STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA

KELOMPOK KERJA STANDAR PENDIDIKAN DOKTER INDONESIA
ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA

(AIPKI)

2012

1

Dhanasari V. Syeida Handoyo dr. Rahmad Sarwo Bekti Dr. Trisna.. Sp. Dr. AIFM dr.D Prof. dr. M. DMM.Epid dr. M. CM-FM dr.med. Ph. Wiwik Kusumawati. Ph.Sc. Ph. Nur Azid Mahardinata dr.. Bethy S.A.Kes dr.Kelompok Kerja Standar Pendidikan Dokter Indonesia Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Ketua: Prof. Tri Nur Kristina. Setiawan.Med. M. Hernowo.Ed. Rr. dr.D dr. Hilda Dwijayanti 2 . Titi Savitri Prihatiningsih. Rahmatina Bustami Herman.Kes Anggota: dr.D Sekretaris: dr. M. Irwin Aras.PA(K). M. M. dr.

KATA PENGANTAR Ketua AIPKI 3 .

Proses penyusunannya memakan waktu yang cukup lama karena melalui beberapa tahapan kajian dan melibatkan seluruh pengandil yaitu Institusi Pendidikan Kedokteran. klinik perusahaan. telah dilakukan pengumpulan data dari berbagai pengandil melalui beberapa kali survey yang kemudian diikuti proses validasi bersama pakar dalam bidang terkait serta pengandil. berkoordinasi dengan organisasi profesi. komponen kompetensi dan kemampuan yang diharapkan di akhir pendidikan. Revisi SKDI telah melalui beberapa tahap kajian ilmiah yang dimulai dengan mendapatkan masukan dari pengandil dilanjutkan dengan:  Kajian tentang perilaku personal dokter layanan primer terhadap pasien. Organisasi Profesi (IDI). 4 . Ketua AIPKI membentuk Kelompok Kerja Standar Pendidikan Dokter Indonesia melalui SK Ketua Umum AIPKI No 83/AIPKI/SK/VIII/2010 tertanggal 8 Agustus 2010. Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan Nasional sesuai dengan undang-undang no 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran pasal 26 ayat 2 dan ayat 3. IRSPI. Standar Kompetensi ini terdiri dari area kompetensi yang dijabarkan ke dalam kompetensi inti. dan tingkat kompetensi yang dilakukan dengan cara NGT di institusi pendidikan kedokteran serta melibatkann dokter praktek umum di puskesmas. kolegium. dan rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai langkah awal dalam evaluasi dan revisi. serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. daftar penyakit.  Kajian tentang lingkup bahasan untuk pencapaian kompetensi dilakukan dengan cara survei pada institusi pendidikan kedokteran di berbagai wilayah di Indonesia. Standar Kompetensi Dokter ini merupakan bagian dari Standar Pendidikan Profesi Dokter. Oleh karena itu. klinik perusahaan. Standar Kompetensi ini dilengkapi dengan daftar masalah.KATA PENGANTAR Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) telah menetapkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dokter di Indonesia. SKDI perlu ditelaah ulang dan dievaluasi dengan melibatkan pengandil (stakeholders). Kementerian Kesehatan. daftar keterampilan klinis.  Kajian tentang daftar masalah. dan daftar pokok bahasan untuk pencapaian kompetensi. Standar ini disusun oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Standar Kompetensi Dokter Indonesia telah memberikan dasar yang mengikat dalam implementasi kurikulum di setiap institusi pendidikan dokter Indonesia. daftar penyakit. dan rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia. Kolegium Dokter Indonesia (KDI). Setelah diimplementasikan selama lima tahun. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan (ARSPI). Sejak ditetapkan oleh KKI pada tahun 2006. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). pimpinan dan sejawatnya melalui FGD dan wawancara di puskesmas. Telaah ini perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang agar dapat disesuaikan dengan tuntutan pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

MEU).Rahmatina B. Kolegium Perhimpunan dan Ikatan Profesi. Walaupun dalam penyusunannya telah melalui beberapa kajian.dr. PhD Ketua Pokja Standar Pendidikan Dokter Indonesia Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia 5 . KDI. MKDKI. tidak dapat dipungkiri bahwa akan tetap ada kekurangannya sehingga masukan dari semua pihak terkait dan yang berkepentingan sangat diharapkan. Hasil kajian tersebut digunakan untuk menyusun revisi awal dari SKDI yang kemudian divalidasi melalui kegiatan FGD (melibatkan pakar terkait.  Kajian tentang standar pendidikan dilakukan dengan cara survei pada institusi pendidikan kedokteran di berbagai wilayah di Indonesia. PERHUKI. Prof. Kajian tentang pengembangan sistem ujian nasional dilakukan dengan cara survei pada institusi pendidikan kedokteran di berbagai wilayah di Indonesia. dan ARSPI) dan NGT (melibatkan Direktorat BUKD Kemenkes. MEU. MKEK. dokter rumah sakit. BPSK-YLKI. Herman. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada semua pihak yang telah bekerja keras dan berpartisipasi dalam menyusun Standar Kompetensi Dokter Indonesia ini. PDKI. KBUKDI. PERDOKI. Dinas Kesehatan.

....... 13 3............................................1.....................................................................1... 13 3........................ 14 4..............................................................................1................................DAFTAR ISI A...................................... 14 4....................................................................................................................................... 13 3................................ 12 1.............. 15 5........................................................... 13 2................................................................................1.. 16 6 ....... PENJABARAN KOMPETENSI . 12 1............................................................................................................................ PENGELOLAAN MASALAH KESEHATAN ................................................................. Kompetensi Inti ................................... Lulusan Dokter Mampu .... KETERAMPILAN KLINIS ............ Lulusan Dokter Mampu ...................... PROFESIONALITAS YANG LUHUR ....................................................................................................................................................................................................... KOMPONEN KOMPETENSI ...... 16 6..................................... 16 7...................... LANDASAN ILMIAH ILMU KEDOKTERAN ............................................................. KOMUNIKASI EFEKTIF ..... AREA KOMPETENSI ................................... MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI .......... 11 Area Keterampilan Klinis ........2..2..... PENGELOLAAN INFORMASI ..........................................................................................2..................................... Lulusan Dokter Mampu ....................... Kompetensi Inti ...2.................... Kompetensi Inti ........................... Kompetensi Inti ........................ Kompetensi Inti ........... 11 Area Pengelolaan Informasi ..................... Lulusan Dokter Mampu ..................... Lulusan Dokter Mampu ..................2.......................................................................... 15 5.... Kompetensi Inti ................... 14 5.......................1.................... Kompetensi Inti ....................................1..... 15 6.......................................... 11 Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri .............2................................................................................................. 16 7..................1.................. 11 Area Komunikasi Efektif ..............................2........................ 16 6.................................................. 13 4......................................................... 10 B.................. 11 Area Profesionalitas yang Luhur .............. Lulusan Dokter Mampu .... Lulusan Dokter Mampu .......... 12 2....................... 16 7.................................................... 11 Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran ................................................. 13 2...... 11 Area Pengelolaan Masalah Kesehatan ............................................................................................................................... 11 C............... 12 1...

mawas diri dan pengembangan diri serta komunikasi efektif sebagai dasar dari rumah bangun kompetensi dokter Indonesia. ditemukan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian. nasional.PENDAHULUAN Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) merupakan standar minimal kompetensi lulusan dan bukan merupakan standar kewenangan dokter layanan primer. Hal ini untuk memberikan arahan yang lebih jelas bagi institusi pendidikan kedokteran dalam menyusun kurikulum. Untuk itu. kompeten. tanpa mengesampingkan permasalahan penyakit tidak menular. sebagai tindak lanjut hasil kajian terhadap perilaku personal dokter. penyakit dan keterampilan klinis disusun berdasarkan organ sistem. Secara teknis. 2. Sistematika berdasarkan organ sistem ini juga mempermudah penyusun kurikulum dalam menentukan urutan tematik tujuan pembelajaran secara sistematis. SKDI juga menjadi acuan dalam pengembangan uji kompetensi dokter yang bersifat nasional.  7 . sistematika SKDI yang baru mengalami perubahan yaitu:   Penambahan Daftar Masalah Profesi pada Lampiran Daftar Masalah. fokus pencapaian kompetensi terutama dalam hal yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak serta permasalahan gizi dan penyakit infeksi. Konsistensi lampiran daftar masalah. Penambahan Lampiran Pokok Bahasan untuk Pencapaian 7 Area Kompetensi. 4. maupun global. 3. Berdasarkan pengalaman institusi pendidikan kedokteran dalam mengimplementasikan SKDI tersebut. institusi pendidikan kedokteran perlu mengembangkan muatan lokal yang menjadi unggulan masing-masing institusi sehingga memberikan kesempatan mobilitas mahasiswa secara regional. serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan. serta mencegah terjadinya duplikasi yang tidak perlu. Millenium Development Goals (MDGs) masih menjadi tujuan yang harus dicapai dengan baik. sebagai berikut: 1. sebagai tindak lanjut hasil kajian mengenai implementasi SKDI di institusi pendidikan kedokteran. beretika. Hal tersebut sesuai dengan hasil pertemuan Konsil Kedokteran se-ASEAN yang memformulasikan bahwa karakteristik dokter yang ideal adalah: profesional. Sampai dengan tahun 2015. perkembangan yang terjadi di masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Tantangan profesi kedokteran masih memerlukan penguatan dalam aspek perilaku profesional. SKDI harus mengantisipasi kondisi pembangunan kesehatan di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Dalam mengimplementasikan program elektif. SKDI memerlukan revisi secara berkala. mengingat perkembangan yang ada terkait sinergisme sistem pelayanan kesehatan dengan sistem pendidikan dokter. SKDI pertama kali disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada tahun 2006 dan telah digunakan sebagai acuan untuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

susunan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dapat digambarkan seperti berikut: LAMPIRAN Standar Kompetensi Dokter Indonesia ini dilengkapi dengan empat lampiran. berisikan nama penyakit yang merupakan diagnosis banding dari masalah yang dijumpai pada lampiran 1. Secara skematis. Lampiran juga memberikan garis besar cakupan dan isi kurikulum. yang diperinci lebih lanjut menjadi kemampuan yang diharapkan di akhir pendidikan. sarana dan prasarana serta pendanaan yang menunjang seluruh aktivitas perlu disiapkan secara efektif dan efisien serta disesuaikan dengan SPPD. tenaga kependidikan. Daftar Keterampilan Klinis.Agar SKDI dapat diimplementasikan secara konsisten oleh institusi pendidikan kedokteran. Fungsi utama lampiran tersebut adalah sebagai pedoman bagi institusi pendidikan kedokteran dalam mengembangkan kurikulum institusional. mahasiswa kedokteran dipaparkan pada masalahmasalah tersebut dan diberi kesempatan berlatih menanganinya. dan Daftar Pokok Bahasan. institusi pendidikan kedokteran perlu memastikan bahwa selama pendidikan. berisikan berbagai masalah yang akan dihadapi dokter layanan primer. Pada setiap penyakit telah ditentukan tingkat kemampuan yang 8 . Daftar Penyakit ini memberikan arah bagi institusi pendidikan kedokteran untuk mengidentifikasikan isi kurikulum. peran dan fungsi dokter layanan primer. Daftar Penyakit. yaitu: Lampiran Daftar Masalah. Lampiran 2 Daftar Penyakit. Setiap area kompetensi ditetapkan definisinya. SISTEMATIKA Standar Kompetensi Dokter Indonesia terdiri dari 7 (tujuh) area kompetensi yang diturunkan dari gambaran tugas. Lampiran 1 Daftar Masalah. yang disebut kompetensi inti. Oleh karena itu. maka berbagai sumber daya seperti dosen. Setiap area kompetensi dijabarkan menjadi beberapa komponen kompetensi.

Lampiran 3 Daftar Keterampilan Klinis. Daftar ini memudahkan institusi pendidikan kedokteran untuk menentukan materi dan sarana pembelajaran keterampilan klinis. Lampiran 4 Daftar Pokok Bahasan. 9 . sehingga memudahkan bagi institusi pendidikan kedokteran untuk menentukan kedalaman dan keluasan dari isi kurikulum. berisikan keterampilan klinis yang perlu dikuasai oleh dokter layanan primer di Indonesia.diharapkan. dan dipetakan sesuai dengan struktur kurikulum masing-masing institusi. Pada setiap keterampilan telah ditentukan tingkat kemampuan yang diharapkan. memuat pokok bahasan dalam proses pembelajaran untuk mencapai 7 area kompetensi. Materi tersebut dapat diuraikan lebih lanjut sesuai bidang ilmu yang terkait.

Mawas Diri dan Pengembangan Diri 3. Profesionalitas yang Luhur 2. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 6. Pondasi dan Pilar Kompetensi 10 . dan ditunjang oleh pilar berupa pengelolaan informasi. Pengelolaan Informasi 5. landasan ilmiah ilmu kedokteran. serta komunikasi efektif.STANDAR KOMPETENSI DOKTER INDONESIA A. Pengelolaan Masalah Kesehatan Gambar 1. mawas diri dan pengembangan diri. keterampilan klinis. Area Kompetensi Kompetensi dibangun dengan pondasi yang terdiri dari profesionalitas yang luhur. Keterampilan Klinis 7. dan pengelolaan masalah kesehatan (Gambar 1). Oleh karena itu area kompetensi disusun dengan urutan sebagai berikut: 1. Komunikasi Efektif 4.

ilmu Kedokteran Klinik. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarga 10. keluarga dan masyarakat 19. 5. keluarga dan masyarakat 20. Melakukan prosedur penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif Area Pengelolaan Masalah Kesehatan 17. Berkomunikasi dengan masyarakat Area Pengelolaan Informasi 12. pasien. 3. beretika dan disiplin Sadar dan taat hukum Berwawasan sosial budaya Berperilaku profesional Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri 6. Menerapkan mawas diri 7. Mengelola sumber daya secara efektif. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan 21. Area Keterampilan Klinis 15. efisien dan berkesinambungan dalam penyelesaian masalah kesehatan 22. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat 8. ilmu Humaniora. Melakukan prosedur diagnosis 16. Komponen Kompetensi Area Profesionalitas yang Luhur 1. masyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 14. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan 13. Berkomunikasi dengan mitra kerja 11. Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu.B. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa/Yang Maha Kuasa Bermoral. keluarga dan masyarakat 18. Mengembangkan pengetahuan Area Komunikasi Efektif 9. 4. Melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan pada individu. Mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia 11 . Menerapkan ilmu Biomedik. 2. Melaksanakan promosi kesehatan pada individu. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesional kesehatan.

Berwawasan sosial budaya Mengenali sosial-budaya-ekonomi masyarakat yang dilayani Menghargai perbedaan persepsi yang dipengaruhi oleh agama. moral yang luhur. Kompetensi Inti Mampu melaksanakan praktik kedokteran yang profesional sesuai dengan nilai dan prinsip ke-Tuhan-an. difabilitas. Lulusan Dokter Mampu 1. beretika dan berdisiplin     Bersikap dan berperilaku sesuai dengan standar nilai moral yang luhur dalam praktik kedokteran Bersikap sesuai dengan prinsip dasar etika kedokteran dan kode etik kedokteran Indonesia Mampu mengambil keputusan terhadap dilema etik yang terjadi pada pelayanan kesehatan individu. dan sosial-budaya-ekonomi dalam menjalankan praktik kedokteran dan bermasyarakat Menghargai dan melindungi kelompok rentan Menghargai upaya kesehatan komplementer berkembang di masyarakat multikultur dan alternatif yang   5. Profesionalitas yang Luhur 1. keluarga dan masyarakat Bersikap disiplin bermasyarakat dalam menjalankan praktik kedokteran dan 3. Sadar dan taat hukum       Mengidentifikasi masalah hukum dalam pelayanan kedokteran dan memberikan saran cara pemecahannya Menyadari tanggung jawab dokter dalam hukum dan ketertiban masyarakat Taat terhadap perundang-undangan dan aturan yang berlaku Membantu penegakkan hukum serta keadilan 4. disiplin.1. hukum.C. Bermoral.2. Penjabaran Kompetensi 1. Berperilaku profesional     Menunjukkan karakter sebagai dokter yang profesional Bersikap dan berbudaya menolong Mengutamakan keselamatan pasien Mampu bekerja sama intra dan inter profesional dalam tim pelayanan kesehatan demi keselamatan pasien 12 . dan sosial budaya. 1. etika. gender. usia. Berke-Tuhan-an (Yang Maha Esa/Yang Maha Kuasa)   Bersikap dan berperilaku yang berke-Tuhan-an dalam praktik kedokteran Bersikap bahwa yang dilakukan dalam praktik kedokteran merupakan upaya maksimal 2. etnis.

anggota keluarga. Kompetensi Inti Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia. mengatasi masalah personal. kolega dan profesi lain. masyarakat. Melaksanakan upaya pelayanan kesehatan dalam kerangka sistem kesehatan nasional dan global 2.2. Kompetensi Inti Mampu melakukan praktik kedokteran dengan menyadari keterbatasan. 2. Mengembangkan pengetahuan baru Melakukan penelitian ilmiah yang berkaitan dengan masalah kesehatan pada individu. Lulusan Dokter Mampu 1.1. Mawas Diri dan Pengembangan Diri 2. Komunikasi Efektif 3. mengembangkan diri. sosial dan budaya diri sendiri Tanggap terhadap tantangan profesi Menyadari keterbatasan kemampuan diri dan merujuk kepada yang lebih mampu Menerima dan merespon positif umpan balik dari pihak lain untuk pengembangan diri 2. Lulusan Dokter Mampu 1. keluarga dan masyarakat serta mendiseminasikan hasilnya 3. Menerapkan mawas diri     Mengenali dan mengatasi masalah keterbatasan fisik. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya     Membangun hubungan melalui komunikasi verbal dan nonverbal Berempati secara verbal dan nonverbal Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti Mendengarkan dengan aktif untuk menggali permasalahan kesehatan secara holistik dan komprehensif 13 . 3. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat    Menyadari kinerja profesionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajar untuk mengatasi kelemahan Berperan aktif dalam upaya pengembangan profesi 3. mengikuti penyegaran dan peningkatan pengetahuan secara berkesinambungan serta mengembangkan pengetahuan demi keselamatan pasien. psikis.1.2.

Berkomunikasi dengan mitra kerja (sejawat dan profesi lain)    Melakukan tatalaksana konsultasi dan rujukan yang baik dan benar Membangun komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan Memberikan informasi yang sebenarnya dan relevan kepada penegak hukum. baik dan benar Menunjukkan kepekaan terhadap spiritual pasien dan keluarga aspek biopsikososiokultural dan  2. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesional kesehatan. Pengelolaan Informasi 4. Kompetensi Inti Mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan informasi kesehatan dalam praktik kedokteran.2. msyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan  Memanfaatkan keterampilan pengelolaan informasi untuk diseminasi informasi dalam bidang kesehatan. pasien. 5. Lulusan Dokter Mampu 1. media massa dan pihak lainnya jika diperlukan Mempresentasikan informasi ilmiah secara efektif   3. Berkomunikasi dengan masyarakat Melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah kesehatan dan memecahkannya bersamasama Melakukan advokasi dengan pihak terkait dalam rangka pemecahan masalah kesehatan individu. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 5. keluarga dan masyarakat  4.1. Kompetensi Inti Mampu menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan landasan ilmiah ilmu kedokteran dan kesehatan yang mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum 14 . Menyampaikan informasi yang terkait kesehatan (termasuk berita buruk. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan  Memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dan informasi kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan  Memanfaatkan keterampilan pengelolaan informasi kesehatan untuk dapat belajar sepanjang hayat 2. perusahaan asuransi kesehatan. 4. informed consent) dan melakukan konseling dengan cara yang santun.1.

ilmu Kedokteran Klinik. ilmu Humaniora. ilmu Humaniora. ilmu Kedokteran Klinik. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif.2. ilmu Kedokteran Klinik. Lulusan Dokter Mampu Menerapkan ilmu Biomedik. ilmu Humaniora. bukti ilmiah kedokteran. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan individu. ilmu Kedokteran Klinik. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang berhubungan dengan kepentingan hukum dan peradilan Mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pasien. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang berhubungan dengan promosi kesehatan individu. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang berhubungan dengan rehabilitasi medik dan sosial pada individu. ilmu Humaniora. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas untuk menentukan prioritas masalah kesehatan pada individu.5. ilmu Kedokteran Klinik. keluarga dan masyarakat Menganalisis masalah kesehatan melalui pemahaman mekanisme normal dan perubahan-perubahan yang terjadi di tingkat molekular maupun selular Menggunakan data klinik dan pemeriksaan penunjang yang rasional untuk menegakkan diagnosis Menggunakan alasan ilmiah dalam menentukan penatalaksanaan masalah kesehatan berdasarkan etiologi. ilmu Humaniora. keluarga dan masyarakat Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. keluarga dan masyarakat Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. ilmu Humaniora.  Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. keluarga dan masyarakat Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. dan keterbatasan sumber daya dalam pelayanan kesehatan untuk mengambil keputusan           15 . ilmu Kedokteran Klinik. keluarga dan masyarakat Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. ilmu Humaniora. ilmu Humaniora. ilmu Kedokteran Klinik. dan patofisiologi Menentukan prognosis penyakit melalui pemahaman prinsip-prinsip ilmu Biomedik. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas yang berhubungan dengan prevensi masalah kesehatan individu. dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan / Kedokteran Komunitas Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik. patogenesis. ilmu Kedokteran Klinik.

7. terpadu dan berkesinambungan dalam konteks pelayanan kesehatan primer.1. sikap dan perilaku. Lulusan Dokter Mampu 1. dan masyarakat  2.2. Melakukan prosedur diagnosis   Melakukan dan menginterpretasi hasil auto-. Melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan 16 . Kompetensi Inti Mampu melakukan prosedur klinis yang berkaitan dengan masalah kesehatan dengan menerapkan prinsip keselamatan pasien. Lulusan Dokter Mampu 1.dan hetero-anamnesis. jenis kelamin.2. keluarga. pemeriksaan fisik umum dan khusus sesuai dengan masalah pasien Melakukan dan menginterpretasi pemeriksaan penunjang dasar dan mengusulkan pemeriksaan penunjang lainnya yang rasional 2. allo. agama. Melakukan prosedur penatalaksanaan masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif         Melakukan edukasi dan konseling Melaksanakan promosi kesehatan Melakukan tindakan medis preventif Melakukan tindakan medis kuratif Melakukan tindakan medis rehabilitatif Melakukan prosedur proteksi terhadap hal yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain Melakukan tindakan medis pada kedaruratan klinis dengan menerapkan prinsip keselamatan pasien Melakukan tindakan medis dengan pendekatan medikolegal terhadap masalah kesehatan/ kecederaan yang berhubungan dengan hukum 7. etnis. masyarakat. 6. dan budaya Merencanakan dan melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan di tingkat individu. Keterampilan Klinis 6. Kompetensi Inti Mampu mengelola masalah kesehatan individu. Pengelolaan Masalah Kesehatan 7. holistik.1. keluarga maupun masyarakat secara komprehensif. serta modifikasi gaya hidup untuk promosi kesehatan pada berbagai kelompok umur. keluarga dan masyarakat  Mengidentifikasi kebutuhan perubahan pola pikir. Melaksanakan promosi kesehatan pada individu. keselamatan diri sendiri dan orang lain.6.

tepat frekwensi dan cara pemberian. keluarga dan masyarakat      Menginterpretasi data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis Menginterpretasi data kesehatan keluarga dalam rangka mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga Menginterpretasi data kesehatan masyarakat dalam mengidentifikasi dan merumuskan diagnosis komunitas rangka Memilih dan menerapkan strategi penatalaksanaan yang paling tepat berdasarkan prinsip kendali mutu. tepat. laporan kejadian luar biasa. lengkap. tepat dosis. keluarga dan masyarakat Melakukan rehabilitasi medik dasar dan rehabilitasi sosial pada individu. keluarga dan masyarakat    Melakukan pencegahan timbulnya masalah kesehatan Melakukan kegiatan penapisan faktor risiko penyakit laten untuk mencegah dan memperlambat timbulnya penyakit Melakukan pencegahan untuk memperlambat progresi dan timbulnya komplikasi penyakit dan atau kecacatan 3. holistik dan berkesinambungan dalam mengelola masalah kesehatan Melakukan tatalaksana pada keadaan wabah dan bencana mulai dari identifikasi masalah hingga rehabilitasi komunitas          4. memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat Menentukan prognosis masalah kesehatan pada individu. Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan 17 .pada individu. laporan medikolegal serta keterangan medis lain sesuai kewenangannya termasuk visum et repertum dan identifikasi jenasah Menulis resep obat secara bijak dan rasional (tepat indikasi. dan berbasis bukti Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab (lihat lampiran Daftar Pokok Bahasan dan Daftar Penyakit) dengan memperhatikan prinsip keselamatan pasien Mengkonsultasikan dan/ atau merujuk sesuai dengan standar pelayanan medis yang berlaku (lihat lampiran Daftar Penyakit) Membuat instruksi medis tertulis secara jelas. lengkap. keluarga dan masyarakat Menerapkan prinsip-prinsip epidemiologi dan pelayanan kedokteran secara komprehensif. dan dapat dibaca. dan dapat dibaca Membuat surat keterangan medis seperti surat keterangan sakit. kematian. Mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan. jelas. biaya. sehat. tepat obat. memonitor perkembangan penatalaksanaan. serta sesuai kondisi pasien).

dan politik 18 . hukum. sosial. Mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia  Menggambarkan bagaimana pilihan kebijakan dapat mempengaruhi program kesehatan masyarakat dari aspek fiskal. sarana dan prasarana secara efektif dan efisien Menerapkan manajemen mutu terpadu dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga Menerapkan manajemen kesehatan dan institusi layanan kesehatan 6. administrasi. keuangan. efisien dan berkesinambungan dalam penyelesaian masalah kesehatan    Mengelola sumber daya manusia. etika. Mengelola sumber daya secara efektif. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatan aktual yang terjadi serta mengatasinya bersama-sama Bekerja sama dengan profesi dan sektor lain dalam pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan rangka  5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful