P. 1
56470034-HEMOFILIA-tugas

56470034-HEMOFILIA-tugas

|Views: 23|Likes:

More info:

Published by: Vindhiya Lissa Violettha on Sep 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

HEMOFILIA I. KONSEP DASAR PENYAKIT a.

Definisi Hemofilia adalah gangguan perdarahan bersifat herediter yang berkaitan dengan defisiensi atau kelainan biologik faktor VIII dan (antihemophilic globulin) dan faktor IX dalam plasma (David Ovedoff, Kapita Selekta Kedokteran). Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X. Karena itu, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria karena mereka hanya mempunyai kromosom X, sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier). Namun, wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier dan bersifat letal. Mekanisme pembekuan pada penderita hemofili mengalami gangguan, dimana dalam mekanisme tersebut terdapat faktor pembekuan yang di beri nama dengan angka romawi, I – XIII. Dapat dilihat pada tabel di bawah:

faktor koagulasi sinonim I fibrinogen II protombin III bahan prokoagulasi jaringan IV ion kalsium V akselerator globulin VI tidak dinamai VII akselerator konversi protrombin serum VIII globulin/faktor anti hemolitik IX komponen tromboplastin plasma; faktor cristmas X faktor stuart-power XI antesenden tromboplastin plasma XII faktor hegeman XIII faktor stabilisasi fibrin XIV protein C Patofisiologi Sodeman hal 377. b. Etiologi Ø Herediter Ø Hemofilia A timbul jika ada defek gen yang menyebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (AHG) Ø Hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (Plasma Tromboplastic Antecendent) Hemofilia berdasarkan etiologinya di bagi menjadi dua jenis: 1. Hemofilia A Hemofilia disebabkan karena kurangnya faktor pembekuan VIII, biasanya jug disebut dengan hemofilia klasik. Dapat muncul dengan bentuk ringan, berat, dan sedang. a) Berat (kadar faktor VIII atau IX kurang dari 1%) b) Sedang (faktor VIII/IX antara 1%-5%) dan c) Ringan (faktor VIII/X antara 5%-30%). 2. Hemofilia B

Penatalaksaan ¤ Tranfusi untuk perdarahan dan gunakan kriopresipitat faktor VIII dan IX. Diagnosa Jika seorang bayi / anak laki-laki mengalami perdarahan yang tidak biasa. tranfusi di . kedua dan ketiga. sendi. Hemofilia juga dapat menyebabkan perdarahan serebral.Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh----Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu. dan berakibat fatal. dimana tahap pertama tersebutlah yang merupakan gangguan mekanisme pembekuan yang terdapat pada hemofili A dan B. dilakukan pemeriksan atas aktivitas faktor VII dan faktor IX. maka diduga dia menderita hemofilia. d. f. Jika terjadi perlambatan. Perdarahan mudah terjadi pada hemofilia. di awali ketika seseorang berusia ± 3 bulan atau saat – saat akan mulai merangkak maka akan terjadi perdarahan awal akibat cedera ringan. Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya perlambatan dalam proses pembekuan. disini hanya akan di bahas gangguan pada tahap pertama. Patofisiologi Perdarahan karena gangguan pada pembekuan biasanya terjadi pada jaringan yang letaknya dalam seperti otot.benang fibrin) yang akan menutup luka sehingga darah berhenti mengalir keluar pembuluh. Rasionalnya adalah ketika mengalami perdarahan. berarti terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh) ---. dan lainya yang dapat terjadi kerena gangguan pada tahap pertama. dilanjutkan dengan keluhan-keluhan berikutnya. Pemeriksaan Khusus Ø Riwayat keluarga dan riwayat perdarahan setelah trauma ringan Ø Kadar faktor VIII dan faktor IX Ø PTT diferensial g. dikarenakan adanya gangguan pembekuan.darah keluar dari pembuluh. dapat muncul dengan bentuk yang sama dengan tipe A.perdarahan (normalnya: Faktor-faktor pembeku da-rah bekerja membuat anyaman (benang . Gejala ke dua tipe hemofilia adalah sama. Dapat dilihat dalam tabel: PTT diferensial: Cacat PTT PT Reagen AHF Reagen PTC Hemofili A Panjang Normal Perbaikan Total Tidak ada perbaikan Hemofili B Panjang Normal Tidak ada perbaikan perbaikan total c.darah tidak berhenti mengalir keluar pembuluh ---. namun yang membedakan tipe A / B adalah dari pengukuran waktu tromboplastin partial deferensial. Manifestasi Klinis Ø Perdarahan hebat setelah suatu trauma ringan Ø Hematom pada jaringan lunak Ø Hemartrosis dan kontraktur sendi Ø Hematuria Ø Perdarahan serebral Ø Kematian e.Hemofilia ini di sebabkan karena kurangnya faktor pembekuan IX . mengakibatkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna ---. Pembuluh darah mengerut/ mengecil ---. maka untuk memperkuat diagnosis serta menentukan jenis dan beratnya.

lakukan dengan teknik virisidal yang di ketahui efektif membunuh virus-virus yang dapat menyebabkan infeksi lain akibat tranfusi. defisit saraf serebral/ tanda perdarahan serebral ¤ Eliminasi Gejala :Hematuria ¤ Integritas ego Gejala :Persaan tak ada harapan. Tanda :Kelemahan otot. Konsep Asuhan Keperawatan a. dan di sebut sebagai standar terbaru tatalaksana hemofilia yaitu FVIII rekombinan sehingga dapat menghilangkan resiko tertular virus. Perkirakan drainase luka dan kehilangan yang tampak iv. penurunan berat badan ¤ Nyeri Gejala :Nyeri tulang. kram otot Tanda :Perilaku berhati-hati. ¤ Aspirasi hemartosis dan hindari imobilitas sendi ¤ Konsultasi genetik II. Pengkajian ¤ Aktivitas Gejala :Kelelahan. somnolen ¤ Sirkulasi Gejala :Palpitasi Tanda :Kulit. Diagnosa Keperawatan 1. Awasi TTV ii. Kolaborasi dalam pemberian IVFD adekuat iv. Tanda :Hematom b. marah ¤ Nutrisi Gajala :Anoreksia. sendi. Resiko tinggi injuri berhubungan dengan kelemahan pertahanan sekunder akibat hemofilia . ansietas. Kaji penyebab perdarahan ii. malaise. nyeri tekan sentral. hematom. Kolaborasi dalam pemberian cairan adekuat 3. membran mukosa pucat. rewel ¤ Keamanan Gejala :Riwayat trauma ringan. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan akibat perdarahan Tujuan/Kriteria hasil: Menunjukan perbaikan keseimbangan caira Intervensi: i. ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas. perdarahan dapat teratasi Intervensi: i. gelisah. tak berdaya Tanda :Depresi. Kolaborasi dalam pemberian tranfusi darah 2. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan perdarahan aktif Tujuan/Kriteria hasil: Tidak terjadi penurunan kesadaran. Kaji warna kulit. perdarahan spontan. menarik diri. Awasi haluaran dan pemasukan iii. pengisian kapiler baik. sianosis iii.

Penerbit Buku Kedokteran EGC Ngastiyah. DAFTAR PUSTAKA Doenges.Jilid 2. David.1997.Hipokrates.Kapita Selekta Kedokteran.Perawatan Anak Sakit.Tujuan/Kriteria hasil: Injuri dan kompllikasi dapat dihindari/tidak terjadi Intervensi: i.Edisi 3.1995. Pertahankan keamanan tempat tidur klien. 1999. Jelaskan pada orang tua pentingnya menghindari cedera.Binarupa Aksara.Patofisiologi.2002.Jakarta .Edisi 7.Jakarta Sodeman. pasang pengaman pada tempat tidur ii. ringan – berat iii. Awasi setiap gerakan yang memungkinkan terjadinya cedera iv. Hindarkan dari cedera. Marillyn E. Anjurkan pada orangtua untuk segera membawa anak ke RS jika terjadi injuri v.Rencana Asuhan Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jakarta Ovedoff.

92 di . menemukan pemecahan masalah pada pembekuan darah. Hingga mereka percaya bahwa pembuluh darah dari penderita hemofilia mudah pecah. Pada Hari Hemofilia Sedunia tahun 2002. Dan menurut ensiklopedia Britanica. Pada abad ke 20.Faktor VIII dan Faktor IX. Pengobatan yang tersedia di rumah sakit hanya darah segar. Pusat Pelayanan Terpadu Hemofilia RSCM telah ditetapkan sebagai Pusat Pelayanan Terpadu Hemofilia Nasional.hemophilic globulin". Medan. Ujung Pandang dan Yogyakarta. 183 kasus terdaftar di RSCM. Argentina. pada tahun 1928. Padang. Sebagian besar pasien hemofilia A mendapat cryoprecipitate untuk terapi pengganti. Semarang. Di tahun 1944. Ia secara kebetulan telah menemukan dua jenis penderita hemofilia dengan masing . pada dokter terus mencari penyebab timbulnya hemofilia. seorang dokter dari Buenos Aires.1864). Diantara 530 kasus ini. Latar Belakang Kata hemofilia pertama kali muncul pada sebuah tulisan yang ditulis oleh Hopff di Universitas Zurich. yaitu dengan menambahkan suatu zat yang diambil dari plasma dalam darah. Patek dan Taylor. dan pada tahun 2000 konsumsi cryoprecipitate mencapai 40. Pavlosky.masing kekurangan zat protein yang berbeda . Di antara 183 pasien hemofilia yang terdaftar di RSCM. 144 di Sumatera Utara. Surabaya. Bangka. Bandung. Pada saat ini Tim Pelayanan Terpadu juga mempunyai komunikasi yang baik dengan Tim Hemofilia dari negara lain. Johann Lukas Schonlein (1793 . tetapi di Jakarta baru tahun 1965 diagnosis laboratorik diperkenalkan oleh Kho Lien Keng dengan Thromboplastin Generation Time (TGT) di samping prosedur masa perdarahan dan masa pembekuan. Dan hal ini di tahun 1952. Banten. tahun 1828. mengerjakan suatu uji coba laboratorium yang hasilnya memperlihatkan bahwa darah dari seorang penderita hemofilia dapat mengatasi masalah pembekuan darah pada penderita hemofilia lainnya dan sebaliknya.ASKEP HEMOFILIA ASUHAN KEPERAWATAN PENDERITA HEMOFILIA BAB I PENDAHULUAN A. Pada tahun 2002 pasien hemofilia yang telah terdaftar di seluruh Indonesia mencapai 757. pada tahun 2001 kasus yang dilaporkan mencapai 530. diperkenalkan oleh Masri Rustam pada tahun 1975. Palembang. diantaranya 233 terdaftar di Jakarta.000 kantong yang setara dengan kira-kira 2 juta unit faktor VIII. Kemudian pada tahun 1937. sisanya terdaftar di Bali. Pada tahun 2000 hemofilia yang dilaporkan ada 314. istilah hemofilia (haemophilia) pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman. Zat tersebut disebut dengan "anti . 100 pasien telah diperiksa aktivitas faktor VIII dan IX. Lampung. dua orang dokter dari Havard. menjadikan hemofilia A dan hemofilia B sebagai dua jenis penyakit yang berbeda Meskipun hemofilia telah lama dikenal di dalam kepustakaan kedokteran. Papua. sedangkan produksi Cryoprecipitate yang dipakai sebagai terapi utama hemofilia di Jakarta. Hasilnya menunjukkan 93 orang adalah hemofilia A dan 7 pasien adalah hemofilia B. Samarinda.

86 di Jawa Tengah dan sisanya tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai Papua. (David Ovedoff. Tujuan a. Menguraikan prosedur perawatan yang digunakan untuk pasian penderita hemofilia. perjalanan penyakit. BAB II TINJAUAN MEDIS A. Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi pada pasien hemofilia dan berbagai penatalaksanaannya. Menggunakan proses keperawatan sebagai kerangka kerja untuk perawatan pasien penderita hemofilia. B. c. Kapita Selekta Kedokteran) . penyebab. Memahami pengertian. jenis. Pengertian § Hemofilia adalah gangguan perdarahan bersifat herediter yang berkaitan dengan defisiensi atau kelainan biologic factor VII dan factor IX dalam plasma. d.Jawa Timur. b. serta tanda dan gejala yang muncul pada penyakit hemofilia.

com) § Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan factor pembeku darah yang disebabkan oleh kerusakan kromosom X. Namun. Manifestasi Klinis Perdarahan hebat setelah suatu trauma ringan Hematom pada jaringan lunak Hemartosis dan kontraktur sendi Hematuria Perdarahan serebral Terjadinya perdarahan dapat menyebabkan takikardi. ringan (kadar factor VIII atau IX antara 5% .30%) C. sedang (kadar factor VIII atau IX antara 1% . Etiologi v Mutasi genetic yang didapat (acquired) atau diturunkan (herediter) v Hemofilia A disebabkan kurangnya factor pembekuan VIII (AHG) v Hemofilia B disebabkan kurangnya factor pembekuan IX (Plasma Tromboplastic Antecendent) Hemofilia A maupun B dapat dibedakan menjadi 3 : a.net. takipnea. Karena itu.) B.info-sehat. (www. Patofisiologi DNA X ----. berat (kadar factor VIII atau IX < 1%) b. (www.anakku.§ Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X.mutasi Y Faktor VIII & IX Trombosit menutup luka Benang fibrin tidak terbentuk dengan sempurna perdarahan .5%) c. dan hipotensi D. wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier dan bersifat letal. penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria karena mereka hanya mempunyai kromosom X. sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier).

§ Kerusakan sendi Dapat terjadi sebagai akibat dari perdarahan yang terus berulang di dalam dan sekitar rongga sendi. Penatalaksanaan ü Supportive Ø Menghindari luka Ø Merencanakansuatu kehendak operasi . darah Hemofilia A : § Defisiensi factor VIII § PTT (Partial Thromboplastin Time) amat memanjang § PT (Prothrombin Time/ waktu protombin) memanjang § TGT (Thromboplastin Generation Test)/ diferential APTT dengan plasma abnormal § Jumlah trombosit dan waktu perdarahan normal Hemofilia B : § Defisiensi factor IX § PTT (Partial Thromboplastin Time) amat memanjang § PT (Prothrombin Time)/ waktu protombin dan waktu perdarahan normal § TGT (Thromboplastin Generation Test)/ diferential APTT dengan serum abnormal G. § Penyakit infeksi yang ditularkan oleh darah Misalnya penyakit HIV. hepatitis B dan hepatitis C yang ditularkan melalui konsentrat factor pada waktu sebelumnya. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Lab.nyeri sendi darah sukar membeku E. Komplikasi Komplikasi terpenting yang timbul pada hemofilia A dan B diantaranya : § Timbulnya inhibitor Suatu inhibitor terjadi jika system kekebalan tubuh melihat konsentrat factor VIII dan factor IX sebagai benda asing dan menghancurkannya. F.

Faktor IX dalam bentuk mononine BAB III TINJAUAN ASUHAN KEPERAWATAN A. asmsalisilat. penurunan BB Nyeri Gejala :nyeri tulang. ansietas Nutrisi Gejala : anoreksia. Pengkajian Aktivitas Gejala :kelelahan. Perfusi jaringan tidak efektif (perifer) b/d penurunan konsentrasi Hb darah . deficit saraf serebral/tanda perdarahan serebral Eliminasi Gejala : hematuria Integritas ego Gejala : perasaan tak ada harapan. malaise. perdaran spontan Tanda : hematoma B.Ø RICE (Rest Ice Compression Evaluation) Ø Pemberian kortiko steroid Ø Pemberian analgetik Ø Rehabilitasi medik ü Penggantian factor pembekuan Pemberian factor VIII/ IX dalam bentuk rekombinan konsentrat maupun komponen darah ü Terapi gen ü Lever transplantation ü Pemberian vitamin K. nyeri tekan sentral. AINS. sendi. tak berdaya Tanda : depresi menarik diri. kram otot Tanda : perilaku berhati-hati. ketidak mampuan untuk melakukan aktivitas Tanda : kelemahan otot Sirkulasi Gejala : palpitasi Tanda : Kulit dan membrane mukosa pucat. menghindari aspirin. gelisah. heparin ü Pemberian rekombinan factor VIII ü Pada pembedahan (dengan dosis kg/BB) Faktor VIII dalam bentuk recombinate dan coginate. rewel Kemanan Gejala : riwayat trauma ringan. Diagnosa Keperawatan 1.

sblm dan setelah aktivitas § Monitor sianosis perifer § Monitor suhu. Resiko trauma dengan fakor resiko internal : kurang pencegahan kecelakaan NIC : Ø Environment management safety § Monitor keamanan yang diperlukan pasien § Identifikasi bahaya dan keamaman di lingkunan pasien § Pindahkan barang-barang dari lingkunan. Resiko kekurangan volume cairan dengan faktor resiko kehilngan cairan melalui rute abnormal (perdarahan) 4. dan kelembapan kulit Ø Monitoring neurology status § Monitor GCS § Respon pasien terhadap pengobatan § Informasikan pada dokter tentang perubahan kondisi pasien NOC : Ø Tissue perfusion : peripheral § Pengisian kapileri refill § Warna kulit abnormal § Tingkat sensasi normal § Tidak ada nyeri pada ekstremitas § Respon pasien terhadap pengobatan Ø Circilation status § TD sistolik dbn § TD diastolic dbn § Kekuatan nadi dbn § AGD dbn § Tidak ada edema perifer 2. teksture. Resiko trauma dengan fakor resiko internal : kurang pencegahan kecelakaan 3. Perencanaan 1. nadi. Perfusi jaringan tidak efektif (perifer) b/d penurunan konsentrasi Hb darah NIC : Ø Monitoring vital sign § Monitor TD § Monitor frekuensi dan irama pernafasan § Monitor TD. Nyeri akut b/d agen injuri biologis 6. RR. Resiko infeksi dengan faktor resiko trauma 5. suhu. dan udema NOC : Ø Abuse protection § Kemanan tempat tinggal . Kurang pengetahuan b/d keterbatasan paparan C. warna. N.2. jika memungkinkan § Sediakan rencana adaptif untuk meningkatkan kemanan lingkungan Ø Skin survellance § Monitor warna kulit § Observasi warna kulit.

yang mana yang mungkin bisa menyebabkan perdarahan Ø Bleeding reduction § Identifikasi penyebab perdarahan § Monitor jumlah dan pembawaan darah yang keluar § Menginstruksikan pasien dalam pembatasan aktivitas. albumin) § Istirahat yang adekuat § Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan NOC : Ø Risk control § Monitor intensitas cemas § Mengetahui faktor resiko dari lingkungan § Monitor perubahan status kesehatan § Monitor faktor resiko dari tingkah laku Ø Knowledge : infection control § Mendiskripsikan cara dan penularan infeksi § Memendiskripsikan faktor penyebab I infeksi § Mendiskripsikan tindakan untuk mencegah infeksi § Mendiskripsikan tanda dan gejala infeksi .§ Keamanan diri sendiri § Keamanan anak-anak § Rencanakan untuk menghentikan kegiatan Ø Safety behavior : personal § Perkembangan keamanan permainan dan kebiasaan buruk di waktu luang 3. jika memungkinkan NOC : Ø Risk detection § Mempertahankan pengetahuan terbaru dari riwayat keluarga § Mengidentifikasi potensial resiko kesehatan § Mengetahui tanda dan gejala yang mengindikasikan resiko infeksi 4. serum. Resiko infeksi dengan faktor resiko trauma NIC : Ø Infection protection § Monitor tanda dan gejala infeksi § Monitor sifat mudah luka infeksi § Monitor nilai WBC Ø Control infection § Observasi dan laporkan tanda dan gejala infeksi § Catat dan lapokan nilai Lab. Resiko kekurangan volume cairan dengan faktor resiko kehilngan cairan melalui rute abnormal (perdarahan) NIC : Ø Bleeding precaution § Monitor pasien dalam penghentian perdarahan § Catat jumlah Hb/hematokrit sebelum dan setelah perdarahan § Lindungi pasien dari trauma. (leukosit. protein.

dan faktor prespitasi § Observasi reaksi nonverbal dan ketidaknyamanan § Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien § Kolabirasi analgetik untuk mengurangi nyeri § Pilih dan lakukan peanganan nyeri (farmakologi. durasi. E. Implementasi Pelaksanaan keperawatn merupakan relisasi dari rencana tindakan keperawatn yang telah disusun sebelumnya. Kurang pengetahuan b/d keterbatasan paparan NIC : Ø Teching : diseases process § Berikan penilaian tentang tingakt pengetahuan pasien maupun keluarga tentang proses penyakit secara spesifik § Gambarkan tanda dan gejala yang bisa muncul pada penyakit dengan cara yang benar § Disusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang NOC : Ø Knowledge : disease process § Menggambarkan proses penyakit § Menggambarkan faktor penyebab § Menggambarkan faktor pemberat § Menggambarkan akibat penyakit § Menggambarkan tanda dan gejala D. Evaluasi Evaluasi keperawatan mengacu pada tujuan dan criteria hasil dari perencanaan. Nyeri akut b/d agen injuri biologis NIC : Ø Pain management § Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi. kualitas. frekuensi. non farmakologi. karakteristik. .5. interpersonal) NOC : Ø Pain control § Mengenali faktor penyebab § Mengenali onset dan durasi nyeri § Menggunakan tanda peringatan untuk mencari perlindungan (mencari bantuan kesehatan) § Menggunakan metode pencegahan Ø Control level § Melaporkan nyeri berkurang/ terkontrol § Melaporkan kepuasan/ kesenangan hati pada interaksi social § Melaporkan kepuasan dengan mengontrol tanda dan gejala § Melaporkan keadaan fisik membaik 6.

Hemofilia dibedakan menjadi 2 yaitu hemofilia tipe A yang disebabkan karena kurangnya faktor pembekuan darah ke VII dan hemofilia tipe B yang disebabkan karena kurangnya faktor pembekuan darah ke IX. Sebagai perawat dituntut untuk dapat mengetahui secara detail teknik pencegahan terjadinya perdarahan ataupun meminimalkan terjadinya trauma. karena dapat dengan mudah mengalami perdarahan jika terjadi trauma sedikit saja. F. Dokumentasi Dokumentasi keperawatn adalah kumpulan informasi perawatan dan kesehatan pasien yang dilakukan oleh perawat sebagai pertanggung gugatan dalam memberikan asuhan keperawatan. Penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki karena hanya mempunyai kromosom X. BAB VI PENUTUP Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X. sedangkan wanita hanya sebagai pembawa atau carier. Kurangnya faktor pembekuan darah tersebut dapat diatasi dengan melakukan transfusi dengan teknik virisidal. Salah satu tanda dan gejalanya ialah terjadinya perdarahan pada jaringan.apakah tercapai atau tidak. .

Keperawatan Anak Sakit.2000.Moorhead.com/ Ngastiyah.id/ http://info-sehat. 2000 Nursing Interfention Classification (NIC). Jonhson. Mc Closkey dan Bulechek.Maas.net/ http://purnama87.com/ http://hemofilia.DAFTAR PUSTAKA http://anakku.Maridean. .blogspot.Phiadelphia:Mosby.com/ http://kabarindonesia. Jakarta : EGC. 2005. Philadelphia:Mosby.Nursing Outcomes Classification (NOC).Sue. G.or.Marion.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->