You are on page 1of 1

AKU SEPERDU BANIR Senandung rindu mendayu Pada keceriaan dan kecintaan dulu Mengiring langkah yang makin

tersungkur Dalam resah dan gelisah Namun begitu Tak henti jiwa dipalu Dugaan demi dugaan menguji Rebah dan bangun sendirian Mencari sebuah pengertian dan harapan Mereka riang tertawa Aku seperdu banir Hanya mampu melihat dan menanggung Tanpa DAPAT BERSUARA Dan Hanya menunggu keputusan dan ketetapan Perjalanan masa mengajar nilai sekeping hati Di dalam kemarau dan gerimis Aku tetap seperdu banir Yang tidak dapat berkata dan berbuat apa-apa Tuhan Aku bagaikan seperdu banir Yang gagah dilaman sendiri Yang jadi persinggahan sang gagak dan melepaskan TAHInya Tetapi, tidak dapat berbuat apa-apa Tolonglah Teguhkan keimanan jiwaku Agar tidak terpesong dariMU