PENANGANAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.

) PRA PENGOLAHAN DI KEBUN UJAN MAS, PT CIPTA FUTURA, SUMATERA SELATAN

Oleh ARMITA RAYENDRA A24050834

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

RINGKASAN

ARMITA RAYENDRA. Penanganan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pra Pengolahan di Kebun Ujan Mas, PT Cipta Futura, Sumatera Selatan. (Dibimbing oleh ISKANDAR LUBIS dan ADE WACHJAR). Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu tanaman dengan produktivitas yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan tanaman lain. Oleh karena itu, diperlukan penanganan hasil panen yang baik agar menghasilkan produksi yang berkualitas. Penanganan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pra pengolahan dimulai dari setelah buah dipotong dari pokoknya hingga sampai di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sebelum diolah. Kegiatan magang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penulis, serta memperoleh pengalaman bekerja langsung di kebun kelapa sawit. Penulis dapat mempelajari penanganan Tandan Buah Segar (TBS) pra pengolahan serta pengaruhnya terhadap kualitas CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan. Kegiatan magang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai bulan Juni 2009 di Kebun Ujan Mas, PT Cipta Futura, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah melaksanakan seluruh kegiatan magang dengan berbagai tingkat jabatan, mulai dari karyawan harian lepas, pendamping mandor, hingga sebagai pendamping asisten afdeling. Selain itu penulis juga mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari data kantor kebun atau pabrik serta studi literatur. Produk yang berkualitas berkaitan dengan 3 kegiatan, yaitu panen, pengangkutan atau penanganan TBS, dan pengolahan. Kualitas pengangkutan dilihat dari kebersihan hanca dari hasil panen (TBS dan brondolan), panjang gagang buah, pengutipan brondolan di TPH, ada atau tidaknya buah restan di lapangan, produktivitas pengangkutan, dan efisiensi pengangkutan. Secara umum, penanganan tandan buah segar di Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura masih perlu diperbaiki lagi. Perbaikan diperlukan pada hal-hal teknis dan terutama pada pengelolaan pengangkutan, sehingga dapat mencapai standar perusahaan dan lebih menguntungkan perusahaan.

PENANGANAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PRA PENGOLAHAN DI KEBUN UJAN MAS, PT CIPTA FUTURA, SUMATERA SELATAN

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Oleh Armita Rayendra A24050834

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

MS) NIP : 19610528 198503 1 002 (Dr Ir Ade Wachjar. MS) NIP : 19550109 198003 1 008 Mengetahui: Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura. Pembimbing I. MSc Agr) NIP : 19611101 198703 1 003 Tanggal Lulus : ………………………… . PT CIPTA FUTURA.) PRA PENGOLAHAN DI KEBUN UJAN MAS. (Dr Ir Agus Purwito.Judul : PENANGANAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. (Dr Ir Iskandar Lubis. Pembimbing II. SUMATERA SELATAN Nama NIM : ARMITA RAYENDRA : A24050834 Menyetujui.

penulis juga melakukan kegiatan magang. penulis aktif dalam kegiatan organisasi maupun menjadi panitia dalam beberapa event di kampus. Jakarta Selatan selama 3 tahun dan menyelesaikannya di SDN Mexico 05 Pagi Jakarta Selatan pada tahun 1998. Fakultas Pertanian. Cianjur pada tanggal 2 hingga 27 Juli 2007 dan magang di Kebun Raya Bogor pada bulan Februari 2008. Selanjutnya pada tahun 2006 penulis diterima sebagai mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura. Selama masa pendidikan baik di SMP hingga perguruan tinggi. Selain memperoleh pendidikan formal. Saat menjabat sebagai ketua divisi Bangtan. Jakarta Selatan. Penulis sempat mengenyam pendidikan dasar di SD Tadika Puri.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 28 Mei 1986. Pada tahun 2001 penulis menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SMPN 19 Kebayoran Baru. Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2005 melalui jalur SPMB. penulis beserta rekan-rekan mengadakan acara Festival Tanaman (FESTA) ke 29. penulis menjadi pengurus OSIS sekolah dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara. penulis aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRON) masa jabatan 2006/2007 sebagai anggota divisi pengembangan pertanian dan 2007/2008 sebagai ketua divisi pengembangan pertanian (Bangtan). Pada tahun 2001 penulis memulai pendidikan menengah atas di SMA Madania Boarding School selama 1 tahun dan menyelesaikannya hingga lulus pada tahun 2005 dari SMA Cenderawasih I. Jakarta Selatan. yaitu magang di Balai Penelitian Tanaman Hias. . Saat menjadi mahasiswa. Penulis merupakan anak ke-dua dari Bapak Jendra Muslim dan Ibu Anna Sat Dewi. Saat di SMP dan SMA. Institut Pertanian Bogor.

) Pra Pengolahan di Kebun Ujan Mas. Tulisan ini menjadi salah satu syarat kelulusan pada jenjang pendidikan Program Sarjana di Departemen Agronomi dan Hortikultura. kakak dan adik-adik. Fakultas Pertanian. 4. 8. Kampreters. 2. Hepi. sebagai Dosen Pembimbing I dan II. Sumatera Selatan atas kesempatan dan segala fasilitas yang diberikan untuk penulis dalam penyelesaian magang. Robby. Institut Pertanian Bogor. 7. dan Aan) atas dukungan. Angga. Sumatera Selatan” yang merupakan laporan hasil kerja magang dan pengamatan yang penulis lakukan selama magang di PT Cipta Futura. Emot. 6. kesabaran. Hafith. MS. Inten. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. . SP selaku asisten Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura. Maya. 5. Wenny.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan magang skripsi ini. Tyas. kebaikan. Kedua orang tua. MSi atas kesediaannya menguji serta memberikan saran dan perbaikan untuk karya tulis ini. Oonk. Bapak Sutan Hutasoit. Hanum. Teman-teman seperjuangan magang ( Wenny. terima kasih atas segala bimbingannya selama penulis magang. Terima kasih atas segala bimbingan dan pengarahan selama kegiatan magang dan penulisan skripsi ini. Mathias Prathama atas dukungan. Ocha dan semua teman AGH 42 atas persahabatannya yang tidak akan terlupakan. dan kasih sayangnya kepada penulis. serta keluarga besar yang telah memberikan dukungan baik materi maupun moril yang sangat berarti bagi penulis. PT Cipta Futura. MS dan Bapak Dr Ir Ade Wachjar. PT Cipta Futura Plantation. bantuan dan persaudaraan yang telah diberikan. Karya ilmiah ini berjudul ”Penanganan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit ( Elaeis gineensis Jacq. Bapak Ir Supijatno. 3. Bapak Dr Ir Iskandar Lubis. Haryo.

10.9. Desember 2009 Penulis . Semoga skripsi ini dapat berguna bagi yang memerlukan. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Bogor. Seluruh staf dan karyawan Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura atas dukungan dan bantuannya.

........... Aspek Teknis…………………......................... Aspek Manajerial…………………………………………………......................................... Pengolahan Kelapa Sawit……………………………………..................................................………………………………………………….......................... Pemupukan…………………………………………………… Susun Janjangan Kosong (SJJK)……………………………............... DAFTAR LAMPIRAN... Letak Geografis……………………………………………………........................... Tempat dan Waktu…………………………………………………. PEMBAHASAN…………………………………………………………… Kualitas Buah………………………………………………………....................................................……………………............. vii viii ix 1 1 3 4 4 6 7 8 11 11 11 12 13 14 14 14 15 16 18 21 21 21 23 25 29 32 34 35 52 57 57 60 62 62 64 ................... Kondisi Kebun dan Pertanaman……………………………………. Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan…………………………....…….…………………………….......................................... Tanah......................... Latar Belakang................ Penanganan Tandan Buah Segar…………………………………… METODE MAGANG…................ TINJAUAN PUSTAKA.. Keadaan Iklim................................. Panen………………………………………………………....... Persyaratan Tumbuh………………………………………………..........…… Areal Konsesi dan Tata Guna Lahan……………………………….............. Pengendalian Hama dan Penyakit……………………………..........…………………………………….... Pendamping Asisten Afdeling………………………………................... KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG……………………………….. Metode Pelaksanaan.... Botani Kelapa Sawit……………………………………………….. Perbaikan Infrastruktur……….............................. PENDAHULUAN.....……………………………… Pengendalian Gulma…………………................. Tujuan..... DAFTAR GAMBAR..........DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL...................... Pengangkutan Tandan Buah Segar di Dalam Hanca……………….........……….. dan Topografi……………………….............. Penunasan/Pemangkasan (Prunning)………………………… Pemanenan dan Produksi....……………………………………………… Pengumpulan Data dan Informasi….................................... PELAKSANAAN KEGIATAAN MAGANG……………………………............... Pendamping Mandor………………………………………….......……………………………… Analisis Data dan Informasi………………………………………......

… Pengontrolan Pengangkutan TBS…………………………………... 65 66 66 68 69 69 70 71 72 . Kesimpulan…………………………………………………………... Saran………………………………………………………………..Pengangkutan Tandan Buah Segar ke PKS………………………… Perencanaan Kebutuhan Alat Angkut Buah…………………….. Administrasi Pengangkutan………………………………………… KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………… LAMPIRAN……………………………………………………………….

. Hasil Pengamatan Kualitas Potong Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura 7.. 17. Kebutuhan Kendaraan Angkut Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura….. 9.. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kualitas Kutip Brondolan…………….... Presentase Gagang Panjang di Afdeling 7…………………………….... Jumlah dan Posisi Tenaga Kerja Perkebunan PT Cipta Futura Plantation Afdeling 7 Bulan Mei 2009……………………………… 4..……… 13.....…………………………………………………….……… ...... Pengamatan Pengangkutan Hasil Panen di Afdeling 7 PT Cipta Futura 18... Hasil Sensus Buah di Blok 107 B dan C Pada Tanggal 15 April 2009……………….………………………………………………….. 6. Hasil Pengamatan TBS Tidak Terpanen di Afdeling 7 PT Cipta Futura 8..... Target dan Realisasi Produksi Panen Kelapa Sawit di Afdeling 7 Tahun 2009…………………………………………………. Produksi dan Produktivitas TBS Afdeling 7.…… 3.DAFTAR TABEL Nomor Halaman 8 16 20 35 37 38 42 42 43 43 44 45 47 48 48 49 52 63 1. 5... Kejadian Buah Restan di Afdeling 7 Bulan Januari .. PT Cipta Futura dari Tahun 2005 – 2008…………………………….... Kebun Ujan Mas.…………....... Kandungan ALB Minyak Sawit Mentah PT Cipta Futura……........ Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit.. Rendemen Minyak dengan Kadar ALB Menurut Tingkatan Fraksi Tandan Buah Segar…………………………………………….. Produktivitas Kendaraan Angkut Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura. 2. Pengamatan Brondolan Tinggal per TBS dan per Pokok Panen………. 16.. 10... Bulan Februari 2009. 11.. Hasil Pengamatan Kualitas Kerja Pemuat……………………………… 14. Rekapitulasi Hasil Pengamatan TBS Tinggal dalam Hanca…... 15.Mei 2009……….. 12.......

... 3..... 4....... 7.................………………………….... Potongan Gagang Panjang pada Tandan………………………………. Pohon Kelapa Sawit dengan Tapak Timbun…………………………… 2................ ................ 5.................………………………………….......... Pabrik Minyak Kelapa Sawit ....... Susunan Pelepah di Gawangan Mati. Proses Penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) di PKS………………… 8.........DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman 23 25 31 33 40 41 54 55 56 1...............….. 9. Penyusunan Janjangan Kosong (JJK).. Pemupukan di Samping Tumpukan Pelepah di Gawangan Mati………. Stasiun Pembuangan Janjang Kosong.... Beberapa Species Ulat Api……………………………………………. 6............

PT Cipta Futura.. PT Cipta Futura.. 6. Denah Jalur Deteksi Hama……………………………………………. 2. Program dan Realisasi Panen Triwulan I Tahun 2009…………………. 9. PT Cipta Futura. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Karyawan Harian di Afdeling 7... Sumatera Selatan Tahun 1999-2008…………….………………………………. 5. Struktur Organisasi Tingkat Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura Plantation ……. Luas Areal Tanaman di Afdeling 7 PT Cipta Futura Tahun 2008. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Pendamping Asisten Afdeling di Afdeling 7. Peta Areal Kerja Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura Plantation………………………………………………………………. 7.. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Pendamping Mandor di Afdeling 7.DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 73 74 75 76 77 78 81 82 83 1.………………………………………………. . Sumatera Selatan………………... 4. Curah Hujan di PT Cipta Futura Plantation. Sumatera Selatan……….. Muara Enim..………………… 3.…………….…………………. Sumatera Selatan……..…….. 8.

sehingga perlu terus dilakukan peningkatan produksi minyak kelapa sawit untuk memenuhi permintaan baik dari dalam maupun luar negeri. 2008).) merupakan penghasil minyak nabati yang bisa diandalkan dan merupakan komoditas perkebunan di Indonesia. dan industri makanan ringan lainnya. Selain digunakan sebagai minyak goreng. Minyak kelapa sawit juga dapat dibuat makanan seperti mentega. Kelapa sawit menyumbang devisa cukup besar bagi pembangunan karena pada tahun 2005 volume ekspor minyak sawit mentah (CPO) mencapai 10 376 200 ton dengan nilai US $ 3 756 283 000. vanaspati. bahan aditif coklat. kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar. kosmetika. serta industri berat dan ringan. Selama lima tahun terakhir ini. luas areal dan produksi tanaman kelapa sawit yang diusahakan oleh perkebunan di seluruh Indonesia mengalami kenaikan. lemak untuk masak. minyak kelapa sawit juga digunakan oleh berbagai industri sebagai bahan utama atau campuran untuk menghasilkan produk-produk bahan makanan.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. Menurut Lubis (1992). . Pada tahun 2007 ekspor CPO meningkat menjadi 11 875 400 ton dengan nilai US $ 7 868 640 000 (Direktorat Jenderal Perkebunan. obat-obatan. Oleh karena itu. kemudian pada tahun 2009 luas areal pertanaman kelapa sawit meningkat menjadi 7 321 897 ha dengan produksi CPO sebesar 19 440 291 ton. pembuatan asam lemak lainnya. Tanaman kelapa sawit bukan merupakan tanaman asli Indonesia. minyak kelapa sawit banyak dibutuhkan. kelapa sawit mulai dibudidayakan secara komersil pada tahun 1911. Data Direktorat Jenderal Perkebunan (2009) menunjukkan bahwa pada tahun 2007 luas areal kelapa sawit mencapai 6 611 195 ha dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) sebesar 17 373 202 ton. Minyak kelapa sawit sejak tahun 1870 sudah digunakan dalam industri makanan dan pada tahun 1890 digunakan dalam industri lempengan timah. Karena kegunaannya itu.

syarat mutu kandungan ALB (sebagai asam palmitat) dalam minyak kelapa sawit yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) maksimum adalah 5. Dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. perlu diperhatikan kualitas minyak kelapa sawit. Cara untuk meningkatkan produksi kelapa sawit adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (SDM).2 Kadar kolesterol minyak kelapa sawit hanya 12 – 19 ppm dengan rata-rata 16 ppm. dibutuhkan sistem dan perencanaan yang tepat sesuai dengan kondisi perkebunan setempat. Menurut Badan Standardisasi Nasional (1992). Selain itu telah dibuktikan bahwa minyak kelapa sawit cenderung mengurangi terjadinya thrombotic pada urat nadi. Keterlambatan pengangkutan TBS (tandan buah segar) ke PKS akan menyebabkan terjadinya restan dan mempengaruhi proses pengolahan. kapasitas olah. memperluas areal penanaman kelapa sawit. ketepatan penanganan bahan juga dipengaruhi oleh perbandingan antara volume produksi kebun dengan volume penerimaan dan kapasitas pabrik kelapa sawit. 2008). yaitu dengan menciptakan SDM yang memiliki kemampuan memadai dan menguasai bidang kerjanya. dan mutu produk akhir (Pahan. Faktor transportasi meliputi jarak pengangkutan TBS ke PKS. Selain peningkatan mutu SDM. Selain itu. peningkatan produksi kelapa sawit juga bisa dilakukan dengan meningkatkan efisiensi pengolahan pabrik minyak kelapa sawit. Kualitas minyak kelapa sawit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terkait dengan cara pemanenan sampai proses penanganan pasca panen. serta jumlah dan kondisi alat angkut. . kondisi topografi lahan. serta menerapkan budidaya kelapa sawit secara benar. kondisi jalan. dan tidak menimbulkan kanker. perlu juga diperhatikan kualitas minyak kelapa sawit. Salah satu penilaian kualitas minyak kelapa sawit adalah kandungan asam lemak bebasnya (ALB). faktor transportasi mendapat perhatian khusus. tidak meningkatkan tekanan darah tinggi. kadar kotoran dan kadar air minyak kelapa sawit tersebut. Oleh karena itu. Selain peningkatan produksi kelapa sawit. selain warna. Minyak sawit yang dimurnikan (refine) menjadi minyak goreng memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah lagi.00 % (bobot/bobot). Oleh karena itu.

Kegiatan magang ini bertujuan khusus untuk mempelajari penanganan Tandan Buah Segar (TBS) pra pengolahan serta pengaruhnya terhadap kualitas CPO yang dihasilkan. keterampilan penulis dan memperoleh pengalaman bekerja langsung di kebun kelapa sawit. 3. salah satunya dengan melakukan efisiensi dalam berproduksi. Untuk mencapai efisiensi produksi. .3 Sesuai dengan hukum ekonomi bahwa untuk dapat memperoleh produksi optimal. kegiatan magang bertujuan untuk: 1. sehingga ditemukan biaya produksi yang dapat ditekan dan keefisienan serta keefektifan penggunaan input dapat tercapai. 2. Penulis dapat membandingkan antara teori yang diperoleh di kampus dengan praktik di lapangan. baik dari aspek teknis maupun manajemen di perkebunan kelapa sawit. Tujuan Secara umum. diperlukan analisis faktor produksi yang sangat mempengaruhi produksi tanaman. Efisiensi dapat dilakukan dengan menggunakan input dan atau pengeluaran biaya serendah mungkin untuk memperoleh hasil yang optimal. Meningkatkan pengetahuan.

Daun kelapa sawit adalah daun majemuk yang terdiri atas pelepah dengan panjang berkisar 7-9 m. yaitu tanah yang subur dan lengas. Dari terbentuknya primordia sampai dengan spear (pelepah yang belum membuka) membutuhkan waktu dua tahun. Pahan (2008) menambahkan bahwa batang kelapa sawit memiliki tiga fungsi utama. Kutikula pada anak daun cukup tebal dan sangat resisten terhadap difusi uap air. serta memiliki bunga jantan dan betina pada satu tanaman dengan tandan terpisah. Kelapa sawit merupakan tanaman monokotil.) adalah tanaman yang berasal dari Afrika. Tanaman ini termasuk dalam famili Aracaceae (dulu disebut Palmae). sebagai sistem pembuluh yang mengangkut air dan hara mineral dari akar serta hasil fotosintesis (fotosintat) dari daun ke bawah. kuncup akan cepat membuka sehingga lebih cepat dan efektif menjalankan fungsinya sebagai tempat fotosintesis. sehingga terkesan besar. batang masih tertutup oleh sisa pelepah yang ditunas. Pelepah . serta kemungkinan juga berfungsi sebagai organ penimbunan zat makanan. Jumlah anak daun setiap pelepah berkisar antara 250-400 helai. Tanaman kelapa sawit yang tumbuh normal biasanya memiliki 4050 daun parapinnate hijau yang telah membuka. 2008). Pertumbuhan panjang batang bervariasi antara 35-75 cm/tahun bergantung pada keadaan lingkungan tumbuh dan keragaman genetik (Pahan. Kelapa sawit yang dibudidayakan bisa mencapai ketinggian 30 m. Daun muda dan masih kuncup berwarna kuning pucat.4 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. jika sampai dengan gugur secara alami membutuhkan waktu sekitar 5-6 tahun. Batang kelapa sawit berfungsi sebagai tempat penimbunan nutrisi tanaman (PT Perkebunan X. Pada tanah yang optimal. Sampai dengan tanaman berumur 12 tahun. Batang kelapa sawit berbentuk silinder. memiliki batang tumbuh lurus ke atas. 1993). bunga dan buah. yaitu sebagai struktur yang mendukung daun. Jumlah daun yang terbentuk lebih kurang 20-24 pelepah/tahun. Selanjutnya. berakar serabut.

Pada umur 3 bulan inti sudah berbentuk padatan yang agak keras. biasanya 1 bulan sesudah matang morfologis. cangkang atau tempurung telah terbentuk sangat tipis dan lembut. Pada umur 2 bulan terjadi perubahan pada inti (endocarpium atau nucleus seminis) dari bentuk cairan menjadi agar-agar. Inti memiliki testa (kulit). mesocarp (yang biasanya disebut pericarp). yang disebut dengan phylotaksis. yaitu 13 % terhadap berat buah sejak 3 bulan sesudah anthesis sampai buah matang. sedangkan minyak belum terbentuk. Perubahan warna daging buah yang menjadi kuning kehijauan setelah 3 bulan menunjukkan bahwa minyak telah terbentuk. Kedua. Penelitian di Afrika menghasilkan bahwa kadar serat buah ini sebanyak 16 % kadang bervariasi 11 – 21 persen. Pertama adalah matang morfologis dimana buah telah sempurna bentuknya serta kandungan minyak sudah optimal. menunjukkan bahwa masih terdiri atas air. serat dan klorofil. Menurut Pahan (2008) sampai saat ini kriteria kematangan buah yang sangat penting dalam proses pemanenan ditentukan berdasarkan jumlah berondolan yang jatuh ke piringan yaitu 1 – 2 berondolan per kg tandan buah segar. Daging buah (mesocarpium) sampai 3 bulan setelah anthesis warnanya masih putih-kehijauan. matang fisiologis yaitu ketika kematangan buah sudah lebih lanjut dan telah siap untuk tumbuh dan berkembang. dan endocarp (cangkang) yang membungkus 1 – 4 inti/kernel (umumnya hanya satu). Kadar serat sering dipakai sebagai salah satu cara menghitung kadar minyak pada daging buah secara tidak . Kadar air dan minyak berubah menurut kematangan buah. dan sebuah embrio. Pengerasan cangkang berlangsung terus dan pada umur 3 bulan sudah mengeras serta berubah warna dari putih menjadi coklat muda. terdiri atas pericarp yang terbungkus oleh eksocarp (kulit). endosperm yang padat. Daging buah terdiri atas minyak. yaitu terbentuknya karoten. Buah kelapa sawit digolongkan sebagai buah drupe. Sebulan setelah penyerbukan. sedangkan kadar serat pada daging buah hampir tetap. air dan serat. Kematangan buah dapat dibedakan menjadi dua.5 tumbuh pada batang dan tersusun spiral secara teratur antara pelepah satu dengan lainnya.

Kawasan ini termasuk dalam kelas iklim Af dan Am menurut klasifikasi Koppen (zona katulistiwa). . lempung berpasir. ketinggian 0-400 m di atas permukaan laut. Makin tinggi kadar serat pada daging buah maka akan memberi peluang lebih besar kehilangan minyak pada pengolahan (Lubis. yaitu kondisi di mana curah hujan lebih besar daripada evapotranspirasi di perkebunan. untuk curah hujan 2 500 – 2 000 mm potensi produksi yang dicapai sebesar 80 % dan curah hujan 1 500 atau kurang hanya memiliki potensi produksi 60 – 70 persen. panas. Daerah yang bertopografi datar akan mempermudah pemanen dalam melaksanakan pemotongan Tandan Buah Segar (TBS) dan pengutipan berondolan dibandingkan dengan areal yang memiliki topografi yang bergelombang atau berbukit dengan kelerengan yang curam. Faktor-faktor geografis mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui perubahan faktor-faktor ekologi. Tanah berdrainase baik dan tidak terjadi erosi cocok untuk pertanaman kelapa sawit. air. Sunarko (2007) menyatakan bahwa curah hujan tahunan 2 500 mm atau lebih akan menghasilkan potensi produksi sebesar 100 %. liat berpasir. 1992). Kondisi lahan yang sesuai untuk pertanaman kelapa sawit adalah lahan dengan topografi datar sampai berombak. lereng 0-15 %. Pahan (2008) menyatakan bahwa sebagian besar perkebunan komersial kelapa sawit dibangun pada daerah yang mempunyai neraca air positif selama 6 bulan atau lebih. seperti radiasi matahari dan bumi. Persyaratan Tumbuh Topografi lahan pada perkebunan kelapa sawit berpengaruh pada produk dan kapasitas pemanen. atmosfer. dan liat. lempung liat berpasir. ketebalan solum 60-80 cm. tekstur tanah bervariasi antara pasir berlempung.6 langsung. dan faktor-faktor biotik.

Pengetahuan mengenai kriteria matang panen sangat dibutuhkan agar didapat hasil panen dengan rendemen minyak yang tinggi dengan kadar asam lemak bebas yang rendah. dikenal ada beberapa tingkatan atau fraksi dari TBS yang dipanen. termasuk juga kualitas minyak sawit yang dihasilkan. serta mutu panen harus diikuti. seperti terdapat pada Tabel 1. derajat kematangan TBS untuk dipanen berada pada fraksi 2 dan 3. Sebaliknya jika pemanenan dilakukan dalam keadaan buah belum matang. Penentuan saat panen sangat mempengaruhi kandungan asam lemak bebas (ALB) minyak sawit yang dihasilkan. Tujuan panen kelapa sawit adalah memperoleh produksi yang baik dengan rendemen minyak yang tinggi. Jarak waktu antara buah yang telah dipanen dan pemrosesan buah itu yang paling baik adalah 6 jam. Berdasarkan hal tersebut di atas. cara dan alat panen. maka selain kadar ALB-nya rendah. 1992). maka kriteria panen yang menyangkut matang panen. . Kandungan ALB akan semakin besar dan kumulatif. karena langsung menjadi sumber pemasukan uang ke perusahaan melalui penjualan minyak kelapa sawit (MKS) dan inti kelapa sawit (IKS). Panen adalah pekerjaan penting di perkebunan kelapa sawit. 1992). Fraksi-fraksi tersebut sangat mempengaruhi mutu panen. maka minyak yang dihasilkan mengandung ALB dalam presentase tinggi ( lebih dari 5 %). Kualitas minyak sangat dipengaruhi oleh cara pemanenan. Apabila pemanenan buah dilakukan dalam keadaan lewat matang.7 Panen Kelapa sawit biasanya mulai berbuah pada umur 3 – 4 tahun dan buahnya menjadi masak 5 – 6 bulan setelah penyerbukan (Tim Penulis Penebar Swadaya. rendemen minyak yang diperolehnya juga rendah (Tim Penulis Penebar Swadaya. rotasi dan sistem panen. Kriteria matang panen berdasarkan jumlah berondolan yang jatuh berperan cukup penting dalam menentukan derajat kematangan buah. apabila buah kelapa sawit yang telah dipanen itu tertunda pengolahannya. Dikenal ada tujuh fraksi dan derajat kematangan TBS yang baik.

buah berwarna orange 75 – 100 % buah luar membrondol. yaitu berkisar 50 – 60 persen. yaitu minyak yang berasal dari daging buah (mesocarp) yang dikeluarkan melalui perebusan dan pemerasan (pressan) dan dikenal sebagai minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO) dan minyak yang berasal dari inti sawit dikenal sebagai minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO).3 % dari berat daging buah. Minyak pada daging buah pada 3 bulan setelah anthesis hanya 1. buah berwarna hitam kemerahan 12. Penanganan Tandan Buah Segar Terdapat dua macam minyak kelapa sawit. ada buah yang busuk Derajat Kematangan Sangat mentah Mentah Kurang matang Matang I Matang II Lewat matang I Lewat matang II Sumber : Naibaho (1998) Sistem panen kelapa sawit dapat menghasilkan minyak sawit bermutu baik jika sistem panen memenuhi standar tertentu. buah berwarna hitam pekat 1 – 12.5 % buah luar membrondol.5 – 25 % buah luar membrondol. dan (6) pelepah harus dipotong dengan baik. Fraksi Matang Panen pada Tanaman Kelapa Sawit Fraksi 00 0 1 2 3 4 5 Kriteria Matang Buah Tidak ada buah membrondol. (2) tidak meninggalkan buah matang. Standar sistem panen yang ditentukan adalah : (1) tidak ada buah mentah yang dipanen. (3) semua berondolan dikumpulkan dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil (TPH) dalam kondisi bersih. Hal yang lebih perlu diperhatikan . buah berwarna dominan orange Buah dalam juga membrondol. Kadar air tinggi pada buah muda dan akan menurun sejalan dengan peningkatan kadar minyak daging buah. (4) membrondolkan tandan yang terlalu matang. buah berwarna kemerahan 25 – 50 % buah luar membrondol. (5) memotong gagang/tangkai tandan. tetapi akan terus meningkat pesat menjadi maksimum menjelang panen. Sintesis minyak yang masih terjadi pada tandan buah yang sudah dipanen dapat diabaikan karena jumlahnya kecil sekali. buah berwarna merah mengkilat 50 – 75 % buah luar membrondol.8 Tabel 1.

serta pembuatan tangga-tangga dan tapak kuda untuk areal berbukit. dan (6) memindahkan atau memajukan berondolan ke pokok berikutnya.9 yaitu naiknya kandungan asam lemak bebas (free fatty acid) pada tandan buah yang sempat menginap di tempat pengumpulan hasil (TPH) atau loading ramp pabrik. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan potong buah menurut Pahan (2008) yaitu: (1) persiapan kondisi areal. penentuan jumlah tenaga kerja yang efisien. kemudian diberi nomor pemanen. Penanganan tandan buah segar merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan dari memetik buah sampai dengan tandan buah segar tersebut akan diolah di tempat pengolahan. sedangkan pada tanaman muda pemotongan buah harus dilakukan tanpa memotong pelepah (curi buah). tetapi masih tetap dipiringan serta bebas dari sampah-sampah dan batu. pembersihan piringan tanaman. Organisasi potong buah dimulai dari penyusunan seksi potong buah dan penentuan ancak (panen diusahakan terkonsentrasi). (4) pelepah disusun di gawangan mati. dan (4) penyediaan alat-alat kerja. sampai dengan pemeriksaan kriteria mutu buah dan potongan buah. (5) mengutip berondolan. kemudian pengaturan penggunaan alat panen yang tepat. (2) penyediaan tenaga potong buah. (3) mengorek dan sogrok semua berondolan yang tersangkut di ketiak pelepah. (3) pembagian seksi potong buah. seperti kegiatan persiapan panen dan bagaimana organisasi potong buah dilaksanakan. Penanganan TBS sangat dipengaruhi oleh kegiatan sistem potong buah yang dilakukan. . dan rintis tengah. (2) janjang masak dipotong dan dibiarkan tetap di piringan. pemanen harus mengeluarkan buah ke TPH dan menyusun tandan dengan rapi. Setelah memotong satu ancak. bagaimana teknis urutan pemotongan buah. pembuatan tempat pengumpulan hasil (TPH). Selain itu perlu juga dilakukan perbaikan jalan dan jembatan. pemasangan titi rintis. pasar rintis. Urutan pemotongan buah yang sebaiknya dilakukan menurut Pahan (2008) yaitu: (1) semua pelepah songgo dipotong rapat ke batang (pada tanaman tua). gagang/tangkai buah dipotong rapat tetapi jangan sampai terkena tandan.

sedangkan waktu yang tepat akan mempengaruhi kualitas produksi. menjaga keamanan TBS di lapangan. Kerja enzim tersebut semakin aktif bila struktur sel buah matang mengalami kerusakan (Tim Penulis Penebar Swadaya. . menjaga agar asam lemak bebas (ALB) 2-3 %.10 Transport buah sudah dapat dimulai paling lambat pukul 09. meningkatkan produktivitas pekerja. dan pengeluaran biaya yang minimum. Pengangkutan dengan lori lebih baik daripada dengan alat angkut lain. Guncangan selama perjalanan lebih banyak terjadi pada pengangkutan dengan truk atau traktor gandengan sehingga pelukaan pada buah sawit juga lebih banyak dan dapat meningkatkan kadar ALB pada buah yang diangkut. traktor gandengan. Asam lemak bebas terbentuk karena adanya kegiatan enzim lipase yang terkandung di dalam buah dan berfungsi memecah lemak/minyak menjadi asam lemak dan gliserol. 1992). atau truk. Terdapat beberapa alat angkut yang dapat digunakan untuk mengangkut TBS dari perkebunan ke pabrik.00 waktu setempat. yaitu lori. Menurut Pahan (2008). Penanganan TBS yang baik bertujuan untuk meningkatkan kualitas TBS. cara panen yang tepat akan mempengaruhi kuantitas produksi (ekstraksi).

angka kerapatan panen. berondolan yang tidak dikutip. 2. yaitu sebagai karyawan harian lepas. Sedangkan data sekunder yang didapat berupa lokasi dan letak . Sumatera Selatan. dan 3. Pengumpulan data dengan metode langsung dilakukan melalui kerja dan pengamatan langsung di lapangan serta wawancara langsung dengan staf dan karyawan kebun. pendamping mandor sampai menjadi pendamping asisten afdeling. sistem dan rotasi panen. metode pelaksanaan magang di lapangan adalah dengan melakukan seluruh pekerjaan di lapangan produksi dengan berbagai tingkat jabatan. metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi melalui studi pustaka. pengamatan tangkai panjang belum dipotong dan buah matang tertinggal di pohon.11 METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan di kebun kelapa sawit PT Cipta Futura. Data primer yang diperoleh dengan pengamatan langsung meliputi kriteria panen. triwulanan. Kegiatan magang dimulai dari bulan Februari 2009 sampai bulan Juni 2009. tahunan) yang merupakan arsip di kantor kebun serta hasil analisis rendemen dan mutu minyak harian di laboratorium mutu pabrik kelapa sawit. Penulis bekerja langsung sesuai dengan tingkat jabatan. Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan diperoleh dengan menggunakan dua metode. sensus buah. bobot janjang rata-rata (BJR). buah tertinggal dalam hanca. semesteran. dan pendamping asisten afdeling dapat dilihat pada Lampiran 1. yaitu metode langsung untuk data primer dan metode tidak langsung untuk data sekunder. serta selisih bobot pengangkutan. kualitas potong buah. kualitas kerja pemuat. Jurnal harian kegiatan magang sebagai karyawan harian lepas. Metode Pelaksanaan Secara garis besar. Pengumpulan data dengan metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dari laporan manajemen (bulanan. hanca panen. pendamping mandor. Selain itu.

infrastruktur kebun. serta ada atau tidaknya restan di lapangan. dan hasil panen. data realisasi produksi TBS. rata-rata kandungan ALB bulan Maret-Mei 2009. kebersihan tandan dan berondolan. cara pemotongan gagang/tangkai buah. Sedangkan pada kegiatan transportasi TBS dari TPH ke pabrik diamati jenis angkutan. norma kerja di lapangan. kondisi tanaman dan produksi. keadaan tanah dan iklim (curah hujan. data pengangkutan hasil panen. norma baku dan . pemotongan gagang/tangkai buah. hari hujan. penerapan teknik budidaya. dan lain-lain) luas areal dan tata guna lahan. serta organisasi dan manajemen perusahaan. Data yang mendukung tersebut seperti kondisi iklim di lapangan. lama penyinaran. waktu berangkat dari TPH. Pengamatan dilakukan untuk mengamati produksi tandan buah segar (TBS). jarak ke tempat pengolahan kelapa sawit (PKS). pengumpulan berondolan. dan pada alat angkut (truk). dan efisiensi pengangkutan. Pada pemanenan diamati cara pemetikan/pemotongan tandan. kapasitas produksi. dan kriteria kelas panen yang dilakukan pemanen contoh. Pengumpulan Data dan Informasi Pengamatan dilakukan untuk memperoleh data primer dari seluruh pekerjaan lapangan produksi dengan melakukan pengamatan khusus pada setiap unit contoh pengamatan. produktivitas pengangkutan buah. pengumpulan buah di TPH. tanaman.12 geografis kebun. kondisi/perawatan jalan. pengoperasian kendaraan transport. Pengamatan dilakukan di beberapa blok contoh. bentuk/pola jalan. waktu tiba di PKS. penerapan teknik panen. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi yang mendukung pelaksanaan magang dan pengamatan yang dilakukan. di TPH. organisasi dan manajemen kebun. Unit contoh pengamatan berupa tenaga kerja. susunan tandan di TPH. hingga kegiatan transportasi TBS dari TPH ke pabrik. Pengamatan juga dilakukan saat kegiatan panen. Pada kegiatan pengumpulan tandan buah di TPH diamati ada atau tidak tandan afkir dan tandan mentah. kondisi pertanaman dan produksi. luas areal dan tata guna lahan. kondisi lahan.

. sampai ke pengolahan. dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kulitatif dilakukan dengan membandingkan fakta di lapangan dengan ketentuan yang berlaku di perkebunan. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan rata-rata dalam persen. Analisis Data dan Informasi Data primer hasil pengamatan dengan berbagai peubah atau rekomendasi teknik yang diterapkan.13 rekomendasi anggaran pelaksanaan teknik budidaya atau cara pengelolaan.

PT Cipta Futura Plantation terdiri atas empat afdeling. Tanah. dan di sebelah barat berbatasan dengan PT Musi Hutan Persada (MHP) di Kabupaten Lahat. Selama kegiatan magang. dan Topografi Keadaan iklim di wilayah Kebun Ujan Mas. jarak antara kota Muara Enim dengan lokasi kebun kurang lebih 35 km. di sebelah timur berbatasan dengan Desa Peninggiran dan Desa Ulak Bandung. Kabupaten Muara Enim. Jarak dari kota Palembang ke lokasi kebun kurang lebih 218 km. Sebelah utara Afdeling 7 berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit lain. Keadaan Iklim. yaitu PT Surya Bumi Agro Langgeng. Daerah perkebunan ini memiliki curah hujan merata sepanjang tahun. Kondisi jalan agak rusak. hari hujan 148. penulis melakukan semua kegiatan di Afdeling 7. Menuju lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan selama 2 jam perjalanan. sebelah timur berbatasan dengan Desa Ulak Bandung. PT Cipta Futura termasuk ke dalam tipe B (basah) menurut Schdmidth-Ferguson. Suhu rata-rata berkisar antara 28 . di sebelah selatan berbatasan dengan Kota Muara Enim.6 hari/tahun. PT Cipta Futura di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Benakat dan Solar.14 KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG Letak Geografis Perkebunan PT Cipta Futura termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Benakat. Propinsi Sumatera Selatan. Jalur masuk utama menuju kebun melalui Kabupaten Muara Enim. . sebelah barat berbatasan dengan Afdeling 6 dan Afdeling 8. sebelah selatan berbatasan dengan Afdeling 1. dengan rata-rata 2 909 mm/tahun.30 0C. dan 10 bulan basah dan 2 bulan kering. Wilayah Kebun Ujan Mas. (Lampiran 4). yaitu jalan tanah dan terdapat beberapa jalan yang sudah diberi krokos.

79 ha dimulai pada tahun 1992 dan masih terus dilakukan perluasan lahan sampai sekarang. 7. areal pembibitan 5 ha. Afdeling 7 merupakan afdeling percontohan yang terdiri atas 20 blok. jalan. maka daerah tersebut akan tergenang.95 ha. dan 2 048.03 ha.38 ha. luas areal Perkebunan Ujan Mas . Ketinggian tempat berkisar antara 50 – 100 m di atas permukaan laut (dpl). areal tanaman belum menghasilkan (TBM) 3 seluas 8. emplasmen 5 ha. yaitu Afdeling 1. Penggunaan lahan tersebut terdiri atas areal pertanaman seluas 7 478 ha. Di Kebun PT Cipta Futura terdapat beberapa areal berawa dan rendahan yang jika hujan deras. termasuk ke dalam jenis tanah Podsolik Merah Kuning. dan 8. jurang. dan lain-lain) sebesar 893 ha.5. sedangkan Afdeling 6. 1 893.01 ha. Tanah berwarna merah kecoklatan dengan tekstur tanah dominan liat berdebu. Penanaman pertama pada lahan seluas 19.70 ha. Peta Areal Kerja Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura Plantation dapat dilihat pada Lampiran 5.46 ha.Muara Enim PT Cipta Futura Plantation mencapai 8 381 ha. Tingkat kesuburan tanah sedang sampai rendah dengan derajat kemasaman tanah (pH) 6. dan 8 memiliki luas areal berturut-turut 2 304. Penulis melaksanakan kegiatan magang di Afdeling 7 yang memiliki total luas lahan yang ditanami sampai dengan bulan Desember 2008 sebesar 1 885. Luas areal tanam tersebut sampai dengan bulan Juni 2008. 6. sungai. Areal Konsesi dan Tata Guna Lahan Berdasarkan surat keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Pada awal pendirian kebun.15 Tanah di PT Cipta Futura memiliki kandungan liat yang tinggi. terdiri atas luas areal tanaman menghasilkan (TM) 1 857.08 ha dan TBM 1 seluas 14. areal TBM 2 seluas 4. dengan status Hak Guna Usaha (HGU) selama 30 tahun.76 ha. Topografi areal perkebunan sebagian besar berbukit dengan derajat kemiringan antara 7 – 9 %.17 ha. dan areal yang tidak ditanami (tanah cadas. perkebunan PT Cipta Futura ini dibagi menjadi delapan afdeling yang kemudian digabung menjadi empat afdeling.0 – 6. Afdeling 1 terdiri atas areal dengan luas 847. Setiap blok memiliki luas rata-rata . 7.7/HGU/BPN/96.

Bahlias Research Satation (BLRS). PT London Sumatera (Lonsum). terdapat program dan realisasi panen yang dibagi per triwulan.89 . bahkan TBM. Jika panjang pasar normal (± 10 m). Kebun Ujan Mas. yaitu pada Blok 69 dan 70. sehingga di afdeling tersebut masih terdapat TM 1 dan TM 2.16 100 ha dengan masing-masing blok terdiri atas 4 petak. Setiap afdeling akan berusaha meningkatkan produktivitas tanaman. PT Cipta Futura dari Tahun 2005 . Luas areal tanam Afdeling 7 terlampir pada Lampiran 6. Produksi dan Produktivitas TBS Afdeling 7. mulai dari tanaman belum menghasilkan (TBM) hingga tanaman menghasilkan (TM). Pada tahun 1993. Di Afdeling 7 terdapat beberapa blok yang mengalami perluasan. Tanaman kelapa sawit ditanam dengan jarak tanam 9. dan dari PT Socfindo. Tabel 2. sehingga umur tanaman bervariasi. Kebun Ujan Mas. yaitu dari Lembaga Pusat Penelitian Marihat (LPPM). PT Cipta Futura dari tahun 2005 – 2008. Penanaman di Kebun Ujan Mas dilakukan sejak tahun 1992 secara bertahap. Kondisi Kebun dan Pertanaman Tanaman kelapa sawit yang diusahakan di Perusahaan PT Cipta Futura merupakan hasil persilangan dari kelapa sawit Dura dan Psifera. Setiap afdeling di PT Cipta Futura memiliki target produksi yang harus dicapai seperti terdapat pada Lampiran 7. Pada luas satu ha ratarata terdiri atas 130 pokok dengan memperhitungkan areal yang digunakan untuk jalan.25 m x 9. mulai dilakukan penanaman di Afdeling 7.78 Produksi (ton) 43 550 Produktivitas (ton) 26. rata-rata terdapat 54 pokok per pasar hidup.25 m x 8. Pada Tabel 2 disajikan produksi dan produktivitas tanaman di Afdeling 7.2008 Tahun 2005 Luas (ha) 1 619. sehingga setiap petak memiliki luas rata-rata 25 ha. Dami.01 m dengan pola tanam berbentuk segitiga sama kaki. Bibit yang digunakan berasal dari beberapa sumber.

Jaringan jalan di Perkebunan Ujan Mas terdiri atas jalan angkong.17 2006 1 619. tetapi lebih sering dilewati kendaraan pengangkut buah. dan jalan utama (jalan poros). sehingga mempengaruhi produktivias secara keseluruhan. terdapat TPH yang harus benar-benar bersih dari gulma. hanya selebar ± 50 cm dan arah jalannya tidak lurus.78 32 709 2007 1 857. pasar 2:1.97 Produktivitas tanaman di Afdeling 7 dari tahun 2005 sampai dengan 2008 mengalami penurunan. Hal tersebut bertujuan agar tidak ada TBS atau berondolan restan karena tertutup gulma sehingga tidak terlihat oleh pengangkut. Jalan pengumpul (jalan tengah). Perbedaan pada ketiga jalan tersebut adalah jalan pengumpul (jalan tengah) biasanya membelah petak dalam satu blok dan dilewati kendaraan pengangkut buah pada saat panen dilakukan di blok tersebut. Jalan tersebut terbentuk dari tanah liat berpasir yang dipadatkan. yaitu penyemprotan herbisida. Pasar 2:1 merupakan jalur yang dibuat di antara dua barisan tanaman kelapa sawit.93 37 108 Sumber : Kantor Afdeling 7 (2009) 20. dan jalan utama (jalan poros) merupakan jalan yang dibangun dan dirancang untuk dilewati oleh kendaraan pengangkut buah (dump truck). Jalan angkong adalah jalan yang terbentuk karena aktifitas pemanen yang sering kali melewati jalur tersebut. bahkan sering kali melintasi beberapa pasar untuk menghindari areal jurangan. Jalur tersebut dibuat secara manual atau dengan cara kimia. sub jalan utama. Jaringan jalan merupakan serangkaian jalur yang dapat dilalui untuk mentransportasikan TBS dari dalam blok hingga ke pabrik pengolahan.19 22. Sub jalan utama juga merupakan jalan pengumpul. Jalur tersebut bersih dari gulma. Jalur tersebut sangat memudahkan pemanen untuk melangsir TBS keluar menuju TPH. jalan pengumpul (jalan tengah). Pada setiap ujung pasar 2:1. Biasanya sub jalan utama . Penurunan terjadi karena terdapat areal TM baru di Afdeling 7 yang menghasilkan buah yang masih kecil. Jalan pengumpul dibuat dengan arah utara-selatan dan tegak lurus dengan jalan utama (pada blok-blok tertentu).52 19.93 41 852 2008 1 857. sub jalan utama.

chief magister juga memiliki tugas mengawasi administrasi kebun. Jalan utama atau jalan poros dirancang sedemikian rupa agar tahan dilalui kendaraan pengangkut buah setiap hari dengan lebar ± 10 m. . yaitu senior mandor. dan 2nd supervisor. Perawatan jalan dilakukan baik secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. dan 2nd mandor. personalia. sampai dengan manajer. Pengelolaan tenaga kerja di PT Cipta Futura dibedakan berdasarkan tenaga kerja staf dan non staf yang masing-masing tenaga kerjanya memiliki jabatan dan pangkat. 1st mandor. Tenaga kerja staf merupakan karyawan yang biasanya memiliki jabatan mulai dari supervisor. hingga pengamanan wilayah kebun dan inventaris perusahaan. Pangkat mandor terdiri atas tiga tingkatan. Perkebunan Ujan Mas dipimpin oleh seorang chief magister yang diangkat langsung oleh direktur utama yang bertanggung jawab kepada direksi. Tenaga kerja non staf terdiri atas karyawan yang memiliki pangkat mandor dan operator.18 sudah memiliki sirip ikan (parit tepi jalan). Seorang chief magister memiliki tanggung jawab dalam mengelola dan mengorganisir kebun dalam hal membangun dan memelihara tanaman kelapa sawit. pengadaan bahan produksi. asisten afdeling. Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan PT Cipta Futura Plantation merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan terutama pertanaman kelapa sawit. maupun secara mekanik. keuangan. agar tercapai kualitas dan kuantitas produksi TBS yang optimal. 1st supervisor. Perkebunan PT Cipta Futura melakukan kegiatan rawat jalan yang dialokasikan pada blok-blok yang akan dipanen. Karyawan yang menjabat sebagai supervisor bisa memiliki pangkat senior supervisor. sedangkan tugas dan tanggung jawab berdasarkan jabatan yang diberikan. begitu pula dengan pangkat operator. Jalan poros terbuat dari tanah liat berpasir yang diberi lapisan krokos dan dipadatkan. seperti menimbun jalan. Selain itu. Supervisor merupakan jabatan di atas mandor. yaitu dengan menggunakan alat berat. Pangkat tersebut yang akan membedakan besarnya upah yang diperoleh.

sedangkan tenaga kerja pemanenan. supervisor pemeliharaan dan administrasi afdeling. Di Afdeling 7. pemuat buah. serta mandor infrastruktur berjumlah masing-masing satu orang. tidak terdapat mandor pupuk sehingga tugas dan tanggung jawab mandor pupuk dilaksanakan langsung oleh supervisor pemeliharaan. yaitu afdeling dimana penulis melakukan kegiatan magang.00-13. Besar upah harian KHL untuk tenaga kerja pemeliharaan bergantung pada prestasi kerja yang diperoleh dengan upah maksimal Rp 50 000. Asisten afdeling bertugas mengelola tenaga kerja yang berada pada tingkat afdeling.00 WIB untuk mengikuti apel pagi bersama mandor pekerjaan masing-masing dan bekerja sampai pukul 15. KHL tersebut bekerja dengan sistem borongan. Pemberian gaji dilakukan setiap minggu pertama pada bulan berikutnya sebanyak akumulasi pendapatan KHL selama satu bulan. mandor dongkel. Kegiatan pemanenan di PT Cipta Futura selain dilaksanakan oleh supervisor dan mandor panen. Dalam menjalankan tugasnya. Sistem pengupahan KHL berbeda dengan karyawan staf dan non staf perusahaan. dan supir truk.per orang per hari. dengan rincian seperti pada Tabel 3. yaitu staf. Pada tingkat afdeling.19 Karyawan harian lepas (KHL) terdiri atas tenaga kerja pemanen. Sedangkan mandor yang lain. juga dibantu oleh kerani buah. Sedangkan supervisor . pemuat buah dan supir truk mendapatkan upah dengan menggunakan sistem basis dan premi. Total jumlah seluruh KHL yang bekerja di Afdeling 7 pada bulan Mei 2009 adalah 254 orang.00 WIB. non staf dan karyawan harian lepas (KHL). Di Afdeling 7. supervisor panen membawahi mandor panen yang terdiri atas lima kemandoran yang dibantu oleh kerani buah. KHL harus sudah berada di kantor afdeling pada pukul 06. Kerani buah di Afdeling 7 terdiri atas 5 orang. yaitu mandor semprot. yaitu 4 orang kerani yang bertanggung jawab terhadap kegiatan transportasi TBS di lapangan dan seorang kerani buah yang bertugas mengurus administrasi dan perhitungan pengangkutan TBS afdeling ke PKS. Asisten afdeling membawahi supervisor panen. asisten afdeling dibantu oleh supervisor afdeling. pengelolaan kebun dipimpin oleh asisten afdeling.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 12. mandor hama dan penyakit. tenaga kerja pemeliharaan.

Jumlah dan Posisi Tenaga Kerja Perkebunan PT Cipta Futura Plantation Afdeling 7 Bulan Mei 2009 No 1 Bagian Karyawan Staf Asisten Afdeling Supervisor Afdeling Supervisor Panen Supervisor Pemeliharaan Jumlah 2 Karyawan Non Staf Mandor Panen Krani Afdeling Krani Buah Mandor Pemeliharaan Administrasi Afdeling Jumlah 3 Karyawan Harian Lepas Tenaga Kerja Pemanenan Tenaga Kerja Pemeliharaan Pemuat Buah Supir Truk Jumlah Total Karyawan Sumber : Administrasi Afdeling 7 (2009) Asisten afdeling dan para supervisor merupakan karyawan staf. mandor pupuk. sedangkan para mandor. Adapun struktur organisasi di tingkat afdeling terlampir pada Lampiran 8. krani dan pegawai administrasi afdeling merupakan karyawan non 75 140 19 20 254 273 4 1 4 4 2 15 1 1 1 1 4 Jumlah (orang) .20 pemeliharaan membawahi mandor semprot. Tabel 3. dan mandor infrastruktur. mandor hama dan penyakit. Urusan administrasi dan transportasi afdeling menjadi tanggung jawab bagian administrasi afdeling. mandor dongkel.

Afdeling 7 memiliki empat orang mandor panen dengan lima kemandoran panen. Mandor panen bertugas mengorganisir kegiatan pemanenan serta menjaga kualitas dan kuantitas pemanenan agar mencapai target.21 staf perusahaan. .

Lebar parit dibuat 1. pembuatan parit. yaitu drainase lapangan (field drains). Lumpur di dalam parit diangkat dan ditarik ke bibir parit sehingga lumpur tersebut tidak masuk lagi ke dalam parit jika turun hujan. penulis melakukan kegiatan perbaikan infrastruktur yang berfungsi sebagai saluran drainase seperti perawatan parit.5 m dari tepi parit. Perawatan parit dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul.22 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Perbaikan Infrastruktur Perawatan parit. Pada kegiatan magang di PT Cipta Futura. Terdapat tiga tipe dan ukuran saluran drainase. kemudian mengumpulkannya. dan akhirnya dibuang ke luar areal.5 m dengan . dan dodos. parang. Gulma yang berada di bibir (tanggul) parit dibersihkan dengan dibabad atau didongkel jika gulma tersebut berkayu. Dengan demikian. Penulis melakukan kegiatan perawatan parit selama tujuh hari kerja dengan prestasi kerja 20 m/HK. Kegiatan perawatan parit dilakukan untuk memperlancar aliran air dalam parit agar air dapat keluar dari areal dan tidak menggenangi tanaman kelapa sawit. Standar ukuran parit yang ditetapkan di PT Cipta Futura adalah parit selebar 1. Prinsip dasar dari suatu sistem drainase yaitu menyekap air. Bibir parit harus bersih dari gulma sampai sejauh 1. dan pembuatan sirip ikan. Adapun kendala yang dihadapi saat melakukan kegiatan perawatan parit adalah terdapat lahan rawa yang menyulitkan. selain itu areal ditumbuhi gulma yang cukup lebat.5 m dengan kedalaman ± 1 m. Pembuatan parit. drainase pengumpul (collection drains). Untuk memperbaiki dan meratakan bentuk dinding parit digunakan dodos. dan drainase pembuangan (outlet drains). Pekerjaan rawat parit memiliki norma kerja 20 m/HK. Drainase merupakan usaha untuk mengurangi atau mengeluarkan air dari areal pertanaman. drainase harus dirancang dalam bentuk jaringan yang memanfaatkan topografi dan mengalirkan kelebihan air berdasarkan gaya berat.

Pembuatan tapak timbun bertujuan untuk mencegah pokok sawit yang ditanam di daerah rendahan. Saluran air di pinggir jalan diperbaiki dengan menambah kedalamannya dan dasar saluran dibuat miring supaya air dapat mengalir ke tempat penampungan. pasang surut. Pembuatan sirip ikan bertujuan untuk mengalirkan air yang menggenangi jalan. Selain itu. Kegiatan pembuatan parit memiliki norma kerja 10 m/HK. Parit dibuat dengan tujuan sebagai drainase pengumpul yang berfungsi mengumpulkan air dari suatu areal tertentu dan mengalirkannya ke pembuangan.5 m dengan jari-jari 2 m diukur dari pokok sawit. Tapak timbun dibuat dengan tinggi timbunan mencapai 0.23 kedalaman 1 m. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak tertimbun dan optimal dalam penyerapan air. Sirip ikan merupakan saluran air yang berada di pinggir jalan. Tanah timbunan diambil dari tanah di sekitar tanaman. Permukaan timbunan harus datar dan bebas dari tunggul dan akar-akar. Timbunan dipadatkan dengan pelepah atau kayu sampai tanah benarbenar padat dan mengeras. Dasar parit dibuat miring menuju ke daerah pembuangan sehingga air dapat mengalir. tapak timbun juga berfungsi untuk memperkokoh akar tanaman agar tidak mudah rebah karena tanah di sekelilingnya tergenang air dan mempermudah kegiatan pemupukan tanaman. Alat yang digunakan untuk membuat parit adalah cangkul. Pembuatan tapak timbun.5 m dari pokok sawit. Pada jari-jari 0. atau areal berawa tergenangi air pada saat curah hujan tinggi. tetapi harus diatur jangan sampai tanah tersebut masuk lagi ke dalam parit karena aliran air hujan. Tanah galian dibuang ke sebelah parit. timbunan dibuat cekung ke dalam (Gambar 1). . dan karung untuk mengangkat tanah. dodos. Pembuatan sirip ikan.

Gulma juga mensekresikan zat kimia (alelopati) yang dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan. Dongkel anak kayu (DAK) merupakan kegiatan mendongkel gulma yang berada di piringan maupun di gawangan tanaman sawit. dan kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkannya. Gulma yang harus didongkel di antaranya adalah .24 Gambar 1. Pengendalian gulma secara manual. dan nutrisi. dongkel anak kayu. dan membersihkan gulma di piringan kelapa sawit. Pohon Kelapa Sawit dengan Tapak Timbun Pengendalian Gulma Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu. penting dilakukan pengendalian gulma untuk meningkatkan daya saing tanaman pokok dan melemahkan daya saing gulma. Tidak semua gulma harus diberantas karena tanah yang gundul (bebas dari vegetasi) mendorong terjadinya erosi yang sangat merugikan. dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Pengendalian gulma harus memperhatikan teknis pelaksanaan di lapangan (faktor teknis). gulma bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan dalam hal perolehan ruang. Pengendalian gulma secara manual dilakukan dengan metode babad dempes. Pengendalian gulma di PT Cipta Futura dilakukan pada piringan dan gawangan (interrow). air. gulma mudah melakukan regenerasi sehingga timbul persaingan dengan tanaman yang dibudidayakan. Babad dempes adalah kegiatan membabad gulma hingga 5 cm di atas permukaan tanah dengan menggunakan parang. Pada umumnya. Kegiatan babad gulma dilakukan oleh penulis di areal TM. Secara fisik. tempat. cahaya. Oleh karena itu. biaya yang diperlukan (faktor ekonomis).

dan kemampuan serta kondisi fisik penulis yang tidak sekuat KHL. putihan. yaitu pengendalian gulma dilakukan satu tahun sekali. sedangkan prestasi kerja karyawan adalah 37 pokok/orang atau 0. Prestasi kerja yang diperoleh penulis adalah 5 pokok/HK atau 0. Gulma yang telah didongkel dikumpulkan dan ditumpuk. Pada TM pengendalian gulma dilakukan dengan rotasi 1 x 12. hasil kerja penulis masih di bawah prestasi kerja KHL. Pada kegiatan dongkel anak kayu pada TBM juga dilakukan pembersihan piringan dari segala jenis gulma maupun tanaman kacangan. Sedangkan untuk TBM 3 pengendalian gulma dilakukan dengan rotasi enam bulan sekali (1 x 6). Batang tanaman sawit juga dibersihkan dari gulma yang melilit batang. Untuk TBM 1 pengendalian gulma dilakukan dengan rotasi (1 x 3) yaitu pengendalian gulma dilakukan secara tiga bulan sekali. kucingan. Bongkahan tanah yang menempel pada akar gulma dongkelan harus dibersihkan atau dihancurkan.03 ha. dan semua jenis gulma berkayu lainnya. cuaca yang sangat terik. Gulma yang melilit batang kelapa sawit dibersihkan dengan cara memotong bagian bawah dari batang gulma terlebih dahulu agar gulma tersebut mati. rumput kering. senggani dan senggani betina. Ukuran jari-jari piringan 2 m dari batang pohon sawit atau sampai ujung daun terluar. Hal ini disebabkan oleh alat yang digunakan kurang lengkap (tidak ada parang). Herbisida yang digunakan adalah Smart AS (Glyphosate). anak sawit. seperti gulma Mikania micrantha. Pengendalian gulma secara kimiawi. teki. sampah berupa daun kering. rumput blidang. Pengendalian gulma secara manual di PT Cipta Futura dibagi menjadi beberapa rotasi. Kegiatan dongkel anak kayu dilakukan oleh penulis pada TBM 1 di Blok 70 perluasan.28 ha. Dari perolehan prestasi kerja.25 senduduk. yaitu pengendalian gulma dilakukan enam bulan sekali. Penyemprotan pasar pikul 2:1 dilakukan sekaligus dengan penyemprotan tempat . pelepah kering. Selain itu. Kegiatan penyemprotan pasar 2:1 (pasar pikul) merupakan pengendalian gulma tanaman kelapa sawit yang berada di antara dua barisan tanaman kelapa sawit (jalan pikul) dengan menggunakan herbisida. dan sebagainya harus dibersihkan.

Lebar semprotan minimal 2 m dengan norma kerja 5 ha/HK. Ulat api dan ulat kantong merupakan hama dengan populasi yang sedang meningkat di Afdeling 7 PT Cipta Futura Plantation. Setothosea asigna b. Semprot pasar 2:1 dilakukan untuk mengendalikan gulma pada pasar 2:1 (pasar pikul). a. Scleria sumatrensis. Tujuan dari semprot (herbicide) ini sama. semprot piringan untuk mengendalikan gulma di piringan pokok. yaitu untuk mengendalikan gulma tetapi lokasi penyemprotannya yang berbeda.26 pengumpulan hasil (TPH). Penyemprotan pasar 2:1 menggunakan Glyphosate dengan konsentrasi larutan 7 ml/1 liter air atau 0. Asystasia intrusa. Darna trima Gambar 2. dan semprot lain-lain dilakukan pada beberapa tempat saja dan pada gulma tertentu seperti Mikania micrantha. Selain kegiatan semprot pasar 2:1. Terdapat beberapa macam ulat api yang menyerang kelapa sawit di PT Cipta Futura. dan Darna trima (Gambar 2). Penyemprotan harus dilakukan merata sepanjang pasar 2:1 dan diusahakan lurus. dan alang-alang. Setaria plicata. dengan ukuran TPH standar 4 m x 3 m. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama.25 l/ha yang dimasukkan ke dalam knapsack sprayer. Setothosea asigna. Beberapa Species Ulat Api . terdapat pula kegiatan semprot lain-lain dan semprot piringan. Penyemprotan pasar 2:1 dan penyemprotan TPH bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah kerja pengangkutan buah dari piringan ke TPH dan untuk memudahkan kegiatan lainnya seperti pemupukan. yaitu Setora nitens. Setora nitens c. pakis kawat.

27 Sedangkan jenis-jenis ulat kantong yang menyerang tanaman kelapa sawit adalah Mahasena corbetti, Metise plana, dan Cremastopsyche pendula. Akan tetapi, serangan ulat kantong masih di bawah ambang ekonomi. Ulat api maupun ulat kantong menyerang bagian daun tanaman dan biasanya menyerang tanaman yang masih muda. Selain ulat, terdapat juga tikus. Tikus menyerang buah kelapa sawit, sehingga serangan tikus dapat berpengaruh langsung terhadap produksi minyak kelapa sawit. Serangan tikus dideteksi dengan cara melihat bekas gigitan pada buah yang dipanen. Setiap hari kerani buah melakukan pengamatan serangan tikus saat mengangkut TBS hasil panen. Selain kerani buah, mandor panen juga melakukan pengamatan serangan tikus ketika mengawasi panen, sehingga diperoleh laporan serangan sesudah dan sebelum pengangkutan. Pengamatan juga dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengamatan terhadap serangan baru dan serangan lama, sehingga dapat diperkirakan serangan tikus dengan lebih akurat. a) Pengendalian mekanis (manual) Pengendalian ulat secara mekanis dilakukan dengan beberapa cara. Pengendalian mekanis dilakukan mulai saat hama pada stadia ulat, masa pupa, hingga stadia kupu-kupu. Pada saat stadia ulat dan pupa, pengendalian dilakukan dengan cara hand picking (kutip ulat dan kutip kepompong). Kutip ulat biasanya dilakukan pada tanaman kelapa sawit TBM sampai TM yang belum terlalu tinggi. Jika tanaman sudah terlalu tinggi, maka akan menyulitkan pengutip ulat karena daun sudah tidak terjangkau. Ulat diambil dari daun kelapa sawit, dihitung, dan dimasukkan ke dalam botol. Sedangkan untuk kutip kepompong dilakukan di setiap pasar pada setiap pokok sawit. Kepompong banyak terdapat di tempattempat yang lembab, seperti tanah lembab yang berada di sekitar pokok sawit, di perakaran sawit, dan di bawah tumpukan pelepah (gawangan mati). Pengendalian manual terhadap tikus di Afdeling 7 dilakukan dengan menangkap tikus secara manual. Tidak terdapat pekerjaan untuk penangkapan tikus secara khusus, melainkan tikus ditangkap jika ada siapa pun termasuk pekerja yang menemukannya sewaktu di lapangan. Kepada siapa saja yang menangkap tikus hidup-hidup diberikan bayaran sebesar Rp 1 000/ekor.

28 b) Pengendalian biologis Pengendalian ulat api dan ulat kantong secara biologis di PT Cipta Futura dilakukan dengan menggunakan serangga, yaitu jenis kepik Pentatomidae. Untuk menarik kepik datang ke kebun, digunakan tanaman bunga pukul delapan. Bunga pukul delapan sengaja ditanam pada lahan-lahan kosong atau gawangan dekat jalan poros atau jalan lebar, tetapi bukan di pasar hidup. Pada saat ulat api dalam masa pupa atau kepompong, dilakukan pengendalian biologis dengan memanfaatkan cendawan yang hidup di tanah, yaitu cendawan Cordyceps. Cendawan tersebut merupakan musuh alami kepompong ulat api. Saat penulis melakukan kegiatan kutip kepompong, ditemukan beberapa kepompong yang sudah terserang cendawan ini. Pengendalian biologis untuk tikus di PT Cipta Futura menggunakan Tito alba (burung hantu). Sampai bulan Maret 2009 terdapat 35 buah sangkar Tito alba yang berada di Afdeling 7, tetapi yang berpenghuni hanya 15 sangkar dengan jumlah Tito alba 38 ekor. c) Pengendalian kimiawi Pengendalian hama secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan insektisida. Jenis insektisida yang digunakan di PT Cipta Futura Plantation adalah Decis dengan bahan aktif deltametrin 25 g/l. Insektisida ini tergolong racun kontak. Selain itu, digunakan juga bahan perata dan perekat dengan merk dagang Agristick. Digunakan konsentrasi Decis dan Agristick masing-masing sebanyak 6 ml untuk 15 liter larutan. Setelah Decis dan Agristick dimasukkan ke dalam knapsack sprayer, kemudian knapsack sprayer diisi air bersih sampai penuh sehingga didapat larutan semprot sebanyak 15 liter. Kegiatan penyemprotan hama yang dilakukan penulis yaitu penyemprotan tanaman TBM di Blok 68. Tanaman kelapa sawit di blok tersebut masih pendek sehingga masih memungkinkan dilakukan penyemprotan dengan menggunakan knapsack sprayer Solo. Penyemprotan hama ini menggunakan nozel berwarna merah yang dibalik. Pembalikkan nozel bertujuan untuk mendapatkan jangkauan semprot yang lebih luas. Penyemprotan diarahkan ke seluruh bagian daun kelapa sawit.

29 Teknis kegiatan penyemprotan adalah setiap pekerja diberikan satu jalur tanaman. Setiap pekerja harus menyemprot mengelilingi setiap tanaman kelapa sawit. Seluruh daun tanaman kelapa sawit harus basah terkena insektisida. Ulat api yang terkena semprot akan mati secara perlahan. Bagian perut ulat akan menggembung dan ulat menjadi berwarna kuning. Prestasi kerja yang diperoleh penulis pada saat melakukan kegiatan penyemprotan hama adalah 0.8 ha. Sewaktu melakukan kegiatan ini penulis bekerja sendiri dan tidak bekerja bersama karyawan harian semprot. Prestasi kerja standar dari perusahaan adalah 2 ha/HK. Berbeda dengan tanaman belum menghasilkan (TBM), penyemprotan ulat api pada tanaman menghasilkan (TM) tidak menggunakan knapsack sprayer. Pada TM, tanaman sudah sangat tinggi sehingga penyemprotan menggunakan mesin EPS (Engine Power Sprayer). Alat tersebut dilengkapi dengan selang kompresor panjang dan galah (bambu panjang) untuk dapat menjangkau tajuk sawit yang tinggi. Konsentrasi yang digunakan yaitu 7 ml Decis dan 7 ml Agristick untuk 15 liter larutan. Gejala ulat api yang terkena semprot sama seperti gejala ulat api yang terkena semprotan oleh knapsack sprayer tetapi reaksinya lebih cepat. d) Deteksi hama Deteksi hama di PT Cipta Futura Plantation bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama terutama ulat api yang menyerang tanaman kelapa sawit. Deteksi hama dilakukan setiap bulan pada semua blok dalam afdeling. Di Afdeling 7, deteksi hama dilakukan pada 19 blok dengan waktu rata-rata 15 hari per bulan. Terdapat tiga macam aksi pada deteksi hama, yaitu aksi ½, aksi 1/5, dan aksi 1/10. Aksi ½ dilakukan jika serangan hama masuk pada golongan serangan sedang hingga berat. Sedangkan aksi 1/5 untuk serangan hama yang tergolong ringan, dan aksi 1/10 untuk areal yang tidak ada serangan. Pada periode saat penulis magang, deteksi menggunakan aksi 1/10, artinya deteksi dilakukan setiap selang 10 baris tanaman untuk tanaman TM. Sedangkan pada tanaman TBM atau di areal perluasan menggunakan aksi 1/5, yaitu deteksi dilakukan setiap selang 5 baris tanaman. Kegiatan deteksi hama dilakukan oleh dua kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2 – 3 orang. Jika menggunakan aksi

sehingga dapat diketahui persentase serangan masingmasing ulat. Kemudian PT Asian Agri memberikan rekomendasi dosis pemupukan di setiap blok tanam berdasarkan hasil analisis. Pada setiap pokok yang dideteksi. Analisis tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan PT Asian Agri. dan seterusnya deteksi dilakukan berselang 5 jalur. PT Cipta Futura tidak melakukan kegiatan pengendalian penyakit. Setelah melakukan deteksi hama. Hasil yang diperoleh dicatat pada form yang telah disediakan. Borate. Pengendalian penyakit.30 1/5. mulai dari pengambilan pupuk di gudang. Kepompong dicari di tanah lembab dekat pokok sawit. Galah digunakan untuk mengait dan menarik pelepah yang ada ulatnya. pengangkutan pupuk ke lahan. Kemudian hasil deteksi tersebut dilaporkan untuk ditindaklanjuti apakah perlu dilakukan penyemprotan atau tidak. Saat penulis melakukan kegiatan magang. kelompok detektor ke-dua melakukan deteksi di jalur ke-6. Pemupukan NPK hanya dilakukan pada tanaman TBM. . Hal ini disebabkan oleh serangan penyakit tidak menyebabkan kerugian produksi. Kiserit dan NPK. PT Cipta Futura menggunakan beberapa jenis pupuk di antaranya MOP (Muriate of Potash). Serangan ulat dan tikus lebih mempengaruhi produksi. RP (Rock Phosphate). ZA. Jalur deteksi hama dapat dilihat pada Lampiran 9. Alat yang digunakan pada kegiatan deteksi hama adalah galah dan botol plastik. Pemupukan Pemupukan di PT Cipta Futura Plantation dilakukan berdasarkan hasil analisis daun yang dilaksanakan satu tahun sekali dan juga analisis tanah. Pemupukan di PT Cipta Futura terdiri atas beberapa kegiatan. sedangkan botol plastik digunakan untuk menyimpan ulat dan atau kepompong yang diperoleh. Hal ini sesuai dengan hasil analisis daun serta umur tanaman. Setiap blok memiliki dosis pemupukan yang berbeda. sehingga lebih difokuskan pada pengendalian ulat dan tikus. maka kelompok detektor pertama melakukan deteksi pada jalur ke-1. dicatat jumlah ulat dan jenis ulat serta dicatat pula jumlah kepompong yang diperoleh. total ulat hasil deteksi dihitung berdasarkan jenis ulatnya.

PT Bumi Tani Subur. Pengambilan pupuk di gudang. Seluruh afdeling di Kebun Ujan Mas tersebut. Arti dari 1:1 adalah 1 karung pupuk untuk 1 jalur pasar mati. Pengadaan pupuk di PT Cipta Futura. Pengangkutan pupuk kedalam dump truck dilakukan oleh karyawan pengerit. bekerjasama dengan beberapa perusahaan pupuk dan perusahaan disribusi pupuk. seperti PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). jika akan melakukan kegiatan pumupukan. penaburan pupuk. meninggalkan gudang dan langsung mengarah ke areal tempat pemupukan. yaitu pola 1:1. harus mengambil pupuk di gudang dengan menyerahkan bon pupuk terlebih dahulu. Sopir truk langsung diarahkan ke tempat-tempat yang akan menjadi jalur pengeceran pupuk. 1:2 adalah 1 karung . 1:2. Pelangsiran pupuk di lahan. Jumlah pupuk yang diangkut harus sesuai dengan jumlah pupuk yang tertulis pada bon pupuk yang dibuat. Pengambilan pupuk dari gudang diawasi oleh petugas bagian logistik gudang dan mandor pupuk.31 pelangsiran pupuk di lahan. Pelangsiran atau pengeceran pupuk di lahan didampingi oleh mandor pupuk untuk memberi pengarahan dimana saja pupuk akan diecer. Biasanya pemupukan dilakukan di beberapa blok sekaligus untuk mengefisienkan pekerja dan hari pemupukan. Dump truck yang berisi pupuk. Truk yang telah terisi pupuk dengan jumlah yang sesuai. Mandor pupuk harus mengetahui kondisi jalur-jalur yang akan dipupuk untuk dapat menentukan berapa jalur untuk setiap karung pupuk. dan 1:3. dan pengumpulan karung pupuk yang sudah kosong. Pengangkutan pupuk ke lahan. dan beberapa perusahaan pengimpor pupuk lainnya. Pupuk di perkebunan PT Cipta Futura disimpan di dalam gudang pupuk yang berada di kantor pusat kebun. Perlu diperhatikan peletakan pupuk saat pengeceran. PT Sentana Adidaya Pratama Indonesia. Kemudian pengeceran pupuk dilakukan oleh para karyawan pengerit setelah karyawan tersebut selesai mengangkut pupuk ke dalam truk. Terdapat beberapa pola dalam mengecer pupuk. langsung berangkat ke lahan untuk mengecer pupuk.

Pupuk tidak diperbolehkan jika tertumpuk di satu tempat atau pupuk tersebar di tengah pelepah. Pemupukan di Samping Tumpukan Pelepah di Gawangan Mati Pada TM pupuk ditabur di samping tumpukan pelepah di sepanjang gawangan mati yang disusun “huruf I” atau “huruf U”. Sedangkan pemupukan pada TBM disebar merata pada piringan atau bokoran kelapa sawit. Penaburan pupuk.32 untuk 2 jalur pasar mati. Pupuk yang telah dilangsir di areal. Pupuk harus disebar merata sebanyak dosis yang ditentukan. . akan diambil oleh karyawan penabur untuk ditaburkan ke tanaman. Karyawan penabur pupuk akan mengambil jalur memupuk sebanyak yang telah diinstruksikan pada saat apel pagi. Pupuk dari karung yang diecer. Pengaplikasian pupuk dilakukan sebanyak dosis yang sudah ditetapkan. sehingga penaburan pupuk bertemu di tengah-tengah jalur. Kegiatan pemupukan di perusahaan ini menggunakan dua metode. Metode pemupukan di samping pelepah di gawangan mati untuk TM baru dilakukan pada bulan Maret 2009. Begitu pula dengan 1:3. yaitu 1 karung pupuk untuk 3 jalur pasar mati. diambil oleh karyawan penabur dan dipindahkan ke dalam ember untuk memudahkan penaburan. Setiap karung pupuk diperuntukan untuk ½ jalur pasar saja dan dari ujung satunya terdapat penabur lain. Gambar 3. yaitu pemupukan di samping tumpukan pelepah di gawangan mati untuk TM (Gambar 3) dan metode pemupukan di piringan untuk TBM. Takaran dosis tersebut dikonversikan ke dalam mangkok tempat sabun colek untuk memudahkan pekerja.

maka dosis per pokok diberikan pupuk MOP sebanyak 2. Prestasi kerja yang diperoleh penulis adalah 250 kg/ HK atau 5 karung pupuk dengan berat 50 kg per karung. K. Janjangan kosong banyak mengandung unsur-unsur makro yang diperlukan oleh tanaman. yaitu satu mangkok berisi 0. Sedangkan norma kerja untuk karyawan harian pupuk dihitung berdasarkan hektar. penghitungan karung kosong ini berfungsi juga untuk memeriksa apakah karyawan penabur telah menaburkan pupuk sebanyak yang sudah ditentukan. Cu. Sebelum diterima oleh gudang pusat. susun janjangan kosong juga merupakan kegiatan yang bertujuan sebagai pemupukan organik tanaman kelapa sawit karena kaya akan bahan organik yang dapat didekomposisi untuk menyuburkan tanah. Selain itu. Setelah karyawan penabur selesai menabur pupuk. maupun di pasar hidup (pasar 2:1). Kemudian karung-karung tersebut akan dibawa ke gudang di kantor pusat kebun pada keesokan harinya bersamaan dengan pengambilan pupuk untuk hari itu.5 mangkok. karung akan dihitung terlebih dahulu untuk memastikan bahwa jumlahnya sesuai. Menurut . P. dan Mg serta mengandung unsur hara lainnya (B. Tidak boleh ada pupuk yang tercecer di jalan.6 kg MOP. dan Mn). karung pupuk yang sudah kosong harus disimpan untuk dikumpulkan ke pengerit. Pengumpulan karung pupuk yang sudah kosong.33 Kegiatan pemupukan yang dilakukan oleh penulis saat menjadi KHL adalah kegiatan pemupukan MOP (Muriate of Potash). Susun Janjangan Kosong (SJJK) Susun janjangan kosong dapat mengendalikan pertumbuhan gulma karena menurut Pahan (2008). Karung-karung kosong yang sudah sesuai jumlahnya di bawa ke kantor afdeling dan disimpan di gudang. Jumlah karung yang sudah kosong dihitung kembali dan jumlahnya harus sesuai dengan jumlah awal sewaktu pupuk diambil dari gudang. yaitu 2 ha/HK. Zn. Semua pekerja harus menjaga kerapihan dan kebersihan kerja. janjangan kosong (JJK) juga efektif sebagai mulsa.5 kg per pokok. Jika dikonversikan ke mangkok yang digunakan. seperti N. Selain itu. Fe. Pemupukan dilakukan di Blok 109 C dengan dosis pupuk 1.

Penyusunan Janjangan Kosong (JJK) Bobot JJK yang diangkut oleh satu truk rata-rata 3 .5 ton. dosis pemupukan janjang lebih besar daripada dosis yang direkomendasikan. dosis aktual dan areal yang akan diaplikasikan JJK pada tanah mineral normal yaitu 250 kg/pokok atau 35 ton/ha. sehingga yang terjadi di lapangan. Penyusunan JJK disusun dengan pangkal janjang menghadap kearah jalan dan tidak boleh sampai melewati pasar 2:1. dilakukan pada blok-blok tertentu. sehingga dalam satu persegi terdapat 120 JJK yang disusun dengan arah yang sama (Gambar 4). kemudian diletakkan (didump) di pinggir petak. Penyusunan dilakukan di areal datar sampai bergelombang untuk memudahkan pelangsiran dan penyusunan janjang. Kegiatan susun janjangan kosong di PT Cipta Futura Plantation. Sedangkan untuk tanah berpasir dapat ditingkatkan menjadi 360 kg/pokok atau 50 ton/ha. (a) Kegiatan Susun JJK (b) JJK yang Sudah Disusun Gambar 4. JJK disusun persegi dengan lebar 10 buah janjangan ke samping gawangan dan panjang 12 buah janjangan kearah pasar 2:1. sama dengan prestasi kerja untuk karyawan. dan atau tojok. Upah untuk karyawan dihitung .34 rekomendasi. gancu. Tumpukan JJK tersebut akan dilangsir oleh pekerja untuk disusun di gawangan antar pokok kelapa sawit (Gambar 4). Prestasi kerja yang diperoleh penulis adalah 3 ton/HK.3. Satu tumpukan biasanya disusun menjadi 4 sampai 5 petak susunan janjang. JJK diangkut oleh dump truck dari pabrik kelapa sawit (PKS). Kegiatan SJJK dilakukan dengan menggunakan alat-alat seperti angkong.

Setelah pelepah dipotong dari pokok. sehingga perlu dilakukan konversi dari jumlah pokok ke luas areal. di setiap blok minimal satu tahun sekali. Pada saat melaksanakan kegiatan magang. Penunasan/Pemangkasan (Prunning) Prunning atau penunasan merupakan kegiatan pemangkasan pelepah yang dilakukan secara terpisah dari kegiatan pemanenan.per pokok. penulis melakukan kegiatan pruning dan memperoleh prestasi pertama-tama 57 pokok. Kegiatan pruning di PT Cipta Futura dilaksanakan oleh pemanen pada sisa hari panen dalam rotasi satu bulan. sehingga prunning biasa dilaksanakan pada akhir bulan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan rotasi. yaitu berdasarkan berapa ton JJK yang bisa disusun dalam satu hari kerja..35 berdasarkan target prestasi kerja. Perhitungan upah untuk kegiatan penunasan dihitung per pokok tanaman yang dipangkas. Secara teknis. kemudian 79 pokok. dengan cara : Luas areal pruning (pemangkasan) = jumlah pokok yang dipruning / 130 pokok x 1 ha 57/130 pokok x 1 ha = 0. Prunning di PT Cipta Futura dilakukan dengan cara sistem hanca tetap.4 ha . Kemudian merapikan jumlah pelepah yang ada dan menjadikannya songgo dua untuk membantu menahan TBS hingga saatnya dipanen. tetapi dalam laporan perlu diketahui luas areal yang telah dipangkas. pelepah disusun rapi di gawangan mati dengan susunan huruf “I” atau huruf “U”. hari berikutnya 133 pokok. Upah pemangkasan adalah Rp 600. jadi setiap pemanen melakukan penunasan pelepah sesuai dengan nomor hanca yang sama dengan nomor pemanen tersebut. penunasan yang dilakukan adalah memotong pelepah-pelepah tua atau pelepah sengkleh yang terdapat pada pokok sawit sebagai sanitasi tanaman. Bentuk potongan pelepah dibuat membentuk huruf “V” dan rapat ke pokok untuk mempermudah kegiatan pemanenan selanjutnya. Alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah egrek dan parang atau kapak. dan terakhir 51 pokok per HK.

… Januari 3 777.. sistem panen.(ton)…. Oleh karena itu. Target dan realisasi produksi yang dapat dicapai oleh Afdeling 7 pada tahun 2009 sampai dengan bulan Mei dapat dilihat pada Tabel 4. pembuatan titian panen dan .76 Mei 3 554.79 2 815. Target dan Realisasi Produksi Panen Kelapa Sawit di Afdeling 7 Tahun 2009 Produksi TBS Target Realisasi …………. Persiapan panen merupakan kegiatan yang akan menunjang keberhasilan panen. Kegiatan pemanenan merupakan kegiatan yang sangat penting karena merupakan sumber pendapatan perusahaan melalui penjualan minyak kelapa sawit (MKS) dan inti kelapa sawit (IKS).…….18 Sumber : Kantor Afdeling 7 (2009) Periode Produksi terhadap Target (%) 62..26 119.43 4 258. setiap afdeling berusaha meningkatkan produktivitas panen.49 Februari 2 930.06 4 288. kriteria matang panen.36 Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa penulis telah melakukan pruning seluas 0. Pemanenan dan Produksi Pemanenan merupakan kegiatan pemotongan tandan buah segar dari pohon hingga diangkut ke pabrik.86 129.54 81.4 ha pada kegiatan pruning pertama. Perusahaan Cipta Futura memiliki target produksi yang ditetapkan setiap tahun untuk dicapai oleh setiap afdeling. rotasi panen. Persiapan panen. Adapun persiapan panen yang dilakukan meliputi pembuatan tempat pengumpulan hasil (TPH).06 2 125. dan sarana panen. Produksi dan realisasi panen pada triwulan I tahun 2009 disajikan pada Lampiran 9.53 April 3 318.41 2 371. Tabel 4.80 Persentase realisasi panen tiap afdeling akan mencerminkan kualitas kerja karyawannya..78 72.39 Maret 3 402. Keberhasilan panen didukung oleh pengetahuan pemanen mengenai persiapan panen.

Egrek merupakan alat potong dengan mata pisau berbentuk melengkung seperti arit. Angka kerapatan panen (AKP) dan taksasi produksi. serta perawatan dan perbaikan jalan pada areal TM. Selain egrek dan dodos. Angka kerapatan panen diperoleh dari hasil sensus buah. Pemanen menggunakan egrek dan dodos untuk memotong tandan buah. Pada saat melaksanakan kegiatan magang. Sensus buah dilakukan di Blok 107 petak B dan C pada 15 April 2009. Pada kegiatan sensus tersebut diperoleh hasil seperti tercantum pada Tabel 5. sehingga dapat menentukan taksasi panen pada bulan tersebut sampai dengan enam bulan ke depan. seperti angkong. Kapak atau parang digunakan untuk memotong tangkai panjang atau memudahkan pemanen dalam menyusun pelepah. . Sensus buah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh mandor panen pada tanggal 15 setiap bulan. tojok. Dodos merupakan alat pemotong TBS dari pohon kelapa sawit yang masih pendek atau yang berumur muda. Angkong merupakan alat angkut untuk membawa TBS dan brondolan ke TPH. pembersihan piringan. Tujuan sensus buah adalah untuk mengetahui AKP setiap bulan dan memperkirakan hasil pada rotasi panen berikutnya. perawatan pasar 2:1. penulis diberi kesempatan untuk melakukan sensus buah bersama mandor panen. pemanen juga memerlukan beberapa alat bantu panen yang lain. Egrek digunakan untuk memotong TBS pada pohon yang sudah tinggi lebih dari 10 m atau pada tanaman kelapa sawit yang biasanya sudah berumur lebih dari 9 tahun. sekitar 3 – 8 tahun. kapak atau parang serta karung untuk mengumpulkan brondolan. Alat tersebut memiliki gagang berupa tongkat yang panjangnya bisa diatur.37 jembatan panen untuk areal TBM yang berubah menjadi TM. perlu juga dilakukan persiapan alat panen untuk mempermudah pemanenan serta memperoleh kualitas panen yang baik. sedangkan tojok berupa tongkat besi dengan salah satu ujung yang runcing dan digunakan untuk mengangkat TBS. Peralatan panen yang digunakan di Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura tidak berbeda dengan peralatan panen di kebun kelapa sawit pada umumnya. Selain dilakukan persiapan di lapangan.

9 114. Pohon sampel di PT Cipta Futura diambil pada jalur yang sama pada setiap bulannya. Jalur tersebut ditentukan dengan memilih jalur secara acak pada blok sampel. perusahaan perlu menyiapkan tenaga kerja yang cukup dan melakukan perbaikan infrastruktur jalan untuk memperlancar panen pada bulan tersebut.7 61. Taksasi produksi adalah kegiatan untuk memperkirakan produksi TBS kebun yang akan dihasilkan pada periode pemanenan tersebut yang dapat digunakan untuk memperkirakan produksi.4 16 104 140 76 40 40 Sumber : Hasil Pengamatan (2009) AKP dihitung dengan menggunakan pohon sampel.7 52. . Oleh karena itu. Dari hasil pengamatan sensus buah yang penulis lakukan (Tabel 5) di blok 107 baik petak B maupun petak C menunjukkan bahwa pada bulan ke-3 setelah sensus.7 66. jumlah tenaga kerja panen dan alat pengangkutan yang dibutuhkan untuk mengangkut TBS. Hasil Sensus Buah di Blok 107 B dan C Pada Tanggal 15 April 2009 Umur Buah Menjelang Panen (bulan) Blok 107 B 1 2 3 4 5 6 Blok 107 C 1 2 3 4 5 6 Jumlah Tandan (tandan) 1 13 24 18 14 11 4 26 35 19 10 10 Jumlah Pohon Sampel 21 21 21 21 21 21 25 25 25 25 25 25 AKP (%) 4.38 Tabel 5. AKP dapat dihitung dengan rumus : AKP = Jumlah tandan matang x 100 % Jumlah pohon sampel AKP digunakan untuk menghitung taksasi produksi.3 85. yaitu bulan Juli 2009 diperkirakan produksi TBS mencapai puncak atau biasa disebut dengan musim panen raya.

Jumlah buah yang membrondol bergantung pada berat tandan.29 97.79 4. Kriteria matang panen yang digunakan di Afdeling 7 PT Cipta Futura adalah apabila terdapat 1 brondolan jatuh di piringan.44 1.(%)…………… 3. tandan buah yang ideal untuk dipanen ialah pada saat kandungan minyak maksimal dalam daging buah dan kandungan asam lemak bebas yang serendah mungkin.. Penentuan kriteria matang panen sangat penting dilakukan.32 7.14 95. maka ditentukan kriteria matang panen dengan menggunakan parameter perubahan warna dan membrondolnya buah dari tandan seperti tercantum pada Tabel 1. Hasil Pengamatan Kualitas Potong Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura Total TBS Sample Buah Hasil Panen Mentah Matang Busuk (Tidak ada (>1 brondolan) brondolan) Buah Hasil Panen Mentah Matang Busuk Kemandoran …………………(TBS)……………… 1 309 12 294 3 2 322 7 306 9 3 328 8 306 14 4 151 2 147 2 5 377 27 345 5 Total 1 487 56 1 398 33 Rata-rata Sumber : Hasil Pengamatan (2009) ………….16 3.32 1.03 93.76 95.39 Kriteria matang panen. agar pemanen memotong tandan buah yang tepat.88 2.22 . tetapi tersangkut di ketiak pelepah. Secara teori.17 2.97 2. Penulis melakukan pengamatan terhadap derajat kematangan buah di Afdeling 7.32 2.01 0.51 94.26 1.35 91. Untuk memudahkan pemanenan. untuk berat tandan lebih dari 10 kg buah yang membrondol sebanyak 2 buah/kg dan untuk berat tandan kurang dari 10 kg buah yang membrondol sebanyak 1 buah/kg. maka tandan harus dipanen karena diasumsikan sudah terdapat beberapa buah membrondol. PT Cipta Futura yang disajikan Tabel 6. Akan tetapi pengertian kriteria panen tersebut dipahami oleh pemanen jika terdapat 1 buah yang sudah membrondol. Tabel 6. berarti buah sudah layak dipanen sehingga mengakibatkan terdapat beberapa buah yang termasuk dalam fraksi 0 dan 1 juga ikut terpanen.

sehingga terdapat 4 kali panen di tempat yang sama dalam 1 bulan atau biasa disebut 4 kali pusingan. luas areal yang dipanen. Pembagian hanca dilakukan berdasarkan nomor pemanen dan nomor hanca. Rata-rata luas satu hanca adalah 2. Rotasi panen dipengaruhi oleh jumlah tenaga pemanen. Rotasi (pusingan) panen adalah waktu yang diperlukan antara panen terakhir sampai panen berikutnya pada tempat yang sama. Akan tetapi pembagian tersebut bisa berubah bergantung pada banyaknya regu kerja (RK) pemanen yang hadir dan luas areal yang akan dipanen. yaitu bulan Februari sampai dengan Juni. 7/10. Rotasi 5/7 yaitu 5 hari panen dengan 2 hari untuk hari cadangan. Penulisan nomor blok dan nomor hanca dilakukan pada pokok sawit yang berada di pojok areal setiap blok. Rotasi 10/15 biasa disebut juga 2 kali pusingan. dan AKP. Pada areal TM muda. yaitu 10/15. karena tanaman masih pendek sehingga lebih mudah dalam pemanenan dan pengangkutannya. Terdapat tiga macam rotasi di PT Cipta Futura. Pada saat penulis melakukan kegiatan magang. yaitu dilakukan dari awal pembangunan kebun. Rotasi tersebut merupakan rotasi yang optimum. Sistem panen. kebun PT Cipta Futura Afdeling 7 menggunakan rotasi 10/15 atau 2 kali pusingan. . sehingga terdapat 2 kali panen pada blok yang sama dalam satu bulan. Sehingga terdapat 3 kali panen ditempat yang sama dalam sebulan atau biasa disebut 3 kali pusingan. luas satu hanca lebih luas dibandingkan dengan luas satu hanca di areal TM tua. artinya 10 hari panen dalam 1 rotasi dengan 5 hari cadangan. Penomoran tersebut sudah dilakukan sejak lama. Rotasi 5/7 digunakan pada saat AKP tinggi. Setiap pemanen memiliki nomor pemanen dan akan mendapatkan hanca dengan nomor yang sama. kondisi hanca. Kegiatan panen di PT Cipta Futura menggunakan sistem panen hanca giring tetap. Mandor panen menentukan pembagian hanca setiap apel pagi.5 ha atau sekitar 6 pasar. Sedangkan penomoran hanca ada yang baru dilakukan. kondisi cuaca. Rotasi 7/10 artinya 7 hari panen dengan 3 hari panen cadangan. yaitu pembagian hanca pada blok-blok yang mengalami perluasan. dan 5/7. Rotasi tersebut digunakan saat kerapatan buah sedikit.40 Rotasi panen. karena pada saat itu AKP tidak terlalu tinggi.

Setiap hari pelaksanaan panen di Afdeling 7 PT Cipta Futura diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh supervisor panen.41 Satu RK panen biasanya terdiri atas tiga orang tenaga kerja. dan terakhir dilakukan pembagian hanca panen. dan pemanen. pengarahan untuk panen hari itu. Tandan yang sudah terpanen dipotong gagang panjangnya. yaitu yang bekerja sebagai pemotong buah. satu orang pelangsir buah ke TPH. sedangkan untuk lahan miring. kemudian pelepah tersebut disusun di gawangan mati. Setelah pelepah penyangga sudah dipotong. evaluasi hasil kerja hari sebelumnya. Setelah apel pagi. dan satu orang lagi sebagai pengutip berondolan. Pelaksanaan panen. tandan kemudian dipanen dengan menggunakan egrek atau dodos (disesuaikan dengan tinggi pohon). RK tersebut merupakan satu kesatuan dan yang terdaftar di kantor kebun hanya pemanennya saja. (a) Huruf “I” (b) Huruf “U” Arah susunan pelepah Pokok sawit Keterangan : Gambar 5. Pada apel pagi tersebut dilakukan absen pemanen. mandor panen. Susunan Pelepah di Gawangan Mati . pelepah disusun mengikuti kontur lahan. kemudian di susun di TPH. pemanen langsung menuju hancanya untuk melakukan panen. Pelepah yang telah dipotong disusun di gawangan mati membentuk huruf “I” atau huruf “U” (Gambar 5 a dan b). Hal ini bertujuan agar tidak ada buah yang tersangkut pada ketiak pelepah dikemudian hari. yaitu satu orang yang bekerja memotong buah. Pemotongan pelepah yang menyangga tandan dilakukan rapat ke pokok. Standar pemanenan di PT Cipta Futura adalah pertama memotong pelepah yang menyangga tandan.

Tenaga kerja pemanen yang terdaftar di Afdeling 7 PT Cipta Futura pada tahun 2009 berjumlah 94 orang pemanen. Tenaga kerja pemanen. Pencatatan jumlah TBS harus berdasarkan tiap TPH yang diisi pada panen hari itu untuk memudahkan pengontrolan pengangkutan. Oleh karena itu dianjurkan untuk memotong gagang panjang (Gambar 6). serta keterangan apakah hanca yang ditugaskan selesai atau tidak selesai dikerjakan. Pelepah tersebut berisi jumlah TBS dan jumlah karung brondolan. TBS yang mempunyai gagang panjang dipotong serapat mungkin dengan buah. Tandan disusun dengan gagang menghadap ke atas arah jalan. Di PT Cipta Futura. Pemanen membuat catatan jumlah TBS dan karung brondolan yang dipanen pada hari itu.42 Pemotongan TBS dilakukan dengan alat yang sesuai dengan tinggi tanaman. kenek pemanen mengumpulkan buah beserta berondolan ke TPH. Dengan demikian setiap regu kerja (RK) pemanen beranggotakan maksimal tiga orang tenaga kerja. pemanen membuat catatan hasil panennya pada pelepah pohon sawit yang kemudian dilaporkan kepada mandor panen masing-masing. dengan model “V” atau biasa disebut “cangkem kodok” a. Potongan “V” b. Potongan Rapat dengan Buah Gambar 6. tetapi jangan sampai melukai buah. Potongan Gagang Panjang pada Tandan Selesai pemotongan gagang panjang TBS. Pengontrolan tenaga kerja pemanen perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas hasil kerja pemanen apakah sudah sesuai dengan Standar Operational Procedure (SOP) panen yang ditetapkan oleh perusahaan dan agar produksi yang . Setiap pemanen yang terdaftar diperbolehkan melakukan kegiatan pemanenan dibantu maksimal oleh seorang kenek langsir dan seorang pengutip brondolan.

..77 14.(TBS)….53 14 9 23 7 28 81 16 Penulis juga melakukan pengamatan mengenai kualitas kutip brondolan.55 37.91 38.05 Sumber : Hasil Pengamatan (2009) . Tabel 8. pokok sawit.34 11..72 13.64 49. meliputi pengamatan presentase buah matang tidak dipanen dan pengamatan pelepah sengkleh.Total 2:1 an Mati RK ……………….42 2.. 1 58 111 51 218 438 2 34 87 28 79 228 3 18 60 18 35 131 Rata39 86 38 116 279 rata Presentase Brondolan Tinggal Piringan Pokok Pasar 2:1 Gawangan Mati …. Pengamatan kualitas kerja pemanen yang dilakukan penulis. pasar 2:1 maupun di gawangan mati yang disajikan dalam Tabel 8.67 2..43 terealisasi dapat sesuai dengan rencana tahunan kebun. baik tertinggal di piringan. Pengontrolan tenaga kerja panen dilakukan dengan mengamati kualitas dan kuantitas kerja pemanen.. Hasil Pengamatan TBS Tidak Terpanen di Afdeling 7 PT Cipta Futura Kemandoran Total TBS Dipanen Buah Matang Tidak Dipanen % Buah Matang Tidak Dipanen Pelepah Sengkleh (pelepah) …………….26 5.96 36..65 13.……….74 45. yaitu meliputi brondolan tinggal..…(buah)………………….84 12.……(%)……. Tabel 7.74 26..16 12.………….80 13. Pengamatan dilakukan dengan membedakan jumlah TK setiap RK. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kualitas Kutip Brondolan Jumlah Brondolan Tinggal TK dalam Piringan Pokok Pasar Gawang.75 1.28 34.……… 1 753 2 537 3 974 4 504 5 978 Total 3 746 Rata-rata/kemandoran Sumber : Hasil Pengamatan (2009) 3 13 22 29 18 85 17 0. 13. Hasil pengamatan kualitas kerja pemanen di Afdeling 7 PT Cipta Futura disajikan dalam Tabel 7..40 2.24 25.43 12.

83 1. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab timbulnya kerugian bagi perusahaan.14 24.31 0.19 0.27 Kemandoran Sumber: Hasil Pengamatan (2009) .17 0. Penulis juga melakukan pengamatan brondolan tinggal per pokok berdasarkan kemandoran yang terdapat di Afdeling 7.41 Total 3 746 10 7 0.53 Selain mengamati kualitas kutip brondolan..00 3 974 1 2 0.16 17.09 13. Tabel 9. Tabel 10.03 13...10 4 504 3 0 0. terdapat pula beberapa kejadian buah tinggal di dalam hanca.(buah)…………….13 0. Pemanen tidak mengeluarkan buah karena lupa atau terlewat.4 0.(%)……….00 0.89 15. Hasil pengamatan disajikan pada Tabel 9. Brondolan Tinggal Per Per TBS Pokok ………. Rekapitulasi Hasil Pengamatan TBS Tinggal dalam Hanca TBS TBS Tinggal Presentase TBS Tinggal KemanPanen Gawangan Gawangan doran Piringan Piringan (tandan) Mati Mati ……….37 Rata-rata per 2 1.73 19.60 5 978 4 3 0.73 9.41 10.69 29...50 17.21 0.65 7.. Pengamatan Brondolan Tinggal per TBS dan per Pokok Panen Brondolan Tinggal Jumlah Jumlah KemanPokok TBS Pasar doran Pokok Piringan Total Panen Panen 2:1 …………. Rekapitulasi data pengamatan TBS tinggal dalam hanca disajikan pada Tabel 10..…(tandan)………… ……….(%)………… 1 5 6 3 2 4 7 7 3 6 9 5 4 6 8 4 5 5 6 3 Total 26 36 22 Rata-rata Sumber : Hasil Pengamatan (2009) 14 18 20 18 14 84 181 198 144 115 189 827 80 105 81 62 102 430 7.… 1 753 2 1 0.27 2 537 0 1 0.44 PT Cipta Futura menetapkan standar brondolan tinggal 3 buah brondolan per pokok.

20 2. Keterlambatan pengangkutan TBS ke PKS (restan) akan mempengaruhi proses pengolahan. dan mutu produk akhir. PT Cipta Futura memiliki rata-rata kandungan asam lemak bebas di bawah 2 %.13 2. Oleh karena itu.(tandan)………. tetapi jangan sampai melukai buah. Standar pemanenan di PT Cipta Futura mengharuskan TBS yang tersusun di TPH untuk diangkut sudah dipotong gagang panjangnya. Sumber : Hasil Pengamatan (2009) PT Cipta Futura menerapkan standar panjang gagang tidak boleh lebih dari 2 cm atau memotong gagang serapat mungkin dengan tandan. Presentase Gagang Panjang di Afdeling 7 Kemandoran 1 2 3 4 5 Total Rata-rata TBS Sampel 345 186 256 219 227 1 233 Gagang Panjang 8 4 8 5 5 30 % Gagang Panjang 2. Pengangkutan tandan buah segar. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah naiknya kadar asam lemak bebas (ALB)..……. kapasitas olah. Faktor transportasi dalam pengelolaan kebun kelapa sawit memiliki peran yang cukup penting. melainkan merupakan penyerap minyak saat pengolahan sehingga mengurangi dan merugikan produksi minyak. yaitu hanya menambah berat semu TBS dan tidak menghasilkan minyak. Gagang panjang TBS akan merugikan perusahaan. Pengangkutan TBS diusahakan dengan menghindari pelukaan pada buah. disarankan untuk memotong gagang berbentuk “V”.32 2.28 2. .43 ……………….45 Panjang gagang TBS menjadi salah satu parameter pengamatan kualitas kerja pemanen yang penulis amati (Tabel 11). Tabel 11. yang artinya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).15 3. Adapun kandungan ALB dari CPO yang dihasikan oleh PT Cipta Futura disajikan pada Tabel 12.

Pengangkutan TBS bertujuan mengirimkan TBS dan brondolan ke pabrik dalam keadaan baik melalui penanganan secara hati-hati dan menjaga jadwal pengiriman TBS secara tepat. Jalur pengangkutan buah yang menjadi tanggung jawab kerani biasanya dibagi per blok panen. . sehingga minyak yang dihasilkan berkualitas baik dan pabrik kelapa sawit bekerja secara optimal. Mandor panen bertugas memberitahukan kerani buah mengenai tempat hanca yang dipanen dan berkoordinasi mengenai penempatan buah oleh pemanen. dan pengangkutan dari TPH ke PKS. Kegiatan pengangkutan harus terorganisasi dengan baik agar dapat berjalan dengan lancar.84 1.46 Tabel 12. yaitu pengangkutan dari hanca ke TPH. Pengangkutan TBS di PT Cipta Futura dilakukan oleh kerani buah. sedangkan pengangkutan TBS dan brondolan ke PKS dilakukan oleh bagian transportasi. Pengangkutan TBS dari hanca ke TPH dilakukan oleh kenek pemanen. sopir dan pemuat yang bekerja sama dengan mandor dan supervisor panen. pengangkutan dan pengolahan. Kerani buah bertugas mengawasi jalur pengangkutan hasil panen yang sudah ditentukan oleh supervisor panen. satu kerani untuk satu blok panen.84 1. Kegiatan transpor buah merupakan mata rantai dari tiga faktor yaitu panen.92 Sumber : Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit PT Cipta Futura (2009) Kegiatan pengangkutan TBS dan berondolan merupakan kegiatan penanganan hasil panen yang terdiri atas dua tahap. Ketiga faktor tersebut merupakan faktor terpenting dan saling mempengaruhi. Kandungan ALB Minyak Sawit Mentah PT Cipta Futura Bulan Maret April Mei ALB (%) 1. Efisiensi pengangkutan TBS akan tercapai apabila unit angkutan memuat TBS secara maksimal dengan waktu seefisien mungkin.

PT Cipta Futura menggunakan dump truck sebagai unit pengangkutan. Oleh karena itu. . TPH yang didatangi untuk memuat hasil panen adalah TPH yang hasil panennya (TBS dan berondolan) telah disusun rapi. Pengaturan unit pengangkutan di PT Cipta Futura diatur oleh kerani buah dan dibagi sesuai dengan jalur yang terdapat di blok panen. Setiap pagi. Hasil pengamatan disajikan pada Tabel 13. pemuat juga diharuskan membawa penggaruk untuk mengutip berondolan hingga bersih.47 Pemuat dan sopir truk merupakan satu tim yang bertugas mengangkut TBS dan brondolan dari lapangan hingga sampai di PKS. Kegiatan apel pagi tersebut berisi pengarahan dan evaluasi kerja para pemuat. Selain dibagi sesuai jalur. TBS dan berondolan yang memenuhi kriteria kemudian dimuat ke dalam truk oleh pemuat dengan menggunakan tojok besi serta karung untuk memuat berondolan ke atas truk. kadang-kadang sistem pengangkutan dibagi sesuai dengan nomor pemanen. Jika sistem pengangkutan dibagi sesuai nomor pemanen. kerani buah melaksanakan apel pagi bersama para pemuat. Pemuat mulai melakukan pengangkutan setelah pembagian jalur selesai. pemuat yang mengangkut TBS hanya boleh memuat TBS dengan nomor pemanen bagiannya dan bertanggung jawab untuk mengangkut semua TBS tersebut (tidak ada buah restan) kecuali karena kondisi tertentu. Berondolan yang tercecer harus dikutip hingga bersih. Pada apel pagi juga dibagikan jalur dimana para pemuat harus bertanggung jawab untuk mengangkut hasil panen yang ada. Dump truck tersebut berkapasitas maksimum 6 ton dan di Afdeling 7 terdapat 20 unit dump truck. Penulis melakukan pengamatan terhadap kualitas kerja pemuat. Pemuat tidak diperbolehkan mengangkut TBS dengan gagang panjang dan atau buah mentah. yaitu dengan cara mendatangi TPH-TPH yang berada di jalurnya.

truk kembali melakukan kegiatan muat buah.18 1. truk menuju pos SPB untuk membuat Surat Pengantar Buah (SPB) agar muatan dapat diantar ke pabrik untuk diolah. .52 35.7 36 2 170 3 227 3 160 2 187 2 780 12 156 2. waktu per trip 3 jam.43 0.50 1.5 137. Sampai di PKS. Kebutuhan kendaraan pengangkutan panen harus diperhitungkan dengan baik agar seluruh hasil panen dapat terangkut ke PKS. Kebutuhan kendaraan dapat dihitung dengan rumus: Jumlah kendaraan = Kebutuhan alat pengangkut (dump truck) di Afdeling 7 PT Cipta Futura disajikan pada Tabel 14 dengan kapasitas kendaraan 6 ton.5 270.54 1.48 Tabel 13. lalu truk menuju loading ramp untuk membongkar muatan dengan menuangkan (dump) langsung dari truk. dan waktu muat rata-rata per 1 HK 2. Pada rit terakhir.4 1 1 1 1 1 5 1 7.0 40.0 81. Setelah selesai mengantar buah ke PKS.5 jam.0 688.23 111 120 200 140 180 751 150 90 100 165 115 150 620 124 Sumber: Hasil Pengamatan (2009) Apabila truk telah penuh.64 3. truk bermuatan ditimbang. Hasil Pengamatan Kualitas Kerja Pemuat Jumlah TPH Pemuat Brondolan Tinggal Muat (buah) (kg) TBS Muat Rata-rata Tinggal (buah) TPH TBS Rata-rata Muat (kg) TPH TBS Waktu Muat (menit)   Total Efektif 1 2 3 4 5 Total Ratarata 7 18 35 28 23 111 22 13 37 74 49 41 214 43 54.69 0. sopir dan pemuat dianjurkan untuk menyisir kembali jalurnya untuk memastikan tidak ada buah restan atau buah yang terjatuh di jalan saat pengangkutan.43 5.16 9.50 1.71 13.0 243.

50 283.00 65.54 0.37 36.40 0.36 0.16 476.0 2 392. Produktivitas kendaraan angkut buah merupakan salah satu parameter yang dapat diamati untuk melihat apakah kegiatan pengangkutan sudah berjalan dengan baik.0 448.0 933.62 0.0 1 315.40 0. Kebutuhan Kendaraan Angkut Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura Bulan Januari Februari Maret April Mei Produksi Rata-rata Harian (ton) 80 89 108 112 138 Kebutuhan Unit Angkutan Perhitungan Realisasi ………….20 0.74 275.47 0.44 0.5 213.61 622.44 0.42 560.0 1 922.52 340.30 464.0 14 035.0 108.50 43.0 1 845. Produktivitas kendaraan angkut buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura disajikan pada Tabel 15.33 0.00 186..42 Rata-rata Keterangan : Data Pengangkutan diambil dari 1 unit dump truck Sumber: Kantor Afdeling 7 (2009) .0 2 149.5 2 236.00 661.0 883.…(unit)…….04 926.36 459..….41 0. Bulan Februari 2009 Tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 BBM (liter) 68.0 969.0 318.1 Produktivitas Buah (ton/l) 0.40 0.69 816.0 478.96 821.0 459.44 0.39 0.47 0.41 0. Tabel 15.43 0.6 Muatan Buah (ton) 27.………….52 0.36 0.49 Tabel 14.0 1 493.00 170. 16 18 18 18 21 18 19 18 23 18 Sumber : Data Afdeling 7 dan Hasil Pengamatan (2009) Kegiatan transportasi terutama untuk pengangkutan buah perlu dilakukan pengontrolan agar kegiatan pengangkutan berjalan dengan lancar.0 178.43 0.0 688.07 982.92 976.0 1 914.77 802. Produktivitas Kendaraan Angkut Buah di Afdeling 7 PT Cipta Futura.

Dalam hal produktivitas pengangkutan.535 132.…….102 102..115 82.969 130.081 40.493 172.288 18.332 21.875 5.305 70. Selain itu.945 151.. karena akan mempengaruhi jumlah pengangkutan.(ton)…….921 45. Pada Tabel 16 disajikan data buah restan di Afdeling 7 dengan rata-rata tiga kali terjadi buah restan dalam satu bulan.114 Keterangan : Data pengangkutan diambil dari 20 unit dump truck Sumber: Kantor Afdeling 7 (2009) .183 4.812 93.391 111.556 84. Pengaturan yang baik perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya buah restan atau menginap di lapangan karena tidak terangkut pada hari panen.…….095 5.604 58.180 145.440 63. Pada musim hujan.700 172.223 56.744 52.…. Kejadian Buah Restan di Afdeling 7 Bulan Januari-Mei 2009 Bulan Januari Tanggal 8 9 12 13 2 3 10 17 11 16 2 6 11 13 15 11 15 Panen Pengangkutan Restan Februari Maret April Mei ………….495 148.278 44. sehingga menyebabkan banyak truk pengangkut terpuruk yang mengakibatkan buah restan. perlu juga memperhatikan efisiensi pengangkutan.227 84.454 86.310 101.….294 9.425 91.637 115.820 89. 61.033 76.192 7.390 45.208 122. jalan Kebun Ujan Mas ini mengalami kerusakan karena jalan yang terbuat dari tanah.392 2. Salah satunya dengan melihat efisiensi pemakaian bahan bakar dibandingkan dengan kemampuan kendaraan angkut untuk mengangkut buah.084 67.732 1.50 Produktivitas pengangkutan sangat penting diperhatikan.588 167. Tabel 16.575 76.084 117. kondisi jalan yang baik akan mendukung kelancaran pengangkutan.606 78.904 4.288 24.706 59.19 75. Kondisi jalan yang rusak akan menyulitkan pengangkutan.…..318 137.632 54.837 31.……. sehingga tidak ada buah restan.

Jika melewati pukul 16. blok per kegiatan kerja.00 pemanen diharapkan sudah tidak memanen lagi. yaitu berisi nomor pemanen. jumlah TK (tenaga kerja). yaitu jumlah keseluruhan tenaga kerja dari semua kegiatan kerja. jumlah TBS dan karung brondolan hasil kerja pemanen pada hari itu diambil dari data pengangkutan yang dibuat oleh kerani buah. yaitu merekap jumlah TBS dan brondolan yang dipanen beserta administrasi pengangkutannya. Lembar alokasi tersebut berisikan ringkasan kerja afdeling selama satu hari. Setelah laporan panen terkumpul. yaitu jumlah TBS dan brondolan. serta keterangan apakah hanca tersebut selesai dikerjakan atau tidak dan waktu pelaporannya. Catatan tersebut . juga dihitung jumlah tenaga kerja yang digunakan beserta upah yang harus dibayar oleh perusahaan. TBS dan karung brondolan yang dihasilkan. setelah truk pengangkut bermuatan penuh. serta basis dan preminya. Selain itu. dan hasil panen pada hari itu. Buku tersebut berisi rincian hasil panen yang diperoleh oleh pemanen setiap harinya. Pada pukul 15. Buku laporan panen berisi laporan hasil panen masing-masing pemanen.00 WIB di kantor afdeling. Administrasi pengangkutan. SPB dibuat berdasarkan catatan sopir truk yang biasa disebut kopelan. direkap pada buku rekapitulasi panen yang berisi konversi ton panen per hektar. Laporan panen tersebut lalu diserahkan kepada bagian administrasi kantor afdeling untuk dimasukkan ke lembar alokasi. Administrasi panen sangat penting bagi perusahaan. Buku kerani afdeling juga diisi oleh mandor panen. truk menuju pos SPB untuk membuat SPB (Surat Pengantar Buah). Pada kegiatan pengangkutan hasil panen di PT Cipta Futura khususnya di Afdeling 7. Pelaporan hasil kerja pemanen paling lambat diterima pada pukul 16. mandor panen merekapitulasi data hasil panen ke dalam buku laporan panen dan rekapitulasi panen. dan upah yang harus dibayar. Kegiatan administrasi panen meliputi kegiatan merekapitulasi hasil panen setiap harinya. buku kerani afdeling. Setelah itu. luas yang terpanen hari itu. tetapi melangsir buah dan mengutip berondolan untuk diletakkan di TPH dan segera melaporkan hasil kerjanya kepada mandor panen.51 Administrasi panen. Kegiatan pemanenan di lapangan setiap hari berlangsung hingga pukul 15. dan buku mandor serta alokasi panen.00. upah pekerja.00 WIB.

sedangkan komidel 7 kg/TBS untuk tandan dari tanaman kelapa sawit di areal perluasan (3 – 8 tahun). Hal tersebut akan mempengaruhi pengangkutan hasil panen dari lapangan ke PKS dan mempengaruhi keamanan TBS serta administrasi panen. sehingga berfungsi untuk mengecek TBS pemanen mana yang belum terangkut. maka terdapat kemungkinan pengangkutan dianggap selesai karena bobot sudah mencapai perkiraan padahal masih terdapat buah di lapangan yang belum terangkut. Setelah bon SPB terisi. Perkiraan bobot muatan yang tercantum pada lembar SPB harus mendekati bobot aktual di PKS. Di Afdeling 7 terdapat 2 macam komidel. penulis menyajikan hasil pengamatan mengenai selisih bobot aktual dan bobot perkiraan di SPB. yaitu dengan cara mengalikan jumlah TBS dengan komidelnya. Kantor afdeling melakukan pengangkutan berdasarkan bobot perkiraan panen. Pada Tabel 17. bon tersebut diberikan kepada sopir pengangkut untuk diserahkan kepada pos timbangan di pabrik sebelum truk bisa mengeluarkan muatannya. Komidel yaitu bobot janjang rata-rata (BJR) TBS yang ditentukan oleh perusahaan berdasarkan timbangan aktual. Jika selisih terlalu besar. Selisih bobot harus sekecil mungkin. Pengkonversian TBS ke dalam bobot TBS. sesuai dari pemeriksaan di PKS. Selisih bobot yang jauh berbeda dapat menjadi salah satu faktor terjadi buah restan di lapangan. kemudian mengkonversikannya ke dalam bobot TBS dan bobot karung brondolan untuk ditulis pada bon SPB. Kerani buah bagian administrasi yang bekerja di pos SPB akan menghitung jumlah TBS dan karung brondolan yang tertulis di kopelan. . Buku ini berisi jumlah TBS dan karung brondolan terangkut sesuai dengan nomor pemanennya. yaitu komidel 19 kg/TBS untuk tandan yang berasal dari pokok kelapa sawit umur lebih dari atau sama dengan 9 tahun. Akan tetapi per tanggal 1 Mei 2009 komidel 7 diubah menjadi komidel 8. Kerani buah bagian administrasi tersebut kemudian memasukkan data dari kopelan ke dalam buku kontrol TBS.52 berisikan jumlah TBS dan karung brondolan yang diangkut oleh truk yang dicatat per nomor pemanen dan per TPH.

Hasil olahan kelapa sawit di PT Cipta Futura adalah CPO dan kernel.47 8.28 19.….17 27. .15 24..79 8. Inti kelapa sawit di perusahaan ini tidak diolah lebih lanjut menjadi minyak kernel.83 12.37 27.00 17.09 28.56 22.55 28.47 8. Pengamatan Pengangkutan Hasil Panen di Afdeling 7 PT Cipta Futura Total Muatan Perhitungan Aktual Selisih TBS Brondolan Bobot SPB PKS ………………. penulis diberi kesempatan untuk berkunjung ke PKS PT Cipta Futura Plantation.45 33.31 31.(kg)………………….53 Tabel 17.44 32. melainkan dijual dalam bentuk inti sawitnya saja atau yang biasa dikenal dengan sebutan kernel. Pada saat menjadi asisten mandor.55 28.… 1 150 162 3012 4460 1 448 2 132 108 2616 2410 206 3 171 216 3465 4850 1 385 4 120 243 2523 3330 807 5 192 162 3810 4600 790 6 142 297 2995 4150 1 155 7 206 297 4211 4810 599 8 120 81 2361 3540 1 179 9 185 189 3704 5390 1 686 10 218 216 4358 5380 1 022 11 170 756 3986 4850 864 12 310 324 6214 5660 554 13 235 135 4600 5020 420 14 185 189 3704 5080 1 376 15 128 54 2486 3460 974 16 206 243 4157 5490 1 333 17 99 324 2205 2880 675 18 147 81 2874 3870 996 19 184 405 3901 5350 1 449 92 27 1775 2660 885 20 225.45 3447.6 Sumber: Hasil Pengamatan (2009) No Sampel Pemuat Selisih Bobot (%) 32.28 23.85 4362 990. Pengolahan kelapa sawit untuk menjadi CPO harus melewati beberapa tahapan proses dalam stasiun pengolahan.15 Rata -rata 169.56 24.23 17.….81 9.99 Pengolahan Kelapa Sawit Pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dilakukan di pabrik kelapa sawit (PKS).

Stasiun penerimaan buah (loading ramp).5 ton TBS per lori. pemurnian. pemipilan. stasiun rebusan. Stasiun utama terdiri atas tempat penerimaan buah (loading ramp). serta pemisahaan biji dan kernel. Saat buah akan dituangkan (didump). sehingga dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar produksi dari segi kualitas. dilakukan penyortiran buah. kuantitas. TBS yang berasal dari kebun pertama kali diterima dan ditimbang di jembatan timbang. TBS yang diterima di PT Cipta Futura Plantation adalah tandan buah normal yang diterima di pabrik maksimum 24 jam setelah dipotong dengan batasan waktu selambat-lambatnya tiba di pelataran sortasi jam 12 esok hari berikutnya1). Setelah lori terisi dengan baik. Pengisian yang tidak penuh akan menyebabkan penurunan kapasitas olah sterilizer atau sebaliknya pengisian yang terlalu penuh akan mengakibatkan pintu maupun pelat rusak atau buah jatuh dalam bejana rebusan. pencacahan dan pengempaan. dan kelangsungan alat produksi. pengolahan air.54 Pada proses pengolahan TBS menjadi minyak kelapa sawit (MKS) di PKS. dan bengkel. lori ditarik dengan menggunakan capstand untuk dipindahkan ke rail track stasiun sterilizer. TBS dimasukkan ke dalam lori. Setelah itu. Pada stasiun penerimaan buah. 2008 . Penyortiran tersebut bertujuan untuk memilih buah (TBS) yang layak/baik diolah di pabrik. laboratorium. pada stasiun penerimaan buah. yaitu 7. buah dibawa ke tempat penampungan buah (loading ramp). Sementara stasiun pendukung terdiri atas pembangkit tenaga. penimbunan produk. umumnya terdiri atas stasiun utama dan stasiun pendukung. Pengisian lori yang baik jika lori dapat memuat tandan buah sebanyak kapasitas normal. Selanjutnya. 1) Booklet standar kerja PT Cipta Futura. Sortasi buah yang dilakukan adalah sortasi untuk mengamati mutu buah yang diterima di PKS dan dilaksanakan di pelataran buah. Jalur proses penerimaan TBS di PKS disajikan pada Gambar 7. Pemindahan tersebut menggunakan transfer carriage dengan kapasitas maksimal dua lori.

(c) penahanan tekanan 2. . Sedangkan untuk TBS under ripe. Halhal yang mempengaruhi perebusan adalah tekanan uap dan lama perebusan. dan (d) pembuangan uap akhir selama 7 menit. Pengolahan minyak sangat bergantung pada keberhasilan proses perebusan.8 – 3 kg/cm2 selama 49 menit. (b) pemasukan uap dan pembuangan uap pada puncak I dan II selama 32 menit. yaitu terdiri atas : (a) deaerasi selama 2 menit. Lori-lori yang sudah terisi TBS tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam sterilizer. PT Cipta Futura memiliki 3 buah sterilizer dengan masing-masing sterilizer dapat memuat 3 buah lori (Gambar 8). Jumlah puncak dalam pola perebusan ditunjukkan dari jumlah pembukaan atau penutupan dari uap masuk atau uap keluar selama perebusan berlangsung yang diatur secara manual atau secara otomatis. Perebusan triple peak (tiga puncak) memiliki waktu perebusan untuk TBS normal 90 menit. PT Cipta Futura menerapkan prosedur kerja di stasiun perebusan dengan menggunakan sistem double peak (dua puncak) atau tripel peak (tiga puncak). Proses Penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) di PKS Stasiun perebusan (sterilizer). serta pembuangan udara dan air kondensat.55 Gambar 7.

Buah yang terpipil akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator dan dibawa dengan distributing conveyor untuk didistribusikan ke tiap unit-unit digester.56 waktu penahanan ditambah 5 menit dan untuk TBS over ripe waktu penahanan dikurangi 5 menit1). kontinyu. Pabrik Minyak Kelapa Sawit Proses perebusan buah dilakukan dengan tujuan : (1) agar daging buah menjadi lunak. (2) untuk memudahkan terlepasnya inti dari cangkangnya. Pada tahap ini dilakukan perontokan yang bertujuan memisahkan berondolan dari tandan atau janjang. Stasiun penebahan/ perontokan (thressing). ( a) Stasiun Perebusan (b) Lori untuk Mengangkut TBS di Stasiun Perebusan Gambar 8. Sedangkan janjang tandan yang buahnya telah dirontokkan akan keluar ke stasiun pembuangan janjang kosong (Gambar 9. 2008 . Penuangan buah ke dalam bunch conveyor harus perlahan. (4) untuk mengkoagulasi protein sehingga proses pemurnian minyak lebih mudah. Buah masak yang telah dikeluarkan dari bejana rebusan dipindahkan ke rail track untuk menuju stasiun thressing. Setelah itu lori dimasukkan ke dalam drum trippler untuk dituang ke dalam thresser melalui hopper yang berfungsi untuk menampung buah hasil perebusan. (3) untuk menambah kelembaban dalam daging buah sehingga minyak lebih mudah dikeluarkan (dipisahkan). dan merata sehingga brondolan menuju digester cenderung stabil. Pemipilan dilakukan dengan membanting buah dalam drum putar dengan kecepatan putaran 23-25 rpm.) 1) Booklet standar kerja PT Cipta Futura.

57 untuk diangkut dan disusun kembali ke lahan. Stasiun pemurnian (clarification). air dan kotoran-kotoran lainnya sehingga dihasilkan CPO (Crude Palm Oil) yang siap untuk dipasarkan. dilakukan pengepresan minyak dengan cara mengaduk dan melumat buah sehingga akan keluar minyaknya. Stasiun clarification disebut juga stasiun pemurnian. pasir. Minyak kasar hasil stasiun pressing dikirim ke stasiun pemurnian untuk diproses lebih lanjut sehingga diperoleh minyak produksi. Proses pengadukan/pelumatan berlangsung selama 30 menit. sehingga losses minyak kurang dari 4. Pemurnian dilakukan dengan memisahkan minyak dari sludge. Biji yang bercampur dengan serat masuk ke alat cake breaker conveyor untuk dipisah antara biji dan seratnya. Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas serta biji. Stasiun Pembuangan Janjang Kosong Stasiun pengempaan (pressing). Proses pemisahan minyak.5 % dan nut (inti) pecah kurang dari 20 persen. sedangkan minyak kasar dialirkan ke stasiun klarifikasi (pemurnian). Setelah massa buah dari proses pengadukan selesai kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepresan (screw press). Pada tahap ini. air dan kotoran dilakukan . Buah yang masuk ke dalam digester diaduk selama 20 menit sehingga sebagian besar daging buah sudah terlepas dari biji. Gambar 9. Massa yang keluar dari digester diperas dalam screw press pada tekanan cone 40-60 bar dengan menggunakan air pengencer bersuhu 90-95 0C sebanyak 20-25 % TBS. yaitu stasiun pengolahan di PKS yang bertujuan untuk melakukan pemurnian minyak kelapa sawit.

Laporan yang harus dibuat dan dipertanggungjawabkan berupa laporan pemakaian alat dan bahan. Di stasiun kernel dilakukan pengolahan nut sehingga dihasilkan (inti) dengan cangkang. penulis juga melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan aspek manajerial kebun. Mandor bertangung jawab langsung kepada asisten afdeling. laporan tenaga kerja. mengawasi pekerjaan karyawan. yaitu sebagai pendamping mandor dan sebagai pendamping asisten afdeling masing-masing selama satu bulan. memberikan arahan kepada karyawan. Pabrik kelapa sawit milik PT Cipta Futura memproses inti tidak sampai menjadi minyak hanya sampai berupa kernel (inti) saja Aspek Manajerial Selain bekerja sebagai karyawan harian lepas (KHL). Pendamping Mandor Mandor merupakan sebutan untuk karyawan non staf yang biasa disebut dengan sebutan personil. sentrifugasi dan penguapan. serta memiliki data program dan realisasi kerja. Di PT Cipta Futura. buku kerja mandor serta merencanakan program esok hari yang sesuai dengan target kerja. Pemisahan inti kelapa sawit dilakukan dengan proses pengeringan biji. Mandor adalah orang yang berhubungan langsung dengan pekerja di lapangan. serta pemisahan kernel dan cangkang dengan teknik pemisahan basah yang dilanjutkan dengan pengeringan kernel. bertanggung jawab dalam memakai alat dan bahan.58 dengan sistem pengendapan. Stasiun kernel. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh penulis selama dua bulan terakhir dari masa magang. Setiap sore setelah pulang menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Mandor bertugas mengabsen karyawan. kadar ALB yang dihasilkan yaitu kurang lebih 2 % dengan maksimum ALB yang dihasilkan 4 persen. selama magang di PT Cipta Futura. mandor harus membuat laporan mengenai pekerjaan yang telah diselesaikan pada hari itu. Semua itu dilaporkan kepada .

Pendamping mandor pupuk. penulis membantu melakukan pengawasan pendistribusian pupuk di lapangan hingga pupuk diterima penabur untuk diaplikasikan ke lahan. mandor mengurus administrasi terlebih dahulu. Kegiatan menjadi pendamping mandor dimulai dengan melakukan apel pagi setiap hari. Pada saat apel pagi. penulis mendampingi mandor memberikan pengarahan kepada karyawan. Bahkan penulis diberi tanggung jawab menjadi mandor susun JJK dan mandor rawat jalan. Sebelum mengambil pupuk di gudang. Selesai apel pagi bersama asisten afdeling dan mandor yang lain. baik di lapangan sampai membuat laporan hasil kerja. penulis telah mendampingi beberapa mandor. mandor panen dan kerani buah bagian administrasi. Sebelum menuju areal yang akan dipupuk. serta pemupukan NPK pada TBM. Setelah mengambil pupuk. jumlah bahan yang dipakai.30 WIB sampai dengan pukul 06. sebagai pendamping mandor pupuk bertugas membantu mengawasi pengambilan dan pengangkutan pupuk dari gudang ke truk pengangkut. Adapun tugas dari pendamping mandor pupuk adalah mendampingi dan membantu mandor pupuk dalam mengkoordinasikan pekerjaan pemupukan. .00 WIB. Selama kegiatan magang di PT Cipta Futura.59 asisten afdeling untuk diperiksa dan kemudian diserahkan ke kantor kebun pusat sebelum pukul 17. Penulis. dan luas areal yang akan dipupuk. jatah pupuk per karyawan. penulis membantu mandor melakukan perkiraan pemakaian tenaga kerja. Selama menjadi pendamping mandor. penulis menjadi pendamping mandor pupuk selama 10 hari kerja. penulis bersama mandor pupuk dan pengerit pupuk menuju gudang untuk mengambil pupuk. Setelah ditetapkan menjadi pendamping mandor pupuk saat apel pagi. mandor semprot. yaitu mandor pupuk. Apel dilaksanakan di kantor afdeling dan dimulai pukul 05. mandor akan memberikan pengarahan kepada karyawan (KHL) yang dibawahinya. dibahas rencana kerja untuk hari itu serta mengevaluasi hasil kerja hari sebelumnya. Setelah itu.00 WIB. Pemupukan yang penulis awasi adalah pemupukan Rock Phosphate (RP) dan pemupukan Ammonium Sulphate (ZA) pada TM.

ketepatan dosis pemupukan. Selain itu. mengawasi penggunaan herbisida. brondolan tinggal. Setelah melakukan pengawasan di lapangan. Setaria plicata. Pada saat bertugas menjadi pendamping mandor pupuk. pakis kawat. jumlah pemakaian tenaga kerja. penulis juga ikut melakukan sensus buah di Blok 107 Petak B dan C. mengawasi jumlah karung pupuk yang sudah kosong untuk dikumpulkan dan dihitung kembali. Tugas pendamping mandor semprot adalah mendampingi mandor saat memberikan pengarahan kepada karyawan (KHL). dan membantu membuat laporan hasil kerja. pelepah sengkleh. penulis membantu mandor membuat laporan kegiatan. penulis mengawasi 5 – 8 orang pemanen. dan alang-alang. Pendamping mandor panen. Tidak semua rumput disemprot. Kegiatan penulis sebagai pendamping mandor panen dilakukan selama 4 hari kerja. penulis melakukan pengawasan pada kegiatan semprot lain-lain. seperti Mikania micrantha. panen buah mentah.60 Pendamping mandor pupuk di lapangan bertugas mengawasi ketepatan cara pemupukan. Selama menjadi pendamping mandor panen. Saat menjadi pendamping mandor semprot. karena akan menjadikan lahan mudah erosi karena gundul. serta pemotongan gagang panjang TBS sebelum disusun di TPH. dan luas areal yang dipupuk. Setelah itu penulis juga membantu mandor membuat bon pupuk untuk kegiatan pemupukan berikutnya. Adapun hal-hal yang diawasi saat menjadi pendamping mandor panen adalah inspeksi terhadap buah tinggal. Semprot lain-lain adalah kegiatan penyemprotan lahan untuk mengendalikan beberapa gulma saja. penulis membantu mandor membuat laporan panen harian untuk dilaporkan ke kantor kebun. apakah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan atau tidak. Setelah selesai kegiatan di lapangan. membantu mengawasi pekerjaan di lapangan. susun pelepah yang dipruning. . buah gonjes (tandan yang tidak utuh atau terbelah karena kesalahan sewaktu dipanen). Pada hari pertama. Laporan berisi jumlah pemakaian bahan. penulis diberikan satu blok atau beberapa petak untuk diawasi. memastikan semua pokok terpupuk. Scleria sumatrensis. pendamping mandor juga bertugas mengawasi kerja karyawan (KHL). Pendamping mandor semprot (herbicide). Asystasia intrusa.

Komidel adalah rata-rata bobot TBS atau bobot per satu karung berondolan. penulis mengawasi 4 hingga 24 orang pekerja. Pendamping Asisten Afdeling Asisten afdeling adalah pimpinan afdeling yang membawahi supervisor afdeling. yaitu dengan mengalikan jumlah TBS dan jumlah karung berondolan dengan komidelnya yang sudah ditetapkan. Selama menjadi mandor. Selama menjadi kerani buah. yaitu mencatat total TBS yang diperoleh pemanen. penulis bertugas mengawasi KHL bekerja. supervisor panen. yaitu 2 orang pekerja prunning tanaman yang berada di pinggir jalan dan 2 orang lagi pekerja penimbun jalan. Mandor rawat jalan. Kegiatan ini penulis lakukan hanya satu kali. menentukan tempat peletakan janjangan. Surat Pengantar Buah tersebut berisi perkiraan tonase TBS beserta berondolan yang diangkut oleh truk pengangkut. penulis bertugas membantu bagian administrasi. Kegiatan rawat jalan tersebut dilakukan di dua blok yang berbeda. Sesekali penulis ikut ke lapangan membantu kerani buah melakukan perhitungan TBS dan karung berondolan yang telah disusun di TPH serta melakukan pengambilan sampel serangan tikus pada TBS yang telah dipanen. Mandor susun janjangan kosong (SJJK). Setelah selesai pekerjaan di lapangan. selanjutnya kerani buah bagian administrasi membuat surat pengantar buah (SPB). Pekerjaan sebagai kerani buah merupakan pekerjaan yang paling banyak penulis lakukan selama dua bulan terakhir kegiatan magang. Asisten . Kegiatan penulis sebagai mandor SJJK dilakuan selama 4 hari kerja. yaitu di Blok 104 dan Blok 106. Setelah dihitung jumlah TBSnya.61 Kerani buah. Sebagai mandor SJJK. Penulis bekerja hingga semua TBS yang dipanen pada hari itu terangkut seluruhnya ke pabrik kelapa sawit (PKS). dan melaporkan hasil kerja di lapangan ke kantor afdeling. Sebagai mandor rawat jalan penulis diberi tanggung jawab mengawasi 4 orang pekerja. dan kerani afdeling. serta menghitung jumlah TBS dan karung berondolan yang diangkut oleh pemuat ke dalam dump truck. penulis melaporkan hasil kerja ke kantor afdeling. supervisor perawatan. mencatat jumlah TBS per blok sesuai dengan data muat buah menurut nomor pemanennya.

membimbing bawahan. kemudian melaporkannya dan membantu mencarikan solusi supaya dapat diperbaiki pada keesokkan harinya. asisten afdeling juga memberikan penugasan dan pengarahan kepada para personil mengenai bagaimana merealisasikan program kerja pada hari tersebut. melaporkan pemakaian tenaga kerja tingkat afdeling ke kantor kebun pusat setiap hari. Kegiatan yang dilakukan asisten afdeling setiap hari adalah memimpin apel pagi para personil pukul 05. supervisor panen. membuat laporan keuangan dan laporan kemajuan kerja. membuat program prioritas kerja memberikan solusi pemecahan masalah. membuat program kerja. Pada saat itu penulis memiliki tugas sama dengan saat menjadi pendamping mandor.00 WIB. kemudian memeriksa serta mengevaluasi laporan seluruh kegiatan afdeling. Kegiatan penulis sebagai pendamping asisten afdeling dilakukan pada bulan keempat kegiatan magang. Pada apel pagi tersebut dilakukan evaluasi kerja hari sebelumnya lalu dilakukan pembahasan bagaimana solusinya. . Setelah memimpin apel pagi para personil.30 – 06. serta membina hubungan kerjasama dalam tim kerja dan lingkungan tempat tinggal.62 afdeling memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola afdelingnya dalam hal memberikan arahan dan perintah kepada supervisor afdeling. dan kerani afdeling. tetapi penulis diberi tugas tambahan yaitu untuk mencermati kendala-kendala yang terjadi di lapangan. memiliki target realisasi per hari. memberikan penilaian hasil kerja bawahan. Selain itu. asisten afdeling bertugas mengawasi seluruh kegiatan afdeling dalam satu hari. supervisor perawatan.

curah hujan tahunan mencapai 3 027 mm (Lampiran 4). dapat juga terjadi saat pengangkutan. Fauzi et al. Pengelolaan transpor buah ditujukan agar tercapai peningkatan kualitas TBS. Oksidasi tersebut akan menghasilkan peroksida yang selanjutnya terurai menjadi aldehide/keton yang menimbulkan bau. meningkatkan produktivitas kendaraan. seperti yang disajikan pada Tabel 18. Pada setiap tingkatan fraksi kematangan buah memiliki rendemen minyak dan kandungan ALB yang berbeda. autokatalisis atau hidrolisa yang akan menyebabkan rusaknya zat anti oksidan alami yang dimiliki yaitu tocopherol. menjaga agar asam lemak bebas (ALB) produksi harian < 3 %. . Menurut Lubis (1992). kapasitas dan kelancaran pengolahan di PKS berjalan baik.63 PEMBAHASAN Kehilangan minyak dan penurunan mutu selain terjadi di lapangan saat pemanenan TBS dan selama pengolahan di pabrik. (2008) menyatakan bahwa curah hujan yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah. Pengangkutan hasil panen (TBS dan brondolan) yang lebih cepat masuk ke pabrik dan tidak banyak menimbulkan kerusakan tandan akan memberikan mutu minyak yang baik. Oleh karena itu terdapat kriteria matang panen yang dibedakan menjadi beberapa fraksi. Kualitas Buah Tujuan pengangkutan buah yang baik adalah agar diperoleh tandan buah segar yang layak olah dengan kandungan ALB serendah mungkin. sehingga merusak fasilitas jalan dan menyulitkan pengangkutan TBS ke pabrik. dinding sel yang rusak karena pelukaan akan segera menimbulkan proses enzimatik. keamanan TBS di lapangan terjaga. Kandungan ALB buah juga dipengaruhi oleh kualitas buah saat dipanen. terutama terhadap jalan untuk transportasi. serta biaya transpor TBS efisien. Seperti yang terjadi pada tahun 2008 di Perkebunan PT Cipta Futura.

2 2. banyaknya hari libur. Adanya buah busuk yang dipanen menunjukkan bahwa rotasi panen yang dilakukan terlambat atau terlalu panjang.76 %. tetapi kandungan ALB juga sudah cukup tinggi. panen fraksi 0 akan merugikan karena rendemen minyaknya masih rendah. Transportasi buah harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah kenaikan kadar ALB.6 1 21.…………….8 Sumber: Lubis (1992) Dari Tabel 18.8 3 22.………………………….1 4 22.. perlu diberikan peraturan yang jelas bagi pemanen supaya tidak terjadi pemanenan buah mentah yang merugikan perusahaan. TBS pada fraksi 2 dan 3 bisa dikatakan memiliki rendemen minyak tertinggi.2 2. TBS restan akan Fraksi Buah . total buah mentah yang dipanen adalah 3.(%)……………. buah matang 94.1 1.01 % dan busuk 2. Pemanenan buah telalu matang (buah busuk) akan merugikan perusahaan berdasarkan kandungan minyak serta kandungan ALBnya.7 2 22. hal ini terjadi karena sebagian pemanen kurang memahami instruksi mandor mengenai buah yang boleh dipanen.6 5 21.9 3. sedangkan fraksi 4 dan 5 juga merugikan karena memiliki kadar ALB yang tinggi. Oleh karena itu. maka penanganan TBS pasca panen harus dilakukan dengan baik pula. Presentase pemanenan buah mentah cukup tinggi. Keterlambatan rotasi panen bisa disebabkan oleh banyaknya tenaga kerja pemanen yang tidak masuk kerja.64 Tabel 18.0 1.22 %. Rendemen Minyak dengan Kadar ALB Menurut Tingkatan Fraksi Tandan Buah Segar Rendemen Minyak Kadar Asam Lemak Bebas ….4 1. Jika kualitas TBS yang dipanen baik. Oleh karena itu. 0 16.. Dari hasil pengamatan kualitas potong buah di Afdeling 7 (Tabel 6). yaitu TBS pada fraksi 2 atau 3. atau karena cuaca yang buruk.

Afdeling 7 PT Cipta Futura memberikan anjuran kepada pemanen untuk melakukan kegiatan pemanenan per pasar. yaitu regu kerja yang terdiri atas 1. Kegiatan pengangkutan TBS dan berondolan terdiri atas dua tahap. Presentase total TBS tinggal di piringan sebesar 1. kondisi areal juga mempengaruhi waktu dan mutu TBS yang diangkut. Dengan demikian. sehingga terdapat perbedaan cara yang berdampak pada perbedaan waktu dan mutu pengangkutan dari masing-masing regu kerja pemanen. Tenaga kerja pemanen terdiri atas beragam jumlah orang per regu kerja. pengangkutan TBS dan brondolan yang dilakukan per pasar juga dapat memudahkan dalam pengangkutan TBS dan brondolan ke PKS. sehingga kenek pemanen sebagai pelangsir buah tidak melihat TBS tersebut. Selain itu. yaitu pengangkutan dari hanca ke TPH dan pengangkutan dari TPH ke PKS. Pengangkutan Tandan Buah Segar di Dalam Hanca Pengangkutan TBS dimulai dari setelah TBS dipotong dari pokok kelapa sawit hingga sampai di stasiun loading ramp di PKS. Setelah selesai memotong buah pada satu pasar. Pada Tabel 10 dapat dilihat kualitas angkut TBS di dalam hanca. Pada pengangkutan dalam hanca.37 % dan di gawangan mati sebesar 0.83 % (standar 0 %).65 sangat merugikan karena kadar ALB sudah tinggi sehingga akan mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan. Selain itu. Kejadian ini banyak terjadi terutama pada areal dengan tumpukan pelepah yang tidak rapi. Kebun Ujan Mas milik PT Cipta Futura ini sebagian besar arealnya berbukit sehingga menjadi kedala pemanen saat mengeluarkan TBS dari dalam hanca. 2. TBS yang tertinggal di gawangan mati disebabkan oleh TBS terjatuh di gawangan mati dan tertutup tumpukan pelepah. Brondolan tinggal di pokok . diharapkan tidak terdapat buah atau brondolan tertinggal di lapangan karena lupa terangkut. pemanen langsung mengeluarkan semua TBS ke TPH sebelum melanjutkan pemanenan ke pasar berikutnya. dan 3 orang tenaga kerja (Tabel 8) menunjukkan bahwa brondolan tinggal di gawangan mati rata-rata sebesar 37. Hasil pengamatan kualitas kutip brondol yang dilakukan penulis dengan mengambil sampel pada 3 macam regu kerja.05 % dari keseluruhan brondolan tinggal.

Kendaraan angkut tersebut berupa dump truck dengan kapasitas muatan maksimal 6 ton. Akan tetapi tidak semua unit pengangkutan tersebut bekerja mengangkut buah. pengambilan material. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengawasan panen untuk meminimalisir kehilangan panen. Traktor tersebut merupakan kendaraan 4 WD yang biasanya digunakan untuk menarik dump truck bila terpuruk dan disetiap afdeling disediakan satu unit. Di Afdeling 7 PT Cipta Futura memiliki 20 unit kendaraan angkut buah. Di PT Cipta Futura khususnya Afdeling 7. antar jemput karyawan dari afdeling ke lapangan atau sebaliknya. kegiatan transportasi meliputi pengangkutan buah ke pabrik. Artinya terdapat berondolan tinggal sebanyak 11 buah per TBS dan 20 buah brondolan tinggal per pokok panen. Kebun PT Cipta Futura memiliki traktor Jonder Fergusson untuk membantu kelancaran pengangkutan hasil panen. brondolan tinggal di gawangan dan di pokok lebih banyak daripada brondolan tinggal di piringan atau di pasar 2:1. Dari data tersebut. karena setiap hari terdapat 1 kendaraan yang dialokasikan khusus untuk menjemput dan mengantar karyawan yang tinggal di luar areal kebun. yaitu 10.16 % per TBS dan 19.55 persen.66 sebesar 36. Standar yang ditetapkan oleh perusahaan adalah maksimal 3 buah berondolan tinggal per pokok. yaitu di Kabupaten Muara Enim yang berjarak ± 35 km. Pengangkutan Tandan Buah Segar ke PKS Pengangkutan hasil panen ke PKS membutuhkan pengelolaan yang baik agar tercapai tujuan yang diinginkan. sedangkan pada pokok tanaman brondolan terselip di ketiak pelepah.96 dan 12.43 %. brondolan tinggal di piringan dan tinggal di pasar 2:1 masingmasing sebesar 13. Dari hasil pengamatan penulis (Tabel 9). berondolan yang tertinggal cukup banyak. dan lain-lain.53 % per pokok panen. Banyaknya berondolan tinggal disebabkan oleh tidak diperhatikannya brondolan yang terdapat pada gawangan mati dan pada pokok sawit oleh pengutip brondolan dan tempatnya tidak terlalu terlihat. Pada gawangan mati brondolan tertutupi oleh tumpukan pelepah. Jika digunakan dengan pengelolaan yang .

serta kondisi cuaca yang tidak mendukung. Jika rit per truk meningkat. Pengontrolan Pengangkutan TBS Pengontrolan pengangkutan TBS menjadi tanggung jawab kerani buah dan kerani afdeling.2 – 0. 2006). waktu muat. Waktu kerja total pemuat rata-rata 150 menit atau 2 jam 30 menit dengan waktu efektif 124 menit atau sekitar 2 jam.0 % setiap 24 jam (Direktorat Jenderal Perkebunan. maka traktor tersebut akan sangat membantu kelancaran pengangkutan hasil panen. Perusahaan masih mentolelir brondolan tinggal maksimal 3 butir.67 baik. maka . Pengontrolan dilakukan terhadap kualitas kerja pemuat. Perencanaan Kebutuhan Alat Angkut Buah Pengelola kebun perlu merencanakan kebutuhan alat angkut buah sesuai dengan produktivitas kebun. Kualitas kerja pemuat dalam hal kebersihan pengangkutan cukup baik sesuai dengan hasil pengamatan penulis. maka rit per truk akan meningkat. produktivitas supir dan pemuat yang rendah. Hal tersebut disebabkan kurangnya koordinasi antara kerani buah dengan mandor panen. dan produktivitas kendaraan pangangkutan buah. Secara umum. Hasil pengamatan kualitas kerja pemuat oleh penulis menunjukka rata-rata brondolan tinggal di TPH 2 sampai 3 butir brondolan (Tabel 13). Penyebab lain adanya buah restan adalah karena kerani buah yang bertugas mengarahkan pemuat. Di Afdeling 7 (Tabel 14) unit angkutan yang tersedia kurang dari kebutuhan yang telah dihitung.7 % dan setelah jatuh ke tanah dapat meningkat menjadi 0. tidak mengetahui dengan pasti dimana para pemanen meletakkan TBS. Semakin cepat waktu yang terpakai untuk memuat buah. Oleh karena itu dibutuhkan perkiraan dan pengelolaan unit angkutan yang baik. Hal tersebut juga disebabkan oleh belum maksimalnya operasional angkutan yang tersedia. Waktu muat sangat penting dalam kegiatan pengangkutan TBS. banyak muatan.9 – 1. sehingga terdapat buah restan sebanyak beberapa hari dalam satu bulan (Tabel 16). presentase ALB pada buah setelah dipotong adalah 0.

termasuk berapa kali dan berapa banyak kendaraan tersebut mengangkut buah ke PKS. Adapun standar yang ditetapkan perusahaan untuk kegiatan transportasi adalah 4. Surat tugas tersebut berisi apa saja kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. dan 80 liter untuk mobil yang ditugaskan menjemput karyawan dari luar kebun dengan pengisian 2 hari sekali. Produktivitas kendaraan angkut adalah banyaknya muatan yang mampu diangkut oleh kendaraan angkut dalam satu hari kerja.13 ton/km. 0. Rata-rata produktivitas untuk ton/liter 0. Pegawai administrasi kendaraan tersebut kemudian mencatat kilometer yang tertera pada odometer kendaraan dan menyonding bahan bakar. Banyak sedikitnya solar yang dibutuhkan oleh masing-masing mobil tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kegiatan yang dikerjakan.6 ton/liter dan 0.5 km/liter. yaitu maksimal 60 liter untuk mobil yang beroperasi di dalam kebun. sehingga terjadinya buah restan dapat dihindari. sehingga dapat dihitung efisiensi dan produktivitas setiap kendaraan angkut buah. setiap pagi. tetapi faktor cuaca juga sangat menentukan. untuk mengawasi produktivitas dan efisiensi pengangkutan. Pada Tabel 15 dapat dilihat produktivitas kendaraan angkut di Afdeling 7. Biasanya. supir wajib menyerahkan surat tugas hari kemarin kepada bagian administrasi kendaraan.68 produktivitas pengangkutan juga akan meningkat. Dari kegiatan tersebut di atas. Sonding merupakan kegiatan mengukur banyaknya minyak yang tersisa di tangki bahan bakar kendaraan. Setelah dilakukan penyondingan. . Sistem pengisian solar di afdeling mengikuti standar yang ditetapkan oleh perusahaan. dapat diketahui penggunaan bahan bakar dan banyaknya muatan yang mampu diangkut oleh setiap kendaraan angkut. Oleh karena itu. mobil akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak pada musim hujan sehubungan dengan kondisi jalan yang buruk sehingga menyebabkan mobil sering terpuruk.42. Produktivitas alat angkut buah di Afdeling 7 tersebut masih di bawah standar perusahaan karena kapasitas optimum pengangkutan belum mencapai standar. dibuatkan bon pengisian bahan bakar agar supir dapat mengisi bahan bakar untuk menunjang kegiatan pada hari itu dan mendapatkan surat tugas baru.

Perhitungan dilakukan berdasarkan catatan (kopelan) supir. Oleh karena itu perlu mendapat perhatian khusus dari pihak kebun. maka perkiraan bobot muatan truk sering tidak akurat. Kesalahan perkiraan bobot tersebut perlu diperbaiki untuk menghindari kerugian bagi perusahaan. Bobot buah diperoleh dari hasil perkalian jumlah TBS dan komidelnya. sehingga terjadi selisih bobot yang cukup besar antara perkiraan bobot di SPB dan penimbangan aktual di PKS seperti yang tersaji pada Tabel 17. Pengangkutan di Afdeling 7 juga belum memenuhi standar produktivitas dan efisiensi perusahaan. Pada lembar SPB dituliskan jumlah TBS dan brondolan terangkut beserta bobot perkiraannya. Selisih bobot yang terlalu besar. Banyaknya masalah yang timbul pada kegiatan pengangkutan hasil panen tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas buah yang akan merugikan perusahaan. Dengan demikan dapat terjadi kemungkinan terdapat dua atau tiga TPH yang tidak terangkut TBSnya atau yang paling sering terjadi adalah terdapat dua sampai tiga karung brondolan tidak terangkut karena perkiraan bobot yang jauh dari bobot aktualnya. Administrasi pengangkutan adalah kegiatan pendataan TBS dan brondolan hasil panen yang diangkut ke PKS. karena tidak terlalu memperhatikan selisih bobot tersebut. selisih bobot yang besar akan mengkhawatirkan keamanan TBS di lapangan. Selain masalah buah restan. Bisa terjadi kemungkinan kehilangan TBS tanpa sepengetahuan pengelola kebun. seperti adanya buah restan tetapi tidak diketahui dan baru ditemukan setelah beberapa hari. Afdeling 7 memiliki satu orang kerani buah bagian administrasi yang bekerja menghitung TBS dan brondolan yang diangkut per truk. jika dibiarkan akan menimbulkan masalah. Oleh karena terdapat dua bobot komidel di Afdeling 7.69 Administrasi Pengangkutan Administrasi pengangkutan dikerjakan oleh kerani buah bagian administrasi. Hal tersebut terjadi karena pengangkutan di afdeling akan dihentikan jika perkiraan tonase pengangkutan sudah sesuai dengan perkiraan tonase yang dibuat mandor panen. .

karena masih terdapat buah tinggal baik di piringan maupun di gawangan mati. meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penulis dalam melaksanakan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.01 persen.70 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan magang yang dilakukan di PT Cipta Futura Plantation. Penulis memperoleh pengalaman bekerja dan dapat membandingkan antara teori yang diperoleh di kampus dengan praktik di lapangan. karena tempatnya tidak terlalu terlihat oleh pengutip. Kualitas pengutipan brondolan di Afdeling 7 juga masih kurang baik.42 ton/liter (standar 0. karena panjang gagang rata-rata kurang dari 3 cm. Jumlah tenaga kerja pemanenan dalam satu regu kerja mempengaruhi kualitas pengangkutan hasil panen di dalam hanca. Brondolan tinggal di gawangan dan di pokok lebih banyak daripada brondolan tinggal di piringan atau di pasar 2:1. sedangkan standar buah tinggal perusahaan sebesar 0 %. Administrasi pengangkutan di Afdeling 7 PT Cipta Futura masih perlu diperbaiki. Regu kerja yang terdiri atas 3 orang tenaga kerja memiliki kualitas kerja yang lebih baik dibandingkan dengan regu kerja yang terdiri atas 1 atau 2 orang tenaga kerja. Terdapat selisih yang cukup besar antara bobot hasil panen yang diangkut dengan bobot aktualnya.76 % (standard 0 %) dan presentase buah matang sebesar 94. Mutu buah panen di Afdeling 7 PT Cipta Futura masih kurang baik. Pemakaian BBM masih terlalu banyak dan tonase belum mencapai standar perusahaan. kualitas kerja pemanen di Afdeling 7 masih kurang baik. Secara keseluruhan.6 ton/liter). Alat angkut yang tersedia kurang dari . Sumatera Selatan. Rata-rata produktivitas muatan per liter bahan bakar adalah 0. baik dari aspek teknis maupun manajemen di perkebunan kelapa sawit. Produktivitas alat angkut buah di Afdeling 7 masih di bawah standar. Panjang gagang TBS di Afdeling 7 sudah baik. karena adanya buah mentah sebesar 3.

. 5. Saran 1. Perlu dilakukan penambahan alat angkut panen atau mengoptimalkan alat angkut yang tersedia di afdeling untuk menghindari terjadinya buah restan. agar tidak menghambat kelancaran transportasi buah ke pabrik. 7. Pemberian informasi kepada tenaga kerja pemanenan dalam hal kriteria buah layak panen perlu diperbaiki lagi. tetapi manajemen pengangkutan tetap harus diperbaiki karena masih terjadi buah restan sebanyak beberapa hari pada tiap bulannya. agar pengangkutan lebih produktif dan efisien. PT Cipta Futura memiliki rata-rata kandungan ALB di bawah 2 %. Administrasi pengangkutan di PT Cipta Futura perlu diperhatikan ketepatannya. sehingga diperlukan pengawasan panen yang baik. artinya sudah memenuhi SNI. Penggunaan buku kontrol TBS dalam pengangkutan hasil panen lebih dimaksimalkan lagi agar tidak terjadi TBS restan. 4.71 kebutuhan alat angkut yang diperlukan. sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak terdapat buah mentah yang dipanen. Perawatan infrastruktur terutama jalan perlu diperhatikan. seperti melakukan pemeriksaan ulang terhadap komidel (BJR) untuk memperkecil selisih bobot perkiraan dan bobot aktual. 6. Mutu buah dan kebersihan hanca berkaitan dengan kualitas kerja pemanen masih belum sesuai standar. 2. 3. Dalam kegiatan pengangkutan hasil panen perlu adanya koordinasi antara kerani buah dan mandor panen.

Pusat Penelitian Perkebunan Marihat-Bandar Kuala.. PT Perkebunan X. 435 hal. 2008. Widyastuti. www. Jakarta. E. 2008. 218 hal.ditjenbun@deptan. 411 hal. Bandar Lampung. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit. . I. Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Direktorat Jenderal Perkebunan . 163 hal.) di Indonesia. 70 hal. M.deptan. ______. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Direktorat Jenderal Perkebunan. Naibaho. 2008. A. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.72 DAFTAR PUSTAKA Badan Standardisasi Nasional. Sunarko.agribisnis. Pahan.go.id. Lubis. Statistik Perkebunan Indonesia 2007-2009. 1993.id. Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka. 2009. 289 hal. Penebar Swadaya. Tim Penulis Penebar Swadaya.go. P. PT. Fauzi. Pendataan Kelapa Sawit Tahun 2008 Secara Komprehensif dan Objektif. Jakarta. Y. Jakarta.1992. I. [20 Oktober 2008]. dan R. Setyawibawa. [07 Desember 2008]. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Perkebunan X (Persero). Vademecum Kelapa Sawit dan Karet Bidang Tanaman. Hartono. 2007. http://www. 168 hal. U. Jakarta. Kelapa Sawit. 1998. Y.. Jakarta. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Standar Nasional Indonesia (SNI). 1992. Sumatera Utara. 1992.

73 LAMPIRAN .

68A.09 ha 31.. Ap.D+p Blok 93 A.D+p Blok 94 A..58 ha 49 TBS 0..97 ha 17 TBS 0.94 ha 25. C.C. B.73   Lampiran 1.2 ton 0.Cp Pembuatan Parit Pembuatan Parit Deteksi Hama (ulat) Tanam Bunga Pukul 8 Tanam Bunga Pukul 8 Susun Janjangan Kosong Prestasi Kerja Standar Penulis . C.D Blok 95 D Bagi Upah Susun Janjangan Kosong Deteksi Hama (Ulat) Deteksi Hama (Ulat) Deteksi Hama (Ulat) Deteksi Hama (Ulat) Tanam Bunga Pukul 8 Panen Panen Prunning Panen Panen Prunning Panen Prunning Panen Prunning Susun Janjangan Kosong Semprot Hama Tanam Bunga Pukul 8 Kutip Kepompong Kutip Kepompong Pupuk MOP Semprot Pasar 2:1 Dongkel Anak Kayu Blok 68. D Blok 106 A Blok 106 A Blok 82 A.D Blok 68 A+p.B. B.B.5 ton 10 m 5m 10 m 8m 28.C.…. Sumatera Selatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanggal 12-17 Februari 2009 18 Februari 2009 19 Februari 2009 20 Februari 2009 21 Februari 2009 23 Februari 2009 24 Februari 2009 25 Februari 2009 26 Februari 2009 27 Februari 2009 28 Februari 2009 2 Maret 2009 3-4 Maret 2009 5 Maret 2009 6 Maret 2009 7 Maret 2009 10 Maret 2009 11 Maret 2009 12 Maret 2009 13 Maret 2009 14 Maret 2009 16 Maret 2009 17 Maret 2009 18 Maret 2009 19 Maret 2009 20 Maret 2009 21 Maret 2009 23 Maret 2009 23 Maret 2009 24 Maret 2009 25 & 27 Maret 2009 28 Maret 2009 30 Maret 2009 31 Maret 2009 1-8 April 2009 11 April 2009 13 April 2009 14 April 2009 Uraian Kegiatan Rawat Parit Rawat Parit Pembuatan Parit Susun Janjangan Kosong Lokasi Blok 83p (x12) Blok 93 C Blok 70 p Blok 107 Blok 70 p Blok 82 B Blok 109 A.73 ha 45. 69 Blok 69 Blok 81 A Blok 81 A Blok 93 Blok 93 Blok 94 Blok 94 Blok 94 Blok 107 Blok 68 Blok 69 Blok 94 B Blok 94 Blok 109 C Blok 107 C Blok 70 p . Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Karyawan Harian di Afdeling 7. D. 69 A.37 ha 1.64 ha 2 ton 1 ton 20.C.2 ton 5 knapsack 250 tan 53 pokok 5 sack 5 knapsack 5 pokok Pembuatan Tapak Timbun Stek Bunga Pukul 8 Pembuatan Bedengan Deteksi Hama (Ulat) Susun Janjangan Kosong Blok 81 Blok 81 Blok 104 A.03 ha 340 tan 16 TBS 26 TBS 0.B.B.4 ha 20 TBS 29 TBS 0.C. 107 D Blik 95p Kantor Afdeling 7 Blok 69. D.(satuan/HK)…… 20 m 20 m 20 m 20 m 10 m 5m 3 ton 1.4 pokok 200 tan 50 m 34.D Blok 83 A. PT Cipta Futura.09 ha 160 tan 100 tan 3 ton 2 pokok 200 tan 3 ton 3 ton 400 tan 75 TBS 75 TBS 2 ha 75 TBS 75 TBS 2 ha 75 TBS 2 ha 75 TBS 2 ha 3 ton 250 tan 200 tan 100 tan 1. Bp.

66 Blok 68. 70 Kantor Afdeling 7 Blok 70 p Kantor Afdeling 7 PKS 4 C Blok 70 AP1+AP2 Blok 70 ABCD Kantor Afdeling 7 & Camp 53 Jumlah KHL Diawasi (orang) Luas Areal (ha) Lama Kegiatan (jam) 15-18 April 2009 Mengawasi Pemanenan 20-22 April 2009 Mengawasi Pemupukan CIRP 23 April – 1 Mei 2009 2 Mei 2009 4 Mei 2009 5 Mei 2009 6 Mei 2009 7 Mei 2009 8 Mei 2009 11-16 Mei 2009 Kerani Buah Mengawasi Pemupukan Kerani Buah Kunjungan ke PKS Mengawasi Semprot Mengawasi Semprot Bagi Upah Kerani Buah 4 -7 25 . Sumatera Selatan Prestasi Kerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tanggal Uraian Kegiatan Lokasi Blok 107.29 13 7 13 23 23 13 10. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Pendamping Mandor di Afdeling 7.38 67. PT Cipta Futura. 109.70 - 13 13 12 11 11 13 . 69.74   Lampiran 2.25 11 11 58.

12 23 4 83 - 13 11 185. 80.03 182. 83p Blok 107 C Blok 93 C Blok 104.89 10 10 . PT Cipta Futura. 102. 103 Blok 81.75   Lampiran 3.82 11 12 12 12 11 12 12 12 12 10 8 Juni 2009 11 9 Juni 2009 12 10 Juni 2009 . Sumatera Selatan Prestasi Kerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal 18-25 Mei 2009 26-27 Mei 2009 28 Mei 2009 29 Mei 2009 30 Mei 2009 1-2 Juni 2009 3 Juni 2009 4-5 Juni 2009 6 Juni 2009 Uraian Kegiatan Kerani Buah Mengawasi Pemupukan ZA Mengawasi Susun Janjangan Kosong Mengawasi Pemupukan ZA Mengawasi Susun Janjangan Kosong Mengawasi Pemupukan ZA Kontrol TBS Mengawasi Susun Janjangan Kosong Bagi Upah Mengawasi Semprot Mengawasi Rawat Jalan Mengawasi Pemupukan ZA Lokasi Kantor Afdeling 7 Blok 70. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Pendamping Asisten Afdeling di Afdeling 7.82 Blok 107 C Blok 93.81. 106 Blok 109 Jumlah KHL Diawasi (orang) Luas Areal (ha) Lama Kegiatan (jam) 13 57 . 82. 94 Blok 107 C Blok 95.89 24 88 4 60 .

5 144.2 16 14 9.2 148. B : 14. Sumatera Selatan Tahun 1999-2008 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total BB BK 1999 CH 396 189 306 3 183 228 53 56 51 472 260 448 2645 8 4 HH 14 15 14 1 10 4 2 4 5 18 12 17 116 2000 CH 311 188 400 275 99 102 162 155 148 128 287 104 2359 11 1 HH 16 6 10 6 6 6 6 4 6 10 12 8 96 2001 CH 221 262 157 219 242 214 27 91 229 244 496 525 2928 10 2 HH 14 14 14 15 11 10 4 9 11 16 22 13 153 2002 CH 362 333 522 255 171 118 162 44 85 87 346 382 2868 9 3 HH 17 17 22 16 9 9 12 2 9 8 22 18 161 2003 CH 362 397 331 312 139 13 152 219 147 522 422 635 3651 11 1 HH 18 21 17 20 10 14 7 6 9 17 14 19 172 2004 CH 733 640 246 582 260 140 207 35 131 166 282 397 3823 11 1 HH 23 25 16 22 12 5 11 4 8 14 12 24 176 2005 CH 507 238 511 215 195 43 96 140 220 169 429 43 2805 9 3 HH 21 20 20 13 10 7 7 10 9 12 19 8 157 CH 251 324 251 169 185 89 119 5 66 139 247 327 2172 9 3 2006 HH 20 22 17 11 8 9 7 0. Curah Hujan di PT Cipta Futura Plantation.4 121.8 5.3 337.4 7. Muara Enim.6 10.5 2909 HH 18 17.3% .4 95.3 16.4 12.9 6.1 1.6 285.3% 76 .7 16.3 371.9 Sumber : Kantor Kebun Oscar Keterangan : CH : Curah Hujan HH BB BK : Hari Hujan : Bulan Basah (> 60 mm) : Bulan Kering (< 60 mm) Q= Rataan BK (1.9) Rataan BB (10.67 5 4 16 18 142 2007 CH 277 321 218 473 171 117 77 94 208 161 250 448 2813 12 0 HH 17 19 15 21 10 8 7 7 9 12 16 17 158 2008 CH 444 161 434 348 229 155 19 116 160 273 284 406 3027 11 1 HH 20 13 15 15 8 7 5 11 13 16 18 20 162 Rata-rata CH 386.5 236.1 330.Lampiran 4.1 187.3%-33.4 305.1) x 100 % = 18.9 107.81 % Berdasarkan klasifikasi Schdmidth-Ferguson Termasuk tipe iklim B (basah) Tipe iklim A : 0.5%-14.7 8.

Lampiran 5. Peta Areal Kerja Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura Plantation       77 .

62 17.47 23.46 14.13 15.30 19.31 22.49 59.08 32.33 14.20 15.75 19.49 59.75 19.42 87.27 5.48 82.73 8.45 21.04 7.99 18.90 32.74 23.97 12.73 0.31 20.57 15.59 24.19 16.92 28.00 22.08 26.50 13.78   Lampiran 6.73 8.39 14.75 20.53 6.98 6.52 71.69 17.18 58.12 11.17 5.03 21.83 3.33 14.46 29.98 6.87 29.93 8.97 26.08 4.46 27.81 8.79 2.28 21.85 24.52 29.04 107.63 30.49 59.97 21.53 6.75 23.47 23.28 36.22 17.91 2.09 12.07 87.04 7.51 12. Luas Areal Tanaman di Afdeling 7 PT Cipta Futura Tahun 2008 TM Blok 66 Petak Jumlah pokok 792 1 655 1 153 3 600 2 330 2 718 330 828 1 495 7 701 2 270 2 856 3 201 2 577 445 11 349 2 514 4 032 2 668 3 875 13 089 1 408 2 647 2 643 2 104 7 589 16 391 3 401 660 4 061 2 773 1 925 1 165 3 397 80 9 340 2 847 4 234 2 076 1 622 10 779 3 720 2 307 3 019 3 228 11 607 23 881 Luas (Ha) 6.99 18.92 20.04 90.95 21.75 20.45 21.22 17.46 4.69 10.31 20.45 21.02 20.36 20.73 0.91 2.84 30.76 181.83 93.81 100.03 21.97 24.42 67 68 A B C D AP Sub Total 69 A B C D Sub Total 70 A B C D P Sub Total 80 A AP Sub Total 81 A B C D DP Sub Total 82 A B C D Sub Total 83 A B C D AP Sub Total .39 14.17 9.97 12.97 24.42 1.20 Jumlah pokok 185 TBM Luas (Ha) 1.13 0.34 31.08 4.07 87.20 4.12 11.18 32.81 8.83 89.25 21.84 185.95 21.42 Luas Tanam (Ha) 7.50 13.19 16.49 124.98 17.30 19.46 530 530 4.92 28.54 26.00 72.37 11.35 14.08 4.69 10.28 183.42 87.22 24.82 94.81 100.36 20.37 18.50 19.87 27.36 187.79 2.33 16.74 23.92 28.23 14.28 21.31 22.04 90.08 1880 1880 546 546 14.62 71.83 20.04 107.00 57.48 82.98 17.27 9.83 20.92 20.62 78.62 139.11 17.57 15.18 72.59 27.63 19.50 19.97 26.52 29.55 14.38 126.49 59.97 21.84 140.85 24.81 14.20 4.28 35.83 3.70 Luas ukur (Ha) 5.00 22.02 20.93 8.34 31.79 18.59 24.80 8.08 31.75 23.54 A B C Sub Total A B C D P Sub Total 185 1.62 17.84 30.18 32.13 4.13 0.63 19.46 29.63 29.90 32.86 21.86 21.42 Luas ukur (Ha) 1.62 78.22 24.92 28.37 11.33 16.78 Luas Statement (Ha) 7.80 8.82 98.

32 18.44 51.71 25.23 .96 26.76 24.91 23.88 84.91 32. (Lanjutan) TM Blok 93 Petak Jumlah pokok 2 092 4 201 2 382 2 923 1 451 13 049 3 401 3 028 3 377 2 893 12 699 3 473 3 191 3 211 3 437 6 423 19 735 3 108 3 108 2 964 3 367 3 368 1 058 10 757 3 744 3 247 3 089 3 239 870 14 189 400 400 3 099 2 913 2 451 1 402 9 865 5 795 3 025 3 063 3 072 14 955 4 195 5 177 3 368 4 165 678 237 594 320 80 18 814 Luas (Ha) 16.26 55.32 18.67 23.66 38.67 25.91 8.08 22.88 44.01 26.28 28.27 23.16 107.91 25.70 26.01 78.24 24.08 23.22 1.65 21.37 26.76 24.16 107.74 25.57 2.08 3.32 22.69 113.72 Luas Statement (Ha) 21.15 3.57 2.80 25.92 6.27 39.79 103.92 114.57 2.56 23.68 26.01 26.19 23.32 23.58 23.85 160 160 1.72 24.61 33.19 6.91 23.54 25.75 28.36 28.08 23.48 11.56 23.11 3.03 26.16 23.03 5.86 8.77 31.84 22.22 1.72 24.67 13.91 32.63 20.25 97.93 24.98 22.34 1.38 3.26 53.63 115.62 132.82 25.98 23.35 Jumlah pokok TBM Luas (Ha) Luas ukur (Ha) Luas Tanam (Ha) 16.03 26.91 25.96 26.58 11.46 0.16 23.19 7.08 3.21 7.46 0.01 78.71 25.88 84.66 38.37 26.91 22.72 Luas ukur (Ha) 21.80 24.75 31.00 106.68 26.70 26.63 20.85 1.78 75.34 1.74 23.41 18.75 28.41 151.80 25.14 82.90 25.27 23.08 22.36 28.29 25.74 23.04 32.62 144.05 26.79   Lampiran 6.38 23.23 1.79 103.91 23.82 4.48 11.04 32.32 22.49 160.03 5.16 100.08 3.19 23.92 7.58 11.82 25.66 19.82 4.88 44.82 4.32 22.41 18.00 106.32 23.35 A B C D DP Sub Total 94 A B C D Sub Total 95 A B C D AP Sub Total 102 A Sub Total 103 A B C D Sub Total 104 A B C D AP Sub Total 105 A Sub Total 106 A B C D Sub Total 107 A B C D Sub Total 108 A B C D P1 A P1 C P2 A P2 B P2 C Sub Total 240 240 1.34 3.85 1.09 32.28 28.16 100.09 32.86 8.54 25.62 132.24 24.29 25.23 23.21 7.66 19.63 115.55 24.32 22.60 20.08 3.25 97.74 25.69 109.85 10.46 0.82 4.92 110.46 0.84 22.14 82.90 25.85 10.93 24.23 1.27 39.23 1.60 20.91 8.34 162.58 23.67 25.61 33.77 31.05 26.78 75.80 25.75 31.62 144.55 24.80 24.91 22.82 23.53 27.44 49.98 22.80 25.91 23.65 21.67 13.57 2.87 29.26 153.98 23.85 1.87 29.53 27.

00 26. 95.43 A 5 558 42. 103.43 Pada bulan Sept s/d Nov ada penumbangan pokok kelapa sawit untuk pelebaran jalan. Luas Areal TM : 1 857.24 Total Luas Areal Tanam : 1 885.72 Sub Total 23 768 182.74 8.45 169.72 ha).17 Luas Statement (Ha) 33.72 182.52 Jumlah pokok TBM Luas (Ha) Luas ukur (Ha) Luas Tanam (Ha) 42.82 1 885.17 ha .21 21.91 Luas Areal Pengukuran : 1 903. 93.60 13.74 P2 D 744 5.64 P2 B 1 646 12.63 31.66 P2 C 226 1. 94. 81.14 ha) pada Blok 108 P1 A dan 109 P2 A. TBM II 18 pokok (0. 107.76 B 4 525 34.87 18.24 27.63 D 4 143 31.80 34. 83.60 13.93 Luas Areal TBM : 27.80   Lampiran 6.80 C 4 502 34.37 ha) pada Blok 80. dan 109.87 P2 A 2 424 18.93 Sumber : Kantor Kebun Afdeling VII (2009) 3 541 27. 104.95 1 903.82 Grand Total 241 530 1 857. 108. (Lanjutan) TM Blok 109 Petak Jumlah pokok Luas (Ha) Luas ukur (Ha) 33.76 34.00 26. TM 438 pokok (3. 82.38 1.90 33. 106.95 1 875.21 21.67 31.74 8.67 31. Blok 66 C ditambah 0.90 33.38 1.74 5.73 ha Blok 103 B dilakukan penumbangan 93 pokok ntuk lapangan sekolah (0.45 169.64 12.66 1.

Lampiran 8. Struktur Organisasi Tingkat Afdeling 7 Kebun Ujan Mas PT Cipta Futura Plantation
 

Manager Kebun
   

Asst. Afdeling

Supv. Afdeling

Supv. Panen

Supv. Perawatan

Mdr. Panen I Mdr. Panen II Mdr. Panen III Mdr. Panen IV Mdr. Panen V

Krani Buah I Krani Buah II Krani Buah III Krani Buah IV Mdr. Dongkel

Krani Afdeling

Mdr. Hama dan Penyakit

Mdr. Herbicide

Mdr. Infrastuktur

Mdr. Pupuk

82

Krani Buah V

Lampiran 9. Denah Jalur Deteksi Hama
1 11
 

6 x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x 
     

11 x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x 
     

16 x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x  x 
     

X
x  x  x  x 

X
x  x  x  x 

X
x  x  x  x 


x  x  x  x 

 

6

 

X
x  x  x  x 

X
x  x  x  x 

X
x  x  x  x 


x  x  x  x 

 

1

 

X

X
II

X
III


IV

 

I Keterangan :  

X

: tanaman sampel yang dideteksi : detektor ke-

-

1, 6, 11, …, 26

: nomor tanaman sampel yang dideteksi baik dalam kolom maupun dalam baris

I - IV

83

Lampiran 7. Program dan Realisasi Panen Triwulan I Tahun 2009 Luas Areal (ha) Triwulan I Program Januari Februari Maret Total Rata-rata 3 715.86 3 715.86 3 715.86 11 147.58 Realisasi 3 857.78 3 709.62 3 715.86 11 283.26 101.21 103.81 99.83 100.00 Produksi (ton) Program 3 777.41 2 930.06 3 402.79 10 110.26 Realisasi 2 371.495 2 125.392 2 724.673 7 221.560 71.78 62.78 72.53 80.00 Produksi (Rp/ha) Program 50 000 50 000 50 000 50 000 Realisasi 31 645 29 984 38 393 33 340 66.67 91.11 63.29 59.96 76.78 97.46 97.66 96.20

% Realisasi

% Realisasi

% Realisasi

% Mutu

81

  .