BAB I PENDAHULUAN

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu keadaam yang ditandai dengan adanya suatu kerusakan pada ginjal yang terjadi lebih dari tiga bulan yang ditandai dengan kelainan struktural atau fungsional dengan penurunan laju filtrsi glomerulus dengan etiologi yang bermacam-macam disertai dengan kelainan komposisi darah atau urine dan kelainan dalam tes pencitraan. Secara laboratorik dinyatakan penyakit ginjal kronik apabila pemeriksaan klirens kreatinin < 15 mg/dl.1 Di Indonesia Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan penyakit yang banyak dijumpai dan faktor risiko mencapai 29,1 % dari populasi dengan berbagai

(hipertensi, diabetes, proteinuria). Sebagai negara yang sedang

berkembang glomerulonefritis menjadi penyebab terbanyak dari PGK. 1,2 Prevalensi pasien PGK diperkirakan akan semakin meningkat. Tahun 1998, lebih dari 320.000 orang penderita PGK di Amerika Serikat menjalani hemodialisis, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan sampai 650.000 pada tahun 2010 dan akan mencapai 2 juta orang pada tahun 2030.3 Salah satu komplikasi dari PGK adalah asidosis metabolik yaitu keadaan keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan rendahnya

kadar bikarbonat dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Apabila keadaan asidosis metabolik ini dibiarkan tanpa dilakukan penanganan bukan tidak mungkin dapat

1

2 2 .1.menyebabkan kematian pada penderita PGK sehingga dapat meningkatkan angk morbiditas dan mortalitas PGK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful