OKLUSI ARTERI SENTRALIS RETINA (CRAO

)

Defenisi

Sumbatan pada arteri sentralis retina.

Epidemiologi

Sering terjadi pada usia tua atau usia pertengahan. Tempat tersumbatnya arteri sentralis retina biasanya di daerah lamina kribrosa.

Etiologi dan Faktor Resiko

Penyumbataan arteri sentralis retina dapat disebabkan oleh radang arteri, thrombus dan emboli pada arteri, spsame pembuluh darah, akibat terlambatnya pengaliran darah, giant cell arthritis, penyakit kolagen, kelainan hiperkoagulasi, sifilis dan trauma.

Patofisiologi

Emboli adalah penyebab tersering dari CRAO. Emboli dapat berasal dari perkapuran yang berasal dari penyakit emboli jantung.

Penyebab spasme pembuluh darah antara lain pada migraine, keracunan alcohol, tembakau, kina atau timah hitam. Perlambatan pembuluh datah retina terjadi pada peninggian TIO, stenosis aorta atau arteri karotis.

Secara oftalmoskopis, retina superficial mengalami pengeruhan kecuali di foveola yang memperlihatkan bercak merah cherry(cherry red spot). Cherry red spot adalah pigmen koroid dan RPE yang dilihat melalui daerah foveola Manifestasi Klinik

Keluhasn pasien dengan CRAO dimulai dengan penglihatan kabur yang hilang timbul tanpa disertai rasa sakit dan kemudian gelap menetap. Penurunan visus mendadak biasanya disebabkan oleh emboli.

Reaksi pupil menjadi lemah dengan pupil anisokor. Ketajaman penglihatan berkisar antara hitung jari dan persepsi cahaya.

OKLUSI VENA SENTRAL RETINA ( CRVO ) Defenisi Penyumbatan vena retina yang mengakibatkan gangguan perdarahan didalam bola mata . Prognosis Penyulit yang dapat timbul adalah glaukoma neovaskular. Rujukan Timbul penyulit.Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan fundoskopi ditemukan :     Fundus pucat Arteri halus sampai hilang Cherry red spot Cattle track appearance Tatalaksana Terapi yang diberikan:     Masase bola mata Parasentese Vasodilator O2 hiperbarik Pengobatan dini dapat dengan menurunkan TIO. selain dengan masase bola mata bisa juga dengan asetazolamid atau parasentese bilik mata depan. rujuk ke spesialis mata.

Epidemiologi Kelainan ini biasanya mengenai usia pertengahan. kelainan darah. vena terlihat melebar dan berkelok-kelok . Tidak terdapat rasa sakit dan biasanya mengenai satu mata.   Akibat penyakit pada pembuluh darah vena sendiri sepeerti fibrosklerosis atauy endofeblitis. Pemeriksaan Penunjang Gambaran klinis bervariasi dari perdarahan retina kecil-kecil teersebar dan bercak cotton wool sampai gambaran perdarahan hebat dengan perdarahn rerina superficial dan dalam. dan penyakit pembluh darah. papil edema. Pada funduskopi ditemukan :   Papil udem Tortositas vena meningkat. retinopati radiasi. Tajam penglihatan sentral terganggu bila perdarahan mengenai daerah macula. hipertensi. Etiologi dan Faktor Resiko Penyumbatan vena sentralis retina mudah terjadi pada pasien dengan glaukoma. diabetes mellitus. Akibat hambatan aliran darah dalam pembuluh vena tersebut seperti yang terdapat pada kelainan viskositas darah. akan tetapi lebih sering terletak di depan lamina kribrosa. Patofisiologi Sebab-sebab terjadinya CRVO adalah :  Akibat kompresi dari luar terhadap vena tersebut seperti yang terdapat pada proses arteriosklerosis atau jaringan pada lamina kribrosa. Manifestasi Klinik Penderita biasanya mengeluh adanya penurunan tajam penglihatan sentral ataupun perifer mendadak yang dapat memburuk sampai hanya tertinggal persepsi cahaya. diskrasia darah atau spasme arteri retina yan g berhubungan. arteriosklerosis. Biasanya penyumbatan terletak di mana saja pada retina. Thrombosis dapat terjadi akibat endofeblitis.

Pada pasien usia muda. dengan dilatasi dan edema pembuluh darah. Jika terdapat hipertensi. tipe noniskemik. dan fibrinogen. Jika udem dan perdarahan retina dapat diserap kembali oleh tubuh. lebih sulit diatasi. terutama pada kasus penurunan tajam penglihatan akibat penyumbatan Kalau timbul glaukoma. Bisa dilakukan siklokro terapi. hematokrit. Angiografi floresens menunjukkan dua jenis respon. Flame shape appearance Selain itu. dan USG ginjal. protein plasma. glukosa plasma. protein S. dengan daerah-daerah nonperfusi kapiler yang luas atau bukti adanya neovaskularisasi segmen anterior atau retina. pengukuran klirens kreatinin. dan tipe iskemik. dapat dilakukan pengukuran lemak serum. dan enukleasi Pembedahan bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan Prognosis Prognosis umumnya jelek. alcohol retrobulber untuk rasa sakit. dan penilaian kekentalan darah dengan perkiraan hb. kadar protein C. terutama untuk visus. dan antitrombin III harus diperiksa untuk menyingkirkan kelainan sistem trombolitik. Tatalaksana     Control dan observasi penyakit dalam Fotokoagulasi. . termasuk ureum dan elektrolit. pemeriksaan urin secara mikroskopik. maka dapat memperbaiki visus. dianjurkan pemeriksaan uji fungsi ginjal sederhana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful