You are on page 1of 56

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME atas rahmat dan karuniaNya maka Dokumen Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini telah disusun oleh Tim Perumus menyajikan potensi pemanfaatan hasil penelitian yang relevan dengan program kesehatan yaitu Delapan Sasaran Strategis dan Delapan Fokus Prioritas dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan RI 20102014. Hasil rumusan ini sangat bermanfaat sebagai masukan bagi pengembangan program dan kebijakan kesehatan (policy option). Hasil penelitian yang berpotensi HKI juga direkomendasikan dalam dokumen ini yang diharapkan ke depannya dapat membantu tercapainya target indikator Badan litbangkes dalam Renstra Kementerian Kesehatan RI 2010-2014. Selain itu, rekomendasi bagi pengembangan iptekkes diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana ilmiah untuk penelitian dan pengembangan kesehatan. Kami mengharapkan masukan dan saran untuk penyempurnaan dokumen ini sehingga penyusunan dokumen yang akan datang akan lebih baik lagi. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dokumen ini.

Jakarta, Desember 2012 a.n Tim Perumus Ketua Tim,

dr. Soewarta Kosen, MPH, DrPH NIP 195003041976031003

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012

i

DAFTAR ISI
KATA PENG ANTAR ................................................................................ DAFTAR ISI ........................................................................................... DAFTAR TABEL ...................................................................................... DAFTAR GAMBAR................................................................... ............... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. i ii iii iv v

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. A. Perkembangan jumlah penelitian ........................................................... B. Pemanfaatan Hasil Penelitian (tuntutan Menpan dan Itjen dalam penilaian Akuntabilitas Kinerja) ......................................................................... C. Pentingnya Rumusan Hasil Penelitian ...................................................... D. Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian...................................................

1 2

4 5 6

BAB II PROSES PENYUSUNAN RUMUSAN HASIL PENELITIAN .............................. A. Pengumpulan Laporan Penelitian ........................................................... B. Penyusunan Data Base Laporan Penelitian ................................................ C. Metode Review Laporan Akhir Penelitian .................................................

7 8 8 9

BAB III RUMUSAN HASIL PENELITIAN .......................................................... A. Hasil Rumusan Penelitian ..................................................................... B. Isu-isu keteknisan .............................................................................. C. Risalah Hasil Review ..........................................................................

10 11 39 41

BAB IV REKOMENDASI BERDASARKAN HASIL RUMUSAN....................................

45

BAB V PENUTUP ...................................................................................

46

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012

ii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berdasarkan Sasaran Strategis..................................................... Tabel 3.2 Jumlah Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berdasarkan Fokus Prioritas ....................................................... Tabel 3.3 Jenis Luaran Kebijakan Kesehatan ............................................... Tabel 3.4 Potensi Kebijakan Kesehatan Berdasarkan Satker ............................. Tabel 3.5 Potensi Kebijakan Kesehatan Berdasarkan Area Penelitian .................. Tabel 3.6 Jenis Luaran Iptek ................................................................... Tabel 3.7 Luaran Iptek Berdasarkan Satker penelitian .................................... Tabel 3.8 Luaran Iptek Berdasarkan Jenis Penelitian ...................................... Tabel 3.9 Luaran Iptek Berdasarkan Kelompok Penyakit.................................. Tabel 3.10 Luaran Iptek Berdasarkan PM ...................................................... Tabel 3.11 Luaran Iptek Berdasarkan PTM .................................................... Tabel 3.12 Keterkaitan Hasil Penelitian dengan Sasaran Strategis ....................... Tabel 3.13 Keterkaitan Hasil Penelitian dengan Fokus Prioritas .......................... Tabel 3.14 Sebaran Hasil Penelitian Menurut Pemanfaatan Bagi Pengembangan Program ............................................................................... Tabel 3.15 Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Peneltian Kesehatan Tahun 2011 .............................................................. Tabel 3.16 Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Peneltian Kesehatan Tahun 2011 (lanjutan)................................................. Tabel 3.17 Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Peneltian Kesehatan Tahun 2011 (lanjutan)................................................. Tabel 3.18 Pengembangan Program Kemenkes Masa Depan ............................... Tabel 3.19 Rekapitulasi Kelengkapan Laporan Penelitian .................................. 36 38 42 35 33 31 13 16 17 18 18 20 23 24 25 25 26 27 12

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Perkembangan Jumlah Penelitian dari Tahun 2005-2012 ...................

2

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Penilaian Laporan Akhir Penelitian Tahun 2011 Lampiran 2 Surat Keputusan Pembentukan Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tahun 2011

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012

v

Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan (Iptekkes) di Indonesia masih belum bisa disejajarkan dengan perkembangan Iptekkes di dunia. Kondisi seperti tersebut merupakan penyebab minimnya kuantitas. serta kebijakan pemerintah yang kurang mendukung terciptanya suasana ilmiah untuk penelitian dan pengembangan kesehatan. demikian pula minat dan peluang melakukan penelitian dan pengembangan kesehatan masih rendah. terutama berkaitan langsung budaya masyarakat ilmiah dan komitmen pemerintah pada ranah penelitian. Pengembangan dan Penerapan Ilmu dan Teknologi. Prasarana dan sarana penelitian dan pengembangan kesehatan yang ada di berbagai pusat penelitian dan pengembangan kesehatan juga belum memadai. Sedangkan hal yang mendasar sesungguhnya terletak pada aspek pendidikan kesehatan. serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penelitian dan pengembangan kesehatan.Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bertugas untuk mengelola penelitian dan pengembangan kesehatan termasuk pembinaan. 1 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 . Sehubungan dengan hal tersebut. dan publikasi ilmiah bidang kesehatan. kualitas penelitian dan pengembangan kesehatan. Di samping hal-hal lain yaitu jumlah. data dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman serta pembuktian asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga menyebabkan kurang terbinanya masyarakat ilmiah. menyebutkan bahwa riset adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi. Permasalahan yang dihadapi dalam perkembangan Iptekkes di Indonesia. manfaat dan mutu peneliti serta penelitiannya.

Perkembangan Jumlah Penelitian Gambar 1. tentang pemantauan dan penilaian. A. 39/1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.peningkatan kualitas penelitian dan pemanfatannya merupakan sasaran program Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan sebagai indikator kinerja yang secara formal didokumentasikan dalam Renstra Kemenkes 2010-2014. Proses pengawasan penelitian dan pengembangan kesehatan mengacu pada Kepmenkes No. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan sampai dengan tahun 2011 mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014.1 Perkembangan Jumlah Penelitian dari Tahun 2005-2012 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 2 . Berdasarkan PP No. (3) pemanfaatan hasil penelitian atau yang relevan dengan program. 1179A/1999 tentang kebijakan nasional litbangkes. Rencana Strategis Kemenkes RI 2010-2014 dan rencana pembangunan jangka panjang bidang kesehatan (RPJPK) tahun 2005-2025. dan (4) jumlah dana yang terserap dan teralokasikan. Tanggungjawab tersebut dilaksanakan oleh unit utama Badan Litbangkes. (2) jumlah hasil penelitian yang memiliki HAKI. Kemenkes RI. Pemantauan dan penilaian aspek teknis didasarkan pada tolok ukur (1) publikasi ilmiah. Menteri Kesehatan bertanggungjawab dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes).

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 3 . Dari gambar di atas terlihat jelas bahwa setiap tahunnya Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah melaksanakan ratusan penelitian dengan berbagai area dan bidang penelitian. Jumlah penelitian antara tahun 2005-2011 sangat fluktuatif setiap tahunnya.Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir (tahun 2005 – 2011).1). Hal ini terlihat. Peningkatan anggaran penelitian harusnya didukung juga dengan tersedianya SDM peneliti yang cukup baik secara kualitas dan kuantitas. 304. yang terbanyak pada tahun 2008 yaitu 319 penelitian dan yang tersedikit pada tahun 2007 yaitu 102 penelitian (Gambar 1. misalnya pada tahun 2010 total anggaran penelitian sebesar Rp.6 Milyar.4 Milyar.3%) dari total anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sebesar Rp. Sampai dengan bulan Oktober 2012 jumlah pegawai Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan adalah 1375 orang namun jumlah peneliti fungsional hanya 320 orang. Untuk itu perlu dukungan semua satuan kerja dan komitmen pimpinan dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas peneliti di Badan Litbangkes. Apabila dikaitkan dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan penelitian tersebut. peneliti madya 99 orang dan peneliti utama 26 orang. 540. Jumlah ini masih sangat sedikit jika dibandingkan kementerian/lembaga lain yang program litbangnya sudah maju seperti Kementerian Pertanian. 224. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatantelah melaksanakan penelitian sebanyak 1398 dengan rata-rata per tahunnya sebanyak 200 penelitian.8 Milyar (53. 419.6%) dari total anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sebesar Rp. peneliti muda 70 orang. LIPI dan BPPT.2 Milyar (56. Peneliti fungsional tersebut terdiri dari peneliti pertama 125 orang. Sementara pada tahun 2011 meningkat menjadi Rp. maka dapat dikatakan bahwa setiap tahunnya alokasi anggaran penelitian menunjukkan adanya peningkatan.

7) Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. bayi. 3) Pengendalian penyakit menular. pengaturan. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 4 .B. keamanan. dan balita. pemanfaatan. Belum optimalnya pemanfaatan hasil-hasil penelitian juga disebabkan karena belum adanya Agenda Riset yang dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam pemilihan topik-topik penelitian yang diperlukan oleh program. pengembangan dan pemanfaatan di bidang kesehatan. 6) Pengembangan sistem jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). penyakit tidak menular. 8) Peningkatan pelayanan kesehatan primer. pengembangan. pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan. Agenda Riset merupakan dokumen yang sangat penting dalam pelaksanaan penelitian sehingga hasil penelitian dapat diarahkan dan difokuskan dalam mendukung pengembangan kebijakan pembangunan kesehatan. serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan produk teknologi kesehatan melalui penelitian. mutu obat dan makanan. Sasaran Strategis program Badan Litbangkes adalah 1) Meningkatkan kualitas penelitian. dan pemanfaatan di bidang kesehatan. sekunder dan tersier. pemerataan. 5) Peningkatan ketersediaan. keterjangkauan. 4) Pemenuhan. dan 2) Meningkatkan penapisan. dan kesehatan lingkungan. Pemanfaatan Hasil Penelitian Akuntabilitas Kinerja) (tuntutan Menpan dan Itjen dalam penilaian Renstra Kemenkes 2010-2014 menetapkan 8 (delapan) fokus prioritas pembangunan kesehatan. Sesuai dengan dokumen Renstra 2010-2014. 2) Perbaikan status gizi masyarakat. yaitu: 1) Peningkatan kesehatan ibu.

hasil penelitian terlambat dirilis sehingga momentumnya tidak bertemu dengan kebutuhan program. meningkatkan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan prinsip efektifivitas dan efisiensi. C. Namun dari ratusan hasil penelitian tersebut dirasakan masih sangat sedikit yang dimanfaatkan oleh pengelola program di lingkungan Kementerian Kesehatan. 2.Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu penelitian telah dilakukan antara lain: 1. Di sisi lain. Menyusun pedoman manajemen penelitian untuk sinkronisasi penelitian terhadap proses dan prosedur anggaran. Produk penelitian dan pengembangan kesehatan yang bermutu seharusnya menghasilkan Iptekkes yang inovatif dan dapat mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan. beberapa hasil penelitian belum memiliki manfaat untuk pengembangan program. Kondisi ini diakibatkan karena belum adanya kesesuaian antara hasil penelitian dengan kebutuhan program kesehatan dan hal ini disebabkan oleh masih lemahnya upaya-upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan menilai topik penelitian apa yang diperlukan (research need assessment ). Pentingnya Rumusan Hasil Penelitian Pada tahun 2011 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah melaksanakan 239 penelitian dengan berbagai area dan bidang penelitian. Membentuk Tim Rumusan Hasil Penelitian yang bertugas menyusun rumusan hasil-hasil penelitian Tahun 2011 serta relevansinya dengan Fokus Prioritas Kementerian Kesehatan. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 5 . Berbagai evidence yang diperoleh dari hasil penelitian juga belum dimanfaatkan secara optimal untuk penyusunan dan pengembangan kebijakan kesehatan. topik penelitian didasarkan pada sasaran strategis dan delapan fokus prioritas Kementerian Kesehatan sebagaimana termuat dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010 – 2014. Kalaupun ada manfaatnya. Penyusunan penelitian berbasis kebutuhan untuk pemanfaatan penelitian bagi programprogram pembangunan kesehatan. dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan kesehatan berbasis hasil penelitian Tahun 2011. Idealnya. 3.

Menelaah dan mengidentifikasi permasalahan dalam laporan hasil penelitian 4. namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan evaluasi terhadap seluruh hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada tahun 2012. Monitoring dan evaluasi atau sering disingkat Monev seringkali menjadi kunci dalam penjaminan mutu penelitian. Melaporkan hasil kerja Tim kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan relevansinya dengan Fokus Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 6 . Melalui monitoring akan diketahui keefektifan proses pelaksanaan penelitian dan melalui evaluasi akan diketahui mutu hasil atau baik tidaknya suatu hasil penelitian. Menyusun dokumen Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 7. Dengan segala keterbatasan yang ada maka perlu dilakukan dan disusun rumusan hasil-hasil penelitian serta relevansinya dengan Fokus Prioritas dan Sasaran Strategis Kementerian Kesehatan. Menyusun rumusan hasil-hasil penelitian Tahun 2011 serta Prioritas Kementerian Kesehatan. D. Merujuk pada sasaran program Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yaitu meningkatnya kualitas penelitian. komisi etik. maka menjadi tanggung jawab bersama bahwa setiap kegiatan penelitian harus dievaluasi agar hasilnya tidak hanya sesuai dengan rencana melainkan sesuai dengan sasaran program dan standar kualitas yang ditetapkan. profesor riset. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan membentuk tim penyusun rumusan hasil penelitian tahun 2011 yang terdiri dari perwakilan komisi ilmiah.Penjaminan mutu penelitian salah satu di antaranya dilakukan melalui monitoring dan evaluasi. Adapun tugas dari tim penyusun rumusan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian Dalam rangka mewujudkan hal di atas dilakukan secara efektif dan efisien. Meskipun masih dihadapi berbagai kelemahan yang terjadi seperti diuraikan di atas. pengembangan dan pemanfaatan hasil litbangkes. Menyusun rencana kerja Tim 2. Memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan kesehatan berbasis hasil penelitian Tahun 2011 6. Menetapkan metode evaluasi hasil-hasil penelitian Tahun 2011 3. panitia pembina ilmiah dan Asosiasi Peneliti Kesehatan Indonesia (Apkesi). 5.

tim penyusun rumusan hasil penelitian bekerja berdasarkan SK Kepala Badan Litbangkes. dan 4) penyusunan rumusan hasil penelitian. Proses tersebut dilakukan secara intensif dengan berbagai pendekatan. 3) review laporan akhir penelitian. anggota Tim bertugas menelaah dan mengidentifikasi permasalahan dan relevansinya dengan Fokus Prioritas Kementerian Kesehatan. Penugasan anggota Tim untuk menelaah laporan penelitian dilakukan berdasarkan kesesuaian kepakaran atau latar belakang anggota. Analisis hasil review dilakukan untuk menggabungkan dan mengambil poin-poin penting dari hasil review seluruh laporan penelitian tahun 2011.Dalam melaksanakan proses menghasilkan dokumen rumusan hasil penelitian 2011. Berdasarkan SK Kepala Badan Litbangkes. dilakukan review bersama seluruh anggota tim untuk memperjelas dan mempertajam hasil review individual yang telah dilakukan sebelumnya. 2) penyusunan data base laporan akhir penelitian . Setelah anggota Tim berproses dalam me_review laporan penelitian tahun 2011. Berikut ini gambaran proses tahapan penyusunan rumusan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Perumus terhadap dokumen laporan penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tahun 2011. baik melalui serial diskusi maupun dengan membagikan penugasan untuk me_review laporan penelitian kepada seluruh anggota Tim. Review laporan penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh tim. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 7 . Dilakukan beberapa tahapan dalam memproses dan mengevaluasi hasil penelitian sehingga diperoleh dokumen rumusan hasil penelitian yang terdiri dari 1) pengumpulan dokumen laporan akhir penelitian.

A.5%). Oleh karena itu. Softcopy data riset yang sudah dibersihkan/ cleaning Pada tahun 2011. Sebanyak 10 dokumen hasil penelitian telah diterima oleh Sekretariat Tim Perumus tetapi sesudah proses review berakhir. Nomor Kode. Judul Penelitian dan kelangkapan luaran laporan penelitian. Laporan akhir dalam bentuk hardcopy dan softcopy b. Daftar tersebut disusun sesuai dengan pedoman manajemen litbangkes yang menginformasikan tentang Satuan Kerja Pelaksana. B. Jadi secara keseluruhan sebanyak 237 (99. penegakan pedoman manajemen penelitian dan pengembangan kesehatan sangat diperlukan sebagai dukungan aspek legal yang kuat dan mengikat agar penyerahan dokumen laporan penelitian menjadi suatu kewajiban yang merupakan pertanggungjawaban yang harus ditaati oleh para peneliti. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah melaksanakan 239 penelitian dengan berbagai area dan bidang penelitian.2%) laporan hasil penelitian tahun 2011 telah diterima di Sekretariat Tim Perumus. dimana setiap peneliti diwajibkan menyerahkan luaran penelitian sebagai berikut : a. Pengumpulan Laporan Penelitian Pengumpulan laporan hasil penelitian didasarkan pada pedoman manajemen litbangkes. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 8 . Sampai berakhirnya proses review hasil penelitian dokumen laporan penelitian yang terkumpul sebanyak 227 dari 239 laporan penelitian. Naskah publikasi ilmiah hasil riset dalam bentuk hardcopy dan softcopy c. Jika dibandingkan dengan tahun 2010 terjadi penurunan persentase jumlah laporan yang dikumpulkan yaitu 196 dari 197 laporan (99. Penyusunan Data Base Laporan Penelitian Dokumen laporan penelitian yang dikumpulkan sekretariat Tim Perumus dari seluruh satuan kerja di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan disusun dengan menggunakan daftar agar seluruh informasi dasar yang terkait dengan penelitian dapat direkam dengan baik dan lengkap. Hal ini sangat penting karena dokumen laporan penelitian merupakan prasyarat mutlak yang harus tersedia agar proses selanjutnya dapat dilakukan evaluasi substantif untuk kemudian dirumuskan oleh Tim Perumus Hasil Penelitian. sehingga tidak sempat dilakukan review terhadap 10 dokumen hasil penelitian tersebut.

C. relevansi dengan sasaran rencana strategis dan fokus prioritas Kementerian Kesehatan. Metode Review Laporan Akhir Penelitian Laporan akhir penelitian di_review dengan menggunakan formulir kelengkapan laporan penelitian serta relevansi dan potensi hasil penelitian (terlampir). Di dalam formulir tersebut juga terdapat komentar. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 9 . pengembangan program. saran dan rekomendasi dari reviewer terkait hasil penelitian yang diperiksa. pengembangan iptekkes dan HKI/paten. 1. Review terhadap kesesuaian substansi hasil penelitian dengan kaidah ilmiah. serta potensi pemanfaatanya untuk masukan kebijakan. Formulir yang digunakan untuk penilaian dapat dilihat pada lampiran. Review terhadap kelengkapan laporan penelitian bertujuan untuk me_review kesesuaian susunan laporan akhir penelitian dengan Panduan Penyusunan Proposal Protokol. 2. Penilaian Proposal dan Laporan Akhir Penelitian Badan Litbangkes yang di keluarkan oleh Komisi Ilmiah.

Sebanyak 239 laporan penelitian di_review oleh 17 reviewer yang terdiri dari peneliti senior. tetapi jumlah realisasi anggaran penelitian sebagai data pendukung belum dapat diidentifikasi secara integral.Pada proses telaah laporan penelitian dan proses penyusunan rumusan hasil penelitian telah diidentifikasi berbagai isu penting yang dapat mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Salah satu isu penting yang dibahas adalah cost effectiveness penelitian. Tim Perumus mulai melakukan pertemuan konsolidasi dan penyempurnaan instrumen evaluasi untuk selanjutnya melakukan review laporan penelitian pada bulan April 2012 hingga bulan Agustus 2012. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 10 . Satu anggota Tim Perumus me_review antara 7 hingga 14 judul penelitian sesuai dengan kepakarannya. para profesor riset dan Ketua PPI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sesuai dengan kepakarannya. Meskipun tidak dilakukan analisis cost effectiveness penelitian secara mendalam namun rumusan disandingkan dengan alokasi anggaran penelitian.

Hasil Rumusan Penelitian 1.A. Diharapkan penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengarah pada prioritas pembangunan kesehatan yang sudah ditetapkan. Isu-isu Strategis (Dukungan penelitian terhadap Sasaran strategis dan Fokus Prioritas Renstra) Untuk perencanaan strategis tahun 2010-2014 tema prioritas pembangunan kesehatan adalah “peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan” dan telah ditetapkan 8 fokus prioritas pembangunan kesehatan. Sedangkan untuk sasaran strategis meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat didukung 26 penelitian. sebagian besar merupakan penelitian inovatif dan penelitian di luar sasaran strategis Kementerian Kesehatan yaitu sebanyak 111 penelitian. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 11 . Untuk tahun 2011 telah dilakukan pengelompokkan penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan berdasarkan sasaran strategis sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah. Penelitian 2011 mendominasi sasaran strategis nomor 2 yaitu menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular sebanyak 72 penelitian dari 227 penelitian. Dari 227 laporan penelitian yang dikaji.

Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk. Influenza Like Illnes (ILI). Terpencil. influenza pandemi A/H1N1. schistosomiasis. Neglected Tropical Diseases. Menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender. HIV/AIDS (1 penelitian).Tabel 3. kecacingan. Upaya Kesehatan Berbasis Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 12 . Sebagian besar penelitian mengarah kepada penyakit menular. Selanjutnya.1. Penelitian inovatif dan penelitian lainnya di luar sasaran strategis Jumlah Jumlah Penelitian 26 72 1 3 0 3 5 6 111 227* 5 6 7 8 9 *) Jumlah penelitian yang di_review di luar laporan yang terlambat disampaikan kepada sekretariat Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan secara umum telah mendukung sasaran strategis yang telah ditetapkan. Kejadian Luar Biasa penyakit chikungunya. flu burung/H5N1. hantavirus Spesies Seoul Virus (SEOV) strain Kepulauan Seribu. Penelitian mengenai penyakit menular tersebut meliputi malaria (14 penelitian). terutama penduduk miskin Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. Demam Berdarah Dengue. Seluruh Kabupaten/Kota melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian tersebut di antaranya tentang fortifikasi vitamin A. Surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI). dan tuberculosis (5 penelitian). Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK). filariasis. Jumlah Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berdasarkan Sasaran Strategis. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular. No 1 2 3 4 Sasaran Strategis Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat. penyakit pes. diare pada anak balita. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal. penelitian paling dominan kedua yang mendukung sasaran strategis yaitu tentang status kesehatan dan gizi masyarakat sebanyak 26 penelitian. japanese enchepalitis. Seluruh Provinsi melaksanakan program pengendalian penyakit tidak menular. difteri. leptospirosis.

bayi. Pemenuhan. serta hanya 1 penelitian yang mendukung menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender. dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI).2. Keluarga Berencana (KB). Penelitian inovatif dan lainnya yang tidak mendukung fokus prioritas Jumlah Jumlah Penelitian 18 12 89 1 5 6 7 8 9 0 7 4 91 227*) *) Jumlah penelitian yang di_review di luar laporan yang terlambat disampaikan kepada sekretariat Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 13 . Peningkatan pelayanan kesehatan primer. gizi mikro. pengembangan. Sedangkan dukungan penelitian untuk sasaran strategis lainnya tidak sebanyak sasaran strategis 1 dan 2. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Hal ini terlihat dari kesenjangan jumlah yang signifikan untuk sasaran strategis tersebut.Masyarakat (UKBM). strategi keluarga sadar gizi (kadarzi). keamanan. gizi Kesehatan Ibu dan Anak. Kesenjangan jumlah ini menunjukkan bahwa penetapan area dan topik penelitian belum mengacu pada Sasaran Strategis Renstra dan belum mengarah pada tujuan dan indikator program/kegiatan. Air Susu Ibu (ASI). Tabel 3. Perbaikan status gizi masyarakat. sehingga perlu ada identifikasi sebaran jumlah kepakaran peneliti. pengembangan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). kepakaran penelitian mungkin menjadi salah satu faktor. Peningkatan ketersediaan. keterjangkauan. mutu dan penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan. Jumlah Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Berdasarkan Fokus Prioritas No 1 2 3 4 5 Fokus Prioritas Peningkatan kesehatan ibu. Selain itu. Pengembangan Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). pemerataan. sekunder dan tersier. Pada tahun 2011 tidak terdapat hasil penelitian yang mendukung pencapaian peningkatan PHBS. Balita dan Keluarga Berencana (KB). dan pemberdayaan SDM kesehatan.

strategi keluarga sadar gizi (kadarzi). gizi KIA. edukasi gizi dan pola makan. pengembangan formula jamu dan tanaman obat. thalassemia. filariasis. kajian aborsi. yaitu 91 dari 227 penelitian. tumor dan kanker. Neglected Tropical Diseases. influenza pandemi A/H1N1. Sedangkan penelitian terkait penyakit tidak menular meliputi penyelenggaraan haji. difteri. diabetes melitus. Topik penelitian untuk fokus prioritas nomor 1 meliputi intervensi tradisi SE’I. kecacingan. pengembangan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). gizi mikro. Sebanyak 89 penelitian tersebut tentang penyakit menular yaitu malaria (14 penelitian). Surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI). masih ada penumpukan di satu fokus prioritas namun ada fokus prioritas yang tidak didukung oleh Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 14 . gizi balita. schistosomiasis. Influenza Like Illnes (ILI). analisis kandungan zat gizi. flu burung/H5N1. yankes maternal di Puskesmas. jantung koroner. Dukungan jumlah penelitian untuk setiap fokus prioritas tidak merata. Kejadian Luar Biasa penyakit chikungunya. dan tuberculosis (5 penelitian). merupakan penelitian inovatif di luar fokus prioritas pembangunan kesehatan. Sedangkan penelitian yang paling dominan adalah penelitian yang mendukung fokus prioritas nomor 3 yaitu pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan sebanyak 89 penelitian. penyakit pes. japanese enchepalitis. bayi. Demam Berdarah Dengue. hantavirus Spesies Seoul Virus (SEOV) strain Kepulauan Seribu. balita dan keluarga berencana sedangkan yang mendukung fokus prioritas perbaikan status gizi masyarakat sebanyak 12 penelitian. sebagian besar penelitian tahun 2011. dan pola persalinan. Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). diare pada anak balita. leptospirosis. HIV/AIDS (1 penelitian).Berdasarkan fokus prioritas pembangunan kesehatan. Penelitian yang terkait dengan KIA sebanyak 18 penelitian dan dapat menjadi dukungan untuk fokus prioritas nomor 3 yaitu peningkatan kesehatan ibu. kesehatan lingkungan. gizi balita. kajian Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Topik penelitian yang mendukung fokus prioritas nomor 2 meliputi fortifikasi vitamin A.

Kebijakan Kesehatan Berdasarkan 239 penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2011. 2. berpotensi kebijakan kesehatan akan dibagi menjadi 3 bahasan. 1) Jenis Luaran Kebijakan Dari 35 hasil penelitian yang berpotensi menjadi kebijakan. Sedangkan sisanya sejumlah 204 penelitian Penelitian belum yang ada potensi dalam pengembangan kebijakan kesehatan. Sementara itu terdapat penelitian inovatif dan penelitian-penelitian lainnya sebanyak 91 penelitian. pemerintah sedang berupaya mewujudkan pelaksanaan asuransi kesehatan untuk cakupan nasional melalui pembentukan pelaksanaanya. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 15 . Hal ini menjadi indikasi perlunya peningkatan kapasitas peneliti dalam melaksanakan meta analisis. penyusunan rekomendasi kebijakan dan advokasi hasil penelitian. penelitian inovatif ini akan lebih diarahkan kepada pemenuhan topik-topik penelitian yang sesuai dengan Fokus Prioritas. Di sisi lain. Penelitian inovatif merupakan penelitian dengan topik penelitian di luar 8 Fokus Prioritas.penelitian yaitu Pengembangan sistem Jamkesmas. Di masa yang akan datang. Pemanfatan Hasil Penelitian dan Relevansi dengan Potensi Penelitian BPJS yang memerlukan dukungan bukti-bukti ilmiah dalam a. terdapat 35 penelitian yang hasilnya berpotensi dikembangkan menjadi kebijakan kesehatan. Namun hasil penelitian tersebut masih perlu diolah kembali untuk menjadi masukan kebijakan yang siap dimanfaatkan. seluruhnya dapat menjadi masukan untuk kebijakan sesuai area penelitian masing-masing.

Kebijakan tersebut adalah pengaturan fasilitas Puskesmas yang menitikberatkan pada pencegahan dan penanggulangan penyakit terkait tambang logam berat dan sianida. Jenis Luaran Kebijakan Kesehatan No 1 2 3 Jenis Luaran Kebijakan Masukan Perbaikan dan Penyempurnaan Kebijakan Masukan penyusunan kebijakan yang belum ada Masukan klarifikasi kebijakan Jumlah Jumlah 33 1 1 35 Dari 35 penelitian yang berpotensi dikembangkan menjadi kebijakan. Ar) sehingga merekomendasikan agar dibuat kebijakan spesifik di wilayah tambang. program penyehatan lingkungan yang spesifik untuk wilayah tambang. sebanyak 33 penelitian adalah berupa masukan untuk perbaikan atau penyempurnaan kebijakan yang telah ada. Salah satu temuan penelitian ini adalah teridentifikasinya bahwa belum ada pengaturan tentang perlindungan kesehatan terhadap pekerja tambang dan penduduk dari logam berat (Hg. udara dan rantai makanan. Selain itu.Tabel 3. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 16 . Hal ini menggambarkan bahwa penelitian yang dilakukan adalah kajian terhadap implementasi peraturan dan kebijakan yang telah ada. Terdapat 1 hasil penelitian yang secara spesifik dapat memberikan masukan kebijakan yaitu penelitian yang berjudul “Analisis Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Sekitar PT Minahasa Raya (Ratatotok dan Buyat) Tahun 2011”. pelaksanaan AMDAL dan monitoring terhadap kualitas air.3. didapat 1 hasil penelitian yang berpotensi untuk memberikan masukan untuk klarifikasi terkait dengan isu susu formula.

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 17 . Sesuai dengan tugas dan fungsinya.4. Potensi Kebijakan kesehatan Berdasarkan Satker No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Satker Sekretariat Pusat BTDK Pusat TIKM Pusat HKKPM BBPPVRP Balai Litbang GAKI Balai Litbang P2B2 Donggala Balai Litbang P2B2 Banjarnegara Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Loka Litbang P2B2 Ciamis Risbinkes Risbin Iptekdok Jumlah Jumlah 1 1 1 16 2 1 1 1 2 1 7 1 35 Tiga puluh lima penelitian yang berpotensi masukan kebijakan dilaksanakan oleh 10 satker dengan total 27 penelitian dan sisanya dilaksanakan melalui mekanisme Risbinkes (7 penelitian) dan Risbin Iptekdok (1 penelitian). Terdapat 7 penelitian yang berpotensi untuk masukan kebijakan adalah penelitian dari mekanisme Risbinkes. satker yang paling banyak yang hasil penelitiannya berpotensi menjadi kebijakan adalah Pusat Humaniora. Hal ini sesuai dengan pedoman pelaksanaan Risbinkes bahwa salah satu area penelitiannya adalah kebijakan kesehatan. Meskipun demikian topik penelitian tetap mengacu pada tugas dan fungsi satker masing-masing. Adanya pengembangan area penelitian di Balai dan Loka sesuai dengan rencana peningkatan kapasitas untuk satker Balai dan Loka sebagai mini litbang. Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (16 penelitian).2) Luaran Kebijakan Berdasarkan Satker Tabel 3. namun hasil penelitian yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kebijakan juga dilaksanakan oleh satker lain. Meskipun secara tugas dan fungsi melekat pada Pusat HKKPM.

Pengendalian dan Prognosis penyakit. Hasil penelitian yang berpotensi sebagai alat diagnosis penyakit sebanyak 21 penelitian. Sisanya adalah penelitian dengan area Gizi KIA dan Kesehatan Lingkungan masing-masing sebanyak 2 penelitian. Pengobatan. serta yang terendah adalah potensi Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 18 . Dari tabel 3. diharapkan pada tahun mendatang area penelitian yang berorientasi pada kebijakan dapat memenuhi 6 kategori tersebut. 18 penelitian yang berpotensi untuk masukan kebijakan adalah untuk area Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat dan 13 adalah Penyakit Menular. b. Mengingat sekuensi kontinum penelitian Badan Litbangkes berakhir di Rekomendasi Kebijakan. Telah dilakukan pengelompokan berdasarkan luaran iptek kesehatan/kedokteran yaitu untuk Diagnosis. Untuk kelompok Pengendalian meliputi Pencegahan dan Pemberantasan penyakit. dan sebanyak 4 penelitian untuk pemberantasan.6 nampak sebaran luaran iptek terbanyak adalah penelitian yang berpotensi untuk pengembangan pengobatan sebanyak 40.5. Pengembangan Iptek 1) Jenis Luaran Iptek Sebanyak 85 laporan dari 239 penelitian berpotensi untuk pengembangan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek). pencegahan sebanyak 16 penelitian.3) Luaran Kebijakan Berdasarkan Area Penelitian Tabel 3. Potensi Kebijakan Kesehatan Berdasarkan Area Penelitian No 1 2 3 4 Gizi KIA Kesehatan Lingkungan Kebijakan dan Pemberdayaan Masyarakat Penyakit Menular Jumlah Area Penelitian Jumlah 2 2 18 13 35 Dari 6 kategori area penelitian hanya 4 area penelitian yang ada masukan untuk kebijakan. Berdasarkan area penelitian.

Umumnya potensi luaran iptek masih merupakan tahap awal dan selanjutnya memerlukan penelitian lebih mendalam dengan kaidah ilmiah lebih baik yang dapat dijadikan evidence based untuk menjawab permasalahan kesehatan di masa depan. Penelitian tahun 2011 yang berpotensi pengembangan iptek dan memerlukan penelitian lanjutan sebagian besar merupakan penelitian dasar. Selain itu penelitian ini hanya merupakan pengembangan model surveilance SARI. Tim Perumus menyimpulkan penelitian SARI terlalu besar apabila hanya untuk melakukan Surveilance SARI di 10 Provinsi dan masing-masing 1 sentinel. Di masa depan perlu kerja sama dengan Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik (TTKEK) dan Pusat Teknologi Intervesi Kesehatan Masyarakat (PTIKM) untuk pengembangan model di Puskesmas. penelitian lanjutan yang terpadu dapat dikembangkan sehingga ditemukan model surveilans terpadu yang akhirnya bisa direkomendasikan ke Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan serta Komnas Zoonosis untuk kebijakan penerapannya dengan pembiayaan bersama. serta Studi Kohort Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular yang tujuannya mengumpulkan data baseline study. antara lain Surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di Indonesia yang merupakan pengembangan model surveilance SARI. sehingga bisa mengurangi waktu studi kohort.untuk prognosis yaitu 4 penelitian. Penelitian Kohort baik kohort tumbuh kembang dan kohort Penyakit Tidak Menular (PTM) dukunga pembiayaannya yang besar dapat dipahami namun seharusnya sudah mulai dapat dilakukan analisis dan dibuat prediksi hasil yang akan datang. Dalam hubungannya dengan surveilans. masyarakat. Rumah Sakit dan Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 19 . Beberapa penelitian tersebut mempunyai pembiayaan yang cukup besar. Perlu ada kejelasan waktu pelaksanaan studi kohort tersebut.

Pusat Humaniora dan Pemberdayaan Masyarakat (Pusat HKKPM) di Surabaya dan Jakarta. Loka Litbang P2B2 Banjarnegara. Pusat penelitian tersebut adalah: Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Pusat BTDK) di Jakarta termasuk Balai Biomedis Papua di Jayapura dan UPF Aceh di Banda Aceh. Pencegahan b. Balai Besar. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat (Pusat TIKM) di Jakarta termasuk Balai Litbang P2B2 Donggala.7). dan Institusi penelitian di luar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang melaksanakan Riset Pembinaan (Tabel 3. Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawamangu. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 20 . Pemberantasan 4 Prognosis Total 16 4 4 85 Luaran Iptek jumlah 21 40 2) Luaran Iptek Kesehatan dan Kedokteran Berdasarkan Satker Penelitian Setiap satker menghasilkan jenis luaran iptek yang spesifik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Pada analisis ini. satker dikelompokan berdasarkan Pusat Penelitian beserta Balai dan Loka yang diampu. termasuk Balai Litbang Gangguan Kekurangan Iodium (GAKI) di Magelang dan Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan. Loka Litbang P2B2 Baturaja dan Loka Litbang P2B2 Waikabubak.6 Jenis Luaran Iptek No 1 2 3 Diagnosis Pengobatan Pengendalian: a.Tabel 3. Balai Besar Litbang Vektor dan dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Salatiga. dan Institusi lainnya di luar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik (Pusat TTKEK) di Jakarta dan Bogor.

Riset Pembinaan Kesehatan (Risbinkes) merupakan penelitian pembinaan yang ditujukan kepada peneliti muda dari satker-satker badan litbang kesehatan dan beberapa institusi di luar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan seperti FKM UI dan FKM Universitas Hasanudin. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 21 . 1179 A/Menkes/SK/X/1999 tentang kebijakan nasional penelitian dan pengembangan kesehatan menyatakan peran dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan adalah sebagai focal point kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatannasional melalui kemitraan. rumah sakit pendidikan. Kepmenkes no. lembaga penelitian kedokteran lainnya. fakultas kedokteran gigi.Badan Litbang Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan riset pembinaan. Riset Pembinaan Iptek Kedokteran (Risbin Iptekdok) merupakan kegiatan ekstramural Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan institusi penyelenggara penelitian kesehatan seperti fakultas kedokteran. Berdasarkan PP no. fakultas farmasi. fakultas MIPA. Fokus Risbin Iptekdok adalah pengembangan ilmu kedokteran dasar dan klinik serta memperkuat kelembagaan dan jaringan penelitian iptekdok di Indonesia. Kegiatan. fakultas kedokteran hewan. pelaksana program dan lembaga lain yang terkait. 39 tahun 1995 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatanmelalui kemitraan antar lembaga litbang. hasil dan pemanfaatan penelitian dan pengembangan kesehatan diharapkan lebih efektif dan efisien.

Pencegahan b. Pemberantasan 2 1 0 10 1 2 0 6 7 1 0 8 2 0 0 3 1 0 0 16 3 0 4 42 16 4 4 85 4 Prognosis Total Ditinjau dari segi luaran hasil penelitian. Bila dikelompokkan potensi luaran iptek pengendalian yang dikelompokkan untuk pencegahan dijumpai terbanyak dari Pusat TIKM sebanyak 7 dari 16 penelitian dan untuk pemberantasan dilakukan oleh Pusat TTKEK sebanyak 2 dari 4 penelitian. Potensi luaran untuk diagnosis (14 dari 21 penelitian ) dan pengobatan (21 dari 40 penelitian) juga dihasilkan dari penelitian Risbin Iptekdok. Pusat TIKM dan BBPPVR menghasilkan potensi luaran iptek Pengendalian masing-masing 3. Sesuai tupoksi satker penelitian Badan Litbangkes. Pusat BTDK terutama menghasilkan potensi luaran iptek Diagnosis yaitu sebanyak 5 dari 10. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 22 .Tabel 3. 8 dan 2 penelitian. Satker BBPPTOOT menghasilkan potensi luaran iptek Pengobatan sebanyak 15 dari 16 penelitian. Satker Pusat TTKEK.7 Luaran Iptek berdasarkan Satker penelitian No Luaran Iptek PBTDK PTTKEK PTIKM BBPPVRP BBPPTOOT Risbin Total 1 2 Diagnosis Pengobatan Pengendalian: 5 2 2 1 0 0 0 1 0 15 14 21 21 40 3 a. Risbin Iptekdok menyumbang sekitar separuh dari 85 penelitian untuk pengembangan iptek. Penelitian untuk pengembangan iptek yang dihasilkan dari satker Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan potensi luaran iptek untuk pengendalian penyakit dihasilkan oleh satker Pusat TIKM sebanyak 8 dari 20.

Tabel 3. pengendalian (pencegahan dan pemberantasan penyakit) dan prognosis. pencegahan/pengendalian.8 Luaran iptek berdasarkan jenis penelitian No 1 2 Luaran Iptek Diagnosis Pengobatan Pengendalian : 3 a. serta penelitian kompetitif bidang kesehatan atau kedokteran dari masingmasing satker (Tabel 3.3) Luaran Iptek Berdasarkan Jenis Penelitian Jenis penelitian iptek Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dikelompokan berdasarkan bentuk dan tujuan penelitian yang meliputi penelitian pembinaan khusus untuk peneliti muda atau pemula dalam bentuk riset pembinaan kesehatan masyarakat (Risbinkes) dan penelitian bidang kedokteran (riset pembinaan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/ Risbin Iptekdok). Risbinkes menyumbangkan hasil penelitian yang berpotensi untuk pengembangan pengobatan. dan prognosis. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 23 . Pemberantasan 4 Prognosis Total 2 3 1 11 3 0 3 41 11 1 0 33 16 4 4 85 Risbinkes 0 5 Risbiniptekdok 14 21 Penelitian lainnya 7 14 Total 21 40 Sebagian besar (41 dari 85) penelitian Risbin Iptekdok menghasilkan luaran potensi iptek berupa diagnosis.8). Tidak ada penelitian yang dikelola satker dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang menghasilkan luaran dengan potensi untuk Prognosis. Pencegahan b. pengobatan. Potensi luaran iptek penelitian yang dikelola oleh satker dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan adalah diagnosis. pengobatan dan pengendalian (pencegahan dan pemberantasan).

Pengobatan dan Pengendalian (terutama Pencegahan) kecuali Prognosis.4) Luaran Iptek Berdasarkan Penyakit Menular (PM) dan Penyakit Tidak Menular (PTM) Penilaian laporan penelitian juga dikelompokkan menurut luaran iptek berdasarkan penyakit sesuai dengan sasaran perkembangan dunia (millennium development goal/MDG) dan rencana strategis (Renstra) pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu PM dan PTM. sedangkan penelitian PTM potensial menghasilkan semua luaran iptek.9 menunjukkan dari 85 laporan hasil penelitian yang di-review. Sebagian besar laporan penelitian penyakit infeksi emerging dan reemerging (PINERE: 24 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 . Penelitian PM terutama berpotensi menghasilkan luaran iptek Diagnosis yaitu 12 dari 30 penelitian.9 Luaran iptek berdasarkan kelompok penyakit No 1 2 Luaran Iptek Diagnosis Pengobatan Pengendalian: PM 12 9 PTM 9 31 Total 21 40 3 a. Pemberantasan 8 1 0 30 8 3 4 55 16 4 4 85 4 Prognosis Total Penelitian PM potensial menghasilkan hampir semua luaran iptek Diagnosis. penelitian PTM (55 dari 85 penelitian) lebih banyak menghasilkan potensi luaran iptek dibandingkan dengan penelitian PM (30 dari 85 penelitian). Pencegahan b. Tabel 3. Hampir semua penyakit menular utama yang menjadi komitmen global (MDG) menghasilkan potensi luaran iptek kecuali penyakit AIDS/HIV. dan penelitian PTM menunjukkan potensi menghasilkan luaran iptek Pengobatan 31 dari 55 penelitian. Tabel 3.

dan luaran iptek Pengendalian ada 9 dengan jumlah laporan terbanyak mengenai pencegahan penyakit sebanyak 8. Pencegahan b. penyakit autoimun yaitu Lupus Eritematosus dan sindroma nefrotik. gabungan beberapa PTM kronis. kemudian PINERE 11 penelitian. Leptospirosis. Pemberantasan Prognosis Total 3 0 0 7 0 1 0 6 0 0 0 5 2 0 0 3 0 0 0 2 0 0 0 1 2 0 0 2 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 2 8 1 0 30 Malaria Tb 1 3 2 3 Influensa/ ILI 5 0 Dengue Hepatitis Difteri Leptospirosis JE 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 Schistosomiasis 0 0 Lainnya Total 2 0 12 9 Tabel 3. Hepatitis dan Difteri) dan beberapa penyakit neglected yang ada di Indonesia (JE. dengan 3 penelitian diantaranya mempunyai potensi luaran untuk mencegah penyakit Malaria. Gangguan gizi termasuk Gangguan Kekurangan Iodin dan Obesiatas.Influensa/ILI. yang diidentifikasi dari 5 laporan penelitian Influensa/ILI. dan Schistosomiasis) juga mempunyai potensi menghasilkan luaran iptek (tabel 3. Luaran iptek Pengobatan dijumpai sebanyak 9 dari 30 penelitian yang didapat dari laporan penelitian Malaria dan Tuberkulosis. dan penyakit lainnya. dan penyakit neglected serta penyakit lainnya 6 penelitian. Diantara 30 laporan penelitian PM. Dengue. Kardiovaskular (KV). Tabel 3. penyakit yang berhubungan dengan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Potensi luaran iptek terbanyak adalah Diagnosis yaitu 12 dari 30 penelitian. Osteoporosis. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 25 . pengembangan sel punca. penelitian yang terbanyak berpotensi menghasilkan luaran iptek yang relevan dengan MDG yaitu Malaria 7 dan TB 6 penelitian.10 Luaran iptek berdasarkan PM Luaran Iptek Diagnosis Pengobatan Pengendalian : a.10). Tumor atau Kanker.11 menyajikan review laporan penelitian beberapa PTM yang berpotensi menghasilkan luaran iptek yaitu penyakit Diabetes Mellitus (DM).

kemudian diikuti Kanker/tumor yaitu sebanyak 15 . Pencegahan 0 0 0 1 2 1 0 3 15 0 1 0 3 0 0 1 0 4 7 1 1 0 0 9 31 1 0 0 1 0 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 24 1 0 0 2 1 1 0 2 8 3 4 55 b. 2 yaitu menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular antara lain malaria dan tuberculosis. dan PTM lainnya 1-3.lebih banyak dari laporan penelitian Kanker/Tumor.Diantara 55 laporan penelitian PTM yang terbanyak berpotensi menghasilkan luaran iptek yaitu gabungan beberapa PTM kronis sebanyak 24 dari 55 penelitian. Pemberantasan 1 Prognosis Total 0 1 5) Luaran Iptek Berdasarkan Sasaran Strategis Sebanyak 85 penelitian telah dikelompokan sebagai penelitian awal yang masih perlu dilanjutkan. lebih besar dari penelitian gabungan beberapa PTM kronis yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan pengembangan Tanaman Obat dan obat Tradisional.12 nampak sebanyak 20 dari 85 penelitian mengarah ke Sarasan Strategis no. Potensi luaran iptek terbanyak adalah Pengobatan yaitu sebanyak 31 dari 55 penelitian. Untuk Sasaran strategis nomor 1. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 26 . Hal ini wajar karena luaran iptek penelitian ini masih merupakan kategori penelitian dasar. Tabel 3. sedangkan luaran iptek Diagnosis sebanyak 9 dari 55 penelitian . Penelitian-penelitian tersebut bila dilanjutkan dengan studi yang lebih mendalam dengan kaidah ilmiah yang lebih baik sehingga dapat menjadi evidence atau data yang lebih akurat. Luaran iptek Pengendalian sebanyak 11 dari 55 penelitian dijumpai merata hampir di semua penyakit kecuali penyakit Kardiovaskular dan Autoimun. dan nomor 7 dijumpai masih sedikit. Pada Tabel 3. Luaran Iptek Berdasarkan PTM Tumor Luaran Iptek DM KV / Gizi (GAKI) Osteoporosis 0 0 Autoimun (LE & NS) 2 0 Beberapa KIA PTM kronis 1 0 0 22 Sel Punca 0 1 Lainnya Total kanker Obesitas Diagnosis Pengobatan Pengendalian a. nomor 6.11.

terutama penduduk miskin 5. Sasaran Strategis Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat. Menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender. 6. 3. Lebih dari sepertiga laporan penelitian yang di_review.12. dan 4 dari 85 penelitian. 2. Tidak dijumpai laporan dengan potensi iptek yang berkaitan dengan fokus prioritas nomor 4 dan nomor 6. memenuhi sasaran prioritas Renstra nomor 3 mengenai pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan. Penelitian lain di luar sasaran strategis Total 52 85 Tabel 3. 5. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk. 7.Tabel 3. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah Tertinggal. sekunder dan tersier. (33 dari 85 penelitian). Penelitian-penelitian dengan luaran iptek yang mengarah kepada Fokus Prioritas Renstra nomor 1. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 27 . 8. Seluruh Kabupaten/Kota melaksanakan Standar Pelayanan 0 0 Jumlah 7 20 0 2 4 Minimal (SPM). 2.13 menunjukkan sebanyak 36 dari 85 tujuan penelitian dengan luaran iptek sudah menjurus ke arah Fokus Prioritas Renstra nomor 8 mengenai peningkatan pelayanan kesehatan primer. Keterkaitan Hasil Penelitian dengan Sasaran Strategis No 1. Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK). Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular. 5. dan 7 berturut-turut sebanyak 5. Seluruh Provinsi melaksanakan program pengendalian penyakit tidak menular. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. 4. 9. 2. Terpencil.

pemerataan. 4. Pemenuhan. buku edukasi gizi Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 28 . dan herbal untuk penyediaan bahan baku sudah dalam tahap validitasi. dan pemberdayaan SDM kesehatan. 0 5 2 33 Jumlah 5 keamanan. genetika. Tidak mendukung fokus prioritas Total 36 0 85 4 Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat 0 c. keterjangkauan. Peningkatan pelayanan kesehatan primer. 2. Penelitian berpotensi HKI bervariasi mulai dari produk makanan. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti penyehatan lingkungan. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. bayi. Keterkaitan Hasil Penelitian dengan Fokus Prioritas No 1. 6. 8. Pengembangan (Jamkesmas). Potensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Produk-produk berpotensi HKI sebanyak 11 penelitian terkait dengan sasaran strategis nomor 1 dan nomor 7 yakni penyediaan gizi untuk kesehatan masyarakat serta herbal untuk penyakit tidak menular. 2. 7. 3. deteksi penyakit. informasi database tentang makanan. Peningkatan ketersediaan. 3 dan 5 yakni penyediaan makanan sehat. sekunder dan tersier. baik untuk anak dan ibu serta masyarakat umumnya dan penyediaan herbal dan biolarvasida untuk penyehatan lingkungan.Tabel 3. fokus prioritas nomor 1. 5. Fokus Prioritas Peningkatan kesehatan ibu. Perbaikan status gizi masyarakat. pengembangan. Sedangkan produk yang sudah bisa digunakan adalah database makanan untuk menghitung asupan gizi. Balita dan Keluarga Berencana (KB). mutu dan penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan.13. 9.

dan obat herbal. vektor penyakit. 2 penelitian tanaman obat yang dapat dikembangkan menjadi varietas tanaman.(program pemahaman gizi bagi anak usia dini). dan RUTF yang bisa digunakan untuk program kesehatan. varietas tanaman obat. Produk tersebut telah dikembangkan menjadi deskripsi paten untuk diajukan HKInya. serta 2 penelitian yang diarahkan untuk memperoleh pengakuan varietas tanaman herbal. Kinerja satker dinilai berdasarkan area penelitian yang dilakukan terhadap 11 penelitian yang berorientasi HKI. 7 penelitian didaftarkan untuk HKI yaitu hak cipta satu penelitian. Deteksi Mycobacterium sudah mencapai tahap validasi metoda. 1 penelitian herbal untuk KIA. dan database herbal yang kelak dikembangkan menjadi produk herbal. 2 gizi. Makanan terapi siap santap telah dikembangkan dan diuji kepada masyarakat terutama anak gizi buruk. Penelitian yang berorientasi Iptek semuanya termasuk dalam area biomedis di mana 17 penelitian PTM dan 3 penelitian PM. Formula biolarvasida merupakan paten untuk penyehatan lingkungan. formula herbal. Adapun 11 penelitian yang berpotensi memperoleh HKI terdiri dari Hak Cipta tentang buku edukasi gizi untuk PAUD. Selain itu formula herbal untuk KIA merupakan produk untuk kesehatan yang telah melewati uji pada hewan sehingga perlu dikembangkan menjadi uji klinis serta telah dikonep untuk mendapatkan patennya. Penelitian kesehatan tersebut berorientasi pada biomedis. untuk database makanan digunakan untuk menilai asupan gizi masyarakat. gizi. Adapun 4 penelitian lainnya berupa sediaan. biolarvasida. deteksi dini untuk demam berdarah dan TB. dan 4 paten yakni diagnostik Mycobacterium. Untuk yang berorientasi HKI sejumlah 5 penelitian. 1 penelitian mengenai sediaan. sedangkan paten Ready to Use Therapeutic Food (RUTF) untuk anak gizi buruk merupakan produk yang sudah jadi. 1 penelitian kesling. Formula biolarvasida merupakan produk untuk pengendalian larva nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria. deteksi Schystosomiasis dan database informasi makanan. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 29 . deteksi DB. Berdasarkan 11 Penelitian yang berorientasi HKI. 2 varietas tanaman. 1 penelitian herbal.

Di sisi lain. terdapat 1 penelitian yang menggunakan biaya murah namun tetap berpotensi mendapatkan copyright yaitu mengenai media edukasi gizi melalui buku mewarnai untuk anak peserta program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). metodologinya bagus secara tegas menyatakan bahwa outputnya adalah buku dan outcome adalah perbaikan gizi masyarakat. bahan baku herbal yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian tersebut tentang uji molekuler LAMP TB yang merupakan penelitian tahap kedua. Sebagian besar penelitian berpotensi HKI yang diperoleh dari Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 berupa diagnostik formula herbal RUTF dan biolarvasida. Atas dasar hal tersebut peneliti bersama-sama dengan Sentra HKI seyogyanya menghasilkan produk yang secara tangible dapat dijadikan contoh untuk produk kesehatan. Sedangkan 4 penelitian lain mengarah pada penciptaan sediaan terstandar. Penelitian ini cukup bagus karena hasilnya berupa produk buku edukasi tetang mewarnai walaupun masih perlu penyempurnaan. terdapat tiga penelitian berasal dari Risbinkes dan Risbin Iptekdok.Berdasarkan rumusan hasil penelitian yang berpotensi HKI. Penelitian ini berpotensi menghasilkan copyright kepala satker. serta media buku penyuluhan gizi sebanyak 5 penelitian. Terdapat 1 penelitian yang menggunakan biaya penelitian cukup mahal dan berpotensi dalam mendapatkan HKI. Penelitian Risbinkes dengan judul Pengembangan Media Edukasi Gizi melalui Buku Mewarnai untuk Anak Peserta Program PAUD didukung pembiayaan yang murah dibanding penelitian lainnya. Sedangkan yang bersifat intangible perlu verifikasi/validasi yang sesuai dengan metoda riset yang baku.yaitu : informasi sehingga perlu ditindaklanjuti makanan. Penelitian ini masih perlu adanya penjelasan secara eksplisit tahapannya yang jelas serta perlu dikembangkan lebih lanjut agar menjadi sebuah produk. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 30 . deteksi DBD. disamping pengakuan varietas tanaman sebanyak 2 jenis yaitu purwoceng dan Echinacea.

serta untuk peningkatan surveilans/monitoring/KLB dan pelayanan kesehatan masing-masing sebanyak 7 hasil penelitian. Nasional Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah pengembangan program: Penanganan/pencegahan 1 11 7 12 30 Penyakit Menular 4 1 3 8 2 Gizi dan KIA Penanganan/Pencegahan 3 1 1 Penyakit Tidak Menular 5 11 16 4 Peran serta masyarakat 1 1 2 5 Kesehatan Lingkungan Pengembangan Alat 1 1 6 Diagnosis 4 1 2 7 7 Surveilans/Monitoring/KLB 7 7 8 Pelayanan Kesehatan 1 1 9 Pemanfaatan lainnya JUMLAH 35 9 29 73 Dari tabel 3. sebanyak 8 hasil penelitian.14). Terbanyak adalah pemanfaatan penelitian untuk tingkat nasional yaitu sebanyak 35 hasil penelitian. Untuk pengembangan program upaya perbaikan gizi dan KIA. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 31 .14 di atas ada 9 kategori program yang untuk pengembangannya dapat memanfaatkan hasil penelitian tahun 2011.14. kemudian untuk pengembangan upaya peningkatan peran serta masyarakat sebanyak 16 hasil penelitian. Pengembangan Program Dari penilaian terhadap 227 hasil penelitian telah teridentifikasi sebanyak 73 hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan bagi pengembangan program kesehatan baik di tingkat nasional. Tabel 3. sedangkan yang paling sedikit adalah untuk pengembangan program di tingkat provinsi yaitu sebanyak 9 hasil penelitian (Tabel 3.d. Sebaran Hasil Penelitian Menurut Pemanfaatan bagi Pengembangan Program Manfaat untuk No. provinsi dan kabupaten/kota. Urutan berikutnya adalah untuk pengembangan program di tingkat kabupaten/kota yaitu sebanyak 29 hasil penelitian. Yang terbanyak terkait dengan pengembangan program penanganan/penanggulangan penyakit menular (PTM) sebanyak 30 hasil penelitian.

15.17.Dalam hal pemanfaatan untuk penanganan/penanggulangan PTM ada 11 hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tingkat nasional dan 7 untuk tingkat provinsi dan 12 untuk tingkat kabupaten/kota. pemanfaatan hasil penelitian yang cukup banyak adalah untuk pengembangan penangulangan penyakit DBD (7 penelitian).16 dan 3. dan selebihnya yaitu 5 hasil penelitian untuk tingkat nasional. Hasil penelitian yang terkait dengan upaya pelayanan kesehatan (7 hasil penelitian) semuanya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program tingkat nasional. Untuk pengembangan program yang terkait dengan penyakit tidak menular hanya ada 1 hasil penelitian yang dimanfaatkan yaitu registry penyakit stroke. DBD dan malaria sebagian besar adalah untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota. 3. leptospirosis (7 penelitian). sedangkan pemanfaatan hasil penelitian lainnya secara umum adalah untuk tingkat nasional Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 32 . Pada tabel 3. Secara rinci pemanfaatan hasil penelitian 2011 untuk pengembangan program disajikan pada tabel 3. Dari 8 hasil penelitian yang terkait dengan Gizi dan KIA. mencakup 9 kategori program dan jenis program di masing-masing kategori. 7 diantaranya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program perbaikan gizi dan hanya 1 hasil penelitian yang terkait dengan upaya peningkatan program KIA. malaria (5 penelitian). Demikian pula halnya dengan upaya peningkatan peran serta masyarakat sebagian besar pemanfatan hasil penelitian adalah untuk tingkat kabupaten/kota (11 hasil penelitian). hasil penelitian terkait dengan upaya pengembangan program penanggulangan penyakit leptospirosis.16 dapat dilihat bahwa pada kategori program penanggulangan PTM. dan penyakit leptospirosis (3 penelitian). Dari perspektif lingkup pemanfaatannya.

Gizi 2. Flu burung 1 1 2 5. Leptospirosis 1 1 11. Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Peneltian Kesehatan Tahun 2011 Manfaat untuk pengembangan Nasional Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah program: I. Penanganan/pencegahan Penyakit Menular 2 3 5 1. Tuberculosis (TB) 1 2 3 9. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1 1 8.15.Sudah selayaknya setiap tujuan perbaikan program perlu diinformasikan sesuai dengan tingkatannya. atau di tingkat provinsi dan Kabupaten/kota. Tabel 3. KIA Jumlah III. Apabila hasil ini diyakini betul dapat merubah kebijakan di berbagai tingkatan. Penyakit Malaria 1 1 2. Gizi dan KIA 1. baik secara nasional untuk diinformasikan di internal kementerian. Penyakit Cikungunya 1 1 3. Filariasis 1 1 5 7 10. HIV 1 1 6. maka sudah selayaknya pimpinan Badan Litbangkes dapat mendorong terinformasikannya hasil penelitian ini sesuai tingkatannya. Diare pada balita 1 1 4. Diptheri 3 3 1 7 7. Kecacingan 11 7 12 30 Jumlah II. Penanganan Penyakit Tidak Menular Registry penyakit Stroke Jumlah 4 4 1 1 3 3 7 1 8 1 1 1 1 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 33 .

Ada 3 program yang dapat memanfaatkan hasil penelitian terkait PSM untuk lingkup pengembangan nasional yaitu peningkatan PSM dalam penanggulangan penyakit TB. peningkatan program KB. dan peningkatan program KIA.16 dapat dilihat secara rinci hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk upaya peningkatan kategori program Peran Serta Masyarakat (PSM). dapat dilihat bahwa yang terbanyak (6 hasil penelitian) adalah berhubungan dengan program KIA. Ada 1 hasil penelitian yang berpotensi dapat dimanfaatkan untuk program kesehatan lingkungan lingkup nasional yaitu pengembangan penanggulangan masalah kesehatan sebagai dampak kebakaran hutan dan 1 hasil penelitian yang terkait dengan pengembangan alat diagnosis Vibrio Cholerae. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 34 . dan hanya 1 hasil penelitian untuk masing-masing dari sebagian besar program lainnya.Untuk itu perlu dilakukan upaya sosialisasi dan diseminasi informasi ke stakeholder terkait agar hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan. Dalam kaitannya dengan pemanfaatan hasil penelitian bagi upaya peningkatan Peran Serta Masyarakat (PSM). Tidak banyak hasil penelitian yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam upaya pengembangan program kesehatan lingkungan maupun pengembangan alat diagnosis.Pada tabel 3. kesehatan lingkungan dan pengembangan alat diagnosis.

Penangguolangan filariasis 1 1 4. Peningkatan programk KB 1 1 9. Peran Serta Masyarakat 1 1 1. Pengembangan Alat Diagnosis Deteksi cepat Vibrio Cholerae 01 Jumlah 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Tabel 3.17 menyajikan pemanfaatan hasil penelitian untuk pengembangan berbagai program kesehatan yang termasuk dalam kategori surveilans/monitoring/KLB. pelayanan kesehatan. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 35 . Peningkatan program desa siaga 3 3 6 10. Penanggulangan dampak kebakaran hutan 2. Peningkatan program KIA 5 11 16 Jumlah V.16 Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Penelitian Kesehatan Tahun 2011 (lanjutan) Manfaat untuk pengembangan Nasional Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah program: IV. Penanggulangan gizi buruk 1 1 8. Penanggulangan masalah 1 1 Psikososial 1 1 7. Penanggulangan gangguan jiwa 6. Penanggulangan Schistosomiasis 2 2 3. Penanggulangan TB 1 1 2. Kesehatan Lingkungan 1. Penanggulangan flu burung 1 1 5.Tabel 3. Penanganan sanitasi peralatan makan dan minum Jumlah VI. dan pemanfaatan lainnya.

Pelaksanaan BOK 4. Standar penentuan ketenagaan dan pelayanan Puskesmas 6. Serologi Elisa dan Ekstraksi DNA Jumlah Nasional Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah 1 1 1 1 1 1 4 1 2 1 1 1 1 1 2 1 7 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 36 . Berbagai Jenis Pengembangan Program Berdasarkan Hasil Peneltian Kesehatan Tahun 2011 (lanjutan) Manfaat untuk pengembangan program: VII. Masalah kesehatan akibat perubahan iklim 3.17. Perencaanaan fasilitas kesehatan 2. Pelayanan Kesehatan 1. Deteksi dini Infeksi seksual pada wanita Jumlah VIII. Pemanfaatan lainnya 1.Tabel 3. SPM penanganan penyakit TB 7. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Jumlah IX. Masalah kesehatan pada KLB/ Bencana 2. Surveilans malaria 6. KLB penyakit tular vektor (Cikungunya dan malaria) 4. Surveilans/Monitoring/KLB 1. Pelayanan penyelenggaraan kesehatan haji 3. Investigasi outbreak diare 5. Asuransi kesehatan sosial 5.

masing-masing terkait dengan: peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. standar ketenagaan dan pelayanan puskesmas. SPM penanggulangan TB. di lingkup nasional. Semua dari 7 hasil penelitian yang terkait dengan pelayanan kesehatan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan.Dalam kategori surveilans/monitoring dan KLB sebagian besar pemanfaatan hasil penelitian adalah untuk lingkup nasional.17 di atas ada 1 hasil penelitian dari pemeriksaan serologi elisa dan ekstrak DNA dari data Riskesdas. pengembangan system surveilans dan monitoring. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 37 . yang terkait dengan monitoring masalah kesehatan akibat perubahan iklim. Pada tabel 3. dan deteksi dini infeksi seksual pada wanita. Ada 2 hasil penelitian untuk pengembangan di lingkup kabupaten yaitu peningkatan kewaspadaan akibat KLB/bencana dan yang berhubungan dengan investigasi outbreak diare. penanggulangan KLB penyakit tular vektor. dan 1 hasil penelitian untuk pengembangan surveilans malaria di lingkup provinsi. Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan bagi pengembangan program kesehatan. dan peningkatan UKS. di antaranya adalah untuk penanggulangan KLB/bencana. survelans malaria. penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji. pelaksanaan BOK. khususnya yang terkait dengan masalah penyakit menular ataupun penyakit tidak menular di lingkup nasional.

Tanah Bumbu B. GAKI B. Manfaat lain dari penelitian ini adalah berpotensi sebagai bahan untuk penyusunan kebijakan kesehatan baik yang bersifat strategis maupun manajerial. Dalam hal pengembangan instrumen pembinaan untuk daerah hasil penelitian ini perlu dikembangkan melalui capacity building bersama-sama dengan daerah. Biomedis L. Baturaja L. Penelitian ini sudah selesai dilaksanakan dan disarankan dapat membuat policy brief hasil penelitian serta analisis lebih lanjut dengan hasil Rifaskes untuk melihat kemungkinan adanya hubungan antara kondisi fasilitas pelayanan kesehatan dengan hasil studi ini.18. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 38 . Donggala B.Tabel 3. Pengembangan Program Kemenkes Masa Depan Potensi Pemanfaatan dan Relevansi Hasil Penelitian Satker Penelitian Lanjutan 7 2 2 12 3 2 1 1 1 1 Policy Pengembangan HKI Option Program 1 1 16 2 1 1 2 1 7 7 8 12 8 3 1 2 2 2 3 1 1 1 14 4 76 2 2 3 1 1 1 2 1 N/A 17 11 11 31 15 14 7 4 7 5 3 3 2 2 3 40 45 7 227 Pusat BTDK Pusat TTKEK Pusat TIKM Pusat HKKPM BBPPTOOT BBPPVRP B. Banjarnegara B. Waikabubak UPF Aceh Risbinkes Risbin Iptekdok Sekretariat Jumlah 2 1 1 11 41 1 85 7 1 1 35 1 2 11 1 2 7 1 1 20 Penelitian Studi Tindak Lanjut Data Sensus Penduduk 2010 Untuk Mendapat Penyebab Kematian Maternal dan Penilaian Daerah Sistem Registrasi didukung pembiayaan sangat besar. Penelitian ini sangat terlambat diselesaikan. Ciamis L.

Sebaiknya riset-riset tanaman obat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mulai ditingkatkan dengan melakukan uji klinik menggunakan standar internasional untuk Herbal Medicine (US NIH). Isu-isu keteknisan Seiring dengan adanya program Saintifikasi Jamu sejak tahun 2010. Sejak tahun 2010. Secara umum. Masih ditemukan judul dan topik penelitian yang tidak memperlihatkan suatu perbedaan. judul-judul penelitian mencerminkan kurangnya pembinaan ilmiah satker. Substansi penelitian masih berkisar pada tanaman obat itu sendiri. Dengan demikian. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan juga semakin meningkatkan riset terkait dengan tanaman obat dan obat tradisional. termasuk dari satker-satker pengampu. perlu dilakukan pemetaan untuk disusun menjadi rekomendasi perbaikan program/masukan kebijakan. perlu dipertimbangkan kembali tujuan. dan prosedur pemeriksaan sampel biomedis untuk Riskesdas 2013. Hal ini tidak sesuai dengan rencana awal Riskesdas 2007 dan akibatnya analisis lanjutan data Riskesdas 2007 kurang mendalam. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan secara khusus mengalokasikan anggaran untuk persiapan pelaksanaan penelitian berskala nasional. sehingga secara umum tidak diperlukan alokasi khusus untuk persiapan penelitian yang tidak berskala nasional. Pada tahun 2011 jumlah penelitian tanaman obat dan obat tradisional berjumlah 15. Terkait dengan berbagai penelitian yang topiknya sama. namun banyaknya jumlah penelitian tersebut tidak diiringi dengan pengembangan substansi penelitian. mekanisme. Kegiatan ini tidak memberi luaran yang jelas secara ilmiah.B. dengan lokasi yang berbeda). Kecermatan PPI dalam melakukan seleksi dan pembinaan proposal perlu ditingkatkan. selain itu perlu suatu formula atau tim penguji untuk menilai kelayakan proposal yang akan dibiayai. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 39 . perubahan maupun terobosan (penelitian berulang. Pada Riskesdas 2007 dilakukan pengumpulan spesimen biomedis dan pemeriksaannya dilakukan pada tahun 2010-2011. Namun hasilnya tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan sehingga data tidak dapat linked/matched dengan data kesmas.

Terkait dengan tupoksi Badan Litbangkes. dibutuhkan analisis tambahan seperti “Meta-Analysis” beberapa hasil penelitian. penelitian yang terkait dengan kajian kebijakan dirasakan perlu ditingkatkan.Masih ditemukan riset-riset dengan alokasi anggaran yang besar (lebih dari 1 milyar) namun tidak”cost effective” rasional bila dibandingkan dengan tujuan. Mungkin perlu diperjelas yang dimaksud dengan pengamatan adalah survey kecil dalam bentuk penelitian sederhana. Karena pada akhirnya UPT setingkat eselon 3 dan 4 akan melaksanakan kegiatan dalam rangka mencapai indikator input atau proses. termasuk arah yang jelas tentang keberadaan UPT. hasil penelitian dan bukti output penelitian. Kajian kebijakan sebaiknya dialokasikan secara khusus di luar alokasi anggaran penelitian rutin. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 40 . Kualitas penelitian di lingkungan UPT secara umum masih jauh tertinggal dibandingkan Pusat dan beberapa kurang relevan dengan tupoksi UPT tersebut. Pimpinan satker perlu memperbaiki monitoring penelitian mulai dari pengajuan proposal. Perlu re-definisi tupoksi UPT agar lebih spesifik dan melaksanakan penelitian sesuai tupoksinya. Sedangkan pendampingan adalah proses meningkatkan kapasitas stakeholder baik pusat maupun daerah untuk penanganan daerah bermasalah kesehatan. Hal ini bermasalah terutama jika dikaitkan dengan indikator. manfaat dan metodologi. Selain itu. pelaksanaan PDBK tidak jelas dan tegas dibedakan antara kategori penelitian atau pelaksanaan program Kementerian Kesehatan. Untuk memberi rekomendasi kebijakan. pelaksanaan. Perlu dilakukan revitalisasi UPT. Pelaksanaan PDBK sebaiknya terbagi menjadi 2 yaitu pendampingan dan pengamatan. namun mendalam dalam rangka melakukan pengamatan di daerah PDBK tertentu untuk dapat memberikan masukan atau perubahan intervensi. Sebaiknya pendampingan dilaksanakan oleh unit program Kemenkes sedangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melaksanakan risetnya misalnya melalui pengamatan. pelaporan.

Pada umumnya risbin bersifat penelitian bagi pemula namun perlu ditekankan pentingnya memunculkan ide baru dan penguatan dalam metodologi.Riset pembinaan (Risbinkes dan Risbin Iptekdok) masih perlu ditingkatkan terutama dalam rangka mendorong calon peneliti dan peneliti pertama untuk melaksanakan penelitian sederhana yang menghasilkan output. sehingga belum dapat secara tuntas dilakukan penilaian akhir. Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular. serta disease registry. Penelitian tahun jamak sebaiknya direncanakan dengan lebih baik. Tahun 2011 penelitian yang jelas dan tegas sebagai penelitian tahun jamak adalah Penelitian Kohor Tumbuh Kembang Anak. Namun dalam protokol awal yang tidak disebutkan. C. Risalah Hasil Review Dari hasil isian formulir kelengkapan laporan penelitian maka dapat diketahui gambaran tentang kelengkapan sistematika dan isi laporan penelitian yang terkumpul dari masing-masing satuan kerja. Akan sangat bermanfaat apabila dapat dilakukan resume hasil penelitian risbin baik Risbinkes maupun Risbin Iptekdok yang dapat memberikan gambaran tentang hasil penelitian risbin untuk diambil intisari manfaat secara keseluruhan. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 41 . terutama jika ada yang perlu dikembangkan lebih lanjut menjadi penelitian kompetitif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Beberapa penelitian yang di_review merupakan penelitian tahun jamak (multi years). sehingga komitmen anggaran setiap tahunnya dapat dilakukan.

b. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 42 .19 Rekapitulasi Kelengkapan Laporan Penelitian Pusat 1 Sistematika Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ringkasan Eksekutif Abstrak Latar Belakang (justifikasi) Tujuan Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran dan rekomendasi Kendala Penelitian 15 23 26 26 26 26 25 23 19 5 11 3 1 3 7 21 22 23 26 25 26 25 24 25 23 6 4 3 1 1 2 1 3 20 31 37 37 37 37 36 35 36 37 10 7 1 1 1 1 2 3 2 1 28 27 27 28 28 28 27 27 28 28 6 1 1 1 1 22 15 15 16 16 16 16 15 16 13 1 1 1 1 3 15 12 14 14 14 14 14 14 14 14 2 14 3 2 5 5 4 5 4 4 4 1 Tidak 2 3 1 1 1 1 4 Pusat 2 Pusat 3 Pusat 4 B2P2TOOT B2P2VRP SEKRETARIAT Secara ringkas hasil review terhadap dokumen laporan akhir penelitian masih ditemukan masalah-masalah sebagai berikut : 1. c.Tabel 3. c. e. Tidak mencantumkan saran. Abstrak: a. Cara penulisan belum tepat. Penulisan kata tidak sesuai EYD Bahasa Indonesia. Tidak mencantumkan bentuk produk akhir penelitian. d. Tidak mencantumkan metode penelitian. Penulisan Ringkasan Eksekutif cenderung sama dengan/mirip abstrak. Cara penulisan tidak ringkas dan kurang menggambarkan hasil. Ringkasan Eksekutif: a. 2. Sebaiknya abstrak mencantumkan kata kunci. b.

5. c.3. 6. Reliable. e. Penulisan metode tidak relevan dengan tujuan penelitian. f. c. Tidak menggunakan sumber daya (sarana dan personil) yang dimiliki Badan Litbangkes. Pelaksanaan penelitian tidak berjalan seperti diuraikan dalam protokol Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 43 . Pelaksanaan Penelitian: a. c. Cara penulisan metode tidak sistematis. Metode kurang komprehensif dan tidak sesuai panduan. h. Measurable. Pengawasan kualitas data (quality assurance) belum dilakukan. indikator. Tidak terdapat latar belakang. Tujuan: a. dan batasan sebaiknya dibuat dalam matriks dan dijelaskan secara detail). b. Tidak dijelaskan prosedur perhitungan sampel. Tujuan umum dan khusus sama. pengukuran. b. Kriteria informan/responden tidak jelas. Identifikasi responden bermasalah. Rencana analisis data tidak dijelaskan i. b. Definisi operasional belum tepat atau tidak dicantumkan (variabel. Timebound (SMART) dan belum menunjang tercapainya tujuan umum. Tidak menjelaskan pentingnya penelitian ini dilaksanakan. b. Latar Belakang: a. g. dan kerangka analisis belum sesuai dengan kerangka konsep. Jumlah sampel tiap kelompok untuk penentuan Laboratorium terlalu besar j. 4. Achievable. Tujuan penelitian tidak sesuai dengan judul dan atau pertanyaan penelitian. d. Tujuan penelitian tidak terkait dengan rumusan masalah. c. Metode: a. Kerangka konsep belum mencerminkan kerangka teori. Cara penulisan tujuan khusus tidak Specific.

Hasil penelitian tidak ada kesimpulan. Tidak bisa membedakan variabel independen dan dependen dalam narasi. Penulisan narasi tidak sesuai kaidah. Pembahasan: a. Penulisan saran tidak berdasarkan hasil penelitian. Pada penulisan laporan tidak ada saran. Kendala Penelitian. g. Penulisan saran sangat normatif dan krang tajam. b. Hasil dan pembahasan masih dijadikan satu. Kesimpulan masih banyak yang berbentuk pointer sehingga kurang tajam. 10. d. 11. c. e. Hasil: a. antara lain tidak menempatkan variabel dependen dan independen dengan benar. Interpretasi analisis statistik tidak disertai dengan penjelasan. c. Hanya memindahkan narasi dari hasil penelitian.7. Penulisan kesimpulan tidak menjawab tujuan penelitian yang dituliskan. d. 8. Kesimpulan masih belum jelas dan tidak informatif. Pembahasan tidak berdasarkan hasil penelitian. Acuan pustaka dan referensi termasuk penggunaan data sekunder masih kurang. Tabel tidak disertai narasi. Penulisan narasi belum sesuai panduan. Penggunaan metode statistik kurang tepat. Teknik penulisan hasil penelitian tidak sistematis. d. b. Saran dan Rekomendasi: a. Kendala penelitian tidak disampaikan secara transparan. a. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 44 . b. b. f. d. Kesimpulan belum menyimpulkan hal-hal yang ditemukan dan tidak dikaitkan dengan tujuan penelitian. e. 9. Kesimpulan: a. c. c. Pembuatan tabel yang tidak sesuai kaidah.

8. metode penelitian. PPI harus aktif melakukan review terhadap proposal maupun laporan akhir penelitian sebelum dikirim kepada Sub Bagian Evapor. sehingga diperlukan data alokasi anggaran dan data realisasi. auto validation dan data cleaning menggunakan komputer atau Personal Digital Assistant (PDA). Hanya penelitian skala nasional seperti Riskesdas saja yang memerlukan alokasi anggaran untuk persiapan. 4. Diperlukan peningkatan kapasitas peneliti (capacity building) melalui pendampingan dalam hal penyusunan proposal. Menuju penelitian skala besar/nasional yang Paperless Selama ini pengumpulan data penelitian skala besar/nasional seperti Riskesdas dan lainlain masih menggunakan metode konvensional (paper and pencil) sehingga membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. 7. 5. Laporan akhir penelitian (final) harus diserahkan kepada Sub Bagian Evapor tepat waktu. KI dan KE. PPI satker. konsistensi dan jaga mutu data dapat dilakukan dengan metode paperless. 6. Oleh karena itu untuk menuju penelitian skala nasional secara paperless perlu dilakukan uji coba/pilot untuk menilai cost effectivenes metode paperless. Sub Bagian Evapor harus mengembalikan laporan yang belum di_ review oleh PPI. Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 45 . pemahaman analisis data dan interpretasi data serta penulisan laporan akhir penelitian. Penelitian yang mirip/sejenis hanya bisa dilakukan dengan dasar yang kuat atau dilakukan secara multi center sehingga memerlukan ketersediaan database penelitian. maka Tim Perumus merekomendasikan hal-hal sebagai berikut : 1. Peningkatan mekanisme dan kualitas penelitian melalui monitoring evaluasi (monev) pelaksanaan penelitian terutama oleh manajemen satker. Review rumusan hasil penelitian pada tahun-tahun mendatang sebaiknya meliputi juga analisis cost effectiveness penelitian. Kelengkapan informasi.Berdasarkan hasil review hasil penelitian dan proses penyusunan rumusan. Metode paperless adalah pengumpulan data yang langsung melakukan data entry. Persiapan penelitian besar yang dilaksanakan 1 tahun sebelum pelaksanaan penelitian tidak selalu diperlukan. 3. 2.

Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 46 .Evaluasi laporan akhir penelitian telah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2009 oleh APKESI. tahun 2010 dan 2011 oleh Tim Perumus Hasil Penelitian Badan Litbangkes. walaupun sudah diberikan umpan balik dan rekomendasi kepada satker. Belum terdapat peningkatan kualitas hasil penelitian secara bermakna. Di saat mendatang perlu diberikan perhatian yang lebih serius untuk meningkatkan kualitas peneliti dan monev oleh pimpinan satker.

Lampiran 1 Formulir Penilaian Laporan Akhir Penelitian Tahun 2011 Lampiran 2 Surat Keputusan Pembentukan Tm Penyusun Rumusan Hasil Penelitian dan pengembangan Kesehatan Tahun 2011 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 47 .

Paten. Copyright Besaran Anggaran Penelitian Realisasi anggaran Kesimpulan/Penilaian dari Reviewer Rekomendasi dari Reviewer untuk pengembangan kebijakan Ada Tidak Ada Catatan Ya Tidak Catatan Hasil Evaluasi Tidak Sesuai Sesuai Catatan IV V VI Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 48 .Lampiran 1 FORMULIR PENILAIAN LAPORAN AKHIR PENELITIAN TAHUN 2011 Judul Penelitian : No Urut Satker : : Uraian I Komponen Laporan Ringkasan Eksekutif Abstrak Latar Belakang (justifikasi) Tujuan Metode Hasil Pembahasan Kesimpulan Saran dan rekomendasi Kendala Penelitian II Relevansi dengan Sasaran Strategis Sasaran Strategis & Fokus Prioritas Kemenkes 2010-2014 III Potensi Sebagai masukan kebijakan Kesehatan Pengembangan Program Kemenkes di masa depan Sebagai input pengembangan penelitian lanjutan HKI.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 937/Menkes/SK/IX/1998 tentang Komite Nasional Jaringan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN NOMOR : HK.03. 4. 6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1179A/Menkes/X/1999 tentang Kebijakan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tentang Pembentukan Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011. 2. 2.05/1/400/2012 TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RUMUSAN HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN TAHUN 2011 KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN. 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 374/MENKES/SK/V/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional 9. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. 7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 021/MENKES/SK/I/2011 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010 – 2014 Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 49 . Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1995 Nomor 67. Mengingat : 1. 5. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian. Bahwa untuk mendukung peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan kesehatan serta memenuhi kebutuhan kebijakan (policy need) perlu dilakukan evaluasi hasil penelitian untuk menyusun rumusan penelitian dan pengembangan kesehatan. Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2002 Nomor 84. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 144. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5063). 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3609). Menimbang : 1.

KETUJUH : TRIHONO Tembusan: 1. Biaya untuk kegiatan Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 dibebankan pada DIPA Sekretariat Badan Litbangkes TA 2012. dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2012. DITETAPKAN DI PADA TANGGAL KEPALA.KEDUA . Memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan kesehatan berbasis hasil penelitian Tahun 2011 13.KESATU : : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RUMUSAN HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN TAHUN 2011 Susunan Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. serta unsur profesi peneliti .KEEMPAT : .KELIMA : Tim Penyusun Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 dalam melaksanakan tugasnya dapat meminta bantuan pakar lainnya bila diperlukan.MEMUTUSKAN : Menetapkan . Menelaah dan mengidentifikasi permasalahan penelitian 11. Menyusun rumusan hasil-hasil penelitian Tahun 2011 serta relevansinya dengan Fokus Prioritas Kementerian Kesehatan. Melaporkan hasil kerja Tim kepada Kepala Badan Litbangkes secara berkala Susunan keanggotaan Tim terdiri dari organisasi fungsional dan struktural di lingkungan Badan Litbangkes. bertugas : 8.KETIGA . Menyusun rencana kerja Tim 9. Menyusun dokumen Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 14. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 50 . 12. Menetapkan metode evaluasi hasil-hasil penelitian Tahun 2011 10. : Tim Penyusunan Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2011 sebagaimana dimaksud pada diktum KEDUA.KEENAM : . : JAKARTA : 16 JANUARI 2012 .

Riris Nainggolan. Dr. Dr. Prof. B. MKes ANGGOTA : 1. Ph. MKes 11. Dra. Dr.03. D. Ph. MKes. SKM 5. Agus Suwandono.2. Apt 3. MSc 7. Yang bersangkutan LAMPIRAN 1 KEPUTUSAN KEPALA BADAN LITBANGKES NOMOR : HK. Soewarta Kosen.PH WAKIL KETUA : dr.D 8. : JAKARTA : TRIHONO Rumusan Hasil Penelitian Tahun 2012 51 . Nanang Yunarto.Farm. Prof. Bambang Widodo. Dr. Ani Isnawati. dr. Supratman Sukowati.D 4. PENGARAH : Kepala Badan Litbangkes PENANGGUNG JAWAB: Sekretaris Badan Litbangkes KETUA : dr. MPH. S. Dr.05/1/400/2012 SUSUNAN TIM PENYUSUN RUMUSAN HASIL PENELITIAN TAHUN 2011 A. Harimat Hendrawan. Dr. SE. Abas Basuni Jahari. MSc 10. SKM DITETAPKAN DI PADA TANGGAL KEPALA. Nur Aeni Amaliah. MKM 4. Wasis Budiarto. dr. SKM. drg. dr. Ph.PH 5. Sekar Tuti. MSc 2. Sari Ramadhani. MPH.D 3. Idawati. MSc 6. drg. SEKRETARIAT : 1. Marjani Susilowati. Prof. Trisa WP Indra. MS 2. MKes 9. Nurul Puspasari. Apt 12. Dr. E. Dr. Emiliana Tjitra. C. MSi F. Komari.