You are on page 1of 26

Sosialisasi Budaya Politik dan Budaya Politik Partisipan

Anggota: 1. Chrysler Imanuel 2. Gestano Rio H.P 3. M. Reza Dahlevi 4. Reinaldi Dwi .B 5. Retno Putri .W 6. Teddi Rian Satria

Apakah sistem politik itu?
Sistem adalah kesatuan dari seperangkat struktur yang memiliki fungsi masing-masing yang bekerja untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem politik adalah kesatuan dari seperangkat struktur politik yang memiliki fungsi masingmasing yang bekerja untuk mencapai tujuan suatu negara.

nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua. Langton Sosialisasi politik dalam pengertian luas merujuk pada cara masyarakat dalam mentransmisikan budaya politiknya dari generasi ke generasi b. guru. Richard E. Dawson Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai pewarisan pengetahuan.Sosialisasi politik? a. dan sarana-sarana sosialisasi lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa. Dennis Kavanagh Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses di mana individu belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi terhadap politik. c. Kenneth P. .

Sekolah 3. Media Massa .Agen-agen sosialisasi politik menurut Rush dan Althoff 1. Keluarga 2. Tempat Kerja 5. Kelompok Pergaulan 4.

Tipe Sosialisasi Politik   Sosialisasi politik tidak langsung  Pengalihan Hubungan Antar Individu  Generalisasi Sosialisasi Politik Langsung  Peniruan Perilaku (imitasi)  Pendidikan Politik  Pengalaman Politik .

sebagai rencana pelaksanaan atau cara pencapaian tujuan secara lebih pragmatis menurut penahapan jangka pendek sampai jangka panjang serta mempunyai ciri berupa keinginan untuk berkuasa . mempunyai ideologi. mempunyai program politik.PARTAI POLITIK Organisasi manusia yg didalamnya terdapat pembagian tugas dan petugas untuk mencapai suatu tujuan.

kebijakan. thd perilaku. para pemegang otoritas pemerintahan Berperan utk dpt memadu tuntutan-tuntutan yg masih mentah. tindakan. 3. . shg parpol bertindak sbg penafsir kepentingan dg mencanangkan isyu-isyu politik yg dpt dicerna dan diterima oleh masyarakat secara luas 2. beroposisi.Tujuan Partai Politik 1. Berpartisipasi dlm sektor pemerintahan : mendudukkan orangorangnya menjadi pejabat pemerintah shg dpt turut serta mengambil atau menentukan keputusan politik atau out put pada umumnya Berusaha melakukan pengawasan.

Mengartikulasikan dan mengagregasikan berbagai kepentingan masyarakat 5. Membentuk dan merekrut elit politik 3. Merumuskan tujuan kolektif bg masyarakat 4. Sosialisasi (pendidikan) politik bagi warga negara dan mobilisasi masyarakat agar terlibat dalam politik . Mewakili warganegara dalam politik 2.Peran Partai Politik 1.

Sistem Kepartaian Sistem kepartaian umumnya disebut berdasarkan jumlah partai politik yang ada di dalamnya :  Sistem Satu Partai  Sistem Dwi Partai  Sistem Multipartai .

Sistem dua partai (Two party/ Bi party system) Dalam satu negara terdapat dua partai yang saling berebut kekuasaan atau dukungan. sedangkan partai-partai kecil seakan-akan tidak diakui atau dikesampingkan. Cth : Cina. Perancis . Inggris 3. Sistem satu partai (One party system/ Mono party system) Dalam satu negara hanya ada 1 partai besar yang berkuasa. Menurut sistem ini kelembagaan dibentuk atas kerja sama (koalisi) antara dua partai atau lebih. Cth : Amerika. Cth : Indonesia. Kuba.1. Sistem banyak partai (Multi party system) Dalam suatu negara terdapat banyak partai dan setiap partai akan berjuang untuk memenangkan pemilu. Korea Utara 2.

Partai ideoologi. adalah partai yang dibentuk berdasarkan suatu ide atau cita-cita politik karena adanya persamaan ideologi. 3. 2. jenis partai politik dapat dibedakan menjadi tiga macam. Partai kepentingan. Partai afeksi. yaitu : 1. adalah partai yang didirikan atas kepentingan bersama dari para anggotanya. Ditinjau dari segi dasar yang dipakai untuk mendukung partai. adalah partai yang dibentuk berdasarkan kecintaan terhadap seseorang atau pada garis keturunan seseorang .

Partisipasi politik rakyat menunjukan partisipasi yang berbeda-beda. Faktor tersebut ialah sebagai berikut. yaitu sikap dan rasa percaya terhadap pemerintahannya  Berdasarkan dua faktor tersebut. bahkan ada yang bersifat pasif.  Kesadaran Politik. bentuk partisipasi politik adalah sebagai berikut. Ada yang terlibat aktif. . yaitu kesadaran terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga Negara  Kepercayaan Politik. Perbedaan partisipasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.PARTISIPASI POLITIK YANG SESUAI DENGAN ATURAN  Partisipasi politik yaitu keikutsertaan rakyat dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut dan memengaruhi kehidupannya di bidang politik.

Partisipasi politik aktif merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang tinggi  2. Partisipasi politik pasif merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran politik yang rendah. 1. sedangkan kesadaran politiknya tinggi  4. Partisipasi politik militan radikal merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran politik tinggi. sedangkan kepercayaan politiknya rendah . Partisipasi politik apatis merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang rendah  3.

Tindakan kekerasan politik terhadap harta benda berupa: pengrusakan. pembunuhan. Konfrontasi. Diskusi politik. Bentuk-bentuk Partisipasi Politik  Bentuk-bentuk partisipasi politik di berbagai dunia dapat dibedakan menjadi 2. Nonkonvensional Nonkonvensional mereupakan partisipasi politik yag meliputi: Pengajuan petisi. Konvensional 1. 4. 3. Kegiatan kampanye. b. 5. dan lain-lain. 2. Berdemonstrasi. . 2. serta Tindakan kekerasan politik terhadap manusia meliputi: penculikan. Membentuk dan bergabung dengan kelompok kepentingan Komunikasi individu dengan penjabat politik/administratif. 4. pembakaran. yaitu : a. dan perang gerilya/revolusi. Konvensional merupakan partisipasi politik yang meliputi: Pemberian suara. 1. 5. 6. Mogok. 3. pemboman.2.

sebagai pelaksanan. ataupun yang dipilih. 2. Partisipasi aktif: mencangkup kegiatan warga negara untuk mengajukan usul atas kebijakan umum. c. Muler Mengelompokkan bentuk partisipasi politik berdasarkan jumlah pelakunya(individual dan kolektif). pemilih. orang yang secara aktif terlibat dalam bentuk yang nonkonvensional. menyalurkan. Partisipasi individual. mengajukan alternatif kebijakan mum yang berbeda dengan kebijakan pemerintah. antara lain: Membentuk dan menjadi anggota organisasi politik/partai politik guna untuk mengapresiasikan.  a. Spektator. membayar pajak. c. mengajukan kritik dan saran perbaikan untuk meluruskan sarana kebijakan. 1. a. kegiatan-kegiatan politik yang dapat dilakukan sebagai partisipasi politik. Partisipasi kolektif. 3. Aktif ambil bagian dalam proses pemilu. partisipasi yang berwujud kegiatan seperti menulis surat yang berisi tuntutan atau keluhan kepada pemerintah. yaitu: Apatis. Gladiator. 2. b. . ikut serta dalam kegiatan pemerintah. Sebagai warga negara. Membentuk dan menjadi anggota organisasi masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial dan sekaligus memberi masukan kepada pembuat kebijakan. 1. Beberapa pendapat para ahli tentang bentuk partisipasi politik diantaranya sebagai berikut: Ramlan surbakti Bentuk partisipasi politik antara lain ada partisipasi aktif dan pasif. pengawas. dan memperjuangkan aspirasi politiknya. Mibrath dan Goel Partisipasi dapat dilihat dari beberapa katergori. b. partisipasi yang berwujud kegiatan warga negara yang dilakukanserentak dan dimaksudkan untuk memengaruhi penguasa seperti kegiatan dalam pemiihan umum. Orang yang setidak-tidaknya ikut dalam pemilihan umum. orang yang menarik diri dari proses politik.

1. sebagai berikut. 3. Samuel dan Joan nelson Mengemukakan bentuk partisipasi sebagai berikut: Kegiatan pemilihan Lobbying Kegiatan organisasi Mencari koneksi Tindakan kekerasan (violence) . 1. Menduduki jabatan politik/administratif. 4. Aktif sebagai anggota partai politik. Pasif sebagai anggota organisasi semu politik.d. dan sebagainya. 6. 5. 3. Michael Rush dan philip Althoff mengemukakan hierarki partisipasi politik warga negara. Partisipasi dalam diskusi politik informal. 5. 7. e. 2. Mencari jabatan politik/administratif. demonstrasi. 4. 8. Pasif sebagai anggota partai politik. Aktif sebagai anggota organisasi semu politik. Partisipasi dalam rapat umum. 2.

2. d. Perilaku politik yang memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Perilaku politik yang mengedepankan penghormatan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. 5. Secara garis besar. 1. . b. 3. Perilaku politik yang memperjuangkan kedaulatan rakyat dan sendi-sendi demokrasi dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara atas kepentingan pribadi dan golongan. partisipasi politik yang berkembang dalam masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut: Radikal Moderat Konservatif Liberal Reaksioner Perilaku politik yang sesuai peraturan bangsa indonesia tentunya perilaku politik yang sesuai dengan ketentuan undang-undangan dan nilai-nilai pancasila. Perilaku politik yang memperjuangkan kedaulatan rakyat dan sendi-sendi demokrasi dengan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. bukan kekayaan dan kemakmuran diri sendiri atau golongan sendiri. c.  a. 4. e. Perilaku tersebut meliputi: Perilaku politik yang dilandasi dengan nilai-nilai agama yang dianut sehingga mencerminkan dan mengedepankan sikap religius.

b. d. Lingkungan bangsa dan bernegara. a. Lingkungan keluarga. Contoh-contoh partisipasi politik aktif dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. c. Lingkungan sekolah. . Lingkungan masyarakat.

SEKIAN DAN TERIMAKASIH .

mengapa disetiap negara mempunyai  sistem kepartaian yang berbeda? (Santo) 2. 1. kelebihan dan kekurangan dari konvensional dan non konvesional ? (Nurmaya)    . inti dari partai afeksi? (dwi) 5.menurut kalian sistem kepartaian apa yang paling efektif ? (Andika S) 3. Keuntungan dan kerugian dari setiap sistem kepartaian ? ( Qantas ) 4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan partisipasi aktif dan partisipasi apatis ! .Sebutkan agen – agen sosialisasi politik ?  2. sebutkan contoh – contoh partisipasi aktif dalam kehidupan sehari – hari ?  5.Quiz  1. Sebutkan macam – macam sistem kepartaian ?  4. Sebutkan dan jelaskan tipe tipe sosialisasi!  3.

2. Keluarga Sekolah Kelompok Pergaulan Tempat Kerja Media Massa .1. 5. 4. 3.

  Sosialisasi politik tidak langsung  Pengalihan Hubungan Antar Individu  Generalisasi Sosialisasi Politik Langsung  Peniruan Perilaku (imitasi)  Pendidikan Politik  Pengalaman Politik .

 Sistem Satu Partai  Sistem Dwi Partai  Sistem Multipartai .

c. b. Lingkungan masyarakat. a. Lingkungan sekolah. d. Lingkungan bangsa dan bernegara . Contoh-contoh partisipasi politik aktif dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. Lingkungan keluarga.

Partisipasi politik aktif merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang tinggi  2. . Partisipasi politik apatis merupakan partisipasi seseorang yang memiliki kesadaran dan kepercayaan politik yang rendah .