Carsinoma Colorectal By Samuel Hananiel Rory

Etiologi dan Faktor Resiko Penyebab pasti belum jelas, namun beberapa faktor dianggap berperan yakni:    Polip cancer sequence (polip kolon yang dapat berdegenerasi maligna) IBD seperti colitis ulseratif dan crohn’s diseaseca colorectal Faktor genetic: a. FAP (familial adenomatous polyposis)terjadi transmisi genetic b. HNPCC (hereditary nonpolyposis colorectal carcinoma)berhubungan dengan Lynch syndrome I dan II Lynch syndrome I (site-specific nonpolyposis colorectal carcinoma) : • Autosomal dominant inheritance • Predominance of proximal colon cancer • Increased synchronous colon cancer • Early age of onset (average age is 44 years) • Increased risk of metachronous cancer Lynch syndrome II (cancer family syndrome) → adalah Lynch syndrome I ditambah dengan gejala-gejala : • Incresed incidence of other carcinomas, including endometrium, ovary, breast, stomach, and lymphoma • Incresed incidence of mucinous or poorly differentiated carcinomas • Increased incidence of skin cancer  c. Mutasi pada tumor supresor gene Faktor diettinggi lemak, rendah serat, alcohol.

Histopatologi Secara makroskopis terdapat 3 tipe makroskopis ca colorectal:    Tipe Polopoid / Vegetative / Fungating → Tumbuh menonjol ke lumen usus dan berbentuk bunga kol. Sering ditemukan disekum dan kolon asendens Tipe Skirus → mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi gejala stenosis dan obstruksi. Ditemukan terutama di kolon desendens, sigmoid dan rectum Tipe Ulseratif → terjadi nekrosis sentralis. Ditemukan terutama pada Rektum.

Secara Mikroskopis:  Adenokarsinoma - Adenokarsinoma tanpa komponen musinosum, - Adenokarsinoma dengan komponen musinosus < 50% - Adenokarsinoma musinosum ( komponen musinosum > 50%) Signet ring sel adenocarcinoma Squamous cell carcinoma Adeno-squamous carcinoma

  

Nyeri perut samarsamar (nyeri bermula di epigastrium). dan paraaorta Hematogen: terutama ke hepar. rapuh. polipoid Keluhan biasanya tidak khas. benjolan di perut kanan. dan luas tumor Ca colon kanan Mulai dari sekum-1/3 tengah kolon transversum Embriologis Anatomi Fungsi Tipe tumor Gx klinis Mid gut Lumen relative lebih besar Absorbsi Lunak. anemis (perdarahan mikroskopis). gx khas ialah defekasi dengan tenesmus (rasa tidak puas BAB dengan tegang 2ank ram pada perut). Limfogen: ke kelenjar parailliaka. bila tumor pada 1/3 distal rectum dapat menyebar ke paruparu. feses kecil2 sprt tahi kambing dengan darah segar pada kotoran. lokasi. Hind gut Ca rectum . uterus. feses semi cair (>cair dan diare warna coklat/hitam). Defekasi Polipoid Nyeri pada stadium lanjut (nyeri di panggul dalam atau di anus). mesentrika.  Karsinosarkoma Undifferentiated carcinoma Metastase Adapun metastase dari ca colorectal melalui beberapa mekanisme sbb:      Perkontinuitatum: menembus dinding usus dan ke jaringan sekitar misal ureter. prostat. buli. feses makin ke distal makin padat seperti tahi kambing disertai darah segar pada kotoran. Ca colon kiri Mulai dari 1/3 kolon transversum-sigmoid Hind gut Lumen relative lebih kecil Penyimpanan Skirous Keluhan lebih jelas. ulseratif. vagina. Rongga peritoneal: peritonitis karsinomatosa dengan atau tanpa asites Implantasi selama pembedahan (intraoperative spreading) Gejala klinis: Gejala klinis tumor tergantung pada letak. Gejala obstruksi/obstipasi (jarang BAB butuh pencahar) dengan nyeri perut yang nyata (gas pain cramps-nyeri bermula di bawah umbilikus).

mudah berdarah atau tidak. Tumor marker: CEA (Carcino Embrionic Antigen) yang diambil dari urine/feses. Pemeriksaan kolon a. Proktosigmoidoskopi rigidmenentukan dengan tepat lokasi tumor c.Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Daerah rectum a. 3-6 bulan. Kolonoskopi disertai biopsy b. . Colon in loop: foto kolon dengan kontras barium: gambaran radiologis ca colon seperti arrest (stopping contrast). Darah rutin b. Staging Tumor Klasifikasi stadium dari tumor yang dikenal ada 2 yakni Dukes dan Astler-Coler modification Derajat keganasan tumor: dapat ditentukan berdasarkan diferensiasi tumor dalam membentuk struktur kelenjar. (dengan pemeriksaan ini 40% dapat mendiagnosis ca colorectal) b. stenosis. Endorectal Ultrasound (EUS) menentukan dalamnya invasi tumor ke dinding usus. CEA dapat kembali < 3 (-).Kadar > 10 ng/ml → Stadium Lanjut. Deskripsi tumor konsistensi keras. terfiksir atau tidak. Pemeriksaan laboratorium: a. Follow up setelah operasi → 4 minggu. Bila Kadar < 10 ng/ml → Stadium Dini. Pemeriksaan USG/CT scan abdomen Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari dan mengevaluasi apa ada metastase di hepar maupun rongga abdomen. tapi dapat residif → telah metastase. filling defect (napkin ring. Colok dubur: Mendeteksi tumor sejauh kurang lebih 10 cm dari anal verge. apple core). permukaan rata.

Kolon bisa sangat dilatasi terutama sekum dan kolon asendens → tipe “Close Loop Obstruction / Dileptic Obstruction” Perforasi. Jika tumor inoperable maka : kolostomi pada proksimal tumor dan pintasan ilio-kolostomi. Tumor sigmoidreseksi sigmoid e. Tumor sekum atau kolon ascendens atau tumor di fleksura hepatikahemikolektomi kanan b. Tumor rectumrule of third 1/3 proksimal-jarak >12 cm dari anal verge (reseksi anterior). termasuk kelenjar limfe pararektum dan retroperitoneal sampai kelenjar limfe retroperitoneal. .a. d. batas reseksi usus harus adekuat. 1/3 distal-<6 cm dari anal verge (amputasi rectum melalui reseksi abdominoperineal Queno Miles (rectum dan sigmoid dengan mesosigmoid dilepaskan. Tumor kolon transversumreseksi kolon transversum c. adenoca mucinosum dan signet ring cell ca Grade IV: Sel tumor berstruktur kelenjar <5% Penatalaksanaan: Bedah baik kuratif maupun non kuratif. c. Prosedur lebih radikal. Tindak bedah terdiri atas reseksi luas karsinoma primer dan kelenjar limfe regional. Bedah kuratif dilakukan bila tidak ditemukan penyebaran local maupun jauh. Kemudian melalui insisi perineal anus dieksisi dan dikeluarkan seluruhnya dengan rectum melalui abdomen).Mengakibatkan peritonitis → bila tidak cepat ditolong akan fatal  Prognosis Dinilai berdasarkan 5-year survival rate. Tumor kolon descendenshemikolektomi kiri d. 5 cm di distal tumor Tindakan bedah sbb: a. b.  Grade I: Sel tumor berstruktur kelenjar >95% dari massa tumor Grade II: Sel tumor berstruktur kelenjar 50-95% dari massa tumor Grade III: Sel tumor berstruktur kelenjar 5-50%%. Tindakan bedah non kuratif (paliatif). Prognosis ditentukan berdasarkan : ♥ Staging ♥ Derajat histopatologi ♥ Derajat diferensiasi ♥ Ada tidaknya invasi vaskuler atau perineural . tumor diangkat secara en block bersama pedikel vascular dan struktur limfatik. bertujuan mencegah atau mengatasi obstruksi atau menghentikan perdarahan supaya kualitas hidup penderita lebih baik. 10 cm di proksimal tumor . 1/3 tengah-6-12 cm dari anal verge (reseksi anterior rendah dengan mempertahankan sfingter anus). .Obstruksi kolon kiri → sering tanda pertama karsinoma kolon .Perforasi terjadi disekitar tumor karena sentral nekrosis dan dipercepat oleh obstruksi yang menyebabkan tekanan dalam rongga kolon makin meninggi tipe “Perforasi Dileptik” . Tindakan non bedah (paliatif): radiasi pada ca rectum dan kemoterapi.     Penyulit Obstruksi.

♥ Ada tidaknya obstruksi atau perforasi ♥ Aneuploidi sel-sel tumor ♥ Mucin-producing dan signet cell tumors (intercytoplasmic mucin) ♥ Peningkatan kadar CEA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful