dr.

Randi Dwiyanto

PEMBAHASAN A. Analisa Kasus Definisi dari stroke adalah penyakit serebrovaskular yang mengacu kepada setiap gangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Secara praktis, stroke dapat dikenal dari gejala klinisnya yang bersifat onset mendadak, gejala klinis baik fokal (seperti paresis, sulit bicara, dll) maupun global (ganguan kesadaran) dan berkembang cepat. Diagnosis pada pasien ini adalah : Diagnosa Klinis Diagnosa Topik Diagnosa Etiologi neurologis: I. ANAMNESIS a. Ny. T usia 59 tahun datang ke RSUD Sukadana dengan keluhan lemah pada lengan dan tungkai kiri yang timbul tiba-tiba secara bersamaan 2 minggu SMRS.  Definisi Stroke : penyakit serebrovaskular yang mengacu kepada setiap defisit neurologik yang muncul mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. : Hemiparese sinistra, parese N VII & NXII tipe UMN Hipertensi Urgensi : Hemisfer Cerebri Dextra : Stroke Non Hemoragik

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan

ginjal. Pasien menyangkal adanya mual. Pasien tetap sadar saat keluhan terjadi dan anaknya membawa pasien ke RSUD Sukadana. Hipertensi berperan penting dalam terjadinya infark dan perdarahan otak yang terjadi pada pembuluh darah kecil. kejang. Hipertensi secara langsung dapat menyebabkan arteriosklerosis obstruktif. jantung.b. Hipertensi dapat mengakibatkan kerusakan berbagai organ target seperti otak. Pasien juga memiliki riwayat tekanan darah tinggi namun pasien tidak minum obat untuk mengontrol tekanan serta jarang berolahraga.  Tabel Perbedaan Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik Gejala Onset Saat Onset Peringatan Nyeri Kepala Kejang Muntah Penurunan Kesasaran Stroke Hemoragik Mendadak Sedang aktif +++ + + +++ Stroke Non Hemoragik Mendadak Istirahat + +/+- c. dan retina. Hipertensi mempercepat arteriosklerosis sehingga mudah terjadi oklusi atau emboli pada/dari pembuluh darah besar.  Hipertensi Tekanan darah tinggi pada pasien ini masuk dalam grade II menurut JNC VII yang merupakan faktor resiko utama untuk penyakit stroke. pembuluh darah perifer. aorta. lalu terjadi infark lakuner dan mikroaneurisma. muntah. Hal ini dapat . demam. nyeri kepala.

Pasien dengan atrial fibrilasi . daerah yang menawarkan tingkat obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan tempat lain. Baik hipertensi sistolik maupun diastolik. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang latihan 5 kali atau lebih per minggu memiliki risiko stroke berkurang.menyebabkan Perdarahan Intra Serebral. Faktor Resiko Stroke yang dapat dikontrol : Segi Medis yang dapat dikontrol Hipertensi Atrial Fibrilasi Kolesterol yang tinggi Diabetes Melitus Aterosklerosis Segi Gaya hidup yang dapat dikontrol Merokok Alkohol Aktifitas Fisik yang rendah Obesitas Faktor Resiko Stroke yang tidak dapat dikontrol : • Usia • Gender • Ras • Riwayat Keluarga • Riwayat Stroke Sebelumnya atau TIA ← ← Atrial Fibrilasi Atrial fibrilasi (AF) adalah penyakit gangguan irama jantung dan merupakan salah satu faktor risiko utama untuk stroke. Faktor Risiko Stroke Tabel. keduanya merupakan faktor terjadinya stroke. Tinggi dan beban risiko stroke telah diamati dalam Belt Stroke (negara bagian tenggara Amerika Serikat).  Aktifitas Fisik Aktifitas fisik dapat membantu mengurangi risiko stroke.

Banyak faktor risiko stroke juga merupakan faktor risiko untuk aterosklerosis seperti merokok. Berbagai obat tersebut menggangu aliran darah. Sekitar 15 % penderita AF menderita stroke. ← Aterosklerosis Aterosklerosis adalah penumpukan plak deposit lemak dan sel lainnya secara progresif di dinding arteri. menyebabkan embolisasi. . tekanan darah tinggi. Merokok juga meningkatkan jumlah plak di arteri. AF meningkatkan resiko stroke karena pada pasien AF. membuat seseorang lebih berisiko stroke. dan ketika gumpalan tersebut menyumbat arteri otak maka akan terjadi stroke iskemik. ← Alkohol dan obat-obatan lainnya Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan termasuk kokain. Kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan aterosklerosis.mempunyai resiko 5 kali lebih tingi untuk terkena stroke daripada yang tidak. menyebabkan stroke. AF disebabkan oleh detak jantung (atrium) yang cepat dan tidak terduga. dan riwayat keluarga penyakit jantung dan stroke. yang dapat menghalangi aliran darah ke otak. amfetamin. menganggu agregasi platelet. Hal ini dapat menyumbat arteri dan menghambat aliran darah ke otak atau bagian tubuh lain. menginduksi vasikulitis. Merokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah. TIA atau penyakit jantung lainnya. ← Merokok Merokok menggandakan resiko stroke jika dibandingkan dengan bukan perokok. diabetes. dan heroin berhubungan dengan peningkatan resiko stroke. menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan membuat darah lebih mudah menggumpal. Merokok meningkatkan resiko untuk semua tipe stroke terutama perdarahan subarachnoid dan stroke infark. endokarditis infektif. darah akan berkumpul di jantung sehingga mudah terjadi gumpalan. dan meningkatkan viskositas darah. ← Kolesterol yang Tinggi Kolesterol atau plak yang terdapat dalam arteri dapat menghambat aliran darah normal ke otak dan menyebabkan stroke. yang merupakan faktor resiko untuk stroke. kolesterol tinggi.

PEMERIKSAAN FISIK a. Kesadaran compos mentis mengarahkan diagnosis pada stroke non-hemoragik • Pada pemeriksaan tanda vital terdapat tekanan darah yang tinggi yaitu 200/ 140 mmHg. dapat melakukan gerakan yang diperintahkan (M6).  Penurunan kesadaran sering terjadi pada pasien dengan stroke hemoragik. II. gallop (-). aktivitas fisik dan perawatan medis lainnya dengan bantuan dokter penting bagi pencegahan stroke. tekanan darah tinggi dan diabetes. Hipertensi mempercepat arteriosklerosis sehingga mudah terjadi oklusi atau emboli pada/dari pembuluh darah besar • Pada Auskultasi didapatkan BJ I-II reguler. Menjaga berat badan yang sehat melalui diet.← Obesitas Obesitas dan berat badan yang berlebihan akan membebani sistem peredaran darah secara keseluruhan dan membuat kolesterol tinggi. murmur (-). dan pasien dapat mengerti pembicaraan dan mengekspresikan pendapatnya (V5). Status Internus • Dalam pemeriksaan pasien dapat membuka mata secara spontan (E4). yang merupakan faktor resiko stroke. .  Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit stroke karena berperan penting dalam terjadinya infark dan perdarahan otak yang terjadi pada pembuluh darah kecil. Status Neurologis • Tanda rangsang meningeal pada pasien ini negatif.  Dapat disimpulkan bahwa pada pasien ini tidak terdapat atrial fibrilasi b. GCS 15.

 Kaku kuduk sering terjadi pada stroke hemoragik (Perdarahan SubArachnoid) sehingga pada pasien ini diagnosis lebih mengarah ke stroke non hemoragik • Pada pemeriksaan nervi kranialis didapatkan paresis nervi VII dan XII sinistra. Pada pasien ini terjadi kelumpuhan nervus kranialis VII tipe sentral. • Pada pemeriksaan motorik pada pasien ini didapatkan gerakan pada ekstremitas atas dan bawah kanan bebas.  Persarafan nervi kranialis umumnya mendapat persarafan bilateral dari hemisfer kanan maupun kiri kecuali nervus VII dan nervus XII. Pada pemeriksaan juga didapatkan reflex fisiologis (+) meninggi dan reflex patologis (+) serta hipertonus pada ekstremitas sinistra.  Tabel. Tidak terdapat atrofi pada kedua ekstremitas sinistra maupun dextra. Nervus VII jika terjadi lesi LMN maka semua dari otot ipsilateral akan menjadi lemah sedangkan apabila yang terkena adalah UMN maka hanya pada setengah dari bagian bawah wajah yang terkena dan kontralateral dari lesi hal ini dikarenakan sebagian dari nukleus Nervus VII pada bagian atas wajah mendapat persarafan dari kortikobulbar bilateral (UMN). Lumpuhnya nervus VII yang ipsilateral dengan kelumpuhan ekstemitas menunjukkan lesi setinggi kapsula interna dan lesi terletak kontralateral dengan kelumpuhannya sehingga pada kasus ini lesi berada di hemisfer serebri kanan. Lipatan nasobial sebelah kiri lebih datar serta pipi kanan pasien lebih mengembung pada saat pasien diperintahkan untuk mengembungkan pipinya. Perbedaan karakteristik UMN dan LMN . Dimana mulut sebelah kiri tertarik ke kanan ketika pasien meringis dan membuka mulut. sedangkan pada bagian kiri terbatas dengan kekuatan motorik 4 (seluruh gerakan otot melawan gaya berat dan juga melawan tahanan ringan dan sedang dari pemeriksa) serta hipertonus.

Leukosit .5 mg/dl <200 mg/dl <160 mg/dl < 40 U/L <35 U/L 3.50 g/dl 0.1.10800 /ul 150000 .Cholesterol .Trombosit Kimia .6.SGOT (AST) .Asam urat 25 juli 2013 12.81 4790 212000 21 1.3 .2 4. Laboratorium : Tabel.6 36.Trigliserida .Berdasarkan pemeriksaan motorik diatas didapatkan bahwa kelemahan terjadi pada tangan dan tungkai sebelah kiri (hemiparese sinistra) dengan tipe lesi UMN.5 .SGPT (ALT) .5 .1 198 107 28 15 6. PEMERIKSAAN PENUNJANG a.47 % 4.Kreatinin .400000 /ul 20 . Hasil Pemeriksaan Laboratorium Jenis Pemeriksaan Hematologi Darah ruitn .Hematokrit .4 mg/dl .Ureum .7.0 juta/ul 4800 .Hemoglobin .18 g/dl 37 . III.5 Hasil 26 juli 2013 Nilai rujukan 12 .Eritrosit .

Diagnosa Klinis  Hemiparese sinistra tipe UMN karena pada pasien ini didapatkan kelemahan pada ekstremitas atas dan bawah kiri.keluhan pada pasien IV. • Algoritma Gajah Mada Penurunan kesadaran (-) Nyeri Kepala (-) Kesan : stroke non hemoragik . Tidak terdapat atrofi pada ekstremitas pasien. dan Algoritma siriraj. Refleks fisiologis di kedua tungkai positif dan meninggi pada ektermitas kiri. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium maka tidak ada hasil yang abnormal yang signifikan maupun suatu faktor resiko atau penyebab timbulnya keluhan . DIAGNOSA a. Lipatan nasobial sebelah kiri lebih datar serta pipi kanan pasien lebih mengembung pada saat pasien diperintahkan untuk mengembungkan pipinya  Pada pemeriksaan tanda-tanda vital maka terdapat peningkatan tekanan darah tinggi yaitu 200/ 140mmHg dan menurut kriteria JNC VII maka masuk dalam grade Urgensi b. Diagnosa Etiologi Diagnosa etiologi pada pasien ini ditegakkan melalui pemeriksaan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dicocokkan pada Algoritma gajah mada. Hal ini mengarahkan ke hemiparese tipe UMN  Parese nervus kranialis VII dan XII sinistra tipe Lesi UMN karena pada pemeriksaan nervus kranialis VII ditemukan mulut sebelah kiri tertarik ke kanan ketika pasien meringis dan membuka mulut. Diagnosa Topik Hemisfer Cerebri dextra  Pada pasien ini terdapat hemiparese sinistra dan parese saraf kranialis VII sinistra dan nervus XII sinistra c. Refleks patologis babinski pada kaki kiri positif serta hipertonus pada ekstermitas kiri.

stroke non hemoragik) V. TD sistolik >220 mmHg. stroke hemoragik. agar tidak terjadi aspirasi. nyeri kepala (0x2).Refleks Babinsky (+) • Algoritma Siriraj Kesadaran (0x2. Jika ada lendir dan slem harus dihisap untuk mencegah kekurangan oksigen dengan segala akibat buruknya.5). PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan pada pasien ini adalah Penatalaksanaan Umum (5B) • Breathing Kelancaran jalan nafas. Tekanan darah (140x10%). sss<-1 . Muntah (0x2). ateroma 0x-3) -12 = 2  Kesan : stroke hemoragik (sss>1 . kecuali pada kondisi hipertensi emergency. diastolik >120 mmHg • • Brain Hindari peningkatan TIK atau suhu tubuh meningkat Bladder Hindari infeksi saluran kemih dan perhatikan keseimbangan cairan input dan output • Bowel Perhatikan kebutuhan cairan dan kalori Medikamentosa • • Infus RL 20 tpm Injeksi Neurobion 2 x 5000mg amp (drip) : . • Blood Pemantauan tekanan darah. pada tahap awal tidak boleh segera diturunkan. Menjaga oksigenasi dan ventilasi baik.

diberikan cairan kritaloid atau koloid intravena. Pada level vaskular meningkatkan aliran darah otak. ACE akan mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang bersifat aktif dan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan. penurunan sekresi . akibatnya pembentukan angiotensin II terhambat. Meningkatkan konsumsi O2. Cairan hipotonik atau yang mengandung glukosa hendaklah dihindari pada pasien dengan stroke kecuali pada keadaan hipoglikemia. Pada metabolisme neuron meningkatkan ambilan glukosa. Captopril 3 x 25 mg. Balans cairan diperhitungkan dengan mengukur produksi urine sehari ditambah 500ml untuk kehilangan cairan yang tidak tampak serta 300ml per derajat celcius pada penderita panas.  Citicholin 2 x 500 mg iv diberikan sebagai neuroproteksi.m untuk stabilisasi hemodinamik dengan tujuan menjaga euvolemia.  Neurobion 2 x 5000 mg amp berisi vitamin B1. menurunkan resistensi vaskular. Pada pasien stroke.p. Mekanisme utama kerja citicholine adalah meningkatkan pembentukan choline dan menghambat pengerusakan phospatydilcholine. menurunkan pembentukan asam laktat.• • • Neuroprotektor  Injeksi Citicholin 2 x 500 mg iv Antiplatelet  Aspilet 1 x 80 mg tab peroral Antihipertensi  Captopril 3 x 25 mg tab peroral  Pasien diberi infus RL 20 t. mempercepat pembentukan asetilkolin dan menghambat radikalisasi asam lemak dalam keadaan iskemia. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi angiotensin I yang bersifat inaktif. B6 dan B12 dan diberikan untuk memberi nutrisi untuk neuron agar tidak mudah rusak atau mengalami gangguan saraf pusat maupun tepi. serta mensekresi kalsium. timbul vasodilatasi. Pemberian captopril akan menghambat kerja ACE.

PROGNOSIS • Ad vitam : dubia ad bonam Karena pada pemeriksaan tanda vital. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Namun apabila pasien menjalani fisioterapi yang rutin maka hal ini dapat membantu pasien dalam menjalankan fungsinya sehari-hari • Ad sanam : dubia ad malam Karena pada pasien ini faktor resiko berupa hipertensi masih belum terkontrol sehingga dapat terjadi aterosklerosis yang mencetuskan terjadinya stroke non hemoragik kembali • Ad cosmeticum : dubia ad malam Karena pada pasien ini mulut masih mencong ke kiri serta tangan dan kaki kiri mengalami parese .aldosteron sehingga ginjal mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Non medikamentosa : Mobilisasi bertahap dan Fisioterapi V. keadaan umum dan kesadaran pasien dalam keadaan stabil • Ad fungsionam : dubia ad bonam Karena pada pasien ini kekuatan ototnya 4 sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful