Yin dan Yang Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Taiji, lambang tradisional untuk kekuatan Yin dan Yang Dalam filosofi Cina, konsep Yin-Yang biasanya di daerah barat disebut Yin dan Yang. Biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Konsep tersebut didasarkan pada asal muasal dari banyaknya cabang ilmu pengetahuan klasik dah filosofi Cina serta dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan Cina dan menjadi prinsip dari seni bela diri yang ada di Cina, sebagai contoh Baguazhang, Taijiquan (Tai Chi), dan qigong (Chi Kung) dan ramalan Ching. Yin dan Yang saling berlawanan dalam interaksi dengan dunia yang lebih luas dan sebagai bagian dari sistem yang dinamis. Semua hal memiliki kedua aspek tersebut yakni Yin dan Yang, tapi tidak setiap aspek tersebut memiliki perwujudan yang jelas pada objek dan mungkin pasang surut atau mengalir dari waktu ke waktu. Konsep Yin dan Yang sering dilambangkan dengan berbagai bentuk yang bervariasi dari simbol Taijitu, yang mana lebih umum dikenal pada kebudayaan barat. Ada beberapa persepsi (terutama di barat) yang mengatakan bahwa Yin dan Yang selalu dihubungkan dengan sesuatu yang baik dan jahat. Namun, filsafat Taoist biasanya tidak memperhitungkan sesuatu yang baik atau jahat dan penilaian moral, dalam kaitannya dengan konsep keseimbangan. Konfusianisme (Filosofi dari Dong Zhongshu, c. Abad 2SM) tidak melampirkan

dimensi moral dari Yin dan Yang. Tapi dalam istilah modern, istilah ini sebagian besar telah teradaptasi oleh filosofi Budha Taoist. Sifat Yin dan Yang Tidak mungkin kita berbicara tentang Yin dan Yang tanpa referensi dari seseorang yang berpendapat lain, karena Yin dan Yang terikat bersama sebagai bagian dari keseluruhan (misalnya Anda tidak dapat melihat bagian bawah sebelum melihat bagian atasnya). Sebuah ilustrasi menjelaskan ide tentang pendalilan antara kehidupan pria saja atau wanita saja. Ras ini akan punah dalam satu generasi. Namun, pria dan wanita menciptakan generasi baru yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup. Interaksi dari keduanya dapat melahirkan ide-ide baru. Yin dan Yangmerubah satu sama lain seperti arus di dalam laut. Setiap yang hidup akan mati, benih akan tumbuh dan kemudian akan mati. [sunting]Penggunaan nama Yin dan Yang sebagai nama tempat Banyak tempat di Cina, seperti Luoyang, mengandung kata Yang, dan beberapa tempat seperti Huayin, mengandung kata Yin. Ini adalah cara yang sangat tradisional untuk menempatkan nama-nama tempat. Yang berarti tempat ini berada di lereng bagian selatan gunung atau di tepi utara sungai. Misalnya, Luoyang berada di tepi utara Sungai Luo. Yin berarti berada di lereng utara gunung atau berada di tepi selatan. Misalnya, Huayin berada di lereng utara Gunung Hua. [sunting]Simbolisme Yin dan Yang Yin adalah sisi hitam dengan titik putih pada bagian atasnya dan Yang adalah sisi putih dengan titik hitam pada bagian atasnya. Hubungan antara Yin dan Yang sering digambarkan dengan bentuk sinar matahari yang berada di atas gunung dan di lembah. Yin (secara harafiah yaitu tempat yang teduh) adalah daerah gelap yang merupakan bayangan dari gunung, sementara Yang (secara harafiah yaitu tempat yang terang atau cerah) adalah bagian yang tidak terhalang oleh gunung. Saat matahari bergerak, Yin dan Yang secara bertahap bertukar tempat satu sama lain, mengungkapkan apa yang tidak jelas dan menyembunyikan yang sudah terungkap. Yin ditandai dengan sesuatu yang lambat, lembut, menghasilkan, menyebar, dingin, basah, dan pasif. Berhubungan dengan air, bumi, bulan, feminitas dan malam hari. Yang sebaliknya ditandai dengan cepat, keras, padat, fokus, panas,

kering, dan agresif. Berhubungan dengan api, langit, matahari, maskulinitas dan siang hari. [sunting]Religius dan Filosofis Para Taijitu dan konsep dari periode Zhou telah diterapkan dalam keluarga dan hubungan relasi. Yin sebagai wanita dan Yang sebagai pria. Mereka menjadi satu sebagai dua bagian dari keseluruhan. Praktisi Yoga Zen, sebuah sistem pelatihan yang diciptakan pada tahun 2007, berpendapat bahwa Yin dan Yang merupakan suatu aliran. Taijitu adalah salah satu simbol yang tertua dan paling terkenal di dunia, tetapi masih banyak orang yang tidak memahami arti dari Yin dan Yang. Hal tersebut menggambarkan salah satu teori filsafat Tao kuno yang paling mendasar dan mendalam. Inti dari hal tersebut adalah dua unsur keberadaan yang berlawanan tapi saling melengkapi. Cahaya yaitu Yang digambarkan dengan warna putih, bergerak naik berpadu dengan kegelapan yaitu Yin yang digambarkan dengan warna hitam dan bergerak turun. Yin dan Yang adalah kekuatan yang berlawanan, tergantung dari aliran siklus alami. Mereka selalu mencari keseimbangan meskipun mereka bertentangan, tapi mereka tidak selalu bertentangan satu sama lain. Sebagai bagian dari Tao, mereka hanyalah dua aspek realitas yang sebenarnya berdiri sendiri. Masing-masing mengandung unsur dari yang lainnya, karena itu terdapat titik hitam dari Yin pada bagian putih dan begitu pula sebaliknya. Mereka tidak hanya sekedar saling menggantikan, namum mereka menjadi bersatu sama lain melalui aliran konstan alam semesta. [suTeori Dasar Akupunktur.Teori Yin-Yang Teori yin yang dalam ilmu akupunktur Dalam Ilmu Pengobatan Cina teori Yin Yang mendasari segala aspek, merupakan dasar pemikiran dan dasar cara penggunaan pikiran. Dengan teori Yin Yang dijelaskan dan dinilai keadaan lingkugan, fisiologi organ tubuh manusia, patologi penyakit, cara pemeriksaan, penegakan diagnosa, cara terapi dan penilaian prognosis. Para ahli pengobatan Cina pada jaman Can Kuo (antara abad ke 5 dan abad ke 3 SM) menyimpulkan seluruh pengalaman – pengalaman dalam ilmu pengobatan dari jaman sebelumnya, lalu membentuk teori dasar Ilmu Pengobatan Cina yaitu Yin Yang ini.

Teori Yin-Yang merupakan suatu konsepsi pandangan hidup Taoisme yang bersifat universal. Teori ini menyatakan bahwa segala fenomena di alam semesta mempunyai 2 aspek yang berlawanan dan berpasangan, yaitu Yin dan Yang. Yang berarti terang dan Yin berarti gelap.Yin-Yang meliputi fenomena seperti dinginpanas, gelap-terang, lemah-kuat, dalam-luar, pasif-aktif, lembab-kering, bawahatas, wanita-pria, dan lain-lain. Fenomena Yin-Yang tidak bersifat absolut, melainkan bersifat relatif. Dalam keadaan tertentu Yin dapat berubah menjadi Yang, atau sebaliknya Yang dapat berubah menjadi Yin. Segala fenomena dapat diurai secara tidak terbatas dalam aspek Yin dan Yang. Teori Yin-Yang digunakan untuk menganalisis fenomena yang dapat diamati di alam semesta. Semua aspek ini mempunyai 2 aspek yang berpasangan dan berlawanan, yaitu Yin dan Yang. Yin dan Yang saling tergantung, saling membatasi, saling mengonsumsi, dan selalu berada dalam keadaan perubahan dinamis untuk menjamin keseimbangannya. Kedokteran tradisional Cina menerapkan prinsip Yin-Yang ini untuk menerangkan fungsi fisiologis dan perubahan patologis, juga sebagai tuntunan dalam diagnosis dan terapi. 1. Yin-Yang Saling Berlawanan Berarti segala fenomena di alam semesta mempunyai 2 aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang, yang saling mengatasi dan mengawasi. Misalnya: panas (Yang) dapat menghilangkan dingin (Yin), dingin dapat menurunkan suhu. Pada keadaan normal, fungsi organ tubuh berada dalam keadaan keseimbangan Yin-Yang, diatur melalui sifat saling berlawanan Yin dan Yang. Gangguan keseimbangan Yin-Yang menyebabkan terjadinya sindrom penyakit. Kelemahan Yang atau kelebihan Yin berarti sindrom dingin, kelebihan Yang atau kekurangan Yin berarti sindrom panas. 2.Yin-Yang Saling Tergantung Berarti tidak ada Yang tanpa Yin. Eksistensi Yang tergantung dari adanya Yin, sebaliknya tidak ada Yin tanpa Yang, eksistensi Yin tergantung dari adanya Yang. Yin-Yang di Alam: YING- YANG Bumi- Langit Wanita- Laki-laki Malam- Siang Bulan- Matahari

Rendah- Tinggi Berat- Ringan Kecenderungan menurun- Kecenderungan meningkat Gerakan ke bawah- Gerakan ke atas Diam- Bergerak Yin-Yang di Tubuh Manusia: YIN- YANG Interior- Eksterior Depan- Belakang Bagian bawah- Bagian atas Tulang- Kulit Organ dalam- Organ luar Darah- Qi Inhibisi- Stimulasi Defisiensi- Ekses Pada tubuh manusia, Yin menunjukkan substensi nutrisi, Yang menunjukkan aktifitas fungsional dari organ tubuh. Aktifitas Yang digerakkan oleh substansi Yin. Dengan kata lain, Yin adalah bahan dasar untuk menjamin aktifitas Yang. Eksistensi substansi nutrisi Yin membutuhkan aktifitas Yang, seperti aktifitas Yang –limpa. 3. Yin-Yang Saling Mengonsumsi Berarti aktifitas yang terjadi proses konsumsi Yin, atau, Yin dikonsumsi untuk menghasilkan Yang. Sebaliknya, Yang dikonsumsi untuk menghasilkan Yin. 4. Yin-Yang Saling Mengubah Hubungan antara Yin dan Yang tidak bersifat statis dan bersifat dinamis untuk menjamin keseimbangan Yin-Yang. Pada keadaan tertentu, Yang dapat berubah menjadi Yin atau Yin dapat berubah menjadi Yang. Penerapan Teori Yin-Yang dalam kedokteran tradisional Cina: 1. Yin-Yang dan Stuktur Organis Organ tubuh dapat dibagi menjadi 2 aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang. Menurut kedokteran tradisional Cina, organ tubuh dibagi menjadi organ Zang dan organ Fu. Organ Zang adalah jantung, paru-paru, limpa, hati, dan ginjal; yang bersifat Yin. Organ Fu adalah kandung empedu, lambung, usus kecil, usus besar, kandung kemih, dan san-jiao; yang bersifat Yang. Setiap organ Yang dapat dibedakan dalam dapat dibedakan dalam Yin dan Yang.

Organ jantung adalah Yin dan aktifitas jantung adalah Yang, Organ ginjal adalah Yin dan Fungsi ginjal adalah Yang. 2. Yin-Yang dan Fungsi Fisiologis Fungsi fisiologis berdasarkan koordinasi Yin-Yang organ tubuh. Aktifitas fungsional Yang tergantung dari adanya bahan nutrisi Yin, sebaliknya aktifitas Yang adalah tenaga penggerak untuk menghasilkan bahan nutrisi Yin dengan kata lain, tanpa fungsi Yang dari organ Zang-Fu, bahan makanan tidak dapat diubah menjadi bahan nutrisi Yin. keseimbangan Yin-Yang ini menjamin kesehatan dan kehidupan tubuh manusia. 3. Yin-Yang dan Perubahan Patologis Menurut kedokteran tradisional Cina, penyakit terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan antara Yin yang dalam tubuh. Yang bersifat panas, kering, dan mengonsumsi Yin. Kelebihan Yang menimbulkan sindrom panas, kekurangan Yin, dan kering. Sebaliknya, kelemahan Yang menimbulkan sindrom dingin, kelebihan Yin, dan lembab. Yin bersifat dingin dan lembab. Kelebihan Yin dapat menekan Yang dan menyebabkan sindrom dingin dan lembab. Sebaliknya, kekurangan Yin tidak dapat mengendalikan Yang dan terjadi sindrom panas dan kering. 4. Yin-Yang sebagai Tuntunan Diagnosis dan Terapi Penyakit terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara Yin dan Yang dalam organ tubuh. Mengetahui dan menganalisis gangguan keseimbangan Yin-Yang adalah basis dari pembedaan sindrom penyakit, sementara memulihkan keseimbangan Yin-Yang adalah basis terapi kedokteran tradisional Cina.

B. U. Hadikusumo, 1996, Tusuk Jarum Upaya Penyembuhan Alternatif, Penerbit Kanisius, YogyakartaDharmojono, drh, 2001, Menghayati Teori dan Praktek Akupunktur dan Moksibasi, Jilid 1, Trubus Agriwidya, DepokHendrik Agus Winarso, dr, 1997, Pedoman Lengkap Akupunktur dan Moksibasi, Dahara Prize, SemarangKoosnadi Saputra(ed), 2002, Akupunktur Klinik, Airlangga University Press, SurabayaUdayana Gendo, Dr. Med, 2006, Teori Dasar Kedokteran Tradisional Cina, Penerbit Kanisius, Yogyakarta Definisi dan Karateristik Sifat dan gejala yang ada di alam semesta ini mempunyai dua “muka” yang saling bertentangan. Yin dan Yang adalah dua hal yang bertentangan. Yin dan Yang

saling bertentangan tetapi juga saling membentuk. Pada suatu saat Yin Yang terjadi pertentangan dalam hal kerja dan sifat, tetapi suatu saat bisa terjadi hubungan saling erat antara satu dengan yang lain. Yin Yang tidak berarti mutlak. Dalam Yin terdapat Yang dan dalam Yang terdapat Yin. Yin Yang membentuk sebuah kesatuan dan keseimbangan. Hilangnya keseimbangan menimbulkan keadaan abnormal, dimana terdapat Yin atau Yang yang berlebihan. Dan bilamana yang berlebihan dilemahkan atau yang lemah dikuatkan, sehingga terjadi lagi konsep keseimbangan dalam Yin Yang. a. Gambaran Yin Yang dalam alam semesta : Yin : malam, gelap, bawah,dingin, air, barat, utara, wanita, fisik, padat Yang : siang, terang, atas, panas, api, timur, selatan, laki-laki, mental, berongga b. Gambaran Yin Yang pada bagian tubuh manusia Yin : tubuh bag. depan, tubuh bag. dalam, tubuh bag. bawah, perut, dada Yang : tubuh bag. belakang, tubuh bag. permukaan, tubuh bag. atas, punggung c. Gambaran Yin Yang terhadap organ tubuh manusia Yin : Jantung, Hati, Pericard, Ginjal, Paru-Paru, Limpa Yang : Usus besar, Usus kecil, kandung kemih, kandung empedu, Sanjiao (tripemanas), Lambung

d. Gam

baran Yin Yang terhadap penyakit

Yin : Kronis (lama) biasanya dgn gejala: tenang, dingin, lembab, bengkakTeori Dasar Akupunktur.Teori Yin-Yang Teori yin yang dalam ilmu akupunktur Dalam Ilmu Pengobatan Cina teori Yin Yang mendasari segala aspek, merupakan dasar pemikiran dan dasar cara penggunaan pikiran. Dengan teori Yin Yang dijelaskan dan dinilai keadaan lingkugan, fisiologi organ tubuh manusia, patologi penyakit, cara pemeriksaan, penegakan diagnosa, cara terapi dan penilaian prognosis. Para ahli pengobatan Cina pada jaman Can Kuo (antara abad ke 5 dan abad ke 3 SM) menyimpulkan seluruh pengalaman – pengalaman dalam ilmu pengobatan dari jaman sebelumnya, lalu membentuk teori dasar Ilmu Pengobatan Cina yaitu Yin Yang ini. Teori Yin-Yang merupakan suatu konsepsi pandangan hidup Taoisme yang bersifat universal. Teori ini menyatakan bahwa segala fenomena di alam semesta mempunyai 2 aspek yang berlawanan dan berpasangan, yaitu Yin dan Yang. Yang berarti terang dan Yin berarti gelap.Yin-Yang meliputi fenomena seperti dinginpanas, gelap-terang, lemah-kuat, dalam-luar, pasif-aktif, lembab-kering, bawahatas, wanita-pria, dan lain-lain. Fenomena Yin-Yang tidak bersifat absolut, melainkan bersifat relatif. Dalam keadaan tertentu Yin dapat berubah menjadi Yang, atau sebaliknya Yang dapat berubah menjadi Yin. Segala fenomena dapat diurai secara tidak terbatas dalam aspek Yin dan Yang. Teori Yin-Yang digunakan untuk menganalisis fenomena yang dapat diamati di alam semesta. Semua aspek ini mempunyai 2 aspek yang berpasangan dan berlawanan, yaitu Yin dan Yang. Yin dan Yang saling tergantung, saling membatasi, saling mengonsumsi, dan selalu berada dalam keadaan perubahan

dinamis untuk menjamin keseimbangannya. Kedokteran tradisional Cina menerapkan prinsip Yin-Yang ini untuk menerangkan fungsi fisiologis dan perubahan patologis, juga sebagai tuntunan dalam diagnosis dan terapi. 1. Yin-Yang Saling Berlawanan Berarti segala fenomena di alam semesta mempunyai 2 aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang, yang saling mengatasi dan mengawasi. Misalnya: panas (Yang) dapat menghilangkan dingin (Yin), dingin dapat menurunkan suhu. Pada keadaan normal, fungsi organ tubuh berada dalam keadaan keseimbangan Yin-Yang, diatur melalui sifat saling berlawanan Yin dan Yang. Gangguan keseimbangan Yin-Yang menyebabkan terjadinya sindrom penyakit. Kelemahan Yang atau kelebihan Yin berarti sindrom dingin, kelebihan Yang atau kekurangan Yin berarti sindrom panas. 2.Yin-Yang Saling Tergantung Berarti tidak ada Yang tanpa Yin. Eksistensi Yang tergantung dari adanya Yin, sebaliknya tidak ada Yin tanpa Yang, eksistensi Yin tergantung dari adanya Yang. Yin-Yang di Alam: YING- YANG Bumi- Langit Wanita- Laki-laki Malam- Siang Bulan- Matahari Rendah- Tinggi Berat- Ringan Kecenderungan menurun- Kecenderungan meningkat Gerakan ke bawah- Gerakan ke atas Diam- Bergerak Yin-Yang di Tubuh Manusia: YIN- YANG Interior- Eksterior Depan- Belakang Bagian bawah- Bagian atas Tulang- Kulit Organ dalam- Organ luar Darah- Qi

Inhibisi- Stimulasi Defisiensi- Ekses Pada tubuh manusia, Yin menunjukkan substensi nutrisi, Yang menunjukkan aktifitas fungsional dari organ tubuh. Aktifitas Yang digerakkan oleh substansi Yin. Dengan kata lain, Yin adalah bahan dasar untuk menjamin aktifitas Yang. Eksistensi substansi nutrisi Yin membutuhkan aktifitas Yang, seperti aktifitas Yang –limpa. 3. Yin-Yang Saling Mengonsumsi Berarti aktifitas yang terjadi proses konsumsi Yin, atau, Yin dikonsumsi untuk menghasilkan Yang. Sebaliknya, Yang dikonsumsi untuk menghasilkan Yin. 4. Yin-Yang Saling Mengubah Hubungan antara Yin dan Yang tidak bersifat statis dan bersifat dinamis untuk menjamin keseimbangan Yin-Yang. Pada keadaan tertentu, Yang dapat berubah menjadi Yin atau Yin dapat berubah menjadi Yang. Penerapan Teori Yin-Yang dalam kedokteran tradisional Cina: 1. Yin-Yang dan Stuktur Organis Organ tubuh dapat dibagi menjadi 2 aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang. Menurut kedokteran tradisional Cina, organ tubuh dibagi menjadi organ Zang dan organ Fu. Organ Zang adalah jantung, paru-paru, limpa, hati, dan ginjal; yang bersifat Yin. Organ Fu adalah kandung empedu, lambung, usus kecil, usus besar, kandung kemih, dan san-jiao; yang bersifat Yang. Setiap organ Yang dapat dibedakan dalam dapat dibedakan dalam Yin dan Yang. Organ jantung adalah Yin dan aktifitas jantung adalah Yang, Organ ginjal adalah Yin dan Fungsi ginjal adalah Yang. 2. Yin-Yang dan Fungsi Fisiologis Fungsi fisiologis berdasarkan koordinasi Yin-Yang organ tubuh. Aktifitas fungsional Yang tergantung dari adanya bahan nutrisi Yin, sebaliknya aktifitas Yang adalah tenaga penggerak untuk menghasilkan bahan nutrisi Yin dengan kata lain, tanpa fungsi Yang dari organ Zang-Fu, bahan makanan tidak dapat diubah menjadi bahan nutrisi Yin. keseimbangan Yin-Yang ini menjamin kesehatan dan kehidupan tubuh manusia. 3. Yin-Yang dan Perubahan Patologis Menurut kedokteran tradisional Cina, penyakit terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan antara Yin yang dalam tubuh. Yang bersifat panas, kering, dan mengonsumsi Yin. Kelebihan Yang menimbulkan sindrom panas, kekurangan Yin,

dan kering. Sebaliknya, kelemahan Yang menimbulkan sindrom dingin, kelebihan Yin, dan lembab. Yin bersifat dingin dan lembab. Kelebihan Yin dapat menekan Yang dan menyebabkan sindrom dingin dan lembab. Sebaliknya, kekurangan Yin tidak dapat mengendalikan Yang dan terjadi sindrom panas dan kering. 4. Yin-Yang sebagai Tuntunan Diagnosis dan Terapi Penyakit terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara Yin dan Yang dalam organ tubuh. Mengetahui dan menganalisis gangguan keseimbangan Yin-Yang adalah basis dari pembedaan sindrom penyakit, sementara memulihkan keseimbangan Yin-Yang adalah basis terapi kedokteran tradisional Cina.

B. U. Hadikusumo, 1996, Tusuk Jarum Upaya Penyembuhan Alternatif, Penerbit Kanisius, YogyakartaDharmojono, drh, 2001, Menghayati Teori dan Praktek Akupunktur dan Moksibasi, Jilid 1, Trubus Agriwidya, DepokHendrik Agus Winarso, dr, 1997, Pedoman Lengkap Akupunktur dan Moksibasi, Dahara Prize, SemarangKoosnadi Saputra(ed), 2002, Akupunktur Klinik, Airlangga University Press, SurabayaUdayana Gendo, Dr. Med, 2006, Teori Dasar Kedokteran Tradisional Cina, Penerbit Kanisius, Yogyakarta Definisi dan Karateristik Sifat dan gejala yang ada di alam semesta ini mempunyai dua “muka” yang saling bertentangan. Yin dan Yang adalah dua hal yang bertentangan. Yin dan Yang saling bertentangan tetapi juga saling membentuk. Pada suatu saat Yin Yang terjadi pertentangan dalam hal kerja dan sifat, tetapi suatu saat bisa terjadi hubungan saling erat antara satu dengan yang lain. Yin Yang tidak berarti mutlak. Dalam Yin terdapat Yang dan dalam Yang terdapat Yin. Yin Yang membentuk sebuah kesatuan dan keseimbangan. Hilangnya keseimbangan menimbulkan keadaan abnormal, dimana terdapat Yin atau Yang yang berlebihan. Dan bilamana yang berlebihan dilemahkan atau yang lemah dikuatkan, sehingga terjadi lagi konsep keseimbangan dalam Yin Yang. a. Gambaran Yin Yang dalam alam semesta : Yin : malam, gelap, bawah,dingin, air, barat, utara, wanita, fisik, padat Yang : siang, terang, atas, panas, api, timur, selatan, laki-laki, mental, berongga

b. Gambaran Yin Yang pada bagian tubuh manusia Yin : tubuh bag. depan, tubuh bag. dalam, tubuh bag. bawah, perut, dada Yang : tubuh bag. belakang, tubuh bag. permukaan, tubuh bag. atas, punggung c. Gambaran Yin Yang terhadap organ tubuh manusia Yin : Jantung, Hati, Pericard, Ginjal, Paru-Paru, Limpa Yang : Usus besar, Usus kecil, kandung kemih, kandung empedu, Sanjiao (tripemanas), Lambung

d. Gam

baran Yin Yang terhadap penyakit

Yin : Kronis (lama) biasanya dgn gejala: tenang, dingin, lembab, bengkak Yang : Akut (baru saja) biasanya dengan gejala : gelisah, panas, kering Sumber : I

Yang : Akut (baru saja) biasanya dengan gejala : gelisah, panas, kering Sumber : I nting] Teori YINDan YANG

Dalam ilmu Akupunktur, teori Yin dan Yang adalah dua karakter yang ada di alam semesta ini yang memiliki dua muka (positif dan negatif) yang saling bertentangan, saling bergantung, saling tarik menarik, saling bertransformasi, membentuk kesatuan, pasang surut dan relatif (tidak mutlak). Sesuai konsep holistic, Yin Yang tubuh manusia dipengaruhi oleh Yin Yang alam semesta ini. Jadi untuk mempertahankan keseimbangannya manusia harus menyelaraskan/menyesuaikan dengan keadaan lingkungan dimana ia tinggal. Dalam Yin selalu ada Yang dan dalam Yang selalu ada Yin. Contoh Karakter Yin Yang : Yin : Air, dingin, Malam, Gelap, Utara, Istirahat, Pasif, Lapar, Kurus, Bawah, Gelap, Sedih, Miskin, Kurang/hipo.

Yang : Api, Panas, Siang, Selatan, Terang, Bekerja, Aktif, Gemuk, Kenyang, Kaya, Gembira, Hiper/Berlebihan. Contoh Yin Yang dalam Meridian : Yin : Paru-paru, Perikardium, Jantung, Limpa, Lever, Ginjal Yang : Usus Besar, Sanciao, Usus Kecil, Lambung, Kd. Empedu, Kd. Kemih Contoh Yin Yang dalam tubuh manusia : Yin : Bagian dada, Perut, Tubuh bagian bawah, Organ Cang, Sie, Li Yang : Punggung, bokong, Tubuh bagian atas, Organ Fu, Ci, Piao Contoh Yin Yang dalam kondisi penyakit: Yin : Kronis, Diam, Dingin, Lembab, Regresif Yang : Akut, Gelisah, Panas, Kering, Progresif Contoh Yin Yang dalam organ tubuh manusia : Yin : Paru-paru, Limpa, Jantung, Perikardium, Hati, Ginjal Yang : Usus Besar, Usus Kecil, Kandung kemih, Kandung Empedu, Lambung, Sanjiao Bila kita bicara tentang ORGAN CANG dengan fungsinya yang khusus, yaitu membuat dan menyimpan zat-zat pokok dan energi vital tergolong ORGAN YIN. ORGAN FU fung meneruskannya lagi ke organ Fu lain untuk diolah lebih lanjut, tergolong dalamORGAN YANG.

Meridian yang bersifat Yin meridian berakhir pada organ yang bersangkutan. Misalnya Organ Limpa, diawali dari ujung ibu jari kaki bagian luar dan berakhir pada titik di depan organ Limpa. Meridian yang bersifat Yang jalur meridian akan mencapai kepala. Seperti meridian Lambung, berawal dari bawah mata dan berakhir di ujung jari manis kaki. Masing-masing organ Cang Fu memiliki sifat Yin dan Yang. Misalnya organ ginjal memiliki sifat Yin ginjal dan memiliki juga sifat Yang. Demikian juga dengan organ limpa, lambung dan organ-organ lainnya. 6 Kondisi Keseimbangan Yin Yang
     

Yin dan Yang seimbang/normal Yang Ekses (kelebihan Yang) Yin Ekses (kelebihan Yin) Yin Defisiensi (kekurangan Yin) Yang Defisiensi (kekurangan Yang) Yin Yang Defisiensi (Kepunahan)

Fungsi Teori Yin Yang :

Merupakan bidang mendiagnosa suatu penyakit yang diderita oleh pasien, adalah 2 bidang diagnosa dari 8 dasar diagnosa terhadap penyakit.

Merupakan bidang penentuan terapi,

Jika kondisi pasien Yin dilakukan terapi Yang Jika kondisi pasien Yang dilakukan terapi Yin Jika kondisi pasien Defisiensi dilakukan terapi Penguatan/Tonifikasi

Jika kondisi pasien Ekses dilakukan terapi Pelemahan/Sedasi Jika kondisi pasien Dingin dilakukan terapi Pemanasan/Moksibasi Jika kondisi pasien Panas dilakukan terapi Pendinginan

Merupakan bidang penilaian/Prognosa setelah dilakukan penanganan

Dalam keadaan normal pertentangan-pertentangan antara Yin dan Yang ini tetap memelihara adanya keseimbangan relatif (harmonis), tetapi dalam keadaan abnormal akan terjadi ekses (kelebihan) atau defisiensi (kekurangan) Yin dan Yang. Apabila dalam proses saling melebur tampak ada gejala hilangnya relatifitas antara Yin dan Yang dan kegagalan untuk memulihkan keseimbangan itu, maka akan timbul keadaan ekses atau defisiensi dari salah satu Yin atau Yang. Hal ini merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit, yaitu bila Yin atau Yang terdapat dalam keadaan ekses atau defisien. Misalnya Yin ekses akan menghabiskan Yang, dan keadaan Yang defisien di pihak lain juga akan membawa pada keadaan Yin ekses, yang masing-masing dapat mengawali timbulnya sindrom dingin. Sebaliknya keadaan Yang ekses akan menghabiskan Yin, tapi keadaan Yin defisien juga akan mengakibatkan keadaan Yang ekses, yang masing-masing dapat membentuk sindrom panas. Sindrom-sindrom dingin atau panas yang disebabkan oleh faktor-faktor berbahaya yang berlebihan dikaitkan dengan kondisi Shi (Se, ekses), sedangkan sindromsindrom yang timbul akibat dingin atau panas karena menurunnya resistensi umum dihubungkan dengan kondisi Xu (Si, defisien).

Kedua jenis sindrom ini berbeda sifatnya, oleh karena itu prinsip-prinsip pengobatannya juga berbeda; yaitu sedasi (pelemahan) bagi sindrom-sindrom ekses dan tonifikasi (penguatan) bagi sindrom-sindrom defisiensi. Karena terjadinya penyakit disebabkan ketidak-seimbangan Yin dan Yang, maka semua pengobatan harus merujuk kepada kedua aspek ini (Yin dan Yang), yaitu pada pengembalian keseimbangan relatif antara Yin dan Yang ini. Dalam pengobatan akupunktur, titik-titik disisi badan sebelah kanan dapat dipilih untuk mengobati gangguan-gangguan di sisi badan sebelah kiri dan sebaliknya, sedangkan titik-titik Akupunktur di bagian badan sebelah bawah dapat dipilih untuk mengobati gangguan-gangguan yang terletak di bagian badan sebelah atas dan pula sebaliknya. Semua cara ini berdasarkan pengertian bahwa badan merupakan kesatuan organik yang utuh dan tujuan pengobatan ialah untuk menyeimbangkan kembali hubungan antara Yin dan Yang dan untuk meningkatkan sirkulasi Qi dan darah. Like this: Like

Search

TEORI YIN DAN YANG

Untuk memudahkan Anda menemukan topik/produk yang Anda inginkan, silakan gunakan fasilitas pencarian di atas TERAPIS MANTAP (1) SEJARAH PENGOBATAN Terapi Kesehatan Pak Sutikno TRADISIONIL (1) Prigen - Pijat Urat dan

Teori YinYang (阴阳) berakar dari Paham Dao (道) atau lebih dikenal sebagai Aliran Taoisme. Aliran Dao ini sudah ada sejak zaman purba, dengan konsep dasar keseimbangan/keharmonisan akan segala sesuatu. Teori Yin-Yang ini digunakan bukan saja untuk keperluan pengobatan tradisionil/tradisional. Tetapi juga untuk keperluan geografi, astrologi, peruntungan, pembangunan rumah (kita kenal sebagaiFeng Shui (风水)), dll. Konsep YinYang menggolongkan segala materi ke dalam sifatYin atau Yang. Misalnya langit bersifat Yang dan bumi bersifatYin, air bersifat Yin dan api bersifat Yang. Segala sesuatu yang bersifat panas, terang, maskulin, aktif, dll. digolongkan sebagaiYang.

Shennong - Legenda Nyata Herbalis Tionghoa... TAK LEKANG ZAMAN (1) Sinom - Si Sehat Segar... GAYA HIDUP SEHAT (1) Begadang Jangan Begadang... All Categories

Refleksi... DASAR PENGOBATAN TRADISIONIL (1) Teori Yin dan Yang... WAHANA SPESIAL (1) Museum "Tradisi" Mpu Tantular...

Sedangkan sifat dingin, gelap, feminin, pasif, dll. digolongkan sebagai Yin. Saya beruntung karena menemukan lambang YinYang di pintu gedung olahraga Klenteng Kudus. Langsung saya foto untuk ilustrasi di sini. Anda sudah sering melihat lambang ini tentunya. Simbol YinYang memiliki 2 unsur warna yaitu hitam dan putih. Warna hitam mewakili Yin, dan Warna putih mewakili Yang. Dari lambang tersebut dapat diterangkan sifat-sifat YinYang. Yin-Yang selalu berpasangan. Dan sifat Yin atau Yang dapat berubah penggolongannya tergantung dari pasangannya. Misalnya

Lingkaran hitam dalam area putih menunjukkan bahwa di

dalam Yang ada YinAPAK AH KONSEP YIN YANG SESUAI SYARIAH? Posted by yarobbi .com on Sep 11, 2010 in Artikel, Bekam Sinergi, TCM, Thibbun nabawi | 2 comments Kita sering mendengar istilah YIN YANG dalam kehidupan sehari-hari kita. Setidaknya saat kita menonton televise atau film yang diproduksi dari Negara tirai bamboo. Kita dapati dalam film-film yang kebanyakan bertemakan kungfu, vampire, maupu kisah perjuangan kolosal gambar lingkaran berisi dua warna hitam dan putih yang

kita sebut symbol YIN YANG. Sebagian dari kita, umat islam, belum mengenal dan memahami secara mendalam konsep YIN YANG. Tidak jarang justru antipati atau alergi dengan istilah YIN YANG hanya sebab YIN YANG identik dengan budaya china yang budayanya masih banyak berdekatan dengan hal-hal yang kurang sesuai dengan syariah islam. Namun, apakah demikian? Apakah kita jadi dihukumi haram ketika kita menggunakannya dalam pengobatan bekam? Fenomena Qi Dasar dari TCM (Traditional

Chinese Medicine ) adalah teori Yin Yang dan Lima Unsur. Dasar tersebut diformulasikan oleh bangsa Cina kuno melalui suatu observasi yang panjang tentang fenomena alam. Bangsa Cina kuno secara istiqomah terus mengamati sampai pada kesimpulan bahwa segala fenomena alam itu semuanya oleh konsep yang dinamakan Qi (energi). Qi inilah yang membedakan kedokteran modern dan tradisional. Qi tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan fenomenanya dalam tubuh manusia. Qi inilah yang membedakan seseorang yang satu dengan yang lain meskipun secara

fisik/anatomi sama-sama berbadan kekar dan dalam pemeriksaan medis modern tidak terdapat permasalahan pada kesehatannya. Contohnya, seseorang dengan berat badan dan postur tubuh yang sama, tetapi ada yang tahan naik kendaraan bermotor tanpa jaket, yang slain tidak tahan jika tidak memakai jaket. Contoh diatas adalah salah satu bentuk fenomena perbedaan tingkat energi kekebalannya terhadapaangin (Wei Qi) dalam tubuh seseorang yang dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang lain, seseorang akan semangat dalam bekerja

dan terlihat luar biasa energinya karena dia baru saja bahagia bertemu dengan kekasihnya. Rasa cinta inilah yang akan membuat perbedaan orang yang satu dengan yang lain dalam penampilan energinya. Itulah Qi, tidak dapat dilihat namun akan nampak dalam sebuah fenomena yang di munculkan oleh Qi. Lalu apa sih Yin Yang? Yin Yang bukan hanya sekedar deretan suatu hal atau sesuatu yang berlawanan/terpisah. Konsep tersebut tidak dapat dibatasi dari segala sesuatu di alam semesta ini, yang selalu mempunyai dua aspek, yaitu Yin dan Yang. Konsep yang

mendasar ini merupakan dasar diagnosis dan terapi dalam TCM. YIN YANG bersifat relative dan selalu dalam perubahan yang dinamis. Segala sesuatu itu mengandung derajat rasio dari YIN dan YANG. Dasar pengertian YIN YANG ditulis dalam buku Yi Jing, yang memuat tentang segala perubahan di alam semesta ini. Buku ini diperkirakan ditulis pada tahun 700 SM. Teori YIN YANG mengemukakan bahwa segala sesuatu di bumi ini terdiri atas dua hal yang berlawanan, yaitu YIN dan YANG. Sedangkan hubungan YIN dan YANG merupakan suatu

kekuatan dari dalam yang menjadi penyebab semua perkembangan dan perubahan. Menurut teori ini perubahan secara alamiah terjadi ketika segala sesuatu mencapai puncaknya. YIN YANG mempunyai pengertian alamiah bahwa sesuatu di alam semesta berdasarkan dua sifat, yaitu saling berlawanan, saling seimbang, saling menghidupkan dan tidak mutlak.

logo yinyang Gambar di atas mempunyai arti yang cukup dalam, yaitu sifat keseimbangan. Keseimbangan dalam bidang kedokteran konvensional disebut pula sebagai homeostasis. Hanya saja yang perlu diketahui, pemaknaan seimbang dalam TCM itu tidak sama dengan keseimbangan mutlak sebagaimana dipahami dalam

dunia sains. Dalam YIN terdapat YANG (dalam gelap ada terang). Dalam Yang terdapat YIN (dalam terang ada gelap). Selama tercapai keseimbangan (homeostasis) maka tubuh manusia dalam kondisi sehat. Secara lebih mendetail dikatakan bahwa homeostatis TCM dimaknai sebagai, “suatu yang bersamaan dalam energi yang berlawanan dan dinamis”. Hal yang menggembirakan adalah saat ini ilmu kedokteran modern ternyata juga menggunakan konsep keseimbangan/homeostasis terutama dalam dunia kedokteran untuk kondisi humoral tubuh.

Beberapa sifat YIN YANG A. Sifat Berlawanan YinYang Teori YIN-YANG menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta mempunyai aspek yang berlawanan, yaitu Yin dan Yang. Sifat berlawanan YIN-YANG tercermin terutama dalam hal kemampuan untuk mengatasi dan mengawasi satu sama lain. Misalnya, hangat dan panas (YANG), dapat menghilangkan sejuk dan dingin (YIN), sementara itu dingin dapat menurunkan suhu. Aspek YIN atau YANG dengan sesuatu fenomena akan membatasi yang lain

melalui perlawanan. Pada keadaan normal dalam tubuh manusia, ada keseimbangan fisiologis yang diatur melalui saling berlawanan antara YIN dan YANG. Bila suatu keadaan hubungan saling berlawanan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan YIN atau YANG, keseimbangan fisiologis dari tubuh akan terganggu dan timbul penyakit. Kaedah dasarnya, “Kelebihan YIN menyebabkan kekurangan dari Yang atau hiperaktif dari YANG menyebabkan kekurangan YIN”. Contohnya pada orang yang terlalu banyak makan buah menyebabkan diare. Karena

unsur dingin dalam buah membuat tubuh kekurangan YANG / Penghangat. Maka kondisi yang dapat dilihat adalah diare, encer, perut mulas, badan terasa dingin. B. Sifat Saling Tergantung Yin dan Yang YIN-YANG mempunyai hubungan saling ketergantungan, satu dengan lain tidak dapat dipisahkan, tidak ada YIN tanpa YANG dan sebaliknya. Pada Tubuh manusia, YIN menunjukkan substansi nutrien (bahan makanan) dan YANG menunjukkan aktivitas fungsional nampak pada bagian dalam, oleh karena itu YIN terletak di

dalam, sedangkan aktivitas fungsional nampak pada bagian luar, dengan demikian Yang nampak pada bagian luar. Manifestasi YANG pada bagian luar adalah gerakan dari bagian dalam, demikian maka disebut “YANG adalah pelayanan dari YIN”, YIN yang terletak pada bagian dalam adalah bahan dasar untuk aktivitas fungsional dan oleh karena itu disebut “Pelindung YANG”. Contohnya, makanan/ nutrient akan tercerna jika energi di dalam pencernaan cukup. Pada orang yang kekurangan gizi maka diterapi dengan memberikan ramuan yang memberikan

energi terhadap pencernaan dahulu sebelum diberi makanan/nutrisi. C. Hubungan Saling Melengkapi dan Menunjang dari Yin dan Yang Dua aspek YIN dan YANG dengan fenomena apa saja adalah tidak berdiri sendiri, tetapi dalam keadaan terusmenerus saling melengkapi dan menunjang. Contohnya, berbagai aktivitas fungsional (YANG) badan akan membutuhkan masukan sejumlah substansi nutrien (YIN) akan membutuhkan sejumlah energi (YANG), ini merupakan proses konsumsi YANG untuk mendapatkan YIN. Contohnya, berbagai

aktivitas fungsional (YANG) badan akan membutuhkan masukan sejumlah substansi nutrien (YIN) akan membutuhkan sejumlah energi (YANG), ini merupakan proses konsumsi YANG untuk mendapatkan YIN. Pada keadaan normal, hubungan saling melengkapi menunjang dari YIN dan YANG adalah suatu keadaan keseimbangan yang relative. Pada keadaan normal hubungan ini berjalan dalam batas-batas logis, apabila ada kelebihan atau kekurangan dari salah satu YIN atau YANG, maka menyebabkan timbulnya penyakit.

D. Hubungan Saling Mengubah dari Yin-Yang Dua aspek YIN-YANG dengan fenomena apa saja adalah tidak absolut tetap. Pada keadaan tertentu salah satu dari keduanya dapat berubah ke bentuk lain, yaitu YANG dapat berubah menjadi YIN atau YIN berubah menjadi YANG. Bila hubungan saling memakai menunjang adalah suatu proses perubahan secara kwantitatif, maka hubungan saling mengubah antara YIN dan YANG adalah perubahan secara kwalitatif. YIN yang berlebihan akan menghasilkan YANG dan YANG berlebihan akan

menghasilkan YIN. Contohnya, Orang yang kedinginan kehujanan kalau tidak dihangati maka akan muncul badan panas sebagai akumulasi dari dingin yang menghasilkan panas. Demikian juga dengan orang yang terkena demam, maka kalau tidak diterapi dengan baik akan muncul fase kedinginan hebat sebagai akumulasi dari panas ( contoh pada DBD stadium Pre sock). Simpulan materi Dari uraian diatas saya mengenai konsep YIN YANG, saya mengambil simpulan bahwa YIN YANG merupakan konsep kehidupan yang luar biasa. Konsep YIN YANG berbicara mengenai

keseimbangan yang ternyata konsep keseimbangan pun ada di dalam al Qur an dan as sunnah. Allah Subhanahu wata‟ala berfirman, “Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Ar Ra‟d (13):3). Pada ayat yang lain Allah membicarakan fakta penciptaan bahwa segala sesuatu Allah jadikan

berpasangan, Allah sebutkan berpasang-pasangannya lakilaki dan perempuan (53:45) atau Allah SWT menciptakan segala sesuatu di alam ini dengan berpasang-pasangan (51:49). Pada hadist-hadis yang membahas cara makan Nabi, Nabi shalallahu „alaihi wasalam sering mempraktekkan konsep keseimbangan. Cermatilah saat beliau makan kurma, maka diimbangi dengan memakan mentimun. Kurma sifatnya hangat dan mentimun sifatnya dingin, sehingga diharapkan tidak banyak unsur panas yang berlebihan di dalam tubuh sehingga membuat badan jadi

tidak seimbang. So, menurut hemat penulis, konsep YIN YANG adalah sebuah hikmah yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin dan umat manusia secara keseluruhan. Ambillah yang sesuai dengan apa yang sudah Allah dan RasulNya gariskan lalu gunakan sebanyak-banyaknya demi kemaslahatan umat dan kaum muslimin. Wallahu a‟lam Bish shawab. Author is dr Achmad Ali Ridho Akp More artikel about bekam? main aja ke yarobbi.com

2 Responses to “A

, demikian juga sebaliknya.

TEORI LIMA UNSUR (WU XING) Posted: Januari 3, 2012 in Uncategorized 0 Salah satu teori pengobatan dalam akupunktur adalah hukum lima unsur. TCM (traditional Chines Medicine) sangat erat dengan teori ini sebagai dasar diagnosa dan pengobatan. Fenomena penyakit banyak dilihat berdasarkan teori ini. Teori Pergerakan 5 Unsur hampir sama tuanya dengan teori Yin Yang dan merupakan salah satu dasar TCM yang cukup penting. Pada dasarnya teori lima unsur adalah terori yang membagi sifat sesuatu berdasarkan fenomena alam yang di hubungkan dengan sifat Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air. Teori lima unsur dikemukakan pertama kali pada dinasti Yin dan Zhou 1600-221 sebelum masehi. Ke lima unsur dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan dan pembentukan materi. Teori lima unsur dalam pengobatan trsadisional dapat diartikan sebagai fenomena fisiologis maupun patofisiologis dalam kedokteran modern. Wu Xing adalah pergerakan dan perubahan dari lima unsur yang berupa : kayu, api, tanah, logam, air. Dimana “Wu” berarti “lima” menunjukkan lima unsur pembentuk alam semesta yang berupa kayu, api, tanah, logam dan air, sedangkan “Xing” adalah “pergerakan” dan perubahan dari kelima unsur tersebut. Meskipun memiliki sifat yang berbeda-beda kelima unsur tetap saling berhubungan, bergantung satu sama lain. Teori lima unsur digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena alam sehingga bersama-sama teori Yin Yang merupakan konsepsi untuk menganalisa seluruh fenomena. Dalam akupunktur teori lima unsur digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat dan hubungan organ Zang Fu

serta hubungan antara manusia dengan semesta alam. Di samping itu teori lima unsur digunakan pula untuk diagnosis dan terapi akupunktur. Perlu dijelaskan pula, yang dimaksud dengan kayu, api, tanah, logam dan air tidak asli benda-benda itu sendiri, melainkan meminjam ciri-ciri khas dari benda-benda tersebut untuk menginduksi penggolongan dari segala sesuatu yang berada di alam semesta ini. Sebagai contoh, sifat kayu adalah bertumbuh menjadi pohon, berkembang, lemah lembut, bergoyang apabila ditiup angin, dapat terbakar dan menimbulkan api. Maka segala sesuatu yang mempunyai ciri atau sifat yang menyerupai kayu maka digolongkan dalam pergerakan kayu dan begitu pula dengan ciri serta sifat unsur-unsur lainnya. Organ-organ tubuh manusia sebagaimana sifat-sifat yang dimiliki dapat digolongkan menjadi lima kategori yakni:
    

Organ Air

: Ginjal dan Kandung Kemih

Organ Kayu : Hati dan Kandung Empedu Organ Api : Jantung, Usus kecil, Selaput Jantung,dan Tri Pemanas.

Organ Tanah : Limpa dan Lambung Organ Logam : Paru-Paru dan Usus Besar Kelima unsur tadi saling berhubungan satu sama lainnya secara interaktif menciptakan keseimbangan dinamis yang membentuk kualitas kesehatan dalam diri manusia. Ketika hubungan antara organ-organ dari ke lima unsur berlainan tidak terjadi secara seimbang, maka kondisi tersebut akan menimbulkan penyakit atau rasa sakit pada manusia bersangkutan. Simbolisasi unsur alam yakni air, kayu, api, tanah, dan logam adalah untuk menunjukkan karakter yang dimiliki organorgan bersangkutan.

v Sifat karakteristik spesifik dasar dari masing-masing kelima unsur. 1. Karakteristik spesifik unsur kayu adalah harmonis, tumbuh, lurus yang artinya bahwa kayu memiliki sifat dan guna tumbuh berkembang, harmonis serasi, dapat lurus maupun bengkok. Dengan mengikuti kaedah tersebut maka segala sesuatu yang mempunyai sifat tumbuh berkembang, naik menyebar, bebas, lancar terbuka dikelompokkan dalam unsur kayu. 2. Karakteristik spesifik unsur api adalah membakar keatas yang artinya bahwa api memiliki sifat panas membara dan membumbung naik keatas, sehingga dengan mengikuti kaedah tersebut maka segala sesuatu yang memiliki sifat dan guna yang panas, membara, menguap naik keatas, terang dikelompokkan dalam unsur api. 3. Karakteristik spesifik unsur tanah adalah menyemai dan menumbuhkan tanaman yang artinya bahwa tanah memiliki sifat menerima, menumbuhkan, menahan sehingga dengan mengikuti kaedah tersebut maka segala sesuatu yang memiliki sifat dan guna menunmbuhkan dan merubah, menerima, menahan dikelompokkan dalam unsur tanah. 4. Karakteristik spesifik unsur logam adalah mengolah dan berubah, karena didalam alam bebas jarang diketemukan logam secara murni (langsung jadi), sedangkan adanya logam haruslah melalui pengolahan dan perubahan dari bahan tanah, dimana bobot dari logam adalah berat dan biasanya dipakai sebagai bahan pembunuh, sehingga dengan mengikuti kaedah tersebut maka segala sesuatu yang memiliki sifat dan guna berat tenggelam/turun, serius membunuh, bersuara, menerima dan mengkerut dikelompokkan dalam unsur logam. 5. Karakteristik spesifik unsur air adalah membasahi dan turun kebawah, sehingga dengan mengikuti kaedah tersebut maka segala sesuatu yang memiliki sifat dan guna melumas, membasahi, mengalir kebawah, dingin, tertutup dan menyimpan dapat dikelompokkan dalam unsur air.

Teori Wu Xing merupakan suatu teori yang mengelompokkan segala sesuatu di dunia ini dengan memakai sifat spesifik abstrak dari pergerakan lima unsur dan memakai hubungan “saling menghidupi” serta “saling membatasi” diantara kelima unsur tersebut untuk menerangkan saling keterkaitan dan saling menyeimbangkan antara segala sesuatu kejadian atau materi di alam semesta ini. v Hukum Pergerakan lima unsur Hubungan antara lima unsur yang saling menghidupi, saling membatasi/saling menahan dan saling berubah menerangkan bahwa antara unsur-unsur kayu, api, tanah,logam, air tidaklah ada, terjadi dan hidup secara sendiri-sendiri tetapi kelima unsur ini berada di dalam kondisi hubungan yang saling menghidupi, saling membatasi/saling menahan dan saling berubah yang teratur untuk dapat mempertahankan keadaan yang stabil sehingga kelima unsur ini dapat ada dan berubah secara langgeng. Kondisi ini adalah kondisi normal dari hubungan antara kelima unsur tersebut. ~ Saling Menghidupi

Saling menghidupi merupakan hubungan saling menjadikan, membantu pertumbuhan, dan mempercepat perkembangan dari kelima unsur. Dimana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang harmonis secara beraturan antara kayu, api, tanah, logam dan air. Usaha menghidupkan antara unsur yang satu dengan yang lain selalu mengikuti suatu siklus yang teratur : kayu menghidupi api, api menghidupi tanah, tanah menghidupi logam, logam menghidupi air dan air menghidupi kayu. Secara filosofis hubungan saling menghidupi bisa digambarkan bahwa air akan menghidupkan tumbuhan, tumbuhan menghasilkan kayu untuk menghidupkan api, api membakar kayu menjadi abu yang akan menyuburkan tanah, tanah yang subur biasanya akan juga mengandung unsur logam yang tinggi,

lokasi dimana terdapat kandungan logam tinggi biasanya akan terdapat sebuah mata air. organ air yang sehat yakni ginjal dan kandung kemih, akan memberikan energi kepada organ kayu yakni hati dan kandung empedu. Organ kayu yang sehat akan memberikan energi kepada organ api yakni jantung, usus kecil, selaput jantung dan tri pemanas. Organ jantung yang sehat akan memberikan energi pada organ logam yakni paru-paru dan usus besar. Organ logam yang sehat akan memberikan energi kepada organ air. Siklus ini akan terus berputar dalam suatu keseimbangan yang dinamis. Hubungan saling menghidupi ini juga dikenal sebagai hubungan ibu-anak yaitu unsur pembentuk sebagai ibu dan unsur yang dibentuk sebagai anak. ~ Saling Membatasi

Yang dimaksud dengan saling membatasi adalah hubungan saling menahan atau saling membatasi antara kelima unsur. Secara filosofis dapat ditunjukkan bahwa air akan memadamkan api. Pohon yang tumbuh membesar akan mendesak tanah. Api akan melelehkan logam. Tanah akan membendung air. Logam akan memotong kayu. ~ Saling Menindas

Menindas dalam teori lima unsur diartikan sebagai hubungan membatasi yang terlalu berlebih terhadap unsur yang secara normal dibatasinya. Hubungan penindasan terjadi apabila unsur yang dibatasi menjadi defisien atau unsur pembatas menjadi ekses. Keadaan penindasan ini merupakan keadaan patologis yang dapat membahayakan. ~ Saling Menghina

Apabila unsur yang bersifat membatasi mempunyai kekutan lebih lemah dari yang di batasi maka akan terjadi hubungan penghinaan dari unsur yang dibatasi kepada unsur yang seharusnya membatasi. Hubungan penghinaan terjadi pada hubungan yang terbalik pada pembatasan, sebagai contoh dalam keadaan normal kayu membatasi tanah tetapi dalam keadaan patologis tanah berbalik menghina kayu akibat defisiensi kayu atau ekses tanah. Saling menghidupi dan saling membatasi merupakan sesuatu yang terpisah saling berlawanan satu sama lain. Tanpa pembentukan tak akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan, serta tanpa pembatasan tak akan terjadi keseimbangan dan koordinasi. Aplikasi Teori Lima Unsur
   

Untuk menerangkan fisiologi dan patologi organ Zhang Fu Untuk menerangkan hubungan antar organ Sebagai penuntun untuk menerangkan pemeriksaan dan diagnosa penyakit Untuk memprediksi kondisi penyakit dan menentukan pragnosa (kemungkinan penyakit menjadi lebih parah atau baik)

  

Penuntun penggunaan obat herbal dan tanaman berkhasiat obat Memahami penjalaran dan perubahan penyakit Menentukan prinsip terapi dan cara terapi Teori 5 Unsur

Teori 5 Unsur

Barangkali bukanlah suatu kebetulan, bilamana banyak prinsip-prinsip kebaikan yang berlaku di dunia ini sering dikaitkan dengan angka 5 (lima). Demikian juga dengan teori mengenai kesehatan organorgan tubuh yang dianut dalam ilmu kedokteran China kuno yang dikenal sebagai Hukum 5 Unsur (U Sing). Sebagaimana dijelaskan oleh Joko Sumpeno (2003), praktisi kesehatan di LPK Bayu Aji Yogyakarta. Organ-organ

tubuh manusia sebagaimana sifat-sifat yang dimiliki dapat digolongkan menjadi 5 (lima) kategori yakni:
    

Organ Air: Ginjal dan Kandung Kemih Organ Kayu: Hati dan Kandung Empedu Organ Api: Jantung, Usus Halus, Selaput Jantung,dan Tri Pemanas. Organ Tanah: Limpa dan Lambung Organ Logam: Paru-Paru dan Usus Besar

Kelima unsur tadi saling berhubungan satu sama lainnya secara interaktif menciptakan keseimbangan dinamis yang membentuk kualitas kesehatan dalam diri manusia. Ketika hubungan antara organorgan dari ke lima unsur berlainan tidak terjadi secara seimbang, maka kondisi tersebut akan menimbulkan penyakit atau rasa sakit pada manusia bersangkutan. Simbolisasi unsur alam yakni air, kayu, api, tanah, dan logam adalah untuk menunjukkan karakter yang dimiliki organ-organ bersangkutan. Hubunganhubungan antar lima unsur organ tubuh manusia akan mengikuti hukum-hukum tertentu yang antara lain 2 hukum pokok sebagai berikut: 1. Hukum Menghidupi Pada hukum menghidupi sebagaimana terlihat pada bagan di atas melalui hubungan sumbu lurus,, secara filosofis bisa digambarkan bahwa air akan menghidupkan tumbuhan, tumbuhan menghasilkan kayu untuk menghidupkan

api, api membakar kayu menjadi abu yang akan mensuburkan tanah, tanah yang subur biasanya akan juga mengandung unsur logam yang tinggi, lokasi dimana terdapat kandungan logam tinggi biasanya akan terdapat sebuah mata air. organ air yang sehat yakni ginjal dan kandung kemih, akan memberikan energi kepada organ kayu yakni hati dan kandung empedu. Organ kayu yang sehat akan memberikan energi kepada organ api yakni jantung, usus halus, selaput jantung dan tri pemanas. Organ jantung yang sehat akan memberikan energi pada organ logam yakni paru-paru dan usus besar. Organ logam yang sehat akan memberikan energi kepada organ air. Siklus ini akan terus berputar dalam suatu keseimbangan yang dinamis. 2. Hukum Membatasi Pada hukum membatasi sebagaimana ditunjukkan pada bagan di atas melalui hubungan sumbu menyilang, secara filosofis dapat ditunjukkan bahwa air akan memadamkan api. Pohon yang tumbuh membesar akan mendesak tanah. Api akan melelehkan logam. Tanah akan membendung air. Logam akan memotong kayu. Organ air akan membatasi organ api, misalnya ginjal yang sakit akan mengganggu fungsi jantung. Organ kayu akan membatasi organ tanah, misalnya hati yang sakit akan mengganggu fungsi lambung. Organ api akan membatasi organ logam, misalnya jantung yang sakit akan menganggu fungsi paru-paru. Organ tanah akan membatasi organ air, misalnya lambung yang sakit akan menganggu

fungsi ginjal. Organ logam akan membatasi organ kayu, misalnya paruparu yang sakit akan mengganggu fungsi hati. Dengan demikian ketika sebuah organ sakit kemudian tidak segera dirawat atau diobati, maka akibat selanjutnya akan menyebabkan organorgan lainnya akan menjadi ikut sakit, sehingga timbul apa yang disebut sebagai sakit komplikasi yakni terjadi rantai penyakit dari setiap unsur dikarenakan hubungan Hukum Membatasi. Guna memahami lebih lanjut mengenai teori 5 unsur, berikut ini adalah tabel U Sing yang berisi karakteristik lebih detil mengenai setiap organ dari masingmasing unsur sebagaimana dijelaskan olehJoko Sumpeno (2003), praktisi kesehatan di LPK Bayu Aji Yogyakarta. Tabel 1: Tabel U Sing Penggolong Jenis U Sing Cang Fu Musim Hawa Udara Warna Indera Jaringan Tubuh Suara Emosi Kayu Api Tanah Hati Jantung Limpa Kandung Usus Halus Lambung Empedu Semi Panas Panas Panjang Angin Panas Lembab Hijau Mata Tendon Menjerit Marah

L P Us

Merah Kuning Lidah Mulut H Pembuluh Otot Ku Darah Tertawa Menyanyi M Gembira Berpikir, Rindu,

Rasa

Asam

Pahit

Cinta Manis

Baris pertama dan baris kedua menunjukkan pembagian organ dari setiap unsur berdasarkan bentuknya. Organ Cang adalah organ yang berbentuk keras dan padat dan bersifat "dingin" yakni hati, jantung, limpa, paru-paru dan ginjal. Kemudian organ Fu adalah organ yang berbentuk selaput lunak dan bersifat "panas" yakni kandung empedu, usus halus, lambung, usus besar dan kandung kecing. Baris ketiga dan keempat menjelaskan musim dan sifat hawa udara yang menyertai dimana pada waktu-waktu musim bersangkutan, organ 5 unsur yang berhubungan relatif akan mudah mengalami gangguan karena kondisi alam sebagaimana yang terjadi pada musim bersangkutan. Seperti misalnya organ hati dan kandung empedu akan relatif mudah mengalami gangguan pada musim semi. Kemudian misal lainnya, organ ginjal dan kandung kencing akan relatif mudah menerima gangguan pada musim dingin. Makna dari klasifikasi ini adalah bahwa kita perlu memberikan perhatian lebih pada organ yang relatif lemah pada musim tertentu. Baris kelima adalah menerangkan warna kulit sekunder yang akan terjadi bilamana sebuah organ 5 unsur yang berhubungan sedang sakit. Warna sekunder dalam arti adalah warna bayangan yang menyertai warna kulit primer sesuai ras. Orang yang

memiliki gangguan pada fungsi paru-paru akan memiliki wajah keputih-putihan (pucat). Demikian juga orang yang memiliki gangguan pada fungsi jantung akan memiliki wajah kemerah-merahan. Baris keenam dan baris ketujuh adalah mendeskripsikan indra-indra dan jaringan-jaringan tubuh yang berhubungan dengan organ 5 unsur yang bersangkutan. Ketika seseorang memiliki gangguan fungsi hati, maka biasanya orang bersangkutan akan memiliki gangguan pada fungsi penglihatan dan tendon. Saat seseorang memiliki gangguan fungsi paru-paru, maka biasanya orang bersangkutan akan memiliki gangguan pada fungsi penciuman dan memiliki masalah kulit. Makna dari penggolongan ini adalah bahwa gangguan pada indra atau jaringan tubuh akan relatif sulit bilamana organ 5 unsur yang bersangkutan tidak disehatkan terlebih dahulu. Orang sakit kulit barangkali tidak akan sembuh-sembuh bilamana organ paru-parunya tidak disehatkan terlebih dahulu. Baris kedelapan dan baris kesembilan adalah memaparkan tipe suara dan emosi yang relatif dominan berhubungan dengan organ 5 unsur bersangkutan. Orang dengan gangguan pada fungsi antung umumnya akan selalu tampak gembira dan sering tertawa. Orang dengan gangguan pada fungsi paru-paru akan selalu tampak sedih dan mudah untuk menangis. Makna yang bisa juga disimpulkan dari penggolongan emosi adalah bahwa orang tidak boleh memiliki

satu perasaan yang sangat dominan, karena akan mengganggu fungsi organ 5 unsur bersangkutan. Orang yang selalu sedih akan mudah untuk terserang sakit paru-paru. orang yang selalu bergembira terlalu berlebihan akan mudah untuk mengalami gangguan jantung, orang yang mudah marah akan gampang terkena gangguan hati, orang yang selalu takut atau kuatir secara berlebihan akan gampang terkena gangguan ginjal. Orang yang terlalu sering berpikir keras akan mudah terkena gangguan lambung. Baris kesembilan adalah mengutarakan rasa-rasa makanan dan minuman yang berhubungan dengan organ 5 unsur bersangkutan. Makanan atau minuman sehat dengan rasa manis akan menyehatkan lambung, rasa pedas menyehatkan paru-paru, rasa asin akan menyehatkan ginjal, rasa asam akan menyehatkan hati dan terakhir, rasa pahit akan menyehatkan jantung. Bila dikaitkan dengan hukum membatasi sebagaimana diterangkan di muka, maka ketika ada salah satu organ 5 unsur yang sakit, maka makanan dan minuman dengan rasa dari organ 5 unsur yang bersifat membatasi dianjurkan untuk dihindari. Misalnya orang yang memiliki sakit lambung, bila makan atau minum dengan rasa manis, maka akan terasa nyaman, namun menjadi masalah besar, ketika orang bersangkutan makan atau minum dengan rasa asam. Karena asam adalah rasa milik organ kayu (hati dan kandung empedu) yang membatasi organ tanah (lambung dan limpa).

Dengan memahami tabel penggolongan U Sing di atas, kita akan memiliki dasar pengetahuan mengenai segala sesuatu yang perlu dilakukan dan dihindari agar organ-organ kita menjadi sehat terawat. Petunjuk lebih detil mengenai aplikasi hukum 5 unsur pada proses perawatan kesehatan, bisa anda lihat pada halamanhalaman hidup sehat , menu sehat dan jamu sehat Barangkali bukanlah suatu kebetulan, bilamana banyak prinsip-prinsip kebaikan yang berlaku di dunia ini sering dikaitkan dengan angka 5 (lima). Demikian juga dengan teori mengenai kesehatan organ-organ tubuh yang dianut dalam ilmu kedokteran China kuno yang dikenal sebagai Hukum 5 Unsur (U Sing). Sebagaimana dijelaskan oleh Joko Sumpeno (2003), praktisi kesehatan di LPK Bayu Aji Yogyakarta. Organ-organ tubuh manusia sebagaimana sifat-sifat yang dimiliki dapat digolongkan menjadi 5 (lima) kategori yakni:
  

 

Organ Air: Ginjal dan Kandung Kemih Organ Kayu: Hati dan Kandung Empedu Organ Api: Jantung, Usus Halus, Selaput Jantung,dan Tri Pemanas. Organ Tanah: Limpa dan Lambung Organ Logam: Paru-Paru dan Usus Besar

Kelima unsur tadi saling berhubungan satu sama lainnya secara interaktif

menciptakan keseimbangan dinamis yang membentuk kualitas kesehatan dalam diri manusia. Ketika hubungan antara organ-organ dari ke lima unsur berlainan tidak terjadi secara seimbang, maka kondisi tersebut akan menimbulkan penyakit atau rasa sakit pada manusia bersangkutan. Simbolisasi unsur alam yakni air, kayu, api, tanah, dan logam adalah untuk menunjukkan karakter yang dimiliki organ-organ bersangkutan. Hubunganhubungan antar lima unsur organ tubuh manusia akan mengikuti hukum-hukum tertentu yang antara lain 2 hukum pokok sebagai berikut: 1. Hukum Menghidupi Pada hukum menghidupi sebagaimana terlihat pada bagan di atas melalui hubungan sumbu lurus,, secara filosofis bisa digambarkan bahwa air akan menghidupkan tumbuhan, tumbuhan menghasilkan kayu untuk menghidupkan api, api membakar kayu menjadi abu yang akan mensuburkan tanah, tanah yang subur biasanya akan juga mengandung unsur logam yang tinggi, lokasi dimana terdapat kandungan logam tinggi biasanya akan terdapat sebuah mata air. organ air yang sehat yakni ginjal dan kandung kemih, akan memberikan energi kepada organ kayu yakni hati dan kandung empedu. Organ kayu yang sehat akan memberikan energi kepada organ api yakni jantung, usus halus, selaput jantung dan tri pemanas. Organ jantung yang sehat akan memberikan energi

pada organ logam yakni paru-paru dan usus besar. Organ logam yang sehat akan memberikan energi kepada organ air. Siklus ini akan terus berputar dalam suatu keseimbangan yang dinamis. 2. Hukum Membatasi Pada hukum membatasi sebagaimana ditunjukkan pada bagan di atas melalui hubungan sumbu menyilang, secara filosofis dapat ditunjukkan bahwa air akan memadamkan api. Pohon yang tumbuh membesar akan mendesak tanah. Api akan melelehkan logam. Tanah akan membendung air. Logam akan memotong kayu. Organ air akan membatasi organ api, misalnya ginjal yang sakit akan mengganggu fungsi jantung. Organ kayu akan membatasi organ tanah, misalnya hati yang sakit akan mengganggu fungsi lambung. Organ api akan membatasi organ logam, misalnya jantung yang sakit akan menganggu fungsi paru-paru. Organ tanah akan membatasi organ air, misalnya lambung yang sakit akan menganggu fungsi ginjal. Organ logam akan membatasi organ kayu, misalnya paru-paru yang sakit akan mengganggu fungsi hati. Dengan demikian ketika sebuah organ sakit kemudian tidak segera dirawat atau diobati, maka akibat selanjutnya akan menyebabkan organ-organ lainnya akan menjadi ikut sakit, sehingga timbul apa yang disebut sebagai sakit komplikasi yakni terjadi rantai penyakit dari setiap unsur dikarenakan hubungan Hukum

Membatasi. Guna memahami lebih lanjut mengenai teori 5 unsur, berikut ini adalah tabel U Sing yang berisi karakteristik lebih detil mengenai setiap organ dari masingmasing unsur sebagaimana dijelaskan olehJoko Sumpeno (2003), praktisi kesehatan di LPK Bayu Aji Yogyakarta. Tabel 1: Tabel U Sing Penggolong Jenis U Sing Cang Fu Musim Hawa Udara Warna Indera Jaringan Tubuh Suara Emosi Kayu Hati Kandung Empedu Semi Angin Hijau Mata Tendon Menjerit Marah Api Tanah Jantung Limpa Usus Halus Lambung Panas Panas Panas Panjang Lembab

Rasa

Asam

Merah Kuning Lidah Mulut Pembuluh Otot K Darah Tertawa Menyanyi Gembira Berpikir, Rindu, Cinta Pahit Manis

Baris pertama dan baris kedua menunjukkan pembagian organ dari setiap unsur berdasarkan bentuknya. Organ Cang adalah organ yang berbentuk keras dan padat dan bersifat "dingin" yakni hati, jantung, limpa, paru-paru dan ginjal. Kemudian organ

Fu adalah organ yang berbentuk selaput lunak dan bersifat "panas" yakni kandung empedu, usus halus, lambung, usus besar dan kandung kecing. Baris ketiga dan keempat menjelaskan musim dan sifat hawa udara yang menyertai dimana pada waktu-waktu musim bersangkutan, organ 5 unsur yang berhubungan relatif akan mudah mengalami gangguan karena kondisi alam sebagaimana yang terjadi pada musim bersangkutan. Seperti misalnya organ hati dan kandung empedu akan relatif mudah mengalami gangguan pada musim semi. Kemudian misal lainnya, organ ginjal dan kandung kencing akan relatif mudah menerima gangguan pada musim dingin. Makna dari klasifikasi ini adalah bahwa kita perlu memberikan perhatian lebih pada organ yang relatif lemah pada musim tertentu. Baris kelima adalah menerangkan warna kulit sekunder yang akan terjadi bilamana sebuah organ 5 unsur yang berhubungan sedang sakit. Warna sekunder dalam arti adalah warna bayangan yang menyertai warna kulit primer sesuai ras. Orang yang memiliki gangguan pada fungsi paru-paru akan memiliki wajah keputih-putihan (pucat). Demikian juga orang yang memiliki gangguan pada fungsi jantung akan memiliki wajah kemerahmerahan. Baris keenam dan baris ketujuh adalah mendeskripsikan indra-indra dan

jaringan-jaringan tubuh yang berhubungan dengan organ 5 unsur yang bersangkutan. Ketika seseorang memiliki gangguan fungsi hati, maka biasanya orang bersangkutan akan memiliki gangguan pada fungsi penglihatan dan tendon. Saat seseorang memiliki gangguan fungsi paru-paru, maka biasanya orang bersangkutan akan memiliki gangguan pada fungsi penciuman dan memiliki masalah kulit. Makna dari penggolongan ini adalah bahwa gangguan pada indra atau jaringan tubuh akan relatif sulit bilamana organ 5 unsur yang bersangkutan tidak disehatkan terlebih dahulu. Orang sakit kulit barangkali tidak akan sembuh-sembuh bilamana organ paru-parunya tidak disehatkan terlebih dahulu. Baris kedelapan dan baris kesembilan adalah memaparkan tipe suara dan emosi yang relatif dominan berhubungan dengan organ 5 unsur bersangkutan. Orang dengan gangguan pada fungsi antung umumnya akan selalu tampak gembira dan sering tertawa. Orang dengan gangguan pada fungsi paru-paru akan selalu tampak sedih dan mudah untuk menangis. Makna yang bisa juga disimpulkan dari penggolongan emosi adalah bahwa orang tidak boleh memiliki satu perasaan yang sangat dominan, karena akan mengganggu fungsi organ 5 unsur bersangkutan. Orang yang selalu sedih akan mudah untuk terserang sakit paruparu. orang yang selalu bergembira terlalu berlebihan akan mudah untuk

mengalami gangguan jantung, orang yang mudah marah akan gampang terkena gangguan hati, orang yang selalu takut atau kuatir secara berlebihan akan gampang terkena gangguan ginjal. Orang yang terlalu sering berpikir keras akan mudah terkena gangguan lambung. Baris kesembilan adalah mengutarakan rasa-rasa makanan dan minuman yang berhubungan dengan organ 5 unsur bersangkutan. Makanan atau minuman sehat dengan rasa manis akan menyehatkan lambung, rasa pedas menyehatkan paru-paru, rasa asin akan menyehatkan ginjal, rasa asam akan menyehatkan hati dan terakhir, rasa pahit akan menyehatkan jantung. Bila dikaitkan dengan hukum membatasi sebagaimana diterangkan di muka, maka ketika ada salah satu organ 5 unsur yang sakit, maka makanan dan minuman dengan rasa dari organ 5 unsur yang bersifat membatasi dianjurkan untuk dihindari. Misalnya orang yang memiliki sakit lambung, bila makan atau minum dengan rasa manis, maka akan terasa nyaman, namun menjadi masalah besar, ketika orang bersangkutan makan atau minum dengan rasa asam. Karena asam adalah rasa milik organ kayu (hati dan kandung empedu) yang membatasi organ tanah (lambung dan limpa). Dengan memahami tabel penggolongan U Sing di atas, kita akan memiliki dasar pengetahuan mengenai segala sesuatu yang perlu dilakukan dan dihindari agar

organ-organ kita menjadi sehat terawat. Petunjuk lebih detil mengenai aplikasi hukum 5 unsur pada proses perawatan kesehatan, bisa anda lihat pada halaman-halaman hidup sehat , menu sehat dan jamu sehat Dalam ilmu akupuntur untuk kesehatan dikenal teori lima unsur (U Sing), nah pada kesempatan kali ini Pakualam akan berbagi sedikit wawasan seputar limaunsur U sing. Pada dasarnya U Sing terdiri dari 2 kata yaitu "U" berarti limadan "Sing" berarti unsur. Teori U Sing ini berkembang dari teori Yin Yang, yang digunakan sebagai landasan untuk mengerti fisiodinamika baik tradisional mauun konvensional.

Dengan menilai sifat-sifat khusus dari suatu benda dan kuat lemahnya unsur Yindan Yang didalamnya maka digolongkanlah benda-benda dalam lima unsur ataufase. Disebut lima fase karena melambangkan proses alamiah yang dialami oleh sesuatu benda sejak awal terciptanya sampai termusnahnya. Kelima unsur/fasetersebut adalah: Wood (kayu), fire (api), earth (tanah), metal (logam), danwater (air). Kelimanya membentuk suatu siklus yang saling berhubungan dan tiap unsur mempunyai hubungan tertentu dengan unsur lainnya secara khusus. Kondisi

alamiah dari unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut: - Kayu menghidupi/menyalakan api - Api menghasilkan abu dan menjadi tanah - Tanah mengandung mineral/logam - Logam/mineral membentuk air (uap air) yang mengembun dipermukaan logam - Air menghidupi/menumbuhkan kayu (tanaman)

Dalam konsensus filosopis tentang lima unsur, membuat terminologi sebagai berikut: - Kayu terkait dengan organ hati (yin) dan kandung empedu (yang) - Api terkait dengan organ limpa (yin) dan usus kecil (yang) - Tanah terkait dengan organ limpa (yin) dan lambung (yang) - Logam terkait dengan organ ginjal (yin) dan kandungan kencing (yang) - Yin adalah organ padat yang menghasilkan energi - Yang adalah organ yang berong PENGOBATAN ALAMI Bacalah Atas Nama Tuhanmu dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (Asy Syu‟araa‟, 26:80) Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar . Asy Syuura ,42:30 Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 64:11 Rabu, 20 Januari 2010 LIMA UNSUR (USING) Teori lima unsur berdasarkan fenomena alam yang dihubungkan dengan sifat kayu, api, tanah, logam dan air. Teori Lima Unsur dikemukakan pertama kali pada dinasti Yin dan Zhou 1600-221 sebelum masehi. Ke lima unsur dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan dan pembentukan materi. Meskipun memiliki sifat yang berbeda, ke lima unsur saling berhubungan,

bergantung satu sama lain. Teori Lima Unsur digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena alam sehingga bersama-sama teori Yin Yang merupakan konsepsi untuk menganalisa seluruh fenomena. Teori Lima Unsur digunakan dalam Akupunktur untuk menggeneralisasi dan menjelaskan sifat-sifat dan hubungan organ Zang Fu serta hubungan antara manusia dengan semesta alam. Di samping itu Teori Lima Unsur digunakan pula untuk diagnosis, terapi akupunktur dan menentukan prognosis penyakit pasien. KLASIFIKASI FENOMENA SESUAI DENGAN TEORI LIMA UNSUR. Sifat unsur yang berbeda-beda seperti misalnya: Kayu mempunyai tumbuh ke atas Api mempunyai sifat panas dan berkobar ke atas Tanah memberi kehidupan dan bersifat menetap Logam menurun dan jernih Air bersifat dingin dan mengalir ke bawah. Dengan analogi, keseluruhan fenomena klinik dijabarkan kedalam teori lima unsur. Penerapan teori lima unsur digunakan dalam hubungan fisiologis dan patologis organ Zang Fu serta antara organ tubuh dan lingkungan alam tempat tinggal. 2. HUKUM PERGERAKAN LIMA UNSUR. Hukum Lima Unsur berinteraksi dengan saling meningkatkan, membentuk, menindas, menghina dan hubungan menghidupi antara unsur-unsur. Hubungan saling membentuk terjadi pada kayu ke api, api ke tanah, tanah ke logam, logam ke air dan air ke kayu kembali. Hubungan saling membentuk ini dikenal sebagai hubungan ibu-anak yaitu unsur pembentuk sebagai ibu dan unsur yang dibentuk sebagai anak. Hubungan membatasi terjadi antara kayu ke tanah, tanah ke air, air ke api, api ke logam dan logam ke kayu.

Unsur yang berfungsi membatasi disebut sebagai Pembatas sedangkan unsur yang dibatasi dikenal sebagai Yang dibatasi. Saling menghidupi dan membatasi merupakan sesuatu yang terpisah saling berlawanan satu sama lain. Tanpa pembentukan tak akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan, serta tanpa pembatasan tak akan terjadi keseimbangan dan koordinasi. Apabila terjadi ekses atau defisiensi pada salah satu unsur akan terjadi hubungan pembentukan dan pembatasan yang patologis yang dsebut penindasan dan penghinaan. Terjadi pula gangguan hubungan ibu-anak. Hubungan penindasan terjadi apabila unsur yang dibatasi menjadi defisien atau unsur pembatas menjadi ekses. Keadaan penindasan ini merupakan keadaan patologis yang dapat membahayakan. Hubungan penghinaan terjadi pada hubungan yang terbalik pada pembatasan sebagai contoh dalam keadaan normal kayu membatasi tanah tetapi dalam keadaan patologis tanah berbalik menghina kayu akibat defisiensi kayu atau ekses tanah. Sehingga dengan demikian terdapat pernyataan : Bila dalam suatu keadaan dimana unsur ekses akan menindas unsur yang dibatasi dan menghina unsur yang membatasi serta bila suatu unsur defisien akan ditindas oleh unsur yang membatasi dan akan dihina oleh unsur yang dibatasi. Dalam keadaan normal, ibu mempengaruhi anak sebaliknya dalam keadaan patologi maka anak akan mempengaruhi ibu. Misalnya dalam keadaan fisiologis air membentuk kayu, tetapi dalam keadaan patologis dapat terjadi ibu mempengaruhi anak atau anak mempengaruhi ibu. 3. PENERAPAN TEORI LIMA UNSUR PADA AKUPUNKTUR.

a. Hubungan lima unsur dengan organ Zang Fu.

Setiap organ akupunktur memiliki unsur tertentu sehingga sifat lima unsur dapat digunakan untuk menjelaskan sifat dan fisiologi organ Zang atau Fu. Di samping itu hubungan pembentukan dan pembatasan digunakan untuk menjelaskan hubungan antara organ Zang Fu. Meridian menembus organ Zang Fu dan berhubungan satu dengan lain sesuai dengan hubungan lima unsur. Dengan adanya hubungan antara meridian maka terjadilah keseimbangan dan koordinasi yang tepat. Teori lima unsur merupakan teori yang memiliki keterbatasan karena tidak dapat memperlihatkan keseluruhan hubungan antara organ Zang Fu dan jaringan lainnya namun secara klinis diperlihatkan bahwa hukum lima unsur dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara organ Zang Fu sehingga dapat digunakan untuk diagnosa dan terapi akupunktur.

b. Hubungan patologis organ Zang Fu. Merupakan hubungan yang terjadi akibat suatu penyakit atau keadaan patologis antara organ Zang Fu. Tubuh manusia terdiri dari berbagai macam jaringan dan organ yang saling membentuk dan membatasi sehingga apabila terjadi gangguan pada suatu organ maka gangguan tersebut dapat menjalar ke organ yang lain. Gejala tersebut dikenal sebagai penularan yang dapat menjalar sesuai dengan teori lima unsur melalui hubungan pembentukan (menghidupi) dan membatasi. Penularan melalui Hubungan menghidupi dikenal sebagai gangguan ibu mempengaruhi anak dan anak mempengaruhi ibu. c. Diagnosis dan Terapi Akupunktur.

Teori lima unsur dapat digunakan dalam mensintesa berbagai data klinis yang didapat melalui empat cara pemeriksaan. Penentuan berbagai gejala dan kondisi gangguan dapat berdasarkan teori lima unsur. Contoh : Penderita dengan kemerahan dan nyeri daerah mata dan mudahtersinggung dihubungkan dengan gangguan Hati. Penderita dengan wajah / air muka merah dengan rasa pahit di mulut dihubungkan dengan ekses api jantung. Pada terapi akupunktur maka ke lima TITIK U SHU (Cin, Yung, Su, Cing dan He) mempunyai peranan penting dan merupakan titik-titik yang mempunyai sifat sesuai dengan kelima unsur : Meridian yang bersifat YIN, (Cin, Yung, Su, Cing dan He) berawal dari unsur Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air à KATLA Meridian yang bersifat YANG (Cin, Yung, Su, Cing dan He) berawal dari unsur Logam, Air, Kayu, Api dan Tanah à LAKAT

Secara klinis titik U Su digunakan untuk memperkuat ibu pada keadaan defisiensi dan memperlemah anak pada keadaan ekses. Pada umumnya pemilihan titik akupuntur pada kasus kelainan organ Zang Fu berdasarkan hukum dan teori lima unsur. Sebagai contoh gangguan keseimbangan antara hati dan lambung dimana hati menindas lambung, maka prinsip terapi yang digunakan ialah memperkuat tanah dan menekan kayu. Biasanya dipilih titik CV-12 (Zhongwan), ST-36 (Zusanli) dan LR-3 (Taichong).

Teori Lima Unsur dan teori Yin Yang saling melengkapi untuk menunjang tindakan diagnosis dan terapi akupunktur. Dikatakan bahwa ke dua teori saling berkaitan erat sehingga tidak dapat dipisahkan secara tegas satu dengan yang lain terutama dalam penerapannya di klinik. Ini bagian terakhir dari Qi. Banyak juga ya? Tapi kita harus tahu benar teori tentang Qi ini untuk bisa lebih kenal akupunktur. DARAH / XUE

Darah ialah cairan merah yang beredar dalam pembuluh darah, dan merupakan substansi makanan yang vital dalam tubuh. A.2.a. PEMBENTUKAN DAN PEREDARAN DARAH Karena substansi darah yang diperlukan tubuh untuk pembentukan darah berasal dari sari makanan yang dibentuk oleh Limpa dan Lambung, maka kedua organ ini dipandang sebagai sumber Qi dan darah. Dalam buku Ling Su disebutkan: Jiao Tengah akan mengubah sari makanan menjadi cairan merah yang disebut darah/Xue. Juga dalam buku itu disebutkan bahwa Yingqi mengalir ke dalam pembuluh dan diubah menjadi darah. Mungkin sari makanan dan darah juga diubah satu menjadi yang lain. Umumnya bila darah tidak dikonsumsi, akan diubah menjadi esensi di Ginjal, bila esensi ini tidak merembes ke luar, akan diubah menjadi darah di Hati. Mengambil sari makanan dari sari Ginjal sebagai materi dasar, darah dibentuk melalui kegiatan fungsional organ Zang Fu seperti misalnya: Limpa, Lambung, jantung, Paru, Hati dan Ginjal. Setelah dibentuk, darah akan beredar dalam pembuluh darah ke seluruh tubuh, dan bekerja melalui kerjasama jantung, Hati dan Limpa. Jantung mendominasi darah dan pembuluh, dan daya penggerak Qi. Jantung

merupakan dasar beredarnya darah dan Qi Limpa mengontrol darah dan mencegah perdarahan. Hati menggiatkan mengalirnya Qi, menyimpan darah dan mengatur volumenya. Koordinasi ketiga organ ini tetap memelihara beredarnya darah dalam pembuluh ke seluruh tubuh. Disfungsi salah satu dari ketiga organ itu dapat menyebabkan kelainan peredaran darah. Contoh : Defisiensi Qi Jantung misalnya dapat menimbulkan stagnasi (bendungan) darah jantung Disfungsi Limpa dalam mengontrol darah dapat menimbulkan perdarahan usus, perdarahan rahim atau bawah kemih, dan ekimosis. Diposkan oleh Ismawardi Muchlis di 16:40 Tidak ada komentar:

TEORI LIMA UNSUR Posted on Maret 28, 2009 | 1 Komentar

3 Votes

Teori lima Unsur I TCM (traditional Chines Medicine)sangat erat dengan teori ini sebagai dasar diagnose dan pengobatan. Fenomena penyakit banyak dilihat berdasarkan teri ini. Pada dasarnya teori lima unsure adalah terori yang membagi sifat sesuatu berdasarkan fenomena alam yang di hubungkan denngan sifat Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air. Toeri lima unsure pertama kali dikemukakan pada zaman dynasty Yin dan Zhou 1600-221 sebelum masehi. Kelima unsure dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan dan pembentukan materi. Klasifikasi fenomena Sesuai dengan teori lima unsure Sifat unsure yang berbeda-beda seperti misalnya kayu bersifat tumbuh keatas, api panas dan berkobar keatas, tanah memeberi kehidupan, logam menurun dan jernihserta air bersifat dingin dan mengalir kebawah. Berlanjut Hubungan antara lima unsure tersebut adalah sbb; 1. Hubungan saling membentuk/saling menghidupi /ibu dan anak Berdasarkan hubunga ini ada unsure yang menjadi ibu dari unsure yang lain, atau dengan kata lain suatu unsure bersifat keibuan(mengasuh,menghidupi, membentu) terhadap unsure lain. Apabila sang ibu sakit maka anakpun bisa ikut sakit, apabila sang ibu dalam kondisi yang tidakmax maka unsure anakpun bisa jadi tidak maksimal. 2. Hubungan saling membatasi/menindas Hubungan ini mengisyaraktkan bahwa da sutu unsure yan mennjadi pembatas atau bersifat meninda s bagi unsure yang lain, contohnya adalah air membatasi/menindas api. 3. Hubungan saling menghina Apabila unsure yang bersifat membatasi mempunyai kekutan lebih lemah dari yang di batsai maka akan terjadi hubungan penghinaan dari unsure yang dibatsai kepada unsure yang seharusnya membatasi. Misalnya secara umum air bisa mengendalikan/membatasi api, api bisa mati oleh air tetapi contohnya apabila api berkobar-kobar besar tapi air hanya tersedia sedikit saja ( satu ember dll) maka api akan menghina air karena tidak bisa mengendalikan dirinya, Dalam kasus penyakit hubungan hubungan ini harus terjalin harmonis, apabila unsure yang satu menjadi dominan maka unsure yang lain akan defisien. Dan terjadi lah hubungan hubungan yang patologis ( menimbulkan sakit)

Pengobatan Feng Shui: Teori 5 Unsur

Dalam kebanyakan kasus banyak sekali rumah-rumah yang saya nilai berdasar sudut pandang Feng Shui telah terjadi kecacatan dan pelanggaran dari kaidah dan aturan Feng Shui. Dari segi sumber daya yang terbatas seringkali tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pemilik rumah seperti: memindah posisi pintu utama, pindah ke ruangan yang lain, sampai pada merubah letak posisi ruang dapur. Dalam banyak kasus saya seringkali merekomendasikan pengobatan Feng Shui yang sedikit banyak dapat memecahkan masalah-masalah tersebut. Dalam Feng Shui pengobatan yang kita lakukan ini kita sebut dengan Jie Hua Wu Xing atau merubah kondisi 5 unsur dari lingkungan! Seperti pernah saya tulis pada artikel yang lain bahwa alam semesta kita terdapat sebuah energi yang kita golongkan menjadi 5 unsur, yaitu unsur kayu, unsur api, unsur tanah, unsur logam, dan unsur air. Masing-masing unsur memiliki karakteristik dan obyek yang dipakai. Mengapa harus 5 unsur? Karena Feng Shui pada dasarnya menilai pola energi pada rumah berdasarkan pemetaan energi Qi dari 5 unsur tersebut, sehingga jikalau terjadi kecacatan Feng Shui pada rumah kita sudah pasti terjadi ketidakseimbangan energi pada ke-5 unsur tersebut. Seperti halnya teori TCM atau ilmu akupuntur yang mana setiap manusia terdapat titik aliran energi (Jing Luo) yang mengalir pada pipa transpor melalui titik meridian seyogyanya kita menjaga keseimbangan aliran energi tersebut, karena jika terjadi kesumbatan maka akan menyebabkan timbulnya penyakit! Demikian juga dengan Feng Shui. Saya akan coba memberikan tips sederhana pengobatan teori 5 unsur tersebut berdasar sebuah obyek: 1) Unsur kayu: tanaman hidup, vas bunga, furniture kayu, dan benda yang terlihat kehijauan, panjang, bulat, serta berkolom-kolom.

2) Unsur api: lilin, sinar matahari, sinar lampu terutama yang berwarna merah, permadani atau karpet merah, dan benda yang terlihat merah, piramid, segitiga, dan tajam.

3) Unsur tanah: batu-batuan, patung pahatan tanah liat, keramik, tembikar, pualam, batu bata, dan benda yang terlihat kuning atau agak kecoklatan, dan berbentuk persegi/panjang.

4) Unsur logam: perabotan rumah yang bahan dasarnya logam: steel, alumunium, stainless, furniture logam, benda pahatan dari logam, jam dinding yang memiliki pendulum, dan benda yang terlihat putih atau keemasan, berbentuk bola atau kubah, serta memiliki keliling dan oval.

5) Unsur air: kolam ikan, air mancur, kolam renang, dan segala benda yang terlihat bersih, bening dan berwarna hitam atau biru serta berbentuk tidak beraturan, bergelombang, dan kurva.

Apapun benda yang kita pakai yang terpenting adalah kita juga menyukai benda

tersebut, karena keindahan dari obyek benda yang kita pakai akan menimbulkan energi Sheng Qi (energi kehidupan) dari emosi kita terhadap perspektif ruangan dimana obyek tersebut dipakai! Sekali Anda telah mengetahui ke-5 macam obyek tersebut di atas banyak yang bisa kita lakukan berdasar teori dan rumusan Feng Shui, misalnya: a. Meletakkan perabotan rumah di ruangan yang tepat. b. Memilih warna dan bentuk pintu utama rumah. c. Menentukan bentuk model atap rumah. d. Memilih gaya arsitektur dan interior rumah. e. Menggunakan benda-benda tertentu untuk menyapu energi buruk di sebuah tempat. f. Memasang karpet atau warna lantai yang harmonis. g. Meningkatkan energi kehidupan dalam rumah agar mengoptimalkan keberuntungan penghuni rumah. h. Memperbaiki berbagai macam pelanggaran Feng Shui dalam setiap sektor ruangan, seperti ruang tidur, dapur, ruang keluarga, dll. Dalam Feng Shui aliran bintang terbang (Fei Xing) penggunaan pengobatan Feng Shui berdasar 5 unsur tidak dapat dihindari, karena dalam aliran ini, setiap kombinasi antara bintang (Xing Pan) ada yang dapat menimbulkan beberapa masalah, contohnya: - Kombinasi bintang - bintang yang menyebabkan penyakit, seperti bintangTan Lang dan bintang Ju Men, bintang Tan Lang dan bintang Lian Zhen, atau bintang Ju Men dan bintang Lian Zhen seringkali diatasi dengan menggunakan unsur logam. - Kombinasi bintang - bintang yang menyebabkan perampokan, seperti bintangLu Cun dan bintang Po Jun, bintang Wu Qu dan bintang Po Jun seringkali diatasi dengan menggunakan unsur air. - Kombinasi bintang - bintang yang menyebabkan terjadinya kebakaran, seperti bintang Ju Men dan bintang You Bi, bintang Po Jun dan bintang You Bi, bintang Lian Zhen dan bintang You Bi, seringkali diatasi dengan menggunakan unsur tanah. - Kombinasi bintang - bintang yang menyebabkan pertengkaran atau permasalahan hukum, seperti bintang Ju Men dan bintang Lu Cun, bintang Lu Cun dan bintang Zuo Fu, atau bintang Lu Cun dan bintang Wen Qu, seringkali diatasi dengan menggunakan unsur api. Sekalipun terdapat puluhan kombinasi bintang - bintang, tapi semuanya masih merujuk pada teori 5 unsur di atas, dan inilah fungsi dari pengobatan Feng Shui karena sekali kita meletakkan benda-benda atau obyek yang mewakili 5 unsur

tersebut maka diharapkan rumah kita dapat mencapai titik keseimbangan energi sehingga menimbulkan situasi yang harmonis. Zang Xiang, Fenomena Organ & Manifestasinya OPINI | 21 June 2011 | 19:26 Dibaca: 271 Komentar: 0 Kompasianer menilai menarik 1 dari 1

Zang Xiang atau fenomena organ dan manifestasinya ditulis oleh ahli pengobatan Cina klasik sekitar 2000 tahun yang lalu dalam sebuah buku yang berjudul Huangdi Neijing atau The Yellow Emperor’s Classic berdasarkan pengamatan terhadap pengalaman hidup serta pengalaman yang sifatnya klinis. Teori Zang Xiang menyakini bahwa qi (energi), xue (darah), yin dan yang merupakan bahan esensial untuk membentuk dan mempertahankan fungsi fisiologis orang cang(padat) maupun fu (berongga). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua bentuk perubahan patologis bersumber pada kekurangan atau kelainan unsur-unsur tersebut. Kecuali darah, unsur-unsur yang tidak dapat dilihat itu dapat dikenali dari fungsi fisiologis dan perubahan patologisnya. Secara umum qi bersifat yang, yaitu mampu mendatangkan rasa hangat yang berfungsi mendorong dan merekat. Sedangkan darah dan yin berperan memberikan nutrisi serta membasahi. Dan meskipun organ cang fu memiliki nama yang sama dengan nama organ dalam western medicine, namun organcang fu menurut perspektif TCM mempunyai konotasi yang lebih luas sebagaimana penjelasan berikut : 1. Hati Hati memiliki dua fungsi utama, yaitu (A) mengatur gerakan qi dan (B) menyimpan darah. Dengan kemampuan hati (A) mengatur gerakan qi maka hati akan dapat (a) memperlancar sirkulasi darah dan metabolisme cairan tubuh. Jika kemampuan mengatur gerakan qi melemah maka mengakibatkan stagnasi aktifitas qi sehingga dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah dan memicu timbulnya bekuan darah. Sebaliknya apabila fungsi mengatur gerakan qi menguat maka darah akan keluar bersama-sama qi, sehingga dimungkinkan terjadinya hematemesis (muntah darah).

Selain itu pengaturan gerakan qi dapat (b) membantu limpa dan lambung mencerna makanan. Hal ini terlihat dari keseimbangan yang harmonis antara fungsi qi-limpa yang menaikkan zat yang telah dimurnikan dengan qi-lambung yang menurunkan zat yang keruh, sehingga proses pencernaan yang normal dapat berlangsung. Apabila qi-hati menyerang limpa dan lambung, sehingga aktifitas qi-limpa dan qilambung mengalami gangguan, maka akan muncul keluhan distensi abdomen (kembung), nyeri perut dan diare disebabkan oleh gagalnya qi-limpa bergerak ke atas. Dapat pula timbul kembung, muntah dan cegukan akibar qi-lambung gagal turun. Begitu pula jika terjadi defisiensi terhadap qi-hati sehingga gagal menjalankan fungsi sebagai “pengatur qi” maka sekresi dan ekskresi cairan empedu akan terpengaruh sehingga muncul gejala nyeri hipogastrium atau gangguan saluran cerna bagian bawah. Cairan empedu sendiri berasal dari hati dan merupakan akumulasi komponenqi-hati yang berlebihan serta disimpan dalam kantung empedu dan disekresikan ke dalam usus kecil untuk membantu proses pencernaan. (c) Hati juga berhubungan dengan aktifitas mental. Dimana aktifitas mental yang normal sangat tergantung kepada kecukupan darah dan aktifitas qi. Keseimbangan antara darah dan qi ini memungkinkan seseorang merasa nyaman dan sehat. Aliran qi-hati yang berlebihan akan ditansformasikan menjadi api dan muncul gejala-gejala berupa perasaan resah dan marah. (B) Funsi hati sebagai penyimpan darah. Istilah di atas mengandung pengertian bahwa, hati menyimpan sekaligus mengatur volume darah. Nutrisi yang cukup mengakibatkan cairan yin-hati berkecukupan sehingga dapat mencegah yang-hati menjadi hiperaktif. Disamping itu, dengan volume yang cukup, darah-hati dapat menghidupi jaringan dan organ seluruh tubuh sehingga aktifitas fisiologis organ-organ tersebut terjamin. Pada kasus dimana terjadi gangguan fungsi penyimpanan darah hati akan timbul dua macam kelainan : 1. Ketidakcukupan darah-hati, sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dan timbul rasa pusing, vertigo, anggota gerak terasa lemah, pada wanita darah haid berkurang hingga amenorhea (keadaan tidak mendapatkan haid) 2. Kegagalan hati dalam menyimpan darah. Hal ini dapat ditunjukan dengan gejala hematemesis dan epistaksis (mimisan)

Hati Menguasai Tendon Tendon merupakan pengikat otot dengan kerangka dan sendi. Konstraksi dan relaksasi tendon memungkinkan terjadinya gerakan fleksi dan ekstensi juga pronasi dan supinasi persendian. Jika darah-hati dan yin-hati mengalami defisiensi sehingga tendon tidak mendapatkan nutrisi, maka akan mengakibatkan pergerakan sendi menjadi tidak lancar. Diantara gejalanya berupa : parastesia (perasaan sakit atau abnormal-kesemutan) pada alat gerak dan mudah mengalami keletihan. Hati Bermuara di Mata Kondisi hati dapat dicermati dari manifestasi mata. Apabila yin-hati dan darah-hati mengalami defisiensi maka akan terjadi kekeringan dan kekaburan di mata. Demikian pula sebaliknya jika api-hati membumbung, maka mata akan tampak merah, nyeri dan membengkak. Serta dalam keadaan tertentu dapat dimanifestasikan dalam bentuk penyakit katarak.

Fenomena Organ Fu Author: epyfkh 16.03.2011 Organ Fu adalah bagian dari fenomena organ (Zhang Xiang). Selain organ fu dalam fenomena organ juga dikenal organ Zhang yang menjadi pasangan organ fu. Organ Zhang merupakan organ padat, karena organ Zhang ini menyimpan materi. Sedangkan organ Fu sendiri, merupakan organ berrongga dan berfungsi mencurahkan dan menyalurkan isi dari materi yang berada pada organ Zhang. Dalam makalah ini akan dibahas tentang fenomena organ fu, karena dalam ilmu akupunktur kita mengenal dasar materinya dengan mempelajari fenomena organ. Dan telah dijelaskan sebelumnya bahwa organ fu ini termasuk ke dalam fenomena organ, maka dari itu hal inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah tentang fenomena organ fu ini. Organ fu adalah organ padat yang tidak penuh atau biasa disebut organ berongga. Bersifat mencurahkan dan menyalurkan isinya, berfungsi dalam pengolahan makanan dan minuman, penyaluran pemisah hasil olahan. Organ fu termasuk organ yang berkarakter Yang. Secara anatomis bentuknya berongga (lumen) jumlahnya ada 6. masing-masing akan berpasangan

dengan organ zhang sehingga akan terbentuk organ Zhang-Fu. Pasangan organ zhang-fu menjalin hubungan luar dan dalam. Berdasarkan aspek fisiologisnya, organ fu berfungsi sebagai pencerna, penyerap, penyalur (distribusi) dan pembuang (ekskresi) dari hasil-hasil metabolisme bahan-bahan dari Spirits Of Earth. Peranan organ fu digambarkan sebagai pendukung dari fungsi organ pasangannya. Dalam proses fisiologi peranan organ pasangannya, zhang akan lebih menonjol. Organ fu juga mempunyai kesatuan kerja sehingga apabila terjadi kelainan organ fu gejala yang akan ditampakkan bersifat kompleks,(multiple symptoms). Hal ini akan menyangkut organ atau jaringan-jaringan yang termasuk dalam satuan kerjanya. Fungsi Fisiologis Dalam fungsi fisiologisnya, organ fu tidak bias lepas dari organ zhang yang sudah menjadi pasangannya. Proses fisiologis peranan organ pasangannya akan lebih menonjol. Fungsi fisiologis organ fu dalam transportasi dan pengolahan makanan dan minuman tanpa menyimpan jing. Organ fu juga berfungsi sebagai pencerna, penyerap, penyalur (distribusi) dan pembuang (ekskresi) dari hasil-hasil metabolisme. Ciri Organ Fu 1. Organ fu mempunyai cirri-ciri tersendiri, yaitu: 2. organ fu merupakan pasangan dari organ zhang 3. organ fu merupakan organ berongga 4. organ fu berkarakter Yang 5. segala sesuatu yang berada di dalamnya hrus berjalan lancar 6. qi dari fu umumnya berjalan ke bawah Organ Fu Organ fu berjumlah 6. dan 6 organ yang tergolong ke dalam organ fu adalah Tan-Kandung Empedu, Wei-Lambung, Xiao Chang-Usus Halus, Ta ChangUsus Besar, Phang Kuang-Kandung Kemih dan San Jiao-Tripemanas. Ke-6 organ fu ini akan dibahas satu persatu. 1. Tan-Kandung Empedu Kandung empedu melekat pada hati, di mana meridiannya berhubungan luar dalam satu sama lain. Fungsi utamanya adalah menyimpan getah empedu yang tidak henti-hentinya dikirim ke usus untuk membantu pencernaan. Fungsi kandung empedu berhubungan erat dengan fungsi liver dalam mengatur energi vital (Qi), sehingga dikatakan bahwa hati dan kandung empedu memimpin dan menguasai energi vital secara berkesinambungan.

Dari kandung empedu cairan empedu dieksresikan ke usus untuk membantu pencernaan makanan. Agar cairan empedu dapat masuk ke dalam usus dengan baik, dibutuhkan pula kelancaran alirannya. Hati dan kandung empedu bekerjasama menjalankan fungsi sebagai „pelancar‟ dan mengatur sebagian aktivitas emosi. Selain bekerjasama dengan hati, kandung empedu juga membvantu limpa dan lambung dalam mengolah makanan. Meskipun kandung empedu tergolong dalam fu, namun organ ini tidak menerima makanan dan minuman, melainkan hanya menyimpan cairan empedu yang tergolong jing, sehingga fungsinya mirip fungsi organ zhang. Karena cairan empedu selain disimpan kandung empedu harus juga dapat mengalir dangan lancar, maka sifat ini lebih menyerupai fu, sehingga kandung empedu disebut sebagai fu istimewa. Selain itu, menurut filosofi akupunktur, organ kandung empedu mempunyai fungsi sebagai penguat ketahanan mental sehingga orang berani mengambil keputusan, tindakan, dan resiko. Oleh karena itu, di beberapa literature organ kandung empedu digolongkan sebagai fu istimewa. 2 Wei-Lambung Lambung berada di dalam rongga perut, di bawah diafragma, lanjutan dari esophagus sebagai jalan keluar bagian atas yang dihubungkan dengan jantung. Dan jalan keluar bagian bawah berhubungan dengan usus kecil dengan menembus sebuah lubang. Kesatuan kerja lambung terdiri dari mulut, kerongkongan dan lambung. Organ ini merupakan pusat kegiatan pencernaan dan pengolahan bahan makanan dan minuman. Meridiannya berhubungan dengan limpa, disebut juga sebagai hubungan luar dalam. Fungsi utamanya adalah menerima dan mengolah makanan. Dikatakan menerima tetapi untuk sementara juga menyimpan sejumlah besar makanan yang masuk dari mulut, dan diteruskan melalui esophagus. Makanan itu akan dicerna dan dikirim ke bagian bawah (usus kecil). Apabila fungsi lambung normal maka qi lambung turun dan bila fungsi lambung tidak normal maka qi lambung naik ke atas. Lambung dan limpa saling bekerjasama secara harmonis, termasuk organ yang terpenting karena limpa sangat mempengaruhi kesehatan. Cirri-ciri khas lambung : · wei chi harus turun ke bawah makanan dan minuman dicerna dan diolah oleh lambung, kemudian disalurkan ke usus halus, selanjutnya ditransportasikan ke seluruh tubuh oleh limpa,. Proses ini dapat diselesaikan dengan baik karena wei chi turu ke bawah. · Lambung sebagai fu yang bersifat kering Lambung berupa organ yang menampung makanan dan minuman dengan daya tampung yang besar. Untuk mengolah dan mencerna makanan, diperlukan banyak

jin ye, maka lambung menyukai lembab dan tidak menyukai keadaan yang kering. Dalam wu-xing, lambung digolongkan ke dalam tanah yang bersifat kering. 3. Xiao Chang-Usus Halus Usus kecil berada di dalam rongga perut bagian bawah, ujung bagian atasnya berhubungan dengan lambung melalui sebuah lubang dan ujung bagian bawah berhubungan dengan usus besar melalui ileocolon. Meridiannya berhubungan dengan jantung, maka disebut juga sebagai hubungan luar dalam. Usus kecil berfungsi sebagai organ yang meyeleksi dan menyerap zat nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Zat yang berguna bagi tubuh akan menjadi generasi baru dalam pembentukan qi. Zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan disalurkan ke dalam usus besar dan selanjutnya akan dieksresikan melalui usus besar dan kandung kemih. Zat buangan yang melewati usus besar adalah tinja dan yang melewati kandung kemih adalah air seni. Fungsi utamanya adalah menerima dan sementara menyimpan makanan yang telah dicerna oleh lambung, membantu mencerna makanan dan menyerap saripati makanan yang berberntuk caiarn serta mengirim yang tersisa berbentuk kasar bercampur dengan sebagian cairan ke usus besar. Setelah usus halus menerima makanan dan minuman yang diolah lambung, itu dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu ”bagian yang bersih” dan ”bagian yang kotor”. Bagian yang bersih diserap dan disalurkan ke limpa sedangkan bagian yang kotor disalurkan ke usus besar. 4 usus besar Usus besar terletak di dalam rongga perut, ujung atasnya dihubungkan dengan usus kecil oleh ileococum dan ujung bawahnya berhubungan dengan paru sebagai hubungan luar dalam. Organ usus besar adalah organ pendamping paru dan bertanggung jawab kepada fungsi pengolahan bahan makanan pada proses akhir. Selain itu, menseleksi bahan makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh sehingga berbentuk tinja dan air seni, yang pada akhirnya akan dikeluarkan dengan cara melakukan kontraksi ke bawah. Hal ini mengakibatkan arah qi usus besar manuju ke bawah. Fungsinya menerima sisa materi yang dikirm dari usus kecil dan diproses untuk kemudian dikeluarkan melalui anus berbentuk tinja sebagai pembuangan yang dikeluarkan oleh tubuh. 5 Kandung Kemih Kandung kemih terletak di bagian bawah rongga perut. Meridiannya berhubungan dengan ginjal, disebut juga sebagai hubungan luar dalam. Kandung kemih membentuk kesatuan kerja berpasangan dengan organ ginjal dan bertanggungjawab atas berlangsengnya keseimbangan cairan di dalam tubuh. Fungsi kandung empedu adalah menampung cairan hasil pertukaran zat (metabolisme) dalam tubuh. Fungsi utamanya adalah menyimpan air seni untuk

sementara dan membuangnya apabila sudah cukup banyak tertimbun. Fungsi ini akan berjalan dengan baik berkat bantuan qi ginjal. 6. San-Jiao (Tripemanas) San-jiao merupakan organ hipotesis, karena tak ada wujudnya, walaupun keberadaannya tidak disangkal. Meridian san-jiao berhubungan dengan perikardium sebagai hubungan luar dalam. San-jiao bukanlah organ sesungguhnya, tetapi merupakan bagian yang berfungsi dari beberapa organ zhang-fu. Pada umumnya terletak di dalam rongga badan yang terbagi menjadi 3 bagian, sebagai penunjuk letak organ tubuh, yaitu : · Shang Jiao / Jiao Atas Meliputi daerah rongga dada. Di dalamnya terdapat organ jantung, perikardium dan paru. Pada umumnya fungsinya berhubungan dengan jantung dan paru dalam mengatur qi dan darah untuk pemeliharaan ke berbagai bagian tubuh seperti hembusan udara. Selain itu sebagai penerima materi dasar didapat dan udara yang dibutuhkan untuk membentuk qi dan menyebar ke tubuh. Melancarkan peredaran wei chi yaitu jenis materi yang keruh dan yang bersifat Yang, untuk menghangati kulit dan otot. Fungsi Shang jiao / jiao atas : mengontrol pernafasan mengontrol aliran qi dan xue mengontrol cairan tubuh · Zhong Jiao / Jiao Tengah Meliputi daeran tengah setinggi lambung, ke atas sampai diafragma, ke bawah sampai umbilicus. Di dalamnya terdapat organ-organ : lambung, limpa, hati dan kandung empedu. Untuk organ hati jika menurut letaknya tergolong jiao tengah, sedangkan menurut fungsinya tergolong jiao bawah. Berada di sekitar ulu hati, pada umumnya berkaitan dengan fungsi limpa dan lambung dalam pencernaan dan penyerapan. Ini dapat dibedakan dari fungsi penyerapan dari hasil larutan dan penguraian saripati. Fungsinya : pengolahan bahan makanan transpertasi, distribusi dan transformasi sari-sari makanan untuk menghasilkan qi dan xue. · Xia Jiao / Jiao Bawah Terletak dari mulut bawah lambung ke bawah sampai anus (dubur). Di dalamnya terdapat organ-organ : usus kecil, usus besar, ginjal dan kandung kemih, dubur dan alat kelamin.

Jiao bawah mewakili perut bagian bawah, pada umumnya berkaitan dengan fungsi ginjal dan kandung kemih dalam mengatur pertukaran air, penyimpanan dan pengeluaran air seni. Fungsinya : mengnontrol pemisahan ampas yang jernih dan keruh sekresi urin dan feses mengatur cairan tubuh Fungsi san jiao mencakup dua aspek : berkaitan dengan yuen chi yuen chi adalah shen chi. Yuen chi berfungsi menggerakkan organ-organ. Penyebaran yuen chi harus bibantu oleh san jiao. melancarkan penyaluran jin ye-cairan chi dari san jiao membantu melancarkan peredaran dan penyaluran jin ye cairan di dalam tubuh. Fenomena Patologis 1 Fenomena Patologis Penyakit Lambung Tidak bisa menelan (kerongkongan tersumbat atau mulut lambung terhalang), karena penyuntikan jalan makanan karena adanya tumor. Siao ku (jenis dari siao he), diman begitu mudah lapar, suka makan tapi badan kurus tak berisi, ini karena faktor „panas‟ dalam lambung. Perut kembung, perut membesar, sebagai akibat dari gangguan pencernaan. Penyebabnya adalah faktor „dingin‟ dalam lambung yang mengakibatkan fungsi lambung menurun, sehingga makanan terbendung dalam lambung. Air liur yang banyak sehingga menetes keluar dari mulut. Dikatakan sebagai akibat panas dari lambung, lalu binatang dalam perut (cacing yang dimaksudkan) tak tenang lagi, karena pergerakan binatang parasit itu kerja lambung jadi lambat. Kelambatan kerja lambung mengakibatkan kerongkongan terbuka. Dan mengalirkan air liur keluar. Sari makanan dengan lima jenis rasa dipisah oleh lambung dengan bantuan daya transportasi limpa disebarkan ke-5 zhang. Rasa asam untuk hati, rasa pahit untuk jantung, rasa manis untuk limpa, rasa pedas untuk paru-paru dan rasa asin untuk ginjal, sehingga lima zhang mendapat kebutuhannya masing-masing akan lima rasa. Ampas dari hasil-hasil pengolahan disalurkan ke usus yang terletak di bawahnya. Rasa nyeri pada daerah lambung adalah dari panas yang mengumpul dalam mulut lambung, tidak dapat disalurkan ke luar.

Bila qi dari lambung berjalan terbalik (biasanya ke bawah sekarang ke atas), maka terlihatlah gejala hiccup (cegukan), pengaliran terbalik ini biasanya karena faktor „dingin‟. Dalam bidang mental, bilamana „panas‟ menyerang lambung tampak gejala ganngguan mental, gejala kelainan mental ini menurut beberapa ahli dianggap ada hubungannya denngan perikardium. Kelainan qi dalam meridian,selain gejal;a mental maka dapat pula timbul gejala epitaksis, paresis pasial, stomatitis, tonsilitis, pembengkakan leher dan lainlain keadaar se-re (dengan faktor panas). Selain itu ada pula gejala pembengkakan akibat penampungan cairan dan nyeri pada daerah dimana meridiannya lewat, dalam hal ini juga kelainan tungkai kelumpuhan otot-otot tungkai. 2 Fenomena Patologis Penyakit Usus Kecil Stomatitis (radang mulut) karena adanya faktor „panas‟ dan usus kecil. terjadinya dapat karena penjalaran dari kandung kemih, faktor „panas‟ yang ada di kandung kemih lewat „lanmen‟ disalurkan ke dalam usus kecil, lalu mengikuti meridiannya tiba di daerah mulut. Dengan dasar hubungan itu pula, „panas‟ dalam usus kecil (yang disalurkan dari jantung) dapat menimbulkan hematuria. Gejala kelainan qi di dalam meridian usus kecil : 1. tenggorokan nyeri dan bengkak (tonsilofaringitis) 2. pundak dan bahu terasa bagaikan patah. 3 Fenomena Patologis Penyakit Usus Besar Konstipasi : karena adanya faktor „panas‟ dalam usus besar, sehingga terjadi pembatuan dari ampas makanan. Wasir adalah kelanjutannya. Rasa yang menusuk dalam perut (disebut sebagai nnyeri usus). Usus berbunyi disertai rasa mulas dan diare biasanya, karena faktor „dingin‟ tapi juga karena faktor „panas‟. Dibedakan pada faktor „dingin‟ kotoran itu tercampur dengan sisa makanan yang tidak tercerna dengan baik. Pada se diikuti pula muka merah, perut kembung, panas yang merupakan gejala dari penyakit se „panas‟. Dalam ke-2 ini, batuk dan sesak sekalipun gejala penyakit paru, tetapi penyebab di dalam usus besar, akibat hubungan luar dalamnya dengan paru maka ia pun mempunyai gejala batuk dan sesak nafas. Batuk dan sesak yang disebabkan karena se dari usus besar diikuti dengan gejal tenggorokan bagaikan tersumbat sesuatu dan gejala se lainnya.

Kelainan qi meridian usus besar : 1. sakit gigi, mulut kering, hidung tersumbat akibat rhinitis, epitaksis, penyakit tenggorokan (tonsilitis, angina dan lain-lain). 2. pundak, bahu, lengan, tangan pada daerah dimana berjalan meridian usus besar merasa kaku, tidak bisa bergerak. 4 Fenomena Patologis Penyakit Kandung Empedu Kandung empedu se (kuat) dan panas : rasa penuh di bawah iga (epigastrium) mulut pahit sering menarik nafas dalam gelisah, sedih, khawatir tidak menentu demam kelainan qi dalam meridian : mulut terasa pahit sering menarik nafas dalam nyeri epigastium badan tidak bisa miring ke samping pada penyakit yang berat terlihat pula warna muka menjadi gelap seluruh badan „layu dan kering‟ bagian lateral kaki terasa panas, karena panas dalam lambung ditularkan ke kandung empedu mudah lapar otot dan alat gerak tak bertenaga kandung empedu lemah dan dingin : insomia takut khawatir ragu-ragu bertindak rasa pahit di mulut gejala dalam bidang mental : sering menarik nafas dalam, perasaan mengambang, penuh kekhawatiran, kecurigaan terhadap orang lain, merasa ada sesuatu yang menyumbat dalam tenggorokan, sering membuang ludah. Pada lelainan meridian akibat kelainan organ dalamnya : sakit kepala sakit tenggorokan nyeri sudut mata pembengkakan di bawah iga banyak keringat dan merasa dingin mulai dada, iga, bokong, tungkai bawah bagian lateral, sampai kekaki bagian lateral ( mengikuti jalannya meridian, fungsinya terganggu, nyeri dan lain-lain).

5 Fenomena Patologis Penyakit Kandung Kemih Kemampuan kandung kemih untuk menyimpan dan mengeksresi urin tergantung dari qi ginjal dan Yang ginjal khususnya. Bila terjadi defisiensi qi dan Yang bisa terjadi enuresis, inkontinensia, retensi urin. Bila terjadi lembab panas akan timbul gejala frekuensi dan nyeri saat BAK. Bila lembab panas terjadi dalam waktu yang lama, akan mengkonsumsi cairan tubuh secara berlebihan. Hal ini akan mengakibatkan stranguria karena adanya batu dan hematuria. Titik-Titik Meridian Organ Fu 1 Meridian Usus Besar Alur meridian : 1. diawali dari ujung telunjuk (LI 1,shangyang) mengalir ke atas sepanjang sisi radial telunjuk melewati celah antara tulang metakarpal ke-1 dan ke-2 (LI 4.he-gu) 2. selanjutnya mengalir ke arah lekukan antara tendon, otot ekstensor, pollicis longus dan brevis melewati sepanjang sisi depan luar lengan atas menuju sisi luar siku 3. aliran terus mengalir di sepanjang batas depan dan sisi luar lengan atas 4. menuju ke titik tertinggi bahu (LI-15,Chienyu) 5. mengalir ke sepanjang batas depan akromion ke atas menuju batang leher ke7 (GV-14, Tachui) 6. selanjutnya menuju ke bagian dalam fosa suprakalvikularis tempat terjadinya hubungan dengan LU dan melewati diafragma. 7. setelah itu masuk ke organ LI 8. difosa supraklavikularis terdapat cabang ke atas sepanjang leher 9. melalui pipi dan masuk ke bagian bawah gigi dan gusi 10. aliran berputar mengelilingi bibir dan menyebrang dari lekukan bibir secara simetris, yaitu dari meridian sebelah kanan menyilang ke kiri dan meridian sebelah kiri ke kanan, berakhir di LI-20 (yingxiang), kemudian berhubungan dengan ST. cabang yang lain dari ST-37 (shangjuxu) bagian atas menuju ke LI titik meridian usus besar : LI-1 (Shangyang), titik logam tonifikasi LI-2 (erjian), titik air, sedasi-1 LI-3 (sanjian), titik kayu, sedasi-2 LI-4 (hegu), titik sumber, pertemuan yang LI-5 (yang xi), titik api LI-6 (pianlie), titik luo LI-7 (wen liu), titik akumulasi LI-8 (xia liang) LI-9 (shang lian) LI-10 (shou san lie) LI-11 (quchi), titik tanah

LI-12 (zhouliao) LI-13 (widi) LI-14 (beinao), titik yang wei LI-15 (jianyu), titik yangciao LI-16 (jugu), titik yangciao LI-17 (tiang ding) LI-18 (futu) LI-19 (he liao) LI-20 (yingxiang), 2 Meridian Lambung Alur meridian: 1. mulai dari LI-20 (yingXiang) sebelelah luar cuping hidung, naik sampai akar hidung bertemu dengan M.BL pada BL-1,kemudian turun sepanjang sebelah luar hidung pada ST-1 dan masuk ke gusi bagian atas 2. muncul dan melengkung melingkari bibir secara simetris bertemu dengan CV-24 pada lekukan bibir 3. keluar dari ST-5 dan mengalir sepanjang sudut rahang pada ST-6,kemudian naik ke depan telinga 4. selanjutnya melalui GB-3 dari M.GB menelusuri garis rambut mencapai daerah hati 5. cabang di pipi keluar dari ST-5 ke bawah sampai ke ST-9. 6. masuk ke dalam organ ST berhubungan dengan SP 7. meridian utama terus mengalir lurus ke bawah 8. dari fosa supraklavikularis sepanjang garis dada 9. selanjtunya agak ke dalam masuk ke ST-30 10. melewati ST-31 11. melewati paha bagian depan ke ST-32 disebelah kanan lutut 12. selanjutnya meneruskan aliranya ke bawah melalui sebelah luar depan tibia menuju ke bagian atas depan kaki mencapai sebelah luar jari ke-2 kaki,yaitu ST-45 13. cabang dari bagian depan kaki muncul dari ST-42 dan berakhir di bagian dalam ibu jari kaki SP-1 titik-titik meridian lambung: ST-1(chengqi) ST-5(daying) ST-6(jia che) ST-9(ren ying) ST-30(qichong) ST-31(biguan) ST-32(futu) ST-42(chong yang)

ST-45(li dui) 3 Meridian Usus Kecil Alur meridian: 1. mulai dari sisi ulnar pada ujung jari kelingking SI-1,mengikuti sisi ulnar dan telapak tangan 2. lewat lurus ke atas sepanjang aspek belakang lengan 3. mengalir sepanjang batas belakang dari luar lengan atas menuju bahu 4. melingkar bahu dan bertemu dengan M.GV pada GV-14 5. setelah itu turun menuju fosa subklavikularis 6. berhubungan dengan HT,mengalir turun melewati diafragma masuk ke organ ST dan ke dalam organ SI 7. ada cabang di fosa subklavicularis muncul ke arah leher 8. masuk ke dalam telinga lewat SI-19 kemudian ke SI-18 dan pada BI-1 berhubungan dengan meridian BL titik-titik meridian: SI-1(shaoze) SI-18(quanliao) SI-19(tinggong) 4 Meridian Kandung Kemih Alur meridian: 1. diawali dari cantus dalam BL-1 pada BL-1 naik ke dahi dan bergabung dengan meridian pasangannya CV-20 2. cabang vertikal timbul dari verteks X ke bagian pelipis 3. asal meridian masuk dan bergabung dengan otak muncul kembali bercabang dua di bagian belakang leher 4. setelah itu masuk ke rongga tubuh melalui daerah fara vertebral berhubungan dengan KI 5. akhirnya berhubungan dengan organ BL 6. mengalir ke bawah sepanjang sisi dalam skapula 7. melewati daerah glukea pada titik GB-30 8. mengalir ke bawah sepanjang sisi luar panggul tempat bertemunya cabang di daerah pinggang di fosa koplitea 9. terakhir menuju ke sepanjang tulang meta tarsal kelima dan melalui tonjolan tulang ini menuju ke sisi luar jari kelingking kaki BL-67 yang akhirnya masuk ke meridian Ki Titik-titik meridian Kandung Empedu BL-1 (jinming) BL-67 (zhiyin) 5 Meridian Kandung Empedu Alur meridian :

1. mulai dari bagian luar cathus mata pada GB-1 ke atas ke sudut dahi pada GB4 2. melengkung ke bawah pada bagian belakang telinga pada GB-20 3. selanjutnya muncul melalui bagian belakang telinga menuju aspek belakang dari bagian luar canthus mata, setelah itu timbul dan mengalir ke bawah pada ST-5 dan mengalir ke bawah pada ST-6 4. berhubungan dengan LR, kemudian masuk ke organ GB 5. kemudian mengalir ke permukaan sepanjang batas daerah atas kemaluan menuju GB-30 6. melanjutnya alirannya ke bawah melewati bagian belakang tulang fibula langsung ke ujung GB-39 7. meneruskan alirannya menuju ke bagian luar maleolus sepanjang dorsal kaki dan berakhir pada sisi luar ujung jari kaki ke-4 pada GB-45 8. cabang bagian dorsal kaki muncul dari GB-41 menuju ujung ibu jari kaki pada LR-1 Titik Meridian GB-1 (tong zi liao) GB-4 (han yan) GB-30 (feng chi) 6. Meridian San-Jiao Alur meridian 1. mulai dari sisi ulnar ujung jari manis pada TE-1 2. mengalir dari sisi dorsal lengan atas di antara radius dan ulna 3. mengalir ke bagian posterior, menyilang meridian GB 4. masuk ke fosa supraklavikularis 5. keluar cabang di daerah dada dan berhubungan dengan HC 6. aliran menurun melalui diafragma menuju abdomen dan berhubungan dengan san jiao atas, tengah dan bawah 7. aliran terus mengalir sepanjang batas posterior telinga kemudian turun ke daerah pipi dan berakhir di daeran infra orbitalis 8. kemudian muncul di muka telinga, menyilang cabang di daerah pipi mencapai canthus luar pada GB-1 9. cabang lainnya muncul dari BL-39 titik-titik meridian TE-1 (guanchong) « Fenomena Organ Fu Istimewa Fen