You are on page 1of 77

BAB I BAB II

SEKILAS PERJALANAN SANIMAS KISAH SUKSES SANIMAS

11 25 125 133

BAB III PEMBELAJARAN DARI SANIMAS BAB IV LAMPIRAN

SEK APUR SIRIH

Saya menyambut baik atas terbitnya buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini sebagai salah satu inovasi dalam pembangunan prasarana dan sarana di bidang Cipta Karya, khususnya bidang sanitasi. Pembangunan infrastruktur sanitasi ini ditujukan dalam rangka pencapaian target MDGs 2015 dan sasaran RPJMN 2010 - 2014, yaitu target akses sanitasi sistem setempat (on site) yang aman untuk tahun 2014, yaitu 80% untuk perkotaan dan 50% untuk perdesaan atau 60% untuk skala nasional. Menyadari akan kondisi lingkungan permukiman di Indonesia saat ini yang masih memprihatinkan, ditandai dengan masih adanya lokasi permukiman kumuh dan keluarga yang belum mempunyai tempat tinggal yang layak huni, belum seluruh penduduk Indonesia memperoleh akses air minum yang aman dan akses sanitasi yang aman dan memadai, serta masih adanya masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka buku ini diharapkan dapat mendorong dan mengingatkan kita untuk dapat bertindak secara tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut agar dapat membawa kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Direktorat Jenderal Cipta Karya merupakan salah satu instansi yang bertanggung jawab dalam penyediaan prasarana permukiman, baik di perkotaan maupun di perdesaan dalam skala lingkungan maupun kawasan. Berbagai faktor eksternal seperti kebijakan makro, perkembangan ekonomi, serta tuntutan masyarakat, mitra swasta, dan kondisi keuangan negara telah mendapatkan respon dalam pembangunan prasarana dan sarana bidang Cipta Karya. Hal ini dimaksudkan agar hasil-hasil pembangunan dapat secara langsung memenuhi kebutuhan serta menunjang perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Untuk itu langkah-langkah dan upaya yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya ini perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat luas untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur permukiman. Akhir kata, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pelaksanaan pembangunan dan penyusunan buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini. Semoga buku ini dapat memberi manfaat dan sekaligus dapat dijadikan bahan kajian bagi perencana dan pelaksana pembangunan, khususnya di bidang sanitasi.

Jakarta, Agustus 2009 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono
5

SANIMAS merupakan suatu pendekatan dalam penyediaan prasarana dan sarana air limbah permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah di lingkungan padat penduduk. DI Yogyakarta dan Jawa Timur (sebanyak 25 lokasi) yang dilaksanakan sejak tahun 2003 hingga 2005. yang hingga saat ini SANIMAS sudah dilaksanakan di lebih dari 400 lokasi yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. kumuh. SANIMAS mengedepankan proses pemberdayaan masyarakat. LSM/Swasta. yaitu melibatkan masyarakat secara penuh dalam setiap tahapannya dengan pendekatan tanggap kebutuhan (demand responsive approach). DPRD Kabupaten/Kota. Jawa Tengah. berkat rahmat dan hidayah-Nya Buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini dapat kami selesaikan sehingga dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam rangka pengembangan sanitasi di perkotaan. SANIMAS diperkenalkan oleh BORDA (Bremen Overseas Research and Development Association) sejak tahun 2003 dengan pilot project di Provinsi Bali. Buku ini akan menyajikan pelaksanaan SANIMAS di beberapa lokasi yang kami nilai cukup berhasil ditinjau dari berbagai aspek. Pemerintah Kabupaten/Kota. DPRD Provinsi. Kami harapkan buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini dapat menggugah seluruh pihak (Pemerintah Provinsi. Melihat keberhasilan contoh-contoh tersebut (fasilitas yang dibangun sampai saat ini masih berfungsi dan terpelihara dengan baik). Agustus 2009 Direktur Pengembangan PLP Susmono 7 . maka sejak tahun 2006 Departemen Pekerjaan Umum melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.K ATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang maha Esa. dan rawan sanitasi di perkotaan. Dalam pelaksanaannya. Jakarta. Ditjen Cipta Karya telah melaksanakan replikasi kegiatan SANIMAS. dan masyarakat) untuk turut berpartisipasi aktif dalam penanganan sanitasi di Indonesia.

terutama partner: LPTP. yang dibiayai oleh AusAID melalui WSP bekerjasama dengan GOI. rumah potong hewan/RPH untuk penanganan limbah cair domestik dengan mengaplikasikan teknologi DEWATS/decentralized wastewater treatment system. Jerman. permukiman padat penduduk perkotaan di Jogjakarta. Dengan penerbitan buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini. BORDA mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 1988 di wilayah Jakarta Utara untuk penanganan kampung kumuh dan di Boyolali. para stakeholders di bidang sanitasi dapat mengetahui capaian-capaian program SANIMAS di Indonesia serta dapat meningkatkan perhatiannya terhadap sektor sanitasi. Direktorat jenderal Cipta Karya bekerjasama dengan BORDA. tenaga fasilitator lapangan/TFL dan senior fasilitator/STFL serta Pemerintah Kota/Kabupaten dan masyarakat.K ATA PENGANTAR Adalah sebuah kebanggaan bagi kami menjadi bagian dari penerbitan buku Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia ini. dimana BORDA bersama dengan partner LPTP. Harapan kami program SANIMAS bisa membantu pemerintah untuk mencapai target MDGs tahun 2015. Jawa Tengah untuk pengembangan biogas dari kotoran ternak sapi di lereng gunung Merapi Merbabu melalui program Integrated Rural Development Project/IRDP yang didanai oleh Kementerian Kerjasama Ekonomi an Luar Negeri Jerman/BMZ. khususnya mereka yang tinggal di permukiman padat dan miskin di perkotaan yang selama ini kondisi sanitasinya relatif tertinggal. industri tahu. BORDA (Bremen Overseas Research and Development Association) adalah sebuah organisasi non-profit yang berdiri sejak tahun 1977 di Bremen. BORDA bertujuan untuk memberikan bantuan kepada Negaranegara berkembang pada kegiatan proyek yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pengentasan kemiskinan. Jawa Tengah dengan program Community Based sanitation/CBS. serta komplek perumahan RSS di Solo. BEST dan BALIFOKUS sebagai executing agency. Kemudian sejak tahun 1996 mulai memfasilitasi sektor UKM termasuk rumah sakit. sampai sekarang. Kami mengucapkan terimasih kepada semua tim yang telah membantu melaksanakan program SANIMAS dengan baik dan tekun di lapangan. Dan sejak tahun 1999 mulai diaplikasikan untuk daerah migran di wilayah Tangerang. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dan memberikan support untuk program SANIMAS sehingga bisa berkembang dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. BALIFOKUS dan BEST. Program SANIMAS dimulai tahun 2001 di 6 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan Bali. Agustus 2009 BORDA-SEA Coordinator Frank Fladerer 9 . “Think long term acting now” Yogyakarta. penyelamatan sumber daya dan perlindungan lingkungan. Tahun 2004 direplikasi oleh Pemerintah kota/kabupaten dengan dukungan dari BAPPENAS melalui Pokja AMPL dan BORDA. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada tim yang telah mempersiapkan buku ini. kemudian tahun 2006 menjadi program nasional dan direplikasikan pada skala yang lebih luas di 16 provinsi oleh Departemen PU melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman/PPLP.

BAB I SEKILAS PERJALANAN SANIMAS 10 11 .

tingkat pelayanan air limbah permukiman melalui pengolahan setempat (on-site system) yang aman (menggunakan tangki septik) secara nasional di tahun 2004 baru mencapai 42. Pada umumnya kota-kota di Indonesia masih belum memiliki sistem pengelolaan air limbah secara terpusat. Secara global Indonesia terikat upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. KONDISI EKSISTING SANITASI DI INDONESIA Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui sistem setempat (on-site) ataupun melalui sistem terpusat (off-site).01% (SUSENAS BPS. Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. baik dalam aspek peraturan perundangan.71% (SUSENAS BPS. Kondisi tersebut dikarenakan oleh berbagai kendala dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman di Indonesia. 2004).47% (SUSENAS BPS.33% dan melalui jamban (pribadi dan fasilitas umum) yang aman (menggunakan tangki septik) baru mencapai 66. dimana salah satu sasarannya adalah bidang penyediaan air minum dan sanitasi. baik air permukaan maupun air tanah. khususnya dalam pengelolaan air limbah. Atau dapat dikatakan. sebagaimana rekomendasi pada KTT Bumi di Johannesburg 2000. Sedangkan. pembiayaan. Pada saat ini sistem pengelolaan air limbah terpusat hanya berada di 11 kota saja dengan cakupan pelayanan yang masih rendah. Sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman khususnya Bidang Air Limbah (Municipal Waste Water) merupakan salah satu hal penting yang menjadi perhatian baik secara global maupun nasional.A. 13 . Tingkat pelayanan Air Limbah Permukiman di perkotaan melalui Sistem perpipaan (sewerage system) mencapai 2. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat. Pengelolaan air limbah memerlukan prasarana dan sarana penyaluran dan pengolahan. tingkat pelayanan Air Limbah Permukiman di perdesaan melalui pengolahan setempat (on-site system) berupa jamban pribadi dan fasilitas umum yang aman (menggunakan tangki septik) baru mencapai 25. oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan konsumsi pemakaian air minum/ bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah air limbah. khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-sumber air baku untuk air minum. 2004). peran serta masyarakat. 2004). istitusi serta aspek teknis teknologis.

bersama mitra LPTP. Oleh karena itu. Sedangkan untuk tahun 2009. sebagai executing agency. program ini diperluas menjadi 4 provinsi yakni Jawa Timur. SANIMAS berhasil direplikasikan di 7 kota/kabupaten yang sama di kedua provinsi tersebut. YIS dan LPKP. SANIMAS juga menekankan prinsip pendanaan multi sumber (multisource of fund). peran berbagai pihak dalam pelaksanaan SANIMAS. Di dua provinsi tersebut dipilih 7 kota/kabupaten dengan- menggunakan prinsip Demand Responsive Approach (DRA) atau pendekatan tanggap terhadap kebutuhan. Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA). pemerintah kota/kabupaten yang sudah menandatangani MoU kemudian mengirimkan tenaga fasilitator dari Dinas Penanggung jawab dan wakil masyarakat untuk mengikuti Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) selama satu minggu bersama dengan TFL dari kota/kabupaten lain. oleh Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Departemen- 1. partisipatif dan pemberdayaan. sedang dilakukan persiapan-persiapan. dilakukan evaluasi dan penyempurnaan program. merupakan inisiatif kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia melalui Australian International Agency for International Development (AusAID) dan Water and Sanitation Program (WSP) World Bank. kemudian pada tahun 2005. Se- 14 15 . maka pada tahun 2006. Program SANIMAS akan terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya agar akses masyarakat yang tinggal di perkampungan padat dan berpendapatan rendah diperkotaan terhadap sanitasi yang layak semakin meningkat. Sebagai pilot project.di 17 provinsi yang sudah mengajukan minat. garis besar program SANIMAS termasuk prinsip dan tahap-tahap pelaksanaan SANIMAS dan pendanaannya. Dalam seminar tersebut dijelaskan tentang pentingnya penanganan masalah sanitasi. kota/kabupaten diundang untuk mengikuti acara multi-city seminar atau seminar multi-kota/ kabupaten. Setelah itu kemudian SANIMAS direplikasikan di 22 provinsi di seluruh Indonesia dengan target 100 lokasi yang kemudian terealisasi sebanyak 50 kota/ kabupaten sebanyak 65 titik/lokasi dengan pendanaan dari APBN. Kedua. Tahap-tahap pelaksanaan program adalah sebagai berikut: Pertama. Sekembali dari seminar. Karena keberhasilan SANIMAS yang bisa dilaksanakan secara berturut-turut. pada tahun 2001. Indonesia yang ikut meratifikasi sasaran MDGs 2015 tersebut harus mempersiapkan langkah pencapaian sasaran tersebut. B. Minat tersebut salah satunya dicerminkan dengan kemauan untuk mengalokasikan dana dari APBD. Bali. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Tahun 2007. serta jangka waktu implementasi. sekaligus untuk mendorong capaian target MDGs 2015. diimplementasikan di 125 titik/lokasi di 80 kota/kabupaten dari 22 provinsi dan tahun 2008 di 108 titik/lokasi dari 69 kota/kabupaten di 16 provinsi. Gambaran Umum Program SANIMAS menggunakan prinsip Demand Responsive Approach (DRA) atau Pendekatan yang Tanggap Terhadap Kebutuhan. Apabila kota/kabupaten tidak menyampaikan minat maka tidak akan difasilitasi. Program SANIMAS ini telah berlangsung sejak tahun 2003. atas inisiatif dari Departemen KIMPRASWIL dengan pendanaan APBN dan BORDA. kemudian pada tahun 2004 atas inisiatif BAPPENAS melalui Pokja AMPL dan BORDA dengan menggunakan pendekatan yang sama. ”Mengurangi setengah proporsi jumlah penduduk yang kesulitan memperoleh akses terhadap air minum aman dan sanitasi yang memadai”. Sanitasi Oleh Masyarakat atau lebih dikenal dengan SANIMAS merupakan salah satu opsi program untuk peningkatan kualitas di bidang sanitasi khususnya pengelolaan air limbah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat kumuh miskin perkotaan dengan menerapkan pendekatan berbasis masyarakat. terutama di lingkungan masyarakat berpenduduk padat dan miskin di kawasan perkotaan. Setelah program ini dapat berhasil dengan baik. SEKILAS PERJALANAN SANIMAS Pekerjaan Umum. Pemerintah Kota/kabupaten. Masyarakat dan BORDA. untuk kemudian dilakukan penandatanganan kesepakatan MoU.2003 program ini dilaksanakan di 2 provinsi yang termasuk paling padat di Indonesia yakni provinsi Jawa Timur dan Bali. opsi teknologi sanitasi.Sasaran tersebut diagendakan dalam Millenium Development Goals (MDGs) dengan menetapkan horizon pencapaian sasaran pada tahun 2015 dan sasaran kuantitatif. Oleh karena itu. Jawa Tengah dan DIY dan berhasil diimplementasikan di sejumlah lokasi sebanyak 15 kota/kabupaten. sanitasi menjadi tanggung jawab semua pihak. pemerintah kota/ kabupaten yang berminat harus mengirimkan surat minat ke Departemen PU. SANIMAS juga menggunakan prinsip seleksi-sendiri (self selection). BALIFOKUS. BEST.

Model seleksi ini dilakukan dengan cara transparan dan adil dalam sebuah pertemuan dengan para wakil masyarakat. Selama masa ini. Dukungan juga bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten dan institusi terkait dengan bentuk pembe rian insentif kepada masyarakat yang mengelola limbahnya sendiri. operator dan masyarakat pengguna agar masyarakat tahu cara-cara penggunaan fasilitas sanitasi dengan benar dan operator bisa merawat dengan baik agar bangunan aman dan tahan lama. maka dilakukan proses seleksi dengan menggunakan metode RPA (Rapid Participatory Appraisal) dengan sistem scoring dimana masyarakat bisa menilai sendiri kemampuannya kemudian berdasarkan nilai yang ada sudah bisa ditentukan sendiri pemenangnya dengan sistem ranking. Agar sarana sanitasi yang telah dibangun terse- but benar-benar berkelanjutan (sustainable) maka perlu dukungan terhadap KSM maupun masyarakat dan operator. penentuan dan kesepakatan iuran baik untuk pembangunan maupun operasional dan perawatan. penyusunan detailed engineering design (DED). Keempat. Setelah semua pekerjaan pembangunan selesai. 323 titik/ lokasi di seluruh Indonesia. pengawasan kualitas barang dan kualitas pekerjaan. PU + Pemda + Masyarakat 16 17 . Keenam. serta KSM tahu tanggung jawab yang harus diemban selama masa operasional dan pemeliharaan sarana sanitasi ini. sampai komisioning bangunan serta keuangan dan kelembagaan. seleksi kampung atau seleksi masyarakat dengan pendekatan self selection yang dimulai dari longlist dan shortlist kampung serta penjelasan program SANIMAS kepada masyarakat yang masuk dalam shortlist. sementara dana yang dialokasikan hanya untuk 1 lokasi. pelatihan tukang dan mandor. pemilihan sarana teknologi sanitasi.pelatihan. penentuan kelompok swadaya masyarakat (KSM) pengguna. Kegiatan ini dimulai dari penentuan calon penerima manfaat program. Jika dalam kota/kabupaten terdapat lebih dari satu peminat. persiapan pekerjaan konstruksi.lama. terutama mengelola iuran masyarakat pengguna. serta legalisasi dokumen RKM. Masyarakat yang tertarik kemudian harus mengirimkan surat undangan kepada Dinas Penanggung jawab untuk difasilitasi SANIMAS. SANIMAS telah dibangun di 24 provinsi. Kelima. adalah tahap konstruksi dan capacity building dimana pada tahap ini mulai dilakukan pelatihan-pelatihan kepada KSM sebagai penanggung jawab pekerjaan pembangunan. Monitoring juga dilakukan terhadap aspek keuangan (iuran pengguna) serta keberadaan dan fungsi KSM sebagai pengelola. mereka diberi pembekalan berupa pengetahuan dan keterampilan untuk memfasilitasi masyarakat dalam penerapan SANIMAS. penyusunan rencana anggaran dan belanja (RAB). tahap berikutnya adalah penyusunan dokumen rencana kerja masyarakat atau disingkat RKM. namun bagi kota/kabupaten yang belum memiliki sewerage system maka SANIMAS menjadi solusi dengan pembiayaan yang terjangkau. Bagi kota-kota yang telah memiliki seweragePeta Sebaran SANIMAS system. juga diberikan pelatihan operasional dan pemeliharaan kepada KSM. pemetaan wilayah pelayanan. Ketiga. Sebaran lokasi SANIMAS di seluruh Indonesia bisa dilihat dalam peta berikut: Dep. 2. pengerahan tenaga kerja. keamanan selama pekerjaan konstruksi. PU + BORDA-Network partner + Pemda + Masyarakat Dep. dilakukan kegiatan monitoring kualitas effluent agar diketahui secara terus menerus kualitas limbah cair rumah tangga yang dibuang ke sungai sudah benar-benar memenuhi persyaratan baku mutu lingkungan. Hasil dari seleksi kemudian disepakati dengan penandatanganan Berita Acara oleh semua stakeholder yang hadir dalam pertemuan tersebut. Capaian Program Sejak tahun 2003 hingga akhir tahun anggaran 2008. adalah dukungan untuk operasional dan pemeliharaan sarana SANIMAS. maka SANIMAS adalah komplementer (pelengkap). pengadaan barang. khususnya di lingkungan masyarakat yang tinggal di perkampungan padat dan kumuh serta miskin atau sering disebut PAKUMIS. yang dilakukan secara partisipatif. 124 kota/kabupaten. Masyarakat diberikan ruang seluas mungkin untuk mengambil keputusan untuk menangani sanitasinya sendiri.

218.400.000 8.008.329 299.015 0 1.388 292.345. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.955.047 41.510 174.839 350.254.356 18 19 . APBD Kota/Kabupaten. Secara umum.000 0 0 1. Hal ini penting mengingat di daerah perkotaan semakin sulit untuk mendapatkan ruang publik.095.842.281 2004 2005 2006 2007 2008 TOTAL 51. Detail pendanaan bisa dilihat dalam tabel berikut: Tabel Pendanaan SANIMAS Pertahun Jika dihitung secara total..878 21.140.137 1.602 jiwa.658 856.608.000 2.687.800.719.000 0 4.862.115.800. LSM/donor.023 610.509.126.797.084.375.904 27.387.938. Kondisi tersebut bisa dilihat dalam gambar di bawah ini: Anak-anak bermain di lapangan olahraga yang dibangun di atas bangunan IPAL SANIMAS Warga duduk santai di bangunan SANIMAS TA H U N M A S YA R A K AT IN-KIND IN-CASH PEMDA IN-CASH BAPPENAS/ PU IN-CASH 448362659* BORDA IN-CASH P E M B E R D AYA A N T O TA L 2003 39.000 48.000 275.196.963.000.695 17. APBD Provinsi.330.620.750 43.218.82.900.001.073.754 77.425.044.356.Fasilitas yang dibangun sesuai preferensi masyarakat adalah sistem terdesentralisasi (decentralized sistem) yang bisa melayani antara 50 – 150 KK.783.325 502.000. Total air limbah domestik yang diolah setiap harinya adalah sebanyak 5.879. Berikut adalah contoh perbandingan kualitas warna air limbah sebelum dan sesudah diolah yang siap dibuang ke badan sungai: Untuk penyediaan sarana sanitasi bagi masyarakat yang tinggal di perkampungan padat.000 10.000 15.297 552. sejak tahun 2003 hingga 2008 SANIMAS sudah berhasil meningkatkan akses terhadap sanitasi yang baik bagi warga masyarakat yang tinggal di perkampungan padat.124.277.423.000 82.963.881 382. bahkan sekaligus telah dimanfaatkan sebagai ruang publik dan media komunikasi antar warga.000.175.000 2.930. Fasilitas sanitasi tersebut tidak saja permanen tetapi juga bagus dan indah.349 8.334 3. fasilitas yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah (1) pemipaan langsung dari rumah/komunal. dengan porsi pendanaan dari pemerintah kota/kabupaten paling besar yakni di atas 51%.912.287 32.519.853.912. (2) MCK plus dan (3) kombinasi keduanya.636.922. sejak tahun 2003 hingga tahun 2008 telah dikeluarkan dana untuk pembangunan sarana fisik sebanyak Rp.635.809.538.45 M3/ hari yang dibuang ke badan air atau ke sungai.548.yang bersumber dari APBN.000.600.182.659.000 968.181 4.600.777.000.260.608 986.796 200.044. Model fasilitasnya bisa dilihat dalam gambar sebagai berikut: Gambar Opsi Teknologi Sanitasi Disebut sanitasi yang baik karena mereka sudah tidak lagi mencemari lingkungan karena air limbah yang mereka buang sudah memenuhi baku mutu pembuangan air limbah domestik sesuai Kepmen LH No.000 1.000.138 92. ku muh dan miskin sebanyak 30. Masyarakat.920. kumuh dan miskin di perkotaan tersebut.825.000.613.452 1.137.000 1.000 25.142 32.251 KK atau sekitar 136.370.459 1.611 *(AUSAID) 29.

Selain itu. kondisi kesehatan masyarakat. dengan biaya mandiri dari masyarakat. 3. tetapi banyak dan cukup berat. Di level pemerintah sekarang mulai memandang masalah air limbah juga sebagai salah satu prioritas dengan memberikan pengalokasian dana untuk penanganan sanitasi secara terus.000. bah- kan tempat tersebut telah menjadi sarana untuk bertemu antar warga pemukiman. sama sekali tidak bergengsi. Adanya perubahan cara pandang terhadap sanitasi. Dengan makin sering bertemu maka komunikasi antar warga menjadi lebih baik. ada peserta yang bertanya kenapa yang diceritakan aspek bagus dan keberhasilan SANIMAS saja. Hal ini tentunya akan lebih menaikkan taraf kesejahteraan karena mereka bekerja dengan lebih optimal sehingga pendapatan yang diterima meningkat. banyak IPAL komunal yang dimanfaatkan oleh warga menjadi lapangan olahraga. ibu-ibu sedang melakukan aktifitas menyuapi anak balita di MCK karena tempatnya bersih dan tidak berbau. Setiap bulan dana yang dikelola oleh KSM tidak kurang dari Rp 287. mudah cara perawatannya. 2. guna) bisa mengelola sendiri. pasti ada kendalanya. masyarakat (peng- 4. Para operator ini berada dibawah naungan 323 KSM yang setiap bulan menyelenggara kan pertemuan membahas masalah pensanitasi dikampungnya. Bahkan kendala implementasi SANIMAS tidak bisa dikatakan sedikit dan ringan. Di level masyarakat juga mulai ada anggapan bahwa air limbah bukan sesuatu yang harus dibuang dan dihindari tetapi harus dikelola dan diolah agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit. khususnya air limbah rumah tangga di perkotaan. apakah tidak ada kendalanya? Apapun programnya. Seiring dengan membaiknya 20 21 . SANIMAS bisa menjadi salah satu opsi dalam upaya penanganan terhadap masalah sanitasi. teknik lingkungan. masih banyak yang beranggapan bahwa. mengurangi subsidi operasional dan perawatan dari pemda.Disamping capaian-capaian tersebut. Dampak tidak langsung SANIMAS dibidang ekonomi juga dapat dirasakan oleh masyarakat. Dari sekian orang TFL juga telah berhasil menjadi senior TFL karena telah memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun dengan tanggung jawab yang lebih luas meliputi aspek manaje men. KSM dan operator SANIMAS tersebut sekarang telah membentuk AKSANSI (Asosiasi KSM dan Operator SANIMAS- Seluruh Indonesia) yang merupakan forum komunikasi antar pelaku SANIMAS dan telah menyelenggarakan SANIMAS AWARD untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap KSM yang terbaik. baik pada sistem pemipaan mau- pun MCK plus. yang berasal dari iuran warga pengguna sarana SANIMAS yang notabene adalah warga yang miskin. Dana ini merupakan dana yang digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi. Sanitasi bisa dikelola dengan prinsip cost recovery-basis dalam lingkup unit terkecil di tingkat masyarakat. Pemahaman konsep partisipatif. Sebanyak 292 orang warga memperoleh pekerjaan tetap sebagai operator sarana sanitasi. Lebih jauh lagi. terutama dalam implementasi. Artinya. dampak kegiatan SANIMAS yang bisa dirasakan sebagai berikut: 1. sebelum pemda bisa/mampu membangun sarana sanitasi kota. Kendala dan Rekomendasi Pernah dalam satu seminar. TFL dan STFL ini telah menjadi salah satu pelaku kunci sanitasi di wilayahnya. Perubahan cara pandang ini terjadi di beberapa level: pemerintah. Namun demikian untuk melengkapi pemahaman tentang perkembangan SANIMAS maka disini penting juga ditulis aspek-aspek atau fakor-faktor yang menjadi kendala. Kendala yang umumnya masih terus menerus diperdebatkan antara lain: 1. Dampak Program Secara umum. 3. sosiologi. dana terse- but bisa berputar sehingga mencukupi untuk biaya operasional dan perawatan. suatu pekerjaan yang pada umumnya dihindari orang karena dianggap kotor. Sistem penanganan air limbah terdesentralisasi (decentralized) bisa menjadi alternatif yang terjangkau dari segi biaya. 4. 6. Sarana SANIMAS juga telah menjadi salah satu alternatif public space yang jumlahnya semakin berkurang di wilayah per- kotaan. SANIMAS juga telah berhasil mendidik tenaga fasilitator lapangan sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi 180 orang yang memiliki latar belakang beragam mulai dari latar belakang teknik sipil. Di tingkat masyarakat juga telah muncul para pelaku sanitasi langsung berupa operator sebanyak 323 orang yang setiap hari mengurusi air limbah rumah tangga yang dibuang oleh warga. pengeluaran untuk pengobatan penyakit yang terkait dengan sanitasi menurun. Tidak jarang bisa dilihat sekarang. menerus.000. 5. ekonomi bahkan pendidikan agama. berbau. arsitektur. produktifitas mereka semakin meningkat. sementara disisi lain. masyarakat dan juga LSM/donor atau swasta. apalagi di daerah padat pensani- tasi duduk. Karena buku ini membahas mengenai Kisah Sukses SANIMAS di Indonesia maka yang disampaikan memang aspek-aspek yang berkaitan dengan contoh sukses. termasuk SANIMAS. dengan pendapatan mini- mal sesuai dengan standar upah minimum provinsi (UMP).

2. Kondisi budaya masyarakat setempat juga menimbulkan beberapa permasala - han pada saat implementasi SANIMAS. meski harus terus diupayakan bahwa aspek pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilupakan. Oleh karena itu. terutama pemerintah karena permasalahan sanitasi sampai hari ini adalah merupakan tanggung jawab publik. Jadwal implementasi. Banyak kalangan yang tidak mengerti bahwa partisipatif untuk masyarakat perkotaan esensinya adalah dialog. sehingga SANIMAS tidak bisa digolongkan kedalam pendeka- tan partisipatif. Pendanaan. 3. Beberapa pihak mengusulkan agar jadwal pelaksan aan SANIMAS dibuat menjadi 2 tahun anggaran (multi-year budgeting). SANIMAS harus mengkombinasikan dua pendekatan tersebut. penyelesaian pekerjaan fisik (konstruksi) SANIMAS berlangsung sampai bulan Januari atau Februari pada tahun berikut- nya. Memang banyak pihak ber- pandangan seperti itu. maka memanfaatkan moment semangat masya- rakat adalah sangat penting apalagi me nyangkut masalah sanitasi yang tidak pernah menjadi prioritas masyarakat. sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula. Karena dengan melu- pakan proses pemberdayaan masyarakat maka sistem SANIMAS tidak akan sustainable. Untuk mulai membangun SANIMAS dibutuh- kan energi dan keswadayaan masyarakat yang juga lebih tinggi lagi. Jangankan bagi masyarakat. pendekatan partisipatif tidak boleh dibuattarget waktu. pada umumnya. bahkan Pemerintah Daerah pun tidak meletakkan sanitasi menjadi prioritas pembangunan nomor satu. Memang kegiatan pemberdayaan butuh waktu lama. Tetapi aspek terpenting sebetulnya adalah menjaga semangat masyarakat yang baru saja menjadi “pemenang” lokasi. sebenarnya SANIMAS meng- kombinasikan antara pendekatan pember- dayaan dan pendanaan dari berbagai stakeholder. 4. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan budaya masyarakat setempat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lain. 22 . sehingga sering terjebak pada kegiatan yang berbasis ang- garan. namun penggunaan dana publik (pemerintah) juga harus sesuai dengan aturan penganggaran. sehingga hal ini sering menjadi masalah bagi para pelaksana.

BAB II KISAH SUKSES SANIMAS .

SANIMAS : DARI MASYARAKAT UNTUK MASYARAKAT.409 Jiwa. Kampung Nelayan II Kampung Nelayan II terletak di Kelurahan Sungailiat.. Namun hal ini bersifat musiman. 27 . Secara umum penduduk di Kampung Nelayan II bermata pencarian sebagai nelayan dan buruh tambang timah.5 Km².6 Jiwa/Km². Dengan jumlah penduduk Kampung Nelayan sebesar 8. Kabupaten Bangka. sedangkan luas daerah Kampung Nelayan II adalah 236 Km². maka kepadatan penduduk adalah 35. tergantung cuaca dan kondisi laut. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.. Jumlah warga yang tidak memiliki MCK sebesar 122 KK (577 Jiwa). Kecamatan Sungailiat. Luas kelurahan Sungailiat adalah 15.

Rp.000.000.No.000 – 5. Pelaksanaan SANIMAS di Kampung Nelayan II dapat berjalan lancar terutama pada proses perencanaan dan pembangunan. dimana hingga akhir tahun 2008 masih sering terjadi pemadaman listrik.000. 400. Namun pelayanan PDAM pun masih tergantung suplai listrik dari PLN. Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat tertarik untuk mendapatkan program SANIMAS. Masyarakat kosongnya dan secara bersama menyusun kelompok swadaya masyarakat untuk ikut berpartisipasi merencanakan dan melaksana kan pembangunan. Rp.1. 2. ungkap Pak Dolar.500. dan Rp.000 – Rp. Jumlah penerima manfaat SANIMAS di Sungaliat ini sebanyak 129 KK (577 jiwa).000 – Rp. Sedangkan pendapatan/partisipasi masyarakat pengguna perbulan Rp.R ATA PENGELUARAN Rp. 28 29 . 50.1.000 .000.000 untuk setiap kali mandi.000 (WC).Rp.- Pendamping PU.000.1. Namun secara umum masyarakat pengguna menggunakan bangunan SANIMAS hanya untuk kegiatan mandi dan buang air besar. Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi (5).-..000.050.000. “Rata-rata penduduk sini kerjanya nelayan dan buruh tambang. penghasilannya tidak seberapa. 500. Sedangkan untuk rumah tangga yang belum memiliki MCK menggunakan sumur terbuka sebagai sarana mencuci dan mandi serta menggunakan drainase dan pantai sebagai tempat untuk membuang air besar.000. 301. mencuci dan mengambil air sebesar Rp 1. kran air (3).000 . RINCIAN B I AYA B U L A N A N Listrik Penjaga PDAM Pembersih keramik & alat kebersihan R ATA . Umumnya perpipaan air bersih yang dikelola oleh PDAM hanya terkonsentrasi pada daerah terbangun.844.(mandi. penjaga.- Sebelum adanya kegiatan SANIMAS. wastafel (2). 1 2 3 4 Total Pengeluaran Bulanan Jumlah Pengguna 129 KK / 577 jiwa Pengelolaan Keuangan dalam SANIMAS Rata-rata biaya operasional dan pemeliharaan perbulan meliputi biaya listrik.000 – Rp. 500. Bangka Nama KSM Bunga Rampai Sistem MCK Teknologi SANIMAS yang terpilih di lokasi ini adalah MCK Plus dengan pertimbangan lokasi permukiman masyarakat di Kampung Nelayan II yang memiliki rata-rata jarak antar rumah yang relatif jauh serta topografi lokasi yang relatif datar. 1. Rp. 100. ketua KSM Bunga Rampai.Rp.000 untuk pemakaian WC. mata air dan sungai.Rp 3. dan untuk kegiatan mandi.700. bangunan ruang penjaga.-.000 . 700. mencuci dan mengambil air) Biaya Konstruksi Rp. sedangkan untuk daerah pinggiran kota umumnya masyarakat masih menggunakan sumber air dari sumur. Pendapatan tersebut berasal iuran warga Rp. sedangkan untuk mencuci baju masyarakat masih menggantungkan pada sumur umum yang ada di sekitar bangunan SANIMAS yang tidak membutuhkan biaya pemakaian. 1. dan pera watan bangunan dapat dilihat pada tabel berikut. air buangan (limbah) rumah tangga umumnya dibuang atau disalurkan ke sungai terdekat atau menggunakan septictank/cubluk. Sumber air bersih/air minum yang digunakan oleh masyarakat Sungailiat sangat tergantung kondisi ekonomi masyarakat dan kondisi daerah yang terjangkau oleh PDAM. Hal ini disebabkan masyarakat dan tokoh masyarakat pada lokasi tersebut sangat membutuhkan dan mendukung program tersebut dengan cara menghibahkan sebagian tanah- Lokasi Kampung Nelayan II. jadi berusaha untuk sehemat mungkin”.000. Kab. IPAL Mulai Program Agustus 2006 Mulai Operasional Juli 2007 Iuran Rp. Pemkab Bangka.5.000– Rp. 1.2. yang menyebabkan tingginya angka penyakit yang penyebarannya melalui air (waterborne diseases). 750. tandon air.700. Keadaan ini membuat Kampung Nelayan II terlihat sangat kumuh. WC (4).Rp.000 (mandi).Rp 3.1.000 – Rp.

31 30 Penentuan berapa besarnya jumlah iuran untuk penggunaan sarana di MCK ini se- penuhnya diserahkan kepada masyarakat. Dampak Ekonomi SANIMAS Sisa dana yang tersedia di KSM yang cukup banyak mampu digunakan oleh warga untuk kepentingan bersama. (1) Warga menggunakan sumur terbuka.Selain fasilitas MCK. . c. b. berapapun besarnya iuran yang harus dibayarkan harus diputuskan sendiri oleh warga. Manfaat SANIMAS Hasil yang diperoleh dari program SANIMAS ini adalah: berkurangnya tingkat aktivitas open defecation sehingga meningkatkan kualitas lingkungan Kampung Nelayan II. jalan disini juga jelek sekali. sehingga bangunan SANIMAS ini tampak cantik dan rapi. Fasilitas SANIMAS : kamar mandi. Tanah yang awalnya tidak mempunyai fungsi apapun berubah menjadi tempat warga untuk bersosialisasi. dan wastafel Manajemen semacam ini terbukti berhasil karena keputusan yang diambil melibat- kan warga dan merupakan komitmen sosial bersama. ungkap Pak Dolar. masuknya jaringan perpipaan air minum dan program pembangunan lainnya (seperti perbaikan jalan lingkungan) ke wilayah ini. saya perjuangkan agar jaringan perpipaan air minum bisa masuk sini bu. membuat warga semakin sering berkumpul di waktu senggangnya untuk sekedar bercakap- cakap. Misalnya untuk tambahan biaya masuknya jaringan perpipaan air minum dan perbaikan jalan lingkungan. di bangunan SANIMAS ini juga dibangun warung sembako untuk masyarakat sekitar. yang sebagian hasil penjualannya digunakan untuk tambahan biaya operasional SANIMAS. Hal ini sangat penting me- ngingat tidak semua warga mempunyai tingkat ekonomi yang sama. “Jaman dulu air bersih disini sulit sekali didapat. kemudian jalan lingkungan juga diperbaiki”. Akhirnya syukur alhamdulillah jaringan PDAM masuk. (2) dan (3) Fasilitas SANIMAS Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari MCK Plus di lokasi ini adalah : a. Selain itu juga dipenuhi tanaman hias. Tapi setelah mendapat program SANIMAS. Dampak Sosial SANIMAS Dengan adanya berbagai fasilitas yang tersedia di lokasi SANIMAS. sehingga harus ada kesepakatan yang diambil untuk dapat mengakomodir kepentingan semua warga. Manajemen berbasis masyarakat Artinya. air sumur payau karena dekat laut. serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. WC.

8% (± 33) KK tidak memiliki prasarana sanitasi berupa WC.500. Sementara itu untuk sumber air bersih maupun air minum yang digunakan oleh warga bersumber dari PDAM Kota Banjarmasin. Rp.825 jiwa.587 jiwa/ Km² (sumber. Banjarmasin Timur.03 & 02 RW.01 Kelurahan Kelayan Tengah Kecama tan Banjarmasin Selatan terletak di sebantaran sungai yang melintas pada kawasan permukiman dan diatas rawa.20.2% (± 46) KK memiliki- Biaya Konstruksi Rp.18 Km². Pelanggan tetap : Rp. kran air (4). 03 & 02 RW. Kelayan Tengah.Rp.300 (WC).670. Buruknya kondisi sanitasi lingkungan tersebut berpotensi menyebabkan tingginya angka penyakit yang menyebar melalui air (waterborne diseases). IPAL Mulai Program November 2006 DARI CUBLUK DAN SUNGAI MENJADI JAMBAN BERSIH DAN IPAL Mulai Operasional Juli 2007 Iuran Rp. 01 Kel. mencuci dan mengambil air). Banjarmasin Selatan Jumlah penduduk Kota Banjarmasin menurut data BPS tahun 2005 berjumlah 662.. Masyarakat 32 33 . 01. hingga membangun WC & Kamar Mandi di sebantaran sungai yang melintas di RT.- Pendamping PU. bangunan ruang penjaga.000 per bulan Kelayan Tengah. Sebagian besar permukiman warga RT. Banjarmasin Selatan Nama KSM Kelayan Tengah Sistem MCK Jumlah Pengguna 79 KK / 395 jiwa Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi (2). keaktifan warganya untuk- Lokasi Kel.000 . letak lokasi yang berada diatas tanah rawa.prasarana sanitasi berupa WC berbentuk cubluk dan menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah domestik mereka secara langsung/tanpa diolah. Total luas Kota Banjarmasin adalah 72 Km². 207. pedagang dan pekerja perusahaan swasta. Utara dan Tengah. Kampung ini terpilih karena kesiapan warganya untuk berkontribusi (uang maupun tenaga).1. kualitas rumah sangat rendah. kamar mandi/WC (4). tandon air.(mandi). Kelayan Tengah Kec. Secara administrasi kepemerintahan Kota Banjarmasin terbagi menjadi 5 (lima) kecamatan. Data BPS 2004). Selatan. dan Rp1. dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 6. Banjarmasin Selatan memiliki wilayah terluas. dimana Kec.200.(mandi. Banjarmasin Selatan berprofesi sebagai buruh pasar. Barat. Pemko Banjarmasin.829. Kepadatan penduduk yang cukup tinggi.03 & 02 RW. Kondisi lingkungan yang kumuh berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga disadari oleh mereka dengan cara ikut dalam program pembenahan dan peningkatan prasarana dasar sektor sanitasi pengolahan air limbah permukiman melalui kegiatan sanitasi berbasis masyarakat (SANIMAS). serta kondisi prasarana dan sarana dasar yang tidak memadai. tingginya muka air tanah serta topografi yang datar merupakan salah satu kendala untuk membangun sarana pengolahan limbah secara terpusat. tingkat kepadatan hunian dan kepadatan bangunan juga cukup tinggi. Secara sosial ekonomi sebagian besar warga lingkungan permukiman RT. sebanyak 58. Selain tingkatkepadatan penduduk yang sangat tinggi. yaitu : Kec. yaitu 20. Sebelum tahun 2006. dan sebanyak 41.

Pendapatan tersebut berasal dari iuran warga sebesar Rp.000.600. Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari MCK Plus di lokasi ini adalah : a. 25. serta tertata- RINCIAN B I AYA B U L A N A N Listrik Bensin Penjaga PDAM Pembersih keramik & alat kebersihan R ATA . Anajah RT.000. 23.000 . b.300 untuk pemakaian WC dan Mandi. No. 302.Rp. Pendapatan/partisipasi masyarakat pengguna perbulan sebesar Rp.000 . 02 & 03 RW. dan perawatan bangunan dapat dilihat pada tabel dibawah. Kelayan Tengah terletak diatas tanah yang telah dibeli oleh warga melalui KSM Kelayan Tengah. 400.Rp. adanya perubahan perilaku masyarakat yang biasa open defecation menjadi pengguna MCK SANIMAS.- Total Pengeluaran Bulanan 34 35 . dan terbangunnya jalan lingkungan menuju lokasi SANIMAS dan pembuatan bak penampung air bersih dari hasil kontribusi pemakai bangunan SANIMAS. 20.000. Teknologi yang dipilih oleh masyarakat adalah MCK Plus karena lokasi permukiman masyarakat relatif datar. Rp. c.-. Keaktifan dan inisiatif warga dan Pemerintah Kota/Kabupaten sangat diper- lukan dalam kegiatan ini untuk mendu- kung keberlanjutan kegiatan SANIMAS.800 . 150. 02 & 03 RW. Anajah RT. Bangunan SANIMAS Gg. perubahan prilaku konsumsi air bersih masyarakat dengan menggunakan sarana air bersih PDAM dari MCK SANIMAS untuk kegiatan memasak di rumah mereka. 4. 01 Kel. Calon pengguna SANIMAS Kelayan Tengah ini sebesar 79 KK (atau 395 jiwa).-/bln. 575. Kelayan Tengah.500. 75.Rp. Mencuci dan ambil air sebesar Rp 1. serta komposisi warga yang sebagian besar tidak memiliki sarana sanitasi yang layak.Rp. serta penetapan prioritas pembangunan di sektor sanitasi untuk mengurangi ting- kat penyebaran penyakit melalui media air (waterborne diseases). di masing-masing rumah. Dana Pembelian tanah tersebut diambil dari alokasi dana pendamping APBD II. 650.Rp.R ATA PENGELUARAN Rp. Perlunya peran stakeholder terkait untuk membantu masyarakat menyadari arti pentingnya sarana sanitasi yang baik.Rp. terutama pendampingan kepada warga mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). perumahan warga sebagian besar berada diatas muka air rawa. Perlunya tindak lanjut dari berbagai pihak pada tahap pasca pembangunan SANI- MAS.berdiskusi. Serta kontribusi iuran bulanan warga pengguna tetap sebesar antara Rp. Kelayan Tengah.500.600. penjaga. 01 Kel.Rp. khususnya kakus.-.Rp.800 . 500. 1 2 3 4 5 Manfaat Hingga saat ini hasil yang dapat diperoleh dari kegiatan SANIMAS Gg. Kondisi sebelum dan sesudah dibangun SANIMAS Pengelolaan Keuangan SANIMAS Rata-rata biaya operasional dan pemeliharaan perbulan meliputi biaya listrik. 1000 . 146.000.Rp.Rp. antara lain : masyarakat melakukan pembongkaran “WC terapung” disebantaran sungai yang melintas pada Kel. banyaknya warga yang belum memiliki fasilitas MCK.000. 200 untuk setiap kali mandi.

Lokasi Minomartani. BORDA & LPTP. Sleman Nama KSM Layur Sehat Sistem Perpipaan Komunal Jumlah Pengguna 93 KK / 310 jiwa Spesifikasi Teknis MCK 76 SR (Sambungan Rumah). Hal ini tentunya tidak terlepas dari ke beradaan SANIMAS yang menjadi inspirasi warga untuk mulai menata daerah mereka. indah dan hijau. 2. Selain itu. cabai.- Pendamping Bappenas. MENATA LINGKUNGAN Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) SANIMAS sistem perpipaan komunal di kampung Minomartani. ada juga berbagai macam sayuran seperti bayam. Salah satu keunikan SANIMAS di daerah ini adalah tanah yang berada di sekitar IPAL digunakan warga untuk bercocok tanam. Mulai dari tanaman palawija seperti jagung. IPAL yang berdiri di atas lahan dengan luas total 96 m² ini terletak di bantaran sungai Kladungan yang berada di salah satu pojok kampung Minomartani. Selain itu. tanaman-tanaman tersebut juga menghasilkan sayur dan buah yang dapat dikonsumsi warga untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Gotong royong pun dimulai untuk menata kampung mereka. Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta (Selatan). kini mulai ditanami berbagai jenis tanaman sehingga terlihat hijau dan indah dipandang. Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman ini terlihat rapi.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. Masyarakat MENATA SANITASI. karena kampung Minomartani ini terpilih menjadi juara pertama lomba “Kampungku Indah dan Ramah” pada tahun 2007 yang diselenggarakan oleh salah satu operator seluler di Indonesia. Selokan dan jalan mulai dibersihkan. Kab. IPAL Komunal Mulai Program November 2006 Mulai Operasional Januari 2007 Iuran Rp. Kabupaten Sleman Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).286. Hal ini membuktikan bahwa perhatian terhadap sektor sanitasi diperlukan apabila ingin menciptakan lingkungan yang sehat. Pemkab Sleman.000. Selain itu. dan ramah lingkungan.Penanaman di sekitar IPAL ini merupakan inisiatif murni warga untuk membuat lingkungan IPAL ini tampak asri dan hijau.- 36 37 . nyaman. kampung ini juga mendapatkan juara II di lomba “Yogyakarta Green and Clean” yang diselenggarakan oleh Pemda Kota/Kab DIY pada tahun 2008 untuk kategori Kampung dengan Kepadatan Tinggi. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah (Utara). Tanah di samping dan di depan rumah yang dulu terbengkalai. Mayoritas penduduk disini bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta. Melihat lingkungan di sekitar IPAL itu menjadi asri. ada juga beberapa tanaman hias. singkong. 323. Hasilnya cukup membanggakan. warga kemudian tergerak untuk menata lingkungan kampung mereka. sehingga juga terlihat asri dan menarik. dan juga beberapa tanaman obat-obatan.

000. Namun. penduduk dewasa 291 jiwa..19 dan RT. Luas wilayah tersebut adalah 0. Sebagian besar masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari PDAM dan sisanya bersumber dari sumur gali. Berbagai juara yang direbut oleh kampung ini menjadi bukti bahwa masyarakat telah benar-benar sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Komposisi penduduk laki-laki 195 jiwa. (1) bak kontrol. sehinga kotoran yang sudah penuh harus sering disedot oleh penyedot tinja.Provinsi Jawa Tengah (Timur). SANIMAS di kampung ini juga benar-benar membawa perubahan bagi warga.20 RW. Air limbah merupakan bagian dari sanitasi Seringkali program-program kebersihan lingkungan yang dilakukan tidak menyentuh sektor yang juga penting di dalam kebersihan lingkungan. Kabupaten Kulonprogo dan Provinsi Jawa Tengah (Barat).per bulan. dan mengakibatkan pencemaran sungai.82 Km² dan dihuni oleh 910. Jumlah penduduknya 375 jiwa (93 KK). Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari SANIMAS di lokasi ini adalah : Oleh karena itu program pengelolaan air limbah seharusnya menjadi perhatian serius untuk mencegah kemungkinan buruk di kemudian hari. SANIMAS menginspirasi Tidak hanya kali ini program SANIMAS menginspirasi masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungannya. a. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah Rp. dan anak-anak 84 jiwa. Perlunya SANIMAS Perumahan Minomartani RT. Rata-rata kebutuhan air bersih per-KK adalah 200 liter/hari. Sebagian besar limbah rumah tangga dari kloset ditampung di septictank model jumbleng dan septictank tanpa peresapan air. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar/BAB. b. Berkah Gunung Merapi menjadi keberuntungan Sleman dalam menggerakkan perekonomian. terutama pertanian dan pariwisata. dampak dari air limbah ini akan dirasakan beberapa tahun ketika air tanah mulai tercemar dan air bersih menjadi sulit didapatkan. terutama untuk keperluan minum.007 jiwa (tahun 2006).000. Tetapi sarana WC yang ada tidak dilengkapi dengan sistem penampungan dan pengolahan air limbah yang baik. (2) pipa pembuangan effluent Bangunan IPAL komunal 38 39 . Air limbah yang menjadi polutan utama bagi pencemaran air tanah diabaikan karena dampaknya tidak akan terasa langsung seperti halnya ketika sampah berserakan. Sedangkan limbah rumah tangga dari kamar mandi dan dapur dibuang ke saluran air hujan yang ada di depan rumah yang dialirkan ke sungai. dan mandi.04 adalah salah satu dari wilayah padat yang ada di Kabupaten Sleman yang menjadi lokasi SANIMAS.45.583 jiwa/Km². yaitu air limbah. Tingkat kepadatan penduduknya adalah 1. masyarakat menggunakan sarana WC yang ada di masing-masing rumah. cuci. perempuan 180 jiwa. Namun. Pada umumnya penduduk bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp.000 per bulan. 1.009 Km². Kabupaten ini mempunyai luas 574.

- SANIMAS : SWASTA PUN BISA Selama ini dirasakan cukup sulit untuk melibatkan sektor swasta untuk ikut membiayai SANIMAS.711.500. Jumlah penduduk sebesar 2. IPAL.526 RT.000 . 3. Kecamatan Kepanjen.055 RW dan 14. dengan puncaknya Gunung Arjuno (3.257.5. tandon air Mulai Program September 2005 Mulai Operasional April 2006 Iuran Rp. Bagian barat dan barat laut berupa pegunungan.221 jiwa. Kab.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. 390 Desa. kabupaten ini juga sekaligus sebagai “pemasok” limbah. Luas wilayah kampung tersebut adalah 3 ha dengan jumlah penduduk 490 jiwa. sungai terpanjang di Jawa Timur.61 Km². Jawa Timur Kampung Baru RT 4A dan 4B RW 04 merupakan salah satu kampung yang terletak di Kelurahan Kepanjen. Pada umumnya. Jasa Tirta sebagai pengelola DAS Brantas tentu sangat berkepentingan untuk memperbaiki kualitas sungai brantas. WC. BORDA. Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas. yang tergabung dalam 141 KK. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk Kabupaten Malang. 331. Kabupaten Malang ada 1 unit SANIMAS yang dibangun dengan pendanaan dari Swasta. tetapi di daerah perkotaan sudah lebih dari 3000 jiwa/Km². PT. Tingkat kepadatan rata-rata adalah 511 jiwa/Km².339 m) dan Gunung Kawi (2. terutama limbah domestik.000 / bulan. Kabupaten Malang. Oleh karena itu. 400. dan kualitas airnya bisa dipertahankan. luas wilayah sekitar 3.Jasa Tirta I. 2 perwakilan kecamatan. Masyarakat di kampung ini menggunakan air bersih dengan cara berlangganan dari PDAM. Mereka umumnya memiliki program CSR/corporate sosial responsibility. yang menjadi sumber air baku air minum bagi beberapa daerah di bawahnya. Pendamping APBN. 16 Kelurahan. PT. sedangkan untuk mandi mereka menggunakan air tanah. Secara administratif kabupaten ini terbagi menjadi 35 kecamatan. Kepanjen. Lokasi Kampung Baru. Sebagian besar wilayah Malang adalah pegunungan. salah satunya dengan membangun unit-unit pengolahan air limbah agar pencemaran kali Brantas bisa ditekan. Meskipun demikian. Masyarakat Kabupaten Malang. Jawa Timur Kabupaten Malang terletak di Provinsi Jawa Timur.000. Kampung ini adalah salah satu dari kampung padat yang berada di Kabupaten Malang yang menjadi lokasi SANIMAS. Kabupaten Malang adalah daerah yang berada di wilayah hulu sungai Brantas. di Kepanjen.651 m). penduduk bekerja sebagai pegawai swasta(pedagang) dengan penghasilan berkisar antara Rp. yakni PT Jasa Tirta II. Malang Nama KSM Panji II Sistem MCK Jumlah Pengguna 97 KK / 400 jiwa Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi.252. 40 41 . BUMN.Kabupaten Malang adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi. dimana prioritas programnya mungkin berbeda meskipun sama-sama di bidang sanitasi. Rata-rata kebutuhan air bersih per-KK adalah 50 liter/ hari yang digunakan untuk keperluan masak dan minum.

b. karena pada akhirnya merekalah yang akan menggunakan dan merawat fasilitas ini. Masa konstruksi menghabiskan waktu sekitar 3 bulan. mendorong masyarakat untuk ikut mengajukan diri sebagai calon lokasi SANIMAS ketika ada sosialisasi program yang dilakukan oleh Dinas PU Kabupaten Malang pada tahun 2005. 40. Untuk mengatasi permasalahan sanitasi di perkotaan yang memerlukan tindakan yang cepat. Akibatnya sumursumur yang ada menjadi tidak layak minum dan sungai menjadi tercemar. BORDA dan masyarakat. terutama mengenai perubahan perilaku masyarakat. Perusahaan tersebut adalah penyedia air baku untuk PDAM di berbagai kota di Jawa Timur yang bersumber dari sungai Bran- tas. Setelah itu mulai dilakukan pembangunan. Keterlibatan PT Jasa Tirta tersebut bukan tanpa alasan. Program SANIMAS memang didesain un- tuk bisa dikelola oleh masyarakat. Masalah pendanaan. Dengan memberikan bekal capacity building terhadap masyarakat mengenai pentingnya keberlanjutan program termasuk kampanye kesehatan dan cara-cara operasional dan pemeliharaan akan da- pat menuntun masyarakat agar berjalan mandiri kedepannya. Dokumen perencanaan masyarakat tersebut kemudian ditandatangani dan dilegalisir oleh pihak-pihak yang akan mendanai yakni PT Jasa Tirta. c. dan thypus. Satker PPLP. Karena kontur tanah kampung yang rata serta padatnya rumah-rumah penduduk. muntaber. dengan jumlah penderita sebanyak 5 orang anak-anak. masalah selanjutnya adalah salah satu hulu sungai Brantas merupakan kota/ kabupaten yang tumbuh dengan cepat seperti kota Malang. Jasa tirta harus menjaga kualitas air baku air kali brantas. SANIMAS merupakan salah satu pilihan yang tepat. Oleh karena itu.memenuhi kebutuhan air bersih adalah sekitar Rp. 42 43 . dan rasa tanggung jawab untuk ikut memperbaiki kualitas air kali Brantas. Namun. DED dan RAB disusun bersama-sama masyarakat dengan difasilitasi oleh BEST Surabaya dengan pertemuan warga setiap minggu sekali. Warga mencuci piring di tepi sungai Manfaat & Pembelajaran a. kota Batu dan Kabupaten Malang. SANIMAS merupakan program yang tepat untuk mengurangi tingkat pencemaran sungai brantas yang bersumber dari limbah domestik tersebut.000/bulan. karena dengan pendekatan partisipatif masyarakat dapat menumbuhkan rasa memiliki. termasuk membangun biodigester untuk biogas. Kebiasaan BAB dan membuang sampah yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan tersebut menyebabkan berkembangnya lalat yang membawa penyakit kepada manusia seperti diare. Prosesnya yang tidak singkat namun juga tidak terlalu lama dapat memberikan dampak yang cukup besar di masyarakat. Dan ternyata kampung Baru dinyatakan menang. Oleh karena itu. Kemudian desain. Tahap berikutnya adalah penentuan calon pengguna dan pemilihan jenis sarana sanitasi yang akan digunakan. Hulu sungai Brantas juga banyak tercemar oleh sumber limbah domestik. Solusi cepat dan tepat. Kejadian diare dan thypus di kampung ini terjadi setiap tahun. Oleh karena itu. kemudian hasilnya dikonfirmasikan kepada PT Jasa Tirta untuk mendapatkan persetujuan. keberlanjutan program ini nantinya akan ditentukan oleh masya- rakat. terutama iuran warga juga dimusyawarahkan berulang-ulang hingga terjadi kesepakatan besarnya iuran. SANIMAS di Kampung Baru Kondisi yang cukup memprihatinkan seperti diatas. Berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar masyarakat biasanya menggunakan sungai dan saluran irigasi yang ada dengan hanya ditutupi bambu seadanya. maka masyarakat cenderung memilih fasilitas sanitasi berupa MCK Plus. baik untuk pembangunan maupun penggunaan saat operasional.

000 (kamar mandi). kran (6). dan MCK Plus++ (Community Sanitation Centre). Masyarakat Pilihan teknologi SANIMAS ada bermacammacam. adanya pemanas air di hampir setiap kamar mandi ini menjadi daya tarik tersendiri. Rp. Selain itu. Sementara MCK Plus++ selain menawarkan pengolahan air limbah. (2) Sistem Perpipaan Komunal (Simplified Sewerage System). Septictank bersama paling cocok dipakai jika luas lahan yang ada sangat sempit sehingga tidak memungkinkan untuk membangun IPAL dalam skala yang lebih besar. Lokasi Joyoraharjan. Kota Surakarta (Solo) Sistem MCK Jumlah Pengguna 300 jiwa Spesifikasi Teknis MCK WC (5). kamar mandi (3). Fasilitas SANIMAS MCK Plus++ yang dibangun pada tahun 2006 ini dilengkapi dengan 6 toilet. MCK tersebut kondisinya cukup memprihatinkan.01/X di kota Solo memilih untuk menggunakan sistem MCK Plus++ dikarenakan ada sekitar separuh lebih dari jumlah total 356 jiwa yang belum mempunyai sarana sanitasi sendiri di rumahmereka. Selama ini masyarakat menggunakan sungai dan MCK yang ada di kompleks pasar Rejosari untuk melakukan aktivitas BAB. 301. Pemko Solo. Mayoritas pekerjaan masyarakat di kampung yang berdekatan dengan pasar Rejosari ini adalah buruh. kakus. SANIMAS di Kampung Joyoraharjan RT. dan juga opsi pemanfaatan biogas. yaitu : (1) Tangki Septik Bersama (Shared Septic Tank).1. man di. namun cukup banyak warga yang memakainya. sehingga sulit bagi mereka untuk mengalokasikan dana bagi- SANIMAS Kampung Joyoraharjan. tandon air Mulai Program September 2007 Mulai Operasional Desember 2007 Iuran Rp. dan 2 kran air untuk mencuci. 500 (WC) MANDI AIR PANAS DI SANIMAS Biaya Konstruksi Rp. masyarakat juga meminta biogas yang dihasilkan dapat dipakai untuk pemanas air (water heater) yang diletakkan di kamar mandi. sehingga rumah yang terlayani juga hanya sedikit. apalagi untuk membangun sarana sanitasi. Meskipun tarif yang dikenakan agak lebih mahal. Banyak masyarakat yang cenderung menggunakan kamar mandi berpemanas air daripada yang tidak menggunakan pemanas air. kumuh. dan tidak terawat.- Pendamping PU. Keuntungan dari sistem komunal unggul pada jumlah sambungan perpipaan yang dapat menjangkau puluhan rumah. rumah jaga. Setiap sistem memiliki kelebihannya masingmasing. BORDA & LPTP. 3 kamar mandi. Solo 44 45 .pembangunan sarana sanitasi sendiri. juga fasilitas mandi. IPAL.904. Untuk membiayai hidup mereka sehari-hari saja sudah harus pontang-panting kesana-kemari.000. cuci. Dengan lengkapnya fasilitas sanitasi yang ditawarkan MCK Plus++ ini. yang bagi mereka bukanlah hal yang terlalu penting. karena kotor. dan cuci. masyarakat yang awalnya buang air besar di sungai dan MCK lama mulai beralih ke SANIMAS. Selain memenuhi kebutuhan sanitasi dasarnya.

46 47 . Bagi para pedagang yang memerlukan air untuk berjualan..per bulannya. terutama untuk keperluan mandi. dapat dengan mudah dan murah mendapatkan air di MCK Plus++ ini. Karena lebih mahal. Pemanfaatan biogas : Pemanas Air Salah satu pemanfaatan biogas yang ditawarkan di program SANIMAS adalah pemanas air. Solusi perbaikan sanitasi Dengan tidak hanya menawarkan sarana mandi.Perlunya SANIMAS Menurut Pak Sulis. masih ada dana yang tersisa untuk dapat digunakan jika diperlukan. Akibatnya.000. cuci. 600. 200. operator yang bertugas setiap harinya di MCK Plus++ ini. dan PAM. sehingga kotoran mengalir begitu saja dan mencemari lingkungan (air tanah/sungai). Pada umumnya penduduk bekerja sebagai buruh dengan rata-rata pendapatan ± Rp. cuci. Konstruksi SANIMAS Operator SANIMAS yang berprofesi sebagai tukang becak sekaligus penjual tanaman a. Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari MCK Plus++ di lokasi ini adalah : Tambahan penghasilan Operator yang bekerja di SANIMAS ini adalah seorang tukang becak dengan penghasilan yang tidak menentu. Dengan menggunakan energi biogas yang dibakar. sumur bor. SANIMAS juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah. Salah satu alternatif energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. terutama di malam hari dan di musim penghujan untuk mengusir hawa dingin. Jarak dari rumah ke sumber air rata-rata 10 m. dan keperluan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar/ BAB. kata orang-orang yang memakainya”. Kampung Joyoraharjan adalah salah satu dari kampung padat dan miskin yang ada di kota Surakarta yang menjadi lokasi SANIMAS. masak. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah Rp. Jumlah penduduk laki-laki 125 jiwa. Banyak yang menggunakan air panas. Luas wilayah kampung tersebut sekitar 2.4 km². perempuan 160 jiwa. dan anak-anak 71 jiwa. c. Tetapi sarana tersebut tidak dilengkapi dengan dengan sistem pengolahan. pemasukan juga bertambah sehingga selain mencukupi untuk biaya operasional dan perawatan. Rata-rata kebutuhan air bersih per jiwa adalah 50 liter/ hari. masyarakat biasanya menggunakan sarana WC umum yang terletak di pinggir kampung dan ke sungai yang dekat dengan lingkungan tersebut. dan kakus. b. Dengan juga bekerja sebagai operator yang tidak menyita banyak waktu karena fasilitas ini hanya perlu dibersihkan dua kali sehari. bapak dengan 5 anak ini mendapatkan tambahan penghasilan ± Rp. banyak juga para pedagang yang menggunakan fasilitas SANIMAS di tempat ini.per bulan. air dapat dipanaskan sampai suhu tertentu yang nyaman digunakan untuk mandi. Air limbah yang berasal dari aktivitas-aktivitas tersebut dapat segera langsung diolah sehingga aman dan tidak mencemari lingkungan ketika dibuang ke badan air. air yang dikonsumsi tidak sehat dan dapat menimbulkan penyakit.per bulan. “lebih segar mandi dengan air panas. Masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari sumur gali. Belum lagi ditambah dengan usaha berjualan tanaman yang juga ia lakukan di lokasi MCK.000.000. capek dan pegal jadi hilang. Jumlah penduduknya 356 jiwa (89 KK). 45. Selain masyarakat kampung Joyoraharjan..

000/bulan. BORDA . buruh pabrik.010092Km². dengan fasilitas sanitasi yang sangat terbatas. Solo Komplek perumahan “Penca” (lengkapnya Penca & Seniman) terletak di Dusun Kragilan RT 01& 02. sudah dilengkapi dengan septictank. Jawa Tengah. yang rasanya malah seperti kurang menghargai. Komposisi penduduk laki-laki 190 jiwa. penduduk bekerja sebagai buruh bangunan. Kebutuhan air bersih diperoleh dari sumur dan PDAM. Mereka tinggal di rumah ukuran RSS. terutama untuk keperluan mandi. perempuan 177 jiwa dan anakanak 30 jiwa. Sedangkan untuk BAB. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah Rp. Dulu disebut disable people atau orang yang tidak memiliki kemampuan. tapi sebutan ini dirasa kurang tepat karena mereka sesungguh nya juga punya kemampuan sama seperti kita. Difabel adalah singkatan dari different ability atau orang yang memiliki kemampuan berbeda. Rata-rata kebutuhan air bersih per-KK adalah 50 liter/hari. IPAL Komunal Mulai Program Maret 2006 Mulai Operasional Desember 2006 Iuran Rp. Terdiri dari 85 KK atau 367 Jiwa penduduk. Tetapi di Solo ada komplek peruma han yang sudah terlanjur dikenal dengan sebutan komplek perumahan “penca”. Kelurahan Kadipiro. RW 24. dan keperluan lainnya.10. 35.054. cuci. Pemko Solo.Komplek Perumahan “Penca”. Kecamatan Banjarsari. Bahkan sebelumnya disebut “penca” atau penyan dang cacat. Komplek perumahan ini dibangun oleh pemerintah Kota Solo pada tahun 1980an dan diperuntukkan bagi mereka yang menyandang kemampuan berbeda yang banyak terdapat di Kota Solo. dan swasta dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp 500. dan lainnya menggunakan MCK yang terletak di bagian Selatan dan bagian Barat kampung yang sebenarnyaLokasi Kragilan. minum.290. 48 49 .000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. 359. apa itu kaum difabel.- Pendamping APBN. yaitu komplek perumahan yang disediakan bagi saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik tertentu atau memiliki kemampuan berbeda. Luas wilayah kampung sekitar 0. tetapi septictank tersebut sudah rusak dan sehingga kotoran mengalir begitu saja dan mencemari lingkungan dan berbau.000 /bulan. Kota Solo. masyarakat SANITASI UNTUK KAUM DIFABEL Mungkin banyak yang bertanya. Kota Surakarta (Solo) Sistem MCK Jumlah Pengguna 85 KK / 367 jiwa Spesifikasi Teknis MCK 83 SR (Sambungan Rumah). mereka menggunakan sarana WC priba di (bagi sedikit rumah yang sudah mempunyai sendiri di rumah). masak. Pada umumnya.

Dr. Masalah yang kemudian muncul juga tidak adanya lahan untuk pembangunan IPAL komunal. Jawa Tengah.800 sambungan rumah atau sekitar 10. Dan untuk mensinergikan program sanitasi di kota Solo telah dibentuk POKJA Sanitasi mulai tahun 2006.540 jiwa. tetapi mayoritas masih menggunakan MCK umum. kalau kami ditawari MCK umum bagaimana kami harus jalan kesana? Sedangkan untuk berjalan saja kami harus merangkak. kemudian dilanjutkan dengan proses pemasangan pipa dari rumah warga menuju ke IPAL. Salah satu contohnya ketika TFL SANIMAS memfasilitasi pemilihan opsi sarana sanitasi yang salah satunya berupa MCK Plus. ada 3 unit IPAL kota dengan sewerage system yakni Putri Cempo. Apabila longsor maka beberapa rumah akan ikut roboh. dengan tingkat kepadatan rata-rata 12. mereka kemudian sangat antusias. Disamping SANIMAS. sejak dari kompetisi dengan kelura han lain sampai dinyatakan menang. Kampung ini mengikuti seluruh proses yang dilakukan. Borda dan Masyarakat. Sarana tersebut dikelola oleh PDAM. Kami minta yang ada di dalam rumah biar mudah…” Memang beberapa rumah sudah ada yang mampu membangun kamar mandi dan WC sendiri di rumah. terletak sekitar 65 meter dpl. Bahkan mereka banyak yang kawin antar suku.137/ Km². Maka disusunlah desain. ibukota Provinsi Jawa Tengah. Panjang sambungan pipa mencapai total 446. Secara administratif. Setelah pembangunan IPAL selesai. Jumlah penduduk 534. dan menganggap Solo sebagai kampung halamannya yang kedua setelah kota kelahirannya. Kota Solo adalah satu wilayah dalam Provinsi Jawa Tengah.8 m- Sumur warga 50 51 . DED dan RAB. dimana rumah yang dibangun tidak dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet di masing-masing rumah. Di bidang sanitasi. Sejak tahun 2005 kota Solo mulai menerapkan SANIMAS untuk melayani daerah-daerah yang belum bisa tersambung dengan sistem IPAL kota. baik karena perang maupun wabah polio. Secara administratif. Ternyata Bukan Hanya Kota Batik Mungkin banyak yang bertanya mengapa di Solo banyak kaum difabel? Jawabannya karena di kota Solo ada Rehabilitation Centrum (RC) dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) yang didirikan pada tahun 1953 oleh Prof. yang tersedia hanya jalan. terbagi menjadi 5 kecamatan dan 51 kelurahan. sehingga masyarakat sangat khawatir galian yang dalamnya 4 meter tersebut longsor. dan tinggal satu komplek sehingga menjadi masyarakat multi-suku di Solo. Solo dikenal juga sebagai kota batik. tetapi hanya di-sediakan MCK umum yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Soeharso dan menjadi pusat pelati han dan pendidikan keterampilan bagi anakanak yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah diukur ternyata lebar jalannya mencukupi untuk dibangun IPAL.04 Km². Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. ketika ada tawaran program SANIMAS.64% dari total rumah tangga. karena bangunan IPAL tersebut berada di badan jalan yang jaraknya dengan rumah penduduk hanya 1. sekitar 110 Km.Kota Solo. tiba-tiba salah seorang warga bersuara keras: “…mas jangan mengejek ya. Pemkot. Contohnya di komplek perumahan “penca” ini. Semanggi dan Kedungtungkul dengan pelayanan baru mencapai 10. Sehingga diputuskan bahwa sarana yang dipilih adalah sistem perpipaan sederhana dari rumah ke rumah dengan IPAL komunal di bawah jalan. dan juga sangat kritis. Bagaimana Masyarakat Tertarik SANIMAS? Kaum difabel seringkali menjadi kelompok yang terpinggirkan (marjinal) karena infrastruktur yang dibangun sering tidak prodifable. kota Solo juga mengembangkan program lain seperti pelayanan air bersih dan sanitasi dasar.5 meter. Masalah yang paling berat pada saat pembangunan adalah bertepatan dengan musim hujan. di sebelah Timur dengan Kabupaten Karanganyar dan di sebelah Barat dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo. kota Solo sudah cukup maju. yakni sejak mulainya program ISSDP. di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu. Jarak dari Kota Semarang. Seluruh perencanaan masyarakat kemudian dibukukan dalam bentuk dokumen rencana kerja masyarakat/RKM yang disyahkan oleh berbagai stakeholder yakni PU. Seluruh masyarakat juga mengikuti seluruh kegiatandengan tekun dan sabar. Tetapi dengan kecermatan yang tinggi akhirnya bangunan tersebut bisa selesai tanpa menimbulkan akibat sampingan. Berdasarkan dokumen RKM itu kemudian dicairkan dana dan pembangunan sarana sanitasi dimulai. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi warga perumahan “penca”. Luas kota Solo 44. terutama untuk wilayah padat penduduk dan berpendapatan rendah. Mereka kemudian ingin tetap tinggal di Solo. Sementara MCK umum tersebut kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan septictanknya sudah penuh sehingga lingkungan menjadi sangat bau dan tidak sehat.

IPAL ini tidak memakan biaya untuk pembe- basan tanah sehingga mengurangi beban anggaran pembangunan. Setelah selesai dengan IPAL dan pemipaan. pada tahun 2006 ada sekitar 10% dari total 250 juta pen- duduk Indonesia yang merupakan kaum difabel. b. ibu-ibu yang sedang hamil tua serta anak-anak. Manfaat & Pembelajaran a. Memberikan kesempatan Program SANI- MAS yang berjalan dengan baik di kam- pung ini banyak diketahui oleh berbagai pihak. menyediakan instalasi pengolahan air limbah. Berdasarkan data BPS. Selain itu. IPAL komunal di bawah jalan permukiman penduduk pengguna SANIMAS perpipaan komunal Kp. Dengan adanya program SANIMAS di wilayah ini. Ketika membangun infrastruktur sanitasi harus memperhatikan para manula. Selain. ternyata masih banyak infrastruktur yang dibangun belum prodi- fabel. Setelah sekitar 4 bulan proses konstruksi. operator yang merangkap kepala KSM Tunas Harapan. Oleh karena itu. IPAL ini tertanam di dalam tanah sehingga tidak mengganggu para pengguna jalan. Menyediakan akses kaum difabel terhadap perkembangan infrastruktur. Pertimbangan ini juga sangat pen- ting. d.Kragilan Kondisi eksisting saluran buangan warga 52 53 . kemudian dilanjutkan dengan perbaikan dan pembuatan toilet calon pengguna di rumah masing-masing. Alokasi biaya ini kemudian digunakan untuk memperbaiki dan membangun komponen toilet bagi rumah-rumah yang terlayani. bagi kaum difabel terhadap perkembangan infrastruktur terutama di bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan. SANIMAS juga memperbaiki ka- mar mandi dan toilet warga yang tidak layak. fasilitas SANIMAS akhirnya secara resmi dapat dimanfaatkan oleh warga. Diatasnya juga diaspal halus sehingga tidak membahayakan pengendara yang lewat. secara langsung telah memberikan akses.IPAL komunal di bawah jalan lingkungan untuk bisa menjangkau lebih banyak pelayanan kepada warga. Jumlah yang tidak kecil! Dan jum- lah ini telah bertambah secara cukup sig- nifikan dengan banyaknya bencana yang melanda negeri ini dalam beberapa tahun terakhir. sesuai dengan kekhususan masing-masing yang pasti tentu ada di lingkungan kita semua. Mereka harus mendapat sarana sanitasi yang benar-benar dapat diakses bagi mereka. Namun. c. Bapak Simanto sering dipanggil untuk menjadi pembicara baik itu oleh pemerin- tah maupun organisasi-organisasi lain yang tertarik mengenai program SANIMAS. Pemanfaatan ruang publik IPAL yang dibangun terletak di jalan kampung yang sering digunakan oleh warga setiap harinya.

Kota Blitar. tidak pernah berhenti. SANIMAS sudah ada yang diaplikasikan di pesantren. Mereka adalah generasi muda yang pada 10-15 tahun mendatang akan menjadi pemimpin masyarakat di berbagai bidang. Sumatera Utara dan sebagainya. kota Blitar dibagi menjadi 3 kecamatan dan 21 desa/kelurahan.875 jiwa/km². Kota ini terletak sekitar 167 km sebelah selatan Kota Surabaya. Sulawesi Selatan. Oleh karena itu. Profil PP Nurul Ulum PP Nurul Ulum. Pondok pesantren seperti ini jumlahnya ribuan. tetapi juga di provinsi lain seperti Jawa Tengah. Indonesia. tersebar di berbagai daerah provinsi di seluruh Indonesia. Oleh karenanya sedang dipikirkan untuk membuka kelas baru agar semua santri yang mendaftar bisa tertampung semua.106 jiwa (2007). Jawa Timur. Secara administratif. DIY. sehingga kota ini terkenal dengan peninggalan sejarahnya berupa makam Soekarno yang sampai sekarang masih tetap banyak diziarahi orang dari berbagai tempat di Indonesia. terutama air tanah. Kota ini dikelilingi oleh kabupaten Blitar karena tadinya merupakan ibukota kabupaten Blitar tetapi kemudian berdiri sendiri sebagai kota Blitar. SANIMAS untuk pesantren memiliki berbagai kekhasan yang berbeda dengan implementasi di masyarakat. dipimpin oleh KH Agus Muadzin. Blitar. sarana sanitasi yang dibangun lebih banyak individual dengan sistem septictank yang kualitasnya mungkin belum memenuhi standar sebagaimana di kota-kota lain sehingga masih mencemari lingkungan. santrinya datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan santriwan/santriwati datang dari seluruh penjuru daerah dari berbagai suku di Indonesia. Bahkan hampir setiap tahun terpaksa pondok harus membatasi jumlah pendaftar karena ruangnya tidak cukup. 52 Kota Blitar. Ciliwung No. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata sekitar 3. bahkan beberapa kali santrinya memenangkan lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Pondok beralamat di Jln. Potensi utama daerah ini adalah sektor pariwisata. Pondok ini diselenggarakan oleh Perguruan Al-Maarif PCNU Kota/Kab. M. adalah sebuah kota kecil yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Di pondok ini ada tiga jenjang sekolah yakni Madrasah Diniyah (setingkat SD). Pondok ini sekarang dikelola oleh para kyai muda yang berpikiran maju dan terbuka. Rupanya.I. perbaikan sarana sanitasi untuk mereka sangatlah- SANITREN : SANITASI UNTUK PESANTREN Sejak awal diterapkan di tahun 2003. Kota Blitar sudah menerapkan SANIMAS sejak tahun 2003 dan setiap tahun terus dilakukan. 54 55 .578 km².Pd. dan jumlah penduduk sekitar 132. Luas kota Blitar adalah 32. Tetapi kota ini sudah memiliki IPLT dengan truk tinja milik pemerintah maupun swasta. Sebagai kota yang merupakan tempat kelahiran presiden Republik Indonesia yang pertama: Soekarno. semakin tahun jumlahnya semakin banyak. Pondok ini berkembang cukup pesat. Kota Blitar belum memiliki IPAL sistem kota. tidak saja di Jawa Timur. Jumlah santri ada 625 santriwan/ santriwati dan pengasuh pondok sebanyak 84 ustadz/ustadzah (guru). maka para pengelola sanitasi pesantren bersepakat untuk menamakannya sebagai SANITREN: Sanitasi Untuk Pesantren.

penting. Sanitren di Pondok Pesantren Nurul Ulum. ternyata PP Nurul Ulum dinyatakan paling siap untuk implementasi Sanitren tahun 2007. Jumlah yang cukup besar dan bisa disimpan untuk kebutuhan lain. Total biaya menghabiskan Rp. Kemudian pipa air limbah juga dihubungkan dengan seluruh kamar mandi dan toilet yang ada di pesantren dan disalurkan ke biodigester dan IPAL. kemudian dipasang pipa penyambung gas dari biodigester ke dapur dan disambungkan ke 5 unit kompor. 321. Dan luapan dari septictank ke selokan sering menimbulkan protes warga sekitar. Pondok pesantren memilih sarana MCK Plus dengan biogas. Tiap hari kebutuhan masak sudah bisa memanfaatkan biogas. pemerintah kota Blitar. yang kemudian didokumentasikan dan dilegalisasi oleh berbagai pihak yang ikut berperan serta. IPAL Mulai Program September 2006 Mulai Operasional Maret 2007 Iuran Masuk dalam iuran santri Biaya Konstruksi Rp. Kota Blitar yang diresmikan penggunaannya pada tanggal 15 April 2008 ini pada saat- Mengapa Tertarik Sanitren? Alasan pondok pesantren mengikuti program SANIMAS atau Sanitren adalah karena jumlah MCK yang ada di pondok tidak mencukupi kebutuhan santri.500. BORDA .337. maka mereka juga akan mengajarkan hal yang sama nantinya. Sekarang. juga sudah tidak mencemari lingkungan lagi. yakni sebanyak 12 kamar mandi dan WC serta ruang cuci. Total waktu yang dibutuhkan untuk membangun sarana sanitasi adalah 3.000/tahun.000 yang berasal dari kontribusi berbagai sumber. Masyarakat terjadi penghematan biaya beli kayu bakar dan minyak sebesar Rp. Setelah melalui proses seleksi terbuka.000.5 bulan. Namun hanya ada 5 kamar mandi dan toilet yang dapat digunakan. kota Blitar Sistem MCK Jumlah Pengguna 550 jiwa / santri Spesifikasi Teknis MCK 12 kamar mandi & WC. Blitar kelas sehingga sangat mengganggu kegiatan belajar-mengajar. PP Nurul Ulum selain memiliki jumlah kamar mandi dan toilet yang cukup. dan telah- Lokasi PP Nurul Ulum. setelah dibangun Sanitren. Setelah biodigester cukup terisi. Proses selanjutnya adalah penyusunan rencana kerja pesantren untuk perbaikan sanitasi. dan Satker PPLP Jawa Timur dan Borda. 13.- Pendamping APBD. Pemko Blitar. karena apabila pemahaman mereka tentang sanitasi sejak awal sudah benar. Dari total santri. yang “mondok” atau tinggal di pondok sekitar 400an santri atau sekitar 64%.000. Dinas PU Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan dokumen tersebut dana dari berbagai sumber bisa dicairkan. Oleh karena itu. maka PP Nurul Ulum langsung mengajukan diri sebagai calon. Sementara septictank dengan kapasitas 12 M3 selalu cepat penuh dan setiap 3 bulan sekali harus dikuras sehingga memakan biaya yang tidak sedikit. Para Santri di Ponpes Nurul Ulum. sehingga setiap pagi dan sore santri-santri harus antri panjang sekali. ketika ada sosialisasi pro gram sanitren dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar. yaitu : wakil pondok.000. Bahkan banyak manfaat lain yang dirasakan. Bahkan bau septictank yang sangat menyengat sampai ke ruang-ruang- 56 57 .

Padahal kalau dikabari dia bisa kirim beberapa anggota keluarganya untuk membantu. kondisi MCK lama yang sangat kotor dan tidak terawat sering menimbulkan bau tidak sedap yang sampai tercium di ruang belajar. meskipun dia tinggal cukup jauh dari pondok yakni sekitar 15 km. Pernah di satu pesantren yang sedang membangun sanitren tiba-tiba ada orang yang datang dan protes. kenapa orang ini datang tiba-tiba langsung “marah-marah”. b. 58 59 . bahkan kalau ada gotong-royong dan tidak diundang. Pemanfaatan Biogas. sekarang bertambah 12 lagi sehingga mencukupi. Karena jumlah air limbah yang masuk ke IPAL cukup banyak. pengurus pondok. Hal seperti ini tentu tidak akan terjadi dalam pelaksanaan SANIMAS di masyarakat perkotaan. Manfaat & Pembelajaran a. Tadinya semua pekerja bingung. sedang ada gotong royong tetapi dirinya tidak dikabari. Hal ini tentunya dapat me- ngurangi biaya produksi dan sekaligus meningkatkan pendapatan kantin. asri dan sehat. termasuk orang tua/wali santri. d. Selain itu. Salah satu yang menonjol di sanitren adalah ketersediaan lahan dan keterlibatan yang tinggi dari semua unsur pondok. Jika dulu untuk sekitar 400an santri hanya ada 5 toilet. MCK Plus yang dilengkapi dengan taman ini membuat lingkungan pesantren Nurul Ulum terlihat bersih. Dengan dibangunnya sarana MCK Plus ini. Namun sekarang bau tak sedap di ruang belajar sudah hilang sehingga santri dapat lebih maksimal dalam menuntut ilmu. santri yang belajar di pesantren ini merasa lebih nyaman. c. pengasuh serta wali/orang tua santri. maka akan sangat “berbahagia”. Ternya- ta dia protes karena di pondok pesantren tempat anaknya “nyantri” (sekolah di pon- dok). Pembangunan IPAL di pesantren ini juga dilengkapi dengan biodigester sehingga dapat memproduksi biogas yang diman- faatkan kantin untuk memasak. biogas yang diproduksi juga cukup besar. Kebutuhan Toilet Santri tercukupi dan nyaman. kebutuhan sanitasi dasar mereka. Banyak santri diwaktu senggangnya duduk di taman ini sambil membaca buku atau sekedar bercanda dengan temannya. Lingkungan yang bersih dan sehat.pelaksanaan pembangunannya melibatkan berbagai unsur pondok pesantren seperti: santri.

warga kemudian mempersiapkan semua hal yang diperlukan bagi pembangunan sarana sanitasi ini. karena mayoritas penduduk kampung ini bekerja sebagai pedagang di pasar yang letaknya tidak begitu jauh dari perumahan warga. Namun. ka-rena ternyata banyak pedagang dan pembeli pasar yang menggunakannya. 700. 500 (WC). Pemko Mojokerto. saldo yang dimiliki- oleh SANIMAS Jagalan Lor merupakan salah satu SANIMAS yang mempunyai pendapatan terbesar. Sistem ini telah berjalan sejak SANIMAS ini beroperasi pada bulan April 2006 sampai saat ini. serta Rp. 500 untuk mandi dan Rp. kran (3).- Pendamping PU. 1. Rp. yang terletak di dekat pasar. wastafel. Lokasi Jagalan Lor. Salah satunya adalah SANIMAS yang berlokasi di Kota Mojokerto.500. 1. Mayoritas masih menggunakan MCK umum yang kondisinya memprihatinkan yang berada di sekitar kam pung.000 untuk mencuci maupun mengambil air. Prediksi pengeluaran dan pemasukan awal adalah sekitar Rp. Gaji operator yang dulu hanya Rp. 1. 1.611. fasilitas ini dapat membiayai sendiri operasional dan perawatannya. IPAL Mulai Program Desember 2005 Mulai Operasional April 2006 Iuran Rp. prediksi ini tidak tepat karena jumlah pemasukan ternyata lebih besar dari yang diharapkan. Keberlanjutan fungsi sarana sanitasi ini tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat untuk terus mendukung operasional dan perawatan yang manfaatnya akan dirasakan oleh semua warga. Setiap warga yang ingin menggunakan fasilitas ini diwajibkan untuk membayar Rp.000 (kamar mandi) Biaya Konstruksi Rp. warga masih menggunakannya. maka SANIMAS ini juga diperuntukkan bagi parapedagang dan pengunjung pasar Tanjung.500 dan Rp.000 mampu dinaikkan menjadi Rp. 60 61 . Sehingga baik warga maupun para pedagang dan pengunjung pasar dapat menikmati sarana sanitasi ini dengan lebih nyaman. sanitasi bukan merupakan prioritas karena tidak banyak warga yang mempunyai sarana sanitasi sendiri di rumah mereka. Sampai saat ini. Atas inisiatif warga. Sistem MCK Plus++ yang dipilih merupakan solusi yang paling tepat karena kebanyakan warga belum mempunyai sarana sanitasi sendiri dan juga mengingat adanya pasar yang letaknya masih di area perkampungan warga. Namun. SANIMAS ini sedianya diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di Kampung Jagalan Lor lingkungan Kalimati. Pilihan ini terbukti tepat karena selang lebih 3 tahun SANIMAS ini terbangun.366. 450. rumah jaga. Masyarakat SANIMAS DI TENGAH PASAR Berapa banyak pasar yang mempunyai sarana sanitasi yang layak? Tentunya dapat dihitung. 220. BORDA.SANIMAS.000 dalam waktu kurang lebih 2 tahun. Jumlah operatornya pun bertambah dari satu menjadi dua orang yang bekerja dengan sistem shift pagi dan sore. Kota Mojokerto Sistem MCK Jumlah Pengguna 400 jiwa Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi (2). Bagi penduduk kampung Jagalan Lor. mereka mengaju kan diri untuk diseleksi menjadi calon lokasi SANIMAS di Kota Mojokerto.033. Iuran yang merupakan faktor penentu keberlangsungan operasional dan perawatan fasilitas ini berjalan dengan baik. WC (5). Setelah memenangkan persaingan penentuan lokasi- Dengan sistem pembayaran secara langsung.623.400 untuk BAB.

Kota Denpasar. Jumlah penduduknya 500 jiwa (117 KK). Keberlanjutan Program Sejak awal berlangsungnya program SANIMAS ini telah didesain untuk dapat sustainable atau berkelanjutan. Akibatnya. 600. jalan pun jadi.000 per bulan. sedangkan untuk mandi mereka menggunakan air tanah. TAK ADA LAHAN. ternyata terbukti dapat menumbuhkan kepemilikan masyarakat terhadap sarana sanitasi ini. yaitu kalau tidak ada lahan yang ideal maka badan jalan pun bisa digunakan untuk IPAL. saldo ini sering digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan kampung. Ratarata kebutuhan air bersih per KK adalah 20 liter per hari. Maksudnya adalah kalau tidak ada yang bagus yang agak jelek pun bisa digunakan. sementara diatasnya masih tetap bisa digunakan sebagai jalan. sehingga kotoran mengalir begitu saja dan mencemari (air tanah/ sungai).Mengapa Tertarik SANIMAS? Pembelajaran yang dapat diperoleh dari Sistem MCK Plus++ di lokasi ini adalah : Pasar di dekat lokasi SANIMAS a. Kontribusi Terhadap Keuangan Daerah Dengan besarnya dana yang masuk ke kas SANIMAS Jagalan Lor ini. Kampung Jagalan Lor Lingkungan Kalimati adalah salah satu dari kampung padat dan miskin yang ada di Kota Mojokerto yang menjadi lokasi SANIMAS. Lancarnya iuran yang masuk merupakan salah satu bukti keinginan masyarakat yang kuat untuk dapat menikmati fasilitas sanitasi yang layak. penduduk bekerja sebagai pedagang dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp. Letak kampung ini ada di tengah-tengah lokasi Pasar Tanjung kota Mojokerto. masyarakat biasanya menggunakan MCK yang ada di lingkungan kampung tersebut. sumur tidak layak minum dan sungai menjadi tercemar. MCK yang ada tidak dilengkapi dengan pengo lahan yang memadai. Secara administratif berbatasan dengan Kabupaten Badung di sebelah selatan.000 per bulan. Ada peribahasa “tak ada rotan akar pun jadi”. Pelibatan masyarakat sejak proses seleksi sampai dengan fasilitas selesai dibangun dan kemudian digunakan. b. JALAN PUN JADI Perlunya SANIMAS Kampung Jagalan Lor. Oleh masyarakat. Masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari PDAM dan air tanah. Luas wilayah kampung ini adalah 1000 m². Selain dapat berdiri sendiri. Kabupaten Tabanan di sebelah barat dan Kabupaten Gianyar di sebelah timur. terutama untuk keperluan masak dan minum. Kota Denpasar adalah Ibukota Provinsi Bali. yang didapatkan dengan cara membelinya. Pada umumnya. Lingkungan Kalimati secara administratif masuk Kelurahan Jagalan. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar/ BAB. Bali Umumnya orang hanya mengenal pulau Bali sebagai tujuan wisata. Maksudnya juga hampir sama. 62 63 . masih ada saldo yang tersisa. 40. Kecamatan Magersari. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah sekitar Rp. SANIMAS ini juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan kampung. Dalam SANIMAS juga berlaku peribahasa itu: tak ada lahan. selain dapat untuk membiayai kebutuhan operasional dan perawatan.

Oleh karenanya ketika ada sosialisasi program SANIMAS. b. Borda dan Masyarakat. rencana kontribusi dan pelatihan. Seluruh hasil perencanaan sebagai bentuk kesepakatan masyarakat tersebut didokumentasikan untuk mendapatkan legalisasi dari semua pihak yang menyediakan pendanaan. 258. terutama bagi masyarakat yang tinggal di perkampungan padat dan kumuh di perkotaan.juga masih relatif kecil. Dokumen tersebut digunakan untuk mencairkan dana. Segina sangat sulit memperoleh lahan karena nilai lahan sudah sangat tinggi. Mengingat kualitas air bersih di rumah- rumah petak kurang baik. untuk pembangunan SANIMAS di kota Denpasar. Setelah semua persyaratan teknis terpenuhi. Namun. Di Kota Denpasar ada kebijakan LC atau land consolidation.98 km² dengan jumlah penduduk 600. Oleh karenanya. Pertumbuhan penduduknya rata-rata cukup tinggi yaitu 4. yaitu Satker PPLP.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. pembentukan KSM.05%. Gg. di Kota Denpasar pertumbuhan perumahan juga tinggi. Pengolahan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT) dengan teknologi BioSand Filter (BSF).000.000 .000 mereka bisa mendapatkan 1 unit BSF yang mampu menyediakan air tersaring sekitar 20 liter per hari. Seiring dengan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi provinsi Bali. Kota Denpasar.100. dengan persyaratan bangunan IPAL harus mampu menahan beban 10 ton karena fungsinya memang sebagai badan jalan.000 untuk air minum. membuang limbahnya juga ke selokan sehingga lingkungan menjadi kumuh.839 jiwa/ Km². Denpasar Barat Nama KSM Segina Asri Sistem Perpipaan Komunal Jumlah Pengguna 196 KK / 448 jiwa Spesifikasi Teknis MCK 176 SR (Sambungan Rumah). masyarakat sepakat untuk mengajukan diri sebagai salah satu calon lokasi.820. Masalah yang kemudian muncul adalah lahan. Selanjutnya tim dari BaliFokus membantu menghitung kekuatan strukturnya. termasuk di Gg. Sanitasi membuka pintu kepada akses sanitasi berikutnya. Lokasi Pemecutan Kelod. BORDA. Dan ternyata setelah dilakukan proses seleksi sendiri oleh masyarakat secara terbuka. Namun IPAL ini cakupan pelayanannya- SANIMAS Untuk Kebersihan Lingkungan Karena kondisi lingkungan rumah kontrakan yang kurang higienis.5 bulan. ditambah beberapa blok rumah digunakan untuk produksi sarung pantai. masyarakat memilih sarana sanitasinya dengan sistem perpipaan dari rumah ke rumah kemudian disambungkan dengan IPAL komunal. IPAL Komunal Mulai Program September 2005 Mulai Operasional Januari 2006 Kota Denpasar mempunyai luas 123. Segina menjadi pemenangnya. dimana banyak jalan baru yang dibangun untuk memberikan akses ke daerah-daerah yang tadinya tak terjangkau kendaraan. Masyarakat Manfaat & Pembelajaran a. para. Pemko Denpasar. 150. Sebenarnya Kota Denpasar sudah memiliki sistem sanitasi skala perkotaan yang baru diresmikan oleh Presiden SBY pada tahun 2008 yang IPALnya terletak di Suwung. Selanjutnya dilakukan penyusunan rencana kerja masyarakat/RKM yang dibantu oleh TFL dari Yayasan BaliFokus. 64 65 . Iuran Rp. Dengan dana Rp. kemudian disusun pemetaan calon pengguna. sebagian besar masyarakat perkotaan terbiasa mengguna kan air galon isi ulang yang dibeli dari kios- kios air/depo air untuk keperluan minum dan masak. 5. Dinas PU kota Denpasar memberikan ijin.400. Pekerjaan fisik memakan waktu sekitar 3. sementara yang tersedia hanyalah badan jalan. dan dilanjutkan pekerjaan fisik. sehingga kota Denpasar sejak tahun 2003 sudah menerapkan SANIMAS untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi. hampir semua SANIMAS di kota ini menggunakan badan jalan untuk membangun IPAL Komunalnya. Tingkat kepadatan rata-rata adalah 4.000 jiwa. Namun demikian belum diimbangi dengan penyediaan infrastruktur sanitasinya. masyarakat kemudian mengajukan ijin ke Dinas PU agar diijinkan untuk menggunakan badan jalan sebagai tempat IPAL komunal. rumah-rumah yang akan disambungkan. Namun demikian. Kualitas air hasil saringan BSF telah diuji di laboratorium dan beberapa unit sudah layak minum. membelanjakan dana sekitar Rp.- Pendamping APBN. pengurus KSM memperkenalkan BSF kepada beberapa keluarga yang berminat. Oleh karena itu. Tiap bulan setiap keluarga. Difasilitasi oleh BaliFokus.

Mamuju Berdasarkan data Biro Pusat Statistik pada tahun 2005 jumlah penduduk Sulawesi Barat sebesar 969. Kabupaten Mamuju memiliki prasarana dan sarana sanitasi yang sangat minim dan rendah kualitasnya.429 Jiwa. Mempererat hubungan sosial masyarakat Program SANIMAS yang mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dapat mem- pererat hubungan sosial. gotong royong dan kesepakatan yang diambil murni keputusan bersama. JALAN PUN JADI Profil Kel. Permasalahan ini ditambah dengan adanya sebagian besar masyarakat yang masih melakukan kegiatan buang air besar secara open defecation baik di lahan kosongbantaran sungai. Binanga. Hal ini menyebabkan banyaknya lokasi kumuh.Bangunan IPAL dibawah badan jalan pengguna BSF tetap disarankan untuk merebus air terlebih dahulu sebelum digunakan. Lingkungan Rawa Timur Kelurahan Binanga terletak di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat dengan- 66 67 . miskin. c. Dengan menggunakan BSF seka- rang keluarga dapat mengalihkan pengeluaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli air. serta rendahnya tingkat pola hidup sehat dan bersih. Ditambah lagi mereka menggunakan drainase dan sungai sebagai tempat mandi dan mencuci. Sebagai Ibu Kota hasil pemekaran Provinsi baru. drainase dan pantai. Kerjasama. Musyawarah untuk mufakat merupakan kunci utama bagi suksesnya program ini. IPAL KOMUNAL DI BADAN JALAN LINGKUNGAN TAK ADA LAHAN. untuk keperluan lain.

240 Jiwa. dimana jumlah warga yang memiliki MCK (cubluk) sebesar 87 KK /+ 435 Jiwa atau 35%. diharapkan masyarakat dapat meniru cara pembuatan baffled reactor yang ramah lingkungan. sehingga hambatan sosialisasi/ pendekatan masyarakat dapat diminimalkan dengan adanya komunikasi intensif dan terpadu dari Dinas PU Kabupaten Mamuju. Pemkab Mamuju. serta keinginan masyarakat untuk dapat memiliki jamban pribadi sehingga lebih nyaman dalam waktu pemakaian maupun perawatan jamban yang tidak tergantung dengan pengguna/ masyarakat lainnya. sedangkan 161 KK/+ 805 Jiwa atau 65% penduduk lainnya tidak memiliki sarana MCK. (2) permukiman penduduk Kel. jarak tempat tinggal masyarakat lingkungan Rawa Timur yang berdekatan.000. cuci pakaian dan buang air besar bukan di bantaran sungai/tempat terbuka. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta pola perilaku lama. Masyarakat (1) peta sanitasi kampung. 304.240 jiwa Spesifikasi Teknis MCK 100 SR (Sambungan Rumah). luas lahan/rumah yang relatif sangat kecil. melainkan ditempat yang telah disediakan dengan sistem pengolahan limbah domes- tik yang benar. memerlukan pendekatan oleh KSM dan Dinas penang- gung jawab kegiatan sanitasi Kabupaten untuk menggali potensi masyarakat dan- Jumlah Pengguna 248 KK / 1. dan tukang becak. Komunikasi intensif ini menghasilkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan SANIMAS. Binanga. kondisi tersebut dilatarbelakangi oleh : • • Usaha KSM untuk mensosialisasikan ke- pada masyarakat khususnya di lingkungan Rawa Timur untuk melakukan kegiatan mandi. Binanga Cubluk 68 69 .000. Target kapasitas layanan bangunan perpipaan komunal di lingkungan Rawa Timur adalah 100 KK. perawatan dan operasionalnya. IPAL Komunal Mulai Program November 2007 Mulai Operasional Juni 2008 Iuran Masih ditangani KSM Biaya Konstruksi Rp.- Pendamping PU.3 m² dan secara bersama masyarakat menyusun kelompok swadaya masyarakat untuk ikut berpartisipasi- Lokasi Kel. dengan pertimbangan sebanyak 65 % (161 KK) masyarakat lingkungan Rawa Timur tidak memiliki prasarana MCK. Pelaksanaan SANIMAS di Lingkungan Rawa Timur dapat berjalan lancar terutama pada proses perencanaan dan pembangunan. Secara umum penduduk di Lingkungan Rawa Timur Kelurahan Binanga bermata pencarian sebagai buruh. disebabkan tingkat kebutuhan dan dukungan yang tinggi dari masyarakat dan tokoh masyarakat setempat terhadap program SANIMAS. Buruknya kondisi sanitasi ini menyebabkan tingginya angka penyakit yang ditularkan melalui media air (waterbone diseases). mudah pembangunan. Pengelolaan SANIMAS Pada tahap awal sampai bulan September 2008 biaya operasional dan pemeliharaan jaringan pipa primer dan baffled reactor perbulan masih dalam tanggungan pengelola/ KSM. penjual sayur mayur dan ikan di pasar tradisional.jumlah penduduk tahun 2007 sebesar 248 KK atau + 1. Di lingkungan Rawa Timur ini tidak terdapat satupun sarana MCK umum. Mamuju Nama KSM Balaninor Sistem Perpipaan Komunal merencanakan dan melaksanakan pembangunan. ditambah lagi timbulnya pemandangan dan bau yang tidak sedap di daerah ini. Kab. hingga menghibahkan sebagian lahan kosongnya seluas 4 x 27. Teknologi yang dipilih adalah perpipaan komunal. Dengan keikutsertaan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan. SNVT Pengembangan PLP Provinsi Sulbar dengan masyarakat maupun tokoh masyarakat di lingkungan Rawa Timur.

baik dengan jamban pribadi maupun berkelompok dengan bentuk bangunan yang sederhana dan sesuai kemampuan masyarakat.Kelurahan Binanga. Biji kedelai yang sudah bersih itu kemudian dimasukkan ke mesin penggiling. tenaga pembantu mulai menyaring kemudian mencetak dan- memotong tahu yang sudah jadi. Selanjutnya hasil gilingan kedelai tersebut dimasukkan ke bak penggodog yang terbuat dari semen yang sudah mengkilap karena tiap hari digunakan. Awal Mula SANIMAS Tahu Kepek Bermula dari bulan Desember 2005 ketika masyarakat di kampung Sumbermulyo. Pembelajaran yang dapat diperoleh dari SANIMAS di lokasi ini adalah bahwa walaupun banyak kendala yang dihadapi. perlu diberikan penghargaan atas usaha KSM untuk merubah perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan MCK di bantaran sungai dan rawa-rawa hampir terwujud. sedikitnya telah memberi perubahan perilaku bagi warga Lingkungan Rawa Timur- LIMBAH TAHU UNTUK KOMPOR (1) jalan lingkungan yang sedang diperbaiki. khususnya dalam mengelola kegiatan sanitasi. (5) rembug warga dalam proses Sanimas Pagi itu. cuci dan buang air besar. Api dinyalakan. • Belum kuatnya KSM pengelola kegiatan SANIMAS. Masyarakat yang sebelumnya melakukan open defecation. Pak Yono. pemilik usaha tahu merangkap ketua kelompok swadaya masyarakat/ KSM SANIMAS Sari Mulyo memulai aktifitasnya seperti biasa sebagai pengrajin tahu. (3) IPAL komunal di bawah badan jalan lingkungan. Kelurahan Kepek. masih banyak masyarakat yang belum mengerti fungsi dari manhole hingga masih banyak yang menggunakan manhole sebagai tempat buang air besar. terlihat dari makin banyaknya jumlah masyarakat yang menggunakan sarana sanitasi/kloset yang memadai dan rendahnya jumlah penduduk yang menggunakan bantaran sungai maupun rawa untuk mandi. Penduduk di kampung ini boleh dikatakan mayoritas adalah pengrajin tahu skala rumahan. (4) jaringan perpipaan dari rumah warga. (2) jamban warga yang sudah dipasang pipa. Begitulah keseharian pak Yono sebagai pengrajin tahu. Pembelajaran mendorong masyarakat untuk merubah perilaku hidup sehat. telah berubah dengan mandi dan buang air besar di kamarmandi dan jamban yang telah mereka bangun. yang- 70 71 . Dia mulai mencuci biji kedelai yang sudah direndam untuk dijadikan bahan utama pembuatan tahu. Manfaat Kegiatan SANIMAS di Kabupaten Mamuju saat ini. Namun. Kecamatan Wonosari Kabu paten Gunung Kidul mengajukan diri sebagai calon lokasi program SANIMAS.

jangan sampai bohong karena kami sudah kapok disurvey…” Di wilayah Gunung Kidul terdapat 46 pengrajin tahu yang tersebar diberbagai wilayah atau 5 cluster. Kabupaten Gunung Kidul terbagi menjadi 18 kecamatan. ubi kayu sebagai bahan baku tiwul. masing-masing mampu memproduksi 400 kg kedelai perharinya. dengan tingkat kepadatan sekitar 462 jiwa/Km². Sebenarnya sudah berkali-kali mereka minta bantuan kepada Pemda tetapi setiap kali disurvey kemudian tidak ada tindak lanjutnya. 10. Dukuh Kepek Kampung Tahu Kabupaten Gunung Kidul. baik sebagai pengusaha maupun sebagai tenaga kerja/buruh.485. sampai menimbulkan sikap apatis para- Lokasi Kel. Gunung Kidul luasnya sekitar 21. serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Mereka memasarkan tahunya bukan saja di wilayah Gunung Kidul tetapi juga ke luar kabupaten seperti Yogya. Kepek. 114 desa dan kelurahan. BORDA. Dari jumlah tersebut 14 KK adalah pengrajin tahu. Jumlah penduduk sekitar 260 jiwa terdiri dari 68 kepala keluarga.000.18Ha.303 Ha berupa lahan kering. Wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur.6 ton/hari. Sehingga hal ini menimbulkan protes setiap tahun dari masyarakat. IPAL Komunal Mulai Program September 2005 Mulai Operasional Maret 2006 Iuran Rp. kecamatan Wonosari. Kab.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. Masyarakat pengrajin tahu dan muncul anggapan jika ada orang survey pasti tidak akan ada tindak lanjutnya.700-9400 mg/L dan BOD 34004100 mg/L. maka total kebutuhan kedelai mereka sekitar 5. pak Yono mengatakan: “apakah SANIMAS benarbenar bisa menangani limbah tahu.sudah berjalan sejak tahun 1980an. Pemanfaatan biogas hasil pengolahan limbah tahu Jumlah Pengguna 14 pembuat tahu Spesifikasi Teknis MCK 14 SR. Bahkan kepada tim SANIMAS. Kapasitas produksi mereka rata-rata sekitar 400kg/pengusaha/ hari. Selama ini para pengrajin tahu hanya membuang begitu saja dengan cara mengalirkan air limbahnya melalui selokan yang kemudian masuk ke luweng (gua karst yang banyak terdapat di Gunung Kidul) kemudian mengalir ke sungai bawah tanah yang di bagian hilir digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih bahkan air minum. Akan tetapi apabila limbah produksi tahu mereka dibiarkan maka akan sangat membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Memang secara ekonomi tahu relatif baik dan keluarga pengrajin tahu biasanya dikenal sebagai keluarga yang mampu/kaya.- Pendamping APBN. Sebagian besar wilayah kabupaten ini merupakan daerah perbukitan dan pegunungan kapur/karst yang tandus dan pada musim kemarau sering terjadi kekeringan dan kekurangan air mimun. Mayoritas penduduknya bekerja di pabrik tahu. Jumlah penduduk 868. Luas wilayah adalah 1. Dan tanaman yang paling cocok adalah palawija terutama jagung. DIY Kabupaten Gunung Kidul masuk dalam wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta/ DIY. makanan khas daerah Gunung Kidul. Pemkab Gunung Kidul. Hampir keseluruhan wilayah merupakan daerah pertanian.36 Km². 72 73 . Dari 68 kepala keluarga atau 260 jiwa. 14 diantaranya adalah pengrajin tahu. DIY di barat. Klaten dan Wonogiri. Bantul. Gunung Kidul Sistem Perpipaan Komunal Pembuat Tahu Hindia di selatan. dan 100. SamudraDi Kampung Sumbermulyo RT 4 RW 3 kelurahan Kepek.000. Sleman.000 jiwa. Limbah tahu memang sangat membahayakan bagi lingkungan karena kadar COD air limbah tahu sekitar 7. 202.

(1) Pemanfaatan Biogas Limbah Tahu untuk bahan bakar kompor. seleksi lokasi. dimulailah proses pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sistem komunal di Kampung Sumbermulyo ini. Sarana IPAL juga dilengkapi dengan 2 buah biodigester berukuran masing-masing 6M³. Setelah perencanaan matang dan persiapan selesai. Hal ini dibuktikan dengan pembuangan air limbah pengolahan tahu yang hanya dialirkan begitu saja ke lingkungan padahal mengandung kadar polutan yang sangat tinggi. Dinas PU kemudian melakukan longlist. termasuk menyiram rumput untuk makanan ternak yang menjadi sumber penghasilan pokok masyarakat. Sedangkan pengrajin tahu butuh air sekitar 15m3 perharinya. Oleh karena permukiman pengrajin tahu ini letaknya tidak berdekatan sehingga harus menggunakan pemipaan yang panjang pipa utamanya total mencapai 466. masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari sumur gali dan PDAM. bahkan untuk rebutan. (2) Pemanfaatan air limbah terolah untuk menyiram rumput Kanstruksi Biodigester 74 75 . bahkan untuk rebutan. LPTP yang memfasilitasi program SANIMAS. Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-harinya. Warga bukan pengrajin tahu mengeluarkan biaya Rp 30.000 per bulannya untuk pengrajin tahu.. pada musim kemarau air limbahnya juga banyak dimanfaatkan. Mereka menggunakan biogas tanpa harus membayar. c. dibanding Rp 500. Rata-rata kebutuhan air bersih per KK perhari adalah 1-2 m3 yang digunakan untuk memasak.q. Dari digester itulah kemudian gas yang dihasilkan dipipakan ke rumah-rumah penduduk yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar alternatif. sehingga untuk masak mereka sudah tidak membutuhkan kayu bakar atau minyak tanah lagi. Kesadaran para pengrajin tahu akan kesehatan lingkungan cukup rendah. mandi dan mencuci. Hingga hari ini sudah ada 15 rumah tangga yang tersambung instalasi biogas dari limbah tahu. oleh masyarakat sekitar untuk menyiram tanaman.hingga instalasi tersebut benar-benar bisa digunakan. setelah penandatanganan MoU dengan Pemkab Gunung Kidul. Selain itu. Selain itu. termasuk menyiram rumput untuk makanan ternak yang menjadi sumber penghasilan pokok masyarakat.Produksi tahu butuh banyak air. pada musim kemarau air limbahnya juga banyak dimanfaatkan. shorlist calon lokasi. Setelah lokasi terseleksi. minum. Pekerjaan fisik menghabiskan waktu 4 bulan. oleh masyarakat sekitar untuk menyiram tanaman. kemudian difasilitasi penyusunan rencana kerja masyarakat termasuk pemilihan teknologinya.000.8 m untuk dapat menghubungkan semua pengrajin tahu.

a. b. buruh dan pegawai negeri. Kerinci menurut data BPS adalah 353. Permasalahan yang dihadapi adalah dari sejumlah 167 kepala keluarga (KK) yang ada.7% untuk memenuhi kebutuhan Buang Air Besar (BAB) nya pada umumnya menggunakan saluran irigasi dan lahan umum. kecamatan Sungai Penuh. mudah didapatkan dan terbarukan. dengan jenis mata pencaharian masyarakat Dusun Sawahan Terandam terdiri dari petani.000. sehingga kepadatan penduduknya sebesar 100 jiwa/ km². sekarang bisa menjadi “berkah”.3% yang memiliki jamban keluarga. dengan luas wilayah 3. 76 77 . Dusun Sawah Terandam juga merupakan lokasi terdekat dari pasar tradisional terbesar di Kab. Kerinci Jumlah penduduk di Kab. sisanya 73. pedagang. Dukungan terhadap UKM Penggunaan biogas bagi UKM sangat membantu pengrajin untuk mengurangi biaya bahan bakar. sumber energi ini juga ramah lingkungan sehingga dapat mendukung keberlanjutan industri kecil ini. Oleh karena itu perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.60.521 km². Biogas tahu sebagai energi alternatif Para pengrajin tahu merasa gembira ka- rena limbah yang selama ini menjadi sum- ber masalah. Kerinci yang sangat buruk sanitasinya sehingga kualitas lingkungan di desa ini sangat buruk. Dusun Sawahan Terandam terletak di Kelurahan Lawang Agung.664 jiwa. selain tidak ada lagi komplain ternyata malah bisa menjadi salah satu bentuk “sodaqoh” pengrajin tahu kepada warga sekitar dalam bentuk gas bio untuk masak sehingga warga merasa sangat terbantu untuk mengurangi biaya bahan bakar dan minyak untuk masak yang per- bulannya tidak kurang dari Rp. SANIMAS SUNGAI PENUH Dusun Sawahan Terandam. baru 26. Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Selain murah.

5.000. masyarakat pengguna tetap akan dipungut iuran bulanan sebesar Rp.. Kab.000.000.Kondisi itulah yang menyebabkan masyarakat di Dusun ini sangat berminat mendapatkan program SANIMAS. sumur gali. 5. WC (6).5. 6.000. Pemkab Kerinci.- Pendamping PU. Lokasi Sungai Penuh. Jumlah penerima manfaat SANIMAS di dusun ini sebanyak 107 KK atau 535 jiwa.-. Masyarakat Proses RPA (Rapid Participatory Appraisal) 78 79 ..000. IPAL Pengelolaan Keuangan dalam SANIMAS Pengoperasian dan perawatan dilakukan oleh KSM Sater yang diketuai oleh Bpk. Pengguna tidak tetap bayar seikhlasnya dimasukkan ke dalam kotak Biaya Konstruksi Rp.000/bulan. tandon air.930.136.per bulan dan di lokasi fasilitas sanitasi disiapkan kotak uang untuk masyarakat pengguna tidak tetap. tempat mencuci. Teknologi SANIMAS yang terpilih di lokasi ini adalah MCK Plus dengan pertimbangan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan masih banyaknya keluarga yang belum memiliki jamban pribadi. Kerinci Manfaat SANIMAS Hasil yang diperoleh dari program SANIMAS ini adalah dengan beroperasinya fasilitas SANIMAS telah merubah perilaku masyarakat di dusun Sawahan Terandam. Mulai Program Agustus 2007 Mulai Operasional Pebruari 2008 Iuran Pengguna tetap : Rp. 306. Selain dana diatas. dengan adanya fasilitas sanitasi ini tidak dilakukan lagi sehingga saluran irigasi terjaga kebersihannya. bangunan ruang penjaga. Zikri Idris. Drs. Untuk biaya perawatan tahun pertama (2008) akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp. Nama KSM Sater Sistem MCK Jumlah Pengguna 107 KK / 535 jiwa Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi (2). yang selama ini selalu membuang hajat (BAB) di saluran irigasi.dan dari masyarakat Rp.

Kota Balikpapan secara administratif terbagi menjadi 5 kecamatan, 27 kelurahan/desa. Di kota Balikpapan terdapat kilang minyak pertamina yang dibangun sejak tahun 1950 Sehingga menjadi tempat tinggal bagi para pekerja tambang. Oleh karena itu, secara umum biaya hidup di Kota Balikpapan relatif lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota lain. Akses masyarakat kota Balikpapan terhadap air minum mencapai 43,39% dari total penduduk, yang diperoleh dari PDAM. Sedangkan air bakunya diperoleh dari 56,61% Penduduk yang tinggal di permukiman padat dan miskin di perkotaan memperoleh air minum dari air tanah setempat maupun sumber lainnya Sedangkan akses terhadap sanitasi menggunakan septictank tetapi umumnya tidak standar. Masyarakat yang tinggal di perkampungan pa dat dan miskin di Kota Balikpapan cenderung masih lebih suka BAB di sungai atau lari ke laut. Sayangnya, pemda kota Balikpapan hanya menerapkan SANIMAS sekali saja yakni pada tahun 2006.

Lokasi
Klandasan Ulu, Balikpapan

Nama KSM
Padaidi Padaelo

Sistem
Perpipaan Komunal

Jumlah Pengguna
73 KK / 300 jiwa

Spesifikasi Teknis MCK
42 SR (Sambungan Rumah), IPAL Komunal

Mulai Program
September 2006

Mulai Operasional
April 2007

Iuran
Sesuai kemampuan tiap keluarga

Biaya Konstruksi
Rp. 328.478.000,-

SANIMAS DI DAERAH PASANG SURUT
Salah satu tantangan sanitasi di Indonesia adalah penanganan sanitasi untuk masyarakat yang tinggal di daerah pasang surut. Tantangan yang paling berat terutama adalah rumah-rumah berada di atas air, pantai laut selalu pasang surut, ombak yang besar, masyarakat lebih suka BAB langsung di laut melalui lubang pembuangan di dalam rumah karena lebih mudah. SANIMAS di Balikpapan yang difasilitasi oleh LPTP berani mengambil tantangan itu.

Pendamping
APBN, Pemko Balikpapan, BORDA, Masyarakat

Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
Kota Balikpapan dikenal sebagai kota minyak, merupakan hub atau penghubung untuk masuk ke wilayah-wilayah di Kalimantan. Luas kota Balikpapan 503,30 Km², secara administratif berbatasan dengan Kabupaten Paser di bagian barat, Kabupaten Selat Makasar di bagian timur, Kabupaten Kutai di bagian utara dan Selat Makasar di bagian selatan. Jumlah penduduk sebanyak 601.392 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata sekitar 566 jiwa/km².

Profil Lokasi
Kampung RT 05, Klandasan Ulu, kecamatan Balikpapan selatan secara administratif di sebelah utara berbatasan dengan Jl. Jend. Soedirman, sebelah timur dengan RT 04, sebelah barat RT 06 dan sebelah selatan ada Selat Makassar.

RT 05 Klandasan Ulu termasuk salah satu wilayah pada penduduk dan berpendapatan rendah di kota Balikpapan. Luas wilayah kampung adalah 5.9 Ha. Jumlah penduduk sebanyak 300 jiwa atau 73 KK, terdiri laki-laki 156 jiwa, perempuan 144 jiwa, anak-anak 60 jiwa. Pada umumnya, penduduk bekerja sebagai pedagang, buruh, nelayan dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 600.000/bulan. Masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari PDAM. Rata-rata kebutuhan-

80

81

air bersih sekitar 100 liter/kk/hari, terutama untuk keperluan mandi, cuci, kakus. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah sebesar rp 70.000/KK/bulan. Sarana kesehatan masyarakat yang tersedia berupa Posyandu, Puskesmas, tenaga penyuluh kesehatan sebanyak 3 orang. Jarak dari rumah ke prasarana kesehatan sekitar 2 km. Rata-rata biaya untuk kesehatan adalah sebesar Rp 50.000/ keluarga/bulan. Untuk memenuhi kebutuhan BAB, masyarakat biasanya menggunakan sarana WC dalam ru mah sebanyak 59% dan MCK umum sebanyak 41%, tetapi sarana tersebut tidak dilengkapi dengan sistem pengolahannya, mereka bisa membuang dengan mudah karena lokasi permukiman dekat sekali dengan laut. Pada tahun 2009, RT 05 terjangkit diare dengan penderita sebanyak 7 orang dan 80% adalah anak-anak.

LPTP Solo. Dari penentuan calon pengguna, pemilihan sarana teknologi sanitasi yang dikehendaki oleh masyarakat, penyusunan desain, DED & RAB, kesepakatan besarnya iuran masyarakat, pembentukan KSM, perencanaan pelatihan, perencaan operasional dan rencana konstruksi. Hal sulit yang harus diputuskan oleh tim adalah ketika masyarakat akhirnya memindah lahan untuk IPAL, yang sedianya di lapangan badminton ternyata kemudian dipindahkan ke pinggir laut. Dan ternyata bagian inilah yang tersulit yakni membangun IPAL di lahan
Jaringan perpipaan dari rumah penduduk

(masyoritas penduduk Klandasan Ulu warga Bugis), Pemda, dan LSM LPTP. Khusus dalam pelaksanaan pembangunan awal (pondasi) seringkali tidak memperdulikan siang ataupun malam, dengan memadukan kalender musim maupun kalender dari pelabuhan Balikpapan, maka didapat kapan air surut sehingga memungkinkan untuk melakukan kegiatan konstruksi meskipun waktu tengah malam atau menjelang dini hari. Akhirnya berdasarkan pengalaman warga juga, bangunan IPAL DEWATS berhasil dibangun. Tahap berikutnya memasang pipa air limbah dari rumah-rumah panggung, yang berarti pipanya akan menggantung di bawah rumah papan. Total pengguna adalah sebanyak 73 kk/300an jiwa. Biaya yang dibutuhkan beradaskan RAB sebesar Rp 328.478.000, yang berasal dari-

pemerintah pusat, pemerintah kota, Borda dan mamsyarakat sendiri. Dan siap dioperasikan sejak April 2007. SANIMAS di Klandasan Ulu dikelola oleh KSM SANIMAS “Padaidi Padaelo” yang diketuai oleh bpk. Ambo Andi Muri yang diperkuat dengan SK Kepala Kelurahan nomor: 188/12/KLD.U/XI/2006.

Manfaat & Pembelajaran
Dengan dibangunnya SANIMAS, maka masyarakat di Klandasan Ulu, khususnya RT05, sudah tidak perlu lagi BAB ke laut yang amat beresiko. Bahkan mereka sekarang sudah memiliki jamban di rumah masing-masing dan bisa memanfaatkan kapan pun mereka perlu. Air laut juga tidak menjijikkan lagi, kecuali sampah yang hanyut dari tempat lain. Kolong rumah juga kelihatan relatif bersih.

Bangunan IPAL

SANIMAS Untuk Masyarakat Pantai
Berdasarkan kondisi di atas, masyarakat tertarik untuk program SANIMAS agar lingkungan pemukiman menjadi bersih. Mereka kemudian mengajukan diri sebagaicalon lokasi kepada Dinas PU Kota Balikpapan. Dan ketika dilakukan seleksi terbuka ternyata Klandasan Ulu dinyatakan menang karena scorenya paling tinggi. Tahap berikutnya adalah penyusunan rencana kerja masyarakat/RKM yang difasilitasi oleh pasang surut, sedangkan rumah-rumahnya adalah rumah panggung. Timbul keraguan pada tim, bisakah IPAL dibangun di lahan seperti ini? Waktu konstruksi menjadi molor sekitar 4 bulan, kemampuan teknis membangun konstruksi di lahan pasang surut benar-benar diuji. Proses dan teknik pembangunan IPAL ini memadukan 3 unsur keterlibatan yakni: Pengalaman masyarakat pantai-

82

83

Kepadatan penduduk yang relatif tinggi, letak lokasi yang berada diatas tanah rawa, tingginya muka air tanah serta topografi yang datar merupakan salah satu kendala untuk membangun sarana pengolahan limbah secara terpusat. Sumber air bersih maupun air minum yang digunakan oleh warga bersumber dari PDAM Kota Banjarmasin. Secara sosial ekonomi lingkungan permukiman Kp. Simpang Jagung RT.04 RW. 11 Kel. Pelambuan Kec. Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin sebagian besar warga berprofesi sebagai buruh tambang dan pekerja pada pabrik plywood. Kondisi lingkungan yang kumuh dan berpotensi menimbulkan penyakit disadari oleh warga dengan cara ikut dalam program pembenahan dan peningkatan prasarana dasar sektor sanitasi pengolahan air limbah permukiman melalui kegiatan sanitasi berbasis masyarakat (SANIMAS). Terpilihnya lingkungan permukiman Kp. Simpang Jagung RT.04 RW. 11 Kel. Pelambuan Kec. Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin sebagai penerima program SANIMAS ini melalui tahap yang cukup panjang, dimana kampung ini berkompetisi dengan kampung lainnya untuk mendapatkan program SANIMAS.

Lokasi
Kel. Pelambuan, Banjarmasin Barat

Nama KSM
Baruh Batuah

Sistem
MCK

Jumlah Pengguna
120 KK

Spesifikasi Teknis MCK
Kamar mandi (4), WC (4), kran air (2), bangunan ruang penjaga, tandon air, IPAL

SANIMAS DI TENGAH RAWA

Mulai Program
November 2006

Mulai Operasional
Juli 2007

Pelambuan, Banjarmasin Barat
Jumlah penduduk Kota Banjarmasin menurut data BPS tahun 2005 berjumlah 662.825 jiwa. Secara administrasi kepemerintahan Kota Banjarmasin terbagi menjadi 5 (lima) kecamatan, yaitu : Kec. Banjarmasin Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah. Total luas Kota Banjarmasin adalah 72 Km². Kec. Banjarmasin Barat, memiliki luas wilayah sebesar 13.37 Km² dan tingkat kepadatan 8.342 jiwa/Km² menempatkan sebagai Kecamatan terpadat nomor tiga (Sumber data BPS, 2004). Tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi, tingkat kepadatan hunian dan kepadatan bangunan sangat tinggi, kualitas rumah sangat rendah, serta kondisi prasarana dan sarana dasar yang tidak memadai. Bukan merupakan permukiman liar (squatter settlement). Jumlah total kepala keluarga Kp. SimpangJagung RT.04 RW.11 Kel. Pelambuan Kec. Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin adalah 252 KK, dengan sebagian besar permukiman warga terletak di sebantaran sungai yang melintas pada kawasan permukiman. Sebelum tahun 2006, sebanyak 35,8% (90 KK) warga Kp. Simpang Jagung RT. 04 RW. 11 Kel. Pelambuan telah memiliki prasarana sanitasi berupa WC (cubluk) dengan kondisi pembuangan limbah domestik mereka langsung ke bantaran sungai, sedang 62,5% (157 KK) belum memiliki MCK dirumah dengan menggunakan bantaran sungai sebagai sarana MCK. Buruknya kondisi sanitasi lingkungan tersebut berpotensi menyebabkan tingginya angka penyakit yang menyebar melalui air (waterborne diseases).

Iuran
Rp 500 (mandi); Rp 1.000 (WC), dan Rp 1.000 Rp 1.500,- (mandi. mencuci dan mengambil air)

Biaya Konstruksi
Rp. 207.670.829,-

Pendamping
PU, Pemko Banjarmasin, Masyarakat

(1) dan (3) suasana permukiman nelayan, (2) warga menggunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari

84

85

Pelambuhan hingga saat ini antara lain : masyarakat melakukan pembongkaran “WC terapung” disebantaran sungai yang melintas pada kelurahan pelambuhan.000 untuk pemakaian WC. serta komposisi warga yang sebagian besar tidak memiliki sarana sanitasi yang layak. 178.Rp. RW.Rp.Rp. 11 Kel. Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari MCK Plus di lokasi ini adalah : a. 88. Hasil yang diperoleh dengan adanya SANIMAS RT. perumahan warga sebagian besar berada diatas muka air rawa. Calon pengguna SANIMAS Simpang Jagung RT 04. penjaga.850.000. Dana Pembelian tanah tersebut bersumber dari alokasi dana pendamping APBD II.000.Rp 1.500. 487.Rp. perubahan prilaku konsumsi air bersih masyarakat dengan mempergunakan sarana air bersih PDAM dari MCK SANIMAS untuk kegiatan memasak di rumah mereka. 86 87 . 04 RW 11 Simpang Jagung Kel.000.Rp. mencuci dan mengambil air sebesar Rp 1. Pelambuhan terletak diatas tanah milik ba pak Abdillah yang dibeli oleh warga melalui KSM SANIMAS Baruah Batuah seharga Rp. Bangunan SANIMAS Simpang Jagung RT 04. berubahnya prilaku masyarakat yang biasa open defecation menjadi mempergunakan MCK SANIMAS Baruh Batuah.Manfaat Kampung ini terpilih karena kesiapan warganya untuk berkontribusi (uang maupun tenaga).436. 200.000. 1.800 . keaktifan warganya untuk berdiskusi. Teknologi yang dipilih oleh masyarakat adalah MCK Plus karena lokasi permukiman masyarakat relatif datar. Penyadaran terhadap masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat untuk peningkatan kesehatan ling- kungan Pentingnya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat dan stakeholder terkait agar lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan dan pemeliharaan sarana sanitasi terbangun demi keberlanjutan sistem. Rp.502. di masing-masing rumah. 1 2 3 4 RINCIAN B I AYA B U L A N A N Listrik Penjaga PDAM Pembersih keramik & alat kebersihan R ATA . khususnya kakus. dan perawatan bangunan dapat dilihat pada tabel berikut. 11 Kel.Rp.800.000 .800 . panjang lokasi 15 meter dan lebar 13 meter. b. Namun kontribusi masyarakat dalam OM hingga saat ini belum optimal dilihat dari tingkat kontribusi uang maupun tenaga.-. 24. 85. 500 untuk setiap kali mandi . 14.Rp.R ATA PENGELUARAN Rp. Bangunan Sanimas Ruang penjaga SANIMAS No.sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli antara Bpk Abdillah dengan Bapak Wismanto selaku ketua KSM Baruah Batuah.-. Pendapatan tersebut berasal iuran warga Rp.050.482. Pendapatan/partisipasi masyarakat pengguna perbulan Rp.19.000 .000 Rp. dan untuk kegiatan mandi. 387.- Total Pengeluaran Bulanan Bangunan Sanimas Pengelolaan Keuangan SANIMAS Rata-rata biaya operasional dan pemeliharaan perbulan meliputi biaya listrik. banyaknya warga yang belum memiliki fasilitas MCK. Pelambuhan ini sebesar 120 KK. RW.

sebagai fasilitator program SANIMAS di Solo melakukan perhitungan secara cermat mengenai hal ini. Kota Solo ini cukup unik. Lokasi Sangkrah.- Pendamping PU. Dikarenakan dekat dengan pasar. Tidak saja karena letaknya di tanggul sungai Bengawan Solo yang terkenal.200 (WC). kran (3). bangunan SANIMAS di Kampung Sangkrah berdiri kokoh dan megah.. Namun. Jadwal kereta Punakawan yang lewat dua kali dalam sehari cukup merepotkan para pekerja konstruksi.. ketika kereta lewat para pekerja harus menghentikan aktivitasnya untuk sekedar berjaga-jaga menghindari halhal yang tidak diinginkan. Rel ini berfungsi sebagai jalan kereta api Punakawan jurusan Wonogiri-Solo dan sebaliknya. (3) Permukiman masyarakat pengguna SANIMAS 88 89 . perhitungan terhadap kuat bangunan juga harus memperhitungkan tingkat getaran dari kereta yang lewat. getarannya juga cukup mengganggu konstruksi yang berjalan.614. Selain karena memang tidak ada fasilitas sanitasi lain yang berada di lokasi pasar. 500 (kamar mandi dan cuci). Tantangan paling besar yang dihadapi ketika pembangunan SANIMAS ini adalah pada saat kon struksi. 500 (kamar mandi dan mencuci) NAIK KERETA API. Oleh karena itu. WC (3). Ditambah lagi. SANIMAS ini juga digunakan oleh para pedagang dan pembeli di pasar Tunggul Sari. Dengan biaya yang relatif rendah. LPTP. Biasanya fasilitas SANIMAS dibangun di tengah kampung yang mayoritas tanahnya rata dan mudah untuk dijangkau.. SANIMAS yang berlokasi di Kampung Sangkrah. banyak pedagang dan pembeli yang menggunakan fasilitasi MCK di SANIMAS ini. IPAL Mulai Program Juni 2006 Mulai Operasional Pebruari 2007 Iuran Rp..TUT.252. Pemko Solo. Bangunan bertingkat dua dan dihiasi tanaman di depannya menjadikan MCK ini semakin menarik untuk didatangi. bangunan SANIMAS ini juga cukup mencolok karena warnanya yang cerah dan bentuk bangunannya yang indah. Rp. (2) Pasar Tunggulsari.Tidak saja material bangunan yang harus dijaga. TUT.. (1) Rel kereta api di belakang bangunan SANIMAS. tandon air.. ketika kereta lewat. Kota Surakarta (Solo) Sistem MCK Jumlah Pengguna 265 jiwa Spesifikasi Teknis MCK Kamar mandi (3). 331. Biaya Konstruksi Rp. namun tepat di belakang lokasi SANIMAS ini terdapat rel kereta api yang masih aktif. ruang jaga. Rp.. 200 (WC) dan Rp. Masyarakat Cukup jarang SANIMAS yang dibangun di lokasi-lokasi yang sulit. Hasilnya dapat dilihat sekarang. BORDA . Material bangunan yang biasanya berceceran di sekitar lokasi harus dijaga sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi laju kereta yang lewat.TUT.. selain digunakan sebagai sarana sanitasi masyarakat sekitar.

Dari total jumlah penduduk kota Solo. keratin. 90 91 . perempuan 76 jiwa. terutama untuk keperluan BAB. dan karya seni yang menakjubkan. Perlunya SANIMAS Kampung Sangkrah RT. tatanan penduduk setempat yang tidak lepas dari sentu han kultural dan spiritual keratin yang semakin menambah daya tariknya.Profil Kota Solo Kota Surakarta terkenal dengan batik. perdagangan dan jasa. hanya sekitar 44. budaya. masyarakat biasanya menggunakan sarana MCK umum yang sudah ada. 400.1.VIII adalah salah satu kampung padat dan miskin yang ada di kota Surakarta dan menjadi lokasi SANIMAS. Tetapi sarana tersebut tidak dilengkapi dengan dengan sistem pengolahan.500.000 per bulan. Rata-rata kebutuhan air bersih per jiwa adalah 60 liter/ hari.04 Km².000 . yang memiliki nilai jual.000. Untuk pariwisata. Jarak dari rumah ke sumber air sekitar 1 km.300 pada tahun 2008. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar/ BAB. Biaya yang harus dikeluarkan tiap rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah Rp.per bulan. dan anak-anak 67 jiwa. seni. masak. tradisi kerajaan yang terpelihara. Kota ini lebih dikenal dengan Kota Solo. dan pasar Klewer. Perekonomian kota ini didominasi oleh sektor pariwisata dan perdagangan dengan tingkat UMR Rp. air yang dikonsumsi tidak sehat dan dapat menimbulkan penyakit. Pembelajaran Pembelajaran yang dapat diperoleh dari MCK Plus++ di lokasi ini adalah : a. sehingga perekonomiannya didominasi oleh kegiatan pariwisata. Tidak hanya untuk masyarakat sekitar Penerima manfaat dari fasilitas SANIMAS di Sangkrah bukan hanya masyarakat sekitarnya saja. Luas wilayah kampung tersebut sekitar 4 km². Jumlah penduduk laki-laki 82 jiwa. akhirnya SANIMAS ini dapat dibangun dengan baik dan tahan dari getaran kereta yang lewat. Jumlah penduduknya 215 jiwa (40 KK). Masyarakat menggunakan air bersih yang bersumber dari PAM dan Sumur. sehingga kotoran mengalir begitu saja dan mencemari lingkungan (air tanah/sungai).. dan typhus. muntaber. b. Kebiasaan BAB dan membuang sampah yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan tersebut menyebabkan berkembangnya lalat yang bisa membawa penyakit kepada manusia. Kota Solo mempunyai luas wilayah yang cukup kecil. eksistensi keratin Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Mangkunegaran menjadikan Solo sebagai poros sejarah. 7. 10% tinggal di perkampungan padat dan miskin tersebar di 5 kelurahan. dan keperluan lainnya. dengan jumlah penduduknya 534. Seni dan pembatikan Solo menjadikan daerah ini sebagai pusat batik di Indonesia.04 RW. Akibatnya. Nilai jual ini termanifestasi melalui bangunan kuno. namun juga para pedagang dan pembeli pasar Tunggulsari yang letaknya juga berdekatan dengan lokasi SANIMAS. Kota Solo secara administratif terbagi menjadi 5 kecama tan dan 51 desa/kelurahan. Dengan pengalaman dan perhitungan yang tepat. cuci.540 (tahun 2007). Tantangan SANIMAS di lahan sulit Sebuah tantangan baru bagi SANIMAS untuk implementasi di lokasi-lokasi yang sulit. seperti diare. 674. Pada umumnya penduduk bekerja sebagai buruh dengan rata-rata pendapatan Rp. Salah satu tradisi yang berlangsung turun-temurun dan semakin mengangkat nama daerah ini adalah membatik.

304.025% dari keseluruhan luas wilayah Provinsi. 10. pariwisata. kota Yogya secara ekonomi tergantung pada sektor perdagangan. Sebagai kota pelajar sekaligus kota budaya.560. Kampung tersebut menjadi lokasi program SANIMAS tahun 2007 di kota Yogyakarta. sehingga pada umumnya masyarakat menggunakan sumur gali yang dibuat oleh warga di sekitar kampung terse- 92 93 . kurang lebih sekitar 200 m ke arah Timur dari Tugu Yogya dan 3 Km ke arah Utara dari Kantor Gubernur DIY atau Malioboro. di utara dan pantai Parangtritis di Samudra Indonesia. Lokasi ini terletak tidak jauh dari pusat kota.065 jiwa.5 km² atau 1. Letak daerah berada di titik tengah bentangan provinsi DIY dari puncak gunung Merapi.750. hanya cukup untuk ruang tamu dan kamar tidur saja. Kecamatan Jetis. 45 Kelurahan dan 310 RW. Rata-rata tiap KK terdiri dari 4-5 jiwa. Kampung Gondolayu masuk dalam wilayah Kelurahan Cokrodiningratan. BORDA. pedagang kaki lima. Sebagai perbandingan. UMR Provinsi DIY adalah Rp 500. Pemko Yogyakarta. Kota Yogyakarta Kota Yogyakarta adalah ibukota Provinsi Dae-rah Istimewa Yogyakarta.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. kota Yogyakarta dibagi menjadi 14 Kecamatan. Dari total penduduk tersebut diperkirakan sekitar 125. dan beberapa rumah ditempati oleh lebih dari 1 KK. gunung berapi paling aktif di dunia. Luas wilayah kampung sekitar 1 Ha. Masyarakat SANIMAS MIXED TECHNOLOGY SANIMAS Mixed Technology maksudnya adalah sarana sanitasi yang memanfaatkan gabungan antara sistem perpipaan sederhana dari rumah tangga dengan MCK Plus dan bertujuan untuk dapat memaksimalkan penggunaan sarana sanitasi karena banyak rumah calon pengguna yang tidak mungkin membangun kamar mandi dan WC di dalam rumahnya karena ukuran rumah tinggalnya kecil. sebelah Barat RW 10 dan sebelah Selatan Jl. IPAL Komunal Mulai Program September 2007 Mulai Operasional Maret 2008 Iuran Rp. Untuk kebutuhan air bersih di kampung tersebut belum ada jaringan pipa PDAM.000/ bulan. Kota Yogyakarta. pelayan toko dan buruh bangunan dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp.105.662 jiwa atau 23. Jendral Soedirman Yogyakarta. Luas wilayah kota Yogya sekitar 32. Berarti lebih padat dibanding tingkat kepadatan rata-rata Kota Yogya. Letak kampung berada di Lembah kali Code. serta tidak adanya akses air bersih yang sampai ke rumah mereka. yang juga dikenal sebagai kota pelajar dan kota budaya. Jumlah rumah ada 302 buah.433 jiwa. penduduk di wilayah ini bekerja sebagai pedagang ban. dekat jembatan Gondolayu. tepatnya di Kampung Gondolayu Lor RT 56 & 57 RW 11. Kampung Gondolayu termasuk salah satu dari pemukiman padat dan miskin yang ada di Kota Yogyakarta. kerajinan dan sektor informal lainnya. Yogyakarta Sistem Perpipaan Komunal Jumlah Pengguna 95 KK / 324 jiwa Spesifikasi Teknis MCK 42 SR (Sambungan Rumah).85% tinggal di perkampungan padat dan miskin yang tersebar di 45 kelurahan. dengan jumlah penduduk sebanyak 324 KK/1.000(2008).- Pendamping PU. Jumlah penduduk sekitar 527. Lokasi Gondolayu.Secara administratif. Pada umum nya. Wilayah tersebut secara administratif berbatasan dengan RW 10 di sebelah Utara dan Kali Code di sebelah Timur.

Jarak dari rumah ke tempat sarana Posyandu sekitar 500 m. dan beberapa buah dibangun di dalam rumah.10. Rumah Sakit serta tenaga penyuluh kesehatan sebanyak 4 orang. mandi cuci dan BAB. (2) warga yang melakukan BAB di sekitar Kali Code. Lahan yang gunakan adalah lahan Wedi Kengser milik keraton seluas 100M². Ratarata kebutuhan air bersih per-KK adalah 50 liter/hari. Beberapa menggunakan septictank yang konvensional. Selain itu. muntaber. keluarga lainnya menggunakan 10 buah jamban umum dan selebihnya menggunakan Sungai Code. Tetapi masyarakat juga memberi saran MCK umum tidak dibongkar. Yogyakarta but yang digunakan secara bersama-sama. penentuan calon pengguna dan dilanjutkan dengan pemilihan sarana teknologi sanitasi. dan keadaannya sudah tidak memadai lagi sehingga menyebab kan pencemaran dan bakteri Coli pada air sumur. Untuk kebutuhan BAB. Untuk pemilihan sarana teknologi sanitasi dilakukan dengan menggunakan ICC/ Informed Choices Catalogue dan survey detail. sehingga dinyatakan sebagai kampung yang paling siap untuk melaksanakan SANIMAS. Kota Yogyakarta SANIMAS Bagi Warga Miskin Kota Berbagai kondisi yang kurang sehat tersebut. Kebiasaan BAB dan membuang sampah yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan tersebut menyebabkan berkembangnya lalat yang bisa membawa penyakit kepada manusia seperti diare. Masyarakat lebih suka memilih sistem perpipaan karena dianggap lebih nyaman menggunakannya karena tidak harus keluar rumah dan kemiringan lokasi kampung juga memenuhi syarat. terutama untuk keperluan masak. serta ditentukan jumlah iuran setiap KK/bulan.-/bulan. Di Kota Yogya sebenarnya juga sudah ada jaringan sewerage tetapi masyarakat Gondolayu tidak bisa mengakses karena letaknya lebih rendah. Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk kesehatan Posyandu sebesar Rp. hasilnya Gondolayu memperoleh skor tertinggi. atau lebih tepatnya cubluk dengan sumur resapan.000. di kampung itu hanya ada sekitar 20 KK yang memiliki sarana jamban sendiri yang ada di dalam rumah. Kampung Gondolayu. 94 95 . Limbah dari jamban-jamban yang ada pada umumnya disalurkan langsung ke Sungai Code. MCK yang paling dekat dengan IPAL diperbaiki agar tetap bisa digunakan oleh warga. Kemudian dibentuk KSM yang akan bertanggungjawab untuk mengelola.(1) sumur dan jamban umum. mendorong masyarakat Gondolayu mengajukan surat minat pada saat ada sosialisasi SANIMAS di tingkat kota yang diselenggarakan oleh Dinas LH Kota Yogya. Se luruh kegiatan tersebut dilakukan selama kurang lebih 3 bulan melalui pertemuansetiap minggu sekali yang diikuti oleh semua warga. Sarana kesehatan masyarakat yang ada berupa Puskesmas. Setelah dilakukan seleksi kampung dengan cara kompetisi terbuka dan fair. tetapi air limbahnya bisa disalurkan ke IPAL. dan thypus. Penyusunan rencana kerja masyarakat atau RKM dilakukan dengan didampingi oleh tim dari LPTP. Kegiatan dimulai dari pemetaan lokasi yang disusun bersama-sama masyarakat.

Total rumah yang disambung sebanyak 42 sambungan rumah. ada iuran warga sebesar Rp 10.560 untuk membangun sarana jamban. PU dan pemerintah Kota Yogyakarta. tv. maupun ngobrol dengan tetangga sehingga komunikasi antar warga menjadi lebih cair. Muslim dan dikuatkan dengan SK Lurah Cokrodiningratan No. Komunikasi Warga Lebih Baik Interaksi sosial masyarakat di Gondolayu menjadi lebih baik. permanen. sarana perpipaan tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. tidak ada air meng- genang yang menimbulkan bau dan lalat. saluran drai- nase menjadi kering. kompor minyak.65%) Rumah kecil. 1 SEDANG (51. kamar mandi dan WC sudah masuk ke dalam perpipaan dan diolah di dalam IPAL. kampung menjadi lebih bersih dan sehat. Pembelajaran a.Klasifikasi Masyarakat Berdasarkan Kesejahteraan SANIMAS di tengah kampung Gondolayu No. punya sepeda motor.35%) Rumah >35m2.5 bulan yang dilaku kan oleh beberapa tukang yang dilatih dan tenaga kerja dari masyarakat serta dibawah supervisi dari LPTP sampai sarana tersebut benar-benar selesai 100% baru boleh diresmikan dan dioperasikan. punya seped motor. Sedangkan setiap hari- rata-rata limbah yang dihasilkan oleh warga sebagai akibat dari aktifitas kehidupan bisa dibuang ke badan air sungai code tanpa mencemarinya karena sudah masuk standar baku mutu lingkungan. Mereka lebih sering bertemu untuk berolah raga dan melakukan aktifitas sosial lain di atas IPAL SANIMAS. HP. melakukan kegiatan olah raga sebelum mandi. semi permanen. c.000/bln. MCK umum. Setelah ada sarana SANIMAS. Sarana SANIMAS dikelola oleh warga sendiri melalui KSM yang diberi amanah untuk mengelolanya dan ada operator yang diberi tugas teknis untuk mengoperasikannya. Kesadaran Akan Kesehatan Pemahaman masyarakat terhadap masalah sanitasi menjadi lebih baik. 001/KPTS/CKD/ TAHUN 2007 tanggal 27 Agustus 2007. Pekerjaan fisik mulai bulan September sampai dengan Desember 2007. karena air limbah yang dihasilkan dari dapur. Dana tersebut diperoleh dari bantuan dana dari pemerintah pusat melalui Direktorat PPLP. untuk operasional pemeliharaan sistem dan IPAL. pekerjaan tetap atau usaha kecil KURANG MAMPU (48. dan masyarakat sudah tidak lagi melakukan open defecation dan pergi ke sungai karena sarana yang dibangun lebih nyaman.000/SR/bulan.304. 750. 96 97 . Pada saat antri MCK mereka bertemu. lebih komunikatif dan informasi tentang pembangunan cepat sampai kepada warga. bahkan ada rasa memiliki dan bangga terhadap sarana yang telah dibangun. Punya MCK sendiri di rumah. b. d. terutama pada kelompok ibu-ibu dan anak-anak. Sekarang sarana tersebut dikelola oleh KSM Ramli. lingkungan menjadi lebih bersih. pekerjaan buruh Berdasarkan DED dan RAB yang disusun. Lingkungan bersih Setelah ada sarana SANIMAS ini. serta BORDA. bahkan diatas IPAL bisa digunakan sebagai sarana olah raga. kulkas. listrik. perpipaan dan instalasi pengolahan limbahnya. punya tv. Poluters Must Pay is Possible Masyarakat pengguna sarana SANIMAS sudah membuktikan bahwa sebagai peng- hasil limbah mereka bisa dan sanggup membayar. tempat bertemu warga sehingga kampung sekarang memiliki public space.105. penghasilan > Rp. Pekerjaan pembangunan fisik dilakukan selama 3. penghasilan tidak tetap di bawah UMR. kompor gas. dan dioperasikan mulai Maret 2008. yang diketuai oleh Bpk. Dep.

99 . Oleh karena itu.929 jiwa/ km². mandi cuci dan BAB. dengan rata-rata sejumlah 4-5 jiwa per KK.tahun (2008).268. Pada umumnya. Secara ekonomi. dan kampung tersebut yang menjadi lokasi program SANIMAS tahun 2005. bahkan amat padat di Kota Semarang. pelayan toko dan tukang parkir dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp. RW. tepatnya di Kampung Bustaman RT 04 & 05. 98 Kota Semarang Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah.292 jiwa.000/bulan. UMR provinsi Jawa Tengah adalah Rp.67 km².1 juta/bulan. 177 Kelurahan. Letak daerah berada di titik pantai utara pulau Jawa bagian tengah. (2) penjaga Sanimas Secara administratif. tapi untuk masak menggunakan biogas yang dihasilkan dari kotorannya sendiri. Berarti lebih padat dibanding tingkat kepadatan rata-rata kota Semarang.750./bulan. pedagang kaki lima. tiap hari puluhan ibu-ibu bahkan antri di MCK SANIMAS. Sebagai perbandingan. serta Kabupaten Demak di sebelah timur. Di dalam beberapa rumah ditempati oleh lebih dari 1 KK. pedagang sate.. dengan jumlah penduduk sebanyak 330 KK/ 990 jiwa. Sehingga setelah berjalan 2. kurang lebih sekitar 200 m dari Tugu Muda yang terkenal dan Kantor Gubernur Jawa Tengah. terdiri dari laki-laki 415 jiwa dan perempuan 575 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata 3.(1) papan nama KSM pengelola Sanimas Bustaman. kota Semarang.000. penduduk di wilayah ini bekerja sebagai pedagang makanan.5 tahun mereka sudah bisa membangun balai RW. Dari total penduduk tersebut diperkirakan sekitar 30% tinggal di perkampungan padat dan miskin. Kota ini berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara. biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.715. Kabupaten Semarang di sebelah selatan. Kabupaten Kendal di sebelah barat. Luas wilayah kota Semarang sekitar 373. Rata-rata kebutuhan air bersih per-KK adalah 50 liter/ hari. III Lokasi ini terletak di pusat kota. Kampung Bustaman termasuk salah satu dari pemukiman padat. pendapatan bersih KSM pengelola rata-rata Rp 1. terutama untuk keperluan masak. Luas wilayah kampung sekitar 5 Ha. bukan mau mandi atau BAB. kota Semarang tergantung pada sektor perdagangan dan jasa karena ada pelabuhan Tanjung Mas. Jawa Tengah terdapat sarana SANIMAS yang telah dibangun oleh masyarakat dan penggunaannya sangat optimal. DARI SANIMAS JADI BALAI RW Di kampung Bustaman. Untuk kebutuhan air bersih di kampung tersebut menggunakan air PDAM. Tidak itu saja. kota Semarang dibagi menjadi 16 Kecamatan. 75.700. yang dibangun di atas MCK SANIMAS. Jumlah penduduk sekitar 1. yang juga dikenal sebagai kota Atlas dan terkenal dengan makanan lumpia.

000. IPAL Komunal Mulai Program September 2005 Mulai Operasional April 2006 Iuran Rp.Kampung Bustaman. thypus. Pekerjaan fisik mulai bulan Sep tember sampai dengan Desember 2005.000. Sehingga menimbulkan bau yang sangat mengganggu dan orang sering muntah-muntah karenanya. serta masyarakat sendiri sudah sangat terbiasa menggunakan MCK umum.000. Bustaman dinyatakan menang dan dinilai yang paling siap untuk melaksanakan SANIMAS. Masyarakat lebih suka memilih sistem MCK Plus karena letak rumah yang sangat padat dan kemiringan lahannya rata. tandon air. Sekarang sarana tersebut dikelola oleh KSM Pangrukti Luhur. Satker PPLP dan LPTP.5 bulan yang dilakukan oleh beberapa tukang yang dilatih dan tenaga kerja dari masyarakat. 475. BORDA. Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk kesehatan sebesar Rp. Bahkan mereka bisa masak dengan- Kondisi eksisting saluran terbuka di sekitar rumah warga 100 101 . Untuk pemilihan sarana teknologi sanitasi dilakukan dengan menggunakan Informed Choices Catalogue (ICC) dan survey detail. mendorongmasyarakat Bustaman mengajukan surat minat pada saat ada sosialisasi SANIMAS di tingkat Semarang yang diselenggarakan oleh Dinas PU Kota Semarang. Jarak dari Rumah ke tempat sarana Posyandu sekitar 500 m. Wahyuno. Semarang Untuk kebutuhan BAB. Lahan yang tersedia hanya lahan bekas MCK yang sudah rusak berat. Kebiasaan BAB dan membuang sampah yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan tersebut menyebabkan berkembangnya lalat yang bisa membawa penyakit kepada manusia seperti diare. Kemudian dibentuk KSM yang akan bertanggung jawab untuk mengelola. kran=3. muntaber. warga kampung menjadi lebih bersemangat dan tidak lagi memiliki masalah dengan bau yang menjijikkan.10. Warga mencuci piring di dekat sumber air (ledeng) dan air buangannya langsung dialirkan ke saluran terbuka Lokasi Bustaman.-/bulan. 5. KM=4. yang diketuai oleh Bpk. Kegiatan dimulai dari pemetaan lokasi yang disusun bersama-sama masyarakat. Rumah Sakit serta tenaga penyuluh kesehatan sebanyak 4 orang. ruang jaga. dan dioperasikan mulai Maret 2006. Setelah ada sarana SANIMAS. penentuan calon pengguna dan dilanjutkan dengan pemilihan sarana teknologi sanitasi. serta dibawah supervisi dari LPTP sampai sarana tersebut benar-benar- selesai 100% baru boleh diresmikan dan dioperasikan. Sarana kesehatan masyarakat yang ada berupa Puskesmas. serta ditetapkan jumlah iuran setiap KK/bulan. dari LPTP. mudah untuk mandi dan BAB. Penyusunan rencana kerja masyarakat atau RKM dilakukan dengan didampingi oleh Tim- Pendamping APBN.- Kota Semarang Berbagai kondisi yang sangat sehat di tengah kampung padat tersebut. Kota Semarang Nama KSM Pangrukti Luhur Sistem MCK Jumlah Pengguna 124 KK / 235 jiwa Spesifikasi Teknis MCK WC=6. Masyarakat Pekerjaan pembangunan fisik dilakukan selama 3.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. keluarga lainnya menggunakan 1 buah toilet umum yang sudah dibangun sejak jaman Belanda yang sudah rusak berat. Pemko Semarang. Setelah dilakukan proses seleksi kampung dengan cara kompetisi terbuka. di kampung itu hanya ada sekitar 33 KK yang memiliki sarana jamban sendiri yang ada di dalam rumah. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan selama kurang lebih 3 bulan melalui pertemuan setiap minggu sekali yang diikuti oleh semua warga.

Lingkungan yang bersih. yang bersinergi di satu lokasi secara berkelanjutan dan keduanya dikelola oleh KSM yang sama. yakni program pengelolaan air limbah dan sampah domestik dengan pendekatan berbasis masyarakat. Tanah yang awalnya tidak mempunyai fungsi apapun berubah menjadi tempat warga bersosialisasi. Berawal dari pengelolaan air limbah rumah tangga melalui SANIMAS. di kabupaten Sidoarjo bukan hanya lumpur lapindo yang heboh. Kedua program tersebut ternyata bisa berjalan di satu lokasi secara sinergis dan berkelanjutan. Hal ini sangat penting mengingat tidak semua warga mempunyai tingkat ekonomi yang sama. menonton acara sepakbola di tv ataupun sekedar bercakap-cakap. DARI SANIMAS KE KIPRAH Kabupaten Sidoarjo Berawal dari air limbah kemudian sampah. Nah. Pastinya. tempat yang kotor. Manajemen semacam ini terbukti berhasil karena keputusan yang diambil melibatkan warga dan merupakan komitmen sosial bersama. Manfaat & Pembelajaran a. Bahkan usaha laundry pun sudah disiapkan untuk menambah pengembangan dampak ekonomi dari program SANIMAS. Manajemen berbasis masyarakat Penentuan berapa besarnya jumlah iuran untuk penggunaan sarana di MCK ini sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. MCK di kampung Bustaman ini jauh dari gambaran tersebut. rapi dan higienis mampu ditonjolkan di lokasi ini.menggunakan biogas yang diambilkan dari kotoran mereka sendiri karena dalam feces manusia juga terkandung gas methane yang bisa dijadikan sumber bahan bakar pengganti minyak tanah. kumuh dan tidak higienis secara tidak langsung dapat dihindari. b. tetapi ada juga program yang menarik. yaitu SANIMAS & Kiprah. Dampak ekonomi SANIMAS Sisa dana yang cukup banyak tersedia di KSM mampu digunakan oleh warga untuk kepentingan bersama. kemudian meningkat ke program Kiprah yakni pengelolaan sampah berbasis masyarakat. membuat warga semakin sering berkumpul di waktu senggangnya untuk sekedar membaca Koran. lemari es dan balai RW merupakan fasilitas umum yang dapat dipakai oleh warga. selanjutnya? Mestinya: drainase. Kedua kegiatan tersebut bisa menutup seluruh biaya operasionalnya sendiri. Beberapa fasilitas yang ada seperti televisi. koran. Artinya. c. Dampak sosial SANIMAS Dengan adanya berbagai fasilitas yang tersedia di lokasi SANIMAS. berapapun besarnya iuran yang harus dibayarkan harus diputuskan sendiri oleh warga. d. kabupaten Sidoarjo sudah memulainya dengan pendekatan program berbasis masyarakat. sehingga harus ada kesepakatan yang diambil untuk dapat mengakomodir kepentingan semua warga. MCK yang tidak kumuh Citra yang melekat di hampir kebanyakan orang bahwa MCK selalu identik dengan- Pemanfaatan sarana SANIMAS 102 103 .

Mata pencaharian rata-rata adalah karyawan pabrik (70 %). Retribusi kebersihan di RW2 Rp 3000/ KK/bulan .77%. dengan pertumbuhan rata-rata 2. batas barat desa Kedung Rejo dan batas timur desa Wedoro. terdiri dari 2. 475. BORDA.7.24 Km² atau sekitar 71. karena di lokasi tersebut masih banyak warga yang tidak memiliki jamban sendiri di rumah dan sampah tidak terkelola dengan baik sehingga lingkungan menjadi kotor dan bau. Secara administratif terbagi atas 4 wilayah pembantu bupati. RW3 Rp 7000/KK/bulan. Jumlah penduduk 1. Tahap berikutnya adalah menyusun rencana kerja masyarakat yang memakan waktu sampai 3 bulan untuk menentukan calon penggunanya. Oleh karenanya. dengan batas wilayah sebelah utara: kota Surabaya dan kabupaten Gresik. 322 desa dan 31 ke lurahan.25 Ha. Sidoarjo dengan batas utara kota surabaya. KM=4. 5. Tingkat kepadatan penduduk 2. Kota Semarang Nama KSM Pangrukti Luhur Sistem MCK Jumlah Pengguna 124 KK / 235 jiwa Spesifikasi Teknis MCK WC=6. Luas wilayah desa adalah 76.105 KK. ruang jaga. Lama pembangunan sekitar 3 bulan. sebagian adalah lahan pertambakan: 29.- Pendamping APBN.424. selebihnya sebanyak 112 KK/340 jiwa tidak memiliki jamban. dan ada 1 (satu) Perumahan yaitu Perumahan Makarya Binangun.000. dan hanya 25 KK yang memiliki jamban sendiri di rumahnya. berada pada posisi antara 112. Dokumen RKM tersebut kemudian digunakan untuk pencairan dana pembangunan fisik sarana. RW4 Rp 7000/KK/bulan. tandon air. Alasan mereka tertarik program SANIMAS & Kiprah bagi masyarakat sudah jelas. Jumlah Penduduk sekitar 8. Biasanya untuk BAB mereka menggunakan badan sungai atau kadang-kadang menggunakan plastik yang kemudian nanti dibungkus dan dibuang ke tempat sampah. sebelah barat: kabupaten Mojokerto. sebelah timur: selat Madura. Pengelolaan sampah ditangani oleh RT/RW. Masyarakat Kampung Janti. wiraswasta (20 %) dan PNS/ABRI (10 %).377 Ha terdiri dari pemukiman dan pabrik. dan kampung Janti.067 jiwa/Km². Desa Janti terdiri dari 4 RW. Kabupaten Sidoarjo belum memiliki sistem sanitasi kota.90 bujur timur dan 7. pada saat ada sosialisasi program SANIMAS mereka mengajukan diri sebagai calon lokasi yang siap diikutkan dalam seleksi. serta rencana pelatihan dan operasional. batas selatan desa Ngingas. sebelah selatan: kabupetan Pasuruan. sehingga mereka segera mempersiapkan diri untuk pembangunan SANIMAS pada tahun 2005. yaitu Pemerintah kabupaten. Kabupaten ini mengadopsi SANIMAS sudah sejak tahun 2003 sampai sekarang. Satker PPLP-PU. IPAL Komunal Mulai Program September 2005 Mulai Operasional April 2006 Iuran Rp. Dan kampung Cucung dinyatakan menang. Pemko Semarang.112.000/bulan/KK Biaya Konstruksi Rp. menentukan jumlah iuran. Hasil perencanaan tersebut kemudian didokumentasikan sebagai hasil kesepakatan bersama masyarakat dan dilegalisir oleh stakeholder.50 . menggunakan lahan milik masyarakat yang dihibahkan. Sidoarjo Desa Janti termasuk dalam wilayah administratif kecamatan Waru kab.30 . DED dan RAB. sarana teknologi sanitasi yang akan dipilih. pembentukan KSM sebagai penanggung jawab pembangunan dan operasional pasca pembangunan.Secara georafis. Di kampung Cucung total ada 137 KK 493 jiwa.128 jiwa.97% di bagian timur dan pertanian di bagian barat seluas 28.685. kran=3.278 jiwa (2006).50 lintang selatan. Lokasi Bustaman. Sarana yang dipilih adalah MCK Plus yang dilengkapi dengan biodigester. BORDA dan masyarakat. 2 Kampung yaitu kampung CucungPermukiman warga kampung Janti Tumpukan sampah di permukiman warga Janti 104 105 .000. dan mulai tahun 2006 mulai mengimplementasikan program Kiprah. menyusun desain teknis. Lokasi terletak antara 0-25 meter dpl. 18 kecamatan.26%/tahun. kabupaten Sidoarjo merupakan daerah “delta” yang diapit oleh dua sungai yaitu sungai Brantas dan sungai Surabaya. Kabupaten Sidoarjo memiliki luas wilayah 714. dibuang & dibakar di TPS dan sisanya diangkut ke TPA oleh DKP (tidak setiap hari sampah bisa diangkut ke TPA).

Dibutuhkan waktu. SANIMAS dioperasikan oleh 1 orang operator. c. sedangkan Kiprah dioperasional oleh 7 orang tenaga kerja yang sudah dilatih. Lingkungan Bersih dari Sampah Sejak adanya program Kiprah dan sampah dikelola oleh KSM Janti Berseri. SANIMAS melayani 340 jiwa/112 KK sedangkan Kiprah melayani 800 KK. b. Untuk SANIMAS. 106 . dan dapur yang sederhana menjadi bersih. terutama satu keluarga yang tinggal paling dekat dengan sarana MCK. pengguna membayar Rp 5.000/kk/bulan untuk warga perumahan.000/bulan/KK. Perubahan yang berlangsung secara berkesinambungan merupakan kunci keberhasilan program SANIMAS. Semua tenaga tersebut memperoleh gaji sesuai dengan minimal UMR di kabupaten Sidoarjo. maka sampah yang biasanya berserakan sekarang sudah langsung diangkut ke MRF/material recovery facility. sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan jalanjalan tidak berserakan sampah lagi. tenaga serta keinginan yang kuat agar perubahan yang terjadi tidak hanya bersi- fat sementara. lahan yang digunakan juga berasal dari lahan milik warga yang dihibahkan. Sustainable behavioral change Mengubah budaya dan perilaku warga yang telah berlangsung selama bertahuntahun memang tidak semudah membalik kan telapak tangan.000/bulan/ kk untuk warga asli dan Rp 7. Hal ini membantu masyarakat untuk mendapat- kan energi ramah lingkungan yang terjangkau. Baik SANIMAS maupun Kiprah dikelola oleh KSM Cucung Janti Berseri. Penggunaan Biogas Biogas yang dihasilkan dapat digunakan oleh masyarakat. Manfaat & Pembelajaran a. sedangkan untuk sampah mereka membayar Rp 5. namun dapat terus ber- langsung di masyarakat meskipun program telah selesai dilakukan. Sidoarjo.Begitu pula dengan program Kiprah. Sekarang ibu itu sudah tidak perlu lagi membeli minyak tanah.

KERJASAMA DEPARTEMEN PU DENGAN ORGANISASI PEREMPUAN INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN SANITASI Sanimas yang langsung menyentuh pada infrastruktur dasar permukiman di tingkat masyarakat menjadi obyek yang menarik untuk dijadikan kerjasama dengan organisasi perempuan agar dapat mempercepat jangkauan masyarakat terhadap akses sanitasi serta mempercepat kampanye untuk membangun kesadaran dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya penyediaan sanitasi bagi kawasan permukiman. 02/PKS/M/2008 dan 153/05/ SIKIB/2008 tentang “Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi di Kawasan Permukiman Untuk Mendukung Indonesia Hijau dan Sehat”. Lingkup kerjasama ini meliputi pendampingan kepada masyarakat dalam menumbuhkan kreatifitas masyarakat dalam pengembangan sanitasi serta penyelenggaraan sosialisasi dan stimulasi penyediaan sanitasi untuk mendorong pemerintah daerah dan stakeholders terkait dalam meningkatkan kualitas lingkungan pada kawasan permukiman perkotaan. 109 . Kerjasama Departemen Pekerjaan Umum dengan organisasi perempuan Indonesia ini diawali dengan perjanjian kerjasama antara Departemen Pekerjaan Umum dengan- Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) No. khususnya di perkotaan guna meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Indonesia.

Kota Mojokerto Kep. Kerjasama ini ditandai dengan rangkaian peresmian SANIMAS oleh 7 (tujuh) organisasi perempuan di Indonesia.Kota Banjarmasin BANTEN . Kerjasama organisasi perempuan Indonesia dengan Departemen Pekerjaan Umum ini diwujudkan dalam bentuk pembinaan kepada masyarakat di sekitar lokasi sarana SANIMAS. Air Hanyut. Kec.Kab. khususnya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan sarana terbangun demi keberlanjutan (sustainability) fasilitas SANIMAS. Tanjung Marulak Hilir. Poponcol.Kota Tebing Tinggi NTB . Prajurit Kulon Kel. BABEL .Cikole (mendukung program Desa Sejahtera Binaan SIKIB) PKK Pusat PEMBINA DWPP (Dharma Wanita Persatuan Pusat) Bhayangkari SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) Dharma Pertiwi APPB (Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan) KOWANI 8 JABAR . Ds. Kec. Bangka KALSEL . Dengan demikian. Leuwianyar.Kota Sukabumi SIKIB dan Ibu Negara RI 110 . Dharma Pertiwi. Kel. Kec. Kec. Bhayangkari. sehingga diperlukan upaya evaluasi dan monitoring. Keberhasilan SANIMAS sangat tergantung pada keberlanjutan pengelolaan yang bertumpu pada peran aktif masyarakat. Pamarayan Kp. serta kampanye yang lebih baik. Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (APPB).Sei Jingah. Sungailiat Kel.Dalam pelaksanaannya. dan KOWANI. Damping. Kec. SIKIB juga melibatkan organisasi perempuan lainnya. Kec. Cisarua. Cipedes Kp.Rambutan Lingkungan Bermi. 1 2 3 4 5 6 7 P R O V I N S I . Blooto.Kota Tasikmalaya LOKASI Kel. Serang JABAR .Kab. Selong Kel. Kec.Kab. yaitu PKK Pusat.K A B / KO TA SUMUT . Cijangkar. Dharma Wanita Persatuan Pusat.Banjarmasin Barat Kp. yang akan berlanjut pada meningkatnya kualitas lingkungan permukiman. Lombok Timur JATIM . peran organisasi perempuan sebagai mitra pemerintah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan upaya peningkatan kualitas pengelolaan SANIMAS. Adapun lokasi SANIMAS binaan ketujuh organisasi perempuan tersebut adalah : No. Kec.

Dani Hendarman Soepandji. Bangka TA 2008. 5 kran air. Ny. Lies Djoko Kirmanto pada tanggal 23 April 2009.S. serta masyarakat sekitar. Direktur Pengembangan PLP. Rossi Anton Apriyantono. 1 ruang jaga. Sebelum adanya SANIMAS. Dalam sambutannya.. Meuthia Widjanarko. 6 WC. sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah nelayan. dan kontribusi masyarakat. Ny. Sesuai nama kampungnya. • Pengelola SANIMAS adalah KSM Nelayan I.Lies Djoko Kirmanto. • Luas lahan yang digunakan untuk SANIMAS 300 m2 (hibah dari tokoh masyarakat). Bangka. Gubernur Bangka Belitung. Air Hanyut. Acara peresmian SANIMAS Nelayan I dihadiri oleh rombongan SIKIB (Ny. • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. Ibu Lies Djoko Kirmanto berharap dengan pembangunan SANIMAS ini dapat menggugah dan mendorong perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak dan unsur terkait untuk meningkatkan kesadaran dan mempercepat perbaikan sanitasi. Pembinaan ini ditandai dengan peresmian SANIMAS MCK Plus oleh Istri Menteri Pekerjaan Umum. BANGKA Penandatanganan prasasti oleh Ibu Lies Djoko Kirmanto dan Bupati Bangka Peresmian SANIMAS oleh SIKIB SANIMAS ini akan dikelola oleh KSM Nelayan I. Sanimas ini berlokasi di Kampung Nelayan I. Ny. Peresmian SANIMAS Nelayan I yang ditandai dengan Penandatanganan Prasasti. SKPD terkait. dengan kondisi topografi lahan datar. Kec. Sungailiat terpilih sebagai penerima program SANIMAS tahun 2008. Ny. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung.SANIMAS 2008 K AMPUNG NEL AYAN I SUNGAILIAT . Ny. APBD Provinsi Kep.000. Sumber air bersih masyarakat berasal dari PDAM Tirta Bangka. Peninjauan sarana SANIMAS • Sanimas berupa MCK++ terdiri dari 2 kamar mandi. sejalan dengan tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2005-2009. Laily Muhammad Nuh. Kondisi sanitasi yang buruk dan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah itulah yang membuat Kel. dan dibawah binaan organisasi SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang diketuai oleh Ny. Widodo A. APBD Kab.yang bersumber dari APBN TA 2008. Ny. dan Pengguntingan Pita oleh Ibu Lies Djoko Kirmanto dan Bupati Bangka.000. Ny. Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 48 KK. Zainab Yusuf Asyari).Bangka Belitung TA 2008. masyarakat Kampung Nelayan I sebagian besar melakukan aktivitas BAB di WC helikopter (cubluk yang dibangun di atas sungai) atau langsung ke badan air. Erna Budi Yuwono. Kab. Provinsi Bangka Belitung.Sungailiat.KAB. dimana BAB (Buang Air Besar) tidak pada tempatnya dapat dihilangkan. 1 gudang. Kec. Cubluk dan pipa buangan air limbah warga langsung ke sungai Kondisi perkampungan Nelayan I Panel penjelasan dan foto-foto SANIMAS 112 113 . dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 365.

• Luas lahan yang digunakan untuk SANIMAS 100 m² (hibah dari tokoh masyarakat). pedagang kaki lima.000. dan kontribusi masyarakat . Kondisi sanitasi yang buruk dan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah itulah yang membuat Lingkungan III. karena sejak awal proses pembangunannya melibatkan masyarakat secara penuh. sedangkan untuk drainase masih berupa parit/selokan dari tanah.yang bersumber dari APBN TA 2008. Disamping itu. dan Pembukaan Selubung Plank SANIMAS Mekar Jaya oleh Ketua- Umum Tim Penggerak PKK dan Walikota Tebing Tinggi.SUMUT Pada umumnya kondisi sanitasi masyarakat di Lingkungan III. Sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah buruh.200. dan tukang ojek. dan tali asih dari PKK Pusat. bantuan beras. yaitu aktivi tas BAB dilakukan warga di kebun atau parit karena MCK yang ada sudah tidak layak pakai. dengan kondisi topografi lahan datar. MCK warga yang sudah tidak layak pakai 114 115 . Kota Tebing Tinggi (jumlah penduduk 2100 jiwa atau 300 KK) sebelum pembangunan MCK masih buruk. Kel. Tanjung Marulak Hilir terpilih sebagai penerima program SANIMAS tahun 2008. Tanjung Marulak Hilir. Selain itu juga penyerahan pohon penghijauan. • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. Kel. Jaringan PDAM belum melayani air bersih di Lingkungan III sehingga untuk mencukupi kebutuhan air bersih. • Sanimas berupa MCK++ dengan komponen pengolahan berupa biodigester dan baffled reactor. Dalam sambutannnya. 321. Peresmian MCK Plus++ Mekar Jaya ditandai deng-an Penandatanganan Prasasti. Rambutan. Pembinaan ini ditandai dengan peresmian SANIMAS MCK Plus++ oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK pada tanggal 25 Maret 2009.SANIMAS 2008 TANJUNG M ARUL AK HILIR KOTA TEBING TINGGI . Peresmian SANIMAS oleh Ketua Umum PKK SANIMAS ini akan dikelola oleh KSM Mekar Jaya. Adapun gas Metan (CH4) baru dapat dirasakan manfaatnya setelah ± 3 bulan pemakaian MCK yaitu setelah timbulan tinja diproses di biodigester. Pengguntingan Pita. dan dibawah binaan organisasi PKK Pusat yang diketuai oleh Ny. Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 30 KK (±100 jiwa). Kec. masyarakat menggunakan air tanah dengan menggunakan pompa baik itu pompa tangan maupun pompa listrik (jetpump).. bantuan sound system. Effi Mardiyanto. sebagian besar masyarakat mengumpulkan sampah kemudian dibakar di kebun. APBD Kota Tebing Tinggi TA 2008. baik Ketua Umum Tim Penggerak PKK maupun Walikota Tebing Tinggi berpesan kepada masyarakat agar tetap menggunakan dan memelihara dengan baik MCK Plus++ ini dengan baik. komponen toilet berupa MCK yang meliputi 4 kamar mandi dan 4 WC dan pelengkap berupa tempat untuk mencuci/wudhu serta ruang operator.

Acara ini diadakan di Kota Mataram sore harinya. sedangkan untuk buang air besar. Kelurahan Pancor. karena sejak awal proses pembangunannya melibatkan masyarakat secara penuh. Kelurahan Pancor. Moeloek. LOMBOK TIMUR . • Pengelola SANIMAS adalah KSM Tiga Serangkai. dan Pengguntingan Pita oleh Ketua Umum DWPP.NTB Pada umumnya kondisi sanitasi masyarakat di Lingkungan Bermi. Selain itu juga penyerahan buku dan mesin jahit serta mesin obras dari DWPP. Kelurahan Pancor. Lombok Timur sebelum pembangunan MCK masih buruk. Masyarakat mencuci dan mandi di kolam besar di ruang terbuka dengan air yang kurang bersih.yang bersumber dari APBN TA 2008. Kecamatan Selong. Nila F. Pembinaan ini ditandai dengan peresmian SANIMAS MCK Plus++ oleh Ketua Umum DWPP pada tanggal 6 Mei 2009. Kondisi sanitasi yang buruk itulah yang membuat Lingkungan Bermi. • Sanimas berupa MCK++ dengan komponen pengolahan berupa biodigester dan baffled reactor.943. WC dan. Tempat mandi dan mencuci Plengsengan (tempat buang air besar) 116 117 . yang meliputi kamar mandi. Lombok Timur.SANIMAS 2008 LINGKUNGAN BER MI KAB. Kecamatan Selong terpilih sebagai penerima program SANIMAS tahun 2008. Kondisi sanitasi yang buruk itulah yang membuat Lingkungan Bermi. APBD Kabupaten Lombok Timur. pelengkap berupa tempat untuk mencuci/wudhu serta ruang operator. Peresmian MCK Plus++ Tiga Serangkai ditandai dengan Penandatanganan Prasasti. 534. mereka menggunakan plengsengan (jamban tradisional) yang pembuangannya langsung ke sungai di bawahnya. Kecamatan Selong terpilih sebagai penerima program SANIMAS tahun 2008. Sumber air bersihnya pun langsung dari aliran sungai di atasnya. baik Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan berpesan kepada masyarakat agar tetap menggunakan dan memelihara dengan baik MCK Plus++ ini dengan baik. dan dibawah binaan organisasi Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP) yang diketuai oleh Ny. Dalam sambutannnya. Setelah acara seremonial peresmian di Kab. komponen toilet berupa MCK terdiri dari MCK khusus laki-laki dan MCK khusus perempuan (karena NTB terkenal sebagai daerah yang agamis). Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 255 KK (±800 jiwa). dan kontribusi masyarakat.. Kab. • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. Peresmian SANIMAS oleh Ketua Umum DWPP SANIMAS ini akan dikelola oleh KSM Tiga Serangkai. DWPP melanjutkan acara sosialisasi program SANIMAS kepada seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan se-provinsi Nusa Tenggara Barat.000.

yang bersumber dari APBN TA 2008. WC. dan diisi dengan Penjelasan Pengelolaan Sumber Daya Air yang disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Departemen PU.000. • Sanimas berupa MCK++ terdiri dari kamar mandi. dan kontribusi masyarakat. Acara peresmian juga dimeriahkan dengan nyanyian lagu Pilah Sampah oleh siswa/i SD. Angky Djoko Santoso.K ALSEL Peresmian SANIMAS oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi SANIMAS ini akan dikelola oleh KSM Amanah. dipengaruhi pasang surut dan rawan sanitasi. dan di bawah binaan organisasi Dharma Pertiwi yang diketuai oleh Ny.SANIMAS 2008 SEI JINGAH KOTA BANJARMASIN . dan sarana sanitasi yang ada membahayakan kesehatan. APBD Kota Banjarmasin TA 2008. Secara umum masalah sanitasi di kawasan ini adalah penyediaan air bersih yang terbatas karena kualitas airnya asin. 1. tandon air. sebagian besar masyarakat membuang sampahnya di kebun. • Pengelola SANIMAS adalah KSM Amanah. 299. Ketua Umum Dharma Pertiwi berpesan kepada masyarakat agar tetap menggunakan dan memelihara MCK Plus++ ini dengan baik. rendahnya pendapatan masyarakat setempat. Peresmian MCK Plus++ Amanah ditandai dengan Penandatanganan Prasasti dan Pengguntingan Pita. Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 250 jiwa. Pembinaan ini ditandai dengan peresmian SANIMAS MCK Plus++ oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK pada tanggal 3 Juni 2009. • Iuran pengguna Rp. Kelurahan Sei Jingah Kota Banjarmasin merupakan daerah yang cukup padat. dan IPAL • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. kran. karena sejak awal proses pembangunannya melibatkan masyarakat secara penuh.918. Dalam sambutannya.787.-/bulan/KK 118 119 ..

dan kontribusi masyarakat.279.000. 600. • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. 245.JATIM Peresmian SANIMAS oleh Ketua Umum Bhayangkari SANIMAS ini akan dikelola oleh KSM Kertowongso Sejahtera.per bulan. Pembinaan ini ditandai dengan peresmian SANIMAS MCK Plus++ oleh Ketua Umum Bhayangkari pada tanggal 23 Mei 2009.. Kelurahan Blooto. Penanaman Bibit Pohon. Adapun gas Metan (CH4) baru dapat dirasakan manfaatnya setelah ± 3 bulan pemakaian MCK yaitu setelah timbulan tinja diproses di biodigester. karena sejak awal proses pembangunannya melibatkan masyarakat secara penuh.669. SANIMAS 2008 di kota Mojokerto terletak di Kampung Trenggilis RT. yaitu salah satu kampung padat dan berpenghasilan rendah. APBD Kota Tebing Tinggi TA 2008.I. Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 125 KK. komponen toilet berupa MCK yang meliputi 2 kamar mandi dan 6 WC dan pelengkap berupa tempat untuk mencuci/wudhu serta ruang operator. Kondisi lahan untuk SANIMAS Jumbleng 120 121 . sehingga mereka biasanya menggunakan jumbleng (semacam jamban tradisional). Sebagian besar masyarakat di kampung ini tidak memiliki jamban di rumah. • Sanimas berupa MCK Plus++ dengan komponen pengolahan berupa biodigester dan baffled reactor. Luas wilayah kampung ini adalah 29 Ha dengan jumlah penduduk sebesar 180 KK (679 jiwa). Acara ini juga dimeriahkan oleh Demo Pemilahan Sampah. dan dibawah binaan organisasi Bhayangkari yang diketuai oleh Ny.02 RW.yang bersumber dari APBN TA 2008. baik Ketua Umum Bhayangkari maupun Walikota Mojokerto berpesan kepada masyarakat agar tetap menggunakan dan memelihara dengan baik MCK Plus++ ini dengan baik. Kecamatan Prajurit Kulon. BLOOTO KOTA MOJOKERTO . Nanny Bambang Hendarso. serta Penutupan Jumbleng oleh warga. Dalam sambutannnya.. • Pengelola SANIMAS adalah KSM Kertowongso Sejahtera. yaitu berupa tanah yang digali kemudian diberi tutup dari bekas spanduk. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pengrajin sepatu dan petani dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp. Peresmian MCK Plus++ Kertowongso Sejahtera ditandai dengan Penandatanganan Prasasti dan Pengguntingan Pita oleh Ketua Umum Bhayangkari dan Walikota Mojokerto.SANIMAS 2008 KEL .

000. Kel.yang bersumber dari APBN TA 2008. • Pembangunan SANIMAS ini menelan biaya Rp. Dari 50% masyarakat yang memiliki jamban pun kondisinya mengkhawatirkan. Cisarua. karena air limbahnya langsung dibuang ke saluran terbuka atau ke sungai tanpa diolah terlebih dulu. 360.JABAR Peresmian MCK Percontohan dan Peletakan Batu Pertama SANIMAS oleh Ibu Ani Bambang Yudhoyono Kampung Cijangkar. Akibatnya. dimana sebagian besar masyarakatnya belum memiliki jamban. khususnya terhadap perbaikan sanitasinya.000. dan kontribusi masyarakat. Kota Sukabumi merupakan lokasi terpilih dalam program Desa Sejahtera Binaan SIKIB. APBD Kota Sukabumi TA 2008. dan Penjelasan Maket SANIMAS Cijangkar di bawah program Desa Sejahtera binaan SIKIB 122 123 . Profil SANIMAS di lokasi ini : • Cakupan pelayanan SANIMAS 300 jiwa. komponen toilet berupa MCK yang meliputi 5 kamar mandi dan 5 WC serta pelengkap berupa tempat untuk mencuci/wudhu serta ruang operator. Hal ini juga didukung kurangnya pengetahuan mereka tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).SANIMAS 2008 CIJANGK AR KOTA SUKABUMI . Cikole. Adapun gas Metan (CH4) baru dapat dirasakan manfaatnya setelah ± 3 bulan pemakaian MCK yaitu setelah timbulan tinja diproses di biodigester. • Pengelola SANIMAS adalah KSM Bersama Rangkaian prosesi peresmian MCK Percontohan.. yang memanfaatkan MCK di pinggir sungai. • Sanimas berupa MCK Plus++ dengan komponen pengolahan berupa biodigester dan baffled reactor. Kec. Untuk mengatasi kondisi tersebut Departemen Pekerjaan Umum dan Pemko Sukabumi mengupayakan pengembangan sanitasi jangka pendek berupa pembangunan MCK Percontohan (lokasi di sekitar masjid) dan SANIMAS (lokasi di pinggir sungai). masyarakat sering menderita penyakit diare dan penyakit kulit. Hal ini dikarenakan kondisi sanitasi di wilayah ini cukup memprihatinkan.

BAB III PEMBELAJARAN DARI SANIMAS .

bahkan sering dijadikan tempat bermain dan berkumpul warganya. khususnya penyebaran penyakit melalui media air (water- borne diseases). ternyata terbukti dapat menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap sarana sanitasi ini. Perbaikan kualitas lingkungan yang berawal dari skala lingkungan dapat berpengaruh terhadap perbaikan kualitas lingkungan dengan skala yang lebih besar. Penentuan besarnya jumlah iuran masyarakat untuk penggunaan fasilitas SANIMAS ini juga sepenuhnya diserahkan- Dengan adanya keberlanjutan pemeli- haraan sarana SANIMAS. dan tidak higienis. Citra baru MCK : tidak kumuh menjadi tergantikan dengan lingkungan yang bersih. khususnya terhadap sumber daya air. sehingga masyarakat tidak segan-segan untuk memeliharanya dengan baik. kumuh. dapat mengubah citra MCK yang identik dengan tempat yang kotor. proses menuju Zero Open Defecation Sejak awal SANIMAS didesain untuk dapat berkelanjutan (sustainable).PEMBELAJAR AN DARI KEGIATAN SANIMAS Berbagai kisah sukses dalam kegiatan SANIMAS ini dapat memberikan pembelajaran bagi semua pihak untuk turut memperbaiki kualitas lingkungan. Pelibatan masyarakat sejak proses seleksi sampai dengan fasilitas selesai dibangun dan kemudian digunakan. rapi. Seiring meningkatnya standar kebersihan dan higienitas dengan adanya sarana SANIMAS. bahkan kepada skala nasional. Pembelajaran tersebut antara lain : 1. dan higienis. Sustainable behavioral changes. resiko warga sekitar terkena penyakit menjadi kecil.- 127 . dimana perbaikan kualitas lingkungan ini akan membawa dampak positif pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungannya.

Teknologi campuran (gabungan antara MCK Plus++ dengan perpipaan komunal) ini contohnya dapat ditemui di Beru Wlingi. yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat). masyarakat yang tadinya suka buang air besar sembarangan. ada juga lokasi SANIMAS yang digunakan untuk usaha laundry (Kampung Bustaman. tenaga dan keinginan yang kuat agar perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara. Dampak Sosial Ekonomi SANIMAS Dengan adanya pengelolaan iuran dari masyarakat. atau Balai Warga untuk rapat pertemuan warga dengan badan pengurusnya (RT/RW). sehingga masyarakat dapat memanfaatkan biogas tersebut sebagai sumber energi gas yang ramah lingkungan untuk memasak. mengingat perbedaan tingkat ekonomi warga. SANIMAS dapat memberikan perbaikan kehidupan warganya berupa alternatif sumber energi dengan adanya biodigester (bangunan pengumpul gas methane hasil pengolahan air limbah). DIY). Hal ini sangat penting. sejak terbangunnya sarana MCK SANIMAS hingga kini tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan. biasanya digunakan untuk kepentingan warga itu sendiri. dan beberapa tempat di kota lainnya. sehingga sarana terpelihara dengan baik. misalnya membangun Mushola. tempat berolahraga. Blitar. Ada juga yang menambahkan bangunan diatas IPAL. 3. baik air tanah maupun air permukaan sebagai sumber air baku air minum. maupun hanya tempat duduk-duduk. lemari es. yang dapat digunakan warga. Dengan diolahnya air limbah sebelum dibuang ke lingkungan akan dapat menjaga kualitas sumber air dari pencemaran. walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan. cuci. Semarang). membuat warga semakin sering berkumpul di waktu senggangnya untuk sekedar membaca Koran. kepada masyarakat. Dibutuhkan waktu. Misalnya. Koran. meskipun sarana telah selesai dibangun. Sehingga tidak ada masyarakat yang mengeluh ataupun merasa diacuhkan. Artinya. misalnya dibuatkan fasilitas umum (televisi. melainkan selalu menggunakan sarana MCK SANIMAS. Sisa iuran warga setelah dikurangi biaya operasional dan pemeliharaan. Hal ini akan semakin menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas SANIMAS yang dibangun. dan tempat untuk menjual tanaman hias (selain menambah keindahan lokasi SANIMAS). karena biasanya terdapat taman kecil di lokasi SANIMAS. berapapun besarnya iuran yang harus dibayarkan harus diputuskan sendiri oleh warga. oleh masyarakat. Teknologi ini digunakan untuk memfasilitasi calon pengguna yang belum mempunyai sarana sanitasi sendiri maupun yang telah mempunyai sarana sanitasi sendiri di rumah mereka. Kombinasi Teknologi (Mixed Technology) Penggunaan dua teknologi dalam satu tempat tidak banyak ditemui pada program SANIMAS. dan kakus. Jawa Timur. Dengan tingginya rasa kepemilikan terhadap sarana SANIMAS terbangun dapat mengubah budaya dan perilaku warga yang telah berlangsung selama bertahun- tahun. sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat pengguna SANIMAS. namun juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan biodigester (bangunan pengumpul gas methane hasil pengolahan air limbah). baik untuk tempat bermain anak-anak. menonton acara sepakbola di TV ataupun sekedar ber- cakap-cakap. namun dapat terus berlangsung di masyarakat. sehingga harus ada kesepakatan yang diambil untuk mengakomodir kepentingan semua warga. dapat meningkatkan taraf ekonomi warga di lokasi SANIMAS tersebut. Solusi perbaikan sanitasi SANIMAS tidak hanya menawarkan sarana mandi. 2. sumber energi tersebut dapat diubah menjadi energi listrik untuk lampu dan pemanas air. Kab. balai RW). Dengan kreativitas masyarakat. Dengan adanya berbagai fasilitas yang tersedia di lokasi SANIMAS. sehingga hasil buangan air limbahnya aman dan tidak mencemari ketika dibuang langsung ke lingkungan. Hal ini karena keputusan yang diambil melibatkan seluruh warga dan merupakan komitmen sosial bersama. Perubahan yang berlangsung secara berkesinambungan merupakan kunci keberhasilan kegiatan SANIMAS. masyarakat pengguna itu sendiri. dan untuk masyarakat dalam kegiatan SANIMAS (badan pengelola SANIMAS berasal dari- 128 129 . Selain itu. Tanah yang awalnya tidak berfungsi apapun berubah menjadi tempat warga bersosialisasi. Manajemen semacam ini terbukti berhasil dengan lancarnya iuran yang masuk. bahkan ada yang dijadikan tempat wisata desa (Sleman.

Pemilihan teknologi yang akan digunakan sepenuhnya diserahkan kepada masya- rakat calon pengguna dengan difasilitasi oleh TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) dan disesuaikan dengan kondisi lapangan calon lokasi SANIMAS. Misalnya lokasi SANIMAS dengan teknologi perpipaan komunal dapat memanfaat kan badan jalan lingkungan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah. dan untuk masyarakat. Akuntabilitas program SANIMAS Dengan legalitas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai badan pengelola SANIMAS. Proses transparansi ini penting bagi akuntabilitas program yang berasal dari masyarakat. selain dari hibah. ada MCK- Plus++. Transparansi merupakan salah satu aspek yang menonjol di dalam implementasi program ini. Sehingga alokasi dana untuk pembebasan lahan yang tidak terpakai. juga tersedia beberapa pilihan. sampai perawatan dapat dipantau oleh masyarakat.. Septictank Komunal. 130 131 . Solo dan juga di Blitar. Akses mulai dari proses perencanaan. dapat juga memanfaatkan ruang publik. penyusunan rencana anggaran. Dari segi penggunaan lahan pun tidak terbatas. atau membeli dari penduduk. Dari segi pemilihan teknologinya. Hal ini memberikan bukti akuntabilitas program SANIMAS. dapat digunakan untuk memperbaiki dan membangun komponen toilet bagi rumahrumah yang terlayani. mendorong agar KSM menyampaikan laporan keuangan bulanannya di depan rapat RW. konstruksi. Solo. Perpipaan Komunal. oleh masyarakat. yaitu di Desa Kragilan. tidak harus masyarakat biasa saja. namun ada yang berasal dari kaum difabel (cacat) di Desa Kragilan. Misalnya un- tuk calon pengguna SANIMAS. yaitu pabrik tahu/ tempe di Gunung Kidul. DIY. maupun kombinasi antara MCK Plus++ dengan Perpipaan Komunal. Jawa Tengah maupun untuk industri rumah tangga. Kegiatan SANIMAS ini fleksibel dan tidak terbatas pada satu sisi saja.

BAB IV LAMPIRAN .

Kec.665 9 JAWA BARAT 1 8 BANTEN 1 7 LAMPUNG 1 Kab. Kec. Dharmasraya PROVINSI KO TA Mojokerto Sidoarjo Pasuruan LOKASI Kedung Kwali III Bungur Medaeng. Desa Pakong (Putra) PP Miftahul Qulub. Desa Polagan (Putri) Mrican. III RT. Kel. Pasean Pondok Pesantren Darul Jihad. I/I Kel. 03 & 04 RW. Kel. Sungai Liat Kec. Kedaton. Tunggang. Talang Aman. Pekandelan PILIHAN TEKNOLOGI MCK MCK MCK Perpipaan MCK MCK MCK MCK MCK Perpipaan Komunal Perpipaan Komunal PENGGUNA (JIWA) 400 400 400 312 400 350 307 307 228 365 196 3. Kampung Lingk. Kampung Baru Lingkungan Mesjid Kauman Banjar Pamecutan Kaja. Sidokare. 1 2 3 Jawa Timur 3 SUMATERA BARAT 2 Kab. Kel. Sanawetan Jagalan Lor Lingkungan Kalimati. Sec. Solok 1 2 MCK plus 70 350 DATA SANIMAS 2004 No.Palawan 2 1 MCK plus 50 250 1 MCK plus 60 300 Kab. Pangkalan Kerinci Jorong Kampung Tangah. Kec. MukoMuko Utara Pesantren Darul Amal. Kemuning. VIII.239 No. Kel. Bugul Kidul PP Sumber Bungur. Sidoarjo Bakalan. Kel. Lampung 1 1 MCK plus 150 750 2 Jawa Timur Pamekasan 3 4 5 6 8 9 10 11 Blitar Mojokerto Sidoarjo Tegal Semarang 1 MCK plus 62 150 Kab. 03 Desa Cibogo. Gading Rejo. Sibolga Utara RW I. Kec. 04 Kejaroan Kampung Pulo. Cisauk SISTEM TERPILIH MCK plus Jumlah Pengguna KK 96 JIWA 350 1 SUMATERA UTARA Kab. Kec. Kec. Desa Sikijang. Pasar Padi. Kelurahan Karang Tengah RT. Rangkui Sungai Selan. Kec. Waru Mandaran Rejo. Banjar Batur 6 PILIHAN TEKNOLOGI MCK = Biogas MCK = Biogas Perpipaan Komunal MCK = Biogas Perpipaan Komunal Perpipaan Komunal PENGGUNA (JIWA) 222 164 400 268 85 100 1. Kel. Kel. PROVINSI KO TA / K A B U PAT E N 1 Kota Sibolga 1 1 LOKASI Kelurahan Hutabarangan. Pondoik Puguh RW. Kec. Talang Putri.Kec. Kragilan Lingk. Kec. Kec. Sungai Selan 3 1 MCK plus 78 365 PROVINSI KO TA Pasuruan LOKASI Kel. Kel. Segina VI. Sukorejo Pucuksari Selatan. Magersari Kel. Pangkal Pinang 1 MCK plus 50 188 DATA SANIMAS 2005 No. Kec. Jagalan Kampung Kedung Boto RT 17 Keturen. Kec. Kec.Siak 2 RIAU 2 Kab. RT 01-02 RW I Kampung Bustaman Kampung Kalitaman Perum Penyandang cacat & seniman. Sungai Liat 1. Kec. Sukorejo. 1 2 3 4 5 6 Bali TOTAL Jawa Timur DATA SANIMAS 2006 KO TA Mojokerto Sidoarjo Pasuruan Kediri Blitar Denpasar 6 PROVINSI LOKASI Kel.Kota. Dempo Barat. Desa Gintung.075 4 SUMATERA SELATAN 1 1 MCK plus 70 350 1 MCK plus 197 986 Kota Palembang 3 1 MCK plus 12 60 4 Pamekasan 1 MCK plus 73 365 5 6 7 Bali TOTAL Kediri Blitar Denpasar 7 1 5 BENGKULU 1 Kota Muko-Muko 2 1 MCK plus 70 350 MCK plus 72 361 Kab. Kec. Koto Baru Kampung Talang Putri RT 21. Gandus Pantai Indah RT V. Denpasar Barat 8 PILIHAN TEKNOLOGI MCK MCK = Biogas MCK = Biogas MCK = Biogas MCK = Biogas MCK = Biogas Perpipaan Komunal Perpipaan Komunal PENGGUNA (JIWA) 300 200 375 400 500 300 400 600 3. 1 6 BANGKA BELITUNG 3 Kab.05. Kampung Lingk. Kec. Balongsari. Tualang Pondok Pesantren Al – Muslimun. Bugul Kidul Kec.Balowerti Kel. Kedaton Masjid Syech Amaludin Komplek Perumahan RSS Eko Damai Mandiri RT. Tangerang 2 RW. Gandus. Kec. III Kel. Kecamatan Sukadiri. Kanagari Koto Baru. Kadur Karanglo RT 02 RW 15. Perawang. Gandus RT. Kabupaten Tangerang 1 MCK plus 120 480 Jawa Tengah Salatiga Surakarta Bali TOTAL Denpasar 10 Kota Sukabumi 1 1 11 Kampung Pasir Pogor. Plaju. Bangka 1 MCK plus 129 577 Kota. Kec. Sungai Selan Lingkungan Nelayan II Kel.DATA SANIMAS 2003 No.22. Kampung Talang Aman RT. Kec. 22 RW. Gunung Puyuh MCK plus 95 350 134 135 .Gading Rejo Pondok Pesantren Al-Falah. Junjung Sirih Jorong Pasar Koto Baru. Pasar Muko-Muko. Kanagari Paninggahan. Br. Kec.

Kec. Kec. Kampung RT 01. Tondonggeu Kec. Bitung Timur Kec. Desa Tegal Kerta. Cermee MCK plus 76 265 13 BALI 2 Kota Denpasar 2 1 Banjar Muliawan. Kel. Bontang Selatan RT 15 Jn.1 Kota Surakarta 1 Kampung RT 4 RW VIII. RT 4A & 4B. Kec. Kec. Jamsaren. Sumenep Kab. Sentanan. Tilamuta Kampung Kompleks Sari Kelapa Kel. RW II. Kec. Beru. Klandasan Ulu. Boalemo Kota Bitung 1 1 1 MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus 126 94 100 140 504 376 400 700 1 1 Kab. Panjang Wetan. Lingkungan Jayeng. Kecamatan Pasar Kliwon Kampung Karang Asem RT 03 & 06. Pelabuhan. Wolio 4. Nganganaumala Kec. Balikpapan Selatan Kampung RT 84. Banjarmasin Utara Kampung Simpang Jagung RT. Pohuwato Kab.04 RW 011 Kel. Bataraguru. Kel. RT 01. Kabor. Tomba Kec. Kec.700 247 23. Jombang 1 1 1 1 1 1 MCK plus Pemipaan Komunal (Tahu) MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus Kombinasi MCK Plus dan Pemipaan Komunal Pemipaan MCK Plus MCK Plus MCK Plus Kombinasi MCK Plus dan Pemipaan MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus MCK Plus Kombinasi MCK Plus dan Pemipaan 90 14 163 185 110 40 103 111 89 96 66 80 141 140 111 108 80 80 113 51 277 1 70 652 15 766 228 1 200 274 312 400 300 196 400 490 1 560 Kota Bau-Bau 300 400 400 400 480 256 20 NUSA TENGGARA TIMUR 2 Kota Maumere JUMLAH 50 Kota Kendari 1 19 SULAWESI TENGGARA 2 4 1 18 SULAWESI SELATAN 2 Kab. Pedukuhan Padeyan. Malang Kab. RW 29 Kel. 05. Lingkungan Beru. Limboto Dusun Teratai. Kec. 02. Bangkalan Pondok Pesantren Darul Falah. Kadipiro. Gunungkidul Kab. Kel. Banjar Bali. Kel. 7 & 8. Magersari RT 01 & 02. Banjarmasin Tengah Kampung RT 03 & 02. Waru RT 02 & 03. Banjarsari Kampung Plombokan RT 04-05. Kel. Kel. Semarang Utara Kampung Kandang Menjangan RW 10. Kelurahan Plakpak. Kec. Kel. Lebak. Jombang RT 03. Batu Ampar. Kec. Magetan 1 1 1 1 Kota Kediri 1 1 Kab. Blitar Kota Blitar Kota Pasuruan Kab. Tompokersan. RW I. Kec. Kel. Desa Janti. Pangetanan Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Kelayan Tengah. Wolio Kampung Kanakea. Binamu Dusun Curio. Banjarmasin Selatan Kampung RT 18 RW 05 Kel. Kel. Sidoarjo Kab. Bluto Kampung Baru. Kleco. Desa Ramban Kulon.Jombang Krajan. Teluk Dalam. Kamp. Payaman. RW 01 Kel. Plombokan. Kec. Lumajang Pondok Pesantren Pa+Pi. RW I. Kec. Alok 65 Komunal Pemipaan 130 510 MCK plus 48 197 Kab. Kota RT 28 & 29. RW 20. Buleleng RT 18. Kel. Jombang. Desa Bettet. Antasan Kecil Timur Kec. Kel. Kel. Kec. Kec. Desa Curio. Kec. 03. Pamekasan RT 02-03. Kelurahan Kayu Bulan. Bondowoso 1 1 1 1 1 1 1 MCK plus 120 600 Komunal Pemipaan 50 304 Kab. RT. Kec. Kec. Lingk. Nurul Islam. Kec. Pelambuan Lingkungan I. 04. Kec. Jeneponto 2 1 Komunal Pemipaan 70 275 1 Komunal Pemipaan MCK ++ MCK ++ 65 24 24 300 120 120 1 MCK ++ 24 120 MCK Plus 124 620 Kota Kupang 2 1 MCK Plus 142 710 1 MCK Plus 51 5. Bangkalan Kab. Marisa Kel. RW IX. Pamekasan 1 Kab. Wolio Kampung RT 02. Desa Karang Cempaka. Payaman. Kec. Kec.Muntilan Dusun Sumber Mulyo. Kel. Buleleng 1 1 Komunal Pemipaan MCK plus 110 81 450 296 Kota Semarang 10 JAWA TENGAH 5 Kota Tegal 6 1 MCK plus 93 356 Kota Bontang 1 MCK plus 123 450 1 14 KALIMANTAN TIMUR 2 4 1 Kota Balikpapan 1 MCK plus 56 168 Kota Pekalo-ngan 1 MCK plus 89 315 MCK plus Pemipaan Komunal 44 73 260 290 Kab. Dandangan. Enrekang 17 SULAWESI UTARA 1 16 GORONTALO 4 Kab. Kel. Kepanjen. Bugul Lor. Bitung Timur Lingkungan Bontosunngu Selatan. RT 03 Kel. Kec. Pekalongan Utara Kaweron RT 01-04. Padengo. RT 10. Kec. Tegal Barat Kampung Panjang Wetang RT 8 RW 16. Kec. Kec. Denpasar Barat Banjar Tegal Mawar. RW III. Kec. Desa Marisa Selatan. Kec. RW IV. Tanjung Laut Indah. Bontang Selatan RT 73 Kel. RW 01 Kel. Kelurahan Sangkrah. Kec. Wonosari. RW XVI. RW I . Berbas Pantai . Kec. RT 6. Nganjuk Kab.08 Kel. Kepanjen Kidul RW IV & VII. Magetan Dandangan RW IX. Curio Kampung RT. Pesantren Pondok Pesantren Al Mujtama' (Pi). Kec. Pangeranan. 06 Kel. Kel. Kel. Kel. Magelang 11 DIY 1 Kab. Kel. Prajurit Kulon. Naikoten I Kec. Kec. Kamp. Abeli Kampung Lingkungan RT 21 RW 08 Kel. Tawanganom. Kec. Balikpapan Utara RT 05. Kec. Kepanjen Dukuh Kebaran RW IV. Kec. Empoang. 02 RW. Oebobo Kampung RW I. Kec. Kabila Desa Bajo. Kel. Kec. Kel. Kel. Kel. Pelambuan Kec. RT 07. Muntilan. Kec. Lumajang 12 JAWA TIMUR Kab. Kec. Kepek. 02 RW II dan RW III Kel. RW II. Bonebolango Kab. Kel. RW III. RW IV. Wlingi Wiroyudan RT 04 & 05.886 136 137 . Prajurit Kulon RT 01 & 02. Kepanjen Lor. Kec. Bugul Kidul Kampung Cucung. Tegalsari. Gorontalo 4 1 KALIMANTAN SELATAN 1 Kota Banjarmasin 4 1 1 MCK plus 79 395 MCK plus 79 395 MCK plus 40 200 Kota Mojokerto 1 Kab. RT.

Sawahan Tarandam Kec. Kel. Kelapa Tiga Kec. Kel. Kec. Kec.SUMBAR Kelurahan Parit Rantang Kampung Painan Selatan. Nagari Sungai Rumbai. Kec. Kuday. Kec. Kota Solok . 05 RW. RT 05 RW 15. Kota Palembang Kel. Kel.SUMBAR Jorong Balai Tangah. Kecamatan Gunung Talang.BANTEN MCK + 70 350 No. Siring Agung. Lingk. Kel. Ds. Kec. Nagari Pakandangan. 05 RW. Pasar Sarinah Kec. Bandar Utama. Kec.Tiga Empat Hulu. Medan Deli. Kec.SUMBAR 1 3 Sumatera Selatan 1 Kota Palembang 4 1 MCK + MCK + 70 70 350 350 1 MCK + 63 300 Kab.Tiga Empat Hulu. Lingkungan I. Sibolga Kota. Kab. Asahan 1 MCK + 60 300 Kota Tanjung Balai 1 MCK + 60 300 Kab. Kec.SUMUT Pesantren Ar Raudathul Hasanah Kel. Kerinci 5 Jambi 2 6 1 1 1 Kab. Sukawana. Kel.05. Padang Pariaman . RT 03 Kec. Kel. SungaiLiat. Ds.Bangka Induk 2 MCK + 82 400 1 Kota Tebing Tinggi 1 MCK + 60 300 Kab.SUMUT Lingkungan XXIII. Serang. Serang. Pekan Labuhan. 03 Kel. Kec.Lima Belas Hulu RT 17. Kel. Solok SUMBAR Desa Lunto Barat. Kec. Seberang Ulu 1. Rantau Utara Jangkak Kel. . Panjang. Kec. Pasar Kec. IV Jurai Jorong Bandar Pandung RT 01 RW 03 Kel.BANTEN Kampung Kubang Kemiri RT. Tebo Tengah Kec. Tanjung Karang Pusat. Pesisir Selatan 1 1 MCK ++ MCK ++ 100 100 500 500 Kab. Tanjung Karang Timur. Lingk. Tanjung Ketapang. Tanjung Karang Pusat. Kota Medan .BANTEN Kampung Kubang Kemiri RT. Kel. Medan Belawan. Pisangan Periuk RT. Labuhan Batu Kota Bukitinggi 1 1 MCK + MCK ++ 50 100 200 500 1 MCK ++ 100 500 6 Lampung 1 Kota Lampung 6 1 1 MCK ++ 235 1175 1 1 MCK ++ 50 200 Kota Tangerang 1 1 Kab. Kayu Agung. Cipare. Kec. Tebo 1 1 1 Kab. Kota Sawah Lunto . Kumun Debai. Jl. Tanjung. Tebing Tinggi Kota. Cipare. Pidada RW. Teluk Betung Selatan. Kisaran Barat Lingkungan 1. Sepatan. Seberang Ulu I. Serang . Tanjung Karang Pusat. Tanjung Balai . Serang .Sungai Penuh. 05 Kel. Kel. Kec. Kec. Kab. SungaiLiat. Solok 2 Sumatera Barat 8 9 1 Kota Sawah Lunto 1 MCK ++ 100 500 Kab. Tanah Garam.SUMBAR Korong Ringan-ringan. Teluk Rubiah II Kec. Kab. Ds. 03 Kec.Bangka Barat 2 6 Kota Pangkal Pinang 1 MCK + 50 200 4 Bangka Belitung 4 1 1 Sumatera Utara 6 Kota Sibolga 9 1 MCK + 129 645 Kab. Kab. Ilir Barat I. kelurahan Sawah Brebes Kec. Tanjung. Kedawung Baru. Bacang. Lingk. .Lawang Agung. Sukawana. Toboali. Kel. kel. Sungai Rumbai. kel. Serang .SUMUT Kel. Bukit Intan. Serang . Pulau Seram Ligkungan VI.SUMUT Kampung Senteong. Kota Palembang Kec. Nagari Painan. Lingk. SungaiLiat. 02 Kel.DATA SANIMAS 2007 KO TA / K A B U PAT E N SISTEM TERPILIH Jumlah Pengguna KK JIWA 1 Kel. Medan Labuhan. Sibolga SUMUT Lingkungan IV. Boxit. Kec. Tebing Tinggi . PROVINSI LOKASI Kampung Gudang Arang. Enam Lingkung. 04 RW. Rimbo Bujang. Kab. Kel. Tanah Kampung. Durian Payung Kec. Kel. Kota Palembang Kel. Campagoimpoh. Tanah Garam. RT 06. Kec. Neglasari. Air Anyut Kec. Matahalasan. Seberang Ulu I. Nagari Talang. Kota Medan . Kel. Kel. Kel. Pancuran Grobak. Tanjung Balai Kota.BANTEN Kampung Sempu Seroja. Kec.BANTEN MCK ++ 53 290 MCK + 80 400 Kota Solok 1 MCK ++ 100 500 MCK + 80 400 138 139 . Muntok.Pulau Punjung. Simpang Selayang Kec. Kel. Darmasraya . Parit Pekir Kec. Kaliawi Kec. Tanjung Sawah Kec. Kel. Lorong Wakaf RT 31. Kab. Kel. Kec. Sembilan Kec. Kumun Mudik Kec. Bangka Selatan 1 MCK + 70 350 1 MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + Komunal MCK + MCK + MCK + 100 92 95 71 103 56 128 91 84 105 85 100 100 169 80 95 95 115 214 500 460 221 355 515 280 640 455 420 400 425 500 500 845 400 380 475 575 860 1 Kota Medan 1 MCK + 68 300 Kab. Kota Bangun. Kec. Kota Tangerang Kamp.SUMUT Kel. Darmasraya 1 Kab. Kec. Tangerang . Rantau prapat Kec. Tangerang 1 MCK + 105 400 Kab. Tegal Sari Kec. 02 Kel. Medan Tuntungan Jl. Kangkung Kec. Lingk. Kab. Padang Pariaman 1 MCK ++ 100 500 7 Banten 3 5 MCK ++ 46 230 Kota Payakumbuh Kab. Belawan Bahari. Sungai Penuh. . Kec. Nagari Pulau Punjung. Kab. Kec. Kel. Darmasraya SUMBAR Jorong Aro Talang. Kota Medan . Serang 3 Kampung Sempu Banten Girang RT 01 Rw 17 Kel. Jorong Pasar Lama. Kota Palembang Kampung Sei Hitam RT. Muntok. Kab.

Kel. Sumber Batu. Kec. Kab. Purworejo. Al-Inayah.An Nawawi. Magelang . Kodok. Kab. Sidoarjo .JATENG Kel. Kel. Kab. Wates. Kec. Magetan 1 MCK + 133 262 Kab.DIY Dusun Jetak 2.3. Kel. Desa Sumber Batu. Kab. Kel. RW 01 Kel. Kel. Tabanan .JATIM PP Walisongo. Kec. Kab. Kampung Baru. Kel.JATIM Lingk. Kec. Kaliwungu. Kota. Kaligangsa Kulon RT 02. Kulon Progo . RW 11. Magelang 1 MCK + 63 215 1 MCK + 70 350 Kota Yogyakarta 1 Komunal + biogas 95 324 Kab. Kec. Kota Surakarta . Mamba’ul Ulum.JATENG Ponpes . Brebes 1 1 MCK + 70 350 Kab. Tegal Barat.DIY Dusun Gunung Saren Kidul.JATIM PP. Kota Sukabumi . Kec. Jebres. Kota Denpasar . Pekalongan Timur. Kab. Srandakan. Tajur.Kota Bogor 1 Kamp. Tabanan 1 Komunal 75 375 140 141 . Kel. Kec.JATIM RW III Desa Keboan Sikep. Gedangan. Kab. RW 08. Diwek. Kec. Denanyar.JATENG Kel.JATIM PP. Kulonprogo 1 MCK + 78 318 1 Komunal 120 600 Kab. Kutoharjo. RW 2. Tegalsari. Semarang Utara. Tabanan. Bandarharjo RW 3. As-Syahidul Kabir. Br. Desa Cukir. Tanuwijaya. Kec.Dusun Besari. Kec. Nurul Ulum. Kab. Kebres. Banjar Abianbase Kelod Kauh. Kec. Kec. Kec. Godean. Sleman . Kec. Kedundung. Kec. Kab. Kel. Pakis. Wlingi. Kebun Baru. Abianbase.JATENG Karang Gondang. Purworejo 1 MCK + 0 606 Kab. Sidokarto. Bojong. Cangkol Utara. 02/04 Kel. Palengaan.JABAR RT. Kab.DIY Kerajinan Tahu . Pamekasan .JATIM Kampung Tegal Harum. Kec. Kec. Nanggleng. Buleleng. Mojokerto 1 Kel. Cokrodiningratan. Poncol. Kel. Bogor Timur.JABAR Beton RT 1.2.DIY Ponpes . Kab. Purwodiningratan. Kec.JATENG Poncol Gang 9 RT 02. Kota Surakarta . Kec. Blumbungan. 02/ 04 Kamp. Bantul . Kec. Pamekasan 1 MCK + 90 450 Kab. Lemah Wungkuk. Kranggan.JATIM Lingk. Dauh Peken.DIY MCK + 125 500 Kota. Magersari. Kel. Kec. RW X. Wlingi. Kec. Kec. Prajurit Kulon.JATIM RT 03.JATIM RT 06. Kota Cirebon . Wates. Ngaglik. Pamekasan . Desa Berjan. Kab. Kec.JATENG Boyongsari RT 04 RW 16. Kepanjenkidul. Kel. Semarang Kota . Buleleng 4 Kab.JABAR RT. Gunung Kidul 6 1 MCK + 40 190 Kota Denpasar 1 Komunal 110 500 Komunal UKM 7 186 12 Bali 4 Kab.2. Desa Siraman. Kel. Malang . Tegal Harum. Kab.BALI MCK + 100 350 8 Jawa Barat 3 Kota Sukabumi 3 1 MCK + 75 300 1 MCK + 100 350 Kota Cirebon 1 MCK + 75 300 Kab. Kediri Kota . Kab. Desa Bendo. RW 08. Desa Ampel Denta. Kec.JATENG Jongor RT 02. Kab. Kec. Kendal 1 MCK + 95 398 1 9 Jawa Tengah 8 Kota Pekalongan 10 1 MCK + 82 410 MCK + 150 500 Kota Tegal 1 MCK + 125 400 Kab. Wlingi.JATIM RT 02 Lingk.JATIM PP. Kendal . Jombang . Kec.BALI Kel. Panjang Wetan. Kec. Gianyar 1 Komunal 58 330 Kab. Kel. Kota Pekalongan . Brebes. Mojokerto Kota JATIM Kel. Kec. Purworejo . Kel. Gunung Kidul .JATIM Dsn Jambon. Wonosari. RW IV. Denpasar barat. Kab. Ngemplak Rejo Kec. RW IV Kel. Malang 1 MCK + 70 400 16 1 MCK + 178 688 Kab.JATENG Gondolayu Lor RT 56-57. Kab. Kel. Jombang 1 MCK + 95 477 Kota Semarang 1 MCK + 94 197 1 MCK + + Komunal 100 500 1 Komunal 75 300 Kota Kediri 1 MCK + 64 250 11 Jawa Timur 10 Kota Blitar MCK + 84 350 1 MCK + 70 415 Kab. Kota Yogya . Kota Pekalongan . Kel.DIY Dusun Kriyanan. Gunung Kidul . Buleleng . Bantul 1 Komunal UKM 8 8 Kab. Kab. Pesantren.JATENG Jagalan RT 7& 8. Kec.JATIM PP. Kec. Desa Pakis Kembar. Pakis. Kota Bogor . Magetan .JATIM Dsn Curah Ampel. Kab. Malang . Pekalongan Utara. Pegantenan. Jombang .Mardhotullah Al Islami. Blabak.3. Kec. Pagut RT 21. Pasuruan Kota . Kab. RW V. Kec. Gianyar .JATIM PP. Gebang. Mojokerto Kota . Kec. Dandangan. Jetis. Kab. Kel. Sewu. Sleman 1 MCK + 66 284 Kab. Magetan. Sukowinangun. Blitar 1 Komunal 77 315 1 10 DIY 5 Kab. Sidoarjo 1 MCK + 100 350 1 Kota Solo 1 MCK + 79 310 Kota Pasuruan 1 MCK + 100 350 MCK + 44 156 Kab.JATENG Joyoraharjan RT 1. Desa Trimurti. RW I. Kediri Kota . Kec. Tunggal sari. Kota Tegal . Kec. Kota Blitar . Mungkid. . Brebes . Desa Kacok.BALI Lingkungan Tamansari. Pamekasan . Citamiang. Wonosari. Kel. Blitar . Kec.BALI Lingk.

Kel. Kel. Kota Atambua.KALTIM Gg. Padengo. Kec. Kec. Kota Uneng. Pohuwato 1 MCK + 133 665 Kota Bima 1 MCK + 158 790 Kota Kupang 1 MCK + 120 600 Kab. Kec. Undagi. Sungai Bilu Kec. Bantoala Toa. Bontang . Kel. Banjarmasin Timur Kel. Makasar Jl. Kec.208 142 143 . Alalak Tengah Kec.KALSEL RT 32 Kel Tanjung Laut Indah.Wolio. Kel. Kec. Lombok Tengah .II RT 1.KALTIM Jl. Kab. Rasanae. Kab. Ende 1 MCK + 148 740 22 Sulawesi Barat 2 4 1 Lingkungan Tambi. Gubug Tengah. Wonggonao. Kel. Kota Bau-bau Komunal 90 450 1 MCK + 130 650 1 MCK + 90 450 13 Kalimantan Selatan 3 Kota Banjarmasin 5 1 MCK + 84 420 18 Sulawesi Selatan 1 Kota Makasar 4 1 Komunal 60 300 1 MCK + 108 540 Kab Banjar Baru 1 MCK + 87 215 1 MCK + 80 400 1 Kota Bontang 1 14 Kalimantan Timur 2 4 1 Kota Tarakan 1 Komunal 42 190 Kota Kendari 1 Komunal 80 400 MCK + 54 202 1 Komunal-UKM 30 150 19 Sulawesi Tenggara 2 4 1 Komunal + UKM 33 200 Kota Bau-bau MCK + 53 236 1 Komunal 153 765 Komunal 60 250 Kab. Kel. Kel. Kel. Kendari Barat. Kel. Basirih Kec. Waki. Gerung. Petoaha. Desa Puhuwato.Kab Amuntai 1 Desa Pelelawan. Kota Bima . Kota Kendari RW IV-V. Flamboyan. Kec. Atambua 1 Komunal 141 705 Jumlah 79 121 10. Bontang Selatan. Bantoala. Kec Amuntai Tengah Kel.NTB RT 05. Mariso. Bontorannu. Lombok Timur . Pohe.Boalemo Dusun Keramat. Banjarbaru Kota. Kec. Atambua . Kel Labuang/Mosso. Kel. SeruyanKALTENG Kelurahan baru RT 16. Kec. Tarakan Barat. Ende-NTT Kampung Garam. Selong. Kec. Majene 1 MCK + 54 270 MCK + 130 650 MCK + 150 750 1 Kab. Karanganyar.NTT Komunal 58 330 1 Jl. Kec. AtambuaNTT Kampung Jati. Kec. Ujung Tanah. Kel. Kec. Rukun Lima. Makasar Pulau Barang Caddi. Kec. Kec. Murhum. Bakti.Totoli.NTB Lingk. Alok. 05 Lingk Juri. Kota Timur Lingk. Kancil Selatan. Pohuwato Lingkungan Kasiwa. Boalemo 1 MCK + 94 470 Kab. Banggai Lingkungan Raa Timur . Kec. Banjarmasin Utara Kel. Kab. Kab. Nuri. Marissa. Kel. Bau-bau RT 03 RW 03 Kel. Kotawaringin Barat . Tarakan . Kel Mamunyu Lingkungan Deteng-Deteng . Tarakan Barat. Arut Selatan. Kec. kel. kel.KALTENG Kampung Undagi. Banjarmasin Barat RT 4 Kel. Kec. Makasar Jl. Banjarbaru. Kotawaringin Barat 1 Kombinasi MCK dan Perpipaan 60 300 1 MCK + 43 200 Kota Gorontalo 1 RW IV. Kelayu Utara. Mamajang. Koabula. Kelapa Lima. Kec. Benu Benua. Tilamuta.KALTIM RT 25 Kel Tanjung Laut Indah. Kec. Sikka . Karanganyar. Lombok Barat . Kab. Kec. Berdao. Kec.Bone Bolango Desa Piloliyanga. Kel.NTT Kampung Merdeka. Kec. Mamuju 1 Perpipaan 100 500 Kab. Barang Caddi. Lombok Barat 1 MCK + 116 580 20 Gorontalo 4 Kab. Kel. Sikka 6 1 MCK + 100 500 1 Komunal 120 600 Kab. Kec. Faturbesi. Leneng.NTT Kampung Ngahure Bukit.Kec DesaTotoli.NTB Lingk. Bone Bolango 4 Kab. Kec. Makasar RW IV. Bontang Selatan. Kel. 04. Kec. Kec. Ende Selatan. Wuring.NTB RT 03. Sendana Perpipaan 100 500 1 17 NTT 4 Kab. Kel. Kabila. Kab. Kota Banjar Baru . Kandea. Bontobiraeng.985 51. Kel Pelelawan. Kel.Mamuju MCK + 152 760 Kab. Kuala Pembuang. Kec. Kec. Praya. Seruyan 15 Kalimantan Tengah 2 Kab. Kota KupangNTT Amburima. Bontang . Kec. Kab. Kota Kendari PP Modern Syekh Abdul Wahid. Kel. Kab. Abeli. Kelurahan Binanga. Ende Barat. Lombok Tengah 16 NTB 4 Kab. Batara Guru. TarakanKALTIM Kelurahan Kuala Pembuang Dua Dua RT 11. Sikka . Kab. Kec. Lombok Timur 4 1 MCK + 129 645 1 MCK + 105 420 1 MCK + 151 755 Kab. Kel. Kec.

Sumatera Utara Lingk. Brebes. Kutaraya kayuagung Kecamatan Kayuagung RT 02 Jl. Umbulharjo. Belitung Timur Tangerang (Kota) MCK + MCK ++ 60 80 300 400 49 216 Perpipaan 130 653 5 BANTEN 2 Serang (Kab) 3 MCK ++ 88 408 Perpipaan 67 261 MCK ++ 45 284 MCK ++ 71 223 144 145 . Kel. Kec. Kec. 07. Muntilan. Kota Yogyakarta. Serengan. Desa Bulus. Jawa Tengah 40 500 Medan MCK ++ 80 278 1 SUMATERA UTARA 2 Tebing Tinggi MCK+ 30 140 Brebes (Kab) MCK + 90 390 Perpipaan 60 260 Ponpes Darunnajat. Kec. Kab. Mangunjaya Kecamatan Kota Kayuagung Kel. Kel Kraton Kidul. Kec. Kec Pekalongan Barat. Banten MCK + 100 500 75 200 Kab. Sumatera Barat RT 05 Lingkungan III Kel. Kota Tegal. Kab. Ogan Komering Ilir 4 RT 09 Lingkungan IV Kel. Kec. Jateng Kampung Gambiran RT 30 RW 8. Kraton Kidul RT 01 RW 01. Desa Pucung Rejo. Kel. Sumatera Utara Kel. Banjarnegara. 21 RW. Jawa Tengah Tegal (Kota) Pekalongan (Kota) Batang (Kab) Desa Pesurungan Lor RT 06 RW 03. Kab. Kota Medan Kel. Kec. Sumatera Barat Jorong Tapian Diaro. Kec. Kota Sawahlunto. Kel. Kab. Pagedangan RT 6 RW 2 Kampung Babadan. Kec. Kab. Kec. Desa Muaro Kalaban. Kel. Siring Agung. Temanggung. Kec. Melati MCK + 60 300 Padang Panjang MCK ++ 100 500 MCK ++ 70 265 Sawahlunto MCK ++ 100 500 MCK ++ 55 276 Padang (Kota) Tanah Datar (Kab) 2 SUMATERA BARAT 8 Solok (Kab) MCK ++ MCK ++ MCK ++ 100 100 100 500 500 500 7 MCK ++ 154 599 Kendal (Kab) MCK + MCK ++ & Perpipaan MCK ++ MCK ++ & Perpipaan Komunal (Pengrajin Tahu) 63 316 JAWA TENGAH 12 Solok (Kota) MCK ++ 100 500 Solo/Surakarta (Kota) 15 33 164 61 305 Sijunjung MCK ++ 100 500 Magelang (Kab) 148 8 pengrajin. Kampung Baru RT 03. Bangka Perpipaan 367 MCK ++ 75 375 Lubuk Linggau (Kota) Kab Bangka MCK ++ 37 188 MCK ++ Perpipaan & Digester Perpipaan 129 495 4 BANGKA BELITUNG 3 Kab. 08. Gunung Kidul. Gebang. Tanjung Pandan. Kec. Nan Balimo Kec. Serengan. Semarang Utara. 05. Kaliwungu Selatan. Kota Pekalongan. Solok. Batang. kapasitas 1430kg/hr 87 720 Dharmasraya MCK ++ 100 500 Temanggung (Kab) MCK + MCK + MCK + MCK + MCK + 40 100 35 50 100 160 400 140 200 500 3 SUMATERA SELATAN 2 Kab. Desa Sundu Age. Belitung Dsn Baru Utara. Kab. Kel. Kota Tebing Tinggi. Parit RT 18 A. Kec. Kebumen Kp. RT 1-4. Kab. Nagari Sitiung. Purworejo. Tanah Datar. Kec. Jawa Tengah Kp. Padang Panjang Timur. 04 & 05 Kp. Kab. Sungai Liat. Gunung Kidul. Bogor Selatan. DIY 8 DIY 3 Gunung Kidul (Kab) 5 PP Al-Hikmah. Kec. Kec. Kab. Kec. Purworejo. Jawa Tengah Kebumen (Kab) Banjarnegera (Kab) Yogyakarta (Kota) Desa Jatimulyo. Karangmojo. Darmasraya. Kec. Kota Padang. Aliyan. Wonosari. 06. Semarang RT. Kec. Semarang. 06. Sumatera Barat Dusun Sawah Tambang. Desa Terumbu. Nagari Sijunjung. Kota Solok. Kec. Sijunjung. Tanjung Harapan. Pamarayan. RW7. Purworejo. Kec. Jateng Dusun Tegalrejo. Kec. Sijunjung. Margadana. Jateng Kp. Gunung Batu. Kel. 32 & 33. Kab. Kab. Kec. Brojolan Barat RW 1. Desa Wonosari. Kec. Gunung Medan. Tembusan Kel. DIY Dusun Tawarsari.DATA SANIMAS 2008 KO TA / K A B U PAT E N SISTEM TERPILIH MCK ++ MCK+ No. Kec. Serang. Sumatera Barat Kel. Pandean. Kab. Jateng Kp. Kota Tebing Tinggi. Guguk Malintang. Baledono. Kec. Kendal. Kab. Magelang. Desa . Rambutan. Kandeman. Jawa Tengah Kampung Makam Bergolo Rw 9 Kel. Kota Semarang. Kab. Kab. Brebes. Tanjung Mas. Banten Kampung Poponcol. Kota Tasikmalaya Kebonharjo RT 02 RW 02. SOLO Dusun Gatak Gamol RT 1 RW 06. Kec. RW. Belitung 3 Kampung Damai Ling. Kec. Kab. Kab. Cibinong. X Koto Singkarak. Desa Depok. Kutaraya Kayuagung Kecamatan Kayuagung Jumlah Pengguna KK 80 100 Bogor (Kab) Kec. DIY Dusun Jeruk. VI. Bumiayu. Gunung Batu Desa Cigantra Kec. Banjarnegara. Kab. Kel. Wonosari. Kec. Serang. Kel Tanjung Marulak Hilir. Desa Pruwatan. Medan Marelan. Kec. Silungkang. PROVINSI LOKASI Pondok Pesantren Arraudatul Khasanah. SOLO Kampung Dawung wetan Rw 15. Jateng Desa Kedunguter Rt 6-7 RW 2. Kel Danukusuman. Serengan. Protomulyo. Padang Hilir. Bogor MCK ++ MCK ++ & Perpipaan MCK ++ 30 400 JIWA 400 400 6 JAWA BARAT 3 Bogor (Kota) Tasikmalaya (Kota) Semarang (Kota) 3 Rw. Desa Kepek. Sumatera Barat RW. Kab. Kec. Sumatera Utara Nagari Lima Kaum. Lubuk Linggau Selatan II Kel. Brebes. Kel. Temanggung. Batang Arau Kec. Kedung Putri RT 07. Kab.1 & 3 RW 4. Jateng Purworejo (Kab) Ponpes Al Iman. Kab. Satria. Temanggung 1. Kec. Kasemen. Air Hanyut. Desa Damping. Gunung Kidul. Kec. DIY Sleman (Kab) Dusun Blunyah Gede RT 06. Kec. Sumatera Barat 8 Nagari Sumani. Kel. Kota Medan 4 Lingkungan III. Kota Bogor 22 200 Rw. III Kel. Kab. 03 Kel. Kab. Panai Hijau. Kec. Padang Selatan. Jawa Tengah Proto kulon RT 2-3 RW1. Simpedes. Sukamana. Padang Panjang. Sumatera Barat Jorong Koto Agung.

Panji. Kec. Kab. Situbondo PP Al-falah. Jombang RT 6 RW 2 Dusun Ngaban. Kel. Kota Blitar PP Lirboyo Induk. Desa Suger Lor. Kab. Kadolo Katapi. Malang Ardirejo. 32 . Jambu Ilir. Kec.. Takalar Dusun Telaga Ngembeng. Sumbawa Besar. Kapongan. Kota Kediri PP Al. Pamekasan PP. Kab. Kec. Blitar 12 KALIMANTAN SELATAN 3 Banjarmasin Hulu Sungai Utara (Kab) Hulu Sungai Selatan (Kab) 3 Kel. Kec. Mamujui. Balaninor. Kab. Kec. Kampung Bugis. Palampitan Hulu. Kec. Loji RT 1 dan 2. Kec. Kab. Sumbawa Besar Dusun Mata Ai. Bone Sumenep (Kab) PP Al-Karibiah Al-Amien Malang (Kab) PP Annur-3. . Murhum. Kec. Karanganyar. Singaraja. Belitung RT. Kota Pasuruan Kel. . Kec. Seteluk. Kel. Kec. Tempurejo. Pamekasan PP An-Nuqoyyah Sidoarjo (Kab) Majene Ling. Kab.984 Mojokerto (Kab) PP Darul Hikmah Desa Kedungmaling. Satimpo Kec. Kec. Bontang Selatan Blitar (Kab) PP Nasrul Ulum Putri. Galis. Pasekan baleran. Pancor. Kec. kel.Arghob. Sukowono. Kota Palopo Kel. Puday. Silo. Bajoe. Lumajang 146 147 . Lonrae. Lombok Barat Lingk. Kec. Situbondo Situbondo (Kab) PP Sumber Bunga. Kec. Kab.. 1 RW. Kec. Sallotelue. Sumbawa Barat 108 Lumajang (Kab) Dusun Krajan Kulon. Kel. Botang Kuala RT. Desa Kerjen. Kab. Bondowoso PP Walisongo. Mihtahul Hasan Al-Usmani RT 27. Jember Sumbawa Barat (Kab) Sumbawa (kab) Jumlah 69 Lingk. Murhum. Kec. Kap Tendean No. Desa Modangan. Kec. 36. Kec. 4 dan 5. Wara Timur. Mappakunggu. Kauman dan Kel. Kab. Kab. Kec. Tompotikka. Bangsri RT III RW I Desa Sengkut. Kel. Tanette Riatang Timur. Kec. Mojokerto MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ & Perpipaan MCK ++ & Perpipaan MCK ++ & Perpipaan MCK ++ & Perpipaan MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ Perpipaan MCK ++ Perpipaan MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ MCK ++ 70 70 59 850 130 50 60 62 70 70 70 24 300 90 70 70 100 100 100 70 125 70 100 50 73 89 70 200 28 780 580 70 70 70 50 350 350 219 850 650 250 300 313 350 350 350 120 801 450 350 350 500 500 500 350 623 350 500 250 229 350 350 1000 140 3. Tarafu RT 3. Tanette Riatang Timur. Prajurit Kulon. Kec. Tarafu. Bone Kel. Desa Murah Banyu. Semampir. Nganjuk RT 3 RW 4 Desa Mlilir. . 4 Kel. Jombang Desa Lohsari. Surodinawan. Kota Kediri RT RW Kel. Nganga Naumala. Kab. Desa Mantenan. Hulu Sungai Selatan Blitar (Kota) RT 2 RW 2 Lingkungan Sendang. Kel. Kec. Nglegok. Balowerti. Mamuju Ling Mangge Kel. Selong. Desa Sletreng. Pangung Rejo. Kel. Bone Kel. 61 Kel. Kab. Selong. . Srengat. Desa Dajan Peken. Kec. Kab. Kota Palopo Nganjuk (Kab) Bulukumba Takalar 16 NUSA TENGGARA BARAT 4 Lombok Barat (Kab) Lombok Timur (Kab) 5 Kel. . Kec Mojosari Kab. Lombok Timur Bondowoso (Kab) PP. Tabanan Perpipaan Perpipaan MCK+ Perpipaan MCK + MCK ++ MCK + MCK ++ Kombinasi MCK + & Perpipaan Kombinasi MCK + & Perpipaan Perpipaan Perpipaan Perpipaan Perpipaan MCK+ MCK++ MCK++ MCK++ MCK++ MCK++ MCK++ MCK++ Perpipaan MCK ++ MCK ++ MCK ++ Perpipaan MCK ++ 109 163 80 83 100 180 75 40 75 64 80 100 100 100 100 70 70 70 70 70 70 75 60 109 225 100 119 200 11. Ujung Bulu Lingk. Waetuo. Kab. Kota Mojokerto Kel. Jember PP Baitul Hikmah. Kec. Kec. Buleleng Br. Kab. Kel.Narmada.Mojokerto (Kota) Kel. Ploso. Udanawu. Bluto. Samapuin. Kalumeme. Kota Bau-Bau Kediri (kota) RT RW Kel. Kendari Kel. Kab. Baurung Kel. Kec. Mamuju Jombang (Kab) Desa Cukir. Mamuju Kel. Kec. Kel. Kab. Baurung. Kec. Lombok Timur Lingk. Bendogerit. Kec. Kec. Kab. Kec. Masharatul Huda Panempaan. Prate. Tanette Riatang Timur. Sanan Wetan. Kec. Kota Pasuruan Pasuruan (Kota) Kendari (kota) 14 SULAWESI BARAT 2 Mamuju 4 Kel. Jember Jember (Kab) PP Bai'atul Ulum. Kec. Kab. Kab. Kec. Kec. Mamuju 9 JAWA TIMUR 16 Pamekasan (Kab) 15 SULAWESI SELATAN 4 Bone 8 Kel. Mojokerto PP Mambaul Hikam (pa+pi). Kab. Kec. Kec. Kec.900 2. Kauman. Desa Seteluk Atas. Totoli Kec. Kalubibing. Kec. Kampung Bugis. 7. Wolio. Kab. Balowerti. . Dangerrako. Kab. Kota Mojokerto RT. RW 03 Dusun Gedangan. Kec. Kel. Kab. Kec. Kab. Kec. Takalar. Kota Palopo Ponpes Modern Datok Sulaiman Kel. Desa Ngaban. Kel. Sidoarjo 35 PP Al-Hamidy Banyuanyar Timur. Kembangsari. Kandangan Kota Kab. Kec. Kab. Hulu Sungai Utara Jl. Kec. Kec. Bermi. Kab. Masaleng. Desa Selok Besuki. Blitar 11 KALIMANTAN TIMUR 1 Bontang 2 RT. Pamekasan PP Mihtahul Ulum Pagendingan. Dusun Karanganyar. Kab. Kel. Soka Kab. Kec. Kota Bau-Bau Lingk. Mimbaan. Lingk. Diwek. Kec. Kel. Abeli. Kab. Prajurit Kulon. Kec. Brebas Tengah Kec. Kel. Kec. Berbek. Desa Lembuak Timur. Banggae Timu. Tanggulangin. Erot. Wara.900 350 350 350 250 10 BALI 2 Buleleng (Kab) Tabanan Kab) 2 RT. Berbek. 4 Kel. Kec. Kota Kediri 13 SULAWESI TENGGARA 2 Bau-Bau (Kota) 4 Pondok Hidayatulloh. Nganjuk PP Roiyaitul Husna Palopo Kel. Sukodono. Kab. Banggae Kab. Kota Bau-Bau Lingk. Wara Utara. Kab.. Blitar PP PP Karangadi (pa+pi).061 399 658 300 271 400 540 375 200 375 320 305 500 500 500 500 350 350 350 350 350 350 375 300 428 1400 500 810 600 48. Kab. Kab.

.

5. Sumenep 75. Tangerang 42. Lombok Timur 116. Pemerintah Kota Tasikmalaya 48. Majene 110. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Gorontalo 105. Pemerintah Kab. Temanggung 57. Pemerintah Kab. Tebo 39. Pemerintah Kota Balikpapan 91. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Banjar Baru 96. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Serang 43. Pemerintah Kota Kediri 70. Pemerintah Kota Palembang 27. Sungai Selan 36. Pemerintah Kab. Blitar 69. Pemerintah Kab. Pamekasan 74. Pemerintah Kota Sawahlunto 20. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Kerinci 38. Pemerintah Kab. Bangka Selatan 31. Pemerintah Kab. Padang Pariaman 16. Pemerintah Kab. Belitung Timur 35. Kebumen 59. Bulukumba 113. Pemerintah Kab. Atambua 124. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab.UCAPAN TERIMA K ASIH Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Program SANIMAS : 58. 4. 9. Sumbawa Barat 119. Pemerintah Kota Banjarmasin 92. Mojokerto 67. Buleleng 87. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Lombok Tengah 117. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Belitung 34. Serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya program SANIMAS dengan baik. Dharmasraya 26. 3. Pemerintah Kota Surakarta/Solo 55. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Bitung 104. Kotawaringin Barat 98. Pemerintah Kota Solok 24. Pemerintah Provinsi Jawa Timur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Pemerintah Provinsi Bali Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Pemerintah Kota Medan Pemerintah Kota Tebing Tinggi Pemerintah Kota Sibolga Pemerintah Kab. Mamuju 109. Pemerintah Kota Tangerang 41. Pemerintah Kab. Sikka 123. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Tanjung Balai 13. Bogor 44. Pemerintah Kota Tegal 51. Pemerintah Kota Muko-Muko 37. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Mojokerto 66. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Siak 29. Asahan 12. Pemerintah Kota Sukabumi 46. Bangkalan 84. Pemerintah Kota Semarang 49. Jeneponto 100. Pemerintah Kota Padang 21. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Boalemo 107. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Kendari 102. Pemerintah Kota Bontang 89. 1. Banjarnegara 60. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Pasuruan 71. Enrekang 101. Sumbawa 120. Pemerintah Kota Yogyakarta 61. Pemerintah Kota Lubuk Linggau 150 151 . Bondowoso 78. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Bau-Bau 103. Pemerintah Kab. Magetan 82. Pemerintah Kota Denpasar 85. Pemerintah Kab. Batang 53. Pemerintah Kab. Lombok Barat 115. Bantul 65. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Tarakan 90. Pemerintah Kab. Takalar 114. Pemerintah Kab. Kulonprogo 64. Pemerintah Kota Bukittinggi 15. Ogan Komering Ilir 28. Pemerintah Kota Blitar 68. Amuntai 95. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Cirebon 47. Padang Panjang 19. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Nganjuk 77. 2. Pemerintah Kab. Pesisir Selatan 18. Sleman 63. 6. Pemerintah Kab. Malang 76. Pemerintah Kab. Bangka Barat 32. 8. Pemerintah Kota Pangkalpinang 33. Solok 23. Ende 122. Brebes 50. Palawan 11. Jombang 83. Seruyan 97. Pemerintah Kota Pekalongan 52. 7. Hulu Sungai Selatan 94. Pemerintah Kota Payakumbuh 17. Pohuwato 108. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kota Kupang 121. Pemerintah Kab. Bone 111. Pemerintah Kota Maumere 125. Pemerintah Kota Bogor 45. Sijunjung 25. Pemerintah Kab. Bangka 30. Pemerintah Kab. Magelang 56. Sidoarjo 73. Hulu Sungai Utara 93. Tanah Datar 22. Labuhan Batu 14. Pemerintah Kota Makassar 99. Pemerintah Kab. Bone Bolango 106. Pemerintah Kota Lampung 40. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab. Purworejo 10. Situbondo 79. Tabanan 88. Kendal 54. Pemerintah Kab. Jombang 72. Pemerintah Kota Bima 118. Pemerintah Kota Palopo 112. Gunung Kidul 62. Pemerintah Kab. Jember 80. Gianyar 86. Lumajang 81. Pemerintah Kab. Pemerintah Kab.

go.id www.go.id.id www.purworejokab.go.bappenas.id www.com www.lombokbarat.blitar. 2001.go.pariaman. 3. Pemberdayaan Nelayan Sebagai Pembangunan dalam Mengantisipasi Era Globalisasi.gunungkidulkab.go.surakarta.bulelengkab.id www.org www.go.id Idris.lomboktimur.go.id www.go. Fahmi.malangkab.id www.id www.id www.wikipedia.id www.mojokerto.id www. 152 .bps.go.id www.indonesia.go.id www.id www.go. Jurnal Fakultas Perikanan Vol I No.buleleng.id www.id www.go.go.REFERENSI www.id www.go.id www.pasuruan.id www.boalemokab.denpasar.kabblitar.go.go.id www.slemankab.id www.go.go.go.regionalinvestment.go.go.id www.kabgtlo.go.semarang.sidoarjokab.