Antigen Permukaan Hepatitis B (HBsAg

)
Posted by Riswanto on Tuesday, March 23, 2010 Labels: Tes Imuno-serologi

Antigen permukaan virus hepatitis B (hepatitis B surface antigen, HBsAg) merupakan material permukaan dari virus hepatitis B. Pada awalnya antigen ini dinamakan antigen Australia karena pertama kalinya diisolasi oleh seorang dokter peneliti Amerika, Baruch S. Blumberg dari serum orang Australia.

HBsAg merupakan petanda serologik infeksi virus hepatitis B pertama yang muncul di dalam serum dan mulai terdeteksi antara 1 sampai 12 minggu pasca infeksi, mendahului munculnya gejala klinik serta meningkatnya SGPT. Selanjutnya HBsAg merupakan satu-satunya petanda serologik selama 3 – 5 minggu. Pada kasus yang sembuh, HBsAg akan hilang antara 3 sampai 6 bulan pasca infeksi sedangkan pada kasus kronis, HBsAg akan tetap terdeteksi sampai lebih dari 6 bulan. HBsAg positif yang persisten lebih dari 6 bulan didefinisikan sebagai pembawa (carrier). Sekitar 10% penderita yang memiliki HBsAg positif adalah carrier, dan hasil uji dapat tetap positif selam bertahun-tahun.

Pemeriksaan HBsAg berguna untuk diagnosa infeksi virus hepatitis B, baik untuk keperluan klinis maupun epidemiologik, skrining darah di unit-unit transfusi darah, serta digunakan pada evaluasi terapi hepatitis B kronis. Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk menetapkan bahwa hepatitis akut yang diderita disebabkan oleh virus B atau superinfeksi dengan virus lain.

HBsAg positif dengan IgM anti HBc dan HBeAg positif menunjukkan infeksi virus hepatitis B akut. HBsAg positif dengan IgG anti HBc dan HBeAg positif menunjukkan infeksi virus hepatitis B kronis dengan replikasi aktif. HBsAg positif dengan IgG anti HBc dan anti-HBe positif menunjukkan infeksi virus hepatitis B kronis dengan replikasi rendah.

Pemeriksaan HbsAg secara rutin dilakukan pada pendonor darah untuk mengidentifikasi antigen hepatitis B. Transmisi hepatitis B melalui transfusi sudah hampir tidak terdapat lagi berkat screening HbsAg pada darah pendonor. Namun, meskipun insiden hepatitis B terkait transfusi sudah menurun, angka kejadian hepatitis B

penyakit Hodgkin. atau -25 ±6oC sampai dengan 2 bulan. sindrom Down. Hal ini terkait dengan transmisi virus hepatitis B melalui beberapa jalur. atau immunochromatography test (ICT). Orang yang berisiko tinggi terkena infeksi hepatitis B adalah orang yang bekerja di sarana kesehatan. bayi baru lahir yang tertular dari ibunya yang menderita hepatitis B. yaitu parenteral. Kurang Umum: Hemofilia. enzyme linked fluorescent assay (ELFA). perinatal. Hepatitis B kronis. Pengaruh obat : ketergantungan obat. Spesimen Spesimen yang digunakan untuk deteksi HBsAg adalah serum atau plasma heparin. leukemia. suka berganti-ganti pasangan seksual. Pusingkan sampel darah. lalu pisahkan serum atau plasma untuk diperiksa laboratorium. atau kontak seksual. . hemodialisa. PROSEDUR Metode HBsAg dalam darah dapat dideteksi dengan tehnik enzyme immunoassay (EIA). sering mendapat transfusi. Sampel dapat disimpan pada suhu 2-8oC selama 5 hari. Spesimen yang ikterik (hiperbilirubin sampai dengan 500 µmol/l). NILAI RUJUKAN Dewasa dan Anak-anak : Negatif MASALAH KLINIS HBsAg positif dijumpai pada : Hepatitis B. atau dalam tabung tutup hijau (lithium heparin). Kumpulkan darah vena 35 ml dalam tabung tutup merah atau tutup kuning dengan gel separator. hemolisis (kadar hemoglobin sampai dengan 270 µmol/l). enzyme linked immunoassay (ELISA). ketergatungan obat.tetap tinggi. dan lipemik (sampai dengan 30 mg/dl) dapat mempengaruhi hasil pembacaan.

atau lipemik dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.html .Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium • Serum atau plasma ikterik.com/2010/03/antigen-permukaan-hepatitis-b-hbsag.blogspot. http://labkesehatan. hemolisis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful