You are on page 1of 1

Hutan Diklat Miliki Sumber Benih Bersertifikat ?

Pada tanggal 25 Juli 2013 hutan diklat mendapat kunjungan tim sertifikasi sumber benih dari BPTH Bali dan Nusa Tenggara. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penilaian untuk sertikasi benih pada 4 jenis pohon yang dianggap layak sebagai sumber benih, yaitu : Cendana, Jati, Sengon Buto, dan Mahoni. sesuai dengan surat permohonan sertifikasi sumber Benih BDK kupang nomor : S.356/BDK-3/2013 tanggal 1 Juli 2013 pada BPTH Bali dan Nusra. Tim Penilai terdiri dari 4 orang yaitu Iwan Nurwanto sebagai Ketua, Muhammad Masriadi, I Wayan Mudita, dan Dewa Putu Gunawan masing-masing sebagai anggota. Pelaksanaan penilaian dilakukan dua hari yaitu tanggal 25 dan 26 Juli 2013 dengan didampingi staf seksi sarana hutan diklat. Hasil penilaian langsung dibuat Berita Acara penilaian yang diketahui oleh Kepala Balai Diklat Kehutanan Kupang. Dalam laporannya kepada Kepala Balai Diklat Kehutanan Kupang Bapak Iwan Nurwanto mengatakan ;Hasil kajian Tim Sertifikasi, kemungkinan ada dua jenis dari empat jenis yang diajukan layak untuk ditunjuk sebagai sumber benih, yaitu Jati (tectona Grandis) dan Sengon Buto (enterolobium cyclcarpum). Kedua jenis pohon tersebut memenuhi syarat untuk ditunjuk menjadi sumber benih. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan direktur jenderal rehabilitasi lahan dan perhutanan sosial nomor P. 03/V-PTH/2007 10 oktober 2007 kedua jenis tersebut memenuhi 6 kriteria untuk ditunjuk menjadi sumer benih yaitu : Fenotip pohon, Pembungaan, Keamanan, Umur, Aksesibilitas dan asal-usul. Untuk jenis cendana belum dapat ditunjuk menjadi sumber benih karena pembungaan masih belum seragam dan kurang dari 3 tahun berturut turut berbunga. Sedangkan Mahoni tidak memenuhi kriteria pada fenotif pohonnya. Dalam arahannya Kepala Balai Diklat Kehutanan Kupang Ir. M Tangkas, M.Sc menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama yang sudah terjalin dengan BPTH Bali dan Nusa Tenggara, dan kirannya kedepan dapat lebih ditingkatkan terutama dalam pembinaan terkait pengelolaan benih yang diproduksi dari hutan diklat. Lebih lanjut kepala balai memberikan arahan agar seksi sarana hutan diklat kegiatan awal dapat memasang papan pengumuman pada masing masing calon sumber benih. Sumber benih dapat dikeloala dengan baik, sehingga benih yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan benih dengan menjamin kualitasnya. Ahmad S/ Stap Hutan Diklat