You are on page 1of 16

1

A. PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. Demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi, maka wanita sebagai penerima kesehatan, anggota keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan harus berperan dalam keluarga, supaya anak tumbuh sehat sampai dewasa sebagai generasi muda. Oleh sebab itu wanita, seyogyanya diberi perhatian. Adapun definisi tentang arti kesehatan reproduksi yang telah diterima secara internasional yaitu : sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistim, fungsi-fungsi dan proses reproduksi. Selain itu juga disinggung hak produksi yang didasarkan pada pengakuan hak asasi manusia bagi setiap pasangan atau individu untuk menentukan secara bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah anak, penjarakan anak, dan menentukan kelahiran anak mereka. Dalam Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (International Konfren on Population and Depelopmen/ICPD). Yang disponsori oleh perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Kairo Mesir pada tahun 1994, dihadiri oleh 11.000 perwakilan dan lebih 180 negara. Konfrensi tersebut melahirkan kebijakan baru tentang pembangunan dan kependudukan, seperti tercantum dalam program aksi 20 tahun, yang tidak lagi terfokus pada pencapaian target populasi tertentu tetapi lebih ditujukan pada upaya penstabilan laju pertumbuhan penduduk yang beronientasi pada kepentingan pembangunan manusia. Program aksi ini menyerukan agar setiap negara meningkatkan status kesehatan, pendidikan dan hak-hak individu khususnya bagi perempuan dan anak-anak dan mengintegrasikan program keluarga berencana (KB) kedalam agenda kesehatan perempuan yang lebih luas. Bagian terpenting dan program tersebut adalah penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi yang menyeluruh, yang memadukan KB, pelayanan kehamilan dan persalinan yang aman, pencegahan pengobatan infeksi menular seksual/IMS (termasuk HIV), informasi dan konseling seksualitas, serta pelayanan kesehatan perempuan mendasar lainnya. Termasuk penghapusan bentukbentuk kekerasan terhadap perempuan seperti sunat perempuan, jual beli perempuan, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

B. DEFINISI

sehingga diperoleh komponen pelayanan yang nyata dan dapat dilaksanakan. Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik. Menurut BKKBN. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia. mental dan kehidupan sosial. karena mencakup keseluruhan kehidupan manusia sejak lahir hingga mati. fungsi serta proses reproduksi. secara nasional telah disepakati ada empat komponen prioritas kesehatan reproduksi. dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala hal yang terkait dengan sistem. RUANG LINGKUP KESEHATAN REPRODUKSI Menurut Depkes RI (2001) ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya sangat luas.melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum menikah dan sesudah menikah. (2001). DEFINISI SEHAT (WHO) Keadaan sejahtera fisik.yang berkaitan dengan alat. mental. Untuk kepentingan Indonesia saat ini. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. tetapi juga kondisi psikis dan sosial yang baik perempuan maupun laki-laki berhak mendapatkan standar kesehatan yang setinggitingginya. dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. yaitu : .fungsi serta proses reproduksi. mental. Dalam uraian tentang ruang lingkup kesehatan reproduksi yang lebih rinci digunakan pendekatan siklus hidup (life-cycle approach). sesuai dengan definisi yang tertera di atas. karena kesehatan merupakan hak asasi manusia yang telah diakui dunia internasional 2. C. dan sosial yang utuh. defenisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik.2 1. Dengan demikian kesehatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit. DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI Istilah reproduksi berasal dari kata “re” yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. mendukung perempuan untuk melalui Jadi sehat berarti bukan proses reproduksi sekedar tidak ada penyakit ataupun kecacatan. mental. Sedangkan menurut ICPD (1994) kesehatan reproduksi adalah sebagai hasil akhir keadaan sehat sejahtera secara fisik.

Keluarga Berencana 3. Keluarga Berencana 3. masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan. trmasuk PMS-HIV / AIDS 5. trmasuk PMS-HIV / AIDS 4. Kesehatan Reproduksi Remaja 4. serta kesinambungan antar-fase kehidupan tersebut. Dengan demikian. Secara lebih luas. Pencegahan dan penangulangan komplikasi aborsi 5. Dalam penerapanya di pelayanan kesehatan.3 1. fistula dll. yaitu : . Paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK) ditambah Kesehatan Reproduksi Usia Lanjut D. Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir 2. Kanker pada Usia Lanjut dan Osteoporosis 8. Berbagi aspek Kesehatan Reproduksi lain misalnya kanker serviks. terdiri dari : 1. ruang lingkup kespro meliputi : 1. Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir 2. yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan. Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular Seksual. Dalam pendekatan siklus hidup ini dikenal lima tahap. termasuk HIV/AIDS. Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Saluran Reproduksi ( ISR ). Kesehatan Reproduksi Remaja 4. Kesehatan Reproduksi Remaja 6. Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi Saluran Reproduksi ( ISR ). komponen kespro yang masih menjadi masalah di Indonesia adalah ( PKRE) Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial. PENDEKATAN SIKLUS HIDUP Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah pendekatan siklus hidup. Pencegahan dan Penanganan Infertilitas 7. mutilasi genetalia. Keluarga Berencana 3. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir 2. yang bila tak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.

Perempuan mempunyai kebutuhan khusus dibandingkan laki-laki karena kodratnya untuk haid. Remaja 4. dll) untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab (kepada diri. keluarga. diperlukan perhatian khusus terhadap perempuan C. hamil. melahirkan. dan masyarakat) mengenai jumlah anak. Hak reproduksi ini didasarkan pada pengakuan akan hak-hak asasi manusia yang diakui di dunia internasional (Depkes RI. terutama sekitar persalinan. serta penentuan waktu kelahiran anak dan akan melahirkan.4 1. umur. . dan mengalami menopause. sehingga memerlukan pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya. agama. suku. HAK-HAK REPRODUKSI Hak reproduksi perorangan adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang. baik laki-laki maupun perempuan (tanpa memandang perbedaan kelas sosial. menyusui. Konsepsi 2. Ini berarti bahwa pada masa-masa kritis. 2002). Usia subur 5. Bayi dan anak 3. jarak antar anak. untuk laki-laki dan perempuan dengan memperhatikan hak reproduksi perorangan. Usia lanjut Berikut digambarkan pendekatan siklus hidup kesehatan reproduksi. seperti pada saat kehamilan.

penyiksaan. reproduksi dan manfaat serta efek samping obat-obatan. dan kekerasan. alat dan tindakan medis yang digunakan untuk pelayanan dan/atau mengatasi masalah kesehtan reproduksi. Setiap anggota pasangan suami-isteri berhak memilki hubungan yang didasari penghargaan 6.5 1. Terhadap pasangan masing-masing dan dilakukan dalam situasi dan kondisi yang diinginkan bersama tanpa unsure pemaksaan. sesuai dengan pilihan. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari perkosaan. Setiap orang berhak memperoleh standar pelayanan kesehatan reproduksi yang terbaik. Hak kebebasan berpikir tentang pelayanan kesehatan reproduksi 4. dan pelecehan seksual . 7. Setiap orang. Setiap perempuan berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya. efektif. dan laki-laki (sebagai pasangan atau sebagai individu) berhak memperoleh informasi selengkap-lengkapnya tentang seksualitas. 5. lengkap. perempuan. Menurut Depkes RI (2002) hak kesehatan reproduksi dapat dijabarkan secara praktis. dan akurat mengenai penyakit menular seksual. Hak mendapat informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi. Hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan 5. 2. berhak memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksi. tanpa paksaan dan tak melawan hukum. Menurut ICPD (1994) hak-hak reproduksi antara lain : 1. dapat diterima. kekerasan. 3. 2. 4. sehingga menjamin keselamatan dan keamanan klien. serta memperoleh bayi yang sehat. ancaman. Hak untuk menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak 6. Setiap laki-laki dan perempuan berhak mendapat informasi dengan mudah. yang memungkinkannya sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan dan persalinan. Setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pelayanan KB yang aman. Ini berarti penyedia pelayanan harus memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas dengan memperhatikan kebutuhan klien. Hak mendapat pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi 3. lelaki maupun perempuan. antara lain : 1. Setiap remaja. 2. sehingga dapat berperilaku sehat dalam menjalani kehidupan seksual yang bertanggungjawab 8. termasuk HIV/AIDS. terjangkau. Hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksinya 7.

Keterbatasan perempuan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan dirinya 4. keterbatasan biaya. D.6 8. kerja dan kedudukan) 2. pendidikan. Perempuan di nomor duakan dalam aspek kehidupan (makan sehari-hari. tradisi) 4. Hak atas kerahasiaan pribadi berkaitan dengan pilihan atas pelayanan dan kehidupan reproduksinya 10. Kualitas pelayanan kespro (pelayanan kes kurang memperhatikan klien. menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tanpa melibatkan kaum laki-laki kurang menunjukkan hasil yang maksimal. Perempuan terpaksa nikah di usia muda karena tekanan ekonomi ortu 3. Kemiskinan sekitar 40 % berakibat kesakitan kecacatan dan kematian 2. Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga 11. kurang informasi. Oleh . Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan kespro belum memadai (jarak. Kedudukan perempuan dalam keluarga masalnya keadaan sosioekonomi. ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi 9. Hasil studi yang dilakukan oleh Anderson (1992) dan Moser (1993). 12 AREA KRITIS KEPEDULIAN (12 CRITICAL AREAS OF CONSERN) Pada pertemuan the 34 th Commission on the Status of Women di Vienna tahun 1990. dilakukan analisis terhadap operasionalisasi pemberdayaan perempuan. Hak mendapatkan manfaat kemajuan. Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan berkeluarga dan kehidupan reproduksi 12. kemampuan fasilitas kesehatan yang kurang memadai) • Prilaku diskriminatif terhadap perempuan 1. jauh. budaya dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat 3. Tingkat pendidikan perempuan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang diterima tentang kespro terbatas. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi • Beberapa hal yang dapat mempengaruhi buruk terhadap derajat Kesehatan Reproduksi Perorangan adalah sebagai berikut : 1.

seperti Konferensi Puncak Sedunia tentang Pembangunan Sosial dan Konferensi Wanita Sedunia keempat di Beijing. Dalam Konfrensi Perempuan Se Dunia ke 4 di Beijing China/FWCW (1995) Deklarasi dan flatform aksi Beijing (Fort Word Confren on Women/FWCW. Konsep GAD tersebut dikukuhkan lagi dalam the International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo tahun 1994 dan dalam the 4 th World Conference of Women di Beijing tahun 1995. Intinya. yang meliputi: • • • • Kesetaraan gender Keadialan gender Pemberdayaan perempuan Integrasi kependudukan kedalam kebijakan pembangunan yang berkesinambungan dan program penghapusan kemiskinan. yaitu mulai dari tahap perumusan kebijaksanaan dan . Menurunkan tingkat kematian ibu. dan anak. Keadilan dan kesetaraan gender. dengan menekankan pada: • • • • Memberikan kesempatan dalam pendidikan. yakni bahwa pemberdayaan perempuan merupakan kondisi dasar untuk stabilisasi kependudukan dan pembangunan yang berkelanjutan. mengidentifikasikan 12 “Area Kritis kepedulian” (12 critical areas of consern) yang dianggap sebagai penghambatan utama kemajuan perempuan. FWCW Beijing pada tahun 1995 menyerukan harus adanya komitmen pemerintah ntuk meningkatkan status perempuan . 4-15 September 1995 yang diadofsi oleh perwakilan dari 189 negara mencerminkan komitmen internasional terhadap tujuan kesetaraan. Dalam ICPD Kairo dilakukan penyamaan konsep. termasuk KB. Persamaan hak dalam kesehatan reproduksi. pengembangan dan perdamaian bagi seluruh perempuan di Dunia. WAD akhirnya diubah menjadi Gender and Development (GAD). GAD lebih menekankan pada prinsip hubungan kemitraan dan keharmonisan antara perempuan dan lakilaki.7 karena itu. khususnya anak perempuan. Kesepakatan ICPD ini memberikan kontribusi penting dalam konferensi-konferensi yang diadakan selanjutnya. Konferensi Beijing menghasilkan komitmen bersama tentang perbaikan terhadap status dan peranan perempuan dalam pembangunan. bayi. Flatform tersebut terdiri dari 6 bab.

. Kekerasan pempuan dan anak perempuan subyek kekerasan fisik. Hal ini mendukung perempuan untuk berpartisipasi baik di masyarakat maupun dalam kehidupan pribadinya. Tercapainya standar kesehatan fisik tertinggi penting bagi kehidupan dan kesejahteraan perempuan. pendidikan dan pelatihan serta pelayanan masyarakat (misalnya: kesehatan) 2) Keterbatasan Kesempatan Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan merupakan HAM dan sarana penting untuk mencapai kesetaraan. anak perempuan mengalami diskriminasi akibat pandangan budaya. Namun. yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologi tetapi juga turut ditentukan oleh kontest sosial. praktik-praktik tersebut harus dihentikan dan pelakunya harus dikenai sanksi hukum.8 pelaksanaan sampai pada menikmati hasil-hasil pembangunan dengan mempraktikkan 12 area kritis yang dihadapi perempuan. seksual dan psikologis yang terjadi tanpa dibatasi oleh status sosial ekonomi dan budaya baik di kehidupan pribadi maupun di masyarakat. Segala bentuk kekerasan berarti melanggar merusak atau merenggut kemerdekaan perempuani untuk menikmati hak asasinya. pernikahan dan kehamilan dini. Kesehatan perempuan mencakup kesejahteraan fisik dan emosi mereka. dan pengembangan dan perdamaian. 5) Konflik bersenjata / kekerasan di wilayah konflik militer Selama konflik bersenjata. keterbatasan akses pendidikan dan materi pendidikan yang bias gender. 12 “Area Kritis kepedulian” (12 critical areas of consern) adalah sebagai berikut : 1) Perempuan dan Kemiskinan (Struktural) Jumlah perempuan yang hidup dalam kemiskinan lebih banyak daripada laki-laki karena terbatasnya akses perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi misalnya: lapangan pekerjaan. politik dan ekonomi . 4) Kekerasan perempuan dan anak perempuan. kepemilikan harta benda. perkosaan merupakan cara untuk memusnahkan kelompok masyarakat/suku. 3) Kesehatan dan hak-hak reproduksi.

10) Terbatasnya Akses Pada Media Masa Media masih tenus menonjolkan gambar yang negatif dan merendahkan perempuan misalnya menampilkan kekerasan. kondisi kerja yang tidak memadai dan terbatasnya kesempatan kerja profesional) 7) Keikutsertaan dalam Pengambilan Keputusan Keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan belum mencapai target 30% di hampir semua tingkatan pemenintah. 9) Perlindungan dan Pengayoman Hak-hak Azasi Manusia Hak azasi manusia bersifat universal. Perilaku dan praktikpraktik yang berbahaya menyebabkan banyak anak perempuan tidak mampu bertahan hidup hingga usia dewasa. keterbatasan sumber sumber daya dan dukungan dari para politisi nasional. .9 6) Terbatasanya Akses Perempuan di Bidang Ekonomi Produktif Perempuan jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan sering diperlakukan secara tidak layak (seperti gaji rendah. 11) Rentan terhadap Pencemaran Lingkungan Perusakan alam menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan kesejahteraan dan kwalitas hidup masyarakat terhadap perempuan di segala usia. Perempuan sering terpinggirkan dalam struktur kepemerintahan nasional seperti tidak memiliki mandat yang jelas. Dinikmatinya hak-hak tersebut secara penuh dan setara oleh perempuan dan anak perempuan merupakan kewajiban pemerintah dan PBB dalam mencapai kemajuan perempuan. pelecehan dan pornografi yang berdampak buruk bagi perempuan. 8) Terbatasnya Kelembagaan/Mekanisme lnstitusional dalam sektor pemerintah/non pemerintah. Kurangnya perlindungan hukum atau kegagalan dalam penerapannya. sebagaimana telah ditetapkan oleh Lembaga Sosial dan Ekonomi PBB (theUN Ekonomic and Social Council) pada tahun 1995. 12) Diskriminasi ( Terbatasnya Kesempatan Mengembangkan Potensi Diri bagi Anak Perempuan) Diskriminasi sudah dialami perempuan sejak awal kehidupannya.

Berkaitan juga dengan penerapan hak-hak dan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki. yang disebut sebagai Deklarasi Milenium (Millenium Declaration). malaria dan penyakit lain (combat HIV/AIDS.10 menyebabkan anak-anak perempuan rentan terhadap segala bentuk kekerasan. Untuk itu mereka berikrar bahwa pada tahun 2015. Perihal MDGs (Millenium Development Goals) dengan 12 wilayah kritis kepedulian (critical areas of consern) Pada September 2000. Menjamin kelestarian lingkungan (ensure environmental sustainability) 8. yang juga mengacu pada CEDAW: “to combat all forms of violence against women and to implement the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women. serta mengalami konsekuensi hubungan seksual usia dini dan tidak aman. Perihal Analisis Gender dengan 12 wilayah kritis kepedulian (critical areas of concern) . Memberantas kemiskinan dan kelaparan (eradicate extreme poverty and hunger) 2. yang disepakati pada Kongres Pe-rempuan IV di Beijing tahun 1995. Mempromosikan persamaan jender dan pemberdayaan perempuan (promote gender equality and empower women) 4. Memerangi HIV/AIDS. termasuk HIV/AIDS. CEDAW telah diratifikasi sejak 1984. ma-laria and other diseases) 7. Mencapai pendidikan dasar yang universal (achieve universal primary education) 3. pemerintahan Negara-negara anggota PBB berbagi visi bahwa 15 tahun ke depan perlu disepakati bersama tentang (kondisi) dunia yang lebih baik dari sekarang. Meningkatkan kesehatan ibu (improve maternal health) 6. 1. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan (develop a global partnership for development). Selain itu MDGs juga mengacu pada kepedulian terhadap 12 wilayah kritis (critical areas of consern) . Deklarasi tersebut juga menyebutkan tentang pemberdayaan perempuan serta persamaan jender. Adapun yang menjadi Tujuan Pembangunan Milenium itu adalah: 1. yang telah dituangkan dalam Beijing Platform for Action. Oleh Indonesia. Mengurangi jumlah kematian anak (reduce child mortality) 5. semua negara anggota akan berusaha mencapai 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals). di ajang United Nation Millenium Summit 191. 2.

Sedangkan laki-laki lebih rasional. difokuskan terhadap ketidakadilan gender (gender inequalities). serta sosialisasi nilai peran gender. 12 area kritis ini juga dapat digunakan sebagai titik mulai analisis. ideologi dan visi kaum perempuan sendiri. beban kerja lebih panjang dan lebih banyak (burden). atau lebih esensial dari yang lain. meski mencakup segenap aspek kehidupan. kebanyakan di antara mereka hidup di Negara Negara berkembang dan kurang berkembang. Berikut adalah 12 area kritis sebagai isu tematik yang menjadi bidang perhatian dalam masalah gender : • Perempuan dan kemiskinan Lebih dari 1 milyar orang di muka bumi saat ini. dan lemah lembut. hidup dalam kondisi dirundung kemiskinan. subordinasi atau dianggap tidak penting dalam keputusan politik.Tidak satupun manifestasi ketidakadilan lebih penting. dan penyiapan statistik dan indicator gender. Ketidakadilan gender juga muncul di pelbagai bidang. Ketidakadilan ini termanifestasikan dalam berbagai bentuk ketidakadilan seperti marginalisasi atau proses pemiskinan perempuan dalam bidang ekonomi. Konferensi Perempuan di Beijing pada tahun1995 menghasilkan kesepakatan menyangkut 12 area kritis yang menjadi perhatian dalam platform for action peretasan ketidakadilan gender. emosional. Kemiskinan ini mempunyai beragam penyebab.11 Secara umum tela-ah banyak pihak terhadap permasalahan gender. Pada 12 wilayah kritis kepedulian (critical areas of concern) dari Konferensi Beijing. Manifestasi ketidakadilan gender ini tidak dapat dipisah pisahkan karena semua saling jalin-menjalin. perempuan relatif kurang rasional. termasuk di antaranya maslah structural (kemiskinan struktural). kekerasan (violence). namun ternyata perbedaan alami tersebut telah melahirkan ketidakadilan gender. Perhatian ini muncul setelah disadari bahwa meski masing-masing jenis kelamin perempuan dan laki laki tersebut memiliki kekhasan tersendiri (stereotype).. yang sebagian besar merupakan perempuan. pembentukan stereotype atau melalui pelabelan negative. Sebagai contoh marginalisasi ekonomi kaum perempuan justru terjadi karena stereotipe tertentu atas kaum perempuan dan itu menyumbang pada subordinasi dan kekerasan terhadap kaum perempuan yang pada gilirannya tersosialisasikan dalam keyakinan. Semua permasalahan gender yang terfokus pada ketidakadilan ini kerap kali menjadi bahan telaah kalangan peneliti maupun kalangan akademisi yang sedangmenyusun disertasi atau tesis. Dengan demikian kita tidak dapat menyatakan bahwa marginalisasi kaum perempuan adalah persoalan yang paling esensial dari ketidakadilan gender. kuat dan perkasa. Kemiskinan .

dan kebijakan ekonomi lainnya. serta respek terhadap kesengsaraan sebagaimana termaktub dalam Piagam PBB. secara virtual perempuan absent atau dimiskinkan keterwakilannya dalam pengambilan keputusan ekonomi. demikian juga dalam penentuan system perpajakan dan aturan penggajian • Perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan . komersil. Pendidikan yang tidak diskriminatif akan menguntungkan baik bagi anak perempuan maupun laki laki dan pada gilirannya akan berkontribusi hubungan yang lebih setara antara perempuan dan laki laki. Kenikmatan atas hak ini adalah sesuatu yang vital bagi kehidupan mereka dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berpartisipasi di seluruh bidang kehidupan public maupun privat. moneter. pembangunan. • Kekerasan terhadap perempuan Kekerasan terhadap perempuan adalah hambatan terhadap berbagai tujuan pencapaian kesetaraan. terkait dengan prinsip tidak mengancam atau menggunakan kekuatan terhadap integritas territorial atau independensi politis.dan jauh dari pertengkaran. pembangunan dan perdamaian. • Perempuan dan konflik bersenjata Suatu lingkungan yang dapat memelihara perdamaian di dunia. • Pendidikan dan pelatihan bagi perempuan Pendidikan adalah hak azasi manusia dan suatu alat yang esensial untuk meraih tujuan kesetaraan. mempromosikan. termasuk dalam memformulasikan masalah keuangan. Di banyak belahan dunia. baik kekerasan itu sendiri dan ketidakadilan atau mengecilkan arti perempuan berarti menisbikan kenikmatan hak azasinya serta kebebasan fundamentalnya. dan melindungi hak azasi manusia. dan perdamaian. • Perempuan dan ekonomi Ada perbedaan perbedaan yang dapat dipertimbangkan antara perempuan dan laki laki dalam mengakses pelbagai kesempatan terhadap kekuatan struktur ekonomi dalam masyarakatnya.12 merupakan masalah yang kompleks dan multidimensi yang bisa berasal baik dengan domain nasional maupun internasional. merupakan factor penting dalam memajukan kaum perempuan. Kekerasan terhadap perempuan. • Perempuan dan kesehatan Perempuan mempunyai hak untuk menikmati pelayanan kesehatan fisik dan mental berstandar tinggi. demokrasi.

ekonomi. Landasan aksi (platform for actions) ditegaskan lagi bahwa seluruh hak azasi manusia meliputi kewarganegaraan. politik. budaya. posisi perempuan terhadap lingkungan bisa dilihat sebagai pemanfaat maupun pengguna atau konsumen dari lingkungan alam (sumberdaya alam). • Anak perempuan . dan politis merupakan hal yang esensial bagi pencapaian baik transparansi. Dimanapun potensi muncul untuk media guna membuat kontribusi yang jauh lebih besar bagi kemajuan kaum perempuan. serta pengadministrasin dan keberlanjutan pembangunan di berbagai bidang kehidupan. Penginternalisasian pengarusutamaan gender harus dilaksanakan secara bertahap dan kontinu.13 Deklarasi universaltentang hak azasi manuzia menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang samauntuk ambil bagian Pemerintahan negerinya. sehingga memenuhi seluruh bidang kehidupan. Oleh karena itu. • Perempuan dan lingkungan Persentuhan perempuan dengan lingkungan (alam) usianya seumur manusia itu sendiri. tak dapat dibagi. dan akuntabilitas pemerintahan. anak anak dan mereka yang beranjak dewasa.ekonomi. perlindungan dan promosi terhadap mereka tanggungjawab pertama dari Pemerintah. sebagaimana diekspresikan dalam Deklarasi Vienna dan Program aksi yangdiadopsi dari Konferensi Dunia tentang Hak Azasi Manusia. social. Pemberdayaan dan otonomi perempuan dan perbaikan status social. bahkan merekalah yang tetap tabah ‘menafkahi’ keluarga mereka dari apa yang tersedia di alam. ketika alam masih bersedia memberi. • Mekanisme kelembagaan bagi pemajuan perempuan Keseluruhan niat baik untuk memajukan perempuan tidak akan berarti banyak bila tidak disertai dengan membenahi kelembagaan yang ada di masyarakat baik di kalangan pemerintahan maupun lembaga non pemerintah. kemajuan di bidang teknologi informasi telah memfasilitasi jaringan komunikasi global yang melampaui batas wilayah nasional dan telah berdampak pada kebijakan public. perempuan pun ikut menderita bersama alam. demikian pula ketika alam menderita. dan saling berhubungan. termasuk hak terhadap pembangunan merupakan hal yang universal. perilaku pribadi. saling tergantung. • Perempuan dan media Sepanjang decade terakhir. • Hak azasi perempuan Hak azasi dan kebesan/kemerdekaan fundamental adalah hak lahir dari segenap insan.

sejarah. Perihal Komite HAM PBB dengan 12 wilayah kritis kepedulian (critical areas of concern) Pada konferensi ke-4 tentang Perempuan di Beijing 1995. atau pelindung resmi yang membesarkannya. kecacatan. bahasa. 28 tahun 2000 tentang Persamaan Hak antara Laki-laki dan Perempuan (pasal 3) ( General Comment No. kebangsaan . 2. etnis atau daerah asal. jenis kelamin. maupun status kelahiran". agama dan budaya tidak digunakan untuk menjustifikasi pelanggaran hak perempuan. agama. terlepas dari anak itu sendiri. Pada Komentar Umum tersebut komite menegaskan bahwa setiap negara yang sudah meratifikasi konvensi hak sipil dan politik. Komite HAM untuk Hak Sipil dan Politik mengeluarkan Komentar Umum No. Beberapa Mekanisme HAM PBB yang berbasis pada perjanjian kemudian melakukan adopsi dengan mengeluarkan Komentar Umum/Rekomendasi Umum untuk mengkaji ulang persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. 28: Equality of rights between men and women (article 3) tahun 2000). tidak saja harus mengadopsi langkah-langkah perlindungan tapi juga langkah-langkah positif di seluruh area untuk mencapai pemberdayaan perempuan yang setara dan efektif. yang menghasilkan Pedoman Aksi Beijing (The Beijing Platform for Action ) yang meletakkan 12 area kritis (critical areas of consern) terkait dengan pemenuhan hak perempuan sebagai hak asasi manusia. Komite tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan meletakkan pula kerangka langkah-langkah khusus sementara (temporary special measures) untuk menyediakan informasi tentang bagaimana pengalaman perempuan yang banyak dilanggar haknya dalam setiap hak .14 Konvensi tentang hak anak menyadari bahwa “Pertemuan negara Negara akan memberi respek dan menjamin bahwa hak azasi anak perempuan tersebut akan diset dalam Konvensi yang sedang berjalan terhadap setiap anak dalam yurisdiksi tanpa diskriminasi apapun. 3. atau opini lainnya.politik. kepemilikan. orang tuanya. Konseptualisasi hak asasi perempuan sebagai hak asasi manusia dan kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kerangka kerja untuk menghapuskannya meletakkan setiap instrumen hak asasi manusia dimaknai ulang. Langkah ini termasuk pula penjaminan bahwa praktek-praktek tradisi. yaitu : 1. Pengakuan tersebut harus meliputi pula pengakuan tentang berbagai penyebab timbulnya diskriminasi. warna kulit. Dengan adanya Komentar Umum ini Komite ingin memastikan bahwa negara pihak dalam membuat laporan terkait hak-hak sipil dan politik harus yang dicantumkan dalam Konvensi.

colour. makin rendah derajat kesehatan reproduksi 3. Angka cakupan pelayanan keluarga berencana dan partisipasi laki-laki dalam keluarga berencana (makin rendah angka cakupan pelayanan KB. marital.15 penghapusan diskriminasi langsung dan tidak langsung (direct and indirect discrimination) yang terjadi terhadap perempuan yang sangat mempengaruhi penikmatan hak asasi perempuan dalam Rekomendasi Umum No. resulting in compounded disadvantage. religion. Jumlah ibu hamil dengan “4 terlalu” atau “terlalu muda. 3. birth. dan terlalu dekat jarak antar kelahiran (makin tinggi jumlah ibu hamil dengan “4 terlalu”. Komite tentang Hak Ekonomi Sosial dan Budaya mengeluarkan Komentar Umu No. Komite menekankan bahwa posisi perempuan yang tidak beruntung tersebut perlu disikapi dengan pendekatan persamaan hasil (equality of result) sebagai tujuan dari persamaan secara substantive (subtantive equality) atau de facto tidak saja persamaan secara formal (formal equality). INDIKATOR KESEHATAN REPRODUKSI 1.” E. or other status. makin rendah derajat kesehatan reproduksi) 4. ethnicity. such as age. Komite menegaskan bahwa perempuan seringkali diabaikan haknya untuk menikmati hak-hak asasi mereka karena status yang dinomorduakan oleh tradisi dan praktek budaya dan berdampak pada posisi perempuan yang tidak beruntung. “ Many women experience distinct forms of discrimination due to the intersection of sex with such factors as race. sosial dan budaya (Pasal 3) (The equal right of men and women to the enjoyment of all economic. Angka Kematian Bayi (AKB) makin tinggi AKB. property. 25 (2004) dirasa penting membedakan adanya situasi khas perempuan secara biologis dan situasi yang tidak menguntungkan akibat dari proses penindasan dan situasi yang tidak setara yang cukup lama hadir. terlalu banyak anak. terlalu tua. social and cultural rights (art. language. 3 of the International Covenant on Economic. Social and Cultural Rights). 16 (2005) tentang Persamaan Hak antara Laki-laki dan Perempuan dalam menikmati seluruh hak ekonomi. political and other opinion. disability. Angka Kematian Ibu (AKI) makin tinggi AKI. refugee or migrant status. makin rendah derajat kesehatan reproduksi 2. makin rendah derajat kesehatan reproduksi) . national or social origin.

. kesehatan reproduksi bukan semata-mata sebagai penelitian klinis (kedokteran) saja tetapi juga mencakup pengertian social (masyarakat). kondisi social dan ekonomi terutama di Negara-negara berkembang yang kualitas hidup dan kemiskinan memburuk. Namum. PENUTUP Dalam pengertian kesehatan reproduksi secara lebih memdalam. makin rendah derajat kesehatan reproduksi) 7. makin rendah derajat kesehatan reproduksi) 6. F. Pemahaman laki-laki terhadap upaya pencegahan dan penularan PMS (makin rendah pemahaman PMS pada laki-laki.16 5. Perlindungan bagi perempuan terhadap penularan penyakit menular seksual (PMS). Berdasarkan pemikiran di atas kesehatan wanita merupakan aspek paling penting disebabkan pengaruhnya pada kesehatan anak-anak. secara tidak langsung memperburuk pula kesehatan reproduksi wanita. terutama anemia dan kurang energi kronis/KEK. Oleh sebab itu pada wanita di beri kebebasan dalam menentukan hal yang paling baik menurut dirinya sesuai dengan kebutuhannya di mana ia sendiri yang memutuskan atas tubuhnya sendiri. Intinya goal kesehatan secara menyeluruh bahwa kualitas hidupnya sangat baik. (makin tinggi jumlah anemia dan KEK. makin rendah derajat kesehatan reproduksi). (makin rendah perlindungan bagi perempuan. Jumlah perempuan dan/atau ibu hamil dengan masalah kesehatan.