You are on page 1of 3

KASUS: Seorang ibu primitua hamil aterm, setelah datang dengan keluhan keluar air-air sejak 8 jam

yang lalu dan disertai nyeri perut.

KPSW Anamnesis; KU: keluar air-air dari kemaluan Dialami sejak kapan? Warna? Banyaknya? Bau?

Keluhan penyerta: Nyeri perut atau kontraksi  Apakah semakin lama semakin sering dan teratur Demam? Cairan vagina berbau?  kemungkinan amnionitis Lendir dan darah disertai his  inpartu

Pencetus: Koitus, trauma, infeksi genitalia, minom obat-obatan, dukun inkompeten serviks, tindakan operasi di daerah serviks, perokok.

Riwayat pengobatan: Pernah dirawat dengan KPD, dugaan amnionitis, pemeriksaan penunjang USG atau lab

Riwayat kehamilan ini HPHT, siklus, menarke? Berapa lama menikah? Pernah ANC? Pertambahan berat badan? Kondisi janin

CTG. fluxus (+) cairan ketuban tak aktif. kepala. sens: cm. his 2x/10’/25”. posterior. Pemeriksaan penunjang: Mencari kemungkinan amnionitis. puka. jernih. OUE tertutup. eff 20%. RR: 20 x/mnt Status generalisata: dalam batas normal Status obstetri: Pemeriksaan luar: Tinggi Fudus Uteri 3 jari bawah proc. TD 120/80 mmHg. denyut jantung janin 140 kali permenit. Px (32 cm). Darah rutin  dbn Urin rutin  dbn kultur urin  menunggu hasil R/ USG. kepala. ketuban dan penunjuk belum dapat dinilai.Masalah yang ditemui selama ANC Pemeriksaan fisik: KU: sedang . HI-II. Diagnosis: G1P0A0 hamil aterm dengan KPSW 8 jam belum inpartu janin tunggal hidup presentasi kepala. mengetahui kesejahteraan janin. memanjang. Pemeriksaan panggul: Luas. kesiapan janin untuk dilahirkan. BPP Penanganan: R/ Persalinan pervaginam . test lakmus (+) VT: portio lunak. TBJ 3000g Pemeriksaan dalam: Inspekulo: portio livide. penurunan 4/5. flour (-). N: 88 x/mnt. bau (-).

Induksi persalinan dengan oksitosin Pemberian antibiotik Informed consent .