jika kebutuhan terpenuhi, akan timbul rasa sungkan oleh karyawan jika bekerja dengan tidak giat dan timbul keinginan untuk membalas budi. Maka dengan sendirinya akan timbul motivasi untuk bekerja dengan giat. 2. Teori dua factor. Dalam teori dua faktor, segala sesuatu yang berada di dalam lingkungan perusahaan dapat menjadi faktor untuk mendorong atau menghambat motivasi. Seorang manajer harus berusaha untuk menjadi pendorong motivasi karyawannya bukan sebagai penghambat motivasi. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang baik dan pengertian terhadap anak buahnya akan berusaha untuk meningkatkan human relationship, keterbukaan, dan lain sebagainya. Pimpinan dapat menjadi penghambat motivasi apabila terlalu keras peraturannya, tidak terbuka, dan lain sebagainya. Hal lain yang dapat menjadi faktor pendukung diantaranya teman sekerja yang baik, ruang kerja yang nyaman, alat yang dipakai dalam keadaan baik, lingkungan yang tertata rapi, dan lain-lain. Sedangkan hal lain yang dapat menjadi faktor penghambat adalah rekan kerja yang kurang baik, kurang akrab, ruang kerja yang kurang nyaman, alat pekerjaan yang tidak berfungsi dengan baik, lingkungan yang kumuh, kotor, dan berantakan, dan lain-lain. 3. Teori “X”. Pada teori X dapat diketahui bahwa pada dasarnya manusia itu memiliki sifat pemalas dalam dirinya. Sehingga apabila ada kesempatan, maka pasti akan digunakan untuk bermalasmalasan. Dalam teori ini tidak adanya semangat atau motivasi untuk bekerja dengan baik. Contohnya dalam proyek bangunan apabila tidak ditunggui mandor, maka para tukang akan bersantai-santai dalam membangun bangunan. Untuk itu pimpinan perlu melakukan pengawasan yang ketat untuk anak buahnya agar pekerjaannya dapat dikendalikan. Contohnya ketika muridmurid sedang ujian, maka perlu ditunggui dengan awas agar murid tidak mencontek pekerjaan temannya. Jika ada instruksi atau perintah yang diberikan, maka perintah harus diberikan secara terperinci sehingga dalam pelaksanaannya anak buah tidak perlu berpikir lagi karena orang akan malas berpikir. Jika perlu, maka dapat dituliskan supaya anak buah tidak perlu repot-repot menghafalkan pesanan. 4. Teori “Y”. Dalam teori Y dapat diketahui bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat suka bekerja (hal ini bertolak belakang dengan teori X). untuk itu pimpinan dalam mengawasi jangan terlalu ketat meskipun harus tetap diawasi. Pengawasan tetap dibutuhkan supaya kinerja anak buah sesuai dengan perencanaan (agar tidak terjadi penyimpangan). Kalau pengawasan terlalu ketat maka karyawan justru merasa tersinggung. Contohnya mahasiswa yang merasa tersinggung dengan adanya daftar presensi karena mahasiswa datang bukan hanya untuk absensi akan tetapi juga untuk mencari ilmu. Dalam pemberian instruksi atau perintah pekerjaan tidak perlu terlalu ketat atau terperinci. Hal ini bertujuan agar anak buah dapat berpikir dan berkreatifitas sendiri jika diberikan kesempatan. Untuk itu diperlukan juga pemberian kepercayaan penuh agar tugas dapat dilakukan dengan benar. Teori X dan teori Y diciptakan oleh orang yang sama yaitu Mac Gregor. Walaupun diajukan oleh orang yang sama, namun dalam penerapannya dapat berbeda jauh. Teori X digunakan untuk orang yang memiliki pendidikan rendah karena banyak orang berpendidikan rendah malas berpikir dan belum mampu berpikir tinggi. sedangkan untuk teori Y digunakan untuk orang yang memiliki pendidikan tinggi dimana mereka sudah mampu berpikir dan ingin diberikan kesempatan untuk berpikir dan berkreatifitas.

Dalam pengawasan ini tidak dilakukan secara keseluruhan proses. Teori Z adalah teori baru yang dalam penggunaannya di jepang menyebabkan ekonomi jepang dapat bertumbuh dengan pesat pasca kehancuran perang dunia ke 2. Kelemahannya adalah pengawasan ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi contohnya untuk membayar orang yang mengawasi pada setiap langkah pekerjaan akan lebih banyak. itu dibuat karena ada pedoman “The right man on the right place” mereka ada karena mereka pas untuk menduduki jabatan tersebut berdasarkan job description dan job specification. Teori “Z”. Contoh seorang ibu yang memiliki anak bayi akan sering melihat bayinya apakah aman atau tidak. Pengawasan terus menerus adalah pengawasan yang dilakukan sepanjang waktu di semua tahapan pekerjaan. Adapun beberapa azas pengawasan diantaranya : 1. Sekaligus digunakan segai pertanggung jawaban atas wewenang tugas yang diberikan. maka jabatannya harus rela digantikan. . Contohnya yamamoto tahun ini menjadi direktur. sampai tahap terakhir dilakukan proses pengawasan terus. Akan tetapi kali ini hanya menghasilkan 500 rim. ia bukanlah penguasa suatu perusahaan namun hanya pengurus yang membuat praktis koneksi. Keuntungan dari pengawasan jenis ini adalah preventif. Sebagai akibat dari teori ini adalah jika ada perubahan kondisi . Mulai dari tahap satu. Standar Operational Procedurenya menjadi sangat penting jarena kalau sampai terjadi keteledoran akan dapat langsung dipertanggungjawabkan. Sedangkan kelemahannya adalah tidak preventif. jadi sudah terlanjur terjadi penyimpangannya baru diawasi. tahap kedua. Jadi kesalahan dapat ditanggulangi secara langsung ditahap tertentu saja sejak ketika muncul tanda-tanda kesalahan. semua orang yang bekerja dalam suatu perusahaan memiliki kedudukan yang sama. misalnya perekonomian. Contohnya dalam perusahaan kertas dalam sehari seharusnya dapat menghasilkan 1000 rim. Berdasarkan pengawasan akan dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan maju atau mundur atau gagal atau berhasil. Preventive atau mencegah lebih baik daripada arepresif atau mengobati. Kalau ada jabatan direktur sampai OB. namun karena kondisi perekonomian sedan lemah maka tahun depan ia digantikan oleh ajinomoto yang lebih bisa mengatasi kondisi. Yang ada hanyalah mereka adalah rekan sekerja yang masing-masing salaing membutuhkan satu sama lain. Di dalam teori Z. yakni oleh orang jepang.5. Keuntungan dari pengawasan ini adalah membutuhkan biaya yang lebih rendah. Kalaupun ada seorang pemimpin dalam perusahaan. terbagi menjadi dua macam yaitu : . Contohnya sebagai ketua kelas memperantarai antara pihak akademik dan mahasiswa supaya tidak terjadi kerepotan dan miskomunikasi.Pengawasan terus menerus atau pengawasan continous. teori Z dibuat oleh orang yang berbeda dari teori X dan teori Y. Akan tetapi pengawasan dilakukan hanya pada saat terjadi penyimpangan atau terjadi hal-hal yang tidak seperti biasanya. FUNGSI 5 : FUNGSI PENGAWASAN Fungsi pengawasan adalah fungsi yang membandingkan antara realisasi dengan perencanaan jika ada penyimpangan baik positif atau negative untuk dicari penyebab dan tindak lanjutnya yang tepat. Menurut Intensitasnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah jangan sampai tanda-tanda penyimpangan muncul karena kalau sudah ada penyimpangan akan sulit untuk memulihkannya kembali. Ada pula beberapa jenis pengawasan yaitu : 1. Maka perlu dilakukan pengawasan apakah ada hal yang salah atau kerusakan mesin sehingga dapat langsung dibenarkan. .Pengawasan oleh perkecualian atau controlling by exception.tidak ada yang menduduki sebagai atasan atau sebagai bawahan atau orang yang dipimpin dan orang yang memimpin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful