BAB I KASUS

I.

Identitas Pasien Nama Usia Alamat Pekerjaan Nama Suami Tanggal MRS : Ny. Kuni : 38 tahun : jl GG IV no 25 Rt 08/02 Kel Cilincing : IRT : Tn. Bilal abidin : 12-04-13

II.

Anamnesa Keluhan utama: Os mengeluh merasa pegal di bagian perut bawah Riwayat penyakit sekarang: Os mengeluh sakit di bagian perut bagian bawah ketika sedang menstruasi, dan menghilang ketika selesai menstruasi, os juga mengeluh bahwa menstruasinya banyak, dan os juga mengeluh nyeri perut di sebelah kiri, pada pemeriksaan Usg di jumpai mioma sebesar 6 bulan kehamilan. Os mengeluh pusing dan lemas. Riwayat penyakit dahulu: os menyangkal pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada Riwayat pernikahan: Perkawinan pertama, lama perkawinan 5 tahun. Riwayat persalinan : Gravida 0 Aterm 0 Premature 0 Abortus 0 Anak hidup 0 Riwayat haid: Menarche: 12 tahun Mens teratur, sakit,lama mens 7 hari, siklus 28 hari, HPHT 3 Maret 2013 Riwayat Operasi: Os Menyangkal Riwayat Alergi : Os Menyangkal

1

III.

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Tanda vital: Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu 160/100 mmHg 90x/menit 20 x/menit 36˚C : tampak sakit ringan : compos mentis

IV.

Status Generalis: Kepala Mata: conjunctiva tak anemis, sklera tak ikterik Hidung: sekret (-) Mulut: hiperemis (-), mukosa buccal basah, Leher Thoraks KGB: tidak teraba membesar, massa (-) Bentuk dan gerak simetris VBS ka=ki, sonor, wheezing (-), rhonchi (-) BJ murni reguler, murmur (-) Abdomen Nyeri Tekan (+),Teraba massa setinggi pusat, konsistensi padat keras, permukaan rata, terfiksir Ekstremitas Deformitas (-), udem (-), RCT < 2 dtk

V.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan

2

VII.9 469 30 29.0 Pemeriksaan USG Terdapat massa sebesar 6 bulan kehamilan USG : Mioma uteri VI. Penatalaksanaan     Amlodipine 5 mg (1x1 tab) Simakse (1x1tab) Cortidex 1x1 ampul Tidakan operatif : Miomektomi 3 .5 150-440 35-47 detik 31.7 .dan os merasa pegal dibagian perutnya. Pada pemeriksaan USG ditemukan adanya mioma uteri sebesar 6 bulan kehamilan.15.2 g/dl ribu/µL 11. Diagnosis Diagnosis kerja : Mioma uteri VIII. Nyeri timbul pada saat menstruasi dan os merasakan pegal pada perut sebelah kiri.Hemoglobin Trombosit Hematokrit APTT 8. Resume Seorang wanita usia 38 tahun datang ke poli kandungan RSIJ dengan keluhan nyeri di bagian perut.0-47. Os merasa pusing dan berkunang-kunang.

6 RR: 20 Hasil lab : Hb 8.IX. di insisi sampai dengan rongga abdomen Explorasi : uterus membesar. Di korpus belakang : berdiameter 8 cm Di korpus depan : berdiameter 6 cm Dan Mioma Uteri Intramural berdiameter 5 cm Ovarium kiri/tuba kiri (N) Ditegakkan dx: mioma uteri multiple Dilakukan : miomektomi multiple Perdarahan dirawat Rongga abdomen dicuci Dinding perut ditutup lapis demi lapis Jumlah perdarahan : 200 cc FOLLOW UP TANGGAL FOLLOW UP 12-04-2013 .6 4 . berbenjol-benjol.30) transfuse darah 160 ml 13-04-2013 S : Os merasa pusing dan lemas O: KU : Baik Kes : CM TD:140/90 N :100 S :36. Laporan Pembedahan Tindakan pfenensteil.40) Transfuse darah 170 ml  (21.9 A: Mioma uteri P: Observasi TTV  Adalat 5 mg  Cortidex 1x1 ampul  Terpasang infuse NaCL TERAPI  Terpasang infuse NaCL  (19. S: Nyeri perut di bag bawah O: KU: Baik Kes : CM TD: 160/100 N : 90 S: 36. terdapat mioma uteri.

9 A: Mioma uteri P:observasi TTV  Amlodipine 5 mg 1x1 tab (setelah adalat habis)  Simvastatin 1x1 tab Adalat 5 mg (2x1) Clindamycin 5 mg (2x2 tab) 16-04-2013 S: Nyeri perut di bag bawah O: KU: Baik Kes : CM TD: 160/100 N : 90 S: 36.5 A: Mioma uteri P:observasi TTV Sedia darah PRC 750 cc :Transfuse darah 250 cc 500 cc untuk Operasi 15-04-2013 S: tidak ada keluhan O: KU: Baik Kes : CM TD: 150/100 N : 78 S: 36.6 RR: 20 R/ Post Op: Cefotaxime Alinamin Vit C Trasanbe Yal 5 .6 RR: 18 Hasil lab : Hb 8.RR :18 A: Mioma Uteri P : obs TTV 14-04 2013 S: os mengeluh pusing dan lemah O: KU: Baik Kes : CM TD: 160/80 N : 90 S: 36.4 RR: 20 Hasil lab : Hb 10.

Hasil lab : Hb 8.6 RR: 18 Hasil lab : A: Mioma uteri P: R/ Miomektomi Observasi TTV  Amlodipine  Simvastatine  Clindamycin Terapi injeksi: Ceftriaxone Alinamin Vit C 1 jam pre operasi: 2 gr cefotaxine Pasca bedah:  Tramal supp (bila sakit)  Narfoz 4 mg (bila mual muntah)  Infuse : KAEN 3 B: 1500 cc Asering 500 cc 18-04-2013 S: Sakit bekas Operasi O: KU: Baik Kes : CM TD: 120/70 N : 88 S: 36.9 A: Mioma uteri P:observasi TTV Valin R/ terapi: Amlodipine Simvastatine Valisanbe 17-04-2013 S: tidak ada keluhan O: KU: Baik Kes : CM TD: 130/90 N : 92 S: 36.6 RR: 17 Hasil lab : Hb 10.5 A: Post Miomektomi P:observasi TTV  Amlodipine  Simvastatin  Clindamycin  Zaldiar  Feritrin  Claneksi 6 .

19-04-2013 S: Nyeri Bekas Operasi O: KU: Baik Kes : CM TD: 100/70 N : 76 S: 36.6 RR: 18 Hasil lab : A: Post Miomektomi H 2 P:observasi TTV Terapi Oral Amlodipine Simvastatine Clindamycin Zaldiar Feritrin Terapi Injeksi: Ceftriaxone Alinamin Vit C Tramal supp 7 .

Mioma uteri jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan. Tumor jenis ini sering mengalami infeksi. maka mioma uteri dibagi 4 jenis antara lain mioma submukosa.2%).1%) dan jenis intraligamenter (4. Apakah estrogen secara langsung memicu pertumbuhan mioma uteri.1% dari seluruh kasus mioma. dan mioma intraligamenter. insulin growth factor – 1 (IGF-1).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Myoma uteri adalah neoplasma jinak yang tersusun dari otot polos uteri dan jaringan ikat yang menumpangnya dan sering juga disebut sebagai fibromioma. Mutasi ini mencakupi rentetan perubahan pada kromosom. 1. dikenal sebagai Currete bump. fibroid. Jenis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. walaupun kecil sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. leiomioma. Jenis mioma uteri yang paling sering adalah jenis intramural (54%). Etiologi Etiologi yang pasti terjadinya mioma uteri saat ini belum diketahui. Diduga penyebab timbulnya mioma uteri paling banyak oleh stimulasi hormon estrogen. Dimana telah ditemukan banyak sekali mediator didalam mioma uteri. atau memakai mediator masih menimbulkan silang pendapat. Menurut tempatnya di uterus dan menurut arah pertumbuhannya. dan belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarche. mioma intramural. Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis 8 . Klasifikasi Sarang mioma di uterus dapat berasal dari serviks uteri (1-3%) dan selebihnya adalah dari korpus uteri. Mioma submukosa Berada dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. seperti estrogen growth factor. Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari tindakan kuretase. subserosa (48. mioma subserosa. baik secara parsial maupun secara keseluruhan. Jenis ini di jumpai 6. Awal mulanya pembentukan tumor adalah terjadinya mutasi somatik dari sel-sel miometrium. Mioma uteri banyak ditemukan pada usia reproduktif dan angka kejadiannya rendah pada usia menopause. dengan adanya benjolan waktu kuret. submukosa (6. terutama pada mioma submukosa pedinkulata. tetapi mioma submukosa.4%).

yang mudah mengalami infeksi. Mioma subserosa dapat tumbuh diantara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter. maka uterus akan mempunyai bentuk yang berdungkul dengan konsistensi yang padat. jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuklah semacam simpai yang mengelilingi tumor. Mioma intraligamenter Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain. 2. Mioma pada serviks dapat menonjol ke dalam satu saluran serviks sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit. Karena pertumbuhan tumor. Mioma intramural Terdapat di dinding uterus diantara serabut miometrium. Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih keatas. 9 . Bila didalam dinding rahim dijumpai banyak mioma. Mioma subserosa Apabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus diliputi oleh serosa. Tumor ini dapat keluar dari rongga rahim ke vagina. Apabila mioma dibelah maka tampak bahwa mioma terdiri dari berkas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti kumparan (whorle like pattern) dengan pseudokapsul yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena pertumbuhan sarang mioma ini. misalnya ke ligamentum atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari uterus. dan infark. 4. penderita akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di atas. ulserasi.mioma submukosa yang mempunyai tangkai. Mioma yang terletak pada dinding depan uterus. Pada beberapa kasus. dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang di lahirkan. 3. sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi.

Atrofi. Pada pemotongan tranversal. Dapat meliputi sebagian besar atau hanya sebagian kecil dari padanya seolah-olah memisahkan satu kelompok serabut otot dari kelompok lainnya. 2. Degenerasi kistik. 3. Pada pemeriksaan secara mikroskopik dijumpai sel-sel otot polos panjang. sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti agar-agar. Perubahan Sekunder 1. Inti sel juga panjang dan bercampur dengan jaringan ikat. Jenis-jenis mioma uteri Gambaran Mikroskopik Pada pembelahan jaringan mioma tampak lebih putih dari jaringan sekitarnya. Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. Sesudah menopause ataupun sesudah kehamilan berakhir mioma uteri menjadi kecil. Perubahan ini sering terjadi terutama pada penderita usia lanjut. Pada pemotongan longitudinal inti sel memanjang. dapat juga terjadi 10 . Dapat meliputi daerah kecil maupun luas. sebagian dari mioma menjadi cair. Degenerasi hialin. sel berbentuk polihedral dengan sitoplasma yang banyak mengelilinginya. yang membentuk bangunan yang khas sebagai kumparan.Gambar 1. dan ditemukan adanya mast cells diantara serabut miometrium sering diinterprestasi sebagai sel tumor atau sel raksasa (giant cells).

tumor dan uterus membesar dan nyeri pada perabaan. permukaan tumor umumnya rata. Patogenesis diperkirakan karena suatu nekrosis subakut akibat gangguan vaskularisasi. Degenerasi lemak. Pada pembelahan dapat terlihat sarang mioma seperti daging mentah berwarna merah disebabkan oleh pigmen hemosiderin dan hemofusin. terpuntir. dikenal dengan sebutan fibrolipoma. pecah. Gejala yang terjadi berdasarkan ukuran dan lokasi dari mioma yaitu : a. 6. kenyal. Diagnosis Diagnosis mima uteri ditegakkan berdasarkan: 1. Anamnesis 2.pembengkakan yang luas dan bendungan limfe sehingga menyerupai limfangioma. Dengan adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan bayangan pada foto rontgen. Pemeriksaan fisik Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah. buang air kecil atau buang air besar. 4. tetapi dapat terjadi pada degenerasi hialin yang lanjut. 5. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak) Perut terasa penuh dan membesar 11 . b. Konsistensi padat. sedikit demam dan kesakitan. Degenerasi merah. Kadang-kadang disertai gangguan haid. Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama. 3. Degenerasi membatu. Perubahan ini biasanya terjadi pada kehamilan dan nifas. Gambaran Klinis Pada umumnya wanita dengan mioma tidak mengalami gejala. Penampilan klinik seperti ini menyerupai tumor ovarium terpuntir atau mioma bertangkai. Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi. Degenerasi merah tampak khas apabila terjadi pada kehamilan muda yang disertai emesis dan haus. Terutama terjadi pada wanita berusia lanjut oleh karena adanya gangguan dalam sirkulasi. mobil. Nyeri perut bila terinfeksi. Keadaan ini jarang dijumpai. Dengan konsistansi yang lunak tumor ini sukar dibedakan dari kista ovarium atau suatu kehamilan.

setelah berhubungan seksual. Pemeriksaan dalam Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan. Untungnya. Nyeri terjadi karena terpuntirnya mioma yang bertangkai. Adanya hubungan antara polisitemia dengan penyakit ginjal diduga akibat penekanan mioma terhadap ureter yang menyebabkan peninggian tekanan balik ureter dan kemudian menginduksi pembentukan eritropoetin ginjal.c. leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan. atau ketika terjadi penekanan pada panggul. Kadang-kadang mioma menghasilkan eritropoetin yang pada beberapa kasus menyebabkan polisitemia. untuk menentukan jenis tumor. dan infeksi Bendungan pembuluh darah vena daerah tungkai serta kemungkinan tromboflebitis sekunder karena penekanan pelvis (rongga panggul) 4. mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan) Nyeri bisa terjadi saat menstruasi. Gejala lainnya adalah: Gejala gangguan berkemih akibat mioma yang besar dan menekan saluran kemih menyebabkan gejala frekuensi (sering berkemih) dan hidronefrosis (pembesaran ginjal) Penekanan rektosigmoid (bagian terbawah usus besar) yang mengakibatkan konstipasi (sulit BAB) atau sumbatan usus Prolaps atau keluarnya mioma melalui leher rahim dengan gejala nyeri hebat. Pemeriksaan luar Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. luka. Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI. ketebalan endometrium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis. Anemia merupakan akibat paling sering dari mioma. lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur. pelebaran leher rahim akibat desakan mioma atau degenerasi (kematian sel) dari mioma. 5. USG. Dalam sebagian besar kasus. 12 . 6. tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium. lokasi mioma. Hal ini disebabkan perdarahan uterus yang banyak dan habisnya cadangan zat besi.

Torsi. Pemberian zat besi. khoriokarsinoma. keadaan umum dan gejala serta ukuran lokasi serta jenis mioma uteri itu sendiri. atau kehamilan uterus gravidus. Histerografi dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas. diagnosa bandingnya adalah tumor ovarium yang solid. Perdarahan sampai terjadi anemia. Cara penanganan konservatif sebagai berikut : Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis. Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi. paritas. Sedangkan pada mioma submucosum yang dilahirkan diagnosa bandingnya adalah inversio uteri. karsinoma korporis uteri atau sarcoma uteri. Bila anemia. Diagnosis Banding Pada mioma subserosa. 2.32 – 0. Degenerasi ganas. keinginan untuk mendapatkan keturunan lagi. Penanganan konservatif. Keadaan ini dapat terjadi pada semua bentuk mioma tetapi yang paling sering adalah jenis mioma submukosa pendinkulata. Komplikasi 1. Keganasan umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. Konservatif Tidak semua mioma uteri memerlukan pengobatan bedah ataupun medikamentosa terutama bila mioma itu masih kecil dan tidak menimbulkan gangguan atau keluhan. diagnosa bandingnya adalah adenomiosis. Kemudian. Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya 0. 13 . 1. Penatalaksanaan Pilihan pengobatan mioma tergantung umur pasien. Kecurigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri cepat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause. 3. status kehamilan. timbul gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis.6 % dari seluruh mioma serta merupakan 50 – 75 % dari semua sarkoma uterus. bila mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa gejala.Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter. Hb < 8 g% transfusi PRC. pada mioma intramural.

Enukleasi sebaiknya tidak dilakukan bila ada kemungkinan terjadinya karsinoma endometrium atau sarkoma uterus. - Terapi agonis GnRH ini dapat pula diberikan sebelum pembedahan. Pengobatan Operatif Penanganan operatif. 14 . Sejauh ini tampaknya aman. Enukleasi Mioma Dilakukan pada penderita infertil atau yang masih menginginkan anak atau mempertahankan uterus demi kelangsungan fertilitas. juga dihindari pada masa kehamilan. Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya. Tindakan ini seharusnya dibatasi pada tumor dengan tangkai dan jelas yang dengan mudah dapat dijepit dan diikat. Jenis operasi yang dilakukan dapat berupa : a. Kriteria preoperasi menurut American College of Obstetricians Gynecologists (ACOG) adalah sebagai berikut :  Kegagalan untuk hamil atau keguguran berulang. Penekanan pada organ sekitarnya.- Penggunaan agonis GnRH leuprolid asetat 3. Hipermenorea pada mioma submukosa.75 mg IM pada hari 1-3 menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. bila: Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu. Mioma subserosa bertangkai dan torsi. dan masih menjadi pilihan terbaik. Obat ini mengakibatkan pengerutan tumor dan menghilangkan gejala. dan dapat mengurangi kebutuhan akan transfusi darah. efektif. Efek maksimum dalam mengurangi ukuran tumor diobservasi dalam 12 minggu. Obat ini menekan sekresi gonadotropin dan menciptakan keadaan hipoestrogenik yang serupa yang ditemukan pada periode postmenopause. - Baru-baru ini. 2. Kehadiran tumor dapat ditekan atau diperlambat dengan pemberian progestin dan levonorgestrol intrauterin. karena memberikan beberapa keuntungan: mengurangi hilangnya darah selama pembedahan. Bila miomektomi menyebabkan cacat yang menembus atau sangat berdekatan dengan endometrium. kehamilan berikutnya harus dilahirkan dengan seksio sesarea. Pertumbuhan tumor cepat. progestin dan antipprogestin dilaporkan mempunyai efek terapeutik.

Uterus harus lebih kecil dari usia kehamilan 12 minggu. Kriteria ACOG untuk histerektomi adalah sebagai berikut:   Terdapatnya 1 sampai 3 leiomioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari luar dan dikeluhkan olah pasien. b. Tidak dilakukan pada wanita muda. Perdarahan uterus berlebihan : Perdarahan yang banyak bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari 8 hari. Apabila tidak ditemukan alasan yang jelas penyebab kegagalan kehamilan dan keguguran yang berulang.  Rasa tidak nyaman di pelvis akibat mioma meliputi : Nyeri hebat dan akut. c. Bukan jenis submukosa. sebab dapat menyebabkan menopause. Rasa tertekan punggung bawah atau perut bagian bawah yang kronis. dan pada penderita yang memiliki leiomioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala. 15 . Penanganan Radioterapi Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient). Anemia akibat kehilangan darah akut atau kronis.  Terdapat leiomioma dalam ukuran yang kecil dan berbatas tegas. Histerektomi Dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi. Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan. Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum. Penekanan buli-buli dan frekuensi urine yang berulang-ulang dan tidak disebabkan infeksi saluran kemih.

Dapat menyebabkan kelainan letak janin Dapat menyebabkan plasenta previa dan plasenta akreta 16 .Mioma Uteri dan Kehamilan Pengaruh mioma uteri pada kehamilan adalah : Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi kavum uteri khususnya pada mioma submukosum.

maka diharuskan SC pada persalinan berikutnya. dilakukan SC (Sectio Caesarea) disusul histerektomi tapi kalau akan dilakukan miomektomi lebih baik ditunda sampai sesudah masa nifas. Meskipun jarang. Miomektomi yang ekstensif dan secara signifikan melibatkan miometrium atau menembus endometrium. pengangkatan sarang mioma demikian itu jarang menyebabkan perdarahan. Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-40% pasien dan 2/3-nya memerlukan tindakan lebih lanjut. Pengaruh kehamilan pada mioma uteri adalah : Mioma membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrogen yang meningkat Dapat terjadi degenerasi merah pada waktu hamil maupun masa nifas seperti telah diutarakan sebelumnya. Terapi mioma dengan kehamilan adalah konservatif karena miomektomi pada kehamilan sangat berbahaya disebabkan kemungkinan perdarahan hebat dan dapat juga menimbulkan abortus. mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi dengan gejala dan tanda sindrom akut abdomen. dapat menghalangi kemajuan persalinan dan menghalangi jalan lahir. Jika mioma menghalangi jalan lahir. yang kadang-kadang memerlukan pembedahan segera guna mengangkat sarang mioma. Operasi terpaksa jika lakukan kalau ada penyulit-penyulit yang menimbulkan gejala akut atau karena mioma sangat besar.- Dapat menyebabkan HPP akibat inersia maupun atonia uteri akibat gangguan mekanik dalam fungsi miometrium - Dapat menganggu proses involusi uterus dalam masa nifas Jika letaknya dekat pada serviks. Namun. Prognosis Histerektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif. 17 .

hal ini didasarkan pada kondisi pasien yang belum memiliki keturunan sehingga dijadikan pertimbangan khusus dalam memilih tindakan dengan harapan setelah dilakukan miomektomi pasien dapat hamil dan memilki keturnan. 18 . Data tersebut menjadi penguat diagnosis kasus mioma uteri sehingga pada penatalaksanaannya pun perlu di tindaklanjuti secara sistematis. Pada dasarnya penanganan yang sistematis dan segera merupakan cara diagnosis yang paling efektif pada kasus ini.BAB III KESIMPULAN Pada kasus ini pasein di diagnosis dengan mioma uteri. hal ini di karenakan pasien datang dengan keluhan sakit di bagian perut bagian bawah ketika sedang menstruasi. pada kasus ini terapi yang dilakukan yaitu tindakan operatif berupa miomektomi. juga mengeluh bahwa menstruasinya banyak. dan menghilang ketika selesai menstruasi. pada pemerikasaan fisik di temukan adanya benjolan pada perut bawah pasein lalu pada pemeriksaan USG di jumpai mioma sebesar 6 bulan kehamilan. dan mengeluh nyeri perut di sebelah kiri.

2006 : 931-937. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. Diakses 9 Oktober 2010. http://digilib. Diakses 9 Oktober 2010. Rein MS. 2001 . http://digilib. Williams Obstetrics.unsri. http://digilib. In : Chesmy M.unsri. Diakses 9 Oktober 2010.ac. Heather.unsri.id/jurnal/healthsciences/mioma-uteri/mrdetail/906/ Joedosaputro MS. Murugan R. Voorhis V. Gant NF et al. Tumor jinak alat genital. http://digilib. Whary eds. Epidermiology of uterine leiomiomata.DAFTAR PUSTAKA Thomas EJ.ac.ac.id/jurnal/health-sciences/mioma-uteri/mrdetail/906/ Baziad A. Clinical Obstetric and Ginecology. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins. Philadelphia : Appleton and Lange. In : Marie Chesmy. Diakses 9 Oktober 2010. Advences in reproduktive endocrinology uterine fibroids.unsri. Ilmu Kandungan. In : Shaw RW. eds. 151 – 156.Fasting serum growth hormone and insulin_like growth factor – I and –II concentrations in women with leiomiomata uteri treated with leuprolide acetate or placebo. Fertility and Sterility.unsri. 19 .id/jurnal/health-sciences/miomauteri/mrdetail/906/ Bradley J. http://digilib. 316 – 318. Yayasan Bina Pustaka. Barbieri RL. 314 – 315. 53 : 250 – 253. Clinical obstetric and Gynecology. Philadelphia : Lippincott Williams and Willkins. 2001 . The aetiology and phatogenesis of fibroids. 338-345 Cunningham FG. 21th ed. Pandian.id/jurnal/health-sciences/mioma-uteri/mrdetail/906/ Schwartz MS. Heather Whary eds. Pengobatan medikamentosa mioma uteri dengan analog GnRH. Dalam : Endokrinologi ginekologi edisi kedua.ac.ac.id/jurnal/healthsciences/mioma-uteri/mrdetail/906/ Friedman AJ. 1 – 8. Diakses 9 Oktober 2010. 2003. edisi kedua. Jakarta: 1994. 1990 . Dalam: Sarwono Prawiroharjo. Management options for uterine fibroids. England – New Jersey : The Phartenon Publishing Group. 1992 .

Jakarta. EGC.Lippincott Williams & Wilkins. 20 .Chrisdiono M. Samantha M. Tenth Edition. 1. hal 90-93.Prosedur tetap Obsetri dan Ginekologi. United States of America. National Medical Series Obstetrics and Gynecology in “Uterine Leiomyomas” 6th Edition. 2004.2007 by The McGraw-Hill Companies. Pfeifer. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology. 2008 .